Abstrak
Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Imanuel Oelolot yang hidup dalam konteks sosial dan budaya Rote yang masih kuat dan memengaruhi kehidupan bergereja. Salah satu unsur budaya yang digunakan dalam ibadah jemaat adalah Me’o (Gong Rote). Penggunaan gong dalam ibadah menimbulkan beragam pemahaman di kalangan jemaat, mulai dari sarana pembentuk suasana dan pelestarian budaya hingga simbol iman dan pujian kepada Allah. Keragaman pemahaman tersebut menunjukkan perlunya refleksi teologis yang lebih mendalam mengenai makna dan fungsi gong dalam ibadah Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis pemahaman jemaat tentang penggunaan Me’o (Gong Rote) dalam ibadah, serta merefleksikan secara teologis penggunaannya dan implikasinya bagi kehidupan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Me’o (Gong Rote) dapat dimaknai sebagai simbol bunyi dalam ibadah apabila digunakan secara sadar dan terarah dalam kerangka liturgi gereja. Penggunaan gong dalam ibadah berpotensi memperkaya penghayatan iman jemaat serta mempertegas keterkaitan antara iman Kristen dan konteks budaya lokal.