ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari realitas komplek tradisi Hela Keta dalam kehidupan keluarga Kristen di jemaat GMIT Getsemani Halilulik Mata Jemaat Manoinhau Motasokon, Klasis Belu. Tradisi Hela Keta merupakan praktik adat masyarakat Tetun yang bertujuan untuk melepaskan sumpah leluhur dan memperoleh kedamaian dalam pernikahan, namun menimbulkan pertanyaan teologis karena masih melibatkan pengorbanan darah hewan. Permasalahan jemaat bersifat kompleks, mencakup aspek budaya, kepercayaan, sosial, ekonomi, dan spiritual yang berdampak pada pemahaman jemaat tentang keselamatan dan pendamaian sejati dalam Kristus.Tulisan penelitian ini memahami konteks jemaat Manoinhau Motasokon, menganalisis pelaksanaan dan makna tradisi Hela Keta, serta merumuskan tinjauan teologi kontekstual berdasarkan teori Robert J. Schreiter tentang model kontekstual dalam pengembangan teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif melalui wawncara, pengamatan langsung, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pendeta, dan anggota jemaat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hela Keta mengandung nilai-nilai teologis positif yang sejalan dengan iman Kristen, yaitu kerinduan akan pendamaian, pemulihan hubungan yang rusak, dan kesadaran akan dampak lintas generasi. Namun, praktik ini juga mengandung aspek yang memerlukan transformasi, khususnya pemahaman tentang sumber keselamatan, fungsi darah dalam ritual, dan ketakutan terhadap kutuk leluhur. Penelitian ini mengusulkan model transformasi dialogis yang mempertahankan identitas budaya sambil mengarahkan makna Hela Keta menuju pemahaman yang sejalan dengan iman Kristen, yakni melalui doa bersama, rekonsiliasi yang sadar, pengampunan, dan pengharapan dalam Allah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul :Deskripsi Tentang Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa. Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Mengapa terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Dispartias Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa. dan variabel terikat yaitu variabel yang terdiri dari Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sebagai berikut 1.Tuntutan Jaksa penuntut berbeda-beda 2. independensi hakim yang berbeda-beda 3. kualifikasi perbuatan tuntutan yang berbeda-beda 4. pertimbangan hakim yang memberatkan dan meringankan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa. Saran Pelaku usaha yang memperdangkan produk makanan kadaluarsa harus bertangungjawab dan Pelaku usaha dilarang memperdangkan barang makanan atau minuman yang kadaluarsa.karan bisa mengakibatkan ganguan kesehata. Kata Kunci :Deskripsi Putusan Hakim, Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi dalam mencapai tujuannya, maka upaya – upaya organisasi dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik harus terus dilakukan, dengan adanya karyawan- karyawan yang bekerja secara baik ini, maka diharapkan hasil kerja (kinerja) dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab di berikan terhadap karyawan. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Kinerja merupakan performance atau unjuk rasa. Kinerja juga dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 orang pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang dengan sampel keseluruhan pegawai yaitu 43 orang. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui kompensasi dalam kategori rendah, motivasi berada dalam kategori rendah serta kinerja karyawan juga berada pada kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik kompensasi semakin tinggi kinerja pegawai dan sebaliknya. Sedangkan motivasi berpengaruh positif juga terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik motivasi maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI 1. Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana penyelundupan pakaian bekas”.Permasalahan yang diangkat oleh penelitian ini adalah” a. Bagaimana motif pelaku tindak pidana penyelundupan pakaian bekas. b. Bagaimana modus pelaku tindak pidana penyelundupan pakaian bekas.c. Bagaimana akibat hukum Terjadinya Tindak Pidana penyelundupan pakaian bekas.2.Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: a.untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penyelundupan pakaian bekas.b.untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penyelundupan pakian bekas.c.untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku dan barang bukti tindak pidana penyelundupan pakaian bekas.3.Sifat dan Jenis Penelitian a.Sifat Penelitian, Penelitian ini bersifat deskriptif dan hasil penelitian adalah.1.Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi, atau yang menjadi sebab perubahan dari adanya suatu variabel dependen (terkait), Dalam penelitian ini motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penyelundupan pakaian bekas terhadap pelaku dan barang bukti.2, Variabel terkait yaitu variabel yang tergantung pada variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel tersebut adalah putusan pengadilan tentang tidak pidana penyelundupan pakaian bekas. 2. Berdasarkan hasil penelitian, maka yang menjadi motif, modus, dan akibat hukum terhadap pelaku dan barang bukti tindak pidana penyelundupan Pakaian Bekas Adalah: 1. Motif terjadinyatindak pidana penyelundupan pakaian bekas adalah.a.Untuk mendapatkan keuntungan.b.Karena ada permintaan konsumen.2.Modus terjadinya tindak pidana penyelundupan pakaian bekas adalah.a.Terdakwa mendapat tawaran.b.Terdakwa memuat pakaian bekas dengan menggunakan kapal.3.akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penyelundupan pakaian bekasadalah.a. Pelaku ditahan b.Pelaku dipidana penjara c.Pelaku dikenakan denda.d.Pelaku dikenkana menanggung biaya perkara.e.akibat hukum Terhadap barang bukti yaitu barang bukti Dirampas untuk dimusnakan. kata kunci: Motif, Modus Akibat Hukum, Penyelundupan Pakaian Bekas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini ”Analisi Yuridis Pembatalan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fidusia Oleh Mahkamah Konstitusi (Studi Kasus Putusan Nomor 71/PUU-XIX /2021)”. Rumusan masalah: Bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam membatalkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam membatalkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fidusia ?.
Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait dengan Pembatalan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fidusia. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer. Bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari perundan-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang memberikan penjelasan pada bahan hukum primer yang diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, pendapat para sarjana. Dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis terkait dengan masalah pokok dalam penulisan ini yakni bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam membatalkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fiduasia Maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Karena hak konstitusionalnya dirugikan oleh Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia
b. Ketentuan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia Bertantangan Dengan UUD 1945.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menarik beberapa saran sebagai berikut:
1. Pembuat peratuaran perundang-undangan serta penegak hukum dapat dengan segera melakukan revisi ulang terhadap penerapan pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam pembatalan Pasal 30 dan undang-undang nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia?
2. Penulis menyarankan para pembuat peraturan perundang-undangan dan penegak hukum supaya mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang ada sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian hukum dalam penerapan hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah: Analisis Pertimbangan Hakim Dalam
Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi. Rumusan
masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Hakim Pengadilan Negeri dan
Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap
pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi?. Tujuan
yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk mengetahui hakim Pengadilan Negeri dan
Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap
pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi. Jenis
penelitian adalah penelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif.
Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan
pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara
kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Hakim
Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah karena
Terdakwa hanya melakukan perbuatan Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan atau
Sarana Yang Ada Padanya dalam Jabatannya, Sedangkan alasan Hakim Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap pelaku tindak
pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi karena Terdakwa terbukti
melakukan perbuatan secara melawan hukum. Adapun saran yang diberikan yaitu 1).
Judex Facti diharapkan lebih cermat dalam memperhatikan, meneliti dan
mempertimbangkan fakta hukum di persidangan agar dalam putusannya tidak terdapat
kekeliruan dalam menerapkan hukum; 2). Terdakwa seharusnya menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya secara profesional dan tidak tergiur dengan memperoleh keuntungan
dari hasil korupsi yang dilakukan, dan setelah dipidana diharapkan terdakwa dapat jera
sehingga tidak melakukan Tindak Pidana Korupsi lagi
Kata Kunci: Disparitas Putusan, Tindak Pidana, Korupsi, Barang dan Jasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTI SARI
Judul Skripsi penulis adalah: Deskripsi Tentang Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Informasi Dan Transaksi Elektronik (Ite). Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: Bagaimana pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik. Bagaimana pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik. Bagaimana pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali/terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa, dan pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan, serta pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali/terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik (ITE). Jenis penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil Penelitian Yang Dilakukan diperoleh jawaban yaitu:
1. Dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa karena :
a. Perbuatan terdakwa tidak tebukti secara sah dan meyakinkan bersalah serta tidak memenuhi unsur-unsur dakwaan.
b. Perbuatan terdakwa bukan tindak pidana.
2. Dasar pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa karena:
a. Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah serta memenuhi unsur-unsur dakwaan.
b. Putusan Judex Facti salah menerapkan hukum.
3. Dasar pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali karena:
Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana tidak memenuhi ketentuan Pasal 263 Ayat (2) dan Ayat (3) KUHAP maka berdasarkan ketentuan Pasal 266 Ayat (2) huruf a KUHAP.
Kata kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah :Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Jual Beli Solar Subsidi Pemerintah. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Faktor penyebab terjadinya tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah, Bagaimana bentuk tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah dan akibat hukum tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah terhadap pelaku serta barang bukti.
Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah Untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah, bentuk tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah dan akibat hukum terhadap pelaku serta barang bukti.
Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian hukum normatif dan sifat penelitian ini adalah bersifat deskriptif.
Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu:
Hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, yaitu terdakwa Barnabas, Iyan, Udin, Andrianto dan Sabri, maka penulis menarik kesimpulan yaitu:
1. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah yaitu:
a. Terdakwa ingin mendapatkan keuntungan
b. Adanya kesempatan yang diberikaan oleh pihak operator nosel
c. Untuk kepentingan PT. Hexindo.
2. Bentuk tindak pidana jual beli solar subsidi pemerintah yaitu:
a. Terdakwa membeli bahan bakar minyak jenis solar dari kios-kios di kabupaten sekadau dan kabupaten sintang lalu terdakwa menjual kembali secara ecer
b. Terdakwa membeli bahan bakar minyak jenis solar melalui pihak operator nosel dari SPBU lalu menjual kembali pada kios-kios dipinggir jalan dan nelayan-nelayan yang ada dikakap.
c. Terdakwa membeli bahan bakar minyak jenis solar dari SPBU pulau sari dan pengecer dipinggir jalan lalu terdakwa menjual kepihak tambang batu gunung pemilik alat berat /excavator
d. Terdakwa membeli bahan bakar jenis solar dari saksi Abdul Fanna untuk keperluan generator penerangan listrik dikantor terdakwa bekerja
e. Terdakwa membeli bahan bakar minyak jenis solar dari SPBU dan rencananya terdakwa akan menjual kembali.
3. Akibat hukum tindak pidana terhadap pelaku yaitu terdakwa dipidana penjara, membayar denda dan biaya perkara. Sedangkan akibat hukum terhadap barang bukti yaitu dirampas untuk negara, dirampas untuk dimusnahkan, dirampas untuk dikembalikan kepada terdakwa dan saksi. Mengacu pada kesimpulan tersebut saran penulis adalah 1. Bagi penegak hukum diharapkan agar lebih meningkakan penanganan terhadap peredaran bahan bakar minyak. 2. Bagi seluruh masyarakat diharapkan agar lebih pandai dalam mengambil dan menggunakan BBM.
Kata Kunci :Penegakan hukum, tindak pidana, solar bersubsidi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TIINJAUAN TENTANG KEBUGARANN JASMANI SISWA KELAS VIII SMP ANGKASA KUPANG
Albert Lisentis Alle1*, Lukas M. Boleng2, Alventur Baun3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan aktivitas atau kerja, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
Tujuan penelitian: Tujuan penilitian ini adalah untukmengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIIISMP Angkasa Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Meotode yang digunakan dalam penenlitian ini adalah metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Analisis data dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif dengan presentase.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran tingkat Kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMP Angkasa Kupang adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali”0% (0 siswa), “Baik”37% (11 siswa), “Sedang”37% (11 siswa), “Kurang” 26% (8 siswa), dan “Kurang sekali”0% (0 siswa), dan dari perhitungan nilai rata-rata ke-5 (lima) kategori yang ada yaitu 15,71, maka diketahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIIISMP Angkasa Kupang berada pada kategori kategori sedang.
Simpulan: Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata yaitu 15,71 maka diketahui tingkat kebugaran jasmani siswab kelas VIIISMP Angkasa Kupang berada pada kategori kategori sedang.
Katakunci: Tes Kesegaran Jasmani Indonesia, Siswa, SMP Angkasa Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
OLDIANA SEUK NAHAK (18390028). Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan)Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka. Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M. Sc sebagai pembimbing I, dan Mada M. Lakapu,S. Si, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Bakso merupakan suatu bentuk produk olahan daging yang merupakan bentuk emulsi lemak. Oleh karena itu, komponen lemak di dalam produk olahan daging mempunyai peranan penting pada pembentukan tekstur, yaitu memberikan tekstur yang juiceness (empuk). Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu jenis ikan perairan laut yang menggunakan habitat perairan muara sebagai tempat hidupnya termasuk di muara sungai. Tepung sagu merupakan jenis tepung yang berasal dari pati batang sagu. Tekstur tepung sagu mirip dengan tepung tapioka, yakni berwarna putih dan terasa lembut ditangan.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk bakso ikan belanak, dan uji organoleptik (kenampakan,bau, rasa, tekstur) . Kemudian dilakukan pengujian kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar abu) bakso ikan belanak. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian diolah secara stastistik dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan analisis variansi (Anova) untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak.
Produk karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan) pada pengujian organoleptik sensori yang menghasilkan tingkat penerimaan panelis terbaik pada pelakuan 10% yaitu parameter kenampakan 7.2 (Permukaan kurang halus, sedikit berongga, kurang cerah), parameter bau 7.6 (spesifik produk kurang), parameter rasa 7.73 (spesifik produk kurang) dan parameter tekstur 7.46 (padat, kompak , agak kenyal). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji karakteristik bakso ikan belanak menggunakan akabilan (sagu) pada perlakuan terbaik (10%) memberikan hasil kadar air 62.93% dan protein dengan 27.74%. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan penulis menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masa simpan karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan).
Kata kunci: Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan) Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dengan bertujuan untuk mengetahui alasan gugatan convensi dikabulkan oleh hakim Pengadilan Negeri sedangkan gugatan reconvensi di tolak. Sifat penelitian yang digunakan adalah Deskriptif analisis yaitu menggambarkan, menjelaskan secara tepat, dan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan denganputusan hakim terhadap perjanjian pinjam meminjam uang yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Normatif yaitu menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian (liblary search).
Variabel bebas dari penelitian ini adalah gugatan convensi dikabulkan oleh hakim Pengadilan Negeri sedangkan gugatan reconvensi di tolak. Sedangkan Variabel terikat dari penelitian ini adalah Putusan Pengadilan terhadap kekuatan mengikat perjanjian pinjam meminjam uang yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan 3 (tiga) bahan hukum yaitu Bahan Hukum Primer , sekunder dan tersier. Bahan hukum primer yaitu seperti Putusan Nomor 450/Pdt.G/2012 / PN.Jkt.Bar, Nomor 48/pdt/2014/ PT.DKI,Nomor 1572 K/Pdt/2015, Nomor 27/Pdt.G/2014/PN. Slmn, Nomor 11/PDT/2015/PT YYK, Nomor 2217 K/Pdt/2015.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap satu kasus dengan 6 (enam) putusan yaitu penyebab gugatan convensi dikabulkan oleh hakim Pengadilan Negeri karena Gugatan Penggugat sempurna secara formil dan penggugat dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya.sedangkan gugatan reconvensi di tolak karena tidak dapat dibuktikan oleh penggugat rekonvensi dan tergugat rekonvensi dapat membuktikan dalil-dalil bantahan gugatannya
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “analisis laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan pada perusahaan industri barang konsumsi sub sektor farmasi di bursa efek Indonesia”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja keuangan pada perusahaan sektor industri barang konsumsi sub sektor farmasi yang terdaftar bursa efek Indonesia dengan menggunakan metode pendekatan yaitu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari website bursa efek Indonesia yaitu berupa laporan keuangan perusahaan sub sektor farmasi dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, analisis rasio yang dipakai adalah analisis rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan perhitungan pada perusahaan PT. Phapros Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 1,19 kali dengan kriteria tidak baik.
Untuk perusahaan PT. Darya Varia laboratorio Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 2,70 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT. Tempo Scan Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 2,91 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT. Merck Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 2,88 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT. indofarma Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 1,00 kali dengan kriteria tidak baik.Untuk perusahaan PT.industri jamu dan farmasi sido Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 3,95 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT.Soho Global Health Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 1,98 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT.Pyridam Farma Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 2,00 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT.Kalbe Farma Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 4,11 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT.Organon Fharma indonesia Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 2,77 kali dengan kriteria baik.Untuk perusahaan PT.Kimia Farma Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata sebesar 1,00 kali dengan kriteria baik.
Rasio solvabilitas menunjukan bahwa daya keuangan PT. Phapros Tbk rata-rata sebesar 59% dengan kriteria tidak baik. Pada perusahaan PT. Darya Vario Laboratorio Tbk rata-rata sebesar 32% dengan kriteria baik sekali. Pada perusahaan PT. Tempo Scan Tbk rata-rata sebesar 31% dengan kriteria baik sekali. Pada perusahaan PT. Merck Tbk rata-rata sebesar 31% dengan kriteria baik sekali. Pada perusahaan PT. Indofarma Tbk rata-rata sebesar 81% dengan kriteria tidak baik. Pada perusahaan PT. Indusrri Jamu Dan Farmasi Sido Tbk rata-rata sebesar 15% dengan kriteria baik sekali. Pada perusahaan PT. Soho Global Health Tbk rata-rata sebesar 46% dengan kriteria kurang baik. Pada perusahaan PT. Pyridam Farma Tbk rata-rata sebesar 60% dengan kriteria tidak baik. Pada perusahaan PT.kalbe Farma Tbk rata-rata sebesar 18% dengan kriteria baik sekali. Pada perusahaan PT. Organon Fharma Indonesia Tbk selama tahun 2020-2022 sebesar 32% dengan kriteria baik sekali. Pada perusahaan PT. kimia farma Tbk rata-rata sebesar 58% dengan kriteria kurang baik.
Perhitungan menggunakan Net Profit Margin pada perusahaan PT. Phapros Tbk rata-rata sebesar 3% dengan kriteria kurang baik. pada perusahaan PT. Darya Varia Laboratirio Tbk rata-rata sebesar 8% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT.Tempo Scan Tbk rata-rata sebesar 8% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Merck Tbk rata-rata sebesar 13% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Indofarma Tbk rata-rata sebesar -1% dengan kriteria tidak baik. Pada perusahaan PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Tbk rata-rata sebesar 29% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Soho global Health Tbk rata-rata sebesar 5% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Pyridam farma Tbk rata-rata sebesar 15% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Kalbe Farma Tbk rata-rata sebesar 12% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Organon Fharma Indonesia Tbk rata-rata sebesar 7% dengan kriteria baik. Pada perusahaan PT. Kimia Farma Tbk rata-rata sebesar 1% dengan kriteria tidak baik. Prsentase tertinggi diperoleh PT. Industri jamu dan farmasi sido Tbk, sebesar 29% yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,29 dari setiap Rp 1.00. Dan kemudian nilai net profit margin terendah didapatkan oleh PT Indofarma tbk dengan presentase -1%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp -0,01 dari setiap Rp1.00, jumlah penjualan. Berdasarkan hasil perhitungan return on asset sub sektor farmasi pada tahun 2020-2022 didapatkan hasil perhitungan rata-rata sebesar 4% dengan kriteria tidak baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT. Darya Varia Laboratorio Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 7% dengan kriteria baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT. Tempo Scan Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 9% dengan kriteria baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT. Merck Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 13% dengan kriteria baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Indofarma Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata -9% dengan kriteria tidak baik baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Industri Jamu Dan Farmasi Sido Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 27% dengan kriteria baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Soho Global Health Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 9% dengan kriteria baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Pyridam Farma Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 11% dengan kriteria baik.Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Kalbe Farma Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 13% dengan kriteria baik, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Kalbe Farma Tbk dapat dikatakan baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Organon Fharma Indonesia Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata 12% dengan kriteria baik. Hasil perhitunngan return on asset pada PT.Kimia Farma Tbk untuk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata-rata -1% dengan kriteria tidak baik. Hasil perhitungan diatas, menunjukan untuk rata-rata persentase Return on asset hasil yang didapatkan oleh PT Industri jamu dan farmasi sido Tbk, mendapatkan persentase tertinggi sebesar 27% yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,27 dari setiap Rp 1.00 dari jumlah total asset yang digunakan dan sebaliknya nilai return on asset terendah didapatkan oleh PT Indofarma tbk dengan presentase -9%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp -0,09 dari setiap Rp1.00, jumlah total asset yang dipakai.
Kata Kunci :Kinerja keuangan, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Analisis Pendapatan Petani Di Kecamatan Kupang Barat (Studi Kasus pada petani tomat Di Desa Bolok) Pendapatan merupakan suatu hal yang penting bagi suatu perekonomian pada suatu negara, karena dari pendapatan yang stabil akan membantu dalam pembangunan ekonomi pada suatu negara. Pendapatan merupakan tujuan utama dari suatu usaha. Pendapatan merupakan suatu faktor yang penting dalam suatu usaha, karena pendapatan yang diperoleh dapat mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan menjamin kelangsungan suatu usaha,pendapatan mempunyai peran yang sangat besar dan merupakan faktor penentu apakah usaha yang di jalakan dapat terus berkelanjutan atau berhenti akibat menurunya pendapatan pada suatu usaha. Masalah tinggi rendah suatu pendapatan sangat mempengaruhi kehidupan para petani,khususnya pada petani tomat. Kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usaha tani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan. a). Untuk mengetahui apakah modal mempengaruhi pendapatan petani tomat di Desa Bolok, b), Untuk mengetahui apakah biaya sewa berpengaruh pada pendapatan petani tomat di Desa Bolok, c). Untuk mengetahui apakah upah tenaga kerja mempengaruhi pendapatan petani tomat di Desa Bolok, d).Untuk mengetahui apakah biaya pupuk berpengaruh pada pendapatan petani tomat di Desa Bolok Jumlah tomat yang dihasilkan petani di Desa Bolok memiliki jumlah yang bervariasi tergantung pada luas lahan yang digunakan petani untuk menanam, begitu pun pada harga yang di peroleh bervariasi tergantung pada harga di pasaran. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis kelaykan R/C ration, diketahui rata-rata nilai R/C ration R/C > 1, maka penerimaan yang diterima lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan, artinya usahatani tomat layak untuk terus diusahakan dan dijalankan. Dari hasil penelitian ini, modal,biaya sewa,upah tenaga kerja, dan biaya pupuk berpengaruh positif pada pendapatan petani. Kata Kunci: Analisis, pendapatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA AGRO LESTARI Tbk NAMA : VEKY SATRIA PANDHU LIBING NIM : 16194033 PROGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAK Analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan PT. Astra Argo Lestari Tbk. Rumusan masalah ddalam penelitian nini adalah bagaimana kinerja keuangan PT. Astra Argo Lestari Tbk. Peneltitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan keuangan dari tahun 2015 – 2022 PT. Astra Argo Lestari Tbk dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan aktivitas. Poplasi dalam penelitian ini adalah sebagai perusahaan perkebunan sawit PT. Astra Argo Lestari Tbk yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) selama periode 2015 – 2020, sedangkan sampel yang digunakan adalah laporan keuangan PT. Astra Argo Lestari Tbk. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan, yang dilakukan dengan mengakses melalui situs resmi Busra efek Indonesia (BEI) www.idx.com. yang menjadi sampel pada penelitian ini. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah engan menggunakan rumus atau perhitungan rasio keuangan sehingga dapat memberikan keterangan lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa rasio keuangan perusahaan yang mengalami peubahan dari 17 rasio keuangan yang digunakan. Dengan 4 (empat) rasio yang mengalami perunbahan rasio kas yaitu rasio kas, times, interst earnet, net profit margin dan vixed asset turnover. Dan terdapat 12 (dua belas) rasio yang mengalami penurunan yaitu current ratio, qwick ratio, long term debt to equity rasio, return on investment, perputaran modal kerja, total aset turnover, laba persaham, perputaran kas, times invetory to networking capital, debt to equity rasio, debt to aset rasio dan persediaan. Dengan demikian, perusahaan harus melakukan langkah – langakah secara cepat dan tepat unutk mengeatasi keadaan serta meningkatkan kinerjanya agar posisi perusahaan yang dilihat dari rasio–rasio keuangan yang belum sesuai yang diharapkan, kiranya dapat kembali berada dalam kondisi aman dan jauh dari masalah. Kata Kunci : Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktifitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
FRIDOLINUS BRIA (16383509). Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Pantai Motain, Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu sumberdaya alam wilayah pesisir yang cukup penting adalah gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu biota laut yang hidup diwilaya pesisir yang memeiliki karakteristik khas dan berbeda. Keberadaan gastropoda di kawasan pesisir secara ekonomis dapat berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat Desa Motaain melakukan penangkapan gastropoda untuk memenuhi kebutuhan hidup baik dengan cara dijual maupun utntuk dikonsumsi keperluan sehari-hari.
Penelitian ini telah dilaksanankan selama 1 bulan yaitu pada bulan Mei tahun 2020 yang berlokasi di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan adalah metode Observasi (pengamatan langsung) dan studi pustaka yaitu dengan pengamatan langsung dilokasi untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove dan metode studi pustaka dapat diperoleh dari sumber baca buku, internet maupun jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis spesies gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaian Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka yakni pada ke 3 transek Nerita articulata, Syncera brevicula, Chicocerus capunicus, Columbella scripta, Cerithidae cingulata, Littorina scabra dan Cassidula mustelina dan spesies yang banyak ditemukan yaitu adalah Syncera brevicula. Indeks kelimpahan gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, spesies terbanyak terdapat pada Syncera brevicula dengan total keseluruhan pada ketiga transek yakni dengan kelimpahan total 21,73 individu/m2. Keanekaragaman berkisar antara 1,58-1,83, keseragaman pada lokasi penelitian berkisar antara 0,40-0,46 pada kondisi ini, jenis-jenis gastropoda yang dijumpai jumlahnya seragam relatif sama. sedangkan nilai indeks dominansi berada dalam rentang 0,16-0,18 menandakan adanya jenis yang mendominasi.
Kata Kunci : Struktur Komunitas, Gastropoda, Ekosistem Mangrove, Desa Motaain
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ofris Edison Selan *,David Loba2, Fredik E. Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan pelajaran yang akan dijadikan materi didalam proses pembelajaran
Metode penelitian:Metode yang biasa digunakan guru dalam menyampaikan materi penjasorkes adalah metode deduktif atau metode perintah, metode tugas, demonstrasi dan pemberian penjelasan.
Hasil dan pembahasan:Penjasorkes pada dasarnya merupakan bagian integrasi dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspekkesegaran dan kebugaran jasmani pada setiap individu sehingga individu memiliki keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.
Simpulan:Penjasorkes merupakan mata pelajaran yang juga ikut mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa dan ikut serta berkonstribusi dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian pendidikan harus dilaksanakan dengan tertib dan bertanggung jawab.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Warisan Budaya adalah produk/hasil budaya fisik dari tradisi dan prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu. Menurut UNESCO, warisan budaya terdiri dari dua bagian yaitu tangible cultural dan intangible cultural. Tangible cultural seperti: monumen, artefak, cagar budaya dan kawasan, intangible cultural seperti: bahasa ritual dan tradisi. Warisan budaya sangat penting untuk dilestarikan, hal ini adalah upaya menjaga sejarah bangsa. Bangunan Situs Gereja Kota Kupang merupakan sebuah bangunan dilindungi oleh Undang-Undang Benda Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Dalam penelitian penulis menggunakan metode studi lapangan, dalam memenuhi kebutuhan akan data-data penulisan memilih penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk membuat deskripsi, gambaran/lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang akan diteliti. Saat cendana mulai dikenal sebagai komoditi perdagangan, Kupang telah dikenal oleh bangsa-bangsa asing terutama China. Kristen yang mula-mula hadir di Kupang adalah Kristen Katolik yang dibawa oleh pedagang Portugis. Setelah kehadiran Portugis datang juga Belanda menyebarkan agama Kristen Protestan, Belanda pertama kali memerintah pada tahun 1613 kemudian tahun 1614 Belanda menghadirkan seorang Pdt di Kupang untuk kebutuhan keimanan orang-orang Belanda sendiri. Kehadiran seorang Pdt Belanda membuat raja Kupang ingin mengkristenkan seluruh warga Kupang. Hasil kristenisasi oleh Belanda membuat Kupang memiliki sebuah gedung gereja dengan arsitektur Eropa abad pertengahan yang dinobatkan sebagai situs berdasarkan SK: KM.51/OT.007/MKP/2004. Bangunan gereja situs Kota Kupang masih aktif digunakan sebagai tempah ibadah oleh lembaga GMIT. Bangunan situs tidak hanya mendapatkan pelayanan dari GMIT tetapi oleh pihak pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Financial distress terjadi sebelum kebangkrutan pada suatu perusahaan. Dengan demikian model financial distress perlu untuk dikembangkan, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini diharapkan dapatdilakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Financial distress dapat diuku rmelalui aporan keuangan dengan cara menganalisis laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil dari suatua ktivitas yang bersifat teknis berdasar pada metode dan prosedur-prosedur yang memerlukan penjelasan-penjelasan agar tujuan atau maksud untuk menyediakan informasi yang bermanfaat dapat dicapai. Rasio menggambarkan suatu hubungan matematis antara suatu jumlah dengan jumlah yang lain. Penggunaan alat analisis berupa rasio dapat menjelaskan penilaian baik dan buruk posisi keuangan pada perusahaan,terutama bila angka rasio ini di bandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar. Tujuan dari analisis rasio adalah untuk menentukan tingkat likuiditas, sulfabilitas keefektifan operasi serta derajat keuntungan suatu perusahaan Manfaat analisis rasio keuangan sangatpenting. Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya. Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat dipelajari komposisi perubahan dan dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Hasil analisis statistic diskriptif berisinilai minimum, maksimum, rata-rata dan deviasi standar. Variable likuiditas memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing -0,38 dan 0,36 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing -masing 0,0193 dan 0,16421. Lalu variable profitabilitas memiliki nilai minimum dan maksimummasing-masing -0,15 dan 0,12 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing-masing -0,0066 dan 0,05629. Kemudian, variabel financial leverage memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing 0,00 dan 2,50 sedangkan rata-rata dan deviasistandar masing-masing 0,5152 dan 0,58514. Akhirnya, variabel financial distress memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing 0,00 dan 1,00 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing-masing 0,5333 dan 0,50742. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang ingin mengetahui atau ingin mengembangkan penelitian seperti ini dimasa yang akan datang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KEANEKARAGAMAN JENIS JENIS BINTANG LAUT (Asteroidea) DI PANTAI MBALI DESA MBALI LENDEIKI KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO
Sedeh. M)* Rafael. A)** Bullu, N. I**
Bintang laut merupakan kelas dari filum Echinodermata yang memiliki tubuh simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan serta tidak memiliki rangka yang membantu pergerakannya. Bintang laut memiliki manfaat ekonomis yaitu bisa dijadikan obat untuk penyakit asma. Beberapa dari jenis bintang laut juga bisa dijadikan sebagai hiasan akuarium serta dapat dijadikan sebagai souvenir karena memiliki warna yang cerah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman jenis bintang laut di pantai Mbali Desa Mbali Lendeiki Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line Transect. Sedangkan teknik penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan area sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelirtian di pantai Mbali, bintang laut yang di temukan berjumlah 2 famili yaitu famili Ophidiasteridae dan Oreasteridae. Yang terdiri dari 7 spesies yaitu Linckia multifora, Linckia laevigata, Protoreaster nodosus, Protoreaster multispinus, Protoreaster sp, Culcita novaeguineae, dan Nardoa tuberculata. Indeks keanekaragaman bintang laut pada transek I, II,III,IV dan V di pantai Mbali tergolong sedang kerena menunjukan nilai H’ = 1.75. Sedangkan indeks kelimpahan, kelimpahan relatif, dan indeks dominasi tertinggi terdapat pada spesies Linckia laevigata yakni dengan nilai 5,8 ind/m2, 28,15%, 0,07.
Kata Kunci : Asteroidea, Keanekaragaman jenis Keterangan : * Peneliti
** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
“ Keanekaragaman filum Mollusca Di Pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang ”.
Suku, S. D)* Ngginak, J)** Bullu, L. N)**
Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu Molluscus yang berarti lunak. Mollusca adalah hewan invertebrate tidak memiliki kerangka, tidak memiliki tulang belakang, memiliki tubuh yang lunak dan termasuk hewan yang berdarah dingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman Mollusca di pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022, menggunakan metode deskriptif, teknik pengambilan sampel dengan metode line transek pengamatan pada petak, analisis data penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menentukan indeks keanekaragaman,indeks kelimpahan dan indeks dominasi dan pengukuran parameter lingkungan.dari hasil penelitian pada stasiun dapat disimpulkan bahwa di pantai Akle Desa Naikean Mollusca yang teridentifikasi dihitung menggunakan rumus Shannon & Wiener adalah 1,53. Jika angka inidibandingkan dengan tetapan kategori maka angka ini berada pada nilai Hʼ<1 tergolong rendah, indeks kelimpahan Mollusca tertinggi adalah pada spesies Acanthopleura gemmate dengan nilai indeks kelimpahan 0,25 dan hasil perhitungan indeks dominansi pada stasiun berkisar antara 0,16-0,58. Nilai indeks dominansi tertinggi terdapat pada spesies Acanthopleura gemmate dengan nilai 0,58 dan kondisi parameter lingkungan di panttai Akle Desa Naikean sebagai berikut suhu 25(˚C), pH 7,10 dan salinitas 33%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di pantai Akle dapat disimpulkan bahwa Mollusca yang ditemukan terdiri dari 5 spesies antara lain T. linecata, Acanthopleura gemmate, Cryptochiton sp, Octopus sp dan Loligo sp.
Kata kunci: Mollusca, Identifikasi, Pantai Akle, Keanekaragaman. Keterangan:
* Penulis
** Pembimbing