Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Subjek: UMKM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UMKM DALAM PELAPORAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN DI DAERAH KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi UMKM Dalam Pelaporan Kewajiban Perpajakan Di Daerah Kota Kupang (Studi Kasus Pada UMKM Di Kota Kupang). Adapun persoalan yang diangkat adalah (1)Apakah kesadaran wajib pajak mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (2)Apakah pemahaman perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (3)Apakah sanksi perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Untuk mengetahui apakah kesadaran wajib pajak mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (2)Untuk mengetahui apakah pemahaman perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (3)Untuk mengetahui apakah sanksi perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Kesadaran Wajib Pajak, Pemahaman Perpajakan, dan Sanksi Pajak. Kesadaran wajib pajak adalah pemahaman yang mendalam pada seseorang yang terwujud dalam pemikiran, sikap, dan tingkah laku untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan karena memahami bahwa pajak sangat penting untuk pembiayaan dan pembangunan. Pemahaman peraturan perpajakan adalah suatu proses dimana wajib pajak memahami dan mengetahui tentang peraturan dan undang- undang serta tata cara perpajakan dan menerapkannya untuk melakukan kegiatan perpajakan seperti, membayar pajak, melaporkan SPT, dan sebagiannya. Sanksi pajak dapat juga diartikan juga sebagai alat kontrol yang mengontrol agar wajib pajak tetap memenuhi kewajiban perpajakannya dikarenakan dengan adanya kerugian yang akan didapat oleh wajib pajak apabila tidak membayarkan pajak yang secara otomatis akan membuat wajib pajak harus berpikir apabila tidak ingin memenuhi kewajiban perpajakannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan membagikan kuisioner yang telah dibuat oleh peneliti kepada responden. Teknik Analisis Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analsisi Regresi Sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kota Kupang, (2) Pemahaman Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kota Kupang, (3) Sanksi Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK, SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM ORANG PRIBADI DIKELURAHAN FATULULI KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan perpajakan adalah upayah tanggung jawab wajib pajak kepada Tuhan bagi pemerintah dan rakyat sebagai kegiatan pemenuhan kewajiban dan hak perpajakannya..Kepatuhan wajib pajak memiliki kesediaan untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa perlu diadakannya pemeriksaan investigasi,peringatan ataupun ancaman dan penerapan sanksi baik hukum maupun administrasi).Kepatuhan wajib pajak menjadi aspek penting mengingat sistem perpajakan Indonesia menganut system self assesment,yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung,membayar,dan melaporkan kewajibannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.Penelitian ini meupakan jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi di Kelurahan Fatululi dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi sedangkan sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MODAL KERJA DAN PENDAPATAN UMKM DI PASAR OESAO KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Modal kerja merupakan hal yang utama dalam menjalankan suatu usaha, termasuk berdagang. Modal adalah semua bentuk kekayaan yang digunakan dalam proses produksi atau menghasilkan output. Modal merupakan kekayaan yang dapat menghasilkan keuntungan pada waktu yang akan dating. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya). Sedangkan pendapatan dalam akuntansi adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga, dan dividen. Peraturan UMKM 2021 tertuang dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal kerja berpengaruh besar dan positif terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL USAHA, ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KELURAHAN PENFUI KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM di Kelurahan Penfui Kabupaten Kupang. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini karena usaha tersebut merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan, pendapatan, dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, pengembangannya mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia ditunjukkan oleh populasinya sebagai pelaku usaha terbesar, serta kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja, pembentukan produk domestik bruto (PDB), ekspor, dan penciptaan modal tetap/investasi. Ditinjau secara sektoral, sebagian besar UMKM bergerak di sektor primer (50,1 persen), sektor sekunder (7,4) dan sektor tersier (42,5 persen). Penulisan ini bersumber dari BPS dan kementerian koperasi dan UMKM kabupaten kupang. Menurut Listyawan Ardi Nugraha (2011:9) modal usaha merupakan salah satu variabel bebas, yang mempengaruhi kinerja UMKM. Modal usaha yang besar memungkinkan UMKM untuk melakukan usaha dengan kapasitas produksi yang besar pula sehingga menghasilkan laba yang besar. Begitu pula sebaliknya, modal usaha yang kecil mengakibatkan UMKM hnya mampu memproduksi atau menjual barang/jasa dalam jumlah sedikit. Menurut Lamb et.al Sumiati (2015:36) bahwa orientasi pasar merupakan suatu filosofi dalam strategi pemasaran yang menganggap bahwa penjualan produk tidak tergantung pada strategi penjualan tetapi lebih pada keputusan konsumen dalam membeli produk. orientasi pasar juga mempengaruhi kinerja UMKM apabila permintaan pasar meningkat maka kegiatan produksi akan semakin dipercepat untuk memenuhi permintaan konsumen. Menurut Morris dan Paul (2012) Orientasi kewirausahaan juga mempengaruhi kinerja UMKM, apabila pengusaha UMKM memiliki skill dan pengetahuan yang baik mengenai kewirausahaan, maka kinerjanya akan bagus. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang harus tetap diperhatikan karena dapat mempengaruhi kinerja suatu UMKM dan berdampak pada keberlanjutannya dalam dunia bisnis, yakni modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan. Ketiga faktor tersebut akan berdampak positif apabila porsinya dalam bisnis UMKM ditingkatkan, sehingga kinerja UMKM turut meningkat. Penulis menganalisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif, di mana penulis menyebarkan kuesioner kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Penfui kemudian melakukan perhitungan matematis dan menggunakan prosedur statistik untuk mendapatkan kesimpulan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T) Uji Simultan (Uji F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa variabel modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Artinya, kinerja UMKM akan meningkat apabila modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan ditingkatkan di kalangan pelaku UMKM. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis linear berganda dengan nilai konstan regresi sebesar 8.462. sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,211, b2 = 0,541, b3 = 0,099. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh modal usaha( X1), orientasi pasar (X2) dan orientasi kewirausahaan (X3) terhadap kinerja UMKM (Y) adalah sebagai berikut: Y = 4.462 + 0,054X1 + 0,156X2 + 0,139X3+e. berdasarkan hasil uji thitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 1.542 dan nilai ttabel 1,679 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Maka terbukti bahwa thitung lebih besar dari pada ttabelartinya Ho ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM. Berdasarkan hasil uji Fhitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 9.122 dan nilai Ftabel 2,81 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Karena nilai Fhitung 9.122>2,81. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa modal usaha orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang. Besarnya koefisien determinasi atau angka (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS diperoleh nilai R= 0,611 R Square= 0,373 sehingga yang dipilih adalah Adjusted R Squad dengan besaran 0,332 atau 33,2%. Nilai R Square 0,332 ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “R”, yaitu 0,611 x 0,611 = 0,332 atau sama dengan 33,2%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 (Modal Usaha) X2 (Orientasi Pasar) dan X3 (Orientasi Kewirausahaan) dapat menjelaskan sebesar 33,2 % berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di kelurahan penfui dan sisanya sebesar (100% - 33,2% = 62,7%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Modal Usaha, Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan, Kinerja UMKM

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang, dimana sebuah negara berkembang sangat fokus akan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik. Salah satuyang membangun pertumbuhan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kementrian Koperasi danUMKM, 2014). Kontribusi tersebut akan baik apabila berbagai permasalahan yang masih dihadapi UMKM tersebut dapat diatasi dan salah satunya adalah permasalahan dalam memanfaatkan informasi akuntansi dalam berbagai pengambilan keputusan usahanya. Dibanyak penelitian, permasalahan ini diduga kuat bersumber dari kurangnya persepsi dan pemahaman pengelola dalam bidang akuntansi. Belkaoui (2000:35) dalam Kristian (2010), mendefinisikan informasi akuntansi sebagai informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan. Penggunaan informasi akuntansi itu untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen danpengawasa operasional. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh nformasi yang diperlukan manajemen terutama yang berhubungan dengan data keuangan suatu perusahaan(Baridwan, 2000: 1). Menurut Puspitawati & Anggadini(2014), informasi akuntansi merupakan rangkaian aktivitas dalam pemrosesan data dari aktivitas bisnis pengolahan data keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem informasi komputer yang terintegrasi secara harmonis. Holmes dan Nicholls 2008 juga berpendapat bahwa informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menetukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan,serta bermanfaat untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen operasional. Informasi yang dihasilkan mengenai bisnis perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaan di masa lalu, masa kini, dan juga untuk menentukan langkah perusahaan di masa depan untuk mencapai tujuan perusahaan khususnya dalam pengelolaan UMKM. Pendidikan menggambarkan proses pemilik/manajer untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan teknis serta kemampuan organisasi (Budiyanto, 2014). Pendidikan yang pernah ditempuh oleh pemilik/manajer UMKM memengaruhi pemahaman mengenai usaha yang sedang dijalankan dan pentingnya penggunaan informasi akuntansi bagi usaha mereka. Pendidikan yang rendah akan membuat informasi akuntansi semakin jarang untuk digunakan karena kurangnya pemahaman. Hidayat(2020), Skala usaha adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola usaha yang didasarkan atas banyaknya karyawan, dan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Semakin besar skala usaha suatu perusahaan maka semakin tinggi penggunaan informasi akuntansi dalam perusahaan tersebut(Fitoriah,2019). Disamping tingkat produksitifitas, perusahaan sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang harus dipekerjakan, jadi semakin banyak jumlah tenaga kerja yang dikerjakan menunjukan bahwa tingkat produktifitas yang cukup tinggi dialami oleh perusahaan khususnya pada perusahaan kecil menengah, sehingga kebutuhan perusahaan terhadap informasi yang akan dibutukan juga akan semakin meningkat. (Holmes, Scott, 2011). Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan,skala usaha,pengaruh umur dan pelatihan akuntansi terhadap Penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Metode pengujian data yang digunakan adalah uji regresi berganda dan uji nilai selisih multak. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenjang pendidikan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, skala usaha tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, umur perusahaan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Menurut Solovida (2010), pelatihan akuntansi yang dimaksud adalah pelatihan akuntansi yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan luar sekolah maupun lembaga pendidikan tinggi, atau balai pelatihan departemen atau dinas tertentu. Elemen penelitian ini adalah skala dikotomi. Kata Kunci:UMKM, Usaha mikro Kecil Dan Menengah, Penggunaan Informasi Akuntansi, Jenjang Pendidikan, Skala Usaha, Umur perusahaan, Pelatihan Akuntansi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBOBO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBOBO Dalam beberapa tahun belakangan ini,di berbagai belahan dunia isu mengenai literasi keuangan (financial literacy) tengah hangat diperbincangkan.literasi keuangan diakibatkan oleh keinginan sebuah negara untuk memiliki penduduk yang berkualitas dan memiliki kecerdasan finansial yang baik, sehingga akan berdampak pada perbaikan roda ekonomi negara itu sendiri. UMKM yang ada di Kelurahan Oebobo, sudah memasuki Usaha Mikro, Kecil, Menengah dituntut untuk mengembangkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital termasuk pemahaman mengenai laporan keuangan yang berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas, Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK UMKM) masih 10% dari ekosistem pada segmen klarifikasi UMKM yang baru memanfaatkan teknologi dan literasi keuangan dalam menunjang kegiatan usahanya selain itu terbatasnya pengetahuan sumber daya manusia tentang keuangan yang mengakibatkan, perkembangan finansial UMKM ini tergolong lambat.Permasalahan dalam penelitian ini yaitu literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja usaha mikro, kecil, menengah di kelurahan oebobo. Maka persoalan penelitian yang akan di bahas yaitu Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di kelurahan oebobo. OJK menyatakan bahwa misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas,meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tertipu pada produk-produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka waktu pendek tanpa mempertimbangkan risikonya (Wulandari,2019). Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kelurahan oebobo. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM industri pengelolaan yang termasuk dalam produk makanan, minman dan jasa yang berada di kelurahan oebobo, kota kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan langsung kepada para pelaku UMKM. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk menganalisis variabel independen yaitu literasi keuangan (X) terhadap variabel dependen yaitu kinerja UMKM (Y). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis pendahuluan akan dideskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik dari masing-masing konsep dan analisis lanjutan. Analisis linear berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (pada UMKM di Kelurahan Oebobo). Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana coefficientsᵅ diketahui bagian B diperoleh nilai variabel literasi keuangan sebesar .589, dan nilai constant (a) adalah 15.722. a = 15.722 ini menunjukan bahwa jika literasi keuangan dianggap konstanta maka variabel kinerja usaha sudah memiliki nilai sebesar 15.722. b = 589 menunjukan jika variabel literasi keuangan meningkat satu-satuan maka nilai kinerja usaha meningkat sebesar 589. Y= 15.722 + 589 X + ℇ. Berdasarkan hasil uji determinasi model summary di atas, diketahui bahwa: Nilai R sebesar 0,479 ͣ yang artinya variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM memiliki hubungan yang erat. Nilai Adjusted R Square 0,229 berarti 20,2% kinerja UMKM dapat di jelaskan oleh Literasi Keuangan. Variabel Literasi Keuangan berpegaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,007>0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Dilihat berdasarkan nilai t-hitung sebesar 2,888 serta signifikan sebesar 0,007 0,05. Maka dapat di ketahui bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Data diolah menggunakan SPSS Versi 27 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM.Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kelurahan oebobo,kota kupang,maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan yang memilki pengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,202 yang artinya variabel literasi keuangan yang memberikan kontribusi sebesar 20,2% terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan hasil penelitian saran kepada responden pelaku UMKM yang berada di Kelurahan Oebobo untuk lebih meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan usahanya agar kinerja usaha dapat di tingkatkan. KATA KUNCI: Literasi Keuangan, Kinerja UMKM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Dimasa Pandemi Covid-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Analisis Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Distibutor Ayam Potong Di Kota Atambua). Adapun persoalan yang diangkat adalah Bagaimana Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Masa Pandemi? (Studi Pada Distributor Ayam Potong Di Kota Atambua). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak UMKM di masa pandemi covid-19. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Terdapat dua kepatuhan Wajib Pajak yaitu kepatuhan formal dan kepatuhan material. Kepatuhan formal adalah keadaan dimana wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakannya secara formal berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang. Misalnya ketentuan tentang batas waktu pelaporan. Jadi, yang dipenuhi oleh Wajib Pajak hanyalah memenuhi ketentuan penyampaian SPT sebelum batas waktu. Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak secara formal dilihat dari aspek kesadaran wajib pajak untuk mendaftarkan diri, ketepatan waktu dalam membayar pajak, ketepatan waktu dalam menyampaikan SPT, dan pelaporan wajib pajak melakukan pembayaran tepat waktu. Kepatuhan material yaitu semua material perpajakan dapat dipenuhi secara hakekat (substantif), artinya berlandaskan dengan Undang-Undang perpajakan. Populasi dalam penelitian ini adalah distributor ayam potong di Kota Atambua Kabupaten Belu. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 responden, karena penulis ingin membuat perbandingan dari kedua Distributor Ayam Potong tersebut mengenai kepatuhan wajib pajak UMKM di masa pandemi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung kepada responden dan dokumentasi dengan mengumpulkan data-data Laporan Penjualan dan Laporan Pembayaran Pajak di tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dinilai cukup karena adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan omset penjualan pelaku UMKM menurun. Selain itu juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman dan kurangnya pengetahuan wajib pajak tentang adanya pemberian insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah, sehingga tidak semua pelaku UMKM mendapatkan dan memanfaatkan insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Literasi Keuangan Dan Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Di Kecamatan Maulafa ( Studi Kasus Pada UMKM Jenis Usaha Kios )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KECAMATAN MAULAFA (Studi Kasus Pada UMKM Jenis Usaha Kios) Meningkatnya literasi keuangan dan inklusi keuangan dapat mengembangkan usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) karena pelaku UMKM dapat memahami konsep dasar produk keuangan, perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, juga melindungi dikemudian hari dari penipuan dan pekerjaan tidak sehat dari pasar keuangan. Berbagai permasalahan yang masi dihadapi pelaku UMKM di kota kupang khususnya Kecematan Maulafa adalah tidak adanya Proses penerapan Literasi Keuangan dengan baik serta hambatan masyarakat dalam mengakses lembaga keuangan adalah tingginya unbankble (tidak memenuhi persyaratan pinjaman bank) yang disebabkan oleh kesenjangan kemiskinan, rendahnya pembiayaan UMKM, tingginya suku bunga kredit mikro, kurangnya kemampuan manajemen UMKM, dan terbatasnya saluran distribusi jasa keuangan, hal tersebut yang menjadikan penerapan inklusi keuangan penting Dalam menjalankan suatu usaha masyarakat membutuhkan modal, baik itu dari modal sendiri atau dengan meminjam di bank begitu pula dengan pengusaha UMKM, pemberian kredit untuk UMKM oleh lembaga keuangan sangat membantu pengusaha UMKM untuk menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap perkembangan kerja UMKM dikecamatan maulafa. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pelaku UMKM usaha kios di kecamatan maulafa dengan menggunakan rumus perhitungan metode slovin maka diambil sampel sebanyak 74 pelaku usaha kios yang ada di kecamatan maulafa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 74 kepada pelaku usaha kios yang ada di kecamatan maulafa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan membantu program SPSS komputer. Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa litersai keuangan dan inklusi keuangan merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan kinerja UMKM di Kecamatan Maulafa Y = 9.879 + 284 X1 + 388 X2 +e Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel X1 (literasi keuangan) dan X2 (inklusi keuangan) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Y (kinerja UMKM).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh tingkat pendidikan dan pemahaman akuntansi terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP di Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. 2) Untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansiterhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Sampel dalam penelitian ini adalah UMKM yang ada di Kabupaten Malaka khususnya 27 responden yang ada di Kecamatan Rinhat. Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Data primer adalah data yang digunakan dalam penelitian yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel (14,736>2,052) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,024 0,05). (2) Terdapat pengaruh signifikan pemahaman akuntansi terhadap pelaporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar thitung lebih besar dari ttabel (2,418>2,052).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja UMKM Pada UMKM Di Kabupaten Alor

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal manusia, modal sosial dan modal pelanggan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di abupaten alor. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kabupaten alor. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM di kabupaten alor, kota kalabahi. Teknik pengumpulan data dilakuan dengan kuesioner yang disebarkan lansung kepada para pelaku UMKM. Data diolah menggunakan SPSS Versi 16 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Sedangkan hasil uji pada modal manusia dan modal pelanggan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kabupaten alor, kota kalabahi, maka dapat disimpulkan bahwa modal sosial yang memilki pengaru terhadap kinerja UMKM sedangkan pada modal manusia, dan modal pelanggan tidak memiliki berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,684 yang artinya variabel modal manusia, modal sosial, modal pelanggan yang memberikan kontribusi sebesar 68,4% terhadap kinerja UMKM sedangkan sisanya sebesar 31,6% dipengaruhi faktor lain yang tidak ikut dianalisis. ABSTRACT This study aims to determine the effect of human capital, social capital and customer capital on business performance of MSME actors in Alor Regency. The population in this study are all MSMEs in Alor Regency. The research sample consisted of 30 MSMEs in Alor Regency, Kalabahi City. Data collection techniques were carried out using questionnaires which were distributed directly to MSME actors. The data was processed using SPSS Version 16 with data analysis techniques using multiple linear regression analysis, by testing the t test and the coefficient of determination (R2) test. The test results show that social capital has a positive effect on the performance of MSMEs. While the test results on human capital and customer capital do not affect the performance of SMEs. Based on research conducted on 30 MSMEs in Alor Regency, Kalabahi City, it can be said that social capital has an influence on MSME performance on human capital, and customer capital has no effect on MSME performance. The value of Adjusted R Square is 0.684, which means that the variables, social capital, and customer capital that contributed 68.4% to the performance of MSMEs, the remaining 31.6% were influenced by other factors that were not analyzed.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL, DAN MENENGAH PADA LAPORAN KEUANGAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Implementasi SAK EMKM dalam menyusun laporan keuangan dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi EMKM di era revolusi industi 4.0. Dalam industri 4.0 tidak bisa dihindari oleh pelaku UMKM, dalam era baru ini merupakan hal yang harus dijadikan peluang besar untuk meningkatkan kinerja usaha para pelaku UMKM dengan kemajuan teknologi pelaku usaha bisa memasarkan produk dan dapat mempromosikan produk melalui internet. Dalam dunia berbisnis dituntut untuk menyesuaikan proses bisnis ndalam menciptakan jejaring dan peluang pasar melalui digital marketing. Dengan adanya SAK EMKM pelaku usaha dibantu untuk menyusun laporan keuangan yang layak agar dapat nmengetahui pemasukan setian hari, bulan bahkan tahunan karena laporan keuangan sangat penting untuk masa depan usaha.SAK EMKM merupakan standar yang dibuat sederhana karena mengatur gtransaksi umum yang dilakukan oleh EMKM dan standar pengukurannya murni menggunakan biaya historis sehingga EMKM cukup mencatat aset dan liabilitas. Dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan merupakan suatu bentuk peningkatan kualitas laporan keuangan yang akan memberikan dampak dalam peningkatan kredibilitas laporan keuangan dimaksud. Dalam penelitian ini menggunakan 2 konsep yaitu SAK EMKM merupakan standar akuntansi keuangan yang berdiri sendiri dapat digunakan oleh entitas yang memenuhi entitas tanpa akuntabilitas public yang signifikan sebagaimana yang diatur dalam SAK ETAP dan karakteristik dalam undang-undang No 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dan laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM yang berada di Kecamatan Oebobo dengan sampel sebanyak 20 UMKM, untuk memperoleh data yang relevan dalam penelitian ini maka, digunkana teknik pengumpulan data yang objektif agar pembahasan lebih mendekati keadaan yang sebernarnya yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara melakukan Tanya jawab secara langsung kepada UMKM terkait pemahaman tentang SAK EMKM dan kendala yang dihadapi. Dokumentasi adalah teknik yang mengumpulkam imformasi dari teori-teori dengan mempelajari serta mencatat bahan-bahan informasi yang berhubungan dengan materi penelitian. Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dengan wawancara 20 pelaku UMKM hanya 2 UMKM saja yang menerapkan SAK EMKM dalam menyusun laporan laporan keuangan, sedangkan 18 pelaku UMKM belum menerapkan SAK EMKM karena pelaku UMKM memiliki kendala dalam menyusun laporan keuangan dan menyatakan bahwa dalam penyusunan laporan keuangan belum memahami pentingnya laporan keuangan bagi usaha yang dijalankan sehingga mereka masih menggunakan pencatatan yang sangat sederhana meliputi pemasukan dan pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional usahanya, mereka menyampaikan dalam menyusun laporan keuangan belum menerapkan SAK EMKM karena belum paham tentang SAK EMKM dan karena laba yang dihasilkan tidak tentu, oleh sebeb itu kebanyakan UMKM di Kecamatan Oebobo tidak mencatat dalam laporan keuangan, hanya memperkirakan pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam transaksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur) NAMA : MARINI E. RADJA KANA NIM : 18190319 Keberadaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Daya tahannya dalam menghadapi krisis ekonomi yang beberapa ali melanda juga sudah teruji. Ketahanan tersebut diantaranya disebabkan oleh UMKM tidak memiliki ketergantungan pada bahan baku impor maupun modal dari asing sehingga ketiga terjadi pelemahan mata uang rupiah, mereka tidak terdampak. Bahkan banyak di antara UMKM tersebut menjadi penopang ekspor. Baik melalui ekspor langsung ataupun sebagai penyedia bahan baku yang selanjutnya hasil jadinya diekspor. Di samping itu, mayoritas pelaku UMKM menyediakan produk maupun jasa dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian saat terjadi penurunan daya beli masyarakat akibat adanya krisis, UMKM justru memperoleh efek positif. Dalam rangka memenuhi aspek permodalan Usaha Kecil Mikro dan Menengah peran serta perbankan perlu didorong untuk meningkatkan penyediaan kredit atau pembiayaan UMKM sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam menghasilkan barang dan atau jasa. Kondisi diatas juga didasarkan pada fakta masih relatif kecilnya rasio kredit untuk pembiayaan UMKM secara nasional terutama sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil Mikro dan Menengah. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia membuat suatu peraturan guna memberikan porsi yang lebih besar didalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia nomor 14/22/PBI/2012 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dengan peraturan perubahan nomor 17/12/PBI/2015, bahwa bank umum termasuk bank pembangunan daerah wajib memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serendah-rendahnya 20 % (dua puluh persen) yang dihitung berdasarkan total kredit atau pembiayaan UMKM terhadap total Kredit atau Pembiayaan umum. Rasio kredit diberlakukan secara bertahap sejak tahun 2015. Pemenuhan kewajiban tersebut harus dilakukan oleh perbankan paling lambat tahun 2018. Pencapaian ini dilakukan secara bertahap, sebagai berikut. Berdasarkan uraian latar belakang dan batasan masalah diatas, maka pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apakah kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI/2015 berdampak terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020?” Berdasarkan pokok permasalah di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui dampak kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI2015 terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Kebijakan Kredit Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 istilah pembiayaan juga dipersamakan dengan istilah kredit yang merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak peminjam dimana bank mewajibkan untuk melunasi hutang setelah jangka waktu tertentu ditambah dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil. b. Tingkat pertumbuhan pembiayaan menurut Budiono (2011:7) merupakan pencapaian rasio pemberian kredit atau pembiayaan secara umum yang dilakukan oleh perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah data perbankan sejak awal mula berdirinya Bank NTT pada tanggal 17 juli 1962. Sedangkan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan dan krtiteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah data perbankan (UMKM) dari tahun 2016-2020 di Bank NTT KCU Kupang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan data sekunder dengan metode dokumentasi. Data yang dibutuhkan berupa berupa data realisai kredit UMKM dan Non UMKM Bank NTT, realisasi kredit umum Bank NTT pada periode 2016-2020 serta data lainnya yang termuat dalam laporan tahunan publikasi Bank NTT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertumbuhan penyaluran kredit secara total pada periode tahun 2016-2020 serta pertumbuhan penyaluran kredit khusus untuk UMKM untuk periode yang sama, Bank NTT dapat memenuhi ketentuan PBI Nomor 17/12/PBI/2015, yaitu pada yahun 2016 sebesar 15%, dan seterusnya tahun 2017-2020 sebesar 20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECI DAN MENENGAH DI KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Strategi adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam jangka pendek maupun dijangka panjang, yang di dasari pada riset pasar, penilaian, perencanaan produk, promosi, dan perencanaan penjualan, serta distribusi. Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang serius baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Usaha jasa di Kelurahan Oesapa kota kupang tidak lepas dari usaha yang keras di bidang pemasaran. peneliti lebih fokus meneliti UMKM (usaha di bidang jasa) Khusus di kelurahan Oesapa. Alasannya karena ingin mengetahui bagaimana proses perkembangan usaha jasa tersebut dan strategi apa yang akan di gunakan dalam proses pengembangan usaha tersebut. Pengembangan usaha adalah setiap usaha memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang sekarang maupun yang akan datang, dengan memberikan informasi mempengaruhi sikap-sikap atau menambah kecakapan (Hafsah, 2004) Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yang merupakan suatu cara pengumpulan data dengan mengajukan pernyataan secara tertulis kepada responden yaitu usaha jasa kelurahan oesapa. Tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis SWOT, yakni, streangth (kekuatan), weak ness (kelemahan), opportunities (peluang) dan threat (ancaman). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara otomais untuk merumuskan strategi perusahaan atau Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan Matriks Swot yakni, 1) Strategi SO menggunakan kekuatan internal usaha untuk memanfaatkan peluang eksternal. 2) Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal denganmemanfaatkan peluang eksternal. 3) Strategi ST menggunakan kekuatan usaha untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal 4) Strategi WT adalah taktik defensive yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. 1) Aspek Internal Aspek internal merupakan aspek kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada pelaku usaha UMKM bidang jasa (usaha jasa foto copy, usaha Barbershop, pencucian motor,salon kecantikan, dan bengkel motor.) Di Kelurahan Oesapa. Kekuatan dan kelemahan di tentukan berdasarkan hasil analisis dan kuesioner pada responden UMKM bidang jasa (usaha jasa foto copy, usaha Barbershop, pencucian motor, salon kecantikan, dan bengkel motor.) di kelurahan Oesapa. Aspek eksternal merupakan aspek peluang dan ancaman yang terdapat pada pelaku usaha UMKM bidang jasa (usaha jasa foto, usaha Barbershop, pencucian motor,salon kecantikan,dan bengkel motor.) di Kelurahan Oesapa. Yang termasuk peluang dalam UMKM bidang jasa adalah lokasi yang sangat startegis, sarana prasarana yang digunakan dalam usaha foto copy dan print. Yang menjadi ancaman dalam UMKM bidang jasa pada umumnya adalah banyaknya pesaing. Berdasarkan dari hasil penelitian menggunakan analisis SWOT dalam mengembangkan UMKM dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Faktor internal dan eksternal sangat memberikan dampak dan pengaruh yang besar terhadap perkembangan suatu usaha dikarenakan meliputi faktor penghambat maupun faktor pendukung di dalamnya yang memegang peranan penting bagi perkembangan suatu usaha .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERHITUNGAN, PENETAPAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN ATAS WAJIB PAJAK YANG MEMILIKI PEREDARAN BRUTO TERTENTU PADA CV. (RTD) SURYA CITRA TIMOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman wajib pajak akan peraturan yang di berlakukan pada PP nomor 23 tahun 2018 sangat penting dalam penerapannya. Pengaruh adanya PP nomor 23 tahun 2018 sangat dirasakan dan disadari oleh pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun banyak perbedaan pengaruh yang dirasakan oleh pelaku UMKM. Ada yang merasakan kemudahan serta masih ada yang belum merasakan kemudahan dari PP nomor 23 tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perhitungan, Penetapan, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Atas Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu Pada CV. (RTD) Surya Citra Timor. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif komperaktif dengan pendekatan kualitatif. CV. (RTD) Surya Citra Timor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang (cargo) baik melalui pesawat maupun kapal. Omset setahun CV. (RTD) Surya Citra Timor tidak mencapai Rp 4.800.000.000 sehingga CV. (RTD) Surya Citra Timor masuk dalam golongan UMKM yang mana perlakuan pajaknya adalah 0,5% dari omset sesuai dengan PP No 23 tahun 2018. CV. (RTD) Surya Citra Timor memiliki omset dibawah Rp. 4.800.000.000. Pada tahun 2017 CV. (RTD) Surya Citra Timor memiliki omset Rp. 3.442.000.000, pada tahun 2018 dan tahun 2019 CV. (RTD) Surya Citra Timor mengalami penurunan pengiriman barang sehingga omset menjadi menurun karena biaya angkutan jalan yang mahal dan tidak fleksibel . CV. (RTD) Surya Citra Timor, telah melayani kebutuhan para pelanggan akan pengurusan custom clearance pengiriman barang selama lebih dari 12 tahun. Hingga saat ini, CV. (RTD) Surya Citra Timor memiliki sekitar 200 pelanggan full container dan 350 pelanggan eceran, dengan jaringan di surabaya, kupang, soe, kefa, atambua, dan dili (Timor Leste). CV. (RTD) Surya Citra Timor mampu memenuhi kebutuhan ekspedisi pelanggan dari mana saja, agen di Dili memungkinkan untuk membantu pengiriman barang-barang dari luar indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI STUDI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KELURAHAN SULAMU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Sulamu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu, serta menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara simultan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Akuntansi (X1), Skala Usaha (X2), dan Penggunaan Informasi Akuntansi (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu UMKM yang berada di Kelurahan Sulamu sebanyak 149 usaha sedangkan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji koefisien determinasi, uji t dengan bantuan Software SPSS. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Ditemukan juga bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kebutuhan yang ditentukan oleh ukuran usaha lebih dominan dari pada kemampuan memahami akuntansi dalam menentukan penggunaan informasi akuntansi sehingga penggunaan informasi akuntansi tidak tergantung pada seberapa paham seseorang tentang akuntansi, melainkan pada seberapa besar atau kompleks usaha yang di kelola karena skala usaha yang berbeda membuat informasi akuntansi menjadi perlu atau tidak perlu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI, PENERAPAN SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI DAN KESIAPAN PELAKU UMKM TERHADAP PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi, penerapan sistem pencatatan akuntansi, dan kesiapan pelaku UMKM terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kelurahan Oeba. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan keuangan serta kurangnya kesiapan dalam menerapkan standar akuntansi yang sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kelurahan Oeba yang berjumlah 64 pelaku usaha, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 29.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN DAN KETERAMPILAN KEUANGAN TERHADAP PERILAKU KEUANGAN PADA UMKM (Di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian “Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Keterampilan Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Pada UMKM’’ (Di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan terhadap perilaku keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Oesapa. Permasalahan yang dihadapi UMKM sering kali berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang kurang optimal, sehingga mempengaruhi keberlanjutan usaha. Pengetahuan keuangan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memahami konsep dasar keuangan, sedangkan keterampilan keuangan berkaitan dengan kemampuan praktis dalam mengelola arus kas, menyusun laporan keuangan, serta mengambil keputusan finansial yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri dari 33 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kedua variabel independen terhadap perilaku keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih bijak dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM ”KELORIN” DI DESA INBATE KABUPATEN TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PEMBAYARAN PAJAK UMKM YANG ADA DI KELURAHAN OESAPA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK penelitian ini berjudul : “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PEMBAYARAN PAJAK UMKM YANG ADA DI KELURAHAN OESAPA” Pajak merupakan salah satu tujuan utama pemerintah dan digunakan sebagai sumber penerimaan negara. Penerimaan negara dalam negeri yang ditandai dengan pengeluaran yang terus menerus adalah pajak. Upaya yang di lakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia yang masih rendah karena pembayar pajak usaha kecil dan menengah secara alami diharapkan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah, mereka harus memahami tanggungjawab pajak mereka serta wajib pajak yang berkembang pesat tentunya perlu diketahui persepsi mereka terhadap kewajiban perpajakan. Pemerintah menerbitkan peraturan terkait perpajakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yaitu PP 23 Tahun 2018 yang menggantikan peraturan sebelumnya yaitu PP 46 Tahun 2013 dan berlaku mulai tanggal 1 Juni 2018 tentang pajak penghasilan (PPh) atas penghasilan usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak memiliki peredaran bruto (omzet) sampai dengan Rp 4,8 miliar dalam satu tahun Perubahan yang paling pokok dalam Peraturan Pemerintah ini adalah penurunan tarif dari 1% menjadi 0,5%. UMKM adalah unit usaha produktif yang mandiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha pada semua sektor perekonomian. Pada prinsipnya, perbedaan antara usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan usaha besar pada umumnya berdasarkan pada nilai aset awal (tidak termasuk tanah serta bangunan), omset tahunan rata-rata atau jumlah permanen para karyawan. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpunsampai 60% dari total investasi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar kewajiban sebagai wajib pajak sehingga pendapatan mengalami penurunan. Upaya yang dilakukan masyarakat agar meningkatkan partisipasi pembayaran pajak yangrendah dengan taat dan patuh untuk membayar kewajiban sesuai dengan peraturan yang berlaku wajib pajak masih belum memahami isi PP 23 Tahun 2018 yang memuat beberapa ketentuan baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh tarif pajak terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM, untuk munguji pengaruh sosialisasi perpajakan terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM, untuk menguji pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM, untuk menguji pengaruh pemahaman perpajakan terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diolah secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM yang di Kelurahan Oesapa. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah tarif pajak, sosialisasi wajib pajak, kesadaran wajib pajak, pemahaman wajib pajak terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (dependen) dan dibantu dengan alat uji statistik yaitu program SPSS Versi 25. Popolasi yang dipakai penelitian adalah pelaku usaha UMKM yang ada di Kelurahan Oesapa, sampel dari penelitian ini sebanyak 50 pelaku usaha. Penentuan sampel menggunakan metode jenuh sampling. Menurut Arikunto (2012:104) jika jumlah populasinya kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan, tetapi jika populasinya lebih besar dari 100 orang, maka bisa diambil 10-15% atau 20-25% dari jumlah populasinya. Hasil penelitian ini menunjukan : Variabel tarif pajak tidak berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di Kelurahan Oesapa. Sosialisasi wajib pajak berpengaruh berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di Kelurahan Oesapa. Kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di kelurahan Oesapa. Pemahaman wajib pajak tidak berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di Kelurahan Oesapa. Hasil penelitan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi peneliti selanjutnya yang meneliti tentang UMKM dan dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi. Kata kunci : Tarif Pajak, Sosialisasi, Kesadaran, Pemahaman dan Partisipasi Pembayaran Pajak UMKM  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WAJIB PAJAK TERHADAP PAJAK PENGHASILAN PADA WAJIB PAJAK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN KELAPA LIMA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERSEPSI WAJIB PAJAK TERHADAP PAJAK PENGHASILAN PADA WAJIB PAJAK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN KELAPA LIMA ABSTRAK Dengan perkembangan ekonomi saat ini, sektor pajak tetap menjadi sumber pemasukan yang utama bagi negara Indonesia. Pajak merupakan penerimaan dana yang paling aman dan terjamin karena memiliki sifat yang fleksibel, yang dapat lebih mudah dipengaruhi melalui kebijakan yang dibuat oleh negara. Saat ini pemerintah mulai memberikan perhatian besar pada perkembangan sektor swasta yang dipastikan akan memberikan sumbangsih pamasukan pajak yang besar bagi negara yaitu dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengeluarkan kebijakan yang terbaru sebagai upaya penerimaan pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu yang tertuang dalam peraturan pemerintah Nomor 55 tahun 2022. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat tanggapan para pelaku UMKM terhadap pajak penghasilan PP 55 Tahun 2022, guna memperoleh informasi mengenai persepsi wajib pajak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wajib pajak dalam pemungutan pajak penghasilan atas Usaha Mikro Kecil dan Menengah dengan menggunakan pendekatan wawancara kepada UMKM yang ada dikecamatan Kelapa Lima Kupang, kemudian menganalisis kondisi nyata yang terjadi dengan tinjauan teori yang digunakan sebagai acuan penelitian ini. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya UMKM yang menyatakan mengetahui Pemungutan PPh Final dengan berbagai alasan yaitu ketentuan pemberian modal atas Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Sudah ada pengetahuan tarif pemungutan pajak tetapi tidak begitu memahami perhitungan pajak,Menurut pelaku UMKM Sosialisai masih kurang dalam Pajak atas UMKM, belum adanya pengetahuan secara jelas dalam ketentuan pemungutan pajak, pelaku UMKM sependapat dengan adanya kemudahan dan penyederhanaan dalam pemungutan pajak yang tidak perlu membuat pembukuan, menurut UMKM dikatakan adil saat keuntungan tinggi tetapi disaat keadaan lesu mejadi tidak adil, dan tarif 0.5% juga masih menimbulkan Pro dan Kontra dalam keadaan ekonomi UMKM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail