ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Modal kerja merupakan hal yang utama dalam menjalankan suatu usaha, termasuk berdagang. Modal adalah semua bentuk kekayaan yang digunakan dalam proses produksi atau menghasilkan output. Modal merupakan kekayaan yang dapat menghasilkan keuntungan pada waktu yang akan dating. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya). Sedangkan pendapatan dalam akuntansi adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga, dan dividen.
Peraturan UMKM 2021 tertuang dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal kerja berpengaruh besar dan positif terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSISTENSI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFATUR SUB SEKTOR PABRIK TEMBAKAU YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016 - 2022
Oleh:
ISHAKK BORA
NIM : 18190203
Pelaporan keuangan merupakan bentuk pertanggung jawaban perusahaan terhadap pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan merupakan salah satu alat bagi manajemen untuk menyampaikan informasi mengenai gambaran kinerja ekonomi dan keuangan perusahaan bagi pengguna laporan keuangan baik pihak internal maupun pihak eksternal. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyajikan laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Informasi mengenai laba mempunyai peran penting bagi pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Laba tidak hanya digunakan untuk menilai kinerja perusahaan tetapi juga sebagai informasi pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persistensi laba.
Faktor pertama yaitu Volatilitas Arus Kas adalah arus kas perusahaan yang terbentuk karena adanya tingkat fluktuasi (Susilo dan Anggreani, 2017). Arus kas menunjukkan keadaan arus kas perusahaan karena ketika arus kas berfluktuasi maka mengakibatkan laba di perusahaan menjadi tidak stabil dan mengganggu kinerja perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan laba. Oleh karena itu, perusahaan harus tetap menjaga arus kas perusahaan karena ketidakpastian yang tinggi akan mengakibatkan turunnya persistensi laba. Jika laba yang diperoleh mengalami fluktuasi atau laba tidak persisten menunjukkan kondisi perusahaan yang kurang baik (Kusuma dan Sadjiarto, 2014).
Faktor kedua yaitu volatilitas penjualan merupakan tingkat fluktuasi penjualan dalam kegiatan operasi perusahaan (Kusuma dan Sadjiarto, 2014). Penjualan adalah bagian utama dalam laporan laba rugi sehingga menjadi penentu perolehan laba dalam suatu perusahaan. Apabila volatilitas penjualan tinggi mengakibatkan sulitnya memprediksi informasi penjualan perusahaan. Dengan adanya kesulitan tersebut maka timbul laba yang tidak persisten dan sulit diprediksi karena penjualan merupakan komponen utama dari laba (Fanani, 2010; dalam Kusuma dan Sadjiarto, 2014).
Faktor ketiga adalah ukuran perusahaan sebagai penentu besar atau kecilnya perusahaan yang diperoleh dari jumlah karyawan, total aset, rata–rata tingkat penjualan, kapitalisasi pasar serta jumlah penjualan (Lutfiyah, 2016). Perusahaan yang memiliki ukuran besar maka sumber dayanya bagus sehingga mampu mengelola aktivitas operasinya dengan baik. Kondisi baik tersebut menimbulkan kegiatan operasi yang stabil sehingga total penjualan, total aset, serta labanya akan cenderung stabil. Semakin besar perusahaan maka persistensi labanya juga semakin tinggi sehingga mampu mengendalikan dan menghasilkan laba di perusahaan dan mengakibatkan persistensi laba (Dewi dan Putri, 2015).
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Variabel dependen yang digunakan adalah persistensi laba sedangkan variabel independen adalah volatilitas arus kas, volatilitas penjualan,dan ukuran perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan tahun 20016-2022. Metode pengumpulan data adalah dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan manufaktur sub sektor pabrik tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2022. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas arus kas, berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba, volatilitas penjualan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba. Terjadinya volatilitas arus kas yang rendah, volatilitas penjualan yang tinggi, dan ukuran perusahaan yang besar tidak membuat laba perusahaan menjadi persisten.
Kata kunci: persistensi laba, volatilitas arus kas, volatilitas penjualan, ukuran perusahaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian ini ialah Deskripsi tentang motif, modus dan akibat hukum pelaku tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia. Masalah pokoknya diteliti penulis ialah bagaimanakah motif pelaku dalam tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia, bagaimanakah modus pelaku dalam tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia dan akibat hukum pelaku tindak perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif pelaku dalam tindak perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia, untuk mengetahui modus pelaku dalam perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia, untuk mengetahui akibat hukum pencemaran perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Motif pelaku dalam melakukan tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpan tanpa ijin usaha dari pimpinan bank Indonesia, adalah :
a. Mencari keuntungan
b. Memenuhi kebutuhan atau biaya hidup terdakwa dan keluarganya.
2. Modus pelaku dalam melakukan tindak pidana menghimpun dana dari masyarakat tanpa memperoleh izin dari bank Indonesiaa, adalah :
a. Menyalahgunakan tanggung jawab dan kewenangan sebagai komisaris utama dan dewan komisaris.
b. Meminta nasabah berinvestasi pada PT yang dikelola terdakwa dengan janji keuntungan sebesar 6 – 7%.
c. Membuka koperasi tanpa ijin guna mengambil uang nasabah.
3. Akibat Hukum terhadap Pelaku, yakni:
a. Para Terdakwa ditahan;
b. Para terdakwa dikenai pemidanaan;
c. Para Terdakwa dikenai pidana denda; dan
d. Para terdakwa dikenai pembayaran biaya perkara.
Kata Kunci : Motif, Modus , Akibat Hukum, Tindak Pidana Perbankan dan Turut Serta Menghimpun Dana dari Masyarakat Tanpa Ijin Usaha dari Pimpinan Bank Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja karyawan merupakan melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam melakukan kegiatannya, prestasi kerja karyawan dapat mengembangkan keinginannya melalui promosi maka prestasi kerja mendukung pengembangan karir karyawan di PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, perlu adanya pengalaman kerja, pendidikan dan prestasi kerja. Hal ini akan mengetahui seberapa bulan atau tahun pekerjaan yang dilakukan karyawan diluar sana.
Karyawan sebagai sumber daya manusia utama dalam perusahaan selalu dituntut untuk memberikan kinerja yang optimal. Keberadaan karyawan sangat penting karena merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usahanya perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang penting, terutama dalam suatu usaha industri, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keberadaan keduanya sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena keduanya saling mendukung dan mengsukseskan tujuan perusahaan.
Seleksi penerimaan karyawan merupakan pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia. Pada dasarnya tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan sesuai dengan pendidikannya.
Menurut (Ibid 2017) mengatakan seleksi adalah mendapatkan tenaga kerja yang paling memangku suatu jabatan tertentu. kegiatan seleksi penerimaan karyawan ini merupakan angkah awal penentu kualitas karyawan yang akan dipekerjakan sesuai dengan pendidikannya.
Menurut Gomes (2011) kesesuaian penempatan kerja merupakan suatu cara yang bukan hanya mrngoptimalkan kemampuan dan keterampilan menuju prestasi yang tinggi bagi karyawan itu sendiri, akan tetapi kesesuaian harus menempatkan diri sesuai dengan karakter pendidikan sehingga seseorang mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan.
Menurut Hasibuan (2018) prestasi kerja karyawan adalah melaksanakan pekerjaan dengan baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap karyawan yang berprestasi dalam bidang suatu pencapaian keberhasilan. Prestasi kerja harus memberikan motivasi-motivasi kepada perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkat efektif dan efesien.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. PLN (Pesreo) Unit Induk Wilayah NTT dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan.
Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT .
Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14.486. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.524 ˃ttabel sebesar 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu seleksi penerimaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Nilai thitung sebesar 372 ˃ttabel 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu Keseusaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT.
Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung ˃ Ftabel yaitu 279.065˃2,83 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan sleksi penerimaan karyawan, kesesusian penempatan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT
Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0,965 atau 96,5%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi seleksi penerimaan kryawan , kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan adalah 93,2% sedangkan sebesar 1,2% dipengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul:Deskripsi Tentang Pemaknaan Kata Berjumlah Dalam Pasal 83 Ayat (1)
Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Oleh
Mahkamah Konstitusi. Permasalahannya adalah: 1). Alasan-alasan yuridis apakah
yang melandasi pemohon mengajukan Constitutional Review terhadap Pasal 83
ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia? 2).
Mengapa Mahkamah Konstitusi memberi pemaknaan terhadap kata berjumlah
pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan yuridis
yang melandasi pemohon mengajukan Constitutional Review terhadap Pasal 83
ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan
untuk mengetahui Mahkamah Konstitusi memberi pemaknaan terhadap kata
berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang
Hak Asasi Manusia yang berguna secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian
ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam
penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu:alasan pengujian dan pemaknaan
Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 83 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 39
Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Terhadap UUD RI 1945dan variabel
terikat yaitu:Putusan Mahkamah Konstitusi30/PUU-XX/2022dengan sumber
bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan
studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dan analisis penulis terhadap putusan diperoleh jawaban
bahwa:Alasan-alasan yuridis yang melandasi pemohon mengajukan judicial
review terhadap Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang
Hak Asasi Manusia yaitu:Pertama, Pasal 83 ayat (1) UU HAM khususnya
sepanjang frasa “Anggota Komnas HAM berjumlah 35 (tiga puluh lima) yang
dirumuskan secara limitatif.Kedua,Pasal 83 ayat (1) UU HAMtidak
mencerminkan kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan
Negara. Ketiga, Pasal 83 ayat (1) UU HAM menimbulkan adanya ketidakpastian
dalam proses seleksi dan menimbulkan multitafsir.Keempat,Pasal 83 ayat (1) UU
HAM membatasi yang hak warga negara untuk menjadi Anggota Komnas HAM;
KelimaPasal 83 ayat (1) UU HAMmenutup partisipasi publik dalam rangka
menjaga transparansi dan akuntabilitas proses.Alasan Mahkamah Konstitusi
membatalkan kata berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39
Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia karena:Pertama, Mahkamah Konstitusi
memberikan pemaknaan kata “berjumlah” 35 (tiga puluh lima) yang diatur secara
imperatif menjadi fakultatif.Kedua, Mahkamah Konstitusi memberikan kepastian
hukum dengan memberikan pemaknaan kata berjumlah 35 menjadi berjumlah
paling tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
An Analysis of Translation Methods on narrative Text from Indonesian into English Done by Sixth Semester Students at Artha Wacana Christian University
ABSTRACT
Student, Name1 Supervisor1, Name.2 Supervisor2, Name.3
(Mnir, Yashinta Lereansi) (Ngongo, Magdalena) (Ludji, Ifoni)
Translation is changing an activity of changing a language into another language spoken or written. It has become something which affects the development of world literature. This research was conducted to identify the translation methods applied by the students in translating narrative text. The objective of this research were to describe 1. the types of translation methods, and 2. the dominant types of translation methods used by the sixth semester students. This research was classified as descriptive qualitative method. The researcher carried out this study on May 2022. The researcher obtained the data from the 33 students. Based on the analysis, it was found out that there were eight types of translation methods used in translating the story from Indonesian into English. They were 1.word-for-word translation example : SL : pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu.TL : ‘to a certain day Sangkuriang request leave for hunt’. (2) literal translation example SL : Dayang Sumbi tidak akan menikah dengan Sangkuriang.TL : ‘Dayang Sumbi would never marry with her son’.(3) faithful translation example SL : Ibu pergi ke pasar TL : ‘Mother goes to the market’. (4) semantic translation example SL : air sungai mengalir TL : ‘the river run’. (5) adaptation translation example SL : Rambut nenek itu putih seperti salju TL : ‘Grandma’s hair was white like cotton’. (6) free translation example SL : suatu hari sangkuriang minta pamit untuk berburu.TL : ‘one day sangkuriang want to hunting. (7) idiomatic translation example SL : menendang ember TL : ‘kick the bucket’. (8) communicative translation example SL : Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. TL : ‘One day, Sangkuriang asked a permission to Dayang Sumbi to go to hunting’.Relating to the dominant types of translation methods, it was found out communicative translation type was the dominant 33 times used and it was followed by word for word translation that consist of 26 times used, faithful translation was 6 times, semantic translation was 3 times, literal translation was used 12 times, adaptation translation was used 0 times, free translation was used 0 times and idiomatic translation was 5 times used.
Key words: Translation, Translation Methods, Narrative Text.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi: Deskripsi Tentang Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Aborsi.
Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah motif terjadinya tindak pidana aborsi? (2) Bagaimana modus terjadinya tindak pidana aborsi? dan (3) Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana aborsi. (2) Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana aborsi. dan (3) Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Teknik pengumpulan bahan hukum adalah studi kepustakaan atau studi dokumen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi, dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim tindak pidana aborsi.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini sebagai berikut:
1. Motif pelaku melakukan tindak pidana aborsi hamil karena diluar nikah, malu karena pacar tidak mau tanggung jawab, dan sosial dan ekonomi untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari turut serta melakukan tindak pidana aborsi
2. Modus pelaku melakukan tindak pidana aborsi adalah melakukan aborsi dengan cara mengonsumsi obat-obatan terlarang, ramuan, atau bahkan dengan memasukkan berbagai benda asing pada alat kelamin.
3. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi adalah terdakwa dikenai pidana penjara, dikenai pidana denda, dan membayar biaya perkara.
Adapun saran dari penulis terkait dengan motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi:
1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana aborsi.
2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana aborsi.
3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku tindak pidana aborsi mendapat efek jerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan yang ingin dicapai untuk menyusun Skripsi ini adalah: untuk mengetahui sejauh mana Peran Pelayaanan Koster di Jemaat GMIT Getsemani Babau, Klasis Kupang Timur Tahun Pelayanaan 2022. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif kualitatif metode ini bertujuan untuk mengambarkan hal-hal yang belum diketahui secara mendalam oleh penulis yang menjadi respon dan dalam penelitian ini ialah Koster, Pendeta dan Majelis Jemaat Rayon dari hasil penelitian ini yang diketahui yaitu Jenis-jenis tugas Koster, waktu kerja,cara kerja koster, masalah atau kesulitan yang dihadapi koster, cara untuk mengatasi kesulitan atau memecahkan masalah dan serta resiko yang di alami oleh koster. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat diuraikan bahwa terlihat dari pelayanan Koster, sangat berperan aktif dalam aktifitas Gereja. Koster menyadari bahwa yang bertugas dalam setiap jenis-jenis tugas yang berperan dalam soal pengurusan pembersihan dalam rumah ibadah dan pekarangan Geraja adalah tugas seorang koster. Bahkan koster sebagian dari tanggungjawab yang harus dijalankan bukan saja tugas-tugas utama koster yang ia jalankan akan tetapi koster juga bertanggung jawab dalam membantu Majelis Jemaat dalam menyampaikan informasi mau pun surat undangan penting untuk pihak yang di tujuh.Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek-aspek koster sangat memilik peran penting didalam Gereja itu sebabnya koster telah melakukan setiap tugas tanggungjawabnya dengan baik walaupun ada beberapa kesulitan yang dialami dan resiko yang koster alami akan tetapi koster juga mendapata dukungan-dukungan dari Pendeta dan Majelis Jemaat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Investasi yang diberikan oleh investor pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok bertujuan untuk memberikan suntikan modal yang berpengaruh terhadap peningkatan profit perusahaan. Penilaian harga saham merupakan hal penting dalam proses penginvestasian dengan dilakukannya penilaian harga saham maka dapat menghasilkan informasi nilai intrinsik yang akan dibandingkan dengan harga saham pasar yang digunakan sebagai alat pertimbangan untuk menentukan posisi jual atau beli. Sehingga penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh varibel Earning Per Share (EPS), Return On Assets (ROA), Debt to Equty Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok yang terdaftar pada bursa efek Indonesia selama periode 2016-2021. Analsis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dari hasil analisis terbukti EPS signifikan berpengaruh negatif terhadap perubahan saham ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -6,776, ROA signifikan berpengaruh positif terhadap perubahan harga saham, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 2,201, dan DER signifikan berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham, ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,052, sedangkan variabel CR tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Dari hasil penelitian terhadap sampel lima perusahaan diantaranya Gudang Garam Tbk (GGRM), Handjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), Indonesia Tobacco Tbk (ITIC), Bentoel International Investama Tbk (RMBA), Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), maka dapat diambil kesimpulan bahwa perusahaan manufaktur harus memperhatikan nilai perusahaan dari variabel EPS, ROA dan DER yang berpengaruh signifikan terhadap penilaian nilai saham dan bagi ivestor yang akan memberikan investasi dapat memperhatikan faktor fundamental dari variabel ekonomi makro dalam berinvestasi, karena prospek perusahaan sangat tergantung dari keadaan ekonomi secara keseluruhan tanpa mengabaikan faktor mikro ekonomi itu sendiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Usaha Pangan Tanpa Izin Edar”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar, 3. Bagaimana akibat hukum tindak pidana usaha pangan tanpa izin edar terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui motif pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar 2. Untuk mengetahui modus tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar 3. Untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana usaha pangan tanpa izin edar terhadap pelaku dan barang bukti. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel yang digunakan adalah variable bebas dan variable terikat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa : 1. Motif Pelaku Tindak Pidana Melakukan Usaha Pangan Tanpa Izin Edar a. Untuk mendapatkan keuntungan b. Menghindari pembiayaan c. Keinginan menjual secara bebas. 2. Modus Pelaku Tindak Pidana Melakukan Usaha Pangan Tanpa Izin Edar a. Memproduksi b. Memperdagangkan bahan olahan pangan tanpa izin edar c. Membeli dan menjual kembali bahan olahan pangan tanpa izin edar 3. Akibat Hukum Tindak Pidana Usaha Pangan Tanpa Izin Edar Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti a. Terhadap Pelaku 1) Pelaku ditahan 2) Pelaku dikenakan pidana penjara 3) Pelaku dibebankan biaya perkara. b. Terhadap Barang Bukti. Barang bukti dirampas untuk dimusnahkan atas perintah hakim pengadilan. Saran yang penulis berikan adalah pemerintah diharapkan lebih aktif melakukan pengawasan keamanan mutu dan gizi, pelaku usaha pangan harus memiliki izin edar usaha.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan, 2) Apakah Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan. Tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; 2) Untuk Mengetahui Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; Manfaat Akademik dari penelitian ini adalah Secara Akademik diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi Fakultas Ekonomi khususnya Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia. Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), dan sekaligus sebagai bahan refenrensi bagi peniliti berikutnya, sedangkan manfaat secara praktis penelitian ini dapat menjadi informasi, masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelayanan. Konsep dari penelitian ini meliputi 1) Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, indikatornya adalah 1) Kualitas intelektual meliputi pengetahuan dan keterampilan, 2) Pendidikan, 3) Memahami bidangnya, 4) Kemampuan, 5) Semangat kerja, 6) Kemampuan perencanaan pengorganisasian. Konsep Budaya Organisasi, indikatornya adalah Norma, Nilai dominan/nilai-nilai utama, aturan dan iklim organisasi atau lingkungan kerja. Konsep Kualitas Pelayanan, indikatornya adalah 1) Keandalan, 2) Daya tanggap, 3) Jaminan, 4) Empati dan 5) Bukti Fisik. Kerangka Berpikir penelitian ini menggambarkan pengaruh dari masing-masing fariabel bebas terhadap fariabel terikat. Hopotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas pelayanan 2) Diduga Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Untuk menjawab persoalan dengan mengacu pada hipotesisi, maka berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 6,166 + -0,498 X1 + -0,340 X2. Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut a) Nilai konstanta sebesar 6,166 menunjukkan bahwa jika variabel Penagruh Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi sama dengan nol maka Kualitas Pelayanan bernilai 6,166. b) Koefisien regresi pengaruh manajemen sumber daya manusia sebesar 0,498artinya jika manajemen sumber daya manusia mengalami kenaikan sebesar 1 %, maka kualitas pelayanan akan meningkat sebesar 0,498.Dengan demikian apabila koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan. c) Koefisien regresi budaya organisasi sebesar 0,340 menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi mengalami peningkatan 1%, maka kualitas pelayanan sebesar 0,340. Perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh 1) Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh sumber daya manusia (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) ditemukan Thitung = 5,167 lebih besar t table =2,028 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,000 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kualitas pelayanan (Y). 2) Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) ditemukan Thitung = 2,169 lebih besar Ttable = 2,028 dan tingkat Sig. =0,037. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2=0) ditolak dan Ha(b2≠0) diterima yaitu variabel budayaorganisasi (X2) berpengaruh positif secaraparsial terhadap kualitas pelayanan(Y). Hal ini berarti besarnya pengaruh sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan adalah 82% sedangkan 18% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwaPelaksanaan pelayanan kepada masyarakat atau publik telah menjadi isu strategis, karena tingkat kinerja kualitas pelayanan akan menetukan baik buruknya suatu pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya menentukan citra dari aparatur sipil negara. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pada dasarnya harapan masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah perkiraan atau keyakinan masyarakat tentang pelayanan yang diterimanya akan memenuhi harapan. Kepuasan masyarakat dapat diketahui dengan melihat kualitas pelayanan dari masing-masing indikator yang telah ditentukan, dimulai dengan menganalisis setiap item atau sub indikator yang ada dalam setiap indikator. Dengan kesimpulan tersebut saran dari penelitian ini adalah 1) Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pelatihan. 2) Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai agar dapat mengutarakan pendapat demi kenyamanan, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, harus mampu membekali setiap pegawai dengan pengetahuan dan kemampuan yang profesional dalam melayani masyarakat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected].
Latar Belakang: Penjasorkes adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial peserta didik melalui
aktivitas fisik dan olahraga, dengan penekanan pada pentingnya kesehatan.
Suharno (2017): Penjasorkes merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan
untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kemampuan motorik, serta pengetahuan
dan sikap positif terhadap olahraga dan kesehatan.
Tujuan Penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari
penelitian ini sebagai berikut: Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa
Di SMA Kristen Kesetnana Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan deskriptif verifikatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini suatu
teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data
berupah data primer ataupun data sekunder
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di SMA Kristen Kesetnana, Tahun
pelajaran 2024/2025. Kegiatan pembelajaran di selenggarakan meliputi tahap
perencanaan, observasi dan refleksi, dimana pada pembelajaran masing-masing
dilakukan 2 kali pertemuan hasil penelitian ini meningkatkan pembelajaran
kesegaran jasmani, yang di evaluasi melalui hasil belajar kesegaran jasmani yang
dilaksanakan di setiap akhir semester
Simpulan : Berdasdarkan hasil penelitian dan pendekatan untuk meningkatkan
teknik dasar lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak pada siswa kelas
XI SMA Kristen Kesetnana, siswa lebih memahami materi yang dapat di
sampaikan karena gerak lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak
menjadikan siswa lebih aktif dan bergairah dalam proses pembelejaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari realitas pelayanan pendampingan iman bagi generasi Alfa di Jemaat GMIT Efata Belo yang menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan program-program pelayanannya. Program pelayanan berbasis anak dan remaja yang dimaksudkan untuk membentuk iman generasi muda dalam praktiknya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan generasi Alfa yang hidup dalam dunia digital dengan kreativitas dan pola relasi yang khas. Tantangan ini semakin diperkuat oleh minimnya pemahaman dari generasi sebelumnya dan pengajar mengenai konteks hidup generasi Alfa, yang turut membentuk karakteristik baru serta mempengaruhi proses perkembangan iman mereka. Situasi ini memunculkan persoalan teologis mengenai sejauh mana pengajar yang bertanggung jawab mendampingi anak-anak generasi Alfa di GMIT Efata Belo bersedia memperbarui diri di tengah pengaruh era digital, serta bagaimana gereja dalam lingkup PART menjalankan peran dan tanggung jawab Amanat Agung bagi generasi yang berbeda dalam konteks zaman yang semakin maju sebagai tubuh Kristus yang saling membangun iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan penelitian lapangan. Metode ini dipilih guna memberi perhatian pada pengalaman hidup serta pemahaman subjek penelitian terhadap realitas pelayanan pendampingan iman generasi Alfa di GMIT Efata Belo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen gerejawi atau literatur yang relevan. Penulisan penelitian bersifat deskriptif, analisis, dan reflektif dengan memanfaatkan teori perkembangan iman James Fowler sebagai kerangka analisis. Dengan lokus penelitian ini adalah Jemaat GMIT Efata Belo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dunia digital dalam pendampingan iman anak belum dilakukan secara optimal dan kontekstual, serta masih terdapat keterbatasan sikap keterbukaan dan penerimaan lintas generasi. Oleh karena itu, gereja dalam hal ini para pengajar dipanggil untuk menghadirkan pendampingan iman yang relasional, kolaboratif, dan kontekstual, dengan memandang dunia digital bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai komunitas baru bagi perkembangan iman generasi Alfa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT
Imanuel Oelolot yang hidup dalam konteks sosial dan budaya Rote yang masih kuat
dan memengaruhi kehidupan bergereja. Salah satu unsur budaya yang digunakan
dalam ibadah jemaat adalah Me’o (Gong Rote). Penggunaan gong dalam ibadah
menimbulkan beragam pemahaman di kalangan jemaat, mulai dari sarana
pembentuk suasana dan pelestarian budaya hingga simbol iman dan pujian kepada
Allah. Keragaman pemahaman tersebut menunjukkan perlunya refleksi teologis
yang lebih mendalam mengenai makna dan fungsi gong dalam ibadah Kristen.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis
pemahaman jemaat tentang penggunaan Me’o (Gong Rote) dalam ibadah, serta
merefleksikan secara teologis penggunaannya dan implikasinya bagi kehidupan
jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Me’o (Gong Rote) dapat dimaknai sebagai simbol bunyi
dalam ibadah apabila digunakan secara sadar dan terarah dalam kerangka liturgi
gereja. Penggunaan gong dalam ibadah berpotensi memperkaya penghayatan iman
jemaat serta mempertegas keterkaitan antara iman Kristen dan konteks budaya
lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Skripsi ini berjudul “Setiap Karunia untuk Kemuliaan Tuhan: Suatu Kajian Eksegetis terhadap 1 Korintus 12:1–11 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenheazer Boas, Klasis Malaka”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah karunia dalam jemaat lokal yang menyerupai persoalan dalam jemaat Korintus abad pertama, yaitu kecenderungan meninggikan karuniakarunia spektakuler dan mengabaikan karunia-karunia lain. Masalah ini menimbulkan perpecahan,
pengagungan individu, hingga praktik-praktik rohani yang menyimpang dari ajaran Kristiani. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pemahaman teologis atas teks 1 Korintus 12:1–11 untuk menemukan kerygma utama dalam teks tersebut serta bagaimana penerapannya secara kontekstual dalam kehidupan bergereja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui konteks historis di balik penulisan Surat 1 Korintus, (2) memahami kerygma teologis yang terkandung dalam 1 Korintus 12:1–11, dan (3) menguraikan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan jemaat GMIT Ebenheazer Boas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang dikombinasikan dengan wawancara lapangan, serta menggunakan pendekatan historis-kritis dalam penafsiran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pentingnya kesatuan dalam keberagaman karunia, dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai pusat dari setiap karunia dan pelayanan. Karunia-karunia Roh Kudus berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus, dan diberikan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi membangun tubuh Kristus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Praktik flexing atau pamer gaya hidup mewah di media sosial telah menjadi tren dan bagian dari budaya populer yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, termasuk pemuda GMIT Batu Karang Kupang. Dalam konteks pemuda GMIT Batu karang Kupang, praktik ini tidak hanya muncul sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi juga sebagai strategi untuk mencari pengakuan, validasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial dan secara langsung. Praktik ini berdampak negatif terhadap relasi antar sesama, persekutuan, dan pertumbuhan iman pemuda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana keteladanan pemuda GMIT dalam menyikapi praktik flexing serta bagaimana pembinaan warga gereja (PWG) dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 23 responden yang terdiri dari pendeta, pengurus pemuda, dan anggota pemuda di Jemaat GMIT Batu Karang Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda terlibat dalam praktik flexing untuk mendapatkan pengakuan, yang memicu perpecahan dan persaingan tidak sehat dalam persekutuan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja belum optimal dalam memberikan pembinaan yang relevan dan kontekstual terhadap tantangan digital yang dihadapi pemuda. Mengacu pada teori PWG menurut Ruth Selan, pembinaan gereja harus bersifat kontekstual, transformatif dan holistik, menyentuh seluruh aspek kehidupan pemuda serta peran dalam gereja dan Masyarakat. Refleksi teologis dalam skripsi ini menekankan bahwa pemuda dipanggil menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokok-tokoh muda seperti Yusuf, Daniel, Daud, Yeremia, Timotius, terutama Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, PWG memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan iman pemuda agar mampu menghadapi godaan digital secara bertanggung jawab. Gereja perlu meningkatkan kualitas pembinaan berbasis nilai-nilai Alkitabiah dan mendampingi pemuda dengan pendekatan kontekstual yang membumi, agar mereka menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lain adalah sebuah hal yang penting, khususnya bagi orang yang percaya kepada Allah. Hal itu menjadi alasan mengapa topik tersebut tidak dapat dihindari. Dalam konteks ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tanggung jawab moral manusia terhadap hewan berdasarkan pemikiran Andrew Linzey mengenai hak theos. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode berupa studi kepustakaan dan lapangan. Adapun, untuk mendapatkan sampel dan data lapangan, penelitian ini menggunakan metode snowball purposive. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab moral manusia adalah sebuah tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengelola ciptaan. Tugas itu menjadi sebuah kewajiban manusia, khususnya kepada Allah, yang perlu dijalankan atas dasar penghormatan, baik kepada ciptaan maupun kepada Allah. Kewajiban itu perlu dilakukan karena Allah telah menciptakan segala sesuatu, memberikan kehidupan kepada ciptaan dan memeliharanya, serta manusia menjadi bagian dalam komunitas ciptaan. Oleh karena itu, segala hal yang merusak ciptaan, seperti perburuan liar, perlu dihentikan sebab merusak tatanan yang telah Allah jadikan. Dengan demikian, kiranya penelitian ini dapat menjadi sumbangan dalam upaya menghadapi persoalan etis-teologis mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, khususmya hewan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRTAK Penelitian ini berjudul “MORUK” dengan sub-judul “ Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual terhadap Ritus Moruk di Jemaat GMIT Pniel Loomaten, Klasis Malaka dan Implikasinya bagi Gereja masa kini”. Ritus Moruk atau yang sering disebut Moruk Malu atau Moruk antar suku atau kampung. Moruk artinya Pemali atau larangan. Awal mula adanya ritus ini karena adanya perkelahian antara suku dan kampung yang mengakibatkan ada yang meninggal sehingga adanya sumpah yaitu: keturunan mereka tidak boleh menikah dengan warga atau warga kampung yang sudah ditentukan. Melalui ritus ini keluarga yang memiliki dendam atau keluarga yang berasal dari suku-suku yang ditetapkan sebagai Moruk Malu bisa membersihkan semua dendam di masa lalu dengan demikian pasangan yang akan menikah akan hidup bahagia. Untuk mencapai tujuan ini maka tulisan ini mengunakan penelitian kualitatif yang berusaha menjelaskan suatu fenomena dengan mengumpulkan sedalam-dalamnya data yang diteliti. Teknik yang digunakan adalah observasi lapangan serta wawancara kepada Majelis Gereja, Jemaat, Pemerintah Daerah dan tokoh-tokoh adat. Tujuan dari hal ini yakni memperlihatkan kesenjangan budaya dan iman bagaimana keduanya ada di dalam pertemuan dan ketegangan di waktu pelaksanaan ritus Moruk di Loomaten. Analisis teologi kontekstual dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa ritus Moruk ini memiliki nilai-nilai yang positif melalui pelaksanaannya Gereja juga beranggapan bahwa sebagai ritus lokal yang memiliki nilai yang sangat relevan dengan teologi kontekstual. Penelitianya ini sangat diharapkan agar dapat memberi sumbangsih bagi jemaat GMIT Pniel Loomaten. Dalam mencari dan melestarikan kerarifan lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah penelitian mengenai kajian terhadap pemikiran Casanova mengenai Konsep Agama Publik dan relevansinya dengan pelayanan Jemaat GMIT Silo Naikoten I. Dalam realita yang ditemukan, maka penulis menemukan bahwa Gereja dalam program pelayanan belum menunjukkan peran Gereja di tengah masyarakat sebagai ruang publik, sebab Gereja dipanggil untuk berperan bagi dunia disekitarnya lewat pelayanan itu sendiri. Gereja dipanggil ke dunia untuk memperlihatkan karya Allah secara universal bagi dunia. Realita dalam konteks Jemaat Silo Naikoten I sendiri tidak sejalan dengan Konsep Agama Publik Casanova. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif, khususnya studi kepustakaan untuk menganalisis mengenai biografi Casanova, teori, dan melihat relevansi antara teori dan konteks masalah. Dalam kajian penulis, penulis menemukan bahwa Gereja belum berperan bagi ruang publik lewat program pelayanan yang ada, sebab faktor cara berpikir jemaat, kurangnya kemitraan, dan pembangunan Gereja. Hal lain yang penulis temukan ialah dalam beberapa kesempatan terlihat bahwa Gereja melakukan kemitraan, namun sasaran program ialah hanya untuk jemaat secara internal. Hal ini tidak hanya sejalan dengan Konsep Agama Publik Casanova secara sosiologi, tetapi secara teologis, hal ini pun tidak sejalan dengan Naskah Teologi Panca Pelayanan GMIT, dan Panca Pelayanan GMIT. Penulis pun menarik refleksi teologis berdasarkan Injil Matius 5:13-16 mengenai garam dan terang dunia untuk menjawab akan peran Gereja yang seharusnya berdampak keluar. Pada akhirnya, penulis menarik kesimpulan bahwa Jemaat GMIT Silo dalam pelayanannya perlu untuk bersifat publik sehingga ia tetap relevan dalam konteks masa kini, dan sebaliknya tidak hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Judul tulisan ini adalah “Tinjauan Kriminologi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis” Jurusan Ilmu Hukum. Berdasakan judul tersebut maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adala: Faktor-Faktor apa yang menjadi penyebab terjadi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual mengenai Faktor penyebab terjadinya Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer. Bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari perundan-undangan dan putusan-putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang memberikan penjelasan pada bahan hukum primer yang diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, pendapat para sarjana. Dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Dilihat dari topik yang diangkat dalam penelitian ini, maka dalam penelitian ini menempatkan dua variabel penelitian, yaitu Variabel Bebas (independent variable) adalah variabel yang memberikan pengaruh pada variabel terikat yaitu faktor penyebap terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak oleh sesama jenis. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas yaitu: tindak pidana pencabulan terhadap anak oleh sesama jenis. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa alasan sesuai dengan permasalahan penulis yakni Faktor-Faktor yang menjadi penyebab terjadi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis 1. Terdakwa mengalami kelainan seksual 2. Terdakwa sudah lama tidak dilayani oleh istri 3. Terdakwa memiliki hasrat terhadap sesama jenis 4. Terdakwa memiliki orientasi seksual terhadap anak 5. Kurangya perhatian orang tua terhadap anak korban Saran yang penulis berikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Terhadap setiap orang tua agar selalu memperhatikan dan mengawasi setiap anak dakarnakan anak merupakan anungrah yang harus dijaga dakarnakan anak memiliki masa depan yang panjang dan merupakan agen perubahan untuk Bangsa dan Negara 2. Kepada pemerintah memberikan edukasi lebih kepada masyarakat terkait tindak pidana pencabulan beserta bentuk atau jenisnya agar lebih banyak orang yang memahami. Untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak.