Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Online grooming
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fenomena Online Grooming Sebagai Kejahatan Media Sosial

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FENOMENA ONLINE GROOMING SEBAGAI KEJAHATAN MEDIA SOSIAL Tesya Liliani Julianti Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Online grooming merupakan salah satu fenomena yang sedang marak terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi digital. Online grooming adalah tahapan dari modus operandi yang dilakukan oleh pelaku (groomer) dengan cara menggunakan akun palsu dan mencoba untuk membangun hubungan emosional dengan seorang anak, remaja, pemuda, maupun orang dewasa, sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan korban. Di jemaat GMIT Betel Oesapa Tengah, terdapat sejumlah pemuda gereja yang pernah menjadi korban dari fenomena online grooming. Sehingga sudah seharusnya Fenomena online grooming ini menjadi perhatian dari gereja. Menjadi masalah jika pemuda-pemudi korban fenomena online grooming tidak mendapatkan perhatian dari gereja. Ketidaktahuan gereja terhadap fenomena online grooming membuat tidak adanya pelayanan dari gereja bagi pemuda-pemudi yang menjadi korban dari online grooming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi di jemaat Betel Oesapa Tengah dan bagaimana peran pastoral gereja terhadap korban fenomena online grooming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi untuk melihat fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi jemaat Betel Oesapa Tengah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa peran gereja sangat penting bagi pemuda-pemudi dalam menghadapi fenomena online grooming. Gereja dapat membuat program pelayanan khusus dan membuat sosialisasi tentang bahaya fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi. Demikian pula peran pastoral holistik gereja bagi korban fenomena online grooming harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja harus menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah mereka, menopang dan selalu mendukung mereka menuju ke arah yang lebih baik, hal ini akan membantu para pemuda-pemudi korban online grooming untuk bangkit kembali dari keterpurukkan mereka dan mampu sembuh dari sakit fisik dan psikologis sehingga hubungan sosial dan spiritualitas korban dapat dikembangkan. Lewat pelayanan-pelayanan pastoral yang diberikan oleh gereja, sebenarnya gereja sedang mempraktikkan pelayanan Yesus yang penuh dengan belas kasih kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail