Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Ibadah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Disiplin Rohani

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DISIPLIN ROHANI Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat 1 Timotius 4:6-16 dan Impliikasinya Bagi Anggota GMIT Masa Kini Ardin L. Bulu Bani Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Email: [email protected] Dampak negatif dari era modernisasi membawa orang Kristen di masa ini tidak mampu untuk menahan diri dari aktivitas-aktivitas kriminal sebagai bentuk dari dampak persaingan hidup yang semakin tinggi. Nasihat Paulus untuk Timotius sebagai pemimpin Jemaat agar melatih diri dalam ibadah mengandung pengertian bagi Timotius untuk selalu melatih dirinya dalam ibadah. Nasihat inilah yang kemudian di kembangkan dengan sebuah istilah disiplin rohani. Secara umum disiplin rohani dipahamai sebagai praktek atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Untuk membangun hubungan yang baik dengan Tuhan diperlukan kedisiplinan dan pola pengaturan yang baik. Banyak orang Kristen di masa kini tidak mengerti dan memahamami dengan perkataan Palus dalam 1 Timotius 4:7b. Penulis menemukan bahwa dalam era modernisasi banyak orang yang kehilangan pemahaman dan pengajaran yang baik tentang Yesus dalam dirinya sehingga mudah terjebak dalam dampak negatif Modernisasi itu. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan melakukan studi eksegetis dari teks 1 Timotius 4:6-16. Teks tersebut adalah sebuah nasihat dari Paulus untuk timotius mengenai cara-cara yang harus digunakan Timotius dan secara tidak langsung kepada jemaat Efesus agar mampu melewati ancaman-ancaman pengajaran sesat dan perkembangan budaya-budaya penyembahan berhala. Penulis ingin mencari tahu maksud dari pada disiplin Rohani yang merupakan penekanan penting dari pada teks 1 Timotius 4 :6-16, untuk mendapatkan pemahaman yang baru tentang disiplin rohani dari pandangan Paulus, penulis mencari tahu konteks orang Kristen masa kini dan membandingkannya dengan konteks di jemaat Efesus. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melihat konteks kehidupan jemaat. Hal itu dilakukan dengan melakukan wawancara kepada beberapa tokoh yang di rasa mampu untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang berkaitan dengan disiplin rohan. Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif, analitif, reflektif. Penulis menggunakan metode penafsiran Historis Kritis untuk menjangkau teks asli dalam konteks agar menemukan kerygmanya, kemudian bisa dihubungkan dengan konteks masa kini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rumah Sebagai Tempat Beribadah

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelaksanaan ibadah di rumah memang menimbulkan banyak pendapat. Ada yang setuju pada pelaksanaan ibadah rumah dengan alasan bahwa karena pandemik maka ibadah rumah adalah alternatifnya. Tetapi, sedikit juga yang enggan melaksanakan ibadah rumah oleh karena alasan bahwa selama ini ibadah dilakukan bersama, dan karena itu persoalan memimpin ibadah belum fasih mereka lakukan. Berangkat dari paradoks pandangan ini maka tulisan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana ibadah rumah itu memberi sumbangsih pada pertumbuhan iman jemaat. Untuk bisa menyelesaikan tulisan ini, maka metode yang dipilih untuk dipakai kalah metode kualitatif dengan memadukan antara penelitian pustaka dan penelitian lapangan. Penelitian dimaksudkan untuk mendapatkan data langsung dari jemaat dan setelah itu, data tersebut dielaborasi dengan teori yang dipakai untuk bisa menghasilkan karya tulis ini. Ibadah merupakan suatu wujud ketaatan orang percaya kepada Allah dan syukur orang percaya atas apa yang ditetapkan sebagai suatu keharusan untuk pertumbuhan rohani dan untuk berbakti kepada Allah, sebagai umat kepunyaan-Nya. Pelaksanaan ibadah di rumah dapat dipahami oleh adanya kegiatan peribadahan yang dilakukan oleh anggota keluarga yang ruang ibadahnya itu dipusatkan di rumah. Akhirnya, melalui pelaksanaan ibadah di rumah sangat diharapkan agar ibadah tersebut bisa menumbuhkan relasi yang akrab di antara sesama anggota keluarga dan terutama bersama Allah dalam ibadah. Pelaksanaan ibadah rumah juga sebenarnya sudah ada baik pada masa Israel maupun pada masa pelayanannya Yesus dan murid-murid. Teks-teks yang mendukung hal ini bisa dilihat dalam Ulangan 6:6-7 Kejadian 12:8 dan Kisah Para Rasul 2:41-47.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNITAS IMAN Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pelayanan UPP Perempuan Berdasarkan Pemikiran Robert O’Gorman di Jemaat GMIT Rehobot Kauan, Klasis Semau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji praktik arisan dalam ibadah Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Rehobot Kauan, Klasis Semau, dalam terang pemahaman gereja sebagai komunitas iman menurut pemikiran Robert O’Gorman. Pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian adalah adanya ketegangan antara arisan sebagai sarana membangun kebersamaan dan ibadah sebagai perjumpaan dengan Tuhan, khususnya ketika motivasi sebagian anggota hadir dalam ibadah lebih didorong oleh arisan daripada oleh kerinduan bersekutu dengan Allah. Situasi ini menimbulkan pertanyaan teologis tentang apakah praktik arisan sungguh mendukung pembentukan komunitas iman atau justru berisiko menggeser makna ibadah menjadi kegiatan sosial semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan konteks Jemaat GMIT Rehobot Kauan, menganalisis pelaksanaan arisan dalam ibadah Kaum Perempuan, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi pastoral terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis-reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan narasumber yang terdiri dari unsur majelis, tokoh jemaat, dan kaum perempuan, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi, pengorganisasian, dan penafsiran secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arisan memiliki dampak positif dalam meningkatkan kehadiran, mempererat relasi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara Kaum Perempuan. Arisan juga menjadi ruang perjumpaan yang lebih akrab untuk saling berbagi dan saling menopang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya risiko pergeseran motivasi beribadah, ketika arisan menjadi daya tarik utama dan bukan lagi firman Tuhan dan persekutuan itu sendiri. Dalam terang pemikiran Robert O’Gorman, praktik arisan perlu ditempatkan secara seimbang dalam kerangka pelayanan, refleksi, dan persekutuan agar tetap mendukung pembentukan komunitas iman yang utuh. Dengan demikian, arisan dapat dipertahankan sebagai sarana pastoral yang kontekstual tanpa mengaburkan makna ibadah sebagai perjumpaan dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN ME’O (GONG ROTE) DALAM IBADAH "Satu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat dan Implikasinya Bagi GMIT Imanuel Oelolot Klasis Rote Barat"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Imanuel Oelolot yang hidup dalam konteks sosial dan budaya Rote yang masih kuat dan memengaruhi kehidupan bergereja. Salah satu unsur budaya yang digunakan dalam ibadah jemaat adalah Me’o (Gong Rote). Penggunaan gong dalam ibadah menimbulkan beragam pemahaman di kalangan jemaat, mulai dari sarana pembentuk suasana dan pelestarian budaya hingga simbol iman dan pujian kepada Allah. Keragaman pemahaman tersebut menunjukkan perlunya refleksi teologis yang lebih mendalam mengenai makna dan fungsi gong dalam ibadah Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis pemahaman jemaat tentang penggunaan Me’o (Gong Rote) dalam ibadah, serta merefleksikan secara teologis penggunaannya dan implikasinya bagi kehidupan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Me’o (Gong Rote) dapat dimaknai sebagai simbol bunyi dalam ibadah apabila digunakan secara sadar dan terarah dalam kerangka liturgi gereja. Penggunaan gong dalam ibadah berpotensi memperkaya penghayatan iman jemaat serta mempertegas keterkaitan antara iman Kristen dan konteks budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TARIAN DALAM IBADAH-Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat mengenai Tarian dalam Ibadah di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu dan Implikasinya bagi Pelayanan GMIT.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi berjudul “Tarian Dalam Ibadah” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat mengenai Tarian dalam Ibadah di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu dan Implikasinya bagi Pelayanan GMIT” ditulis oleh Yonatan Adipapa Tepa. Penulis bertolak dari penggunaan gerakan tari dalam ibadah sangat heboh dan sebagai sarana hiburan bagi jemaat yang dianggap sebagai gerakan sensual yang akan mengundang hawa nafsu jemaat dan membuat jemaat masuk dalam keberdosaan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis pemahaman jemaat GMIT Imanuel Beumopu tentang penggunaan tarian dalam ibadah. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya bersifat kualitatif. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian yaitu adanya pro dan kontra terkait pemahaman jemaat tentang tarian dalam ibadah. Ada jemaat yang mengatakan bahwa tarian yang ditampilkan dalam ibadah sebagai media hiburan karena gerakan yang kelihatannya heboh dan sensual. Ada juga yang menerima tarian dengan gerakan heboh dengan alasan pelayanan. Selain itu ada juga jemaat yang memahami secara positif tentang tarian dalam ibadah yaitu tarian dipandang sebagai doa dan penyembahan kepada Allah. Berkaitan dengan pro dan kontra yang terjadi penulis menganalisis bahwa tarian dalam ibadah merupakan pelayanan kepada Allah yang memiliki makna penyembahan, kesaksian dan syukur atas karya Allah. Hasil pembahasan penulis terkait penggunaan tarian dalam ibadah sebagai media penyembahan kepada Allah menjadi implikasi bagi pelayanan GMIT. GMIT Imanuel Beumopu perlu memperhatikan penggunaan tarian agar tarian memiliki makna teologis, sehingga tarian bukan saja ditampilkan dalam ibadah tapi memberi dampak yang positif kepada jemaat dan gereja dalam pelayanan. Bukan saja itu, GMIT secara umum juga perlu memberi arahan pagi para penari agar gerakan-gerakan tari yang ditampilkan dalam ibadah perlu berdasarkan Alkitab artinya gerakan yang beretika, bermoral, dan memiliki makna teologis yang tujuannya untuk penyembahan kepada Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Musik Kontemporer “ Suatu Tinjauan Teologis terhadap Penggunaan Musik Kontemporer dalam Liturgi Ibadah Minggu Di Jemaat Karmel Fatululi dan Implikasinya bagi GMIT”

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tulisan ini mengkaji penggunaan musik kontemporer dalam liturgi ibadah minggu di Jemaat GMIT Karmel Fatululi terhadap masalah perpindahan jemaat yang disebabkan oleh persepsi tentang musik atau liturgi yang kaku. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pada bagian awal tulisan ini, penulis akan membahas mengenai sejarah gereja GMIT Karmel Fatululi, dilanjutkan dengan uraian mengenai penggunaan musik kontemporer dalam konteks ibadah di gereja tersebut. Penjelasan mencakup aspek ibadah, liturgi, pandangan tentang musik dalam Alkitab, perkembangan musik gerejawi, serta sejarah musik dalam GMIT. Selain itu, penulisan juga mempertimbangkan perbedaan antara musik himne dan musik kontemporer. Tulisan ini menegaskan bahwa dalam konteks ibadah, memuji dan menyembah Tuhan dapat dilakukan melalui berbagai jenis musik, baik himne maupun musik kontemporer, dengan fokus utama pada kesungguhan hati dalam ekspresi penyembahan kepada Tuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IBADAH INTERGENERASI:Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Urgensi Nilai-Nilai Ibadah Intergenerasi Menurut Pemahaman Jemaat Maranatha Oebufu Klasis Kota Kupang Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ibadah intergenerasi merupakan bentuk ibadah yang melibatkan seluruh generasi dalam jemaat, dengan tujuan menciptakan ketersalingan dan memperkuat hubungan iman antar generasi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan generasi yang sering terjadi di lingkungan bergereja, di mana kelompok usia yang berbeda sering kali terpisah dalam kategori pelayanan masing-masing, yang dapat menyebabkan kurangnya keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pandangan jemaat, khususnya pemuda, serta majelis Jemaat Maranatha Oebufu mengenai ibadah intergenerasi dan bagaimana implementasi serta refleksi teologis dari ibadah tersebut dapat diterapkan di gereja mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Jemaat Maranatha Oebufu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan. Responden penelitian termasuk pemuda dan majelis jemaat yang memberikan pandangan mereka tentang urgensi dan manfaat dari ibadah intergenerasi. Metode penulisan yang digunakan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini adalah metode deskriptif-analitis-reflektif untuk mendiskripsikan dan menganalisis masalah, serta tiba pada suatu refleksi yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah intergenerasi sudah diterapkan di GMIT Maranatha Oebufu tetapi dengan nomenklatur yang berbeda. Banyak jemaat, termasuk pemuda, merasa bahwa ibadah intergenerasi dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan keterlibatan dalam pelayanan gereja. Namun, ada juga tantangan dalam implementasinya, seperti kebutuhan akan persiapan yang matang dalam hal liturgi dan keterlibatan seluruh generasi. Ibadah dapat didefinisikan sebagai respons komunitas Kristen terhadap kasih Allah, yang diwujudkan melalui pujian yang tulus dari hati serta refleksi mendalam dalam pikiran. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengasihi diri sendiri sebagaimana mereka mampu mengasihi orang lain dan seluruh ciptaan Allah. Definisi ini mengimplikasikan bahwa setiap individu dalam komunitas orang beriman bertujuan untuk menunjukkan iman mereka kepada Allah dan mendorong terjadinya perubahan. Kata Kunci: Ibadah, Intergenerasi, Kesenjangan Generasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Polarisasi Ibadah Jemaat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Realita peribadahan jemaat GMIT BTN Kolhua memiliki ketidaksesuaian dengan makna Ibadah. Ibadah (avodah) merupakan bentuk ekspresi tubuh manusia secara teologis dalam melakukan penyembahan kepada Tuhan. Hal ini muncul akibat dari ibadah yang terpolarisasi. Bermula dari pandemik Covid19, peribadahan dalam gedung gereja (on site) dialihkan menjadi live streaming di rumah masing-masing (online) dan tetap dipertahankan ibadah online hingga memasuki masa endemik saat ini. Hal ini berpengaruh pada penurunan kualitas peribadahan terkhususnya pada pemaknaan, pemahaman, partisipasi dan perilaku beribadah jemaat. Oleh karena itu penulis menggunakan teori Jay Kim tentang pemahaman ibadah bersama aspek komunitas dan Kitab Suci. Keterikatan ketiga aspek ini membentuk dan membimbing jemaat untuk sampai pada penyembahan dan pengenalan yang sejati terhadap Allah, serta mengarahkan pada relasi komunal yang erat di dalam Yesus Kristus. Memberikan sumbangsih untuk polarisasi ibadah dan jemaat yang terikat pada dampak polarisasi ibadah tersebut yang mengakibatkan penurunan kualitas periadahan sehingga kualitas peribadahan menjadi lebih baik meskipun ibadah mengalami polarisasi lewat ibadaha online dan on-site. Dengan menggunakan metode deskriptif-analisis-reflektif, penulis mendeskripsikan gambaran umum gereja, dan menemukan realita tanggapan beragam mengenai peribadahan online dan on-site dari jemaat langsung setuju dan tidak setujunya peribadahan online yang masih eksis pasca pandemik disamping ibadah on site. Lalu penulis menganalisa realita yang terjadi di jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua tersebut menggunakan perspektif teori Jay Kim yaitu ibadah, komunitas, dan Kitab Suci dan merefleksikan sumbangsih ketiga persepektif itu terhadap ibadah yang terpolarisasi di gereja dan jemaat sehingga jemaat dan pembaca dapat memahami dengan benar mengenai eksistensi ibadah lebih jelas dan dapat menyikapi diri dengan benar terhadap kedua pola ibadah online dan on-site agar kualiatas ibadah tetap terjaga makna dan eksistensinya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ibadah Rumah Tangga

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IBADAH RUMAH TANGGA Dimi Diana Robi Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia email: [email protected] Ibadah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Melalui orang Kristen dapat berinteraksi dengan Tuhan dan sesama. Ibadah rumah tangga merupakan tindakan dari seluruh anggota secara serempak dimana pun dan secara bersama-sama dalam waktu dan tempat untuk memuji, mendengarkan Firman Tuhan dan berdoa sebagai bukti ketaatan kepada Tuhan. Beribadah adalah ungkapan syukur kepada Allah atas kasih dan anugerah-Nya kepada manusia. Jemaat GMIT Calvari Osiloa-Tarus memiliki pemahaman yang beragam tentang ibadah rumah tangga. Namun dalam pelaksanaannya, kehadiran anggota jemaat dalam ibadah rumah tangga sangatlah minim. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian bagaimana pelaksanaan ibadah rumah tangga di Jemaat GMIT Calvari Osiloa-Tarus. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami masalah tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui faktorfaktor ketidakhadiran jemaat dalam ibadah rumah tangga dan menemukan bentuk upaya yang dilakukan gereja faktor-faktor tersebut yaitu: a) Faktor pekerjaan, b) Faktor hubungan sosial, c) Faktor persiapan ibadah, d) Faktor pendampingan pastoral. Melihat dari faktor-faktor yang ditemukan dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya bagaimana tindakan pastoral yang dilakukan gereja terhadap pemahaman jemaat dalam memahami pelaksanaan ibadah rumah tangga. Oleh sebab itu, maka pelaksanaan ibadah rumah tangga ini perlu diperhatikan sehingga hal ini dapat mengatasi ketidakhadiran jemaat dalam ibadah rumah tangga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MOTIVASI IBADAH DAN TINJAUAN TEOLOGIS BERDASARKAN TEORI BEHAVIORISTIK B. F. SKINNER DI KALANGAN PEMUDA-PEMUDI JEMAAT GMIT LULANGKANG MATA JEMAAT SUSAN TAKALELANG KLASIS ALOR TENGAH UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi setiap motivasi-motivasi dari pemuda-pemudi jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang Klasis Alor Tengah Utara di dalam mengikuti ibadah. Adapun bentuk-bentuk dari motivasi beribadah merupakan suatu kewajiban sebagai warga Gereja mendapatkan pemulihan atau kesembuhan, bukan menjadikan tempat Gereja sebagai tempat mencari kesenangan diri semata. Adanya berbagai motivasi dalam beribadah mengakibatkan tujuan utama dari ibadah menjadi melenceng karena motivasi beribadah cenderung kepada kepentingan pribadi. Motivasi yang demikian dapat mempengaruhi pertumbuhan kerohanian dari seseorang. Pemuda-pemudi merupakan tiang penopang dari suatu Gereja. Oleh karena itu, mereka seharusnya mempunyai motivasi yang benar dalam beribadah supaya mereka dapat mengalami pertumbuhan secara rohani. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data secara angket, wawancara, observasi, dan dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang motivasi, ibadah, dan konsep teori behavioristik B. F. Skinner. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengaruh lingkungan dalam beribadah dapat mempengaruhi motivasi beribadah dari pemuda-pemudi Jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang Klasis Alor Tengah Utara, yang disebabkan oleh lingkungan sosial mereka karena lingkungan sosial mempengaruhi motivasi mereka dalam menentukan apakah motivasi bermanfaat atau merugikan. Dengan demikian, baik atau tidaknya motivasi ibadah pemuda-pemudi Jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang ditentukan oleh pengaruh lingkungan sosial yang ada di sekitar mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI TERHADAP KETIDAKSETIAAN SISWADALAM MENGIKUTI IBADAH PEMBINAAN ROHANI PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 KUPANG TAHUN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTAK PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI TERHADAP KETIDAKSETIAAN SISWA DALAM MENGIKUTI IBADAH PEMBINAAN ROHANI PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 KUPANG TAHUN 2022/2023 Bessie, Y.R.)* Pellu, H. L.)** Metboki,M.)** Penelitian ini membahas tentang Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Terhadap Ketidaksetiaan Siswa Dalam Mengikuti Ibadah Pembinaan Rohani Pada Siswa Kelas IX SMP NEGERI 2 KUPANG Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran/ cara apa saja yang sudah dilakukan guru Pendidikan Agama Kristen terhadap siswa yang tidak setia mengikuti ibadah pembinaan rohani. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh guru PAK SMP Negeri 2 kupang yang berjumlah 6 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah Guru PAK kelas IX. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data display dan verifikasi data atau pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru Pendidikan Agama Kristen terhadap siswa yang tidak setia dalam mengikuti ibadah pembinaan rohani pada siswa kelas IX adalah Guru sudah melakukan pembinaan/ bimbingan khusus, melibatkan siswa dalam ibadah pembinaan dan mengisi liturgi serta memotivasi siswa. Namun dalam kenyataannya bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan yang dilakukan oleh sekolah masih sangat minim. Karena itu Guru perlu terus mengupayakan melalui pendekatan personal maupun kelompok untuk menolong siswa. Jika siswa saat ini dilihat sebagai pemimpin masa depan dan juga tulang punggung gereja maka dari sekarang siswa harus dipersiapkan dari sekarang. Kata kunci: Peran Guru PAK, Siswa, Ibadah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GEREJA DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN PEMUDA DALAM IBADAH PEMUDA DI JEMAAT GMIT MARTURIA OESAPA SELATAN TAHUN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang upaya gereja dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam ibadah pemuda di Jemaat GMIT Marturia Oesapa selatan Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan gereja untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam ibadah pemuda di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh majelis jemaat yaitu 98 orang dan seluruh Pemuda. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang majelis dan 5 orang pemuda. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya gereja dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam ibadah pemuda di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan tahun 2022/20223 adalah gereja melakukan pembinaan kepada pemuda, melakukan perkunjungan bagi pemuda, melibatkan pemuda dalam pelayanan ibadah gereja serta memotivasi pemuda. Namun dalam kenyataannya bahwa partisipasi pemuda dalam kegiatan yang dilakukan oleh gereja masih sangat minim. Mengenai masalah perkunjungan bagi pemuda belum sepenuh dilakukan oleh semua Majelis, maka dari itu Gereja harus meningkatkan perkunjungan bagi pemuda, karena perkunjungan juga menentukan kehadiran pemuda dalam ibadah pemuda. Ibadah pemuda merupakan salah satu program gereja untuk meningkatkan pemahaman pemuda tentang ibadah pemuda dengan tujuan untuk menumbuhkan iman pemuda, karena ketika iman pemuda semakin bertumbuh, maka pemuda akan terus mewartakan Injil dimanapun pemuda berada dan selalu berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan. Gereja perlu terus mengupayakan melalui pendekatan personal maupun kelompok untuk menolong pemuda. Jika pemuda dilihat sebagai tulang punggung gereja dan masa depan gereja maka dari sekarang pemuda harus dipersiapkan dalam segala. Perlu adanya upaya gereja untuk meningkatkan pelayanan yang berfokus pada kegiatan pemuda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMAHAMAN NYANYIAN JEMAAT MENURUT ANGGOTA JEMAAT Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Anggota Jemaat GMIT Pniel Sikumana Tentang Nyanyian Jemaat

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menghayati dan memaknai nyanyian jemaat dengan baik dan benar dalam ibadah masih menjadi persoalan yang terjadi hingga saat ini khususnya dalam ibadah di jemaat GMIT Pniel Sikumana. Pemaknaan dan penghayatan yang kurang tehadap sebuah nyanyian membuat nyanyian tersebut masih dianggap sebagai sebuah rutinitas dalam ibadah serta membiarkan hanya prokantor yang bernyanyi dalam ibadah. Sedangkan melihat pada teori nyanyian jemaat hal ini merupakan tugas seluruh umat dalam ibadah terkhususnya dalam memuji Allah. Selain itu pemaknaan dan penghayatan terhadap sebuah nyanyian jemaat juga berpengaruh pada sikap dan cara jemaat bernyanyi yang tidak semestinya dalam sebuah nyanyian jemaat. Melalui masalah yang dipaparkan penulis bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat terhadap nyayian jemaat. Penulis menggunakan metode peneltian kualitatif untuk mengkaji masalah yang telah dipaparkan tentang pemahaman anggota jemaat terhadap nyayian jemaat. Dalam hasil penelitianpenulis menemukan bahwa pemaknaan dan penghayatan jemaat terhadap sebuah nyanyian masih kurang dalam ibadah khusunya dalam kebaktian hari minggu. Tentu bahwa hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor penyebab di dalamnya yang akan dibahas oleh penulis. Berdasarkan masalah yang dikaji, penulis menyimpulkan bahwa menyanyikan nyanyian dalam sebuah ibadah tidak hanya sekedar dinyanyikan melainkan perlu dimaknai dan dihayati dengan baik, sehingga pemaknaan dan penghayatan tersebut dapat menolong jemaat untuk mengerti makna dan pesan yang ada dalam setiap nyanyian yang dinyanyikan dalam ibadah. Selain itu pemaknaan dan penghayatan yang benar juga menolong jemaat untuk membawa makna dan pesan dari nyanyian tersebut dalam kehidupan setiap hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KETIDAK AKTIFAN PEMUDA PNIEL MANUTAPEN DALAM IBADAH PEMUDA DI RAYON PALSATU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Paulina Ula Ludji, FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KETIDAK AKTIFAN PEMUDA PNIEL MANUTAPEN DALAM IBADAH PEMUDA DI RAYON PALSATU. Skripsi program studi Ilmu Pendidikan Teologi. Unversitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan ketidakaktifan pemuda dalam ibadah pemuda khususnya Pemuda Jemaat GMIT Pniel Manutpaen Rayon Palsatu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu penulis berusaha mengetahui sejauh mungkin faktor-faktor lingkungan sosial yang mempengaruhi ketidakaktifan pemuda. Populasi dalam penelitian ini 418 anggota pemuda, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu 17 orang anggota. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian dan analisa data ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa ibadah pemuda Jemaat GMIT Pniel Manutapen Rayon Palsatu belum dilaksanakan secara teratur. Hal ini dibuktikan oleh kehadiran pemuda yang tidak aktif dari hari kehari. Hal ini disebabkan oleh faktor internal yang meliputi kesadaran, motivasi, disiplin diri, gadget, game online. Sedangkan faktor eksternal yaitu kurangnya dukungan dari orang tua, waktu, badan pengurus pemuda dan kurang perhatian majelis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAKSANAAN KEGIATAN PELAYANAN ANAK DAN REMAJA (PAR) SECARA ONLINE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI JEMAAT GMIT MARANATHA OEBUFU KUPANG TAHUN 2020/2021

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana proses pelaksanaan ibadah PAR secara online di era pandemi covid-19 di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu Kupang, dimana dalam kondisi pandemic covid-19 gereja dituntut untuk tetap memberikan pelayanan terhadap anak dan remaja sehingga gereja harus melaksanakan ibadah PAR secara online. Metode yang digunaka dalam peneliatian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik wawancara dan observasi. Hasil analisis data terbukti bahwa media youtube yang digunakan dalam ibadah PAR diminati banyak anak. Dalam aspek penguasaan teknologi, sebagian besar guru PAR dapat menggunakan teknologi dengan baik karena telah dipelajari sebelumnnya.. Metode pembelajaran yang digunakan ialah metode cerita bervariasi . Metode tersebut sangat efektif dalam pembelajaran. Dampak positif dari pelaksanaan ibadah PAR secara online ialah anak-anak tetap dapat belajar firman Tuhan meskipun secara daring, dampak negatifnya adalah banyak anak yang tidak bisa mengikuti pelaksanaan ibadah PAR secara online karena kurangnya fasilitas dan pendampingan orang tua

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail