ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
“ Keanekaragaman filum Mollusca Di Pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang ”.
Suku, S. D)* Ngginak, J)** Bullu, L. N)**
Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu Molluscus yang berarti lunak. Mollusca adalah hewan invertebrate tidak memiliki kerangka, tidak memiliki tulang belakang, memiliki tubuh yang lunak dan termasuk hewan yang berdarah dingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman Mollusca di pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022, menggunakan metode deskriptif, teknik pengambilan sampel dengan metode line transek pengamatan pada petak, analisis data penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menentukan indeks keanekaragaman,indeks kelimpahan dan indeks dominasi dan pengukuran parameter lingkungan.dari hasil penelitian pada stasiun dapat disimpulkan bahwa di pantai Akle Desa Naikean Mollusca yang teridentifikasi dihitung menggunakan rumus Shannon & Wiener adalah 1,53. Jika angka inidibandingkan dengan tetapan kategori maka angka ini berada pada nilai Hʼ<1 tergolong rendah, indeks kelimpahan Mollusca tertinggi adalah pada spesies Acanthopleura gemmate dengan nilai indeks kelimpahan 0,25 dan hasil perhitungan indeks dominansi pada stasiun berkisar antara 0,16-0,58. Nilai indeks dominansi tertinggi terdapat pada spesies Acanthopleura gemmate dengan nilai 0,58 dan kondisi parameter lingkungan di panttai Akle Desa Naikean sebagai berikut suhu 25(˚C), pH 7,10 dan salinitas 33%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di pantai Akle dapat disimpulkan bahwa Mollusca yang ditemukan terdiri dari 5 spesies antara lain T. linecata, Acanthopleura gemmate, Cryptochiton sp, Octopus sp dan Loligo sp.
Kata kunci: Mollusca, Identifikasi, Pantai Akle, Keanekaragaman. Keterangan:
* Penulis
** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenun ikat merupakan salah satu seni budaya kain tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun dalam masyarakat.Kebiasaan menenun bagi masyarakat Desa Bellekabupaten TTS, sudah berlangsung secara turun-temurun, sehingga mereka pun tidak mengetahui kapan dimulainya budaya menenun. Pemakaian zat warna yang berasal dari tanaman telah banyak dilakukan oleh para pengrajin tenun ikat Desa Belle, namun yang paling banyak digunakan adalah yang berasal dari daun tanaman yang diperoleh dari hutan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan tenun ikat di Desa Belle Kecamatan Ki`E Kabupaten Timor Tengah Selatan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif,Teknik observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan 5 orang pengrajin tenun ikat, yang mengacu pada daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti kepada pengrajin tenun ikat (Walujo,2004). Hasil penelitian menunjukan bahwa 10 jenis tumbuhan yang ada dimanfaatkan sebagai pewarna alami baik sebagai penghasil warna maupun sebagai tumbuhan pendamping dalam proses pewarnaan kain tenun ikat. Jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai penghasil warna pada kain tenun ikat oleh masyarakat di desa Belle adalah Tarum (Indigofera tinctoria L) menghasilkan warna hitam , Mengkudu (Morinda citrifolia L) menghasilkan warna merah, Kacang Arbila (Phaseolus lunatus L) menghasilkan warna hijau, buah tinta (hylantus reticulatus Poir) menghasilkan warna biru, kunyit (Curcuma domestica L) menghasilkan warna kuning, mahoni (Swietenia macrophylla King) menghasilkan cokelat, jati (T. grandis Linn. F) menghasilkan warna ungu, mangga (M. Indica L) menghasilkan warna hitam, nangka(Artocarpusintegra L) menghasilkan warna kuning dan kemiri (Aleuritas moluccana)menghasilkan warna kuning.Oleh karena itu para pengrajin di Desa Belle menggunakan akar, batang,daun,kulit kayu, dan buah dari tanaman diatas untuk menghasilkan warna pada tenun ikat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan lumut (Byophyta) merupakan salah satu golongan tumbuhan rendah yang belum banyak tergali dan dilaporkan di Indonesia. Lumut memiliki peranan penting dalam siklus hara hutan, keseimbangan air dan tempat bersarang bagi organisme lain. Tumbuhan ini dapat hidup di berbagai substrat seperti kayu lapuk, serasah, batang pohon, batu dan daun yang memiliki kondisi lembab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut (Bryophyta) yang ada di Kawasan Hutan Ampupu Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel dan identifikasi jenis lumut menggunakan Ensiklopedia Dunia Tumbuhan Lumut (Suhono Budi, 2015) dan jurnal yang terkait dengan lumut. Berdasarkan hasil penelitian di Kawasan Hutan Ampupu Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang ditemukan 5 jenis lumut yaitu Etropothecium falcimore, Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Orthotrichum lyelli dan Bryum argenteum yang hidup di habitat yang berbeda yaitu di batang pohon, kayu lapuk dan tanah. Pengukuran kondisi lingkungan atau faktor abiotik pada lokasi penelitian meliputi suhu lingkungan, kelembaban udara, pH tanah, kelembaban tanah dan intensitas cahaya. Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa kawasan hutan ampupu memiliki rata-rata suhu lingkungan 18,1 C, kelembaban udara 64 %, pH tanah 7, kelembaban tanah 7,3 % dan intensitas cahaya 1846,3 Cd. Kesimpulan dari penelitian ini ada 5 jenis lumut yang ditemukan pada kawasan hutan ampupu yaitu Etropothecium falcimore, Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Orthotrichum lyelli,dan Bryum argenteum yang hidup di habitat yang berbeda yaitu di batang pohon, kayu lapuk dan tanah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia termasuk salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati sangat melimpah. Sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pusat keanekaragaman di dunia (Mega biodervisiti). Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia adalah tumbuhan lumut. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa Kabupaten Malaka. Dan mengetahui bagaimana indeks keanekaragaman jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa, Kabupaten Malaka. dan untuk mengetahui parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan lumut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek garis (line transect method). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di sekitar Kawasan Cekdam Desa Kamanasa. Kabupaten Malaka ditemukan 12 Jenis tumbuhan lumut terdiri dari masing- masing 8 jenis lumut daun, yang termasuk ke dalam 7 famili, yaitu Calymperaceae, Pottiaceae, Hypnaceae, Sphagnaceae, Thuidiaceae, Fissidentaceae, Polytrichaceae. Dan 4 jenis Marchantiopsida yang termasuk ke dalam 2 famili yaitu Marchantiacea dan Aytoniaceae. Berdasarkan hasil perhitungan jenis lumut yang ditemukan pada lokasi penelitian pada stasiun 1 dan 2 memiliki indeks keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang, yaitu Stasiun 1 (1,85), dan Stasiun 2 (2,28 ). Parameter lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut, yaitu pH tanah, suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, dan dapat dipakai sebagai rujukan untuk peneliti berikutnya yang mengkaji Indentifikasi jenis lumut (Bryophyta).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RhizophorastylosaGriff adalah jenis mangrove termasuk ke dalam golongan mangrove jangkung (stilt mangroves) AkarRhizophora stylosamemiliki peranan farmakologis karena hasil metabolit sekundernya mengandung senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan mengobati beberapa penyakit.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisisolasi dan mengindentifikasi jamur endofit pada akar mangrove Rhizopora stylosa Griff. Sampel akar mangrove diambil dari area hutan mangrove Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan masing-masing perlakuan dua kali dan pengulangan tiga kali.Prosedur Penelitian terdiri dari Pengambilan sampel, sterilisasi dan pembuatan media, isolasi, purifikasi dan identifikasi jamur endofit. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu deskriptif meliputi karakteristik makroskopis dan identifikasi secara mikroskopis jamur endofit yang berhasil diisolasi dari akar mangrove Rhizophora stylosa Griff. Hasil penelitian menunjukan terdapat 9 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari akar muda dan tua jenis mangrove Rhizophora stylosa Griff, yang berasal dari 4 genus yakni genus Penicilium (4 isolat) Aspergillus (3 isolat), Mucor (1 isolat) dan Trichoderma (1 isolat) dimana masing-masing memiliki krakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia memiliki wilayah pesisir yang cukup luas, pada daerah pesisir terdapatlamun yaitu di perairan pantai yang datar, di darataan terumbu, dan tubir pulau-pulau karang. dibeberapa lokasi dijumpai lamun bersama-sama mangrove dan terumbu karang. Tempat hidup lamun adalah dasar perairan yang disusun dari lumpur, pasir, puing karang mati (coral rubble), bahkan ada yang tumbuh diatas batu massive.Padang Lamun yang terdapat di Indonesia memiliki luas sekitar 30.000 Km2 dan sangat berperan penting bagi ekosistem yang ada di laut dangkal, karena merupakan habitat dan sumber makanan bagi ikan dan biota perairan lainnya.Penelitian tentang jenis-jenis lamun di Pantai Wolwal Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alorbelum pernah dilaporkan. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi beberapa jenis lamun berdasarkan observasi awal yang dilakukan dan juga mengingat pentingnya peranan lamun bagi ekosistem di laut dan semakin besarnya tekanan gangguan baik oleh aktifitas manusia maupun akibat alami, maka perlu diupayakan usaha pelestarian lamun melalui pengelolaan yang baik pada ekosistem padang lamun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan parameter perairan Lamun yang ada di perairan Pantai Wolwal Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodemetode jelajahdengan menjelajah di lokasi Perairan Pantai Desa Wolwal. Hasil penelitian menunjukkan Lamun yang ditemukan di perairan Pantai Desa Wolwal dikategorikan dalam 2 famili yaituPotamogetonaceae dan Hydrocharitaceae, dan 4 jenis yaituHaloduleuninervis,Halophila ovalis, Enhalus acoroides dan Cymodocearotundata. Berdasarkan hasil pengukuran parameter lingkungan yaitu suhu240C , salinitas 26‰, derajat keasaman (pH) 8 dan intensitas cahaya 705 cd.perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, mengenai keanekaragaman Lamun pada daerah dengan habitat lamun dan karang yang dilakukan pada musim hujan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sonneratia alba J. Smith termasuk salah satu jenis mangrove yang dapat dijumpai di hampir semua hutan mangrove, tumbuhan ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi dengan ditemukannya pada kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Sonneratia alba J. Smith dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bangunan serta kayu bakar, dan memiliki kemampuan mengobati beberapa penyakit seperti diare, rematik, nyeri otot, luka dalam, sakit pinggang, sakit tulang, dan menghentikan pendarahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur endofit pada daun mangrove Sonneratia alba J. Smith. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan masing-masing perlakuan dua kali dan pengulangan tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis dari masing-masing jamur yang berhasil diisolasi dari daun muda dan daun tua mangrove Sonneratia alba J. Smith. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan yakni terdapat 12 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari daun muda dan daun tua mangrove Sonneratia alba J.Smith, yang berasal dari 3 genus yakni genus Aspergillus (7 isolat), Penicillium (4 isolat), dan Trichoderma (1 isolat) dimana masing-masing memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kosmetik merupakan bahan-bahan yang digunakan untuk merawat kulit dan merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam dunia kecantikan. Pada abad ke-19, pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga untuk kesehatan (Tranggono dkk, 2007). Pola hidup sehat masyarakat saat ini cenderung memanfaatkan kosmetik serba instan yang sudah di kemas dengan bahan awetan dan dipasarkan di berbagai tempat penjualan. Sebagai informasi bahwa tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, bahan pangan, bahan pewarna dan bahan kosmetik. Penggunaan tumbuhan sebagai bahan kecantikan (kosmetik) memiliki kelebihan, karena mengandung bahan-bahan alami yang aman digunakan dan efek samping lebih kecil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan berkhasiat kosmetik yang ada di Desa Lelobatan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian tumbuhan berkhasiat kosmetik dilakukan dengan menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat di simpulkan sebagai berikut: terdapat 13 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan kosmetik di desa Lelobatan yaitu Lidah Buaya (Aloe vera L ), Beringin (Ficus benjamina), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Rotan (Calameae) Kelapa (Cocos Nucifera) Pisang mas (Musa acuminate lady finger) Wortel (Daucus Carota L) Tomat (Solanum lycopersium syn) Kopi (Coffea canephora) Marungga (Moringa Oleifera) Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) Kencur (Kaempferia galanga) Temulawak (Curcuma zanthorrhiza). Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai kosmetik adalah daging buah, daun, dan umbi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rhizophora stylosa Griff adalah salah satu jenis mangrove dengan habitus pohon yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 6 meter. Batang Rhizophora stylosa Griff berwarna abu-abu kehitaman dan memiliki akar tunjang Daun Rhizophora stylosa Griff adalah berbentuk elips dengan ujung meruncing dan memiliki bercak coklat atau hitam di permukaan bawah. Keunikan Rhizophora stylosa Griff dari yaitu memiliki banyak manfaat dan menghasilkan metabolit sekunder yang dapat diolah seperti untuk obat-obatan, antibakteri, antifungi dan antikanker. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan identifikasi jamur endofit pada batang mangrove Rhyzophora stylosa Griff. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan masing-masing perlakukan dua kali dan pengulangan tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis serta dari masing-masing jamur yang berhasil diisolasi batang muda dan batang tua mangrove Rhyzophora stylosa Griff. Dari hasil penelitian yaitu terdapat 9 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari batang muda dan batang tua mangrove Rhyzophora stylosa Griff, yang berasal dari 4 genus yakni genus Aspergillus (4 isolat), Penicellium (3 isolat), Trichoderma (1 isolat) dan Nigrospora (1 isolat) dimana masing-masing memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Identifikasi Bakteri Pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii Di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Sadhu , N.E )* Rafael, A)** Nge, S. T)** Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil karaginan dengan kadar karaginan antara 54-73 % tergantung pada jenis dan lokasi tempat tumbuhnya. Eucheuma cottonii adalah salah satu jenis rumput laut yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain sebagai sayuran, obat tradisional, bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan kedokteran. Tujuan penelitian mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri pada Eucheuma cottonii di Peraiaran Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang NTT. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis, mikroskopik dan uji biokimia serta dari masing-masing bakteri dari rumput laut Eucheuma cottonii yang sudah terkena penyakit ice-ice. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan yakni terdapat 8 isolat bakteri mikroskopis yang diisolasi. Bakteri yang diisolasi dari Eucheuma cottonii ialah genus Klebseilla Sp, Bacillus Sp, Streptobacillus Sp, Streptococcus pneumonia Sp, Staphylococcus Sp , Bordetella pertussis Sp, Bacillus antharacis Sp, Pseudomonas aegurinos Sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity yaitu memiliki keanekaragaman spesies flora dan fauna yang tinggi. Setiap tahun semakin banyak jenis tumbuhan dan satwa menjadi langkah dan terancam punah, sehingga perlu adanya upaya pelestarian keanekaragaman hayati serta dijauhkan dari tumbuhan asing yang merugikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis-jenis tumbuhan asing invasif yang dominan dan bagaimana populasi tumbuhan asing invasif yang terdapat pada pada kawasan pohon kasuari di Fatumnasi, kecamatan Fatumnasi, kabupaten Timor Tengah Selatan. Analisis data dilakukan secara dengan menggunakan parameter Indeks Nilai Penting (INP) dan indeks keanekaragaman (Shannon-weaner). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kawasan pohon kasuari di Fatumnasi kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah sebanyak 5 famili yaitu Lomariopsidaceae, Poaceae, Asteraceae, Verbenaceae dan Convolvulaceae yang terdiri dari 9 jenis yaitu Nephrolepis cordifolia, Oplismenus burmanii, Argeratum conyzoides, Chromolaena odorata, Imperata cylindrical, Lantana camara L., Mikania micrantha, Merremia peltata L., Ottochloa nodosa dengan total jumlah individu sebanyak 379. Indeks Nilai Penting (INP) tertinngi adalah Oplismenus burmanii dengan nilai 37,08%, Indeks Nilai Penting(INP) sedang adalah Chromolaena odorata dengan nilai 24,76%, dan Indeks Nilai Penting (INP) terendah adalah Argeratum conyzoides sebanyak 12,04%. Indeks keanekaragaman (-1,907%). Sesuai dengan pernyataan Shannon Winner yaitu apabila H’≤1 maka dikatakan keanekaragaman spesiesnya rendah. Oleh karena itu, jenis tumbuhan asing invasif pada kawasan pohon kasuari di Fatumnasi tergolong rendah dan perlu diwaspadai ditingkatkan menuju langkah penanggulangan sebelum jenis-jenis tersebut menginvasi kawasan yang ada.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Echinodermata merupakan salah satu hewan yang paling penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya sehingga mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi filum echinodermata yang ada di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek. Hasil penelitian menunjukan jenis Echinodermata yang ditemukan di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur terdapat tiga kelas Echinodermata yang ditemukan pada penelitian ini yaitu kelas Asteroidea,Ophiuroidea, Echinoidea dan 4 spesies Echinodermata, Protoreaster Nodosus, Macrophiotix Belii, Diadema Setosum, Echinothrix Calamaris. Jenis Echinodermata yang memiliki kelimpahan tertinggi pada waktu pengamatan yakni 0,435 ind/m² denganfrekuensi 54,28% diikuti oleh spesies Echinothrix Calamaris meiliki kelimpahan 0,104 ind/m² dan frekuensi 48,57%, Protoreaster nodosus 0,048 ind/m² frekuensi 40%, dan Macrophiotix Belii 0,019 ind/m² frekuensi 22,85%. hal ini disebabkan karena tempat ini merupakan daerah pemukiman penduduk, ada beberapa aktivitas yang dilakukan oleh mereka seperti mencari jenis hewan-hewan laut dan juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Penutup saran yang dapat disampaikan yaitu perlu adanya tindakan pencegahan segera agar masyarakat menjaga dan melindungi kelestarian pantai Namosain sehingga ekosistem pantai tetap terjaga sehingga dapat melindungi persediaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat di dalam ekosistem Namosain. Dengan adanya penelitian ini semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMUR TENGAH SELATAN Nabunome, A)* Ballo, A)** Manu, T. S. N)** Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki berbagai jenis kekayaan alam berupa tumbuh-tumbuhan. Pengobat tradisional menggunakan tumbuhan obat yang masih banyak digunakan oleh masyarakat di Desa Boti. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat apa saja yang digunakan, bagian organ yang digunakan dan cara pengolahan tumbuhan obat tersebut. Desa Boti merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan empat dusun sebagai lokasi penelitian yaitu dusun Boti sebanyak sebanyak 98 KK, dusun Nakfunu sebanyak 230 KK, dusun Nunti’o sebanyak 125 KK dan dusun Nambaun sebanyak 186 KK. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan eksplorasi dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proposive sampling untuk menentukan informan pengobat tradisional (20 orang), pasien (28 orang) dan masyarakat yang mengetahui tumbuhan obat. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan tabel, grafik dan gambar. Hasil penelitian terdapat 31 jenis tumbuhan yang ditemukan dilokasih penelitian, paling banyak ditemukan dari famili Malvaceae sebanyak 3 jenis yaitu kapuk radu, kembang sepatu dan tumbuhan kapas jahri. Bagian organ tumbuhan yang digunakan seperti daun, buah, batang, umbi, pucuk, kulit, getah dan akar dengan cara pengolahan direbus, ditumbuk, diparut, dioles, dicampur dan diperas. Kata Kunci : Identifikasi, tumbuhan obat, dan Desa Boti Keterangan : *)Peneliti : **)Pembimbing ABSTRACT IDENTIFICATION OF TYPES OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN BOTI VILLAGE, KI'E DISTRICT, SOUTH CENTRAL TIMUR REGENCY Nabunome, A)* Ballo, A)** Manu, T. S. N)** Indonesia, as a tropical country, has a diverse natural wealth of plants. Traditional healers use medicinal plants, which are still widely used by the people of Boti Village. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants used, the organs used, and how they are processed. Boti Village is a village located in Ki'e District, South Central Timor Regency, with four hamlets as research locations: Boti Hamlet with 98 families, Nakfunu Hamlet with 230 families, Nunti'o Hamlet with 125 families, and Nambaun Hamlet with 186 families. This study uses a qualitative descriptive method and data collection is carried out through exploration and interviews. The sampling technique used is a propositional sampling technique to determine traditional healer informants (20 people), patients (28 people) and communities who know medicinal plants. Data were analyzed descriptively qualitatively using tables, graphs and pictures. The results of the study found 31 types of plants found in the research location, the most commonly found from the Malvaceae family as many as 3 types, namely kapok radu, hibiscus and cotton jahri plants. Parts of the plant organs used include leaves, fruit, stems, tubers, shoots, skin, sap and roots by processing them by boiling, pounding, grating, rubbing, mixing and squeezing. Keywords : Identification, medicinal plants, and Boti Village Description : *) Researcher : **) Adviser
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN BOY UMBU M. T. J. AWANG (18390002). Identifikasi dan Prevalensi Parasit Anisakis sp pada ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba – Kota Kupang. Dibawah bimbingan : Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc sebagai Pembimbing I dan Dewi S. Gadi, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana – Kupang. Ikan Tongkol merupakan inang bagi berbagai macam jenis parasit Metazoa termasuk diantaranya adalah parasit Monogenea, Digenea, Acantocephala, dan Nematoda. Anisakis sp merupakan salah satu parasit kelompok Nematoda, penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit memiliki hubungan parasit itu sendiri dan inangnya. Anisakis sp merupakan salah satu spesies endoparasit yang bersifat Zoonis. Zoonis adalah infeksi yang secara alamiah dapat berpindah antara hewan dengan manusia yang dapat menyebabkan penyakit Anisakiasis. Identifikasi parasit Anisakis sp berdasarkan Adroher-Auroux (2020). Prevalensi parasit Anisakis sp berdasarkan Arifudin dan Abdulgani (2013), perhitungan Derajat Infeksi parasit Anisakis sp berdasarkan Paremme (2018). Adapun tahapan yang perlu dilakukan yaitu : persiapan alat dan bahan, penanganan sampel, pengamatan sampel dan identifikasi. Identifikasi parasit Anisakis sp dimulai dari pengamatan morfologi Anisakis sp dibawah mikroskop binokuler dengan mengamati bagian kepala, badan dan ekor. Selanjutnya dilakukan perhitungan prevalensi dan derajat infeksi parasit Anisakis sp. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang didaratkan di TPI Oeba – Kota Kupang positif terinfeksi parasit L3 Anisakis sp Tipe I pada 8 ekor sampel dari 40 ekor sampel yang diteliti. Dengan ditemukannya 58 individu parasit Anisakis sp pada organ predileksi lambung usus, hati dan gonad. Angka prevalensi parasit Anisakis sp pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebesar 20% dengan kategori sering (often). Sementara angka derajat infeksi yang didapat adalah 7,25 individu parasi/ekor sampel dengan kategori rendah (low). Kata Kunci : Identifikasi, Prevalensi, Derajat infeksi, Ikan tongkol (Euthynnus affinis), Anisakis sp, TPI Oeba
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pewarna alami merupakan warna yang dapat dihasilkan dari berbagai jenis tumbuhan penghasil pewarna alami yang dapat diperoleh dari bagian-bagiannya seperti pada daun, kulit batang, kulit buah, biji, akar dan bunga yang telah melalui beberapa proses yaitu direbus,dibakar, dimemarkan ditumbuk dan langsung digunakan. Terdapat kurang lebih 150 jenis pewarna alami di Indonesia yang telah diidentifikasi dan digunakan secara luas dalam berbagai industri seperti pada komoditas kerajinan dan batik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis-jenis tumbuhan pewarna alami dan mordan yang terdapat di Desa Ekateta Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi atau penjelajahan yaitu tindakan penjelajahan suatu permasalahan atau topik untuk memahami suatu permasalahan tersebut yang berhubungan dengan upaya untuk menentukan apakah tumbuhan pewarna alami dan mordan tersebut ada atau tidak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 8 jenis tumbuhan pewarna alami yaitu mahoni (Swietenia macrhophylla King) menghasilkan warna merah, mengkudu (Morinda citrifolia L) menghasilkan warna merah, pinang (Schleichera oleosa L) menghasilkan warna merah, kunyit (Curcuma domestica L) menghasilkan warna kuning, Jati (T. grandis L. f) menghasilkan warna ungu, mangga (M. indica L) menghasilkan warna hitam, nangka (Arthocar pusintegra L) menghasilkan warna kuning, kusambi (Schleichera doesa L) menghasilkan warna merah. Dan 3 jenis mordan yaitu biduri (Calotropis gigantea L.Dryand ), jarak pagar (Jatropha curcas L ) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia ).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan Negara yang menyimpan kekayaan plasma nutfah anggrek paling besar di Dunia. Dari sekitar 26.000 spesies, Indonesia memiliki sekitar 6.000 spesies tanaman anggrek dunia. Tanaman anggrek memiliki daya tahan yang lama sebagai tanaman potnya, banyaknya variasi dari bunga anggrek merupakan salah satu keunggulan tanaman anggrek yang memungkinkan untuk menjadi komoditi yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan dan bahkan merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang paling potensial. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan anggrek yang terdapat pada kawasan hutan Diklat Sisimeni Sanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode survey eksploratif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis anggrek yang tumbuh yaitu anggrek Vanda Sp, Dendrobium moniliforme, dan Dendrobium discolor dengan pencarian anggrek tersebut mengunakan metode Survey eksploratif ( jelajah), dengan teknik purposive sampling, dimana didapati 3 lokasi penelitian berdasarkan wawancara, lokasi penelitian tersebut adalah Padang savana Desa Ekateta, Kawasan hutan dalam seputaran air terjun Oesusu dan perumahan warga yang tingal di kawasan hutan diklat Sisimeni Sanam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi jenis katak sawah (Fejervarya sp.) di persawahan Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan dengan menggunakan metode deskriptif dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Transect pengamatan pada petak. Sampel penelitian ini yaitu 2 jenis katak sawah yaitu Fejervarya cancrivora dan Fejervarya limnocharis. Tahapan dalam penelitian ini adalah 1) tahap awal meliputi observasi dan persiapan alat dan bahan, 2) tahap pelaksanaan, meliputi kegiatan kerja lapangan yang mencakup pengumpulan jenis katak sawah di lokasi penelitian yang telah ditentukan stasiunnya, 3) tahap akhir yaitu katak sawah yang telah didapat akan dilakukan identifikasi spesies katak sawah dengan menggunakan buku panduan lapangan amfibi dan reptil. Data yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh 1 dan nilai indeks kelimpahan dengan nilai persentase pada spesies Fejervarya limnocharis sebesar 0,73% sedangkan nilai persentase pada spesies Fejervarya cancrivora sebesar 0,27%. Artinya hasil identifikasi jenis katak sawah pada indeks keanekaragaman di persawahan RT 012 RW 008 Kelurahan Tarus berada pada angka H’1 maka dapat dikategorikan kehidupan katak sawah di RT 012 RW 008 Kelurahan Tarus masih tergolong rendah. Sedangkan hasil identifikasi pada indeks kelimpahan lebih banyak ditemukan di Kelurahan Tarus yaitu pada spesies Fejervarya limnocharis persentase sebesar 0,73% dan kelimpahan terendah yaitu spesies Fejervarya cancrivora sebesar 0,27% karena pola penyebaran spesies yang tidak merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi media pembelajaran pada materi IPA Terpadu Pada SMP Negeri Batuputih Kabupaten Timor Tengah Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif dengan identifikasi media pembelajaran, proses penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mengkaji informasi terkait identifikasi media pembelajaran pada materi IPA Terpadu. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru IPA tiga orang dan peserta didik 15 orang dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah lima media pembelajaran yang sudah di terapkan di sekolah yaitu (Media Berbasis Manusia; media ini tidak menggunakan bantuan media lain seperti handphone dalam berkomunikasi. Media Berbasis Cetak; media ini berupa buku cetak, LKPD, bahan ajar dan buku-buku yang ada diperpustakaan. Media Berbasis Visual dan Media AudioVisual; gambar, poster, video dan slide adalah media visual yang sering digunakan di SMP Negeri Batuputih. Dan Media Berbasis Computer; digunakan pada saat mata pelajaran TIK). kelima media pembelajaran yang telah penelitin identifikasi, semuanya memiliki peran dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Media yang paling banyak memberikan peran dalam meningkatkan pemahaman siswa adalah media berbasis manusia, media berbasis cetak dan media berbasis visual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ke lima media pembelajaran sudah diterapkan akan tetapi yang sering digunakan pada saat proses pembelajaran yaitu media berbasis manusia, media cetak, dan visual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rhyzophora stylosa Griff termasuk salah satu jenis mangrove yang dapat dijumpai di hampir semua hutan mangrove. Tumbuhan ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi dengan ditemukannya pada kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Rhyzophora stylosa Griff dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bangunan serta kayu bakar, dan memiliki kemampuan mengobati beberapa penyakit seperti diare, rematik, nyeri otot, luka dalam, sakit pinggang, sakit tulang, dan menghentikan pendarahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan identifikasi jamur endofit pada daun mangrove Rhyzophora stylosa Griff. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan masing-masing perlakuan dua kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis serta dari masing-masing jamur yang berhasil diisolasi dari daun muda dan daun tua mangrove Rhyzophora stylosa Griff. Diperoleh simpulan yakni terdapat 9 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari daun muda dan daun tua mangrove Rhyzophora stylosa Griff, yang berasal dari 2 genus yakni genus Trichoderma (3 isolat), Aspergillus (6 isolat), dimana masing-masing memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bivalvia merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di perairan Indonesia. Bivalvia juga merupakan salah satu fauna terpenting dalam ekosistem perairan karena berperan dalam penyediaan makanan untuk berbagai spesies yang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis bivalvia di Pantai Mbiu Desa Mbiu Lombo Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao dan untuk menghitung indeks keanekaragaman bivalvia pada zona intertidal di pantai Mbiu, Desa Mbiu Lombo, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah Line Transek Kuadran dengan teknik sampling kuadran di kawasan pantai Mbiu, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang jenis bivalvia yang terdapat pada kawasan pantai Mbiu terdapat 53 individu dari 3 famili yaitu Ostreidae, Tridacnidae , dan Pinnidae. Famili Ostreidae terdapat satu spesies yaitu, Ostrea edulis yang berjumlah 5 individu. Family Tridacnidae terdapat dua spesies yaitu Hippopus hippopus yang berjumlah 11 dan Tridacna maxima yang berjumlah 17 individu. Family Pinnidae terdapat satu spesies yaitu, Pinna deltode yang berjumlah 18. Indeks keanekaragaman pada transek I, II, III, IV, dan V di pantai Mbiu tergolong sedang karena menunjukan 1 ˃ H’ ˂ 3, sedangkan indeks kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Pinna deltode dengan nilai 1 (ind/m2).