Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: media sosial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fenomena Online Grooming Sebagai Kejahatan Media Sosial

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FENOMENA ONLINE GROOMING SEBAGAI KEJAHATAN MEDIA SOSIAL Tesya Liliani Julianti Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Online grooming merupakan salah satu fenomena yang sedang marak terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi digital. Online grooming adalah tahapan dari modus operandi yang dilakukan oleh pelaku (groomer) dengan cara menggunakan akun palsu dan mencoba untuk membangun hubungan emosional dengan seorang anak, remaja, pemuda, maupun orang dewasa, sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan korban. Di jemaat GMIT Betel Oesapa Tengah, terdapat sejumlah pemuda gereja yang pernah menjadi korban dari fenomena online grooming. Sehingga sudah seharusnya Fenomena online grooming ini menjadi perhatian dari gereja. Menjadi masalah jika pemuda-pemudi korban fenomena online grooming tidak mendapatkan perhatian dari gereja. Ketidaktahuan gereja terhadap fenomena online grooming membuat tidak adanya pelayanan dari gereja bagi pemuda-pemudi yang menjadi korban dari online grooming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi di jemaat Betel Oesapa Tengah dan bagaimana peran pastoral gereja terhadap korban fenomena online grooming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi untuk melihat fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi jemaat Betel Oesapa Tengah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa peran gereja sangat penting bagi pemuda-pemudi dalam menghadapi fenomena online grooming. Gereja dapat membuat program pelayanan khusus dan membuat sosialisasi tentang bahaya fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi. Demikian pula peran pastoral holistik gereja bagi korban fenomena online grooming harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja harus menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah mereka, menopang dan selalu mendukung mereka menuju ke arah yang lebih baik, hal ini akan membantu para pemuda-pemudi korban online grooming untuk bangkit kembali dari keterpurukkan mereka dan mampu sembuh dari sakit fisik dan psikologis sehingga hubungan sosial dan spiritualitas korban dapat dikembangkan. Lewat pelayanan-pelayanan pastoral yang diberikan oleh gereja, sebenarnya gereja sedang mempraktikkan pelayanan Yesus yang penuh dengan belas kasih kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENJATUHAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

x ABSTRAK Penjatuhan Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024) Oleh Anita Seni Guinta NIM: 22310075 Tindak pidana menyebarkan berita bohong di media sosial yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat yang sangat luas dan sulit dibedakan dalam ruang digital dan ruang fisik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan adalah: Bagaimana pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon? Apa akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut yang berguna secara teori dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim Mahkamah Konstitusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan primer, bahan sekunder dan tersier yang akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon adalah: Adanya hak konstitusional pemohon yang dirugikan, Adanya upaya kriminalisasi dan dilaporkan ke Kantor Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat yang mengkritik kebijakan pemerintah dan adanya ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam penegakan hukum. Kedua, Akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi adalah: Pembatasan penerapan tindak pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan kerusuhan diruang digital, memberikan kepastian hukum dan hak kebebasan berpendapat, putusan Mahkamah Konstitusi mengikat semua warga negara dan Mahkamah Konstitusi sebagai legislator negative. Berdasarkan pada kesimpulan di atas dapat disarankan: Pertama, bagi DPR sebagai lembaga negara pembentuk undang-undang perlu merevisi Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik agar tidak terjadi kekosongan, Kedua, Mahkamah Konstitusi harus tetap memberikan putusan yang mengedepankan hak warga negara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MEDIA SOSIAL BAGI MAHASISWA FAKULTAS TEOLOGI UKAW KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Media sosial/jejaring sosial merupakan sebuah platfrom digital yang diciptakan oleh manusia untuk membantu manusia berkomunikasi dan beraktifitas dengan membagikan informasi secara digital. Media sosial merupakan media yang disediakan secara online untuk digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Dengan semakin pesatnya perkembangan media sosial, manusia mulai menciptakan berbagai aplikasi digital untuk membantu manusia dalam membagi informasi. Dalam perkembangan media sosialmenghadirkan berbagai macam aplikasi, 3 diantaranya yang paling paling popular dan sering digunakan di kalangan masyarakat khususnya Mahasiswa Fakultas Teologi UKAW Kupang yaitu Facebook, Instagram dan Tiktok. Dalam penulisan ini, membahas tentang bagaimana Mahasiswa Fakultas Teologi UKAW dapat menggunakan Media Sosial dengan baik, susai dengan fungsi dan kegunaaan yang seharusnya. Mahasiswa Fakultas Teologi UKAW Kupang sering kali menyalahgunakan Media social. Penulisan Tugas Akhir ini menjadi sumbangsi agar Mahasiswa Fakultas Teologi dapat menjaga nilai-nilai etis Teologi, dan tidak menyalahgunakan media sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN INFORMASI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU REMAJA KRISTEN (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT NAZATERH OESAPA TIMUR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Media social dalah salah satu perkembangan teknologi yang memiliki andil besar dalam kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosilsasi. Namun terkadang komunikasi di jejaring sosial ini dapat menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar remaja Krsten di Jemaat Nazareth Oesapa Timur. Namun bagaimanapun juga media sosial tetap saja memiliki dampak positif dan negatifnya. Perkembangan dunia teknologi yang inovatif di era global memberikan dampak langsung kepada masyarakat terutama generasi muda, hal ini dikarenakan sangat mudanya mengakses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap perubahan perilaku remaja kristen usia 12-15 tahun . Penelitian ini di Jemaat Nazareth Oesapa Timur dengan mengambil sampel pada remaja kristen 20 orang, guru sekolah minggu 10 orang. Penelitian ini dilakukan 1 bulan (01 Juni-01 Juli) 2021. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 20 orang remaja dan 10 orang guru sekolah minggu anggota . Yang memaknai manfaat penggunaan media sosial, khususnya (1) Sebagai saluran komunikasi 20 orang, (2) Memperoleh pengetahuan 20 orang remaja, (3) Sebagai relasi untuk memperluas jaringan sosial 20 orang. Serta memaknai perilaku remaja khususnya (1) Remaja terjerumus kedalam pergaulan bebas, sebanyak 9 orang, (2) Sikap mental yang tidak sehat, sebanyak 10 orang (3) Kegagalan remaja dalam menyerap perilaku yang positif, sebanyak 10 orang (4) Rasa penasaran mencari jati diri, sebanyak 10 orang. Penulis dapat menyimpulkan manfaat media sosial dan perilaku remaja di Jemaat Nazareth oesapa timur, Manfaat media sosial bagi remaja adalah untuk mendapatkan informasi secara aktual dan membagikan berbagai konten terbaru dengan sangat mudah, mampu berkomunikasi secar virtual, membangun relasi dengan cepat dan luas. Oleh karena itu, Sebagai remaja kristen seharusnya menggunakan media sosial dengan baik agar tidak mudah terjerumus kedalam pergaulan yang salah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENGANCAMAN MENDISTRIBUSIKAN VIDEO ATAU FOTO PORNO MELALUI MEDIA SOSIAL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi penulis, adalah “Analisis Motif, Modus Dan Akibat Hukum Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial”. Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah 1. Apa motif pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 3. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pengancaman mendistribusikan vidoe atau foto porno terhadap pelaku dan korban. Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis. adalah penelitian hukum normative.Teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Motif Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yaitu a. Keinginan terjadinya perceraian antara korban dengan suaminya. b. Keinginan mempermalukan korban. c. Keinginan menjalin hubungan dengan korban. Modus Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yakni a. Terdakwa mengirimkan video dan foto asusila/porno dari korban melalui pesan Messenger dan akun Messenger facebook. b. Terdakwa mendistribusikan video dan foto porno korban melalui media sosial yaitu dengan cara terdakwa memuat/mengaploud foto-foto korban dalam keadaan tanpa busana di akun facebook. c.Terdakwa mendistribusikan dan mengirimkan rekaman video dan gambar tersebut melalui Massanger Facebook ke akun facebook orang lain. Akibat Hukum Dari Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Vidoe Atau Foto Porno Terhadap Pelaku Dan Korban, yakni : a. Akibat Hukum Terhadap Terdakwa. 1). Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara denda; 2). Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah); b. Akibat Hukum Terhadap Korban. 1). Korban dan keluarga besar korban merasa sangat malu dan trauma. 2). Menurunkan harkat dan martabat korban sebagai seorang wanita; 3). Menghancurkan masa depan korban yang saat ini masih aktif kuliah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberi saran, sebagai berikut: 1. Pemerintah diharapkan dapat lebih memperjelas dalam peraturan perundang-undangan tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesusilaan. 2. Pemerintah dan penegak hukum agar lebih aktif mensosialisasikan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 3. Penegak hukum khusus majelis hakim dapat memberikan sanksi yang lebih berat kepada pelaku tindak pidana mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN APLIKASI WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS IX DI SMP NEGERI 8 KUPANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas IX di SMP Negeri 8 Kupang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 8 Kupang pada bulan Agustus 2021. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi yang mendeskripsikan mengenai penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran daring (dalam jaringan). Data penelitian diperoleh melalui wawancara bersama wali kelas yang menjadi sumber utama dari penelitian ini, kemudian wawancara bersama 5 orang peserta didik kelas IX A. Observasi berupa observasi partisipasi pasif serta dokumentasi sebagai data pendukung dari hasil wawancara. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru telah menggunakan WhatsApp sebagai media pembelajaran dalam menunjang kegiatan pembelajaran daring. Guru melakukan kegiatan pembelajaran sama seperti saat berada di dalam kelas, yaitu pertama guru melakukan kegiatan pembuka, kemudian dilanjutkan ke kegiatan inti, dan diakhiri dengan kegiatan penutup. Dalam kegiatan pembelajaran, guru memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada WhatsApp seperti fitur teks dan pesan suara/voice note yang digunakan untuk saling berinteraksi, fitur foto digunakan untuk mengirim hasil pekerjaan rumah oleh peserta didik, fitur dokumen yang digunakan untuk berbagi materi pembelajaran dalam bentuk World/PDF/PPT, fitur vidio digunakan untuk membagikan vidio yang berkaitan dengan materi pembelajaran, dan fitur telepon yang digunakan guru untuk menghubungi peserta didik yang bermasalah. Dari hasil penelitian ini di sarankan agar pendidik kreatif dan terampil dalam membuat variasi pembelajaran terutama dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada WhatsApp, , pendidik harus lebih tegas terhadap peserta didik, dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MORALITAS SPIRITUAL REMAJA DI JEMAAT GMIT LIDAMANU BATUBAO KLASIS KUPANG BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Moralitas Spiritual Remaja Di Jemaat GMIT Lidamanu Batubao Klasis Kupang Barat Hun Belandina (*) Manggoa M (**) Natonis D Media sosial merupakan media online yang banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia untuk berkomunikasi, berbagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh penggunaan media sosial terhadap moralitas spritual remaja di Gereja GMIT Lidamanu Batubao Klasis Kupang Barat. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial terhadap moralitas spritual remaja di Gereja GMIT Lidamanu Batubao Klasis Kupang Barat.Populasi pada penelitian ini adalah semua anak remaja pengguna media sosial yang terdiri dari 41 orang, sedangkan sampel yang diambil terdiri dari 20 anak remaja pengguna media sosial. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner/ pemnbagian angket terhadap beberapa responden yang telah dipilih, sedangkan untuk menganalisis hasil penelitian ini, digunakan analisis deskriptif dengan menggunakkan rumus uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media sosial terhadap moralitas spiritual remaja. Hal ini ditunjukandari hasil perhitungan dimana t hitung = 6,837074 dan t tabel = 1,729. Dengan demikian t hitung lebih besar dari t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima H0 Ditolak. Kata kunci : Media Sosial, Moralitas Spiritual Remaja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP ANAK REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI JEMAAT GMIT KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Remaja Pengguna Media Sosial Di Jemaat GMIT Kota Kupang Tahun 2020/2021 Dawa A (*) Manu L (**) Ledo J Pendampingan orang tua merupakan upaya untuk menemani, memberikan bantuan, memberikan dorongan, motivasi, dukungan pengawasan untuk memenuhi kebutuhan dan pemecahan masalah anak remaja dalam rangka mendukung optimalisasi perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pendampingan orang tua terhadap anak remaja pengguna media sosial di Jemaat GMIT Kota Kupang 2020/2021. Penelitian ini dilakukan 1 bulan (07 Januari - 07 Februari) 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 orang tua anggota jemaat yang melakukan pendampingan terhadap anak remaja pengguna media sosial khususnya (1) Ikut menyaksikan cerita atau isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (2) Memberikan penjelasan atau arah makna dari isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (3)Melarang untuk tidak membuka isi aplikasi yang bersifat pornografi sebanyak 2 orang (4)Melarang untuk tidak membaca atau mendengar khotbah yang berbau profokasi sebanyak 2 orang. Penulis dapat menyimpulkan pendampingan orang tua terhadap anak remaja pengguna media sosial adalah Orang tua berperan penting dalam mendampingi anak remaja pada saat menggunakan media sosial karena masih sangat muda, remaja mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga perlu mendampingi remaja dalam penggunaan media sosial supaya tidak adanya dampak negatif media sosial. Kata Kunci: Pendampingan, Orang Tua, Remaja, Media Sosial, GMIT, Kota Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERILAKU MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI SEMESTER IV DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SAAT PANDEMI COVID-19

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PERILAKU MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI SEMESTER IV DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SAAT PANDEMI COVID-19 Toga, N. K)* Meha, A. M)** Ngginak, J.)** Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dalam aspek pendidikan. Dengan adanya pandemi ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran di Indonesia yaitu pembelajaran harus dilaksanakan secara online atau jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dalam proses pengumpulan data penulis melakukan teknik pengumpulan dengan pengisian kuesioner melalui whatsAap group mahasiswa untuk mengetahui analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 dan dokumentasi. dokumentasi yang di perlukan dalam penelitian ini adalah sebuah cara yang di lakukan untuk menyediakan dokumen-dokumen dengan menggunakan bukti yang akurat dari informasi yang di dapatkan sehingga bisa di percaya dalam suatu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 secara keseluruhan memperoleh hasil tingkat capaian responden pada indikator alokasi waktu mengakses media sosial sebesar 83.33%, banyaknya akun media sosial yang dimiliki sebesar 100%, kegunaan media sosial sebesar 91.33%, serta dampak yang di timbulkan dalam mengakses media sosial sebesar 92.66%, sehingga di peroleh kesimpulan bahwa analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata tingkat capaian responden dari ke empat indikator sebesar 91.83%. Sumber belajar adalah hal penting dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar. Pemanfaatan media sosial adalah salah satu sumber belajar yang paling efektif digunakan dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19. Walaupun saat ini tersebarnya wabah virus corona tetapi proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan lancar dengan memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar dengan baik dan benar guna mencapai tujuan pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail