ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT
Haumeni-Nisum.
Amnahas, M H.)* Tnunay, P.)** Natonis, D.A.)**
Penelitian ini membahas tentang Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Rumusan masalah yang diteliti apakah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja.Tujuan penilitian ini untuk mendeskripsikan Hubungan Penggunaan Gadget Dengan karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese. Penelitian ini menggunakan metode penilitian eksperimen tipe pre-experimental design. Populasi dalam penilitian ini adalah Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum yang berjumlah 20 remaja. Dan yang menjadi sampel pada penilitian ini yaitu remaja kelas V-VII sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 orang . Teknik pengumpulan data pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ialah tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus uji “t” untuk sampel dependen. Hasil penilitian pada remaja di GMIT Haumeni-Nisum. Jumlah remaja pada penelitian ini ialah 20 orang remaja. Berdasarkan hasil penilitian dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung ˃ nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung ˃ nilai t tabel ( 3,22 > 1,734). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada Hubungan penggunaan Gadget dengan karakter anak remaja di GMIT Haumeni-Nisum yang diketahui melalui analisis hipotesis.
Kata Kunci : Penggunaan Gadget, Karakter Anak Remaja
: Penulis (*) Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN KETERAMPILAN TENDANGAN SABIT PADA ATLET REMAJA PERISAI DIRI DI UNIT WALIKOTA KUPANG
Adrianus Steven Seran1*, Agustinus Jacob Nafie2, David Loba3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Keterampilan tendangan merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang atlet dalam pertandingan silat, salah satunya yaitu keterampilan tendangan sabit. Keterampilan tendangan sabit sangat penting dimiliki oleh seorang atlet karena atlet yang terampil dalam melakukan tendangan akan membuat prestasi yang memuaskan dalam pertandingannya.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan tendangan sabit atlet remaja Perisai Diri di Unit Walikota Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan di tempat latihan Perisai Diri Unit Walikota Kupang. Subjek data dalam penelitian ini ialah pelatih dan atlet remaja dengan keseluruhan berjumlah 4 orang informan. Penelitian ini dilakukan pada saat kegiatan latihan berlangsung dengan waktu penelitian yang dibutuhkan sebanyak 1 bulan 12 hari. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan model Miles and Huberman: tahap reduksi, display, dan verifikasi data.
Hasil dan pembahasan: Indikator keterampilan tendangan sabit yaitu kemampuan merencanakan dan kemampuan melakukan tendangan mulai dari rangkaian gerak awalan, gerakan inti hingga akhiran. Hasil penelitian berupa hasil analisis gerak keterampilam tendangan sabit atlet remaja Perisai Diri di Unit Walikota Kupang tergambar pada setiap gerakan sampel yang terdapat pada lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan tendangan sabit atlet remaja yang telah diteliti dan ditinjau oleh peneliti berdasarkan teori dan hasil observasi di lapangan telah efektif, baik dan benar sesuai teknik dasar yang ada.
Simpulan: Berdasarkan pembahasan hasil tinjauan mengenai keterampilan tendangan sabit pada atlet remaja Perisai Diri di Unit Walikota Kupang dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan teknik tendangan sabit ada beberapa faktor penentu keberhasilan atlet yakni intensitas latihan dan keseimbangan. Rangkaian gerak dasar teknik tendangan sabit meliputi awalan, gerakan inti dan akhiran. Kematangan dari tiga rangkaian gerakan ini juga berpengaruh pada keberhasilan setiap serangan yang diarahkan ke lawan dalam pertandingan.
Katakunci: Keterampilan; Tendangan Sabit; Atlet Remaja Perisai Diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang Dampak Kepribadian Annak Remaja mengkonsumsi minuman keras di Desa Tuapukan RT/RW101/005. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak kepribadian anak remja mengkonsumsi minuman keras di Desa Tuapukan pada RT 010/RW005. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan buku catatan dan arsif-arsif. Teknik analisis data menggunakan teori dari Sugiyono (2009:91) yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil penelitian. Setelah Peneliti mengadakan Sosialisasi dan bimbingan,sebagian remaja Desa Tuapukan yang sebelumnya memiliki kepribadian rusak mengambil keputusan untuk mengurangi mengkonsumsi minuman keras, dan sebagian remaja lainnya memilih untuk tidak lagi mengkonsumsi minuman keras. Ketaatan Remaja Desa Tuapukan terhadap mengkonsumsi minuman keras meningkat karena sudah diterapkan peraturan dan sanksi dari Aparat Desa.Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut : Untuk remaja peniliti menyarankan sebaiknya mengurangi pergaulan dengan teman peminum atau berhenti mengkonsumsi minuman keras, Pentingya peran orang tua dan pihak pemerintah setempat di RT 010 RW 005 desa Tuapukan juga harus berperan dalam mengatasi bahaya dan dampak mengkonsumsi minuman keras pada remaja seperti membuat aturan jam kumpul malam
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG PERSEPSI REMAJA LAHAI-ROI MENGENAI BENTUKBENTUK PEMBANGUNAN SPIRITUALITAS ANAK REMAJA
JEMAAT LAHAI-ROI MALIANG DI PANTAR TENGAH KABUPATEN ALOR.
Weni, S. M.)* Nuban Timo, I E.)* Pabala, P.)**
ABSTRAK
Kehidupan spiritualitas Remaja Lahai-Roi belum sesuai dengan yang diharapkan, Jemaat sudah melakukan pendampingan bagi remaja dengan kegiatan rohani rutin dan non rutin namun spiritualitas remaja belum seutuhnya meningkat. Miras, tawuran, perkelahian masi saja terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja mengenai bentuk-bentuk kegiatan Pembangunan Spiritualitas Anak Remaja Jemaat Lahai-Roi Maliang di Pantar Tengah Kabupaten Alor. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 24 responden. Pengambilan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Sugiyono (2009:91) yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil Penelitian ini menunjukan pemahaman remaja mengenai bentuk-bentuk pembangunan spiritualitas anak remaja jemaat Lahai-Roi di lihat dari kegiatan kerohanian yang ada tidak semuanya berjalan dengan baik, remaja dalam ketaatan ibadah masih rendah, sebagian remaja lainnya menolak dan tidak memiliki kepercayaan diri saat diberikan tugas dalam ibadah. Setelah diterapkan pendekatan dan bimbingan kerohanian, ketaatan ibadah dan kepercayaan memimpin ibadah Remaja Lahai-Roi Maliang meningkat. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut : Gereja Lahai-Roi Maliang harus melakukan pendekatan, bimbingan kepada setiap anak remaja dalam rasa kepercayaan diri serta membangun kegiatan kerohanian yang baru, dengan kreatif dan inovatif sehingga membuat Remaja di gereja dapat aktif dan tidak ada masa kebosanan dalam beribadah.
Kata Kunci : Persepsi , Remaja, Bentuk-bentuk pembangunan Spiritualitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman kepada setiap orang Kristen. Sehingga karakter anak remaja di bentuk dari keluarga (ayah dan ibu) dan membentuk sinergi dengan gereja dan sekolah. Pembentukan karakter Kristus dalam diri anak remaja merupakan tanggung jawab orang tua. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh Pendidkan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana Klasis Kota Kupang Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh orang tua yang memiliki anak remaja dan seluruh anak remaja Jemaat GMIT Pniel Sikumana dan di ambil 40 orang secara acak sebagai sampel orang tua 20 remaja 20. Dari hasil penelitian tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja, hal ini di buktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan rumus paired sampel t-test, dimana hasil analisis data dari dua variabel diperoleh nilai sig (2 tailed) 0.000 < 0.05. Sesuai dengan ketentuan apabila nilai sig < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikansi antara Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja, dan jika nilai sig > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikansi dari Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga Ha yang diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja. Kesimpulan, Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja merupakan suatu bagian yang sangat penting dari rencana Allah dan merupakan tanggung jawab orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MANFAAT PERMAINAN BULUTANGKIS TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA USIA REMAJA
Frederikus D. Ngaru1*, David Loba2, Jimmy Charter Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Permainan bulutangkis sangat bermanfaat bagi kebugaran jasmani terlebih khusus diusia remaja. Permainan bulutangkis ini juga sangat beragam banyak manfaatnya bagi kesehatan seperti, mempertahankan kebugaran dan menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi kognitif otak, menguatkan otot dan pesendian tubuh, mengurangi stres, dan mencegah dari sejumlah penyakit.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Manfaat Permainan Bulutangkis Terhadap Kebugaran Jasmani pada Usia Remaja di Aula Mekon Penfui Kota Kupang.
Metode penelitian: Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif naturalistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes pengukuran.
Hasil dan pembahasan: Permainan bulutangkis sangat bermanfaat bagi perkembangan kebugaran jasmani remaja. 2) Secara keseluruhan dapat dilihat bahwa kebugaran jasmani remaja didesa penfui berjumlah empat (3) orang remaja, terdapat (65,3) dalam kategori Baik Sekali, (56,0) dalam kategori Baik, (49,0) dalam kategori Sedang.
Simpulan: Permainan bulutangkis merupakan olahraga yang sangat digemari masyarakat dari usia muda remaja sampe orang tua karena dengan berolahraga seseorang bisa menjaga atau mempertahankan kebugaran jasmani mereka. Berdasarkan hasil penelitian diatas secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani remaja di Desa Kelurahan Penfui Timur yang berjumlah 3 orang remaja dalam melakukan 4 butir rankain tes dan pengukuran kebugaran jasmani, Secara keseluruhan dapat dilihat bahwa kebugaran jasmani remaja didesa penfui berjumlah empat (3) orang remaja, terdapat (65,3) dalam kategori Baik Sekali, (56,0) dalam kategori Baik, (49,0) dalam kategori Kurang.
Katakunci: permainan bulu tangkis ; kebugaran jasmani;usia remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital.
Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Masa remaja adalah masa dimana seorang anak mulai mencari identitas dirinya. Remaja yang dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan wadah sebuah komunitas untuk dia berbagi cerita akan pen galaman hidupnya. Komunitas yang dimaksud disini bukanlah sebuah komunitas yang hanya sekedar kumpul-kumpul belaka, namun sebuah komunitas yang dapat membangun diri remaja terutama dalam pencarian identitasnya. Jack L. Saymour menyuguhkan komunitas iman sebagai wadah begi jemaat untuk membentuk sebuah komunitas. Komunitas iman ini membantu remaja untuk berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya. Peranan guru cukup penting bagi remaja khusunya menumbuhkan karakter Kristus di dalam diri setiap remaja. Guru menjadi seorang fasilitator bagi remaja untuk menghubungkan cerita teks Alkitab disini kemudian direfleksikan dan menghasilkan sebuah tindakan nyata sebagai wujud pelayanan. Pelayanan dilakukan bukan hanya pelayanan di dalam melainkan pelayanan keluar. Gereja Jemaat GMIT Imanuel Oehani merupakan jemaat yang memberikan pelayanan pendidikan agama kristen lewat persekutuan anak dan remaja. Dalam membentuk sebuah persekutuan tentunya diperlukan tenaga pengajar yang memiliki pengetahuan cukup mengenai pendidikan kristiani. Sebagaimana tujuan yang perlu dicapai oleh Jack L. Saymour dalam bidang pendekatan Komunitas Iman. Persekutuan atau koinonia merupakan suatu wadah pembentukan karakter Kristus dalam diri seorang anak. Sebuah persekutuan yang baik tentunya sudah memiliki potensi untuk memberikan dampak yang baik dalam pencarian identitas diri anak terlebih khusus memberikan dampak baik untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam diri setiap remaja. Gereja perlu terus mendorong para pemuda untuk menggunakan semua potensi yang ada pada arah yang benar untuk terus melayani Tuhan. Para remaja harus membuktikan kalau mereka telah mengenal Kristus mereka harus berani bersaksi dan dibuktikan dengan tindakan nyata untuk mempengaruhi individu dalam persekutuan remaja tersebut. penulis menekankan supaya setiap remaja harus memiliki dampak ketika mereka telah ada dalam persekutuan remaja, yakni ketika mereka berhasil memberikan kesaksian tentang pengalaman mereka dan berpengaruh pada kehidupan remaja lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Faktor-faktor Yang Mempegaruhi Pelaksanaan Pelayanan Anak Dan Remaja (PAR) (Studi Pada Jemaat Dian Nunsaen Klasis Fatuleu Barat Tahun 2023) Rihi Huky, Ita Susanti (*) Natonis A. Dina (**) Metboki Martinus (**) Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pelaksanaan Pelayanan Anak dan Remaja di Jemaat Dian Nunsaen?. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempegaruhi pelaksanaan Pelayanan Anak dan Remaja di Jemaat Dian Nunsaen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, informan penelitian dalam penelitian ini adalah 1 orang pengajar PAR, 140 orang anak PAR, 31 orang majelis jemaat dan 130 kepala keluarga. Responden penelitian ini diambil berjumlah 24 orang yang terdiri dari 1 orang pengajar PAR, 8 orang anak PAR, 10 orang tua, dan 5 orang majelis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Adapun hasil penelitian hasil yang menunjukan bahwa pelaksanaan pelayanan anak dan remaja di jemaat Dian Nunsaen dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain kurangnya motivasi majelis terhadap pelaksanaan PAR, kurangnya tenaga pengajar, kurang aktifnya peserta didik. Kurangnya motivasi orang tua.Sehingga penulis mengusulkan beberapa hal yang dapat menbantu Pelaksanaan pelayanan Anak dan Remaja di Jemaat Dian Nunsaen yaitu: untuk Majelis jemaat. Hendaknya diadakan rapat atau evaluasi bersama-sama dengan pelayan PAR, Selalu mengadakan pembinaan-pembinaan kepada pelayan PAR, hendaknya merekrut pelayan PAR, hendaknya menyediakan fasilitas seperti buku bacaan dan alat peraga. Untuk pelayan PAR. Harus bersikap terbuka kepada setiap orang bila mengalami hambatan, sebagai pelayan agar lebih kreatif dalam mengajar. Untuk anak. Anak-anak hendaknya selalu aktif dalam setiap kegiatan gereja, untuk orang tua. orang tua perlu mendorong anak-anak untuk selalu mengikuti kegiatan PAR, orang tua juga harus selalu dialog dengan anak-anaknya untuk mengetahui apa yang telah diperolehnya dari kegiatan PAR. Hal ini sebagai upaya dalam mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan anak dan remaja di jemaat Dian Nunsaen, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan efektif. Kata Kunci : pelaksanaan pelayanan anak dan remaja (PAR) . Penulis (*) Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TANGGUNG JAWAB GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DALAM MENINGKATKAN MORAL REMAJA (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021
Utan S. E(*) Manu L(**) Pellu H.L(**)
Masalah dalam penelitian ini adalah Tanggung Jawab Guru Pelayanan anak Remaja
Dalam Meningkatkan Moral Remaja Usia 12 15 Tahun. Di Jemaat GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru pelayanan anak remaja PAR dalam
meningkatkan moral remaja (usia 12 15 tahun) Di Jemaat GMIT Ebenhaizer Mosu Nefoneut Klasis Amfoang Selatan Tahun 2020/2021.
Metode yang di gunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan 1 bulan terhitung dari tanggal 22 April 29 Mei 2022, bertempat di Jemaat Ebenhaizer Mosu Nefoneut.Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini merujuk pada. Tanggung Jawab Guru Pelayanan Anak Remaja terhadap beberapa masalah yang sudah teliti antara lain. Persiapan Mengajar, Kedisiplin guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya, Pelaksanaan Mengajar, Pandangan guru PAR terhadap tugas dan tanggung jawab, Moral
Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan 5 poin. Tanggung Jawab Guru PAR. Masalah yang dominan adalah kesulitan anak remaja dalam mengikuti Ibadah dan moral remaja .
Saran : Upaya bapak-ibu guru pelayanan anak remaja PAR, pendeta dan orang tua agar saling memotivasi, mendorong, memperhatikan anak-anak, mendidik anak-anak dengan baik dan benar.
Kata Kunci : Tanggung Jawab, Guru Pelayanan Anak dan Remaja,Moral Anak Remaja.
Penulis (*)
Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media social dalah salah satu perkembangan teknologi yang memiliki andil besar dalam kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosilsasi. Namun terkadang komunikasi di jejaring sosial ini dapat menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar remaja Krsten di Jemaat Nazareth Oesapa Timur. Namun bagaimanapun juga media sosial tetap saja memiliki dampak positif dan negatifnya. Perkembangan dunia teknologi yang inovatif di era global memberikan dampak langsung kepada masyarakat terutama generasi muda, hal ini dikarenakan sangat mudanya mengakses.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap perubahan perilaku remaja kristen usia 12-15 tahun . Penelitian ini di Jemaat Nazareth Oesapa Timur dengan mengambil sampel pada remaja kristen 20 orang, guru sekolah minggu 10 orang.
Penelitian ini dilakukan 1 bulan (01 Juni-01 Juli) 2021. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 20 orang remaja dan 10 orang guru sekolah minggu anggota . Yang memaknai manfaat penggunaan media sosial, khususnya (1) Sebagai saluran komunikasi 20 orang, (2) Memperoleh pengetahuan 20 orang remaja, (3) Sebagai relasi untuk memperluas jaringan sosial 20 orang. Serta memaknai perilaku remaja khususnya (1) Remaja terjerumus kedalam pergaulan bebas, sebanyak 9 orang, (2) Sikap mental yang tidak sehat, sebanyak 10 orang (3) Kegagalan remaja dalam menyerap perilaku yang positif, sebanyak 10 orang (4) Rasa penasaran mencari jati diri, sebanyak 10 orang. Penulis dapat menyimpulkan manfaat media sosial dan perilaku remaja di Jemaat Nazareth oesapa timur, Manfaat media sosial bagi remaja adalah untuk mendapatkan informasi secara aktual dan membagikan berbagai konten terbaru dengan sangat mudah, mampu berkomunikasi secar virtual, membangun relasi dengan cepat dan luas. Oleh karena itu, Sebagai remaja kristen seharusnya menggunakan media sosial dengan baik agar tidak mudah terjerumus kedalam pergaulan yang salah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi ini: Analisis Yuridis Modus Operandi Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Oleh Remaja. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana modus operandi tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh remaja? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modus operandi tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu modus tindak pidana narkotika oleh remaja. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat yaitu tindak pidana narkotika oleh remaja. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa modus operandi yang dilakukan oleh remaja sangat beragam mulai dengan memperoleh narkotika dengan cara membeli (putusan nomor : 1110/Pid.Su s/PA/2014/PN.Lbp), menggadaikan handphone untuk membeli narkotika (Putusan Nomor : 9/Pid.Sus-Anak/2016/PN- Bir), dan merakit bong sebagai alat untuk menghisap narkotika (Putusan Nomor : 9/Pid.Sus-Anak/2016/PN-Bir), selain itu adapun faktor-faktor yang mempengaruhi modus operandi pada remaja seperti keterbatasan ekonomi dikarenakan banyak remaja yang masih duduk dibangku sekolah namun telah terjerumus tindak pidana penyalahgunaan narkotika sehingga demi mendapatkan narkotika segala cara mereka lakukan seperti melakukan tanggung renteng (putusan nomor:35/Pid.Sus.A nak/2014/PN-Lgs) demi membeli narkotika. Pihak kepolisian dalam tugasnya memberantas narkotika harus didukung oleh masyarakat umum dan bekerja sama dalam melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada pihak-pihak yang bersangkutan lainya atau ke sekolah-sekolah setempat agar masyarakat umum khususnya para remaja mendapatkan pengetahuan tentang bahayanya narkotika bagi masa pertumbuhan remaja. Kata Kunci: Remaja, Tindak Pidana, Narkotika, Modus Operandi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan dunia teknologi yang inovatif di era global memberikan dampak langsung kepada masyarakat terutama generasi muda, hal ini dikarenakan sangat mudanya mengakses media sosial melalui smartphone Penggunaan media sosial dikalangan masyarakat luas dapat memeberikan pengaruh yang baik maupun buruk, tergantung penggunaannya. Salah satu aplikasi yang sedang banyak diminati oleh masyarakat pada umumnya, terkhususnya remaja ialah aplikasi MiChat. MiChat merupakan aplikasi yang fungsinya sama seperti apliksi WhatsApp maupun Facebook, yang kegunaannya untuk menjalin pertemanan yang lebih luas tidak terbatas dalam lingkup tempat tinggal. Namun dibalik itu pula aplikasi Michat juga dapat memberikan pengaruh yang buruk, seperti perilaku moral remaja yang menyimpang dikarenakan kecanduan menggunakan aplikasi tersebut, dan juga dapat diakibatkan karena kurangnya kontrol dan pengawasan dari orangtua. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi michat terhadap perilaku moral remaja. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Oebufu, RT.005/RW.001, pada remaja usia 15-18 tahun sebanyak 20 orang. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengummpulan data ialah pengisian angket/kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang kemudian dianalisis. Kuesioner/angket diberikan kepada 20 orang remaja untuk diisi sesuai dengan apa yang dialami atau berdasarkan kenyataan-kenyataan yang terjadi pada masing-masaing remaja tersebut. Teknik analisis yang digunakan ialah korelasi produk moment. Berdasarkan data penelitian yang dikumpulkan dan dianalisis disimpulkan bahwa teerdapat pengaruh dari penggunaan aplikasi michat terhadap perilaku moral remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Moralitas Spiritual
Remaja Di Jemaat GMIT Lidamanu Batubao Klasis Kupang Barat
Hun Belandina (*) Manggoa M (**) Natonis D
Media sosial merupakan media online yang banyak digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia untuk berkomunikasi, berbagi informasi
dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Permasalahan yang dapat
diangkat dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh penggunaan
media sosial terhadap moralitas spritual remaja di Gereja GMIT Lidamanu
Batubao Klasis Kupang Barat. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial
terhadap moralitas spritual remaja di Gereja GMIT Lidamanu Batubao
Klasis Kupang Barat.Populasi pada penelitian ini adalah semua anak
remaja pengguna media sosial yang terdiri dari 41 orang, sedangkan
sampel yang diambil terdiri dari 20 anak remaja pengguna media sosial.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan
kuesioner/ pemnbagian angket terhadap beberapa responden yang telah
dipilih, sedangkan untuk menganalisis hasil penelitian ini, digunakan
analisis deskriptif dengan menggunakkan rumus uji t.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan
media sosial terhadap moralitas spiritual remaja. Hal ini ditunjukandari
hasil perhitungan dimana t hitung = 6,837074 dan t tabel = 1,729. Dengan
demikian t hitung lebih besar dari t tabel sehingga dapat disimpulkan
bahwa Ha diterima H0 Ditolak.
Kata kunci : Media Sosial, Moralitas Spiritual Remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Remaja Pengguna Media Sosial Di Jemaat
GMIT Kota Kupang Tahun 2020/2021
Dawa A (*) Manu L (**) Ledo
J
Pendampingan orang tua merupakan upaya untuk menemani, memberikan bantuan,
memberikan dorongan, motivasi, dukungan pengawasan untuk memenuhi kebutuhan
dan pemecahan masalah anak remaja dalam rangka mendukung optimalisasi
perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana
pendampingan orang tua terhadap anak remaja pengguna media sosial di Jemaat
GMIT Kota Kupang 2020/2021. Penelitian ini dilakukan 1 bulan (07 Januari - 07
Februari) 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan
pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 5 orang tua anggota jemaat yang melakukan pendampingan
terhadap anak remaja pengguna media sosial khususnya (1) Ikut menyaksikan cerita
atau isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (2) Memberikan penjelasan
atau arah makna dari isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (3)Melarang
untuk tidak membuka isi aplikasi yang bersifat pornografi sebanyak 2 orang
(4)Melarang untuk tidak membaca atau mendengar khotbah yang berbau profokasi
sebanyak 2 orang. Penulis dapat menyimpulkan pendampingan orang tua terhadap
anak remaja pengguna media sosial adalah Orang tua berperan penting dalam
mendampingi anak remaja pada saat menggunakan media sosial karena masih sangat
muda, remaja mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga perlu mendampingi
remaja dalam penggunaan media sosial supaya tidak adanya dampak negatif media
sosial.
Kata Kunci: Pendampingan, Orang Tua, Remaja, Media Sosial, GMIT, Kota
Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Bentuk Pola Asuh Orang Tua Terhadap Remaja Di Gereja Getsemani Tarus Timur
Klasis Kupang Tengah Tahun 2020/2021
Benu.I (*) Manu.L (**) Tnunay. P
Pola Asuh Orang Tua Merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anakanaknya.sikap tersebut meliputi cara orang tua memberikan aturan dan memberikan perhatian.
Pola berarti sususnan,model,bentuk,tata cara,gaya dalam melakukan sesuatu. Sedangkan Asuh
berarti membina, interaksi, dan komunikasi. Berdasrkan kedua pengertian ini maka pola asuh
dapat di artikan sebagai gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam
berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Bentuk Pola Asuh Orang Tua
Terhadap Remaja di Jemaat Getsmani Tarus Timur Klasis Kupang Tengah Tahun 2020/2021 dengan mengambil sampel pada anggota jemaat 25 anggota jemaat yang terdiri dari 15 orang
tua dan 10 anak remaja.
Penelitian ini dilakukan 1 bulan (08 Januari - 08 Februari) 2021. Dalam penelitian ini,
peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dengan
wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 15 orang tua anggota
jemaat yang mempunyai bentuk pola asuh terhadap anak khususnya (1) Yang memberikan
perhatian terhadap kebutuhan material anak, khususnya 8 orang tua, (2) memberikan arahan
secara verbal sebanyak 8 orang tua, (3) pengawasan perilaku normatif ada 8 orang
tua.(4)pemberian sanksi terhadap pelanggaran normatif. Penulis dapat menyimpulkan Bentuk
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Remaja Di Gereja Getsemani Tarus Timur adalah
memberikan perhatian terhadap kebutuhan material, memberikan arahan secara verbal,
pengawasan perilaku normatif, pemberian sanksi terhadap pelanggaran normatif bagi
remaja.oleh karena itu orang tua harus mampu menerapkan bentuk pola asuh yang benar
terhadap anak dengan selalu memberikan perhatian, cinta dan kasih sayang sehingga anak
mampu berperilaku yang baik terhadap sesama sedangkan bagi remaja di harapakan mampu
menilai bentuk pola asuh orang tua secara objektif dan menjadikan pola asuh orang tuanya
sebagai cerminan yang bersifat positif.
Kata Kunci : Bentuk Pola Asuh,Perilaku Remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK POTRET RELASI ANTARA PEMUDA GEREJA GMIT DAN REMAJA MESJID DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN DI DESA MOTONGBANG KEC. TELUK MUTIARA. KAB. ALOR. Nanggi Y. (*) Metboki M. (**) Natonis A. D. (**) Potret relasi antara Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Masjid dalam membangun kerukunan di Desa Motongbang diwujudkan dengan sikap saling membantu, bukan hanya dalam aktifitas keseharian tetapi juga dalam acara keagamaan dan juga bergotong royong membersihkan tempat ibadah. Contoh ketika hari raya Natal, gotong royong Remaja cukup tinggi dalam menjaga ketentraman beribadah, dan sebaliknya saat hari raya Idul Fitri atau takbiran, Pemuda turut membantu dan juga menjaga ketertiban dalam beribadah, ada juga kegiatan lainnya seperti hari Valentine dimana para Pemuda dan Remaja berkerja sama mencari dana dan mengadakan acara tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apa yang mendukung terciptanya relasi antara Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Mesjid dalam membangun kerukunan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendukung relasi antara Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Masjid dalam membangun kerukunan di Desa Motongbang. Kec. Teluk Mutiara Kab. Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjalinnya relasi Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Mesjid dalam membangun kerukunan yaitu ada faktor utama yaitu, kerja sama,kerukunan, interaksi sosial, membangun dialog dan merawat relasi sedangkan faktor pendukung yaitu kebebasan beragama, peran pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat. Relasi yang di bangun dengan cara saling menghargai, saling menjaga keamanan saat ibadah, tidak menjelek-jelekkan antar sesama, tidak membeda-bedakan suku dan agama, saling membantu membangun fasilitas tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya, seperti pembuatan stapak di beberapa titik lokasi Desa. Berkerja sama mencari dana untuk kegiatan valentine yang di laksanakan setiap tahun dengan tujuan yang di bangun bersama yaitu demi membangun relasi yang harmonis dan damai.