ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah, masih bertahan dengan adat istiadat dimana pada umumnya Orang Tua selalu mempekerjakan anak perempuan dalam usia sekolah untuk bekerja di kebun atau di ladang serta tugas dalam rumah tangga dari pada menyekolahkannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui persepsi OrangTua Desa Mauta di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor tentang pendidikan bagi anak perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 responden. Pengambilan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil penelitian ini menunjukan Persepsi Orang Tua Desa Mauta dalam pendidikan Formal Anak Perempuan yaitu masi terdapat perbedaan perhatian antara anak perempuan dan anak laki-laki, Ekonomi Orang tua yang minim menghambat kebutuhan pendidikan tinggi bagi anak perempuan, Hilangnya rasa kepercayaan orang Tua terhadap Anak Perempuan dikarenakan sebagian anak perempuan tidak serius dan tidak dapat menuntaskan pendidikan yang diberikan orang tua dengan baik. Sebagian orang tua memilih akan melanjutkan pendidikan anak perempuannya ke jenjang Paket B dan Paket C. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: Aparat Desa Mauta seharusnya dapat memberikan penyuluhan, edukasi dan kesadaran dalam masyarakat tentang pentingnya pendidikan Formal bagi anak perempuan, bagi Orang Tua harus memiliki pemikiran yang maju dan terbuka agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal mereka bertumbuh dan berkembang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah terdapat 50 Orang tua yang tidak dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan(putus sekolah) dari tingkat SD- PT, dan terdapat 18 orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan dari tingkat SD-PT Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Oleh karena itu penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui Pendapat Orang tua Tentang Pendidikan Anak Perempuan Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi: Orang Tua yang tidak dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan (putus sekolah) dari tingkat SD-PT dan orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan dari tingkat SD-PT Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Orang tua yang berjumlah 10 orang, Anak 5 orang, Tokoh Pemerintah 1 orang dan Tokoh Gereja 1 orang. Dalam teknik pengumpulan data, penulis menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Kuesioner untuk memperoleh data yang akurat. Dari hasil analisis data terbukti bahwa ada tiga faktor pendapat orang tua tentang pendidikan anak perempuan di Desa Kolabe yaitu faktor sangat mendukung yang berasal dari pemikiran orang tua bahwa pendidikan untuk anak perempuan maupun anak laki-laki itu penting dan tidak boleh membeda-bedakannya, Faktor agak mendukung yang berasal dari keadaan ekonomi yang tidak mencukupi dan mendapat bantuan beasiswa, faktor tidak mendukung yang berasal dari pemikiran orang tua dengan kebudayaan yang dulu sampai sekarang bahwa anak perempuan akan kembali ke dapur dan akan di nafkai oleh suaminya, dan alasan ekonomi yang tidak mencukupi. Dari hasil temuan, penulis dapat katakan bahwa untuk meminimalisir meningkatnya angka anak perempuan yang tidak dapat melanjutkan pendidikan (putus sekolah) dari tingkat SD-PT, sangat dibutuhkan peran pemerintah memberikan pencerahan terhadap masyarakat Di Desa Kolabe akan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan sehingga dapat memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi