Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: tanggung jawab
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEHENDAK BEBAS SEBAGAI TANGGUNG JAWAB ETIS “Suatu Tinjauan Etis Atas Kejadian 1: 26-28 dan Implikasinya bagi Pemuda-Pemudi di GMIT Emaus Liliba”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas kehendak bebas sebagai tanggung jawab etis berdasarkan tinjauan etis biblis Kejadian 1:26-28 serta relevansinya bagi pemuda/i di Jemaat GMIT Emaus Liliba. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan pemuda yang berada di tengah perubahan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang berlangsung secara cepat dan kompleks. Kondisi tersebut kerap membentuk cara pandang terhadap kebebasan secara individualistik, pragmatis, dan terlepas dari dimensi tanggung jawab etis serta relasi iman. Situasi ini menuntut suatu kajian teologis yang mampu menempatkan pemahaman tentang kehendak bebas dalam kerangka iman Kristen yang berakar pada identitas manusia sebagai gambar dan rupa Allah (imago Dei). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konteks historis dan motivasi teologis Kejadian 1:26-28, mengidentifikasi nilai-nilai etis yang terkandung di dalam teks tersebut, serta merumuskan relevansinya bagi kehidupan pemuda/i di Jemaat GMIT Emaus Liliba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi kepustakaan terhadap teks Alkitab dan literatur teologis yang relevan, serta refleksi kontekstual terhadap dinamika kehidupan pemuda dalam lingkungan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejadian 1:26-28 lahir dalam konteks krisis identitas umat Israel dan berfungsi sebagai pernyataan teologis yang menegaskan kembali martabat manusia sebagai imago Dei. Kehendak bebas dipahami sebagai anugerah Allah yang melekat pada identitas manusia, namun tidak bersifat otonom mutlak, melainkan selalu terikat pada tanggung jawab etis dalam relasi dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan. Nilai-nilai etis yang terkandung dalam teks ini meliputi kekudusan hidup, tanggung jawab moral, pengelolaan kuasa secara etis, serta partisipasi manusia dalam mandat budaya Allah. Relevansi etis Kejadian 1:26-28 bagi pemuda/i GMIT Emaus Liliba terletak pada panggilan untuk menghidupi kebebasan secara bertanggung jawab di tengah tantangan kehidupan modern. Pemuda dipanggil untuk memahami kebebasan bukan sekadar sebagai hak pribadi, melainkan sebagai sarana menghadirkan kemuliaan Allah melalui kehidupan yang berintegritas, relasi yang membangun, serta keterlibatan aktif dalam pelayanan gereja dan tanggung jawab sosial sebagai wujud iman Kristen yang hidup dan nyata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MANUSIA DAN ANIMALITAS: Suatu Tinjauan terhadap Pemikiran Andrew Linzey tentang Tanggung Jawab Moral Manusia kepada Animalitas berdasarkan Konsep Hak Theos dan Relevansinya bagi Jemaat Kristen Masa Kini

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lain adalah sebuah hal yang penting, khususnya bagi orang yang percaya kepada Allah. Hal itu menjadi alasan mengapa topik tersebut tidak dapat dihindari. Dalam konteks ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tanggung jawab moral manusia terhadap hewan berdasarkan pemikiran Andrew Linzey mengenai hak theos. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode berupa studi kepustakaan dan lapangan. Adapun, untuk mendapatkan sampel dan data lapangan, penelitian ini menggunakan metode snowball purposive. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab moral manusia adalah sebuah tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengelola ciptaan. Tugas itu menjadi sebuah kewajiban manusia, khususnya kepada Allah, yang perlu dijalankan atas dasar penghormatan, baik kepada ciptaan maupun kepada Allah. Kewajiban itu perlu dilakukan karena Allah telah menciptakan segala sesuatu, memberikan kehidupan kepada ciptaan dan memeliharanya, serta manusia menjadi bagian dalam komunitas ciptaan. Oleh karena itu, segala hal yang merusak ciptaan, seperti perburuan liar, perlu dihentikan sebab merusak tatanan yang telah Allah jadikan. Dengan demikian, kiranya penelitian ini dapat menjadi sumbangan dalam upaya menghadapi persoalan etis-teologis mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, khususmya hewan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB UTUSAN TUHAN Suatu Tafsir Naratif terhadap Keluaran 4:1-17 dan Implikasinya bagi Tanggung Jawab Penatua, Diaken dan Pengajar sebagai Utusan Tuhan di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketika seseorang diutus untuk menjalankan suatu tugas atau kewajiban, kerap kali seseorang cenderung merasa ragu dan rendah diri yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri melainkan juga datang dari luar, sehingga bertolak dari faktor yang mempengaruhi orang tersebut dapat membuat dirinya tidak dapat menjalankan tugas tanggung jawab sebagai perutusan yang diberikan dengan maksimal. Dalam upaya mengatasi masalah terhadap upaya melaksanakan tanggung jawab yang diemban oleh seorang utusan, khususnya sebagai utusan Tuhan dibutuhkan iman yang teguh, kesetiaan dan kedisiplinan yang baik. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir naratif untuk menganalisis teks Keluaran 4:1-17. Tulisan ini berupaya untuk memahami konteks pengutusan Tuhan kepada Musa, bagaimana sikap dan respon Musa terhadap pengutusan Tuhan kepadanya, sehingga dapat dipelajari dari sikap dan respon Musa serta tindakan Tuhan dalam menolong Musa untuk menjalankan tugas tanggung jawabnya sebagai utusan Tuhan. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan karakteristik dari Musa, yang walaupun awalnya memiliki keraguan, namun pada akhirnya ia tetap dengan setia menjalankan tugas tanggung jawab perutusan yang diberikan Allah kepadanya. Sikap tanggung jawab inilah yang kemudian penulis kaitkan dengan bagaimana Penatua, Diaken dan Pengajar dalam menjalankan tugas perutusannya dengan bertanggung jawab dan bagaimana GMIT Kemah Ibadat Airnona dapat menjadi wadah yang baik dalam mempersiapkan para utusan Tuhan, yakni Penatua, Diaken dan Pengajar. Agar sebagai utusan Tuhan tidak usah ragu dalam menjalankan tugas tanggung jawab pelayanan melainkan harus memiliki iman, kesetiaan serta kedisiplinan yang baik agar pesan Tuhan dapat tersampaikan kepada umat ciptaan-Nya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB TERHADAP ORANG LAPAR: Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 9:10-17 dan Implikasinya Bagi Pelayanan Jemaat GMIT Efata Deme, Klasis Sabu Barat Rajiua Dalam Menyikapi Persoalan Stunting

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada menafsir teks untuk memberi sumbangan bagi gereja dalam mengatasi masalah stunting. Stunting adalah persoalan sosial yang mencolok di NTT dan didapati pada anak di usia prasekolah. Stunting disebabkan oleh berbagai hal yang bermuara pada kurangnya asupan makanan yang bergizi sesuai kebutuhan gizi anak. Stunting memiliki dampak buruk yang dapat memengaruhi kehidupan pengidapnya di masa depan. Stunting perlu disikapi oleh berbagai pihak termasuk GMIT secara khusus Jemaat Efata Deme sebagai persekutuan yang meniru Kristus. Dalam menyikapi stunting dibutuhkan sikap tanggung jawab. Tulisan ini berupaya memaknai sikap tanggung jawab terhadap mereka yang lapar sesuai hasil penafsiran teks Injil Lukas 9:10-17 dengan menggunakan metode tafsir naratif. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap mereka yang lapar sebagaimana yang diperlihatkan dan diajarkan oleh Yesus, dapat dibawa dalam konteks GMIT secara khusus Jemaat Efata Deme dalam menyikapi stunting. Dalam upaya mengatasi stunting sikap awal yang mesti dilakukan oleh gereja ialah melayankan hospitalitas. Hospitalitas ini akan melahirkan tanggung jawab terhadap penderita stunting baik di dalam maupun luar gereja. Lebih lanjut, tanggung jawab yang lahir dari hospitalitas ini harus diwujudkan dengan memberi makanan yang bergizi sampai kenyang kepada penderita stunting. Perwujudan tanggung jawab terhadap penderita stunting ini dilaksanakan oleh gereja dengan membangun kemitraan atau bekerja sama dengan pemerintah, tenaga kesehatan, agama dan denominasi lain serta lembaga-lembaga masyarakat lainnya. Pada akhirnya, tulisan ini mengajak GMIT secara khusus Jemaat Efata Deme untuk menyatakan tanggung jawabnya terhadap mereka yang menderita stunting.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRADISI KEDDE Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Praktik Tradisi Kedde di Sumba Barat dan Implikasinya bagi GKS Jemaat Sobawawi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tradisi kedde merupakan salah satu unsur budaya yang masih dipelihara dan dipraktekkan hingga saat ini oleh masyarakat Sumba Barat sebagai sebuah identitas. Praktik tradisi kedde awalnya dilakukan dengan tujuan untuk saling membantu atau menolong keluarga yang mengalami kesusahan, akan tetapi sekarang praktik tradisi kedde sudah mengalami pergeseran makna dan nilai dalam pelaksanaannya. Tradisi ini tidak saja dilakukan oleh masyarakat Sumba Barat yang masih menganut kepercayaan Marapu, tetapi juga oleh Jemaat Sobawawi sebagai orang-orang Kristen yang sudah memahami ajaran Alkitab. Perspektif teologis terhadap tradisi kedde ialah, secara terus-menerus memberikan pemahaman yang lebih kepada anggota jemaat, agar dalam melaksanakan tradisi ini mereka perlu untuk melihat dan melakukan hal-hal positif. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif, analitis, reflektif. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode penelitian lapangan atau wawancara serta penelitian kepustakaan. Melalui pengumpulan data dari buku-buku, artikel, dan tulisan-tulisan untuk mendapatkan konsep-konsep, teori-teori yang berkaitan dengan penelitian ini untuk mendukung dan memperkuat tulisan ini. Pada awalnya praktik tradisi kedde adalah sebuah tradisi yang melibatkan orang-orang dalam ikatan persaudaraan yang memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Akan tetapi, dalam praktiknya masyarakat Sumba Barat menjadikan tradisi kedde sebagai ajang untuk beradu gengsi dalam mencari nama dan menaikkan status sosial dalam masyarakat. Dalam pelaksanaannya tradisi kedde tidak lagi hanya melibatkan keluarga, namun telah meluas ke dalam lingkup sosial tergantung seberapa luas jaringan sosial yang dibangun. Dalam hasil analisis, tradisi kedde memiliki nilai poitif dan nilai yang perlu dikritisi bagi kehidupan masyarakat dan jemaat masa kini. Oleh sebab itu gereja memiliki peranan penting untuk memberikan pemahaman kepada jemaat dalam memahami konteks masa kini serta dampak pelaksanaan tradisi kedde. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menjawab pergumulan gereja pada masa kini, mengenai tanggung jawab adat dan relasi sosial dalam kehidupan jemaat maupun masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DALAM MENINGKATKAN MORAL REMAJA (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TANGGUNG JAWAB GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DALAM MENINGKATKAN MORAL REMAJA (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021 Utan S. E(*) Manu L(**) Pellu H.L(**) Masalah dalam penelitian ini adalah Tanggung Jawab Guru Pelayanan anak Remaja Dalam Meningkatkan Moral Remaja Usia 12 15 Tahun. Di Jemaat GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru pelayanan anak remaja PAR dalam meningkatkan moral remaja (usia 12 15 tahun) Di Jemaat GMIT Ebenhaizer Mosu Nefoneut Klasis Amfoang Selatan Tahun 2020/2021. Metode yang di gunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan 1 bulan terhitung dari tanggal 22 April 29 Mei 2022, bertempat di Jemaat Ebenhaizer Mosu Nefoneut.Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merujuk pada. Tanggung Jawab Guru Pelayanan Anak Remaja terhadap beberapa masalah yang sudah teliti antara lain. Persiapan Mengajar, Kedisiplin guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya, Pelaksanaan Mengajar, Pandangan guru PAR terhadap tugas dan tanggung jawab, Moral Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan 5 poin. Tanggung Jawab Guru PAR. Masalah yang dominan adalah kesulitan anak remaja dalam mengikuti Ibadah dan moral remaja . Saran : Upaya bapak-ibu guru pelayanan anak remaja PAR, pendeta dan orang tua agar saling memotivasi, mendorong, memperhatikan anak-anak, mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Guru Pelayanan Anak dan Remaja,Moral Anak Remaja. Penulis (*) Pembimbing (**)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU PENJASORKES DALAM MEMBINA TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PEMBELAJARAN ONLINE

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, strategi guru Penjasorkes mempunyai peran penting dalam suatu pembelajaran serta dapat membina perilaku tanggung jawab siswa dengan baik. Penelitian ini mengacu pada rumusan masalah mengenai bagaimana strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa pada pembelajaran online. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa pada pembelajaran online Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan Hasil dan pembahasan: Penerapan strategi pembelajaran sangat penting dalam pembinaan tanggung jawab siswa, gunanya agar setiap perilaku atau karakter siswa dapat terbentuk dengan baik. Hal ini akan dijadikan dasar utama dan dapat berpengaruh pada perilaku siswa serta dapat meningkatkan minat belajar siswa. Strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa menunjukan hasil pencapaian yang baik. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran sangat penting dalam membina perilaku tanggung jawab siswa yaitu melalui pembelajaran jarak jauh dimasa covid-19 dengan menggunakan aplikasi yang ada. Dengan aplikasi yang ada dapat membantu siswa dalam mengerjakan tugas dan juga dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail