ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang dan
berangkat dari realitas pengasuhan anak-anak panti asuhan yang tidak hanya
mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dimensi emosional, sosial, dan
spiritual anak. Dalam praktiknya, pola pengasuhan yang diterapkan belum
sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai pastoral yang mendukung pertumbuhan
holistik anak, seperti kasih, penerimaan, pemeliharaan, dan pembimbingan yang
aman dan membangun. Berdasarkan realitas tersebut, persoalan utama dalam
penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai pastoral diwujudkan dalam praktik
pengasuhan anak-anak panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengasuhan anak-anak di Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang serta
meninjaunya secara teologis berdasarkan pendekatan konseling pastoral.
Kerangka teoretis penelitian ini menggunakan teori konseling pastoral Howard
Clinebell, khususnya lima fungsi pastoral, yaitu menyembuhkan (healing),
menopang (sustaining), membimbing (guiding), memulihkan (reconciling), dan
memelihara pertumbuhan (nurturing), namun penulis lebih fokus pada fumgsi
membimbing (guiding). Teori ini digunakan untuk menilai sejauh mana nilai-nilai
pastoral terealisasi dalam praktik pengasuhan anak. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan pengasuh dan anak-anak panti asuhan, serta studi
kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan
menggunakan kerangka teori konseling pastoral. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nilai-nilai pastoral telah diupayakan dalam praktik pengasuhan, namun
belum dijalankan secara konsisten dan optimal. Refleksi teologis dari Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru menegaskan bahwa anak-anak adalah pribadi berharga
di hadapan Allah yang berhak menerima pengasuhan yang manusiawi,
memerdekakan, dan membimbing. Pengasuh dipanggil sebagai rekan sekerja
Allah untuk menghadirkan relasi yang aman, menerima, dan menyembuhkan,
sementara gereja memiliki tanggung jawab pastoral untuk memperlengkapi dan
mendampingi pengasuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan yang
utuh memerlukan sinergi antara pengasuh dan gereja untuk menumbuhkan
kesejahteraan holistik dan nilai-nilai pastoral pada anak-anak panti asuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRTAK Penelitian ini berjudul “MORUK” dengan sub-judul “ Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual terhadap Ritus Moruk di Jemaat GMIT Pniel Loomaten, Klasis Malaka dan Implikasinya bagi Gereja masa kini”. Ritus Moruk atau yang sering disebut Moruk Malu atau Moruk antar suku atau kampung. Moruk artinya Pemali atau larangan. Awal mula adanya ritus ini karena adanya perkelahian antara suku dan kampung yang mengakibatkan ada yang meninggal sehingga adanya sumpah yaitu: keturunan mereka tidak boleh menikah dengan warga atau warga kampung yang sudah ditentukan. Melalui ritus ini keluarga yang memiliki dendam atau keluarga yang berasal dari suku-suku yang ditetapkan sebagai Moruk Malu bisa membersihkan semua dendam di masa lalu dengan demikian pasangan yang akan menikah akan hidup bahagia. Untuk mencapai tujuan ini maka tulisan ini mengunakan penelitian kualitatif yang berusaha menjelaskan suatu fenomena dengan mengumpulkan sedalam-dalamnya data yang diteliti. Teknik yang digunakan adalah observasi lapangan serta wawancara kepada Majelis Gereja, Jemaat, Pemerintah Daerah dan tokoh-tokoh adat. Tujuan dari hal ini yakni memperlihatkan kesenjangan budaya dan iman bagaimana keduanya ada di dalam pertemuan dan ketegangan di waktu pelaksanaan ritus Moruk di Loomaten. Analisis teologi kontekstual dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa ritus Moruk ini memiliki nilai-nilai yang positif melalui pelaksanaannya Gereja juga beranggapan bahwa sebagai ritus lokal yang memiliki nilai yang sangat relevan dengan teologi kontekstual. Penelitianya ini sangat diharapkan agar dapat memberi sumbangsih bagi jemaat GMIT Pniel Loomaten. Dalam mencari dan melestarikan kerarifan lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami dampak dari tidak tinggal di asrama yang membuat mereka mengalami krisis dalam spiritual. Dampak yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai layak mendapat perhatian serta peran secara Teologis untuk menolong mahasiswa yang mengalami dampak dari tidak terbentuk di dalam pola kehidupan asrama.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan spiritual serta dampak yang dialami Mahasiswa Teologi UKAW Kupang tahun angkatan 2019-2021 yang tidak tinggal di asrama dan merefleksikan persoalan ini secara teologis dan serta bagaimana upaya melalui pola yang dapat menolong dan melengkapi mahasiswa Fakultas Teologi yang tinggal di luar asrama dalam proses pembentukan spiritualitas agar dapat bertumbuh. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai dampak dari mahasiswa Teologi yang tidak tinggal di asrama yang mengalami krisis spiritual. Hasil penelitian lapangan menunjukan bahwa, para narasumber, yakni mahasiswa Fakultas Teologi tahun angkatan 2019-2021 ada di usia transisi antara remaja akhir menuju dewasa awal sehingga masih dalam proses pencarian jati diri. Sehingga, mengalami dampak dari tidak mengalami pembentukan spiritual dalam pola kehidupan di asrama, sehingga ada beberapa dampak buruk bagi pembentukan spiritual yakni masalah pada relasi antara satu dengan yang lain atau solidaritas, masalah pada membangun relasi dengan Allah melalui saat Teduh, membaca Alkitab dan ibadah.
Secara jelas Alkitab memberitahukan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm. 12:12)”. Berdasarkan bagian Alkitab ini, kata yang paling penting adalah “berubahlah” (transformed). Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan melengkapi mahasiswa fakultas Teologi yang tinggal di luar asrama diperlukan penerapan tipe atau model spiritual agar dapat mengurangi dampak yang dialami. Dalam menjawab kebutuhan demikian, penulis menawarkan beberapa pembentukan spiritual bagi mahasiswa di luar asrama, yakni: Hidup dalam keheningan, hidup dengan hati yang ramah (Hospitaslitas), hidup dalam doa, dan memiliki pergaulan yang teratur dengan Alkitab.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumah orang Sabu dibedakan menjadi dua jenis yakni rumah asli Sabu (Ammu Hawu) dan juga rumah asing (Ammu Jawa). Rumah asli Sabu berbentuk panggung dan mempunyai dua jenis yaitu Ammu Ae Nga Rukoko serta Ammu Taga ‘Batu. Rumah jenis pertama ini kedua ujung bubungannya menonjol ke luar yakni ke barat dan ke timur (hal ini dikarenakan rumah asli Sabu memanjang barat-timur) dengan bagian atap yang disebut rukoko (daun leher). Rumah jenis kedua yakni Taga ‘Batu dua batang baloknya melengkung dan salah satu ujungnya dihubungkan sehingga membentuk setengah lingkaran pada kedua sisi melebar rumah. Orang Sabu meyakini bahwa warga dalam sebuah rumah sama seperti halnya penumpang dalam sebuah perahu. Pandangan orang Sabu mengenai rumah ialah rumah bukanlah sebagai tempat tinggal saja tetapi juga rumah memiliki sebuah makna yang lebih dari itu. Rumah orang Sabu pada saat pembuatan sudah diberi posisi dengan makna tersendiri yang melambangkan sebuah kehidupan. Hingga kini, ammu ae nga rukoko merupakan salah satu budaya orang Sabu yang masih terpelihara hingga saat ini, meskipun sudah terjadi modernisasi. Modernisasi yang terjadi saat ini membuat sebagian masyarakat Sabu memilih untuk membangun rumah sesuai dengan gaya yang modern yang tidak sesuai lagi dengan rumah asli orang Sabu (ammu ae nga rukoko). Jemaat GMIT Yeruel Seba Kota merupakan jemaat yang berada di tengah perkotaan Seba. Sebagai jemaat yang berada di tengah perkotaan, tentunya pengaruh modernisasi sangat bisa dirasakan oleh jemaat ini. Namun, masih ada juga sebagian jemaat yang lebih memilih untuk tetap menjaga dan melestarikan rumah ini dengan cara masih tetap tinggal di rumah ini. Hal inilah yang ingin dikaji oleh penulis yaitu apakah modernisasi memberikan pengaruh terhadap pemaknaan rumah bagi orang Kristen Sabu, dan juga mengapa ada sebagian masyarakat yang sangat menjaga sekali agar bangunan rumah ini tetap terjaga dengan dilestarikan. Apakah karena ada nilai-nilai dari rumah ini yang nyaris tidak terjaga karena adanya modernisasi sehingga sebagian orang tetap memilih untuk melestarikan rumah ini? Penulis berharap tulisan ini dapat membantu jemaat Kristen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir menjadi Akuntan Publik. Faktor –faktor yang mempengaruhi terhadap pemilihan karir menjadi Akuntan Publik diukur dengan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, dan pertimbangan pasar kerja Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 17. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, dan pertimbangan pasar kerja, berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan oleh mahasiswa akuntansi, namun secara parsial variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi, sedangkan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, dan personalitas masing-masing berpengaruh signifikan. Kata kunci: pemilihan karir menjadi akuntan ,profesi akuntan publik,nilai intrinsik pekerjaan gaji, pelatihan profesional, pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja dan pertimbangan pasar kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam suatu permainan dan olahraga seperti kerjasama, toleransi, saling menghargai, tolong menolong, kerja keras, menghargai kemenangan dan kekalahan, norma-norma agama, dan norma-norma sosial. Dan interaksi sosial seperti: akomodasi, kerjasama, akulturasi, asimilasi, kompetensi, kontravensi dan konflik sosial.
Tujuan penelitian: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi penerapan nilai- nilai pendidikan jasmani dalam interaksi sikap sosial pada siswa di SMP Negeri 1 Wewewa Barat.
Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tenik pengumpukan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data Reduksi data Penyajian data Penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa peneliti menyimpulkan berdasarkan apa yang saya amati di Sekolah ini penerapan nilai-nilai pendidikan jasmani di SMP Negeri 1 Wewewa Barat sudah baik, terlihat dari perilaku siswa dalam hubungan sosial dengan sesama siswa maupun dengan guru-guru. Siswa-siswi menerapkan nilai-nilai pendidikan jasmani seperti saling membantu satu sama lain. Olahraga bisa digunakan sebagai tempat setiap individu untuk melakukan interaksi sosial bahkan menjadi miniatur kehidupan nyata. Manusia hidup membutuhkan manusia lain dan tidak bisa hidup sendiri di dunia ini.
Simpulan: Penerapan nilai-nilai pendidikan penjasorkes dapat membantu siswa dalam interksi sosial siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru menjadi baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 8 KOTA KUPANG Naldi S. Dima1*, M. Rambu P. Wasak2, Agustinus J. Nafie3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan merupakansuatuusaha yang dilakukan oleh manusiadengantujuanuntukmenumbuhkan dan mengembangkanpotensi–potensi yang dimilikinyadengansuatupembawaanjasmani dan rohani yang baik dan sesuaidengannilai–nilai yang adadalamlingkungannya. Tujuan penelitian: Tujuandaripenelitianiniuntukmengetahui bagaimanaImplementasi nilai-niai karakter dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIII di SMPN 8 Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahuiImplemantasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIII di SMPN 8 Kota Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Penilaian dan contoh guru terhadap karakter siswa saat mengikuti proses pembelajaran penjasorkes,2)Mengetahuinilaikaraktersiswasaat proses pembelajaranpenjasorkes ,3) Menganalisis karakter siswa melalui aspek yang di amati. Simpulan:Siswatetapsenang dan bersemangatdalammengikutipembelajaranpenjasorkes di sekolah, halinidikarenakanadanyakesadaransiswauntukbelajar, sertadukungan yang berasaldariorangtua dan siswamampumempraktekanbeberapanilaikarakterdalamkehidupansehari-hari. Katakunci: PembelajaranPenjasorkes, implementasinilai-nilaikarakter
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Adonia M. Liunima 2021. Pola Asuh OrangTua Dalam PengembanganNilai-Nilai Kristiani Terhadap Anak Dalam Keluarga, Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi. Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. *(Pabala P)* I *(Metboki M)* Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana polaOII asuh orangtua dalam pengembangan nilai-nilai kristiani terhadap anak dalam keluarag? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orangtua dalam pengembangan nilai-nilai kristiani terhadap anak dalam keluarag. Jenis penelitian kualitatif subjek dalam penelitian ini adalah 30 orangtua, 30 anak. Teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orangtua dalam jemaat Horeb Kuanheum adalah: 1. Pola asuh otoriter orangtua mengasuh anak dengan aturan-aturan yang tegas, memaksa anak untuk berperilaku seperti dirinya (orangtua), anak dibatasi bertindak sesuai keinginannya sendiri.(47,77%) 2. Pola asuh demokratis orangtua mengasuh anak dengan memberikan pengakuan terhadap kemampuan anak, anak diberikesempatan agar tidak bergantung bagi orangtua. (43,33%) 3. Pola asuh permisif orangtua mengasuh anak secara bebas, memberikan kelonggaran kepada anak untuk memilih apa yang mereka kehendaki karena anak dianggap sebagai orang dewasa atau muda. (4,95%) 4. Pola asuh lassez faire orangtua mengasuh anak dengan diberikan kebebasan untuk berperilaku sesuai keinginannya, tidak ada aturan atau pelanggaran terhadap anak. (51,69%) Penulis menarik kesimpulan yang dapat diketahui bahwa hasil dari wawancara dan analisis data dalam pembahasan maka dapat diketahui bahwa orangtua tidak hanya dominan pada satu pola asuh, tetapi bisa lebih dari satu pola asuh.Karena adas aat-saat tertentu dimana orang tua harus menerapkan pola asuh demokratis, tapi ada saat-saat tertentu orangtua harus menetapkan pola asuh otoriter sebagai bukti Kasih Sayang orangtua terhadap anak. Oleh karena itu, penulis memberikan saran agar orangtua dapat mengasuh dan mendidik anak mereka dengan lebih baik lagi, tanpa mengesampingkana spek Iman dalam keseharian terutama untuk mendidik atau mengasuh anak. Kata Kunci: Pola Asuh Nilai-Nilai Kristeni keluarga kristen di kuanheum
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MELDRIK JERSEY DARISERA,NIM: 15327230 dengan judul” Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Gerakan Tarian Welkey Di Desa Nuwewang Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya”. Pada Program Studi Pendidikan Jasmani Dan Rekreasi-Olahraga Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Pembimbing I David Loba, S.Pd, M.Pd, Pembimbing II Andry Sinlaeloe, S.Pd, M.Or. Kata Kunci: Nilai-Nilai Tarian Welkey. Dalam penelitian ini masalah yang di angkat peneliti adalah nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan tarian Welkey di Desa Nuwewang Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya. Nilai adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang di anggap baik dan apa yang di anggap buruk oleh masyarakat, demi mengetahui suatu itu di katakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses penimbangan. Gerak tarian adalah gerak tubuh secara berirama yang di lakukan di tempat dan waktu tertentu dan gerak tari adalah unsur utama dari tari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam gerak tarian welkei. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan motede kualitatif sebagai pedoman untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini di lakukan di DesaNuwewang. Peran peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah mengamati secara langsung tarian yang langsung di peragakan oleh warga Desa Nuwewang. Teknik yang di gunakan peneliti dalam melakukan pengumpulan data yaitu dengan cara mewawancarai penari serta observasi dan dokumentasi. Dari hasil observasi yang di amati peneliti maka peneliti menyimpulkan adapun teknik-teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi bahwa gerakan tarian Welkey mengandung nilai kebersamaan, nilai kesatuan, nilai kerja sama dan tanggung jawab, nilai esestika, nilai etika, nilai olahraga, nilai budaya, nilai seni dan nilai pendidikan yang mempnyai unsur unsur khas dari tarian Nuwewang.