BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada pokoknya mendirikan suatu bangunan itu dmulai dengan meletakkan fondasi (foundation)) yang kuat. Di atasnya dibangun lantai dasar (ground floor). Di atas lantai dasar ditegakkan tiang-tiang penyengga (pillar). Dalam sistem rumah Jawa, pendopo di bagian tengannya ditegakkan 4 tiang utama yang disebut soko-guru (main pillar). Lalu dibangun flafon (plafond). Dan paling atas dibangun atap (roof). Pada bangunan rumah itu tentu ada pintu-pintu (door) yang merupakan ruang masuk dan keluar dan jendela (window) yang menghubungkan ruang dalam dan dunia luar. Sudah barang tentu masalahnya adalah, bagaimana menginterpretasi bangunan rumah atau gedung itu dengan bangunan ekonomi yang sifatnya abstrak. Interpretasi itu adalah material atau bahan-bahan bangunan. Dalam Ekonomi Islam, bahan bangunan itu adalah ajaran Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunah serta tradisi pemikiran yang telah dikembangkan oleh para ulama, filsuf dan tindakan-tindakan para pemimpin Islam, seperti para sahabat dan pemimpin-pemimpin berikutnya yang dicatat dalam sejarah perkembangan perekonomian. Suroso Imam Djazuli dari Universitas Erlangga bahkan berpendapat bahwa hakekat Ekonomi Islam itu adalah praktek kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia saat ini terus mengalami pertumbuhan yang secara siginifikan. Hadirnya lembaga-lembaga terutama lembaga keuangan syariah yang mendukung dari pergerakan kegiatan ekonomi Islam. Semakin banyak lembaga yang hadir untuk memberikan fokus pada perkembangan ekonomi Islam. Dukungan dari berbagai organisasi sangat mendorong dan berkembangnya system ekonomi Islam, menarik minat umat Islam dan masyarakat lainnya. Dengan hadirnya buku ini, penulis membuat buku ini sebagai bentuk respon terhadap perkembangan ekonomi Islam saat ini. Hadirnya buku ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu dan pengetahuan bagi pihak yang memerlukan tambahan referensi terkait dengan ekonomi Islam. Hadirnya referensi ini sebagai bahan menambah pengetahuan dan respon perkembangan dan penyaluran ide dan gagasan dan pemikiran penulis. Buku kolaborasi ini diberi judul Ekonomi Islam Suatu Pengantar. Akhirnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan buku ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan, dan jauh dari kata sempurna. Sehingga penulis sangat mengharapkan masukan dan saran dari semua pihak yang senantiasa telah membaca buku ini. Agar kedepan dapat dilakukan perbaikan untuk penulisan buku yang lebih baik di lain waktu. Tim penulis mengucapkan mohon maaf jika ada kesalahan dan khilaf dari penyajian buku ini. Kami ucapkan terimakasih atas perhatiannya. Sekian Wassalamu alaikum. Wr.wb.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kehadiran Buku Pengantar Ekonomi Islam ini disusun oleh para akademisi dan praktisi dalam bentuk buku kolaborasi. Walaupun masih jauh dari kesempurnaan, tetapi kami mengharapkan buku ini dapat menjadi referensi atau bahan bacaan dalam menambah khasanah keilmuan khususnya mengenai Pengantar Ekonomi Islam. Sistematika penulisan buku ini diuraikan dalam sebelas bab yang memuat tentang Konsep Dasar Ekonomi Islam, Landasan Hukum Ekonomi Islam, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Konsep Harta dalam Ekonomi Islam, Jenis Akad dalam Ekonomi Islam, Konsep Uang dalam Ekonomi Islam, Distribusi dalam Ekonomi Islam, Produksi dalam Ekonomi Islam, Konsumsi dalam Ekonomi Islam, Mekanisme Pasar dalam Ekonomi Islam dan bab terakhir yaitu Sumber Daya Insani dalam Ekonomi Islam.