ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
(“PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021”)
Oleh:
Yoseph Agisto N. Ofong
NIM : 18190206
Bank sebagai suatu perusahaan atau entitas ekonomi juga membuat laporan keuangan untuk menunjukkan informasi dan posisi keuangan yang Keuangan (SAK) Tahun 2004 No 1, tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Salah satu pengguna informasi laporan keuangan adalah investor. Kepentingan pokok investor terhadap laporan keuangan perusahaan adalah untukmengetahui seberapa menguntungkan suatu perusahaan dikaitkan dengan investasi mereka pada perusahaan tersebut. Investor lebih tertarik untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk saham karena saham menjanjikan tingkat keuntungan yang tinggi baik finansial maupun non finansial. Keuntungan finansial yagdidapat berupa dividend dan capital gain, sedangkan keuntungan non finansial berupa memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan.
Laporan keuangan perusahaan merupakan sumber informasi yang bersifat fundamental.Analisis laporan keuangan digunakan untukmenilai kinerja perusahaan. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menganalisis laporan keuangan adalah rasio finansial (financial rate).
Harga saham adalah nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaanuntuk mengeluarkan saham, di mana perubahan atau fluktuasinya sangat ditentukan penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar bursa (Husnan,2001:30). Nilai pasar dari sekuritas merupakan harga pasar dari sekuritas itu sendiri. Menurut Hery (2015), pengukuran kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu. Hal ini penting sebagai sarana perbaikan kegiatan operasional perusahaan.Menurut Fahmi (201), kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.Analisis tersebut dilakukan terhadap laporan keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak rasio keuangan terhadap harga saham Delapan bank terkemuka di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk Delapan bank yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 memenuhi uji asumsi klasik. Berdasarkan kriteria itu, maka jumlah bank yang terpilih adalah Bank Central Asia Tbk, Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Syariah Indonesia Tbk, Bank Tabungan Negara Tbk, Bank Bukopin Tbk, Bank Neo Commerce,Tbk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas adalah Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham. and Return On Risskets Asset (RORA) berprngaruh positif terhadap perubahan harga saham. Net Profit Margin (NPM) berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham. Return on Asset (ROA) Berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham. Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi linier berganda. terhadap harga saham.
kata Kunci: CAR, RORA, NPM, ROA, PHS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Total Aset, Current Ratio (CR) dan Working Capital Turn Over (WCTO) terhadap Return On Assets (ROA) Perusahaan Manufaktur sub Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Periode penelitian ini adalah tahun 2017-2021. Metode pemilihan sampel dalam penelitian bagian dari populasi penelitian yang memenuhi persyaratan tertentu data penelitian diperoleh 16 Perusahaan.. Populasi penelitian meliputi Perusahaan Manufaktur sub Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2017-20221. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini dihimpun menggunakn teknik dokumentasi, yaitu dengan cara mengunduk laporan keuangan atau laporan tahunan dari perusahaan-perusahan yang menjadi sampel penelitian. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan: Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Working Capital Turn Over (WCTO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Totsl Aset dan Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA) .
Kata Kunci : Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Total Aset, Current Ratio (CR) dan Working Capital Turn Over (WCTO)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides.
Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.
Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA RASIO PROFITABILITAS DENGAN NILAI TAMBAH EKONOMIS PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2019-2021 ABSTRAK NAMA : MARIA F. F. MIRANDA NIM : 18190199 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN : 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan anatara rasio profitabilitas yaitu Retrun On Asset (ROA) dan Retrun On Equity (ROE) dengan nilai tambah ekonomis pada perusahaan makanan dan minuman. Nilai Tambah Ekonomis yang diukur dengan ROA terdapat hubungan yang signifikan terhadap Nilai Tambah Ekonomis pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan ROE dapat memoderasi Nilai Tambah Ekonomis yang diukur dengan ROE terhadap Nilai Tambah Ekonomis pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui studi dokumentasi ataupun studi pustaka yakni pengumpulan data pendukung literatur, penelitian terdahulu, laporan laporan yang di publikasikan untuk mendapatkan gambaran dari masalah yang akan di teliti serta melalui pengumpulan data sekunder yang di perlukan berupa laporan – laporan yang di publikasikan oleh Bursa Efek Indonesia yang berasal dari situs https://www.idx.co.id. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah puposive sampling dengan total sampel sebanyak 10 Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan data dari tahun 2019 – 2021. Berdasarkan hasil Penelitian dibuktikan bahwa analisis statistic pada tahun 2019-2021 koefisien kolerasi Retrun On Asset (ROA) dengan Nilai Tambah Ekonomis adalah 0,550. Hasil koefisien kolerasi Product Moment Prearson (rxy) antara Retrun On Asset (ROA) dengan Nilai Tambah Ekonomis pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2021 menunjukan bahwa hubungan Retrun On Asset (ROA) dengan Nilai Tambah Ekonomis adalah terdapat hubungan yang signifikan dalam perusahaan. Sementara Penelitian Retrun OnEquity (ROE) dengan nilai tambah ekonomis adalah sebesar 0,593. Tingkat hubungan yang terjadi yaitu berada pada area 0,01 Sig 0,05. (Berkolerasi positif secara signifikan terhadap Nilai Tambah Ekonomis Perusahaan Makanan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROALGA DI PANTAI NOKALIMAK DESA TUNGANAMO KECAMATAN PANTAI BARU
Aufengo, L, D)* Rafael, A )** Nge, T, S )**
Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang organ-organnya berupa akar, batang, dan daunnya yang belum berdiferensiasi dengan jelas. Makroalga tumbuh melekat pada substrat tertentu seperti pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainya. Selain benda mati, makroalga juga dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik. Secara ekologi komunitas makroalga berperan sebagai tempat asuhan dan perlindungan bagi jenis-jenis ikan, tempat pemijahan dan sebagai tempat mencari makanan ikan-ikan herbivor. Secara ekonomi makroalga memiliki potensi sebagai bahan produk kosmetik dan sebagai sumber pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, keanekaragaman dan kelimpahan makroalga di Pantai Nokalimak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan makroalga yang ditemukan di perairan Pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas yaitu Chlorophyta, Rhodophyta dan Phaeophyta Jenis makroalga yang terdapat di pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas 10 famili dengan total 15 spesies yaitu Chaetomorpha crassa, Caulerpa racemosa, Caulerpa sertularioides, Caulerpa lentillifera, Helimeda tuna, Helimeda opuntia, Avrainvillea erecta, Codium rapuh, Boergesenia forbesii, Eucheuma cottoni, Amphiroa fragilissima, Padina australis, Sargassum polycystum, Turbinaria ornata, Sargassum cristaefolium. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies makroalga pada lokasi penelitian T1 (2,63), T2 (2,02), T3 (2,43), T4 (2,03) dan T5 (2,47) sedangkan jumlah spesies T1 (15), T2 (9), T3 (15), T4 (9) dan T5 (15). Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman tersebut maka semua nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada TI sampai dengan T5 menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang. Kelimpahan jenis Trensek 1 sampai 5 memiliki kelimpahan 17.12 ind/m². Sedangkan kelimpahan relatif makroalga yang paling tertinggi terdapat pada spesies Helimeda opuntia sebesar (17,75%) dan terendah pada spesies Caulerpa racemosa , Caulerpa lentillifera, dan Codium rapuh dengann nilai (1,63%). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman makroalga pada daerah tubir, habitat lamun, karang dan juga mengenai manfaat makroalga untuk masyarakat sekitar di Desa Tunganamo.
Kata Kunci: Keanekaragaman, Kelimpahan, Makroalga
Keterangan:
* Peneliti
**Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Investasi yang diberikan oleh investor pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok bertujuan untuk memberikan suntikan modal yang berpengaruh terhadap peningkatan profit perusahaan. Penilaian harga saham merupakan hal penting dalam proses penginvestasian dengan dilakukannya penilaian harga saham maka dapat menghasilkan informasi nilai intrinsik yang akan dibandingkan dengan harga saham pasar yang digunakan sebagai alat pertimbangan untuk menentukan posisi jual atau beli. Sehingga penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh varibel Earning Per Share (EPS), Return On Assets (ROA), Debt to Equty Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok yang terdaftar pada bursa efek Indonesia selama periode 2016-2021. Analsis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dari hasil analisis terbukti EPS signifikan berpengaruh negatif terhadap perubahan saham ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -6,776, ROA signifikan berpengaruh positif terhadap perubahan harga saham, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 2,201, dan DER signifikan berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham, ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,052, sedangkan variabel CR tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Dari hasil penelitian terhadap sampel lima perusahaan diantaranya Gudang Garam Tbk (GGRM), Handjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), Indonesia Tobacco Tbk (ITIC), Bentoel International Investama Tbk (RMBA), Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), maka dapat diambil kesimpulan bahwa perusahaan manufaktur harus memperhatikan nilai perusahaan dari variabel EPS, ROA dan DER yang berpengaruh signifikan terhadap penilaian nilai saham dan bagi ivestor yang akan memberikan investasi dapat memperhatikan faktor fundamental dari variabel ekonomi makro dalam berinvestasi, karena prospek perusahaan sangat tergantung dari keadaan ekonomi secara keseluruhan tanpa mengabaikan faktor mikro ekonomi itu sendiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MARIA YULITA BERE (18380050). Analisi Ekologi Lokasi Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Bolok merupakan salah satu desa dari 6 desa di Kecamatan Kupang Barat yang memiliki potensi sumberdaya hayati pesisir yang cukup besar, juga potensi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi ekologi lokasi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Februari 2022, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan sampel makrobentos menggunakan metode belt transek. SUntuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian digunakan metode transek kuadran. Metode pengambilan sampel makroalga menggunakan metode garis transek (line transect) dengan teknik sampling kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan jenis dan relatif makrobentos tertinggi adalah ditemukan pada jenis Protoreaster nodosus yang memiliki nilai kelimpahan (0,5453 ind/m², 47.81%), sedangkan kelimpahan jenis dan relatif terendah adalah jenis Ophiocoma erinaceus dengan jumlah nilai kelimpahan yaitu (0,002 ind/m2), Linckia laevigata, Mesocentorus franciscanus, Tripneustes centricosus, Toxopneustes pileolus dan Macrophiotrix belli dengan jumlah kelimpahan relatif yang sama yaitu (0.06%). Perhitungan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi makrobentos tetinggi sebesar (0,635, 0,629, 0,310). Kepadatan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah jenis Ulva reticulata dengan nilai kepadatan yaitu (8.4 Ind/m2, 28.97%). Sedangkan kepadatan jenis dan relatif terendah adalah jenis Ulva lactuca dengan nilai kepadatan yaitu (1.33 Ind/m2, 4.60%). Nilai frekuensi jenis dan relatif tertinggi pada jenis Ulva reticulata dengan nilai sebesar (0,8 ind/m2, 25%). Sedangkan Nilai frekuensi jenis dan relatif terendah pada jenis Ulva lactuca dengan jumlah nilai yaitu (0,2 ind/m2, 7,29%). Indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi makroalga tertinggi sebesar (0,770, 0,911, 0,192). Nilai kerapatan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai keraptan (10,23 m2, 51,00%). Sedangkan nilai terendah kerapatan jenis dan relatif pada jenis Syringodium isoetikolium dengan jumlah nilai yaitu (0,17 m2 , 0,83%). Nilai frekuensi jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai frekuensi (0,90m2, 53%). Sedangkan nilai terendah frekuensi jenis relatif pada jenis Syringodium isoetikolium dengan jumlah nilai yaitu (0,03m2, 2%). Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (0.75m2, 21,53%). Sedangkan nilai terendah penutupan jenis relatif pada jenis Cymodecea retundata dengan jumlah nilai yaitu (0,23m2, 6,70%). Kata kunci: Ekologi, Kappaphycus alvarezii, Makrobentos, Makroalga, Lamun, Perairan Bolok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MELKIANUS APOLISON NAHAK (16381542) Stuktur Komunitas Makro Alga Di Pesisir PLTU Bolok, Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Alfred G. O. Kase S.Pi, M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu organisme yang di temukan di Perairan PLTU Bolok yang memiliki peranan cukup penting bagi ekosistem maupun masyarakat sekitar adalah makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga yang terdiri dari komposisi jenis, frekuensi, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di pesisir PLTU Bolok. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan survey, sedangkan metode sampling pengambilan data yang di gunakan adalah metode transek kuadran. Pada stasiun ditetapkan 4 garis transek, dengan jarak antar transek 50 m. Pada masing-masing transek ditetapkan 5 kuadrant, dengan jarak antara kuadrant 5. Pengambilan kualitas air meliputi suhu, salinitas, kecepatan arus dan pH.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga di pesisir PLTU Bolok terdiri dari 13 spesies yaitu Ulva lactuca, Halimeda Macroloba, Ulva reticulate, Chaetomorpha crassa, Halimeda Opuntia, Avrainvillea erecta, Padina gymnospora, Sargassum policystum, Dictyota deliculata, Hypnea valentiae, Hypnea cervicornis, Glacilaria salicornia, Amphiroa fragilissima. Kepatan jenis dan relative tertinggi dimiliki oleh Ulva lactuca, dengan nilai masing-masing 31,15ind/m² dan 60%. Niali indeks keanekaragaman tergolong rendah (0,66), indeks keseragaman (E) tergolong merata (0,59), dan indeks dominansi (D) menunjukan tidak ada jenis makroalga yang mendominansi (0,39).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan internet banking dan branchless banking pada ROA dan ROE. Secara umum survey pada tahun 2021 di Indonesia menyatakan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,35 juta pengguna atau setara 76,8%). Melihat potensi ini, banyak bank di Indonesia yang semakin gencar untuk mempromosikan layanan perbankan secara online, yaitu dengan menggunakan media internet. Secara umum Internet Banking merupakan bentuk inovasi di bidang teknologi yang diperuntukan untuk transaksi perbankan pada umumnya seperti transfer, deposito, pembayaran listrik, pulsa telepon dan yang terbaru dapat melihat mutasi rekening selama 6 bulan terkahir. Sedangkan Brancless banking merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dengan beragam yang sukses bertebaran di semua belahan dunia. Ide atau gagasan ini mencakup juga dengan perkembangan teknologi informasi setingkat telepon genggam dan peluang memperluas akses layanan keuangan termasuk perbankan. Aplikasi berbasis teknologi informasi di dunia perbankan ini telah menjadi fokus perhatian perusahaan perbankan di Indonesia. Karena mau atau tidak era globalisasi memaksa sektor perbankan untuk cerdas dalam melakukan bisnisnya mengikuti kemajuan teknologi dalam memanjakan para nasabah. Perbankan Elektronik (e-banking) atau disebut internet banking merupakan salah satu layanan yang diterbitkan oleh perusahaan perbankan akibat dari perkembangan teknologi dari internet dari tahun ke tahun. Hubungan konsolidasi terhadap dunia perbankan harus mencapai kinerja yang lebih baik, konsolidasi perbankan perlu didukung oleh strategi perbankan agar tujuan konsolidasi dapat tercapai. Konsolidasi Internet Banking merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan daya saing industri perbankan. Dengan konsolidasi Internet Banking diharapkan terjadi peningkatan skalaekonomi bank serta kemampuan untuk menghadapi tantangan dan produk dan layanan berbasis teknologi sehingga memiliki kemampuan adaptasi lebih besar. Dalam penelitian ini menggunakan 2 konsep yaitu Return on assets (ROA) adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan biaya-biaya modal dikeluarkan darimanalisis (Kamsir, 2012) dan Return on equity (ROE) rasio profitabilitas yang membandingkan antar laba bersih (net profit) perusahaan dengan aset bersihnya ekuitas atau modal (Kamsir, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terdapat 47 bank yang menjadi perusahaan terbuka. Metode dalam Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik penggambilan sampling menggunakan purposive sampling. Menurut (Sugiyono, 2015) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Alasan pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan yang penulis tentukan, sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 44 yang berasal dari empat perusahaan perbankan di Indonesia yang memenuhi kriteria yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Danamon, Bank Tabungan Negara (BTN), Sumber data adalah data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan perbankan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji paired sample t-test. Hasil yang diperoleh dari ROA sebelum dan sesudah di dapatkan hasil t-hitung sebesar 3,199 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,970. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel atau jika dilihat dari p-value (sig) sebesar 0,005 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap Intenet Banking dan Brancless banking sedangkan ROE di dapatkan hasil t-hitung sebesar 3,012 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,970. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel atau jika dilihat dari p-value (sig) sebesar 0,007 0,05 maka Ho ditolak dan H2 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap Intenet Banking dan Brancless banking. Hasil penelitian ini dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pengunaan Internet banking dan brancless banking pada perusahaan perbankan. Hal ini disebabkan meningkatnya laba yang diperoleh bank karena mayoritas bank yang menjadi objek penelitian telah memaksimalkan fasilitas layanan internet banking dan brancless banking pada bank tersebut. Namun masih banyak kekurangan dalam penyediaan layanan internet banking dan brancless banking, sebagian besar hanya menyediakan layanan pengecekan saldo dan transfer dengan kelemahan jaringan, sehingga penggunaan layanan internet banking sebagian besar bank hanya berperan kecil dari keseluruhan transaksi perbankan. Belum maksimalnya penggunaan internet di Indonesia untuk bertransaksi perbankan juga masih menjadi hambatan berkembangnya layanan internet banking. Dengan internet banking bank mampu untuk menghasilkan pendapatan selain bunga lebih besar. Akan tetapi, pendapatan tersebut belum dapat menutupi biaya yang dikeluarkan untuk operasional teknologi internet banking. Sehingga, penerapan internet banking berpengaruh positif dan tidak signifikan pada profitabilitas bank (ROE).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi sumberdaya alam untuk pengembangan budidaya laut. Saat ini, Biekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut..Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi bioekologi di lokasi budidaya rumput laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2023 pesisir Desa Umalulu Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Pengambilan data echinodermata menggunakan metode belt transek sedangkan lamun dan makroalga menggunakan metode transek kuadran. Hasil penelitian yang ditemukan jenis lamun kerapatan jenis dengan rata-rata tertinggi Halodulle pinifolia 63,113 m2 dan terendah Cymodocea rotundata 7,473 m2.Kepadatan relatif rata-rata tertinggi untuk semua transek adalah Halodulle minnor 17% dan terendah Cymodocea rotundata. Persen penutupan lamun setiap transek yaitu transek 1 berkisar 35,39 %, transek 2 17,64%, transek 3 20,95% dan rata-rata 24,66%. Jenis makroalga kepadatan jenis rata-ratanya adalah untuk semua transek tertinggi Ulva reticulate 1.35 m2 dan terendah Sargassum crassifolium 0.02 m2. Kepadatan relatif rata-rata semua transek tertinggi didominasi oleh Hypnea cervicornis 30,20% dan terendah Sargassum crassifolium 0.20%. Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi makroalga. Nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,954, keseragaman kategori jenis tinggi 0,792 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,164. Untuk jenis echinodermata berdasarakan kelimpahan jenis rata-rata tertinggi Diadema setosum dengan nilai 16 m2 dan terendah Phascolosoma agassizii yaitu dengan nilai 2 m2, kelimpahan relatif rata-rata tertinggi Diadema setosum 34,78% dan terendah Phascolosoma agassizii 4,35%.Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi echinodermata nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,676, keseragaman kategori jenis tinggi 0,868 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,248
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bioekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut. Hal ini dapat dimaklumi karena di dalam masalah bioekologi termasuk pemilihan lokasi yang memenuhi syarat untuk pertumbuhan rumput laut secara ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kondisi Biokelogi Budidaya Rumput Laut di Pesisir Walakiri Desa Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Desa Watumbaka Kecamatan Pandawa Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode belt transek. Untuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian di gunakan metode transek kuadran. Pengambilan sampel makroalga menggunakan metode transek (kuadran transek) dengan teknik sampling kuadran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan relatif Echinodermata tertinggi adalah ditemukan pada jenis diadema setosum yang memiliki nilai kelimpahan 43% ind/m², sedangkan kelimpahan jenis terendah adalah jenis sand dolar dengan jumlah nilai kelimpahan yaitu 0,6% ind/m². perhitungan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi Echinodermata tertinggi sebesar (0,92, 0,88, 0,33). Kepadatan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah jenis hypnea cerviconis. Dengan nilai kepadatan yaitu 14.7 ind/m². sedangkan nilai kepadatan jenis dan relatif terendah pada jenis Halymenia sp. Dengan nilai kepadatan 0.2 ind/m². nilai kerapatan jenis dan nilai kerapatan relatif terdapat pada jenis Cymodocea rotundata dengan nilai kerapatan tertinggi 174.5 ind/m². sedangkan nilai kerapatan jenis terendah pada jenis Enhalus acaroides dengan jumlah nilai yaitu 11.5 ind/m². Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Cymodocea rotundata dengan nilai nilai penutupan 47.54 ind/m² . Sedangkan nilai terendah penutupan jenis relatif pada jenis Enhalus acoroides dengan jumlah nilai yaitu 18.98 ind/m².
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACTION Banking is the lifeblood of the economy in all countries, many wheels of the economy are mainly driven by banks both directly and indirectly. Banking in Indonesia plays an extremely important role, especially since Indonesia is a country that is developing in all sectors. This is explained in article 4 of Law no. 10 of 1998, namely Indonesian banking aims to support the implementation of national development in order to increase equity, economic growth and national stability towards the improvement of the common people. To maintain survival in a turbulent financial system, a bank must be able to compete with competing banks and other financial intermediary units that also provide financial services. A bank is said to successfully win its business competition if it is able to provide bank financial services better than its competitors, as well as being able to adapt to any environmental changes. With their managerial skills, bank managers can turn turbulent environmental threats into profitable business opportunities. Creative-innovative bank management always tries to create a variety of prospective and profitable bank service products without ignoring the principles of asset liability management (ALMA), which harmonizes profitability and risk. Looking at the history of Indonesian banking, conventional banks existed much earlier than Islamic banks, which only existed in 1992. With a longer time, conventional banks have long dominated the national banking market with a large number of banks. However, along with the development of the banking world and the need for the community to obtain financial services based on profit-sharing principles, the government made Law No.7 of 1992 concerning Banking which implicitly opened up opportunities for banking business activities that have a profit-sharing operational basis which are detailed in Government Regulation No. 72 of 1992 concerning Banks Based on Profit-Sharing Principles. It needs to be honestly recognized that conventional banking, which is rooted in the philosophy of capitalism, is presumably only guided by human reason and driven by a strong desire to develop capital or wealth individually. In fact, the extreme point of the teachings of capitalism is clearly contrary to the economic system of socialism which also emphasizes the common interest, thus sacrificing personal interests which should also be valued. financial problems that threaten bank operations. Capital and financial risk factors are suspected to play an important role in explaining the bankruptcy phenomenon. With the early detection of banking conditions, it is possible for the bank to take anticipatory steps to prevent the financial crisis from being handled immediately. One of them is the performance of Bank BTPN Tbk. seen from the profitability ratio using the Return on Assets (ROA) analysis experiencing instability. This is an attraction for researchers because profitability is a ratio that describes the acquisition of profit / profit by using a number of resources it has. This is as Harahap Yang states that profitability describes the ability to earn profits through all existing capabilities and resources such as activities through credit provided, cash, capital, number of employees, number of branches, and so on. The same thing is expressed by Danang (2013: 113) which states that profitability is the ability to profit from the results of its operations. The level of profitability describes the financial condition (Profit). so that it can be known about the good or bad state of a Bank reflects work performance in a certain period. The purpose of this study is to answer two problems, namely to analyze the effect of asset growth on profitability and to analyze the effect of capital structure on the profitability of PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (Bank BTPN). This research is descriptive quantitative using samples of asset growth and capital structure of PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (Bank BTPN) for the period 2012 - 2021. While in the discussion using Multiple Linear Regression analysis tools. Based on the results of the analysis in table 4.7 above using the SPSS application, multiple linear regression equations can be obtained as follows: Y = 3.802 + 0.098 X1 + 0.058 X2. Based on table 4.8 the results of the t statistical test above can be described as follows: 1. Asset Growth (X1) Against Profitability (Y) Based on the table of t regression test results above, the t count of Asset Growth is 2.958 t table = 2.841 so that t count> t table (2.958> 2.841), reinforced by a significant value of 0.032 0.05 then Ha is accepted and Ho is rejected. The higher the asset growth, the higher / greater the profitability (ROA) obtained so it can be concluded that Asset Growth has a positive and significant effect on Profitability (ROA). 2. Capital Structure (X2) Against Profitability (Y) Based on the table of t regression test results above, the results obtained t count Capital structure of 3.450, t table = 2.841 so that t count> t table (3.450> 2.841), reinforced by a significant value of 0.048 0.05 then Ha is accepted and Ho is rejected. The higher the capital structure, the greater the obligations that must be fulfilled by the Bank. so it can be concluded that the capital structure has a positive and significant effect on Profitability (ROA).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Dan Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Terhadap
Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Kadawung, E. R* Hendrik, A. Ch** Nitsae, M**
Peningkatan produktivitas tanaman kacang hijau (Vigna radiate L.) dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan pupuk organik daun kirinyuh (DK) dan jeroan ikan cakalang (JI) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu kontrol = tanpa pupuk organik cair , perlakuan 1=5 kg DK (kg), perlakuan 2=4 DK + 1 JI (kg), perlakuan 3=3 DK + 2 kg JI (kg), perlakuan 4= 2 DK + 3 JI (kg), perlakuan 5=1 DK + 4 JI (kg), dan perlakuan 6=5 kg JI. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pada parameter tinggi batang memiliki nilai yang berebda nyata pada setiap perlakuan namun tidak berbeda nyata pada perlakuan 3 dan 4 parameter jumlah polong memiliki nilai rata-rata yang berbeda nyata namun pada perlakuan 3 dan 4, dan perlakuan 2 dan 5 memiliki nilai yang tidak bebeda nyata. Sedangkan pada parameter jumlah daun dan berat polong menunjukan nilai rata-rata yang berbeda tidak nyata pada setiap perlakuannnya. Pupuk pada perlakuan 3 dan 4 memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong dan berat polong. Penelitian tentang pupuk organik cair daun kirinyuh dan jeroan ikan cakalang masih bisa terus dikaji lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to compare the financial performance betweenConventional Bank and Islamic Bank measured by the ratio of CAR, ROA, ROE,NPL, LDR and BOPO at Conventional Bank and Islamic Banking is still under the name of one company that went public in the year 2015 to 2020.This research is a quantitative descriptive. The data usedfrom the form of annual financial statements of banks sampled in the study period of 5 years. While the sample is determined by purposive sampling method to obtain 14 banks, consisting of 6 Conventional Bank and 6 Islamic Bank. Types of data used are secondary data obtained from www.bi.go.id. The analytical method used is different test parametric paired sample T-test, based on two different types of tests used in this study stated that the results obtained CAR ratio between Conventional Bankand Islamic Bank there is a difference, but not significant, while the NPL ratio, ROA, ROE, and LDR has a significant difference.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil uji Durbin-Watson menunjukkan besaran nilai d sebesar 1.941 Nilai ini dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson (k,n) dengan k menunjukkan jumlah variabel independen, yaitu 2, dan n adalah jumlah sampel yangberjumlah 50 buah. Apabila nilai d yang didapat tergolong pada jarak nilai du4-du, dikatakan tidak terjadi autokorelasi. Nilai du tabel menunjukkan 1.6283 sehingga 1,6283 1.941 (4 - 1,6283). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang digunakan terbebas dari autokorelasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang diambildalampenelitianiniadalahpengaruh LDR, CAR dan terhadap ROA pada perusahaanperbankan. Adapun persoalan yang diangkatadalahApakahTerdapatPengaruhCAR Terhadap KinerjaKeuangan ?, Dan ApakahTerdapatpengaruh LDRTerhadapkinerjakeuangan ?. PenelitianinibertujuanuntukUntukmengujiPengaruhCAR Terhadap KinerjaKeuangan dan UntukmengujipengaruhLDRTerhadapkinerjakeuangan. Populasidalampenelitianiniadalahperusahaan yang aktifdiperdagangkanyaituperusahaanpadasektorperbankanyangterdaftardi BursaEfekIndonesia dan rasiosecaralengkap yangsesuaidenganvariabelyangakanditelitidalamperiode 2015-2019. Sampel yang dipilihdalampenelitianiniadalah 10 perusahaanperbankan. Teknik pengumpulan data yang digunakandalampenelitianiniadalahMetodedokumentasi dan Non Perilaku ( pengamatan dan pencatatanterhadap data – data yang diperlukan pada instansiterkaitdalamhaliniadalahperusahaanyangterdaftardiBEIsertaICMD.Metodestudipustakajugadilakukandalampenelitianinidengancaramengamati, menelaah, dan mengutip. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov pada variabel CAR dan LDR menunjukkan bahwa besarnya nilai Asymp. Sig (2 tailed) 0,200 > 0,05. Hal ini berarti data residual terdistribusi normal dan model regresi layak untuk dipakai dalam penelitian ini. Berdasarkanhasil uji multikolinearitas, nilai VIF empatvariabelindependenyaitu CAR, dan LDR di bawahnilai 10. Dengandemikian,dapatdisimpulkanbahwatidakadamasalahmultikolinearitasantarvariabelindependendalam model regresi. Hasil uji Durbin-Watson menunjukkan besaran nilai d sebesar 1.941 Nilaiini dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson (k,n) dengan k menunjukkanjumlahvariabelindependen,yaitu2,dannadalahjumlahsampelyangberjumlah 50 buah. Apabila nilai d yang didapat tergolong pada jarak nilaidu4-du,dikatakantidakterjadiautokorelasi.Nilaidutabelmenunjukkan 1.6283 sehingga 1,6283 1.941 (4 - 1,6283). Hasil tersebutmenunjukkanbahwamodelyangdigunakanterbebas dariautokorelasi. Selanjutnyaberdasarkanhasil uji heteroskedastisitasdenganmelihat pada scatterplot dapatdijelaskanbahwasemua data menyebardengan rata atautidakberpusat pada satutitik. Hal inimenunjukkanbahwatidakadavariabelindependen yang signifikansecarastatistikmemengaruhi residual dari model reg resi. Dengandemikian, dapatdisimpulkanbahwatidakterdapatmasalahheteroskedastisitasdalam model regresi. Kata Kunci : ROA, CAR, LDR
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil pengujian Anova atau F diatas, maka F hitung sebesar 3,741 dan F tabel sebesar 0,162, dapat dilihat F hitung lebih besar dari F tabel (3,741>0,162) dan sig hitung lebih kecil dari ɑ 5% (0,0100,05). Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel independen berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Dari hasil uji Anova diperoleh t-tabel 3,579 lebih besar dari t-hitung 2,196 atau sig sebesar 0,38 lebih kecil dari 0,05. Dengan hasil ini, pengaruh aset cepat atas persediaan (Quick Asset Inventory) adalah sigifikan terhadap return saham. xvii Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis menyatakan bahwa aset cepat atas persediaan (Quick Asset Inventory) berpengaruh positif terhadap return saham. Dari hasil uji Anova diperoleh t-tabel 3,579 lebih besar dari t-hitung -1,630 atau sig sebesar 1,17 lebih besar dari 0,05. Dengan hasil ini, pengaruh margin laba bersih (Net Profit Margin) adalah tidak signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis menyatakan bahwa margin laba bersih (Net Profit Margin) tidak berpengaruh terhadap return saham.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN LA TAKBIR SAMAD (16381885). Struktur Komunitas Makroalga Pada Habitat Berbeda Pesisir Pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat. ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Makroalga atau yang sering disebut sebagai rumput laut merupakan alga makro yang tumbuh di perairan laut. Makroalga memiliki manfaat, baik secara ekonomi maupun ekologi. Makroalga sebagian besar hidup di perairan laut. Untuk dapat tumbuh, makroalga tersebut memerlukan substrat untuk tempat hidup dan menempel. habitat makroalga lainnya adalah ekosistem lamun, karena lamun memberikan habitat yang baik untuk asosiasinya. makroalga menyukai habitat dengan substrat berpasir, berlumpur, berbatu atau berterumbu di daerah dangkal yang masih dapat ditembusi cahaya matahari. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makroalga pada habitat berbeda di pesisir pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif, yaitu menganalisa dan menyajikan data berdasarkan objek yang diperoleh di habitat tersebut sehingga dapat disimpulkan serta dipahami. Pengambilan data makroalga menggunakan metode transek linear kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan Habitat hidup makroalga yang ditemukan di pantai Tablolong terdiri dari ekosistem lamun dengan substrat rataan karang mati, pasir, pasir berlumpur dan lumpur berpasir. Ekosistem terumbu karang dengan substrat pecahan karang, rataan karang mati. Makroalga yang ditemukan terdiri dari divisi Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta dengan jumlah jenis sebanyak 28 spesies. Komposisi tertinggi adalah Halimeda opuntia sebanyak 1594 individu dan Halimeda incrassata sebanyak 1129 individu. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 13,29 individu/m². kepadatan relatif tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 17,59% dan Halimeda incrassata dengan rata-rata sebesar 17,59%. Frekuensi kehadiran makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia, H. incrassata, H. macroloba, Caulerpa sertularoides, C. lentifera, C. Racemosa dari divisi Chlorophyta; pada divisi Phaeophyta jenis makroalga yang berpeluang muncul pada habitat adalah Padina gymnospora dan Dichtyota deliculata; sedangkan devisi Rhodophyta jenis yang memiliki peluang muncul adalah Gracilaria fisheri, G. salicornia dan Liagora ceranoides. Keanekaragamn jenis makroalga di pantai Tablolong tergolong rendah, keseragaman jenis nilai E mendekati 1 yaitu sebaran makroalga tersebar merata. Dominansi makroalga tergolong rendah. Persen cover penutupan lamun tertinggi di Srasiun I adalah Cymodocea rotundata sebesar 92,9%, Halodule uninervis sebesar 93,1 %, dan Hadodule pinfolia sebesar 78,5%. Stasiun II didominasi oleh Hadodule pinfolia sebesar 96,3% dan Halodule uninervis sebesar 90,6 %. Stasiun III adalah Hadodule pinfolia sebesar 95,2% dan Halodule uninervis sebesar 95,3 %. Stasiun IV didominasi oleh Cymodocea rotundata sebesar 90,6%, Halodule uninervis sebesar 90,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI
DESA PAKUBAUN KECAMATAN AMARASI TIMUR
KABUPATEN KUPANG
ASBTRAK
SEVERIUS G. NAISOKO
NIM. 16382693
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA
KUPANG
2021
PENGESAHAN ABSTRAK SKRIPSI
Judul Sripsi : Struktur Komunitas Makroalga Di Perairan Pantai Desa Pakubaun Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang
Nama Mahasiswa : Severius Geovani Naisoko
Nomor Induk mahasiswa : 16382693
Program Studi : Manajemen Sumberdaya Perairan
MENGESAHKAN
PEMBIMBING I
Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D
PEMBIMBING II
Imanuel J. Emola, S.Pi.,M.Si
Dekan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Umbu P. L. Dawa, S.Pi.,M.Sc Rektor
Universitas Kristen Artha Wacana
Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si
RINGKASAN
SEVERIUS G. NAISOKO (16382693). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Desa Pakubaun, Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Makroalga adalah salahvsatu organisme tingkat rendah yang keberadaannya sangat melimpah, termasuk di perairan pantai Desa Pakubaun Struktur komunitas merupakan salah satu kajian yang dipelajari dalam syn-ekologi yang mencakup tentang keragaman, keseragaman, dominasi dan kelimpahan. Pesisir pantai Desa Pakubaun terletak di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Informasi ilmiah tentang struktur komunitas makroalga di perairan pantai Desa Pakubaun, Amarasi Timur, Kabupaten Kupang belum ada. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makroalga di Perairan Pantai Desa Pakubaun, Amarasi Timur meliputi: kepadatan jenis dan relatif, keanekaragaman, keseragaman, domiansi dan frekuensi jenis dan relatif.
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel makroalga yaitu menggunakan metode transek kuadrat dengan menarik meter rol tegak lurus garis pantai dan menempatkan sejumlah kuadrat. Jumlah transek sebanyak 4, masing-masing transek diletakkan 5 plot. Jarak antar transek adalah 100 meter dan jarak antar plot adalah 5 meter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di perairan pantai Desa Pakubaun terdiridari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophytaserta 8 jenis. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Enteromorpha intestinalis (sebesar 297,6 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Enteromorpha intestinalis (sebesar 87,11%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Ulva lactuca, dimana kepadatan jenis (sebesar 0,75 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,22%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan pantai Desa Pakubauan tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai (C= ~ 1) artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan labil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 0,178), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Enteromorpha intestinalis. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (sebesar 1,00) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 38,46%.
Kata kunci: Struktur komunitas, makroalga, perairan, pantai.
SUMMARY
SEVERIUS G. NAISOKO (16382693). Structure of Macroalgae Community in Coastal Waters of Pakubaun Village, East Amarasi District, Kupang Regency. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D and IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si as Advisors I and II. Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University, Kupang.
Macroalgae are low-level organisms that are very abundant, including in the coastal waters of Pakubaun Village. Community structure is one of the studies studied in syn-ecology which includes diversity, uniformity, dominance and abundance. The coastal area of Pakubaun Village is located in East Amarasi District, Kupang Regency. This area is one of the coastal areas that has abundant natural resource potential, including macroalgae. There is no scientific information regarding the structure of the macroalgae community in the coastal waters of Pakubaun Village, East Amarasi, Kupang Regency. This study aims to determine the structure of the macroalgae community in the coastal waters of Pakubaun Village, East Amarasi including: species and relative density, diversity, uniformity, dominance and species and relative frequency.
The method used in macroalgae sampling is using the quadratic transect method by pulling the roller meter perpendicular to the coastline and placing a number of squares. The number of transects is 4, each transect is laid out 5 plots. The distance between transects is 100 meters and the distance between plots is 5 meters.
The results showed that the composition of the macroalgae species found in the coastal waters of Pakubaun Village consisted of 3 divisions, namely Chlorophyta, Phaeophyta and Rhodophyta and 8 species. The highest density of macroalgae is Enteromorpha intestinalis (297.6 ind / m2), and the relative density is Enteromorpha intestinalis (equal to 87.11%). The lowest species density and relative density was Ulva lactuca, where the density was (0.75 ind / m2) and the relative density was (0.22%).The diversity of macroalgae species in the coastal waters of Pakubauan Village is low, the uniformity of macroalgae is classified as uneven with an E value close to 0, the dominance of macroalgae with a value (C = ~1) means that there are species that dominate other species or the community structure is unstable. The highest value of macroalgae species frequency with an average (amounting to 0.178), with the highest occurrence frequency was species Enteromorpha intestinalis. The highest value of macroalgae species frequency (amounted to 1.00) and the highest relative frequency (amounted to 38.46%.
Key words: Community structure, macroalgae, coastal, waters.