ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah perceraian dan perpisahan dalam rumah tangga Kristen merupakan realitas pastoral yang semakin kompleks, termasuk fenomena suami yang ditinggalkan oleh istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendampingan pastoral gereja bagi suami yang ditinggalkan oleh istri di Jemaat GMIT Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya (RBD), serta meninjau secara teologis praktik pendampingan pastoral yang telah dilakukan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan pendeta dan rekan majelis jemaat, suami yang ditinggalkan istri, keluarga, serta unsur adat dan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial-budaya, ekonomi, komunikasi, serta konstruksi maskulinitas patriarkal turut memengaruhi terjadinya perpisahan dan respons suami terhadap pendampingan pastoral gereja. Praktik pendampingan pastoral yang dilakukan gereja selama ini cenderung berfokus pada upaya rekonsiliasi dan penyatuan kembali secara fisik, namun belum sepenuhnya menerapkan fungsi-fungsi pendampingan pastoral secara holistik. Melalui kajian teologi pastoral dengan menggunakan fungsi-fungsi pastoral menurut Howard Clinebell, penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan yang menyembuhkan, menopang, membimbing, memulihkan, dan memelihara kehidupan suami yang ditinggalkan istri secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teologis dan praktis bagi pengembangan pelayanan pastoral gereja yang lebih kontekstual, inklusif, dan transformatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus kekerasan seksual semakin meningkat setiap tahunnya. Negara Indonesia dijuluki sebagai negara darurat kekerasan seksual karena krisisnya angka kekerasan seksual yang terus meningkat, salah satu bentuk kekerasan seksual adalah pemerkosaan. Kasus pemerkosaan kian memprihatinkan karena semakin meningkat setiap tahun. Kasus ini juga terjadi dalam jemaat GMIT Elim Kie. Setiap tahunnya akan ada kasus pemerkosaan dan yang menjadi korban adalah warga gereja. Oleh karena itu dalam tulisan ini menganalisa peran pendampingan gereja dalam mendampingi dan memberi dukungan emosional dan spiritual serta keadilan bagikorban pemerkosaan. Dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, dengan gereja dan korban. Melalui penelitian ini, penulis menemukan bahwa gereja belum memberanikan diri untuk mendampingi para korban pemerkosaan secara langsung karena dianggap sebagai hal yang sensitive dan pribadi. Gereja menyadari akan keberadaan para korban dan dampak yang dialami, namun belum mendampingi para korban. Pendampingan gereja adalah proses konseling pastoral yang harus gereja laksanakan dalam program pelayanan. Gereja harus memberanikan diri untuk mendampingi korban pemerkosaan dan berani untuk menyuarakan keadilan bagi perempuan dan anak-anak. Gereja adalah wujud kehadiran Allah dalam dunia dengan suatu tanggung jawab dan panggilan untuk bisa terlibat secara aktif dalam mendampingi, memulihkan dan mendukung mereka yang menjadi korban pemerkosaan. Melalui pendampingan pastoral yang efektif untuk membimbing, menyembuhkan, meneguhkan, membebaskan dan memulihkan, menunjukan bahwa gereja dapat menjadi ruang pemulihan bagi warga gereja terkhususnya bagi korban pemerkosaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Remaja Pengguna Media Sosial Di Jemaat
GMIT Kota Kupang Tahun 2020/2021
Dawa A (*) Manu L (**) Ledo
J
Pendampingan orang tua merupakan upaya untuk menemani, memberikan bantuan,
memberikan dorongan, motivasi, dukungan pengawasan untuk memenuhi kebutuhan
dan pemecahan masalah anak remaja dalam rangka mendukung optimalisasi
perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana
pendampingan orang tua terhadap anak remaja pengguna media sosial di Jemaat
GMIT Kota Kupang 2020/2021. Penelitian ini dilakukan 1 bulan (07 Januari - 07
Februari) 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan
pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 5 orang tua anggota jemaat yang melakukan pendampingan
terhadap anak remaja pengguna media sosial khususnya (1) Ikut menyaksikan cerita
atau isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (2) Memberikan penjelasan
atau arah makna dari isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (3)Melarang
untuk tidak membuka isi aplikasi yang bersifat pornografi sebanyak 2 orang
(4)Melarang untuk tidak membaca atau mendengar khotbah yang berbau profokasi
sebanyak 2 orang. Penulis dapat menyimpulkan pendampingan orang tua terhadap
anak remaja pengguna media sosial adalah Orang tua berperan penting dalam
mendampingi anak remaja pada saat menggunakan media sosial karena masih sangat
muda, remaja mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga perlu mendampingi
remaja dalam penggunaan media sosial supaya tidak adanya dampak negatif media
sosial.
Kata Kunci: Pendampingan, Orang Tua, Remaja, Media Sosial, GMIT, Kota
Kupang