ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Analisis Pendapatan Petani Di Kecamatan Kupang Barat (Studi Kasus pada petani tomat Di Desa Bolok) Pendapatan merupakan suatu hal yang penting bagi suatu perekonomian pada suatu negara, karena dari pendapatan yang stabil akan membantu dalam pembangunan ekonomi pada suatu negara. Pendapatan merupakan tujuan utama dari suatu usaha. Pendapatan merupakan suatu faktor yang penting dalam suatu usaha, karena pendapatan yang diperoleh dapat mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan menjamin kelangsungan suatu usaha,pendapatan mempunyai peran yang sangat besar dan merupakan faktor penentu apakah usaha yang di jalakan dapat terus berkelanjutan atau berhenti akibat menurunya pendapatan pada suatu usaha. Masalah tinggi rendah suatu pendapatan sangat mempengaruhi kehidupan para petani,khususnya pada petani tomat. Kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usaha tani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan. a). Untuk mengetahui apakah modal mempengaruhi pendapatan petani tomat di Desa Bolok, b), Untuk mengetahui apakah biaya sewa berpengaruh pada pendapatan petani tomat di Desa Bolok, c). Untuk mengetahui apakah upah tenaga kerja mempengaruhi pendapatan petani tomat di Desa Bolok, d).Untuk mengetahui apakah biaya pupuk berpengaruh pada pendapatan petani tomat di Desa Bolok Jumlah tomat yang dihasilkan petani di Desa Bolok memiliki jumlah yang bervariasi tergantung pada luas lahan yang digunakan petani untuk menanam, begitu pun pada harga yang di peroleh bervariasi tergantung pada harga di pasaran. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis kelaykan R/C ration, diketahui rata-rata nilai R/C ration R/C > 1, maka penerimaan yang diterima lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan, artinya usahatani tomat layak untuk terus diusahakan dan dijalankan. Dari hasil penelitian ini, modal,biaya sewa,upah tenaga kerja, dan biaya pupuk berpengaruh positif pada pendapatan petani. Kata Kunci: Analisis, pendapatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan kontribusi pajak bumi dan bangunan yang menjadi sumber pendapatan asli daerah Kabuapten Sabu Raiijua. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan ralisasi APBD Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2009-2021, Sehingga dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah Laporan Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) tahun 2018-2021.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari dokumen-dokumen atau catatan laporan keuangan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua, dan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penetapan target pbb p2 di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2018-2021 belumlah optimal apabila dibandingkan dengan potensi yang ada. Jika potensi penerimaan pbb p2 di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2021 adalah sebesar Rp4.762.396.439 dibandingkan dengan realisasi penerimaan PBB-P2 Kabupaten Sabu Raijua tahun 2021 yang merupakan tahun dengan target PBB P2 tertinggi yaitu sebesar Rp470.359.354 yang persentase potensinya sebesar 9,87%. Hal ini menunjukkan realisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2018-2021 masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan potensi yang ada.
Hasil ini juga menunjukkan bahwa pendapatan pajak bumi dan bangunan belum dapat mencapai target yang diharapkan. Tingkat kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan pedesaan dan perkotaan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sabu Raijua dari tahun 2018-2021 dikategorikan sangat kurang dengan nilai presentase rata-rata 1,38%.
Kesimpulan penelitian ini masih banyak potensi Pajak Bumi Dan Bangunan di Kabupaten Sabu Raijua yang belum terdaftar/terdata oleh pihak Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab rendahnya kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sabu Raijua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Pendapatan terhadap Perilaku Keuangan pada pelaku UMKM di Kecamatan Fatuleu. Metode penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner responden. Pengukuran variabelnya menggunakan skala likert. Teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis PLS (Partial Least Square). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Pendapatan merupakan Variabel Independent sedangkan Variabel Dependennya adalah Perilaku Keuangan. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Fatuleu. Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan kriteria responden sehingga jumlah sampel sebanyak 85 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Model Pengukuran (Outer Model), Uji Validitas Konvergen, Uji Validitas Diskriminan, Uji Reliabilitas PLS, Model Struktural (Inner Model), dan Uji Hipotesis dengan SmartPLS 4.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan dan Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Keuangan pelaku UMKM Kecamatan Fatuleu. Dimana Hasil pengujian variabel literasi keuangan terhadap perilaku keuangan menunjukan nilai thitung 2,956>ttabel 1,662 dan nilai signifikan sebesar 0,0030,05 ini menunjukan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Kemudian Hasil pengujian variabel pendapatan terhadap perilaku keuangan menunjukan nilai thitung 2,744>ttabel 1,662 dan nilai signifikan sebesar 0,0060,05 ini menunjukan pendapatan berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Sedangkan Inklusi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan pelaku UMKM Kecamatan Fatuleu. Dimana Hasil pengujian variabel inklusi keuangan terhadap perilaku keuangan menunjukan nilai thitung 1,3690,05 ini menunjukan bahwa inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Sedangkan Inklusi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan pelaku UMKM Kecamatan Fatuleu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan usaha yang memberikan sumbangan serta kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia, dimana UMKM bukan suatu yang asing dan tidak perlu dipertimbangkan lagi keberadaannya. Informasi yang disampaikan oleh kementerian bidang koperasi dan UMKM (2020), UMKM merupakan usaha yang memberikan masukan serta kontribusi yang sangat berpengaruh bagi masyarakat Indonesia dengan terciptanya investasi nasional serta adanya peningkatan bruto PDB Nasional, maupun dalam menyerap tenaga kerja dalam mendapatkan pekerjaan.
Adanya tingkat pengangguran yang tinggi sebagai akibat dari krisis ekonomi yang di Indonesia, memberikan pelajaran berharga tentang perlunya kreativitas dari setiap individu untuk tidak mengandalkan pekerjaan dari orang lain, melainkan menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat menyerap tenaga kerja dan menghidupkan kembali roda perekonomian Indonesia.
Dalam berwirausaha, pelaku usaha harus pandai dalam berperilaku sehingga dalam memasarkan produk yang dipasarkan dapat tersalurkan oleh konsumen sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan usahanya. Kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Dan Pemasaran Terhadap Pendapatan UMKM Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha UMKM dengan jenis usaha warung makan, kantin sekolah, jagung bakar, bakso, dan gorengan sebanyak 35 pada pelaku usaha UMKM di kecamatan Kelapa Lima.
Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS komputer. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa Secara persial Variabel perilaku kewirausahaan (X1) diketahui berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Y) UMKM di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang dan Secara persial Variabel pemasaran (X2) diketahui tidak berpengaruh siknifikan terhadap pendapatan (Y), UMKM di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK penelitian ini berjudul”Analisis efektivitas,kontribusi, dan trend retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di kota kupang” tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) tingkat efektivitas retribusi daerah dan juga tingkat efektivitas retribusi daerah berdasarkan jenis penerimaan retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu di daerah kota kupang tahun 2017-2021. (2) tingkat kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah dan juga tingkat kontribusi retribusi daerah berdasarkan jenis penerimaan retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu terhadap pendapatan asli daerah kota kupang tahun 2017-2021. (3) trend retribusi daerah kota kupang selama 5 tahun kedepan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan realisasi penerimaan retribusi daerah di kota kupang tahun 2017-2021. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) rata-rata tingkat efektivitas retribusi daerah selama tahun 2017 hingga tahun 2021 masuk dalam kategori tidak efektif, dan juga rata-rata tingkat efektivitas retribusi daerah berdasarkan jenis penerimaan retribusi jasa umum dengan kategori tidak efektif, retribusi jasa usaha dengan kategori tidak efektif, dan retribusi perizinan tertentu dengan kategori tidak efektif. (2) tingkat kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah kota kupang selama tahun 2017 hingga tahun 2021 rata-rata sangat kurang berkontribus dan tingkat kontribusi retribusi daerah berdasarkan jenis retribusi jasa umum dengan kategori sangat kurang berkontribusi terhadap PAD, retribusi jasa usaha dengan kategori sangat kurang berkontribusi terhadap PAD, retribusi perizinan tertentu dengan kategori sangat kurang berkontribusi terhadap PAD. (3) trend penerimaan retribusi daerah selama 5 tahun kedepan mengalami penurunan setiap tahunnya atau disebut trend negar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efektivitas pajak PKB merupakan perbandingan antara penerimaan pajak PKB dengan target penerimaan untuk mengetahui Efektivitas dari pelaksanaan penerimaan pajak PKB, dengan membandingkan target yang ditetapkan dengan realisasinya. Penerimaan pajak PKB dapat membantu dalam peningkatan pendapatan suatu daerah, seberapa besar peningkatannya pajak PKB untuk memenuhi pendapatan asli daerah, melalui penerimaan pajak PKB yang tujuannya juga untuk mengukur potensi penerimaan pajak PKB yang sudah menunjukkan tingkat yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan suatu daerah dalam menigkatkan pendapatan asli daerah, dan digunakan untuk mengukur Efisiensi dalam penerimaan pajak PKB, dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Dokumentasi yaitu mengambil populasi dan sampel dengan melakukan Dokumentasi sebagai pengumpulan data. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah Efektivitas pajak PKB, pendapatan asli daerah dan Efisensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator Efektivitas Pemungutan pajak PKB di UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang pada tahun 2019-2021 tergolong sangat Efektif dimana pemungutan pajak PKB rata-rata mencapai 80% - 90% atau rata-rata realisasi mencapai Rp. 977. 857.160.946 dari target yang ditetapkan.
Rata-rata target pendapatan asli daerah tahun 2019 sampai tahun 2021 menjadi sebesar Rp 135.740.069.707 dan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah di UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang Menjadi sebesar Rp 145.387.269.396 dan rata - rata efektivitas tahun 2019 sampai dengan 2021 mencapai Rp 80% - 90% terbilang sangat efektif. Realisasi pendapatan asli daerah pada tahun 2019 sangat efektif dikarenakan penerimaan retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah sudah mencapai target yang direncanakan, hal ini dapat dilihat dari presentase efektifitas 99,68%.
Efisiensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah dari tahun 2019 sampai dengan 2021 rata-rata mencapai 9,12% Efisiensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah dikatakan sangat rendah karena kurang dari <10%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem pemerintahan daerah sangat erat kaitannya dengan otonomi daerah yang saat ini telah berlangsung di Indonesia. Dengan pelaksanaan otonomi daerah diharapkan pemerintah daerah mampu mengatur sistem pemerintahannya sendiri dengan memaksimalkan sumber daya yang di miliki.
Dalam tahap perencanaan manajemen aset memastikan efektivitas dan koordinasi kegiatan manajemen aset yang disusun pemerintah serta mengawasi penggunaan dana dalam proses manajemen aset properti sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Karena pada dasarnya kunci keberhasilan manajemen aset adalah memiliki potensi daerah yang efektif dan efisien.
Salah satu bentuk pengelolaan aset yaitu konsep real property adalah suatu hak perorangan/badan hukum untuk memiliki dalam arti menguasai tanah dengan suatu hak atas tanah, misalnya hak milik/hak guna bangunan berikut bangunan (permanen) yang didirikan diatasnya/tanpa bangunan.
Tujuan dilakukan penelitian ini untuk megetahui seberapa efektif pengelolaan manajemen aset properti pemerintah daerah pada kantor Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan kuantitatif dengan rasio efektivitas untuk menggambarkan secara akurat mengenai fakta-fakta perhitungan dan memberikan prediksi mengenai hasil penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan.
Populasi yang dipakai peneliti ini adalah dokumen Laporan keuangan Badan Pendapatan dan Aset daerah Provinsi NTT. Dengan demikian maka untuk kepentingan analisis maka sampel dokumen Laporan keuangan yang diambil adalah Laporan Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) Tahun 2021-2022.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas manajemen aset properti pemerintah daerah pada kantor badan pendapatan dan aset daerah provinsi NTT kurang efektif dan tidak efektif karena adanya pandemic covid-19 yang melanda dunia, Indonesia dan Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan manajemen aset properti juga masih kurang efektif karena terdapat beberapa Permasalahan seperti :keterbatasan sumber daya, (SDM terbatas sedangkan jumlah aset itu banyak), ketersediaan anggaran untuk melakukan monitoring dan pengawasan itu minim sekali serta sistem aplikasi tentang pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) belum maksimal.
Hasil penelitian ini di harapkan memberikan manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh elastisitas belanja modal dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rrumus : elastisitas belanja modal, perubahan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Elastisitas belanja modal di Kabupaten Kupang dengan nilai rata-rata sebesar -1,77% berada pada kategori inelastis. Yang berarti bahwa belanja modal di Kabupaten Kupang bertambah 1% tetapi pertumbuhan ekonomi berkurang -7,77%. (2) Laju pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 11,15%, dan laju pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar -0,80%. (3) Nilai rata-rata elastisitas belanja modal sebesar -1,77% dengan kategori inelastis, maka belanja modal berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. (4) Nilai rata-rata pendapatan asli daerah sebesar -7,71% dengan kategori inelastis, maka pendapatan asli daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul :”Analisis Trend Atas Kontribusi Laba Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus Pada BUMD PD Pasar Kota Kupang)”
Kemandirian daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal menjadi isu yang dihadapi oleh setiap Pemerintahan Daerah, karena kebutuhan daerah (fiscal need) yang tidak seimbang dengan kapisitas fiskal (fiscal capacity) akan menimbulkan kesenjangan fiskal (fiscal gap). Pemerintah Daerah dituntut harus dapat meningkatkan PAD tanpa harus melanggar norma-norma dengan cara mengoptimalisasi potensi yang ada.
Pemerintah Daerah harus berusaha melakukan pengelolaan penerimaan daerah secara cermat, tepat dan hati-hati. Pemerintah Daerah harus menjamin bahwa semua potensi penerimaan telah terkumpul dan dicatat ke dalam sistem akuntansi pemerintahan daerah. Aspek utama dalam manajemen penerimaan daerah yang perlu mendapat perhatiaan serius adalah pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PAD harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar bagi pelaksanaan otonomi daerah. Hal ini menunjukkan bahwa PAD merupakan tolak ukur terpenting bagi kemampuan daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan otonomi daerah, sehingga PAD mencerminkan kemandirian suatu daerah. Untuk menciptakan penerimaan PAD melalui hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tersebut, dilakukan antara lain melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di berbagai provinsi.
Dengan adanya BUMD diyakini mampu memberikan dampak dan manfaat yang sangat besar untuk perkembangan perekonomian bagi masyarakat didaerah. Tujuan utama dibentuknya BUMD adalah guna membantu melaksanakan pembangunan daerah, dan mendorong kegiatan ekonomi daerah, menciptakan kesempatan kerja, menyediakan jasa pelayanan sosial dan memberikan kontribusi terhadap PAD.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kontribusi laba BUMD dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang menggunakan analisis trend. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah bagaimana potensi kontribusi laba BUMD dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang menggunakan analisis trend.
Kontribusi ialah suatu bentuk sumbangan berupa material (uang) yang dapat berupa sokongan atau sumbangan. Kontribusi keuntungan BUMD adalah sesuatu yang diberikan oleh BUMD baik dalam bentuk sumbangan atau dana untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang berguna untuk membantu mendorong pembangunan daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD), yaitu pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PAD bertujuan memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi.
Populasi pada penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Daerah Pasar Kota Kupang. Sampel pada penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Penerimaan laba BUMD Pemerintah Daerah Pasar Kota Kupang dan Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Dokumentasi berupa Laporan Realisasi Anggaran Kota Kupang tahun 2019-2022 dan dokumen lainnya yang memuat informasi mengenai BUMD, sedangkan wawancara dilakukan dengan kepala bagian keuangan BUMD di Kota Kupang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini data yang dianalisis adalah Laporan Realisasi Anggaran Penerimaan laba BUMD Pemerintah Daerah Pasar Kota Kupang dan Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang tahun anggaran 2019-2022. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif pada analisis pendahuluan dimana analisis deskriptif tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada dilapangan. Pada analisis lanjutan data analisis deskriptif dihitung menggunakan rumus analisis kontribusi dan analisis trend.
Berdasarkan pembahasan hasil analisis diatas peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
Retribusi pelayanan pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang tahun 2023-2027 tergolong cukup berkontribusi dengan persentase 2,8%. kontribusi ini menunjukan keaktifan yang diberikan oleh PD Pasar dalam menyetorkan laba perusahaan tersebut kepada PAD yang menandakan bahwa perusahaan tersebut masih produktif dalam pengelolaan kinerjanya meskipun belum secara maksimal.
Estimasi penerimaan retribusi pelayanan pasar melalui analisis trend untuk tahun 2023-2027 mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar Rp 656.344.000 diestimasikan menjadi Rp 902.066.167,8 pada tahun 2023 yang kemudian diikuti dengan peningkatan kontribusi laba PD Pasar terhadap PAD yang ikut mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar Rp 229.720.400 diestimasikan menjadi Rp 315.723.159.
Berdasarkan pada kesimpulan dan keterbatasan penelitian maka saran dari penulis untuk penelitian selanjutnya adalah membuat peraturan yang mengatur perencanaan/perumusan potensi dan target pendapatan asli daerah . Pemerintah daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatannya yang telah ada melalui peningkatan fasilitas bagi para pedagang agar mereka nyaman saat berjualan. Selain itu, Pemerintah daerah sebaiknya melakukan penyuluhan atau pemberitahuan tentang pentingnya membayar retribusi daerah seperti retribusi pelayanan pasar, sehingga diharapkan dengan adanya hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan membayar retribusi. Selain itu di harapkan pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan, pariwisata, perindustrian agar dapat bersama-sama memikirkan langkah-langkah yang tepat demi memajukan penerimaan pendapatan asli daerah Kota Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Modal kerja merupakan hal yang utama dalam menjalankan suatu usaha, termasuk berdagang. Modal adalah semua bentuk kekayaan yang digunakan dalam proses produksi atau menghasilkan output. Modal merupakan kekayaan yang dapat menghasilkan keuntungan pada waktu yang akan dating. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya). Sedangkan pendapatan dalam akuntansi adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga, dan dividen.
Peraturan UMKM 2021 tertuang dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal kerja berpengaruh besar dan positif terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KABUPATEN MALAKA
Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Sedangkan dana alokasi umum adalah dana yang berasal dari APBD yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan keuanagan antar daerah yang membiayai kebutuhan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, dana alokasi umum indonesia pada setiap satu tahun sekali sebagai dana yang digunakan untuk pembangunan daerah masing-masing sesuai dengan kebutuhan daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Pendapatan asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal Di Kabupaten Malaka.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan Keuangan Dikabupaten Malaka Tahun 2012-2021. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kabupaten malaka dari Tahun 2015-2020. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dokumentasi yang bersumber dari arsip atau dokumen yang berada di Bappeda.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahulu dengan melihat pada laporan realisasi pendapatan dapat diketahui bahwa dana pendapatan asli daerah mengalami peningkatan tebesar pada tahun 2017 sebesar Rp.54.789.190. Dan pendapatan asli daerah mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp.18.824.383. Sedangkan pada laporan realisasi anggaran dana alokasi umum dapat diketahui bahwa dana alokasi umum mengalami peningkatan tebesar pada tahun 2019 sebesar Rp.454.162.076. Dan dana alokasi umum mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp.412.497.589. dan pada laporan realisasi anggaran belanja modal dapat diketahui bahwa Belanja Modal mengalami peningkatan terbesar pada tahun 2017 sebesar Rp.222.048.972. Dan Belanja Modal mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp. 172.020.971.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama dikethui bahwa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) (X1) dari hasil uji hipotesis pada tabel diatas sebesar t hitung sebesar 4,539 dan t tabel sebesar 3,182 (thitung >ttabel ) dan P value sebesar 0.020 < 0.05. Maka hasil penelitian ini menyatakan H) ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal. Dari hasil uji hipotesis pada tabel diatas diperoleh nilai thitung -3,263 dan ttabel sebesar 3.182 (thitung > ttabel) dan P value sebsear 0.047 < 0.05. Maka hasil penelitian ini menyatakan H0 ditolak dan H2 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang negative dan signifikan antar Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal.
Kata kunci: pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan belanja modal
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperoleh dari sumber-sumber pendapatan daerah dan dikelola sendiri oleh pemerintah daerah. Pendapatan asli daerah merupakan tulang punggung pembiayaan daerah, oleh karenanya kemampuan melaksanakan ekonomi diukur dari besarnya kontribusi yang diberikan oleh pendapatan asli daerah. Belanja Modal adalah adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap berwujud yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Nilai aset tetap dalam belanja modal yaitu sebesar harga beli/bangun aset ditambah seluruh belanja yang terkait dengan pengadaan/ pembangunan aset sampai aset tersebut siap digunakan. Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pencapaian pembangunan daerah. dengan begitu adanya pelaksanaan pembangunan suatu daerah dapat meninjau suatu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sebagai salah satu pedoman untuk menetapkan perekonomian daerah dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat mulai dari tingkat Desa, kota dan kabupaten.
Penelitian ini dilakukan di kabupaten Kupang dengan judul Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang Tahun 2012-2021. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang dan untuk menguji pengaruh Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang. Penelitian dilakukan dengan data sekunder yang dipublikasikan di badan pusat statistik. (BPS).
Konsep utama dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pendapatan asli daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi b1 dengan nilai signifikan 0,14>0,05. Oleh karena itu, hipotesa H1 ditolak dan Belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi b2 dengan nilai signifikan 0,55>0.05 oleh karena itu, hipotesa H2 ditolak.
Dengan penjelasan diatas, pertumbuhan ekonomi di kabupaten kupang akan meningkat jika pendapatan asli daeranhnya meningkat. Demikian pula, jika belanja modal di kabupaten kupang meningkat maka pertumbuhan ekonominya juga akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
FEMIANA HOAR KLAU (17382265) Analisis Sosial Nelayan Gillnet di Pantai Motadikin Desa Fahiluka, Kabupaten Malaka: Dr. Alfred G.O, Kase., S.Pi, M.Si.,Ph.D dan Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Pantai Motadikin terletak di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain ikan pelagis kecil perairan Pantai Motadikin juga memiliki potensi sumberdaya pesisir lain seperti hutan mangrove. Panjang garis panjang ± 10 km, dan dihuni sekitar 220 kepala keluarga, yang merupakan nelayan gillnet.
Hasil pengamatan, alat tangkap gillnet mendominasi alat tangkap lain yang digunakan oleh nelayan di Pantai Motadikin. Analisis sosial ekonomi nelayan gillnet belum banyak diteliti, hal ini penting mengingat pengaruh keadaan sosial ekonomi terhadap masyarakat nelayan yaitu keterbatasan pendidikan dan keadaan rumah yang tergolong rendah sehingga berpengaruh besar terhadap pendidikan, lingkungan serta perilaku kehidupan nelayan. Dan salah satu cara untuk mengetehui kondisi sosial ekonomi nelayan gillnet di Pantai Motadikin adalah dengan mempelajari kondisi sosial ekonomi nelayan.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling.
Dari hasil wawancara dan pembagian kuisioner dapat disimpulkan bahwa Hasil Penelitian pendapatan nelayan gillnet yang di Desa Fahiluka dalam satu bulan sebesar Rp. 11.116.667. Nilai ROI 5,0%, nilai BEP Produksi 1.682, BEP Harga 40.776 dan nilai R/C Ratio untuk melihat relative usaha dalam satu periode/tahun memperoleh sebesar angka 7,57 dikatakan usaha yang layak.
Kata Kunci: analisis Usaha Pendapatan nelayan Gillnet Desa Fahiluka
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah keragamannya. Akibat yang ditimbulkan dari adanya pandemi Covid-19, terjadinya perubahan drastis pada semua sektor termasuk didalamnya perikanan tangkap dalam hal ini nelayan mini purse seine yang ditandai dengan penurunan jumlah trip penangkapan nelayan selama melaut. Pendapatan nelayan berupa nilai uang yang didapat dari hasil penjualan produksi ikan yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah hasil tangkapan. Pandemi covid-19 juga berpengaruh terhadap interaksi jual beli antara nelayan dan juga masyarakat sekitar sehingga nelayan sangatmerasakan kerugian akibat harga ikan menurun bahkan tidak bisa menjual hasil tangkapannya. Pendapatan nelayan mini purse seine selama masa pandemi Covid -19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pendapatan nelayanmini purse seine di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pegamatan langsung).
Hasil penelitian ini biaya investasi sebelum dan sesudah pcovid-19 yaitu 234.250.000 dengan biaya penyusutan 3.458.927. Nilai return on investmen (ROI) sebelum covid-19 sebesar 98% dan selama Covid-19 yaitu 80 %.Nilai Break Even Point (BEP) di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum Covid-19 sebanyak 20.695 Box dan Nilai Break Event Point (BEP) selama Covid-19 sebanyak 20.536Box sedangkan BEP harga sebelum pandemi covid-19 titik impas pada level harga minimum Rp.1.052.332pada penjualan total produksi 118 dengan jumlah rata-rata 5,9 Boks ikan dan BEP harga selama pandemi covid-19 akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rppada. 1.052.332 penjualan total produksi sebelum covid-19 sebesar 118 dengan rata-rata 5,9 boks dan selama covid-19 sebesar 116 dengan jumlah rata-rata 5,3 Box ikan. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) nelayan di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum pandemi covid-19 R/C Ratio yaitu 1.33R/C Ratio selama pandemi covid-19 yaitu 1.24
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Menurut Baldric Siregar (2015:31) dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Sektor Publik, Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaandesentralisasi”.
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dana perimbangan terhadap PAD dengan belanja modal sebagai variable Intervening Kabupaten Timur Tengah Selatan.Objek penelitian ini adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Timor Tengah Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah data Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus pada pemerintah daerah kabupaten Timor Tengah selatan yang meliputi 32 kecamatan. Pada penelitian ini sampel di ambil dengan metode sampling Jenuh.Sampling Jenuh adalah teknik penetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitaf, yaitu dengan mengumpulkan, mengolah dengan perhitungan dengan menggunakan Uji Statistik Deskriptif , Uji Asumsi Klasik, dan Analisis Jalur (Path Analisys). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Studi dokumentasi. Studi dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara mendapatkan dokumen dokumen keuangan pada bagian akuntansi atau keuangan yang bersesuaian dengan masalah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD dengan belanja modal sebagai variabel intervening kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rico Novianto dan Rafiudin Hanafiah (2015), dan Ebit Julianti Darwanis Jalaluddin (2012), dimanan ditemukan bahwa dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal daerah.
Kata Kunci : Dana Perimbangan, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul: “PENGARUH PENYERTAAN MODAL DAERAH DAN PRODUK DOMESTIK RAGIONAL BRUTO TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2010-2019”
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 pasal 1 ayat 18 dijelaskan bahwa, “Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas harga berlaku maupun atas harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB atas harga berlaku mengambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.
Penyertaan modal daerah adalah setiap usaha dalam menyertakan modal daerah pada suatu usaha bersama dengan pikah ketiga dan atau pemanfaatan modal daerah oleh pihak ketiga dengan suatu imbalan tertentu. Pihak ketiga tersebut adalah instansi atau badan usaha dan atau perseorangan yang berada di luar organisasi pemerintah daerah antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah lainnya, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, usaha koperasi, swasta nasional dan atau swasta asing yang tunduk pada hukum Indonesia.Adapun masalah yang di ambil pada penelitian ini adalah Pengaruh Penyertaan Modal Derah dan Produk Domesti Ragional Bruto terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumba Tengah.Sementara Persoalan pada penelitian ini adalah”Bagaimana pengaruh penyertaan modal daerahterhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah dan Bagaimana pengaruh produk domestik ragional bruto terhadap pendapatan asli kabupaten Sumba Tengah?.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penyertaan modal daerah terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah dan untuk menguji pengaruh produk domestik ragional bruto terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah. Konsep penelitian ini adalah penyertaan modal daerah, produk domestik ragional bruto, pendapatan asli daerah di kabupaten Sumba Tengah yang di muat pada buku Sumba Tengah dalam angka 2010-2019. Teknik penelitian dalam penelitian ini adalah analisi regresi linier berganda.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) Penyertaan modal daerah diketahui berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah.(2) Produk domestik ragional bruto diketahui tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah.
Kata kunci: Penyertaan Modal Daerah,Produk Domestik Ragional Bruto,Pendapatan Asli Daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pencapaian pembangunan daerah. Dengan begitu adanya pelaksanaan pambangunan suatu daerah dapat meninjau suatu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sebagai salah satu pedoman untuk menetapkan perekonomian daerah, dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat mulai dari tingkat Desa, kabupaten dan kota. Pendapatan asli daerah (PAD) merupakan salah satu sumber pendapatan suatu daerah dari potensi - potensi yang dimiliki oleh daerah itu sendiri. Daerah yang berpotensi besar dari sumber daya alamnya serta ditunjang dengan sarana maupun prasarana yang memadai akan berpengaruh pada tingkat produktivitas masyarakatnya pada daerah tersebut yang pada akhirnya akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Jika PAD suatu daerah meningkat, maka dana yang dimiliki oleh pemerintah daerah akan lebih tinggi sehingga pemerintah daerah akan berinsiatif untuk lebih menggali sumber potensi – potensi daerah.
Penelitian ini dilalukan di kabupaten Malaka dengan judul Pengaruh pertumbuhan Ekonomi terhadap Pendapatan Asli daerah di Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian yan dilakukan untuk mengetahui Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Malaka. Penelitian di lakukan dengan data sekunder yang dipublikasikan di badan pusat statistik (BPS).
Konsep utama dalam penelitian ini adalah Pengaruh pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pendapatan Asli Daerah, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap pendapatan asli daerah, yang ditunjukan dengan korelasi sebesar -7108,023. Artinya apabila pertumbuhan ekonomi meningkat 1%, maka pendapatan asli daerah turun sebesar -7108,023. Dengan demikian bahwa hipotesis yang di kemukakan dapat di terima.
Pertumbuhan Ekonomi suatu daerah baik, maka pemerintah daerah setempat akan terus meningkatkan Belanja Modalnya dari tahun ke tahun guna melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi disesuaikan pada tahun anggaran. Kemampuan daerah untuk menyediakan sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerah sangat tergantung pada kemampuan merealisasikan potensi ekonomi daerah setempat menjadi bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan penerimaan daerah untuk membiayai pembangunan tersebut ( Sri Ayem, 2018)
Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN TAHU DAN PERHITUNGAN PENDAPATAN USAHA (Pada PT.Pabrik Tahu Pink Jaya Oebufu–Kupang) ABSTRAK NAMA : YUNITA LAU NIM : 18190172 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN : 2022 Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar biaya produksi pengolahan tahu dan perhitungan pendapatan usaha pada PT. pabrik tahu pink jaya Oebufu-Kupang. Bahwa biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan guna membiayai proses produksi dalam mengolah bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi produk jadi yang siap untuk digunakan oleh konsumen. Menurut PSAK No. 23 Tahun 2012, menyatakan bahwa: “Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian di Pabrik tahu pink jaya Oebufu-Kupang. Mengingat pentingnya biaya produksi pengolahan tahu dan perhitungan pendapatan usaha di pabrik tahu pink jaya Oebufu setiap tahun mengalami biaya produksi dan pendapatannya tidak signifikan. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengambil dengan judul “Analisis Biaya Produksi Pengolahan Tahu Dan Perhitungan Pendapatan Usaha (Pada PT.Pabrik Tahu Pink Jaya Oebufu-Kupang)”. Populasi yang saya ambil dalam penelitian ini adalah data biaya produksi. Dihitung dari tahun 1999-2021. sampel yang saya ambil dalam penelitian ini adalah data pendapatan. Dihitung dari tahun 2017-2021. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dokumentasi adalah pengumpulan data yang di lakukan dengan menggunakan bahan-bahan tertulis atau data yang dibuat oleh pihak lain. Dalam tahap analisis ini, peneliti sudah mulai melakukan analisis data dari yang diperoleh dilapangan. Analisis data yang dilakukan dengan cara reduksi data, mendisplay data, dan melakukan penarikan kesimpulan. Rumus yang akan digunakan dalam penelitian ini : Total biaya produksi = bahan baku yang digunakan +biaya tetap kerja langsung+biaya overhead pabrik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MODAL AWAL DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI PINTU AIR DI AKNTOR CABANG WEWIKU. ⁸ Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal awal dan modal pinjaman terhadap pendapatan usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Pintu Air Cabang Wewiku. Periode yang selama 3 (tiga) tahun yaitu dari tahun 2019-2021. Variabel dalam penelitian ini yaitu modal awal, dan modal pinjaman. Variabel dependen yaitu pendapatan usaha.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel modal awal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan usaha dan variabel modal pinjaman berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan usaha. Kemampuan prediksi dari variabel modal awal, dan modal pinjaman terhadap pendapatan usaha sebesar 95,4% yang ditunjukan oleh besarnya adjust R square 0,954 sedangkan sisanya 4,6% dipengaruhi faktor lainnya yang tidak dimasukan kedalam model penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KOMPENEN-KOMPONEN PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH PADA KOTA KUPANG
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelola berbagai sumber daya yang ada pada daerahnya masing-masing dan membentuk dalam suatu pola kemitraan untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru serta dapat mendorong terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Otonomi daerah yang telah berlangsung menutut masing-masing daerahnya untuk dapat mengembangkan potensi dan segala aspek yang menjadi kebutuhan daerahnya. Pelaksanaan otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur dan mengelola daerah masing-masing. Pendapatan daerah diklarifikasikan dalam dua sumber pokok yaitu pendapatan asli yang berasal dari pemerintah pusat seperti pajak Negara, bea cukai, ganjaran, subsidi dan sumbangan Negara. Pendapatan daerah sangatlah penting untuk di kelola dengan baik karena merupakan sumber daya keuangan untuk kegiatan otonomi daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber penerimaan daerah yang mempunyai proporsi yang besar di samping bagi hasil pajak dan non pajak ,penerimaan pembangunan dan bantuan dari pemerintah pusat. PAD merupakan salah satu indikator untuk menilai tingkat kemandirian pemerintah daerah di bidang keuangan. Dengan PAD yang semakin meningkat diharapkan pemerintah daerah dapat lebih mandiri dalam pembiayaan pelakasanaan pemerintah dan pembangunan daerah. Maka ditemukan permasalahan yang muncul bahwa antara jumlah PAD di kota kupang tiap tahunnya cenderung fluktuasi, dimana jumlah rupiah yang diterima dan realisasinya cenderung mengalami perubahan.
Pajak daerah adalah kontribusi wajib pada daerah yang terutangoleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dandigunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak daerah adalah pungutan daerah menurut peraturan pajak yang ditetapkan oleh daerah untuk pembiayaan rumah tangganya sebagai badan hukum.
Pengertian Retribusi Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tantang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran antar jasa atau pemberian izin tertentu, yang khusus disediakan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi/badan.
Realisasi komponen PAD seperti pajak, retribusi pada tahun 2017 – 2021 menghasilkan angka yang fluktuatif. Adapun penyebab hal ini adalah beberapa realisasi komponen PAD (pajak, retribusi) yang belum optimal. Realisasi kontribusi setiap komponen PAD Kota kupang menunjukkan trend yang fluktuatif pada tahun 2017-2021. Salah satu komponen PAD yang memiliki tingkat realisasi kontribusi tinggi adalah pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Kontribusi Pajak dan retribusi daerah terhadap Total pendapatan pajak dan retribusi pemerintah Kota Kupang tahun 2017 sampai 2021 cenderung mengalami peningkatan dan penurunan. Variabel PAD yang paling besar memberikan kontribusi terhadap PAD pada tahun 2017 sampai 2021 yaitu pajak daerah dengan rata-rata kontribusi sebesar 54,50% dan yang kedua paling besar adalah retribusi daerah dengan rata-rata kontribusi sebesar 62,12 dengan kriteria baik pada retribusi jasa umum ,