ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil belajar siswa dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk meneilai apakah pendidikan disuatu sekolah berhasil atau tidak. Sedangkan hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penggunaan metode tanya jawab oleh seorang pendidik dalam proses pembelajaran. Hal ini dilakukan seorang pendidik agar mampu menciptakan lingkungan kelas yang menyenangkan dan menarik sehingga siswa mampu mengasah kreatifitasnya dalam berpikir yang nanti nya berdampak pada peningkatan hasil belajar nya khususnya dalam mata pelajaran agama Kristen. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yakni apakah ada penggaruh penggunaan metode tanya jawab terhadap hasil belajar mata pelajaran pendidikan agama Kristen siswa kelas XI di SMK Kristen Simo Neten, sedangkan populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 siswa dengan sampel 43 siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menginterprestasi penggaruh penggunaan metode tanya jawab terhadap hasil belajar mata pelajaran pendidikan agama Kristen siswa kelas XI di SMK Kristen Simo Neten . Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner (angket),observasi dan dokumentasi. Kuesioner (angket) ditunjukkan kepada siswa untuk mencari data tentang pengaruh penggunaan metode tanya jawab,dan dokumentasi yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa pendidikan agama Kristen,sejarah singkat berdirinya, visi misi dan tujuan, kondisi, identitas, lokasi sekolah, sarana dan prasarana, strukutur organisasi, data guru dan karyawan serta data jumlah siswa kelas XI SMK Kristen Simo Neten. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan metode tanya jawab terhadap hasil belajar pendidikan agama Kristen siswa kelas XI SMK Kristen Simo. Hal ini terbukti dari hasil pengujian hipotesis menggunakan rumus Chi Kuadrat diperoleh harga xhitung lebih besar dari xtabel signifikan.Sehingga dalam penelitian ini hipotesis alternative (Ha) diterima dan (Ho) ditolak, dengan tingkat pengaruh sangat kuat.Adapun dari hasil perhitungan koefisien determinasinya penggunaan metode tanya jawab memiliki kontribusi atau pengaruh pengaruh dalam mempengaruhi Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas XI SMK Kristen Simo Neten.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan Penulis menemukan bahawa di SD Negeri Sutual masih sangat jauh dari kelayakan untuk mengikuti sekolahonline disebabkan di Desa Sutual masih belum mendapatkan penerangan berupa lampu dari PLN yang bisa menerangi kampung dan terbatasnya fasilitas berupa handpone dan jaringan yang tidak mendukung bagi siswa ini menjadi kesulitan bagi para siswa apalagi pada saat pandemicovid-19 para Guru juga sangat kelewahan dalam memberikan matari bagi siswa disebabkan di kampung Sutual tidak memiliki tempat voto copy atau printer yang bisa mendukung para Guru untuk dapat memperbanyak materi agar bisa dibagikan kepda siswa agar bisa melaksanakan proses pembelajaran online ini menjadi kendalah terbesar bagi para Guru untuk melaksanakan tugas mereka . Yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana Kinerja Guru Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di era pandemi covid 19 dalam mempersiapkan siswa – siswi mengikuti sekolah di rumah di erapandemiCoviod 19 dan yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja Guru pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di era pandemi Covid 19. Responden dan dua orang Guru dan 30 orang siswa Hasil penelitian adalah 1.Setiap hari senin siswa harus mengambil tugas disekolah. 2.Setiap hari jumat siswa harus mengumpulkan tugas yang sudah dikerjakan dirumah masing-masing dan hari senin berikutnya siswa kembali untuk mengambil tugas baru disekolah 3.Guru memeriksa tugas yang dikerjakan oleh siswa 4. Guru meberi nilai atas tugas yang dikerjakan oleh siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman kepada setiap orang Kristen. Sehingga karakter anak remaja di bentuk dari keluarga (ayah dan ibu) dan membentuk sinergi dengan gereja dan sekolah. Pembentukan karakter Kristus dalam diri anak remaja merupakan tanggung jawab orang tua. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh Pendidkan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana Klasis Kota Kupang Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh orang tua yang memiliki anak remaja dan seluruh anak remaja Jemaat GMIT Pniel Sikumana dan di ambil 40 orang secara acak sebagai sampel orang tua 20 remaja 20. Dari hasil penelitian tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja, hal ini di buktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan rumus paired sampel t-test, dimana hasil analisis data dari dua variabel diperoleh nilai sig (2 tailed) 0.000 < 0.05. Sesuai dengan ketentuan apabila nilai sig < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikansi antara Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja, dan jika nilai sig > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikansi dari Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga Ha yang diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja. Kesimpulan, Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja merupakan suatu bagian yang sangat penting dari rencana Allah dan merupakan tanggung jawab orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, dimana Guru menyajikan materi pelajaran dengan metode ceramah. Peserta didik hanya mendengarkan, mencatat dan menghapal penjelasan guru sehingga hasil belajar peserta didik dibawah KKM di SMA Negeri 1 Lamboya. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran agama Kristen dan budi pekerti pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Lamboya tahun pelajaran 2021 / 2022? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA1 pada mata pelajaran Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti. Jumlah siswa pada penelitian ini ialah 28 orang siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung > nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung > nilai t tabel ( 22,8> 1,703). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Lamboya, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Tahun pelajaran 2021 / 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) aagar digunakann model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar di SMA Negeri 1 Lamboya (2) selalu memberikan dorongan atas motivasi belajar pada peserta didik sehingga hasil belajar bisa lebih optimal dan (3) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tidak terbatas pada salah satu tingkatan motivasi belajar tetapi dapat diaplikasikan pada seluruh siswa dengan berbagai tingkatan motivasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD GMIT OESAPA KOTA KUPANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Sesfao, R. Dorkas (*) Natonis, A. Dina(**) Pabala P. P. (**) Dari rendahnya hasil belajar siswa maka peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pemberian tugas kepada siswa.Rumusan masalah apakah ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti.Populasi adalah siswa kelas V SD GMIT Oesapa Kota Kupang, Tahun pelajaran 2021/2022.Yang terdiri dari kelas A 28 Siswa dan kelas B 18 Siswa.Sampel dari penelitian ini sebanyak 2 kelas dan kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas control.Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu Jika t hitung >Nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung nilai tabel 8,18 > 1,684. Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh penggunaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar siswa Kelas V Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti SD GMIT Oesapa Kota Kupang Tahun 2021/2022. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Pemberian Tugas, Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja yang strategis dalam menanamkan iman dan membentuk karakter anak sebagai generasi penerus gereja. Namun, dalam realitas pelayanan PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara, masih dijumpai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART. Persoalan tersebut tampak dalam keterbatasan kompetensi pedagogis, penggunaan metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya bahan ajar, serta rendahnya dukungan struktural gereja terhadap pembinaan pengajar PART. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, minat, dan pemahaman iman anak-anak dalam kegiatan PART.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui serta meninjaunya dari perspektif teologi Kristen, khususnya dalam kerangka Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan reflektif-teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan pendeta, majelis jemaat, pengajar PART, serta orang tua anak PART.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART masih berada pada tingkat yang terbatas, baik dari aspek pedagogis, metodologis, maupun dukungan kelembagaan gereja. Dalam tinjauan teologis, gereja dipahami memiliki tanggung jawab iman untuk membina dan memperlengkapi para pengajar PART sebagai pelayan pendidikan iman anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengajaran PART perlu dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam melaksanakan tugas mendidik generasi iman secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa pengaruh pada kehidupan anak-anak, khususnya dalam pembentukan karakter. Anak usia dini atau anak sekolah minggu, mereka sangat rentan terhadap pengaruh media digital yang tidak selamanya memiliki nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu, gereja memiliki tanggung jawab untuk untuk menghadirkan pendidikan iman yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan dasar teologisnya. Melalui penelitian ini penulis mengkaji penggunaan tayangan superbook sebagai media pembelajaran dalam pembentukan karakter anak Sekolah Minggu kelas Indria A dan Indria B (usia 3-8 tahun) di Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Klasis Kota Kupang, dengan tinjauan teologi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pendeta, guru Sekolah Minggu, dan orang tua, serta studi literatus yang relevan dengan penulisan ini. Dengan fokus penelitian dalam konteks jemaat, dampak tayangan superbook terhadap pembentukan karakter anak, serta relevansinya dalam perspektif teologi PAK. Kemudian hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tayangan superbook memberi dampak positif dalam proses pembelajran Sekolah Minggu. Media audio-visual mampu meningkatkan minat perhatian, dan antusias anak dalam mengikuti ibadah Sekolah Minggu, serta menolong anak memahami dan mengingat cerita-cerita Alkitab dengan mudah. Nilai-nilai karakter Kristiani seperti ketaatan kepada Tuhan, kasih terhadap sesama, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai mulai terlihat dalam perilaku anak, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari tinjauan teologi PAK, superbook dipandang relevan sebagai media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara holistik, karena mengintegrasikan aspek iman, moral, dan perkembangan kognitif anak. Namun penggunaan superbook perlu disertai pendampingan guru Sekolah Minggu dan keterlibatan orang tua agar pesan iman dapat dipahami secara benar dan berkelanjutan. Dengan demikian, superbook dapat menjadi salah satu alternative media pembelajaran yang efektif dalam pelayanan Sekolah Minggu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap
yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa
depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama
dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan
adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam
pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks
tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam
pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang
Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam
mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan
perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik
pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan
implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan
menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam
pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data
diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru
PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi
kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data
dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab
dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak
usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang
Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak
belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak,
tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini
menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih
efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan
gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada pentingnya pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi anak usia dini dalam keluarga Kristen, dengan studi kasus pada Jemaat GMIT Glorya Tuatuka. Masalah utama yang ditemukan adalah rendahnya penerapan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga akibat keterbatasan waktu orang tua, kurangnya pemahaman tanggung jawab pendidikan iman, dan pengaruh teknologi modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis-reflektif, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini mengacu pada teori Horace Bushnell tentang Christian Nurture, yang menekankan peran utama keluarga dalam menanamkan iman Kristen sejak dini melalui keteladanan dan interaksi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka masih menyerahkan pendidikan agama kepada sekolah dan gereja. Namun, teori Bushnell relevan sebagai solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, dengan mendorong orang tua mengambil tanggung jawab langsung dalam membentuk iman anak. Kesimpulannya, pendidikan agama Kristen dalam keluarga perlu ditingkatkan melalui keterlibatan aktif orang tua untuk menciptakan generasi Kristen yang berkarakter dan mampu menghadapi tantangan zaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada tinjauan teologis terhadap Pendidikan Agama Kristen bagi pemuda menggunakan metode Shared Christian Praxis di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba. Metode SCP yang diperkenalkan oleh Thomas H. Groome menawarkan pendekatan yang partisipatif dengan mengintegrasikan pengalaman hidup peserta ke dalam refleksi teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pendidikan Agama Kristen yang ada dan bagaimana metode SCP dapat memberikan relevansinya dalam menghadapi tantangan Pendidikan Agama Kristen di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 20 narasumber yang terdiri atas Pemuda, Pendeta, Pengajar Katekisasi, dan Pengurus Pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SCP belum diterapkan di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba, namun terdapat potensi besar untuk dikembangkan. Para narasumber menyatakan bahwa metode Pendidikan Agama Kristen yang ada di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba terlalu monoton dan satu arah. Secara teologis, metode SCP sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan Iman yang berfokus pada dialog antara Firman Tuhan dan pengalaman hidup. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode SCP dengan strategi yang kontekstual, melibatkan pelatihan bagi pelayan dan pemuda untuk memahami tahapan pelaksanaannya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Ulangan 6:6-7 sebagai Refleksi Teologis. Dengan demikian, SCP diharapkan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun iman pemuda secara holistik dan transformatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI (PAK PB) TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN SISWA KELAS V DI SD INPRES TUNFENU FATUAT KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2022 Nenabu Y. I(*) Pellu H.L(**) Metboki. M(**) Pelajaran Pendidikan Agama Kristen membutuhkan peranan dari seorang guru. Peran guru sendiri adalah pemegang kendali terhadap anak didik. Baik atau tidaknya pembelajaran dalam kelas bergantung pada guru. Adapun hal yang perlu untuk dikembangkan dalam diri siswa yakni perkembangan spiritual pada diri siswa. Karena siswa tidak bisa berkembang tanpa batuan dari pihak guru dan juga orang tua. Peran guru sangatlah penting dalam perkembangan siswa di kelas. Seorang guru harus mengetahui peran-peran yang harus dilalukakan agar siswa berkembang dengan baik. Siswa di SD Inpres Tunfenu belum mendapatkan pembelajaran tentang iman secara maksimal maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Perkembangan Iman siswa kelas V di SD Inpres Tunfenu Fatuat Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan tanggal 26 Juli-26 Agustus 2022, tempat penelitian SD Inpres Tunfenu Fatuat. Teknik yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merujuk bahwa Peran guru pendidikan agama kristen terhadap perkembangan iman siswa kelas v di SD Inpres Tunfenu Fatuat beberapa masalah yang terdapat dalam peran guru agama kriten terhadap perkembangan iman siswa antara lain: Anak-anak SD Inpres Tunfenu malas mengikuti ibadah PAR dan Perilaku anak –anak SD yang nakal serta melawan orangtua dan tidak berdoa saat makan, tidur,berangkat sekolah dan tidak mendoakan teman ang sakit dan juga orang tua. Berdasarkan hasil peneliti, dapat disimpulkan bahwa anak-anak SD Inpres Tunfenu Fatuat Belum mendapatkan pengajaran tentang iman Kristen secara maksimal dari guru pendidikan agama Kristen di Sekolah dan dikarenakan kurang bimbingan dari guru PAK bagi siswa dalam hal berdoa, kurang ketegasan, kurang motivasi, dorongan, dan kurang perhatian dari Guru dan orang tua dalam hal berdoa, sehingga kebanyakan siswa tidak bisa berdoa secara spontan karena tidak terbiasa berdoa. Saran : Upaya guru PAK agar mengajarkan tentang iman Kristen secara maksimal terhadap anak-anak dengan baik dan benar terutama dalam hal berdoa. Kata Kunci : Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti(PAK PB) Terhadap Perkembangan Iman Siswa Kelas V di SD Inpres Tunfenu Fatuat Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas IX di SMP Negeri 8 Kupang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 8 Kupang pada bulan Agustus 2021. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi yang mendeskripsikan mengenai penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran daring (dalam jaringan). Data penelitian diperoleh melalui wawancara bersama wali kelas yang menjadi sumber utama dari penelitian ini, kemudian wawancara bersama 5 orang peserta didik kelas IX A. Observasi berupa observasi partisipasi pasif serta dokumentasi sebagai data pendukung dari hasil wawancara. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru telah menggunakan WhatsApp sebagai media pembelajaran dalam menunjang kegiatan pembelajaran daring. Guru melakukan kegiatan pembelajaran sama seperti saat berada di dalam kelas, yaitu pertama guru melakukan kegiatan pembuka, kemudian dilanjutkan ke kegiatan inti, dan diakhiri dengan kegiatan penutup. Dalam kegiatan pembelajaran, guru memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada WhatsApp seperti fitur teks dan pesan suara/voice note yang digunakan untuk saling berinteraksi, fitur foto digunakan untuk mengirim hasil pekerjaan rumah oleh peserta didik, fitur dokumen yang digunakan untuk berbagi materi pembelajaran dalam bentuk World/PDF/PPT, fitur vidio digunakan untuk membagikan vidio yang berkaitan dengan materi pembelajaran, dan fitur telepon yang digunakan guru untuk menghubungi peserta didik yang bermasalah. Dari hasil penelitian ini di sarankan agar pendidik kreatif dan terampil dalam membuat variasi pembelajaran terutama dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada WhatsApp, , pendidik harus lebih tegas terhadap peserta didik, dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik