ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
OLDIANA SEUK NAHAK (18390028). Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan)Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka. Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M. Sc sebagai pembimbing I, dan Mada M. Lakapu,S. Si, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Bakso merupakan suatu bentuk produk olahan daging yang merupakan bentuk emulsi lemak. Oleh karena itu, komponen lemak di dalam produk olahan daging mempunyai peranan penting pada pembentukan tekstur, yaitu memberikan tekstur yang juiceness (empuk). Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu jenis ikan perairan laut yang menggunakan habitat perairan muara sebagai tempat hidupnya termasuk di muara sungai. Tepung sagu merupakan jenis tepung yang berasal dari pati batang sagu. Tekstur tepung sagu mirip dengan tepung tapioka, yakni berwarna putih dan terasa lembut ditangan.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk bakso ikan belanak, dan uji organoleptik (kenampakan,bau, rasa, tekstur) . Kemudian dilakukan pengujian kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar abu) bakso ikan belanak. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian diolah secara stastistik dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan analisis variansi (Anova) untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak.
Produk karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan) pada pengujian organoleptik sensori yang menghasilkan tingkat penerimaan panelis terbaik pada pelakuan 10% yaitu parameter kenampakan 7.2 (Permukaan kurang halus, sedikit berongga, kurang cerah), parameter bau 7.6 (spesifik produk kurang), parameter rasa 7.73 (spesifik produk kurang) dan parameter tekstur 7.46 (padat, kompak , agak kenyal). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji karakteristik bakso ikan belanak menggunakan akabilan (sagu) pada perlakuan terbaik (10%) memberikan hasil kadar air 62.93% dan protein dengan 27.74%. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan penulis menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masa simpan karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan).
Kata kunci: Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan) Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum
Tindak Pidana Percabulan Terhadap Anak.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif
pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak? (2) Bagaimana modus tindak
pidana percabulan terhadap anak? (3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana
percabulan terhadap anak, bagi pelaku dan korban?
Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis
“Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain
sebagai berikut:
1. Motif pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak adalah: (a) Ingin
menikahi saksi korban. (b) Sudah 3 (Tiga) minggu tidak berhubungan intim
dengan isteri. (c) Ingin menyalurkan birahi sexnya. (d) Sering menontot film
porno, dan ingin melakukan seperti yang ditontonnya
2. Modus tindak pidana percabulan terhadap anak adalah: (a) Terdakwa
mengajak saksi korban menginap dirumah saudara. (b) Terdakwa mengancam
saksi korban dengan pisau. (c) Terdakwa membawa misi kemanusia yaitu
membantu keluarga miskin/ kurang mampu atas pembiayaan/ pendanaan dari
luar negeri/ LSM. (d) Terdakwa mengajak saksi tri asih susilowati untuk
bermain remi dan sering memukul korban. (e) Terdakwa menjemput korban
dari sekolah dan membawa korban menuju pertokoan.
3. Akibat hukum tindak pidana percabulan bagi pelaku dan korban. Akibat
hukum bagi pelaku yaitu dikenai (a) Pidana penjara. (b) Pidana denda. (c)
Dibebankan membayar biaya perkara. Sadangkan akibat hukum terhadap
korban yaitu: (a) Mengalami gangguan mental, fisik dan psikys dan
mempengaruhi perkembangan serta masa depan anak. (b) Merasa sakit pada
alat kelaminnya. (c) Merasa trauma.
Adapun saran dari penulis terkait dengan pembayaran restitusi korban
tindak pidana perdagangan orang antara lain:
1. Kepolisian harus lebih cepat memberikan bantuan terhadap kasus ini dan
melakukan kerjasamanya dalam menanggulangi kejahatan pencabulan
terhadap anak ini agar tidak semakin meningkat kejahatan pencabulan kepada
anak.
2. Perlu adanya peningkatan kerja sama antara penegak hukum dan masyarakat
dalam menanggulangi kejahatan percabulan terhadap anak tersebut.
3. Majelis hakim diharapkan agar lebih cermat dalam menegakkan hukum dan
memberikan sanksi pidana kepada pelaku tindak pidana percabulan terhadap
anak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
4. Bagi orang tua agar lebih cermat dalam mengawasi anak dalam kelakuannya
terutama dalam bergaul dan memilih teman, serta mendidik akan perbuatan
yang boleh dan tidak dilakukan oleh anak-anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi: “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Anak Oleh Ibu Kandung”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.Mengapa ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak ? 2.Mengapa pelaku tindak pidana pembunuhan anak, Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan? Tujuan penelitian ini adalah: 1.Untuk mengetahui penyebab ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak. 2.Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan anak. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian hukum normative.yaitu dengan mengkaji putusan nomor 3175/Pid.B/2010/PN.Sby, dan putusan kasasi nomor 2778K/Pid.Sus/2012. Penelitian ini menggunakan dua variable yaitu variable bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak dan alasan Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan anak dan Variabel terikat adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pembunuhan anak oleh ibu kandung. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder,dan tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka: Penyebab Ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak adalah : 1. Karena yang bersangkutan takut ketahuan melahirkan diluar nikah. 2. Tidak ada tanggung jawab dari ayah biologis terhadap bayi dalam kandungan. Alasan Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan adalah : 1. Perbuatan terdakwa terbukti sesuai surat dakwaan. 2. Perbuatan terdakwa bukan tindak pidana. Alasan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan adalah : 1. Perbuatan terdakwa terbukti sesuai surat dakwaan. 2. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana. Saran dari penelitian ini yaitu: 1.Terhadap majelis hakim agar lebih teliti dalam melihat setiap fakta hukum yang ditemukan dalam melakukan pemeriksaan setiap perkara,khususnya dalam tindak pidana pembunuhan anak yang dilakukan oleh ibu kandung. 2. Bagi setiap wanita di Indonesia agar dalam keadaan yang menghimpit dirinya namun tidak merampas nyawa anaknya dengan cara apapun. 3.Terhadap setiap orang tua agar selaku melakukan pengontrolan yang intens terhadap setiap aktivitas anak, lebih utama aktivitas anak diluar jam sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi ini adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penculikan Anak” jurusan ilmu hukum, dengan rumusan masalah sebagai berikut : Apa penyebab terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak ?, Bagaimana modus operandi pelaku dalam melakukan tindak pidana penculikan terhadap anak ?, Apa akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak ?, dan tujuan penelitian sebagai berikut : a. untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penculikan anak. b. untuk mengetahui modus dari pelaku tindak pidana penculikan terhadap anak. c. untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif yang meliputi penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan bersifat deskriptif yang artinya mencoba menggambarkan, mendeskripsikan atau menguraikan masalah faktual terkait dengan rumusan masalah diatas. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel Bebas atau variabel berpengaruh atau variabel yang mempengaruhi variabel dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum dari pelaku tindak pidana penculikan anak. b. Variabel Terikat atau variabel output yaitu ubahan terikat yang dipengaruhi adanya pengubah variabel bebas, variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penculikan anak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa faktor sesuai dengan permasalahan yang sudah penulis uraikan diatas adalah : a. Motif atau penyebab terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak (Pelaku ingin mempunyai anak atau keturunan,Pelaku ingin mengambil barang perhiasan milik anak korban, Pelaku ingin melakukan perbuatan cabul terhadap anak korban). b. Modus operandi pelaku tindak pidana penculikan (Pelaku menggunakan tipu muslihat, serangkaian kebohongan dan membujuk anak untuk ikut dengannya, Pelaku memanfaatkan situasi sepi disekitar rumah korban). c. Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak (Para pelaku dikenakan penahanan, Para pelaku dipidana penjara dan membayar denda, Para pelaku dibebankan membayar biaya perkara).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Penerapan Hukum Kepada Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Menghilangkan Nyawa Orang Lain”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa
orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan menghiangkan nyawa orang lain.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari kelima putusan pengadilan tersebut, maka alasan hakim menerapkan Pasal 170 C KUHP terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain yaitu : 1) Pelaku anak melakukan tindak pidana bersama-sama orang dewasa. 2) Perbuatan anak bersama-sama pelaku orang dewasa memenuhi unsur pasal 170 huruf C KUHP, yaitu : Unsur Barang Siapa, Unsur Dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, kekerasan mengakibatkan maut. Alasan hakim menerapkan Pasal 76 C Undang-Undang perlindungan anak yaitu : 1) Pelaku tindak pidana semua berstatus anak. 2) Perbuatan para pelaku anak memenuhi unsur Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu : Unsur Setiap Orang, Unsur dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak yang mengakibatkan mati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul penelitian ini ialah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Hukuman Kepada Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Seksual. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: mengapa hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah: untuk mengetahui alasan hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alasan hakim menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana seksual. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual, karena: 1. Perbuatan anak telah memenuhi memenuhi unsur-unsur tindak pidana. 2. Perbuatan anak telah dilakukan lebih dari satu kali. 3. Perbuatan anak merusak masa depan anak korban. 4. Hukuman lain tidak bias merubah perilaku anak. 5. Anak terbukti bersalah melakukan tindak pidana adalah merupakan pilihan terakhir (ultimum remedium) yang tidak dapat dihindari demi untuk kebaikan anak dan kepentingan masyarakat. Adapun yang menjadi saran penulis sebagai berikut: 1. Tindak pidana seksual telah bertentangan dengan norma yang hidup di masyarakat, maka perlu perhatian bersama dan kolaborasi seluruh pihak, baik itu orang tua, sekolah, masyarakat, pemerintah, akdemisi, dan aparat penegak hukum, melalui instansi terkait melakukan upaya preventif dan edukatif, serta korektif sehingga mampu memperbaiki perilaku seksual anak. 2. Penegakan hukum kekerasan seksual terhadap anak di dalam peradilan perlu mendapat perhatian serius dari perangkat peradilan itu sendiri khususnya hakim karena kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius (se'ious crimes) yang semakin meningkat dari waktu ke waktu dan mengancam jiwa anak, merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak, serta mengganggu rasa kenyamanan, ketentraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Kata Kunci: Anak, Hukuman, Pidana Penjara, Seksual
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi: Deskripsi Tentang Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Aborsi.
Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah motif terjadinya tindak pidana aborsi? (2) Bagaimana modus terjadinya tindak pidana aborsi? dan (3) Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana aborsi. (2) Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana aborsi. dan (3) Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Teknik pengumpulan bahan hukum adalah studi kepustakaan atau studi dokumen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi, dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim tindak pidana aborsi.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini sebagai berikut:
1. Motif pelaku melakukan tindak pidana aborsi hamil karena diluar nikah, malu karena pacar tidak mau tanggung jawab, dan sosial dan ekonomi untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari turut serta melakukan tindak pidana aborsi
2. Modus pelaku melakukan tindak pidana aborsi adalah melakukan aborsi dengan cara mengonsumsi obat-obatan terlarang, ramuan, atau bahkan dengan memasukkan berbagai benda asing pada alat kelamin.
3. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi adalah terdakwa dikenai pidana penjara, dikenai pidana denda, dan membayar biaya perkara.
Adapun saran dari penulis terkait dengan motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi:
1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana aborsi.
2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana aborsi.
3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku tindak pidana aborsi mendapat efek jerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS ON AFFIXATION PROCESS OF ANAKALANG DIALECT PONDOK VILLAGE, UMBU RATU NGGAY BARAT DISTRICT, CENTRAL SUMBA REGENCY
ABSTRACT
Debora lubu lila1 Magdalena Ngongo2 Erny S.N.Hambandima3
This study is entitled An Analysis on Affixation Process of Anakalang Dialect Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency. The research questions in this study are 1). What are the types of affixes found in the Anakalang Dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency? 2) What are the functions and meanings of the types of affixes found in the Anakalang Dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency? This study aims to determine the types of affixation, functions, and meanings found in the Anakalang dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency. This research method is descriptive qualitative. Data sources were taken using observation techniques through recordings from native speakers of the Anakalang language in the process of proposing or transferring a girl. Based on the results of the analysis it was found that there are two types of affixes, functions, and meanings of Anakalang dialect namely: prefixes and suffixes. The prefix consists of six types: ha-, ka-, ma-, na-, pa-, and ta-. In comparison, the suffix consists of three types, namely -da, -na, and -ngu. The function of affixes in the Anakalang dialect, is to change word classes into other word classes and then form affixes according to the inherent basic form. The meaning of affixes in the Anakalang dialect is to have different meanings according to the inherent basic form. From the results of this study, it can be concluded that there are only two types of affixes in the Anakalang dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency, namely prefixes and suffixes, and have functions and meanings that change word classes into other word classes.
Keywords: Anakalang Dialect, Affixation, Prefix, Suffix, Function, Meaning
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pembunuhan Anak Oleh Ibu Kandung”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah : Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan anak oleh ibu kandung dan Mengapa hakim dalam menjatuhkan pemidanaan kepada pelaku pembunuhan anak oleh ibu kandung tidak menerapkan pasal 76 UU Perlindungan Anak tetapi menerapkan pasal 341 KUHP? Tujuan penelitian ini adalah :Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan anak oleh ibu kandung dan Untuk mengetahui alasan hakim dalam menjatuhkan pemidanaan kepada pelaku pembunuhan anak oleh ibu kandung tidak menerapkan pasal 76 UU Perlindungan Anak tetapi menerapkan pasal 341 KUHP. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini dapat memberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normativ. Sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup: penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas adalah faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan anak oleh ibu kandung dan alasan hakim dalam menjatuhkan pemidanaan kepada pelaku pembunuhan anak oleh ibu kandung tidak menerapkan pasal 76 UU Perlindungan Anak tetapi menerapkan pasal 341 KUHP. Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan anak oleh ibu kandung dan untuk mengetahui mengapa hakim dalam menjatuhkan pemidanaan kepada pelaku pembunuhan anak oleh ibu kandung pasal 76 UU Perlindungan Anak tetapi menyerahkan pasal 341 KUHP
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT
Haumeni-Nisum.
Amnahas, M H.)* Tnunay, P.)** Natonis, D.A.)**
Penelitian ini membahas tentang Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Rumusan masalah yang diteliti apakah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja.Tujuan penilitian ini untuk mendeskripsikan Hubungan Penggunaan Gadget Dengan karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese. Penelitian ini menggunakan metode penilitian eksperimen tipe pre-experimental design. Populasi dalam penilitian ini adalah Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum yang berjumlah 20 remaja. Dan yang menjadi sampel pada penilitian ini yaitu remaja kelas V-VII sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 orang . Teknik pengumpulan data pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ialah tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus uji “t” untuk sampel dependen. Hasil penilitian pada remaja di GMIT Haumeni-Nisum. Jumlah remaja pada penelitian ini ialah 20 orang remaja. Berdasarkan hasil penilitian dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung ˃ nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung ˃ nilai t tabel ( 3,22 > 1,734). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada Hubungan penggunaan Gadget dengan karakter anak remaja di GMIT Haumeni-Nisum yang diketahui melalui analisis hipotesis.
Kata Kunci : Penggunaan Gadget, Karakter Anak Remaja
: Penulis (*) Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KAJIAN PERMAINAN TRADISIONAL SIKI DOKA SEBAGAI KEGIATAN REKREASI ANAK DI SD INPRES MBIU KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO Yusak Sedeh1* , Lukas M. Boleng2 , Christin P. M. Rajagukguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan tradisional mengandung nilai permainan dan olahraga. Permainan tradisional salah satu permainan yang dimainkan oleh orangorang dulu. Permainan tradisional juga merupakan kegiatan yang bersifat menghibur yang menggunakan alat sederhana dan telah diwariskan dari generasi kegenerasi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian permainan tradisional siki doka sebagai kegiatan rekreasi anak di SD Inpres Mbiu Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V, dan guru penjasorkes di SD Inpres Mbiu Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian, teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Melalui permainan siki doka sebagai kegiatan rekreasi anak, anak merasakan suatu kepuasan pada dirinya sendiri serta merasa senang, gembira dan bersemangat yang mengacu pada faktor 1) Nilai integrasi, 2) Nilai social, 3) Nilai kerja sama, 4) Nilai saling menghargai, 5) Nilai keterampilan dan 6) Nilai ketelitian. Simpulan: Demi mendapatkan suatu kesenangan, kegembiraan, dan kepuasan dalam diri seseorang, maka olahraga rekreasi dengan menggunkan salah satu permainan tradisional yaitu siki doka menjadi salah satu alternatif aktivitas yang dilakukan anak di sekolah. Katakunci: Permainan Tradisional; Rekreasi Anak
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Orang tua merupakan guru yang pertama dan terutama dalam rumah. Peran dan tanggung jawab orang tua adalah untuk mendidik anak-anak mengenal pendidikan. Namun, penulis menemukan bahwa orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak menjalankan perannya dengan baik. Mereka acuh tak acuh untuk mendidik dan mengajarkan hal baik kepada anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memprioritaskan pendidikan anak. Keluarga secara Kristen harus lebih banyak mendidik anak-anak untuk mengerti bahwa pendidikan sangat penting., karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk meneliti lebih lanjut tentang peran dan tanggung jawaborang tua terhadap pendidikan anak serta mendapatkan informasi melalui hasil wawancara yang diperoleh di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko
Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata peran orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak berjalan dengan baik. Karena banyak faktor yang menyebabkan seperti, rendahnya ekonomi, orang tua tidak memprioritaskan pendidikan anak, orang tua tidak memotivasi dan memberi dukungan bagi anak-anak, bahkan orang tua memberi hak dan kebebasan penuh untuk anak sendiri memilih apa yang ia kehendaki tanpa berpikir hal tersebut benar atau salah.
Perintah Tuhan untuk memberikan sebuah pengajaran bahwa iman kepada Allah memiliki kaitan yang erat dengan seluruh aspek kehidupan. Orang tua yang percaya dan mengasihi Allah, menggunakan setiap kesempatan untuk mengimplementasiikan pendidikan rohani bagi anak-anak. Ha ini merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kasih kepada Allah ialah memperdulikan kesejahteraan rohani anak-ana dan berusaha menuntun mereka kepada hubungan yang setia dengan Allah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KETELADANAN HIDUP
FAKULTAS TEOLOGI, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG
Anisa Putri Melinda Djo
Email: [email protected]
Keteladanan hidup adalah pokok tulisan yang dibahas dalam skripsi ini. Latar belakang penulis mengambil pokok ini ialah karena dalam kehidupan warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), secara khusus di Jemaat GMIT Ora Et Labora Oebaun. Kenyataannya terdapat para orang tua yang suka melakukan hal-hal yang menyimpang, seperti; mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, berselingkuh, berzinah, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, mengeluarkan kata-kata kotor, membuat onar dalam lingkungan sekitar seperti berkelahi, memfitnah, hidup dalam hutang, tidak setia dalam mengikuti ibadah-ibadah. Hal ini mengakibatkan munculnya pandangan yang buruk terhadap orang tua yang seharusnya mendidik dan menjadi teladan bagi kehidupan keluarga.
Melihat persoalan yang terjadi, penulis tertarik untuk menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 dan mencoba melihat ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua. Lalu seperti apakah peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua? Hal ini akan nampak melalui tafsiran teks surat Titus 2:1-5. Penulis menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 ini menggunakan metode historis kritis, yaitu menggali sejarah terbentuknya teks dan menemukan maksud serta tujuan yang mendasari peristiwa dalam teks surat Titus 2:1-5 ini.
Secara khusus teks surat Titus 2:1-5, menjelaskan tentang peraturan bagi perilaku Kristen bagi jemaat di Kreta yang harus dimiliki oleh orang tua. Pengaruh ajaran yang berkembang pesat waktu itu, menjadi suatu ancaman bagi kehidupan persekutuan dalam gereja dan keluarga. Hal ini membuat Paulus meminta kepada Titus untuk berbicara tentang apa yang sesuai untuk ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen kepada para orang tua dengan memuat unsur-unsur tanggung jawab sebagai penatua yang harus dilakukan oleh orang tua. Orang tua harus hidup benar dan tidak menyimpang agar mereka dapat mendidik anak-anak mereka kepada kehidupan yang benar dan Firman Allah tidak dihujat. Demikian pula dengan orang tua masa kini, mereka harus menyadari bahwa menjadi teladan merupakan eksistensi diri dan tanggung jawab mendidik adalah tugas utama orang tua berdasarkan peraturan bagi perilaku Kristen yang Paulus tekankan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kedukaan adalah perasaan kehilangan karena sesuatu yang sebelumnya ada sekarang tidak ada lagi. Setiap manusia bisa merasakan kedukaan karena kehilangan benda kesayangan, kehilangan kesempatan, kehilangan kesehatan dan kematian. Kehilangan karena kematian menjadi suatu peristiwa yang membuat seseorang akan kehilangan orang terdekatnya dan menimbulkan rasa duka yang mendalam. Orang yang berduka adalah mereka yang benar-benar mengalami kehilangan, termasuk anak kecil. Yang membedakan kedukaan yang dialami anak kecil dan orang dewasa adalah anak memiliki kapasitas untuk berduka lebih dalam karena mereka tidak mampu mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang kondisi anak yang berduka pada usia 3-10 tahun dan sikap pastoral gereja terhadap anak yang berduka Di Jemaat Alfa Omega Baiyangawang, Klasis Pantar Barat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih keluarga yang berduka sebagai sampel untuk mengetahui kondisi anak yang berduka di Jemaat Alfa Omega Baiyangawang. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa anak mengalami kedukaan sama seperti yang dialami oleh orang dewasa pada umumnya, namun yang membedakan adalah cara anak mengekspresikan perasaan duka yang dialaminya. Oleh karena itu Gereja dan keluarga perlu memiliki perhatian khusus terhadap anak ketika terjadi peristiwa kematian. Dalam hal ini, Gereja dapat menggunakan pendekatan psikoterapi kedukaan dengan model Client Centered yang dapat menolong gereja untuk lebih fokus pada anak. Pendekaan ini menolong gereja agar gereja dapat memiliki ketrampilan mendengar dan sikap empati dalam mendampingi anak yang berduka. Dengan menjadikan pelayanan Yesus yang memperhatikan dan mempedulikan anak-anak sebagai sikap gereja dalam mendampingi anak yang berduka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak,Tujuan Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-Kuantitatif,Populasi merupakan subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah topik penelitian dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian,Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan menjadi objek penelitian,Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya,Teknis analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan rumus korelasi Moment Product dengan angkah kasar.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di buktikan bahwa terdapat pengaruh antara tingkaat Pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak di SMK Negeri 1 Kota Kupang, dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t 1,706 dan menyatakan bahwa t hitung t tabel (3,24 1,706)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Tujuan penelitian: Tujuan dalam penelitian ini yakni; Untuk mengetahui penerapan sekolah ramah anak dalam pembelajaran penjasorkes di SD Gmit Nomor 7 Oebufu.
Metode penelitian: Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Simpulan: Program sekolah ramah anak di SD Gmit No 7 Oebufu sudah memenuhi kepentingan dan kebutuhan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelolah dan penyelenggara pendidikan. Upaya yang diterapkan dalam pembelajaran penjasorkes mengenai program SRA meliputi: Penerpan perilaku hidup bersih dan sehat, aman, ramah, indah, serta nyaman serta laksanakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bentuk pengembangan minat dan bakat siswa. Dalam hal ini khususnya pada mata pelajaran penjasoreks guru membentuk minat siswa pada salah satu olahraga yang disukai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PSIKOLOGIS ANAK DALAM KELUARGA BROKEN HOME DI DESA KIUONI DUSUN 1 KOLBATE KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG TAHUN 2021
Suan Yulci. (*) Pellu H. L. (**) Pabala.P.P (**)
Penelitian ini dimaksud untuk mengetahui Psikologis Anak Dalam Keluarga broken home Di Desa Kiuoni Dusun I Kolbate Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Tahun 2021. Masyarakart Kolbate yang berada di Desa Kiuoni Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Tahun 2021, terdapat 4 rumah tangga yang mengalami broken home. Penelitian ini telah dilakukan di masyarakat Desa Kiuoni khususnya dusun 1 Kolbate yang rumah tangganya broken home di tahun 2021. Subjek pada penelitian ini ada 4 kk dengan jumlah informan sebanyak 9 orang yang dilaksanakan dalam waktu 1 bulan. Penellitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif agar penulis dapat mengumpulkan informasi mengenai status, suatu gejala yang ada, yaitu dengan suatu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian diadakan (Suharsimi, 2002). Untuk mendapatkan data yang akurat maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Dari hasil pengolahan data dan analisis penulis menarik kesimpulan yang dapat diketahui bahwa Psikologis anak dalam keluarga broken home sebagai berikut: Terjadinya keluarga broken home di Desa Kiuoni karena adanya kematian dari salah satu anggota keluarga dan adanya perpisahan dari salah satu pihak orang tua tanpa kesepakatan. Faktor yang mempengaruhi pemahaman tersebut adalah 1) Faktor kematian karena menderita penyakit kanker, dan saat persalinan. 2) Faktor perselingkuhan dari salah satu orang tua yaitu dari pihak istri. Terjadinya keluarga broken home di Desa Kiuoni Dusun 1 Kolbate tidaklah mempengaruhi atau mengakibatkan terpenuhinya kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan anak, terutama perhatian dan kasih sayang dari orang tua sehingga anak-anak dalam masa pertumbuhannya mendapat perlindungan, merasa aman, merasa kebutuhannya selalu dipenuhi dan selalu membantu orang tuanya dalam mencari kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa anak korban broken home di Desa Kiuoni Dusun 1 Kolbate mengalami perkembangan sosial namun psikologis mereka mengarah ke arah yang positif karena kasih sayang dari orang tua dalam bentuk memberi motifasi dalam beragama, berpendidikan, bersosial, bergaul, dan selalu dipenuhi kebutuhan-kebutuhan anak-anak. Hal inilah yang membuat anak-anak semakin merasa percaya diri dan tidak merasa minder dengan kehidupannya.
Kata Kunci : Ciri-Ciri Psikologis Anak Dari Keluarga Broken Home
Keterangan : Penulis (*)
Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK BENTUK-BENTUK PELAYANAN ANAK DAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER SUMLILI TAHUN 2021. Toulay M. J. (*) Natonis A. D. (**) Manggoa M (**) Bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja sebagai upaya pembentukan karakter anak di Jemaat GMIT Ebenhezer Sumlili Tahun 2021.Pelayanan anak dan remaja merupakan salah satu tempat di mana anak-anak dibimbing untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya bagi manusia, pelayanan anak dan remaja atau (PAR) bertujuan untuk memotivasidan mendorong anak-anak untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masalah dalam penelitian ini adalah apa upaya bentuk-bentuk pelayanan bagi anak-anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja dalam pembentukan krakter anak-anak PAR di jemaat Ebenhaezer Sumlili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu Observasi, Dokumentasi dan Wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR di Jemaat Ebenhaezer yaitu pelayanan rutin sekolah minggu dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan yang ditunjukkan melalui nilai-nilai sikap, bertanggung jawab, kebaikan, kerajianan, ketaatan, teladan dan sikap disiplin. Kata Kunci: Pelayanan Anak,Pembentukan Karakter, Pengetahuan, Sikap dan tindakan. Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skiripsi penulis adalah analisis yuridis motif dan akibat hukum tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja yang strategis dalam menanamkan iman dan membentuk karakter anak sebagai generasi penerus gereja. Namun, dalam realitas pelayanan PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara, masih dijumpai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART. Persoalan tersebut tampak dalam keterbatasan kompetensi pedagogis, penggunaan metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya bahan ajar, serta rendahnya dukungan struktural gereja terhadap pembinaan pengajar PART. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, minat, dan pemahaman iman anak-anak dalam kegiatan PART.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui serta meninjaunya dari perspektif teologi Kristen, khususnya dalam kerangka Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan reflektif-teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan pendeta, majelis jemaat, pengajar PART, serta orang tua anak PART.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART masih berada pada tingkat yang terbatas, baik dari aspek pedagogis, metodologis, maupun dukungan kelembagaan gereja. Dalam tinjauan teologis, gereja dipahami memiliki tanggung jawab iman untuk membina dan memperlengkapi para pengajar PART sebagai pelayan pendidikan iman anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengajaran PART perlu dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam melaksanakan tugas mendidik generasi iman secara berkelanjutan.