ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI PENGARUH KELAS SOSIAL, GAYA HIDUP (LIFE STYLES) DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN CEPAT SAJI DI GEPREK BENSU KUPANG. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelas sosial, gaya hidup dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Sehingga persoalan dalam penelitian ini adalah apakah kelas sosial berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang, apakah gaya hidup (life styles) berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang dan apakah persepsi harga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh konsumen yang membeli dan makan di Geprek Bensu Kupang, dengan sampel sebanyak 100 responden. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan penelitian ini dan menyelesaikan persoalan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner, dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 36, 479 + 0,318X1 + 0,416X2 + 0,544X3. Selain itu, berdasarkan uji t hipotesis pertama variabel kelas sosial (X1) ditemukan thitung (2,226) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel kelas sosial (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis kedua untuk variabel gaya hidup (X2) ditemukan thitung (3,009) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel gaya hidup (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis ketiga untuk variabel persepsi harga (X3) ditemukan thitung (7,021) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel persepsi harga (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Dari hasil perhitungan regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa nilai F-hitung adalah sebasar 34,950 sedangkan F-tabel sebesar 2,70 dengan demikian F-hitung > F-tabel dan tarif signifikan (0,000 0,05) maka hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel faktor internal berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dan berdasarkan hasil analisis regresi maka besaran koefisien determinasi R² sebesar 0,522 artinya bahwa sebesar 52,2% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kelas sosial, gaya hidup (life styles) dan persepsi harga. Sedangkan sisanya 47,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Peneliti memilih restoran makanan siap saji dengan brand terkenal seperti Geprek Bensu dibandingkan merek lain karena Geprek Bensu cuman memiliki satu cabang di Kota Kupang dan berada pada lokasi yang cukup strategis serta banyak dikunjungi oleh masyarakat, dan pada lokasi tersebut juga terdapat bisnis sejenis yang berdekatan, persaingan yang ada pun sangat ketat, hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam mengkonsumsi produk Geprek Bensu. Sehingga dalam hal ini meskipun terdapat banyak persaingan makanan cepat saji di kota Kupang membuat Geprek Bensu tetap mempertahankan ciri khasnya dan Geprek Bensu menarik untuk diteliti karena sampai saat ini Geprek Bensu di kota Kupang masih mampu mempertahankan brandnya dan semakin terus berkembang. Penelitan ini menunjukkan bahwa kelas sosial, gaya hidup dan persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Berkaitan dengan kelas sosial produk Geprek Bensu sebaiknya perlu mengembangkan berbagai inovasi agar dapat dijangkau oleh tingkatan masyarakat. Berkaitan dengan gaya hidup (life styles), Geprek Bensu Kupang sebaiknya perlu memperhatikan gaya hidup konsumen dengan cara melihat perilaku konsumen sehingga dapat menarik opini pelanggan dengan strategi marketing agar menarik konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan. Dan berkaitan dengan persepsi harga, Geprek Bensu Kupang perlu untuk menjaga dan mempertahankan keterjangkauan harga produk ayam Geprek sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, namun tidak mengurangi laba restoran, sehingga konsumen tertarik dan tetap membeli produk yang ditawakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK LAYANAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN AIR MINUM PDAM KOTA KUPANG Perusahaan pada umumnya menginginkan apa yang diproduksi dapat dipasarkan dengan lancar dan menguntungkan. Berawal dari hal tersebut perusahaan akan menginginkan, agar pelanggan yang sudah diciptakan dapat dipertahankan selamanya. Namun hal tersebut bukanlah merupakan hal yang mudah, mengingat beberapa perubahan dapat terjadi setiap saat, baik perubahan pada diri pelanggan, seperti selera maupun beberapa aspek psikologis sosial dan kultur pelanggan. Pemasaran adalah suatu proses merencanakan dan melaksanakan suatu strategi untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan kebutuhan pembeli, keinginan, dan tujuan dari individu. Pada umumnya tujuan didirikan suatu perusahaan antara lain adalah untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Pencapaian tujuan perusahaan itu sendiri dapat dilakukan melalui kegiatan pemasaran untuk menjual hasil produknya kegiatan pemasaran mempunyai arti yang sangat penting bahkan dapat dikatakan sebagai ujung tombak perusahaan. PDAM Kota Kupang dengan jumlah pelanggan aktif mencapai 10.274 ada beberapa alasan dalam pemilihan objek penelitian yaitu PDAM Kota Kupang merupakan perusahaan publik yang mempunyai peranan penting dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat, selain itu PDAM Kota Kupang juga berperan khusus dalam menyumbang aset daerah bagi pemerintah kota kupang dan memberi sumbangan aset bagi negara pada umumnya. Demikan dapat dijelaskan bahwa PDAM Kupang mempunyai peranan yang sangat besar bagi masyarakat sehingga menarik untuk dilakukan penilitan pada perusahaan tersebut. Dalam meningkatkan kepuasan konsumen dan mempermudah pelanggan untuk menyampaikan keluhan-keluhan atau saran yang akan diberikan kepada PDAM Kota Kupang, maka manajemen PDAM kota Kupang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, seperti disediakannya sarana online dengan alamat www.pdamkotakupang.net sebagai layanan call center keluhan pelanggan 24 jam, menyediakan pelayanan pelanggan dalam pembayaran, dan menyediakan layanan air yang langsung bisa diminum. Terjadi penurunan pengaduan pelanggan pada periode 2017 – 2019, dan kenikan pengaduan pada periode 2018- 2019 diketahui bahwa jumlah total keluhan pelanggan tahun 2017 yaitu 1340 turun menjadi 501 pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan lagi pada tahun 2019 sebesar 637. Dari data di atas diduga kenaikan keluhan pelanggan terjadi karena menurunnya kualitas produk dan kepercayaan pelanggan yang berdampak pada kepuasan yang menurun juga. Tentang kondisi di lapangan yang langsung olehpelanggan (masyarakat) misalnya tentang keluhan pelanggan terkesan lambat, pemasangan jaringan baru atau Sambungan Rumah (SR) mengalami prosedur yang berbelit belit dan relative lama,dan seringnya air yang macet atau mengalir keciln di waktu–waktu tertentu, pendistribusian air kepada para pelanggan yang tidak merata,dan ketidakakuratan pencatatan meter air. Dilihat dari segi kuantitas yaitu bertambahnya jumlah pelanggan dari tahun ketahun dan keuntungan yang diperoleh PDAM Kota Kupang selama beberapa tahun ini menunjukkan kinerja PDAM sudah dianggap cukup baik. Tetapi bila dilihat dari segi kualitas (mutu pelayanan) kepada masyarakat khususnya masih terlihat kurang memuaskan para pelanggan PDAM kota Kupang. Berdasarkan akar penyebabnya, pengaduan atau keluhan berhubungan penyebab utama yaitu pihak, PDAM tidak memenuhi harapan pelanggan. Secara kuantitas masyarakat merasa bahwa ekspektasi mereka terhadap keberadaan PDAM biasterpenuhi berapapun kebutuhan akan air minum dibutuhkan dan ketika harapan ini tidak terpenuhi mereka merasa pihak telah PDAM gagal. Pelanggan merasa masukan dan keluhan yang telah disampaikan oleh pelanggan tidak mendapat jawaban yang cepat dan tepat sehingga pelanggan merasa pihak PDAM tidak responsiv. Pelanggan merasa ada ketidak sesuaian antara tagihan rekening pelanggan dengan pemakaian air setiap bulannya. Untuk yang terakhir ini biasanya paling mendominasi secara prosentase jumlah keluhan pelanggan. Kualitas produk adalah suatu keadaan dimana pelanggan merasa cocok dengan suatu produk atau sesuai dengan keinganan yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhannya, yaitu dari segi fisik air harus tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, serta tidak boleh keruh. Kualitas layanan yaitu ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan, pembangunan call center bertujuan menjadi pusat layanan terhadap keluhan, masalah dan gangguan yang dihadapi pelanggan, serta membantu memberikan informasi dan solusi terhadap berbagai masalah yang di hadapi pelanggan. Persepsi harga adalah biaya relatif yang harus konsumen keluarkan untuk memperoleh produk atau jasa yang ia inginkan. Kepuasan pelanggan merupakan hasil perbandingan yang dirasakan antara kinerja produk dan kesesuaian harapan yang diinginkan pelanggan setelah melakukan pembelian, jika produk sesuai atau melampaui harapan pelanggan maka pelanggan akan merasa puas dan sebaliknya jika produk tidak sesuai dengan harapan, maka pelanggan tidak merasa puas. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen aktif periode 2015- 2017 pada PDAM Kota Kupang yaitu sebanyak 10.274 orang, nilai kritis atau batas ketelitian yang diinginkan 10% maka jumlah sampel yang layak jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 100 orang responden. Metode penarikan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan Sampling Judge mental, yakni bentuk sampling convenience yang didalamnya elemen populasi dipilih berdasarkan judgmental (pertimbangan) peneliti. Nilai koefisien konstanta sebesar 4,034 hal ini berarti nilai variabel X1, X2 dan X3 dalam objek penelitian jika sama dengan nol, maka tingkat atau besar variabel Y akan sebesar 4,034. Nilai koefisien kualitas produk adalah 0,432 menyatakan jika faktor kualitas produk (X1) berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan 1 poin, maka kualitas produk akan mengalami peningkatan sebesar 0,432. Nilai koefisien kualitas layanan adalah 0,360 menyatakan bahwa jika faktor (X2) mengalami peningkatan 1 poin, maka kualitas layanan akan mengalami peningkatan sebesar 0,360. Nilai koefisien persepsi harga adalah 0,319 menyatakan bahwa jika faktor (X3) mengalami peningkatan 1 poin, maka persepsi harga akan mengalami peningkatan sebesar 0,319. Dari persamaan dapat dilihat bahwa variabel kualitas produk, kualitas layanan. Hasil pengujian menunjukan nilai t hitung dari variabel bebas kualitas produk sebesar 5,990 dengan tingkat signifikan 0,000 dan kualitas layanan sebesar 4,616 serta persepsi harga 5,164 yang lebih besar dari 0,05 sehingga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Nilai F hitung 41,566 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk, kualitas layanan dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,915 atau 9,15%. Hal ini menunjukan bahwa presentasi sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 9,15% sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel kualitas produk (X1) memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 5,990 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel kualitas pelayanan (X2) memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4,616 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel persepsi harga (X3) memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 5,164 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas persepsi harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Berdasarkan hasil yang menjawab permasalahan pada penelitian ini yang dapat meningkatkan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang, kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Jika kualitas produk telah sesuai maka dengan begitu dapat meningkatkan rasa kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan maka PDAM Kota Kupang perlu memperhatikan keluhan dari pelanggan karena kualitas layanan yang bagus merupakan faktor paling penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan Air Minum PDAM Kota Kupang. Berdasarkan hasil penenlitian persepsi harga mempunyai peranan yang sangat penting bagi PDAM Kota Kupang dikarenakan jika harga yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang tawarkan akan berdampak pada kepuasan pelanggan dan banyaknya keluahan-keluhan dari pelanggan