KARUNIA ROH UNTUK KEBAIKAN BERSAMA Suatu Kajian Eksegetis terhadap 1 Korintus 12:1-11 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenhaezer Boas, Klasis Malaka
Abstrak Skripsi ini berjudul “Setiap Karunia untuk Kemuliaan Tuhan: Suatu Kajian Eksegetis terhadap 1 Korintus 12:1–11 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenheazer Boas, Klasis Malaka”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah karunia dalam jemaat lokal yang menyerupai persoalan dalam jemaat Korintus abad pertama, yaitu kecenderungan meninggikan karuniakarunia spektakuler dan mengabaikan karunia-karunia lain. Masalah ini menimbulkan perpecahan, pengagungan individu, hingga praktik-praktik rohani yang menyimpang dari ajaran Kristiani. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pemahaman teologis atas teks 1 Korintus 12:1–11 untuk menemukan kerygma utama dalam teks tersebut serta bagaimana penerapannya secara kontekstual dalam kehidupan bergereja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui konteks historis di balik penulisan Surat 1 Korintus, (2) memahami kerygma teologis yang terkandung dalam 1 Korintus 12:1–11, dan (3) menguraikan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan jemaat GMIT Ebenheazer Boas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang dikombinasikan dengan wawancara lapangan, serta menggunakan pendekatan historis-kritis dalam penafsiran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pentingnya kesatuan dalam keberagaman karunia, dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai pusat dari setiap karunia dan pelayanan. Karunia-karunia Roh Kudus berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus, dan diberikan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi membangun tubuh Kristus.