ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kaderisasi pemuda-pemudi merupakan kebutuhan mendasar gereja dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan kehidupan bergereja. Di tengah tantangan sekularisme yang semakin memengaruhi cara pandang, minat, dan keterlibatan pemuda-pemudi dalam kehidupan bergereja, gereja dituntut untuk merefleksikan secara teologis upaya kaderisasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Pemuda-pemudi dipahami bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi untuk dibina dalam iman, karakter, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya kaderisasi pemuda-pemudi melalui program Aksi Paskah dan Natal di Jemaat GMIT Golgota Alak dalam perspektif pembangunan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Appreciative Inquiry yang menekankan penggalian pengalaman positif dan potensi jemaat melalui tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan pemuda-pemudi serta Majelis Jemaat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan reflektif untuk memahami dinamika kaderisasi yang berlangsung dalam kehidupan jemaat. Kemudian, data disajikan dalam bentuk deskripsi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Aksi Paskah dan Natal menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemudi dalam mengembangkan keterampilan pelayanan, kerja sama, serta rasa memiliki terhadap pelayanan gereja. Keterlibatan aktif dalam liturgi, pewartaan firman, dan pengelolaan kegiatan memberikan pengalaman konkret hidup bergereja. Namun, proses kaderisasi masih bersifat periodik dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam perencanaan pembangunan jemaat jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa refleksi teologis atas praktik kaderisasi diperlukan agar gereja mampu merespons tantangan sekularisme secara sadar, menata pembinaan pemuda-pemudi secara terarah, dan menghadirkan kaderisasi yang berkesinambungan demi keberlanjutan pelayanan gereja masa kini dan masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan kesehatan ibu hamil yang berdampak pada tingginya risiko stunting di wilayah Klasis Amanuban Tengah Utara, yang mendorong gereja untuk terlibat secara aktif melalui Program Gerakan Peduli Ibu Hamil (GEPIH). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks pelayanan GEPIH, menganalisis pelaksanaannya dengan pendekatan Appreciative Inquiry, serta merefleksikan makna teologis dari keterlibatan gereja dalam pelayanan sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen terhadap pelaksana program dan ibu hamil penerima pelayanan. Analisis sosial dilakukan dengan menekankan penggalian kekuatan, potensi, dan praktik baik yang telah hidup dalam komunitas jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEPIH merupakan bentuk diakonia transformatif yang mampu memperkuat solidaritas jemaat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, serta membangun jejaring kerja sama antara gereja, keluarga, dan lembaga kesehatan. Dari perspektif teologi sosial, keterlibatan gereja dalam GEPIH mencerminkan panggilan iman untuk menghadirkan kehidupan yang utuh (shalom) melalui tindakan nyata yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan anak yang dikandungnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejak dahulu, gereja hadir dalam dua dimensi utama: sebagai persekutuan dan sebagai organisasi. Sebagai organisasi, gereja membutuhkan penataan yang sistematis melalui manajemen gereja agar dapat melaksanakan tugas pelayanannya secara efektif di tengah dunia. Jemaat GMIT Pola Kalabahi merespons kebutuhan ini dengan membentuk Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pelayanan (BPPPP) sebagai salah satu wujud konkret gereja dalam mengatur dan mengembangkan pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyoroti hal-hal baik yang telah dilakukan oleh BPPPP dalam mendukung pelayanan jemaat. Pendekatan yang digunakan adalah Appreciative Inquiry (AI), yaitu suatu pendekatan yang menekankan pada kekuatan, keberhasilan, dan potensi organisasi, bukan pada kelemahannya. Metode penulisan yang digunakan bersifat deskriptif-analisis-reflektif, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada Majelis Jemaat, pengurus dan anggota BPPPP, serta anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran BPPPP telah memberikan dampak positif yang signifikan, khususnya dalam mendukung keberlanjutan dan efektivitas pelayanan di jemaat. BPPPP dinilai mampu menjawab tantangan zaman serta mengarahkan pelayanan jemaat agar tetap relevan dengan visi dan misi GMIT, yaitu menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di tengah dunia. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa BPPPP merupakan implementasi nyata dari peran gereja sebagai organisasi yang melayani, dan menjadi inspirasi bagi jemaat lainnya dalam membangun pelayanan yang terstruktur, kontekstual, dan berkelanjutan