ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kuantitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor dinas sosial yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini adalah: Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar -4,195 dengan signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,000<0,05. Pengalaman Kerja tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 1,636 dengan signifikansi 0,114 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,114 > 0,05. Faktor Sosial berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 3,111 dengan signifikansi 0,004 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,004 < 0,05. Dalam penelitian ini menurut pandangan kepala dinas sosial telah sesuai dengan konsep kerja sehingga sebagian besar karyawan memiliki tingkat pendidikan dan faktor sosial yang cukup baik demi terciptanya keberlangsungan kinerja yang baik dan terciptanya pegawai yang produktif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KALONDAMA BARAT KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Kegiatan pembangunan di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ketahun memerlukan pembiayaan yang semakin besar. Hal ini berarti bahwa usaha pencairan dan penggalian sumber-sumber dana harus digiatkan dan ditingkatkan lagi, khususnya dana yang bersumber dari dalam negeri, dimana dalam usaha tersebut memerlukan dukungan dari setiap daerah yang ada sehingga pembangunan dalam negeri berjalan dengan baik. Kartono (Rivai dkk, 2012:2) berpendapat bahwa Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khusus kecakapan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Menurut Kamarudin,dkk. (2017) sosialisasi perpajakan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh kantor pajak untuk memberikan informasi pajak guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat wajib pajak sehingga mampu menumbuhkan kesadaran dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Widjaya (1984 :14) Selanjutnya kesadaran dapat didefinisikan sebagai suatu sikap atau perilaku untuk mengetahui atau mengerti dalam hal ini patuh terhadap peraturan atau ketentuan perundangan yang telah dibuat, juga merupakan sikap atau perilaku mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan hidup masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Dan Sosialisasi Pajak Terhadap Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Di Desa Kalondama Barat Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik slovin Sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 orang dari jumlah populasi sebanyak 184 orang wajib pajak. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang mengunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada masyarakat desa Kalondama Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 masyarakat wajib pajak. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3.972. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar 3,036 >ttabel sebesar 2,000 maka, H0 di tolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan kepemimpinan kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat. nilai signifikan untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,004 0,05 dan nilai t hitung sebesar 11.176 > nilai t tabel sebesar 2,000 Maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pajak berpengaruh dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan maka Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 60.158 > 2,76 dan tingkat signifikannya adalah 0,000 0,05. Karena nilai f hitung lebih besar dari f tabel dan tingkat signifikannya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, maka disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R square adalah sebesar 0,986 atau 98,8%, maka dapat diartikan bahwa 98 % kesadaran masyarakat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak. Kata Kunci : Kepemimpinan Kepala Desa, Sosialisasi Pajak Dan Kesadaran Masyarakat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran perempuan merupakan suatu prilaku yang dilakukan dan diharapkan berdasarkan dengan status sosial, dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memenuhi harapan bagi diri sendiri dan harapan bagi orang lain. Peran seorang perempuan dalam jemaat sebatas menjadi seorang diaken dan bekerja didapur. Tugas yang diberikan kepada mereka berdasarkan dengan pemahaman budaya dan sistem sosial yang berkembang dan telah mendarah daging dalam kehidupan jemaat, bahwa perempuan adalah orang yang lemah dan tugas mereka untuk melahirkan anak, mengurus anak dan berada didapur untuk bekerja. Bahkan seorang anak perempuan telah diberikan pemahaman sejak kecil, tentang bagaimana tugas mereka yang berada didapur untuk menyiapkan segala hal untuk semua orang, dan tidak diperbolehkan berada di depan. Hal ini mempengaruhi perempuan ketika diminta untuk terlibat dalam setiap kegiatan, mereka merasa tidak pantas dan tidak kepercayaan diri.
Dari masalah yang dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai perempuan dan perannya dalam pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat tentang peran perempuan baik dalam gereja maupun masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perempuan selalu ditempatkan pada urutan kedua berdasarkan dengan sistem budaya yang sudah ada sejak dahulu. Maka Fakilau ( Mariam Lakapada) menjadi sosok perempuan yang telah mendobrak sistem kebudayaan dengan melakukan pembaharuan dan membuktikan bahwa perempuan juga memiliki nilai yang sama dengan laki-laki yaitu semua setara, sebab Tuhan sendiri tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dengan melihat pada sistem budayanya dan sistem sosial tetapi Tuhan datang untuk semua orang tanpa terkecuali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FENOMENA ONLINE GROOMING SEBAGAI
KEJAHATAN MEDIA SOSIAL
Tesya Liliani Julianti
Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Online grooming merupakan salah satu fenomena yang sedang marak terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi digital. Online grooming adalah tahapan dari modus operandi yang dilakukan oleh pelaku (groomer) dengan cara menggunakan akun palsu dan mencoba untuk membangun hubungan emosional dengan seorang anak, remaja, pemuda, maupun orang dewasa, sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan korban. Di jemaat GMIT Betel Oesapa Tengah, terdapat sejumlah pemuda gereja yang pernah menjadi korban dari fenomena online grooming. Sehingga sudah seharusnya Fenomena online grooming ini menjadi perhatian dari gereja. Menjadi masalah jika pemuda-pemudi korban fenomena online grooming tidak mendapatkan perhatian dari gereja. Ketidaktahuan gereja terhadap fenomena online grooming membuat tidak adanya pelayanan dari gereja bagi pemuda-pemudi yang menjadi korban dari online grooming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi di jemaat Betel Oesapa Tengah dan bagaimana peran pastoral gereja terhadap korban fenomena online grooming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi untuk melihat fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi jemaat Betel Oesapa Tengah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa peran gereja sangat penting bagi pemuda-pemudi dalam menghadapi fenomena online grooming. Gereja dapat membuat program pelayanan khusus dan membuat sosialisasi tentang bahaya fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi. Demikian pula peran pastoral holistik gereja bagi korban fenomena online grooming harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja harus menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah mereka, menopang dan selalu mendukung mereka menuju ke arah yang lebih baik, hal ini akan membantu para pemuda-pemudi korban online grooming untuk bangkit kembali dari keterpurukkan mereka dan mampu sembuh dari sakit fisik dan psikologis sehingga hubungan sosial dan spiritualitas korban dapat dikembangkan. Lewat pelayanan-pelayanan pastoral yang diberikan oleh gereja, sebenarnya gereja sedang mempraktikkan pelayanan Yesus yang penuh dengan belas kasih kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting atau yang dikenal dengan istilah pendek merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak balita akibat kekurangan asupan gizi. Sejak tahun 2020-2022 Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Oenino, Desa Neke mengalami angka stunting yang fluktuatif. Beberapa anak di antaranya merupakan anak-anak asal Jemaat Bermata Jemaat GMIT Nekamese. Gereja pun berinisiatif dan segera menangani dengan menjalankan berbagai program diakonia untuk menurunkan angka stunting. Penulis melakukan penelitian di Jemaat Bermata Jemaat GMIT Nekamese, Mata Jemaat Imanuel Postenu dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif yang deskriptif. Penulis menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process Product) untuk menganalisa dan mengevaluasi program diakonia. Tujuannya ialah untuk mengetahui sejauh mana pencapaian gereja. Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa setiap tahun tindakan gereja berhasil menurunkan angka stunting dalam jemaat. Namun tidak dengan anak-anak lainnya yang bukan anggota jemaat. Gereja belum memberikan pelayanan kepada masyarakat umum dikarenakan keterbatasan sumber daya dan sarana-prasarana yang dibutuhkan. Gereja telah sadar dan peduli terhadap kehidupan sosial, yakni terlibat dalam menangani masalah stunting. Namun dilihat dari arti teologi sosial menurut pemahaman Banawiratma dan Muller maka gereja belum menjangkau semua orang. Sementara kehadiran gereja sebagai sakramen keselamatan, juga mempunyai kepedulian terhadap masyarakat. Gereja perlu melibatkan diri pada penderitaan, pergulatan dan mengupayakan pembebasan bagi manusia sebagai tanda sakramen yang hidup. Seperti halnya para nabi dalam Alkitab Perjanjian Lama , pribadi Yesus dalam Alkitab Perjanjian Baru dan peran para diaken dalam kitab Kisah Para Rasul 6:1-7. Jadi keterlibatan gereja dalam bidang pelayanan diakonia harus inklusif; tidak terbatas pada anggota jemaat, tetapi juga bagi masyarakat dan seisi dunia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal, sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu lembaga atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk dapat bekerja secara maksima sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk dapat mencapai suatu program kegiatan dan kebijakan dalam mewujudkan visi misi dan nilai yang diiliki perusahaan yang telah ditetapkan melalui perencanaan strategis suatu perushaan.
Menurut Mangkunegara ( 20018: 67) kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya yang diberikan.
Reputasi perusahaan merupakan salah satu unsur terpenting dalam dunia bisnis. Sebab baik buruk dalam reputasi perusahaan merupakan indicator penting dari keberhasilan perusahaan tersebut. Reputasi perusahaan memang suatu yang kompleks, namun jika dikelola dengan baik dan sangat berharga.
Menurut Rosidah ( 2018 ) mengatakan bahwa reputasi perusahaan adalah persepsi konsumen mengenai kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik, atau penilaian tentang keadaan masa lalu dan porspek masa yang akan datang mengenai kualitas perusahaan atau produk.
kompensasi merupakan salah satu fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM). Karena kompensasi merupakan salah satu aspek yang paling sensitif di dalam hubungan kerja. Besar kecilnya kompensasi dapat memengaruhi kinerja, motivasi kerja dan kepuasan kerja.
Pada penelitian, objek yang peneliti teliti adalah pada PT Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsiar pengangaruh kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan uji t diketahui variabel Reputasi Perusahaan (X1) memiliki nilai t hitung 0,872<2,82 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak artinya bahwa ada antara variabel Reputasi Perusahaan (X1) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
Diketahui variabel Kompensasi Jaminan Sosial (X2) memiliki hitung t 4.322> tabel 2,82 sehingga disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima artinya bahwa ada antara variabel Pompensasi Jaminan Sosial (X2) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Selain itu hasil regresi juga menghasilkan persamaan Y=1.482+0.188XI+. 858X2+ e yang artinya terdapat hubungan positif variabel reputasi perusahaan dan kompensasi jaminan social terhadap kinerja karyawan. Hasil uji koefisien determinasi menghasilkan nilai R square sebesar sebesar 0.188. Artinya bahwa sebesar 98.2% variabel kinerja karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel teputasi perusahaan (X1), dan variabel kompensasi jaminan social (X2) sedangkan selisinya 1,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis wacana ujaran kebencian di grup Whatsapp oleh mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana” Penulis merumuskan dua pertanyaan penelitian, yaitu: (1) Apa ujaran kebencian yang di gunakan di dalam grup Whatsapp? dan (2) Apakah ujaran kebencian yang di temukan di grup Whatsapp dapat di definisikan sebagai ujaran kebencian sesuai konteksnya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ujaran kebencian di gunakan di dalam grup whatsapp dan apakah ujaran kebencian yang temukan dalam grup whatsapp dapat di kategorikan sebagai ujaran kebencian berdasarkan konteksnya. Data diambil dari grup whatsapp “English 2015”,kemudian penulis menyalin dan menganalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam melakukan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah, penulis menemukan 12 kata ujaran kebencian yang di gunakan dalam grup whatsapp, ujaran kebencian tersebut memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks linguistik, konteks fisik dan konteks budaya. Stelah menganalisa 12 ujaran kebencian tersebut degan konteks budaya, penulis menemukan bahwa 9 kata memiliki makna sebagai kata kata lelucon atau kata biasa yang dapat di terima dan 3 di antaranya bisa di definisikan sebagai ujaran kebencian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PERKEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK USIA DINI
Jefri Bani1*, Agustinus Jacob Nafie2, Jimmy Ch. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Permainan tradisional adalah jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya yang hakikatnya merupakan warisan leluhur. Keterampilan sosal adalah jenis keterampilan yang diperoleh individu melalui proses belajar yang digunakan dalam berhubungan dengan lingkungannya dengan cara baik dan tepat.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi keterampilan sosial melalui permainan tradisionalGalaAsedi SD Inpres Oenasi.
Metode penelitian:Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan:Perkembangan sosial anak usia 6 tahun sudah menyukai permainan yang melibatkan imajinasi dan fantasi serta anak suka bermain dengan teman-teman yang memiliki jenis kelamin sama. Perkembangan sosial anak usia 7 tahun terkadang mau bermain berkelompok dengan teman-temannya, tetapi kadang juga ingin bermain sendiri. Perkembangan sosial anak usia 8 tahun tentu sudah semakin terasa baik karena anak mendapatkan rasa aman ketika terlibat dalam kegiatan kelompok yang ia sukai, misalnya mengikuti ekstrakulikuler olahraga, ektrakulikuler pramuka dan lainnya. Perkembangan sosial anak usia 9 tahun biasanya sudah mencapai berbagai hal seperti anak memahami norma sosial dan perilaku yang baik untuk dilakukan dan anak mulai tertarik ingin tahu mengenai hubungan antara anak laki-laki dan perempuan.
Simpulan:Perkembangan keterampilan sosial yang ditunjukan oleh peserta didik melalui permainan tradisional Gala Ase yaitu mampu terbiasa berinteraksi, tanggung jawab, disiplin, saling menghargai, kerja sama, kerja keras, kekompakan, kepemimpinan dan pantang menyerah.
Katakunci: Implementasi Permainanl Tradisional, Keterampilan sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertama pengaruh kelas sosial terhadap keputusan konsumen dalam menginap di Hotel Neo Kota Kupang, kedua pengaruh gaya hidup terhadap keputusan konsumen dalam menginap di Hotel Neo Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif.Populasi dalam penelitian adalah populasi yang menginap di Hotel Neo Kota Kupang.Sampel sebanyak 82 orang responden pengunjung.Teknik pengumpulan data menggunkan bantuan kuesioner.Teknik analisis data yang digunakan dalam menjawab hipotesis adalah Regresi Linear Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sosial berdasarkan nilai t hitung sebesar 2,568 dengan nilai signifikan sebesar 0,012 dan koefisien regresi mempunyai positif sebesar 0,227. karena 2,568 >1.998 dan 0.012 0,025 dan gaya hidup nilai t hitung sebesar 2,715 dengan tingkat signifikan ,0000 dan koefisien regresi mempunyai positif sebesar 0,193 Karena 2,715>1.998 dan 0,000 0,05 sehingga secara signifikan memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumen untuk menginap di Hotel Neo Kota Kupang. Hasil penelitian ini yaitu dapat menjadi bukti empiris yang menjelaskan pengaruh kelas sosial dan gaya hidup terhadap keputusan konsumen menginap di Hotel Neo Kota Kupang, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang. Kata kunci : Keputusan Konsumen, Kelas Sosial dan Gaya Hidup
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal manusia, modal sosial dan modal pelanggan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di abupaten alor. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kabupaten alor. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM di kabupaten alor, kota kalabahi. Teknik pengumpulan data dilakuan dengan kuesioner yang disebarkan lansung kepada para pelaku UMKM. Data diolah menggunakan SPSS Versi 16 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Sedangkan hasil uji pada modal manusia dan modal pelanggan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kabupaten alor, kota kalabahi, maka dapat disimpulkan bahwa modal sosial yang memilki pengaru terhadap kinerja UMKM sedangkan pada modal manusia, dan modal pelanggan tidak memiliki berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,684 yang artinya variabel modal manusia, modal sosial, modal pelanggan yang memberikan kontribusi sebesar 68,4% terhadap kinerja UMKM sedangkan sisanya sebesar 31,6% dipengaruhi faktor lain yang tidak ikut dianalisis. ABSTRACT This study aims to determine the effect of human capital, social capital and customer capital on business performance of MSME actors in Alor Regency. The population in this study are all MSMEs in Alor Regency. The research sample consisted of 30 MSMEs in Alor Regency, Kalabahi City. Data collection techniques were carried out using questionnaires which were distributed directly to MSME actors. The data was processed using SPSS Version 16 with data analysis techniques using multiple linear regression analysis, by testing the t test and the coefficient of determination (R2) test. The test results show that social capital has a positive effect on the performance of MSMEs. While the test results on human capital and customer capital do not affect the performance of SMEs. Based on research conducted on 30 MSMEs in Alor Regency, Kalabahi City, it can be said that social capital has an influence on MSME performance on human capital, and customer capital has no effect on MSME performance. The value of Adjusted R Square is 0.684, which means that the variables, social capital, and customer capital that contributed 68.4% to the performance of MSMEs, the remaining 31.6% were influenced by other factors that were not analyzed.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Alasan penulis menetapkan judul skripsi di atas adalah, karena fakta observasi awal yang memperlihatkan tidak semua siswa/i yang bermain bola voli di SMP Negeri 6, Kota Kupang, mempraktekkan nilai sosial penjasorkes. Hal itu terlihat dalam perilaku memberikan kata-kata hinaan pada teman atau rekan tim saat bermain bola voli.
Tujuan penelitian: Penelitian yang dilakukan penulis memiliki tujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang tinjauan nilai sosial penjasorkes dalam pembelajaran bola voli pada siswa kelas VIII, SMP Negeri 6, Kota Kupang.
Metode penelitian: Adapun jenis peneltian yang ditetapkan penulis dalam skripsi ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tindakan observasi dan wawancara secara mendalam. Fokus observasi dan wawancara mendalam penulis dalam penelitian ini, adalah para informan yang berjumlah 6 orang, yang diteliti penulis di lokasi penelitian.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis menemukan bahwa tidak semua informan menerapkan nilai sosial penjasorkes saat permainan bola voli berlangsung. Nilai sosial yang dilanggar para informan dalam penelitian ini adalah nilai respek, nilai tanggung jawab dan nilai beradap. Sedangkan nilai sosial fairdan jujur tidak dilanggar oleh para informan.
Kesimpulan: Merujuk pada hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak seluruh nilai sosial penjasorkes diterapkan oleh para informan. Walaupun nilai sosial penjasorkes itu seharusnya diterapkan dalam permainan bola voli
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI PENGARUH KELAS SOSIAL, GAYA HIDUP (LIFE STYLES) DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN CEPAT SAJI DI GEPREK BENSU KUPANG. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelas sosial, gaya hidup dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Sehingga persoalan dalam penelitian ini adalah apakah kelas sosial berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang, apakah gaya hidup (life styles) berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang dan apakah persepsi harga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh konsumen yang membeli dan makan di Geprek Bensu Kupang, dengan sampel sebanyak 100 responden. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan penelitian ini dan menyelesaikan persoalan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner, dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 36, 479 + 0,318X1 + 0,416X2 + 0,544X3. Selain itu, berdasarkan uji t hipotesis pertama variabel kelas sosial (X1) ditemukan thitung (2,226) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel kelas sosial (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis kedua untuk variabel gaya hidup (X2) ditemukan thitung (3,009) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel gaya hidup (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis ketiga untuk variabel persepsi harga (X3) ditemukan thitung (7,021) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel persepsi harga (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Dari hasil perhitungan regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa nilai F-hitung adalah sebasar 34,950 sedangkan F-tabel sebesar 2,70 dengan demikian F-hitung > F-tabel dan tarif signifikan (0,000 0,05) maka hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel faktor internal berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dan berdasarkan hasil analisis regresi maka besaran koefisien determinasi R² sebesar 0,522 artinya bahwa sebesar 52,2% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kelas sosial, gaya hidup (life styles) dan persepsi harga. Sedangkan sisanya 47,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Peneliti memilih restoran makanan siap saji dengan brand terkenal seperti Geprek Bensu dibandingkan merek lain karena Geprek Bensu cuman memiliki satu cabang di Kota Kupang dan berada pada lokasi yang cukup strategis serta banyak dikunjungi oleh masyarakat, dan pada lokasi tersebut juga terdapat bisnis sejenis yang berdekatan, persaingan yang ada pun sangat ketat, hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam mengkonsumsi produk Geprek Bensu. Sehingga dalam hal ini meskipun terdapat banyak persaingan makanan cepat saji di kota Kupang membuat Geprek Bensu tetap mempertahankan ciri khasnya dan Geprek Bensu menarik untuk diteliti karena sampai saat ini Geprek Bensu di kota Kupang masih mampu mempertahankan brandnya dan semakin terus berkembang. Penelitan ini menunjukkan bahwa kelas sosial, gaya hidup dan persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Berkaitan dengan kelas sosial produk Geprek Bensu sebaiknya perlu mengembangkan berbagai inovasi agar dapat dijangkau oleh tingkatan masyarakat. Berkaitan dengan gaya hidup (life styles), Geprek Bensu Kupang sebaiknya perlu memperhatikan gaya hidup konsumen dengan cara melihat perilaku konsumen sehingga dapat menarik opini pelanggan dengan strategi marketing agar menarik konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan. Dan berkaitan dengan persepsi harga, Geprek Bensu Kupang perlu untuk menjaga dan mempertahankan keterjangkauan harga produk ayam Geprek sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, namun tidak mengurangi laba restoran, sehingga konsumen tertarik dan tetap membeli produk yang ditawakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBELAJARAN PENJASORKES DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA (SUATU STUDI DI SMK NEGERI 1 KUPANG KELAS X OTOMALISASI TATA KELOLA PERKANTORAN)
Darmawan M. Idris 1, Agustinus J. Nafie2, Yahya J. Palinata3,
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan hasil observasi saat PPL di SMK Negeri 1 Kupang, penulis melihat bahwa ketika siswa belajar, menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada Kelas X Otomalisasi Tata Kelola Perkantoran belum optimal. Hal ini ditunjukkan oleh perilaku siswa yang enggan melakukan gerakan yang diinstruksikan, cepat mengeluh dalam pembelajaran, sebagian besar siswa bercanda, mengobrol, bermain, berkelahi, dan terpengaruh saat teman di sekitarnya membuat gaduh.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Hubungan Pembelajaran Penjasorkes Dengan Perilaku Sosial Siswa Di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, Penelitian dilakukan di Siswa Di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran selama 1 bulan. Teknik pengumpulan data mengunakan metode angket atau kuosioner. Teknik analisis data mengunakan analisis kuantitatif yang diambil dari data angket.
Hasil dan pembahasan: Hasil analisis data ditemukan bahwa distribusi pengkategorian jawaban siswa, terlihat sebanyak 14 siswa (70%) memiliki kategori “Sangat Baik”, 6 siswa (30%) memiliki kategori “Baik”, sedangkan kategori “Cukup” dan “Kurang” tidak ada (0 %). Sehingga Hipotesis Alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.
Simpulan: Berdasarkan hasil analisis data, dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran penjasorkes dengan perilaku sosial Siswa di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran.
Kata Kunci: Pembelajaran Penjasorkes, Sikap Sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep relasi dialogis Ich und Du Martin Buber terhadap konteks kekerasan dalam kehidupan jemaat GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Imanuel Olalain. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kekerasan dalam rumah tangga dan konflik relasional masih terjadi dalam kehidupan jemaat, yang menunjukkan adanya krisis dalam kualitas relasi antarmanusia. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara dan refleksi teologis, penelitian ini menemukan bahwa banyak relasi suami-istri dalam jemaat masih dibangun dalam pola dominatif, hierarkis, dan minim dialog, sehingga lebih menyerupai pola relasi Ich-Es (Aku-Itu) daripada Ich-Du (Aku-Engkau). Selain faktor personal, kekerasan juga dipengaruhi oleh faktor kultural, struktural, dan pemahaman teologis yang belum sepenuhnya menekankan kesetaraan martabat manusia. Iman Kristen yang diakui jemaat sering kali belum terintegrasi dalam praktik relasi sehari-hari, sehingga relasi dengan Tuhan tidak selalu tercermin dalam relasi dengan pasangan. Dalam terang pemikiran Martin Buber, relasi yang sehat hanya mungkin terwujud melalui perjumpaan dialogis yang mengakui keutuhan dan martabat pribadi sebagai subjek, bukan objek. Penelitian ini juga menegaskan bahwa kekerasan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai gambar Allah (Imago Dei). Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk membangun spiritualitas relasional yang transformatif, memperbarui pola komunikasi, serta menghadirkan struktur persekutuan yang partisipatif dan adil. Konsep Ich-Du menjadi kerangka teologis yang relevan untuk pemulihan relasi, pencegahan kekerasan, dan pembentukan kehidupan jemaat yang lebih dialogis, manusiawi, dan mencerminkan kasih Allah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan kesehatan ibu hamil yang berdampak pada tingginya risiko stunting di wilayah Klasis Amanuban Tengah Utara, yang mendorong gereja untuk terlibat secara aktif melalui Program Gerakan Peduli Ibu Hamil (GEPIH). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks pelayanan GEPIH, menganalisis pelaksanaannya dengan pendekatan Appreciative Inquiry, serta merefleksikan makna teologis dari keterlibatan gereja dalam pelayanan sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen terhadap pelaksana program dan ibu hamil penerima pelayanan. Analisis sosial dilakukan dengan menekankan penggalian kekuatan, potensi, dan praktik baik yang telah hidup dalam komunitas jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEPIH merupakan bentuk diakonia transformatif yang mampu memperkuat solidaritas jemaat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, serta membangun jejaring kerja sama antara gereja, keluarga, dan lembaga kesehatan. Dari perspektif teologi sosial, keterlibatan gereja dalam GEPIH mencerminkan panggilan iman untuk menghadirkan kehidupan yang utuh (shalom) melalui tindakan nyata yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan anak yang dikandungnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kerap kali dalam dunia pendidikan perhatian masyarakat lebih tertuju pada guru, sekolah, metode pengajaran, dan kurikulum sebagai penentu utama keberhasilan atau kegagalan proses belajar anak, sementara peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama kurang mendapat perhatian. Cara pandang tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak, termasuk dalam konteks pendidikan nonformal di Jemaat GMIT Efrata Karisin melalui Sanggar Belajar School of Life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pendidikan anak melalui pelaksanaan Program The Parenting Project di Jemaat GMIT Efrata Karisin serta merefleksikannya dalam perspektif teologi sosial sebagai bentuk kemitraan orang tua dengan Allah dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan majelis jemaat, tutor School of Life, serta orang tua peserta Program The Parenting Project, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan teori keterlibatan orang tua dari Joyce L. Epstein sebagai kerangka analisis pendidikan dan pendekatan teologi sosial menurut Banawiratma yang menempatkan penyelidikan sosial sebagai dasar refleksi iman dalam memahami realitas pendidikan jemaat secara kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program The Parenting Project berperan penting dalam menggeser cara pandang orang tua dari sikap menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah menuju kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pendidikan anak. Program ini mendorong pola pengasuhan yang lebih dialogis, mendukung perkembangan belajar anak, serta memperkuat peran gereja sebagai agen transformasi sosial di bidang pendidikan. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan pendampingan dan evaluasi yang konsisten agar dampaknya tetap terjaga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa Doa Bapa Kami dalam Injil Matius 6:5-15 kerap dipahami terutama sebagai praktik spiritual personal, sementara dimensi sosial dan komunal yang melekat pada doa tersebut kurang mendapat perhatian. Situasi ini juga tampak dalam kehidupan pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, yang meskipun hidup dalam budaya komunal, cenderung memaknai doa sebagai relasi individual dengan Allah dan belum sepenuhnya menghayati implikasi sosialnya. Karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada pemaknaan Doa Bapa Kami sebagai dasar spiritualitas sosial serta implikasinya bagi kehidupan spiritualitas pemuda dalam konteks jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji latar belakang dan orientasi teologis Injil Matius, merumuskan kerygma teologis Matius 6:5-15, serta menjelaskan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan spiritualitas pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Penelitian ini juga bertujuan menunjukkan bahwa Doa Bapa Kami tidak hanya berfungsi sebagai formula doa, tetapi sebagai ajaran yang membentuk cara hidup beriman dalam relasi dengan Allah dan sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui metode tafsir sosio-historis, dengan memperhatikan latar belakang sosial, historis, dan religius komunitas Kristen-Yahudi penerima Injil Matius. Melalui pendekatan ini, teks Injil Matius 6:5-15 dipahami dalam konteks kritik Yesus terhadap kesalehan yang bersifat performatif serta upaya pembentukan identitas komunitas yang setara dan solider. Hasil penafsiran kemudian didialogkan dengan konteks kehidupan pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Doa Bapa Kami mengandung kerygma tentang spiritualitas sosial, yaitu spiritualitas yang mengintegrasikan relasi intim dengan Allah dan tanggung jawab etis dalam kehidupan bersama. Struktur doa yang bersifat komunal, penggunaan kata ganti jamak, serta penekanan pada pengampunan dan kebergantungan bersama menegaskan bahwa doa ini membentuk kesadaran kolektif dan solidaritas komunitas. Dalam konteks pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, Doa Bapa Kami menolong pemuda mengembangkan spiritualitas yang tidak hanya berorientasi personal, tetapi juga peka terhadap kehidupan bersama dalam kehidupan bergereja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
x ABSTRAK Penjatuhan Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024) Oleh Anita Seni Guinta NIM: 22310075 Tindak pidana menyebarkan berita bohong di media sosial yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat yang sangat luas dan sulit dibedakan dalam ruang digital dan ruang fisik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan adalah: Bagaimana pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon? Apa akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut yang berguna secara teori dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim Mahkamah Konstitusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan primer, bahan sekunder dan tersier yang akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon adalah: Adanya hak konstitusional pemohon yang dirugikan, Adanya upaya kriminalisasi dan dilaporkan ke Kantor Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat yang mengkritik kebijakan pemerintah dan adanya ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam penegakan hukum. Kedua, Akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi adalah: Pembatasan penerapan tindak pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan kerusuhan diruang digital, memberikan kepastian hukum dan hak kebebasan berpendapat, putusan Mahkamah Konstitusi mengikat semua warga negara dan Mahkamah Konstitusi sebagai legislator negative. Berdasarkan pada kesimpulan di atas dapat disarankan: Pertama, bagi DPR sebagai lembaga negara pembentuk undang-undang perlu merevisi Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik agar tidak terjadi kekosongan, Kedua, Mahkamah Konstitusi harus tetap memberikan putusan yang mengedepankan hak warga negara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang relasi antara Maramba dan Ata di kampung Raja Prailiu, Sumba Timur. Hubungan antara kedua golongan ini telah menjadi bagian sangat penting dalam struktur sosial adat yang ada di sumba dan diwariskan secara turun-temurun. Dalam pratik kehidupan sehari-hari, relasi ini tampak dalam cara berbicara, pelaksanaan ritus adat, kedudukan sosial, serta kepemilikan lahan. Maramba dipandang sebagai kelompok yang memiliki kekuasan dan kehormatan, Kebalikan dari Maramba, Ata berada pada posisi paling bawah dan memiliki ruang gerak yang sangat terbatas terhadap sumber daya dan peran dalam masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir relasi ini mulai mengalami perubahan, Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan relasi seperti, peran gereja, peningkatan Pendidikan, kemajuan teknologi serta arus migrasi. Peran gereja khususnya GKS Jemaat Payeti Cabang Prailiu sangat memberi dampak besar terhadap cara pandang masyarakat terhadap struktur sosial yang ada. Gereja bukan menjalankan fungsi rohani tetapi gereja juga harus turut berperan sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai-nila kasih, kesetaraan, dan keadilan soial. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dan teori strukturasi dari Anthony Giddens yang melihat bahwa struktur sosial tidak bersifat kaku dan teori ini menjelasakan bagaimana struktur sosial dan tindakan dari individu mampu membentuk dan mempengaruhi. Teori Giddens juga sangat membatu penulis memahami hubungan antara struktur adat dan tindakan sosial masyarakat. Dalam hasil penelitian menunjukkan meskipun sistem adat masih ada dan kuat, tetapi sudah banyak masyarakat terutama generasi muda yang mulai lebih mengerti dan muncul kesadaraan untuk membangun relasi yang lebih setara dan saling menghormati tanpa memandang status sosial. Dengan demikian, perubahan relasi maramba dan ata di kampung Raja Prailiu merupakan proses yang mengandung dinamika dengan mempertemukan tradisi dan nilai-nilai baru secara berdampingan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kepada orang yang paling hina bukanlah tindakan bela kasihan semata, melainkan sebuah perjumpaan dengan Kristus sendiri. Matius 25:31046 menegaskan bahwa Yesus hadir dalam kehidupan mereka yang paling terhina dan sering dilupakan oleh dunia. Yesus menyamakan diri-Nya dengan “orang yang paling hina”, yaitu mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dan di dalam penjara. Melayani mereka berarti melayani Kristus sendiri, dan hal ini menjadi dasar penilaian dalam penghakiman terakhir. Penulis tertarik untuk menulis karya ilmiah yang berjudul: "Melayani Yesus dalam Diri Orang yang Paling Hina: Suatu Kajian Tafsir Perumpamaan Terhadap Teks Injil Matius 25:31–46 dan Sumbangsihnya bagi Pelayanan Jemaat GMIT Syalom Kupang Klasis Kota Kupang." Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk menggali makna teologis dari perumpamaan penghakiman terakhir dalam Injil Matius 25:31–46, serta mengkaji relevansinya bagi praksis pelayanan jemaat, khususnya dalam konteks pelayanan sosial GMIT Syalom Kupang. Penafsiran teks dilakukan dengan menganalisis konteks historis, sosial, dan literer dari perikop tersebut, serta memperhatikan struktur naratif dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukan bahwa perumpamaan ini menjadi dasar seorang Kristen hidup dalam kehidupan sebagai seorang individu dan sebagai komunitas yaitu gereja. Identifikasi Yesus dengan diri “orang yang paling hina” memberi kontribusi bagi pelayanan GMIT Syalom Kupang bahwa bahwa pelayanan sosial bukan sekadar aktivitas karitatif, melainkan bentuk nyata dari spiritualitas Kristen yang berakar pada ajaran Yesus. Tulisan ini mendorong gereja untuk lebih peka dan aktif dalam melayani kelompok-kelompok marginal sebagai wujud ketaatan iman. Dengan demikian, pelayanan jemaat tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga transformatif bagi masyarakat sekitar. Ini merupakan identitas gereja dan tanggung jawab sosial gereja.