Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kinerja UMKM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL USAHA, ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KELURAHAN PENFUI KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM di Kelurahan Penfui Kabupaten Kupang. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini karena usaha tersebut merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan, pendapatan, dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, pengembangannya mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia ditunjukkan oleh populasinya sebagai pelaku usaha terbesar, serta kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja, pembentukan produk domestik bruto (PDB), ekspor, dan penciptaan modal tetap/investasi. Ditinjau secara sektoral, sebagian besar UMKM bergerak di sektor primer (50,1 persen), sektor sekunder (7,4) dan sektor tersier (42,5 persen). Penulisan ini bersumber dari BPS dan kementerian koperasi dan UMKM kabupaten kupang. Menurut Listyawan Ardi Nugraha (2011:9) modal usaha merupakan salah satu variabel bebas, yang mempengaruhi kinerja UMKM. Modal usaha yang besar memungkinkan UMKM untuk melakukan usaha dengan kapasitas produksi yang besar pula sehingga menghasilkan laba yang besar. Begitu pula sebaliknya, modal usaha yang kecil mengakibatkan UMKM hnya mampu memproduksi atau menjual barang/jasa dalam jumlah sedikit. Menurut Lamb et.al Sumiati (2015:36) bahwa orientasi pasar merupakan suatu filosofi dalam strategi pemasaran yang menganggap bahwa penjualan produk tidak tergantung pada strategi penjualan tetapi lebih pada keputusan konsumen dalam membeli produk. orientasi pasar juga mempengaruhi kinerja UMKM apabila permintaan pasar meningkat maka kegiatan produksi akan semakin dipercepat untuk memenuhi permintaan konsumen. Menurut Morris dan Paul (2012) Orientasi kewirausahaan juga mempengaruhi kinerja UMKM, apabila pengusaha UMKM memiliki skill dan pengetahuan yang baik mengenai kewirausahaan, maka kinerjanya akan bagus. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang harus tetap diperhatikan karena dapat mempengaruhi kinerja suatu UMKM dan berdampak pada keberlanjutannya dalam dunia bisnis, yakni modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan. Ketiga faktor tersebut akan berdampak positif apabila porsinya dalam bisnis UMKM ditingkatkan, sehingga kinerja UMKM turut meningkat. Penulis menganalisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif, di mana penulis menyebarkan kuesioner kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Penfui kemudian melakukan perhitungan matematis dan menggunakan prosedur statistik untuk mendapatkan kesimpulan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T) Uji Simultan (Uji F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa variabel modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Artinya, kinerja UMKM akan meningkat apabila modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan ditingkatkan di kalangan pelaku UMKM. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis linear berganda dengan nilai konstan regresi sebesar 8.462. sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,211, b2 = 0,541, b3 = 0,099. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh modal usaha( X1), orientasi pasar (X2) dan orientasi kewirausahaan (X3) terhadap kinerja UMKM (Y) adalah sebagai berikut: Y = 4.462 + 0,054X1 + 0,156X2 + 0,139X3+e. berdasarkan hasil uji thitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 1.542 dan nilai ttabel 1,679 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Maka terbukti bahwa thitung lebih besar dari pada ttabelartinya Ho ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM. Berdasarkan hasil uji Fhitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 9.122 dan nilai Ftabel 2,81 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Karena nilai Fhitung 9.122>2,81. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa modal usaha orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang. Besarnya koefisien determinasi atau angka (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS diperoleh nilai R= 0,611 R Square= 0,373 sehingga yang dipilih adalah Adjusted R Squad dengan besaran 0,332 atau 33,2%. Nilai R Square 0,332 ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “R”, yaitu 0,611 x 0,611 = 0,332 atau sama dengan 33,2%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 (Modal Usaha) X2 (Orientasi Pasar) dan X3 (Orientasi Kewirausahaan) dapat menjelaskan sebesar 33,2 % berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di kelurahan penfui dan sisanya sebesar (100% - 33,2% = 62,7%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Modal Usaha, Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan, Kinerja UMKM

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBOBO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBOBO Dalam beberapa tahun belakangan ini,di berbagai belahan dunia isu mengenai literasi keuangan (financial literacy) tengah hangat diperbincangkan.literasi keuangan diakibatkan oleh keinginan sebuah negara untuk memiliki penduduk yang berkualitas dan memiliki kecerdasan finansial yang baik, sehingga akan berdampak pada perbaikan roda ekonomi negara itu sendiri. UMKM yang ada di Kelurahan Oebobo, sudah memasuki Usaha Mikro, Kecil, Menengah dituntut untuk mengembangkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital termasuk pemahaman mengenai laporan keuangan yang berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas, Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK UMKM) masih 10% dari ekosistem pada segmen klarifikasi UMKM yang baru memanfaatkan teknologi dan literasi keuangan dalam menunjang kegiatan usahanya selain itu terbatasnya pengetahuan sumber daya manusia tentang keuangan yang mengakibatkan, perkembangan finansial UMKM ini tergolong lambat.Permasalahan dalam penelitian ini yaitu literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja usaha mikro, kecil, menengah di kelurahan oebobo. Maka persoalan penelitian yang akan di bahas yaitu Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di kelurahan oebobo. OJK menyatakan bahwa misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas,meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tertipu pada produk-produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka waktu pendek tanpa mempertimbangkan risikonya (Wulandari,2019). Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kelurahan oebobo. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM industri pengelolaan yang termasuk dalam produk makanan, minman dan jasa yang berada di kelurahan oebobo, kota kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan langsung kepada para pelaku UMKM. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk menganalisis variabel independen yaitu literasi keuangan (X) terhadap variabel dependen yaitu kinerja UMKM (Y). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis pendahuluan akan dideskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik dari masing-masing konsep dan analisis lanjutan. Analisis linear berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (pada UMKM di Kelurahan Oebobo). Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana coefficientsᵅ diketahui bagian B diperoleh nilai variabel literasi keuangan sebesar .589, dan nilai constant (a) adalah 15.722. a = 15.722 ini menunjukan bahwa jika literasi keuangan dianggap konstanta maka variabel kinerja usaha sudah memiliki nilai sebesar 15.722. b = 589 menunjukan jika variabel literasi keuangan meningkat satu-satuan maka nilai kinerja usaha meningkat sebesar 589. Y= 15.722 + 589 X + ℇ. Berdasarkan hasil uji determinasi model summary di atas, diketahui bahwa: Nilai R sebesar 0,479 ͣ yang artinya variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM memiliki hubungan yang erat. Nilai Adjusted R Square 0,229 berarti 20,2% kinerja UMKM dapat di jelaskan oleh Literasi Keuangan. Variabel Literasi Keuangan berpegaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,007>0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Dilihat berdasarkan nilai t-hitung sebesar 2,888 serta signifikan sebesar 0,007 0,05. Maka dapat di ketahui bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Data diolah menggunakan SPSS Versi 27 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM.Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kelurahan oebobo,kota kupang,maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan yang memilki pengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,202 yang artinya variabel literasi keuangan yang memberikan kontribusi sebesar 20,2% terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan hasil penelitian saran kepada responden pelaku UMKM yang berada di Kelurahan Oebobo untuk lebih meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan usahanya agar kinerja usaha dapat di tingkatkan. KATA KUNCI: Literasi Keuangan, Kinerja UMKM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Literasi Keuangan Dan Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Di Kecamatan Maulafa ( Studi Kasus Pada UMKM Jenis Usaha Kios )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KECAMATAN MAULAFA (Studi Kasus Pada UMKM Jenis Usaha Kios) Meningkatnya literasi keuangan dan inklusi keuangan dapat mengembangkan usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) karena pelaku UMKM dapat memahami konsep dasar produk keuangan, perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, juga melindungi dikemudian hari dari penipuan dan pekerjaan tidak sehat dari pasar keuangan. Berbagai permasalahan yang masi dihadapi pelaku UMKM di kota kupang khususnya Kecematan Maulafa adalah tidak adanya Proses penerapan Literasi Keuangan dengan baik serta hambatan masyarakat dalam mengakses lembaga keuangan adalah tingginya unbankble (tidak memenuhi persyaratan pinjaman bank) yang disebabkan oleh kesenjangan kemiskinan, rendahnya pembiayaan UMKM, tingginya suku bunga kredit mikro, kurangnya kemampuan manajemen UMKM, dan terbatasnya saluran distribusi jasa keuangan, hal tersebut yang menjadikan penerapan inklusi keuangan penting Dalam menjalankan suatu usaha masyarakat membutuhkan modal, baik itu dari modal sendiri atau dengan meminjam di bank begitu pula dengan pengusaha UMKM, pemberian kredit untuk UMKM oleh lembaga keuangan sangat membantu pengusaha UMKM untuk menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap perkembangan kerja UMKM dikecamatan maulafa. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pelaku UMKM usaha kios di kecamatan maulafa dengan menggunakan rumus perhitungan metode slovin maka diambil sampel sebanyak 74 pelaku usaha kios yang ada di kecamatan maulafa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 74 kepada pelaku usaha kios yang ada di kecamatan maulafa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan membantu program SPSS komputer. Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa litersai keuangan dan inklusi keuangan merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan kinerja UMKM di Kecamatan Maulafa Y = 9.879 + 284 X1 + 388 X2 +e Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel X1 (literasi keuangan) dan X2 (inklusi keuangan) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Y (kinerja UMKM).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja UMKM Pada UMKM Di Kabupaten Alor

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal manusia, modal sosial dan modal pelanggan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di abupaten alor. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kabupaten alor. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM di kabupaten alor, kota kalabahi. Teknik pengumpulan data dilakuan dengan kuesioner yang disebarkan lansung kepada para pelaku UMKM. Data diolah menggunakan SPSS Versi 16 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Sedangkan hasil uji pada modal manusia dan modal pelanggan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kabupaten alor, kota kalabahi, maka dapat disimpulkan bahwa modal sosial yang memilki pengaru terhadap kinerja UMKM sedangkan pada modal manusia, dan modal pelanggan tidak memiliki berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,684 yang artinya variabel modal manusia, modal sosial, modal pelanggan yang memberikan kontribusi sebesar 68,4% terhadap kinerja UMKM sedangkan sisanya sebesar 31,6% dipengaruhi faktor lain yang tidak ikut dianalisis. ABSTRACT This study aims to determine the effect of human capital, social capital and customer capital on business performance of MSME actors in Alor Regency. The population in this study are all MSMEs in Alor Regency. The research sample consisted of 30 MSMEs in Alor Regency, Kalabahi City. Data collection techniques were carried out using questionnaires which were distributed directly to MSME actors. The data was processed using SPSS Version 16 with data analysis techniques using multiple linear regression analysis, by testing the t test and the coefficient of determination (R2) test. The test results show that social capital has a positive effect on the performance of MSMEs. While the test results on human capital and customer capital do not affect the performance of SMEs. Based on research conducted on 30 MSMEs in Alor Regency, Kalabahi City, it can be said that social capital has an influence on MSME performance on human capital, and customer capital has no effect on MSME performance. The value of Adjusted R Square is 0.684, which means that the variables, social capital, and customer capital that contributed 68.4% to the performance of MSMEs, the remaining 31.6% were influenced by other factors that were not analyzed.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail