Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Pembentukan Karakter
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bentuk- Bentuk Pelayanan Anak dan Remaja Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak di Jemaat GMIT Ebenhaezer Sumlili Tahun 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK BENTUK-BENTUK PELAYANAN ANAK DAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER SUMLILI TAHUN 2021. Toulay M. J. (*) Natonis A. D. (**) Manggoa M (**) Bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja sebagai upaya pembentukan karakter anak di Jemaat GMIT Ebenhezer Sumlili Tahun 2021.Pelayanan anak dan remaja merupakan salah satu tempat di mana anak-anak dibimbing untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya bagi manusia, pelayanan anak dan remaja atau (PAR) bertujuan untuk memotivasidan mendorong anak-anak untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masalah dalam penelitian ini adalah apa upaya bentuk-bentuk pelayanan bagi anak-anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja dalam pembentukan krakter anak-anak PAR di jemaat Ebenhaezer Sumlili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu Observasi, Dokumentasi dan Wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR di Jemaat Ebenhaezer yaitu pelayanan rutin sekolah minggu dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan yang ditunjukkan melalui nilai-nilai sikap, bertanggung jawab, kebaikan, kerajianan, ketaatan, teladan dan sikap disiplin. Kata Kunci: Pelayanan Anak,Pembentukan Karakter, Pengetahuan, Sikap dan tindakan. Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SUPERBOOK DAN PEMBENTUKAN KARAKTER “Suatu Tinjauan Teologi PAK Terhadap Tayangan Superbook Bagi Pembentukan Karakter Anak Kelas Indria A dan Indria B, dan Implikasinya bagi Sekolah Minggu Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Klasis Kota Kupang”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa pengaruh pada kehidupan anak-anak, khususnya dalam pembentukan karakter. Anak usia dini atau anak sekolah minggu, mereka sangat rentan terhadap pengaruh media digital yang tidak selamanya memiliki nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu, gereja memiliki tanggung jawab untuk untuk menghadirkan pendidikan iman yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan dasar teologisnya. Melalui penelitian ini penulis mengkaji penggunaan tayangan superbook sebagai media pembelajaran dalam pembentukan karakter anak Sekolah Minggu kelas Indria A dan Indria B (usia 3-8 tahun) di Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Klasis Kota Kupang, dengan tinjauan teologi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pendeta, guru Sekolah Minggu, dan orang tua, serta studi literatus yang relevan dengan penulisan ini. Dengan fokus penelitian dalam konteks jemaat, dampak tayangan superbook terhadap pembentukan karakter anak, serta relevansinya dalam perspektif teologi PAK. Kemudian hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tayangan superbook memberi dampak positif dalam proses pembelajran Sekolah Minggu. Media audio-visual mampu meningkatkan minat perhatian, dan antusias anak dalam mengikuti ibadah Sekolah Minggu, serta menolong anak memahami dan mengingat cerita-cerita Alkitab dengan mudah. Nilai-nilai karakter Kristiani seperti ketaatan kepada Tuhan, kasih terhadap sesama, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai mulai terlihat dalam perilaku anak, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari tinjauan teologi PAK, superbook dipandang relevan sebagai media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara holistik, karena mengintegrasikan aspek iman, moral, dan perkembangan kognitif anak. Namun penggunaan superbook perlu disertai pendampingan guru Sekolah Minggu dan keterlibatan orang tua agar pesan iman dapat dipahami secara benar dan berkelanjutan. Dengan demikian, superbook dapat menjadi salah satu alternative media pembelajaran yang efektif dalam pelayanan Sekolah Minggu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GOLDEN AGE : Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peran Orang Tua Bagi Pembentukan Karakter Anak Golden Age (0-6 Tahun) di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PJOK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS V SD GMIT OESAPA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN GURU PJOK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS V SD GMIT OESAPA. Idewen Bell1* , Lukas Boleng2 , Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, pendidikan karakter merupakan proses kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan budi harmoni yang selalu mengajarkan, membimbing, dan membina setia manusia untuk memiliki kompetensi intelektual karakter, dan ketrampilan menarik dalam nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memahami bentuk peranan guru penjas dalam membentuk karakter, mengidentifikasi mengenai keaktifan dan kepedulian guru terhadap pembentukan karakter peserta didiknya. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan siswa SD GMIT Oesapa. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa peran guru penjas dalam membentuk karakter peserta didiknya sudah terlaksana dengan baik dalam pembelajaran maupun diluar jam pelajaran. Hal tersebut memberi manfaat positif bagi lingkungan sekolah di SD GMIT Oesapa, sehingga dapat terciptanya peserta didik yang berkarakter. Simpulan: SD GMIT OESAPA berhasil menanamkan karakter peserta didik melalui berbagai program. Program senyum sapa salam yang dipelopori oleh guru penjas menjadi langkah awal penanaman karakter sopan santun . Program tersebut merupakan program yang dilaksanakan oleh guru penjas sebagai usaha penanaman pendidikan karakter siswa. Kata kunci: Peran Guru PJOK, Pembentukan Karakter Siswa, SD GMIT Oesapa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PERMAINAN PETAK UMPET TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA KELAS IV SDN KELAPA LIMA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Permainan petak umpet merupakan permainan yang menyenangkan bagi anak, karakter sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, ahklak dan budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui bagaimana penerapan permainan petak umpet untuk membentuk karakter Metode Penelitian:penelitian kualitatif bersifat deskriptif,karena penelitian ini penulis turun langsung kelapangan mengginakan fenamelogi,yaitu penelitian dilembaga pendidikan,jadi tidak ada data yang menggunakan angka, maka penulis wujudkan hasilnya dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan atau wawancara Hasil dan Pembahasan: pembentukan karakter nilai-nilai karakter dapat tterbentuk saat melakukan permainan Simpulan:permainan petak umpet bukan hanya menjadikan para siswa ahli dalam permainan tetapi petak umpet dan meningkatkan kebugaran jasmani Simpulan: tujuan pendidikan kebugaran bukan hanya menjadikan siswa ahli dalam permainan tetapi pengetahuan, sikap dan ketrampilan terutama dalam pembentukan karakter.dalam hal ini permainan tradisional petak umpet dan disaat bersamaan menyampaikan nilai-nilai karakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN SEPAK BOLA DALAM MATA PELAJARANN PENJASORKES PADA SISWA KELAS V SD INPRES KOKAR II

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI MASDIANSEBANJA,NIM:15320090 “PEMBENTUKAN KARAKTERMELALUI PERMAINAN SEPAK BOLA DALAM MATA PELAJARANPENJASORKES PADA SISWA KELAS V SD INPRES KOKAR II”Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing IDR. ANDREAS J. F. LUMBA, M.PD Dan Pembimbing II JIMMY CH. ATTY, S.PD, M. FIS, AIFO Kata Kunci : Pembentukan Karakter Dan Permainan Sepak Bola Pembentukan karakter pada masa anak-anak dapat terjadi melalui berbagai bentuk dan kesempatan, salah satu bentuk yang paling efektif adalah melalui kegiatan bermainan. Metode bermaian juga dapat membantu guru menyampaikan pesan-pesan moral dan membentuk karakter anak misalnya jujur, siap menerima kekalahan, kerja sama, disiplin, pantang menyerah, dan mental sportivitas, yang sangat efektif bagi perkembangan anak Tujuannya untuk mengetahui Pembentukan Karakter Melalui Permainan Sepakbola Dalam Mata Pelajaran Penjasorkes Pada Siswa Kelas V SD Inpres Kokar II. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek misalnya perilaku, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistic, dengan cara deskripsi dan penliti juga menggunakan teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu obserfasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang pembentukan karakter melalui permainan sepak bola pada mata pejaran penjasorkes di SD Inpres Kokar II, siswa/i kelas V memiliki nilai karakter yang kurang baiak ini bisa dilihat dari ada enam nilai karakter yang peneliti teliti hannya dua karakter yang siwa/i lakukan yaitu nilai religius dan nilai percaya diri sedangkan 4 nilai karakter lainnya siswa/i tidak melakukan seperti nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan perduli. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwadalam permainan sempak bola serta peran guru penjasorkes dalam pembentukan siswa/i kelas V SD Inpres Kokar II, kurang berhasil mengubah sikap dan prilaku serta mampu membawa siswa/i hidup aman dan nyaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail