ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ofris Edison Selan *,David Loba2, Fredik E. Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan pelajaran yang akan dijadikan materi didalam proses pembelajaran
Metode penelitian:Metode yang biasa digunakan guru dalam menyampaikan materi penjasorkes adalah metode deduktif atau metode perintah, metode tugas, demonstrasi dan pemberian penjelasan.
Hasil dan pembahasan:Penjasorkes pada dasarnya merupakan bagian integrasi dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspekkesegaran dan kebugaran jasmani pada setiap individu sehingga individu memiliki keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.
Simpulan:Penjasorkes merupakan mata pelajaran yang juga ikut mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa dan ikut serta berkonstribusi dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian pendidikan harus dilaksanakan dengan tertib dan bertanggung jawab.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK di SMP Negeri Satap Serenglang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK yang memberikan dampak positif di SMP Negeri Satap Serenglang yaitu Kurikulum, Metode mengajar dan alat pelajaran untuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan.
Simpulan:Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa pada SMP Negeri Satap Serenglang yaitu kurikulum, metode mengajardan alat pelajaranuntuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN GURU PENJAS DALAM PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER PADA PESERTA DIDK KELAS VIII SMPN NILOPO
Dafit Semuel Bako1*, Agustinus J. Nafie2, Julian J. Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email;[email protected]
Latar belakang;Pembentukan karakter peserta didik mempunyai peranan yang sangat penting dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan formal seperti sekolah memberikan pengajaran dengan segala bentuk pendidikan baik secara akademik maupun non akademik yang dilakukan oleh seorang pendidik.
Tujuan; penelitian ini untuk mengetahui peran guru pendidikan jasmani memperkuat karakter siswa. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan, wawancara, koisioner, dan dokumentasi serta analisis data penyajian data dan penarikan.
Meetode; penelitian ini menunjukkan bahawa. Pendidikan olahraga dan jasmani sangat baik dalam pembentukan karakter siswa yang Pertama: karakter menghargai atau menghormati semua komponen dalam aktivitas olahraga. membuat guru PJOK lebih punya banyak peluang dalam pembentukan karakter siswa.
Hasil dan pembahasan; Karakter yang ingin dibentuk adalah religius, nasionalis, integritas, gotongroyong, dan mandiri. Guru pendidikan jasmani berperan dan mengawasi terhadap karakter-karakter yang menyimpang dalam pembentukan karakter peserta didik.
Kesimpulan; Guru pendidikan jasmani juga berperan dan dapat merubah sikap dan mental dari siswa. Siswa yang mempunyai sifat takut atau ragu dalam menjalankan suatu aktivitas dengan pembelajaran, pelatihan dan bimbingan yang terarah dan terprogram dengan baik secara bertahap akan berubah menjadi siswa seperti yang diharapkan.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan kecil trdisional putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas V khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan kecil trdisional menjadi menurun.
Tujuan penelitian: menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.dan lapangan
Metode penelitian: :Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dan lapangan Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar permainan kecil trdisional melalui metode pembelajara n kooperatif tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 33% yaitu dari 66% (siklus 1) menjadi 85% (siklus II).
Simpulan: peneliti ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar permainan keci trdisional melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas V SD Inpres Fatufeto 2 termsuk kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan bola besar khususnya putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas Vll khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan bola besar menjadi menurun.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing atas bola voli menggunakan metode pembelajaran jigsaw tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil Dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing atas bola voli melalui metode pembelajaran jigsaw tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 25% yaitu dari 75% (siklus 1) menjadi 95% (siklus II).
Simpulan : peneliti ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran jigsaw tipe jigsaw pada siswa kelas Vii SMP Swasta Advent Nusra termasuk kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pendidikan jasmani merupakan pendidikan lewat aktivitas-aktivitas jasmani atau pengajaran gerak dalam mencapai tujuan pendidikan. Upaya meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui modifikasi bola plastic. Passing bawah adalah kecakapan dalam mengoper bola kepada teman sendiri dalam suatu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai awal pola serangan kepada lawan.
Tujuanpenelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar passing bawah bola voli melalui modifikasi bola plastik dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas IV SD N Letenaek.
Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Letenaek. Sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi.Teknik analisis datanya mengunakan deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajarpassing bawa bola voli melalui modifikasi bola plastic. siswa dengan nilai rata–rata pada siklus I sebesar 71,3 dengan presentase ketuntasan sebesar 65%. Dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 91,0 dengan presentase ketuntasan sebesar 90%.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian diatas maka penelitian mengambil sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran passing bawah bola voli melalaui modifikasi bola plastik dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad pada siswa kelas IV SD N Letenaek selama dua siklus dapat meningkat hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM 75. Sehingga ketuntasan klasikal dalam kelas tersebut sudah mencapai dari 75% siswa yang tuntas passing bawah Bola Vol
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UPAYA MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU PJOK PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DI KOTA KUPANG
Jefriyanus Ledi Dima1*, Ramona M. Mae2, Yahya J. Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Guru merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan. Profesionalisme guru PJOK masih banyak kekurangan, seperti guru sering membiarkan siswa bermain dan belajar sendiri dalam pembelajaran walaupun saat pembelajaran penuh atau tidak. Kemudian dilihat dari sisi fasilitas, pembelajaran olahraga masih sangat kurang memadai sehingga pembelajaran kurang optimal.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada musyawarah musyawarah mata pelajaran di Kota Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian mengenai upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang, menunjukkan bahwa guru dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran, guru mengikuti kegiatan diklat, mengikuti kegiatan esktrakurikuler, melaksanakan kegiatan perlombaan dan pertandingan serta guru mempunyai kompetensi yang baik dalam melakukan pembelajaran sehingga dapat menjadi guru yang profesional.
Simpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang sudah baik hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan dari segi faktor yang mempengaruhi upaya membangun profesionalisme guru PJOK yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Kata kunci: Profesionalisme Guru; MGMP; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PELAKSANAAN TES KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KUPANG
Herlistin Rambu Kaweda Loya1*, M. Rambu P. Wasak2, Dortean A. Jois Jaha,3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Kebugaran jasmani merupakan salah satu kondisi fisik yang harus dimiliki oleh setiap orang, karna dengan kebugaran jasmani yang baik dapat membuat orang beraktivitas dengan baik tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebugaran jasmani yang dimiliki siswa pada pelaksanaan tes kebugaran jasmani dilapangan SMP Negeri 2 Kupang.
Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data dapat diperoleh dari siswa.Teknik pengumpulan data melalui Tes kebugaran jasmani, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: hasil dan pembahasan penelitian menunjukan bahwa kebugaran jasmani siswa dapat di ukur dengan melakukan rangkaian tes berupa, tes lari 50 meter, tes angkat tubuh 60 detik, tes baring duduk 60 detik, tes loncat tegak dan tes lari jarak 800 meter, ( tes TKJI,2000). Dari 5 nomor TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kupang mendapatkan hasil dari 24 siswa dengan kategori Baik 15 siswa, Sedang 6 siswa, Kurang 3 siswa.
Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan kondisi kebugaran jasmani siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kupang berada dalam kategori Baik (B).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Tingkah laku siswa dan keseriusan saat mengikuti pembelajaran, jika materinya disukai oleh siswa maka mereka begitu semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, sebaliknya jika materinya tidak disukai siswa hanya sekedar mengikuti dan hanya menjadi penonton ketika proses pembelajaran pendidikan jasmani berlangsung.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII dan kelas IX terhadap pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 2 Solor Barat.
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan kelas IX terdiri dari 217 siswa diambil 60% dari keseluruhan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Dalam penelitian ini angket yang digunakan adalah angket tertutup, cara ini dapat memudahkan responden untuk mengisinya.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa kelas VIII dan kelas IX SMP Negeri 2 Solor Barat berkategori baik, dilihat dari tabel presentase dari 130 siswa terdapat kategori sangat baik 3 orang atau 2,30%, baik 89 orang atau 68,46%, sedang 41 orang atau 31,53%, kurang 0 orang atau 0,00% dan sangat kurang 0 orang atau 0,00%.
Simpulan: Dari hasil penelitian bahwa persepsi siswa terhadap proses pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 2 Solor Barat berkategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Kedudukan guru memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sehingga kompetensi pedagogik guru akan menjamin tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utama yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang memadai.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PJOK dalam memanfaatkan media google classroom pada masa pandemic covid-19.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan: Proses pembelajaran penjasorkes di SMP Negeri 20 Kota Kupang dilaksanakan secara online dan tatap muka terbatas. Dalam proses pembelajaran, siswa dibagi dalam 2 (dua) kelompok atau shift, sehingga ada siswa yang dapat melakukan pembelajaran di sekolah secara tatap muka terbatas dengan menggunakan protokoler covid-19 dan ada siswa yang melaksanakan pembelajaran di rumah dengan menggunakan media google classroom. Materi dan video pembelajaran tersebut akan diberikan kepada siswa melalui media google classroom untuk dapat dipelajari di rumah. Setelah siswa mempelajari materi dan video tersebut, siswa akan mempraktekkan dan mengirimkan video yang telah dilakukan untuk kami memberikan penilaian dan evaluasi.
Simpulan: Kompetensi pedagogik guru penjasorkes baik, guru penjasorkes memanfaatkan media google classroom sesuai dengan tahapan pembelajaran, baik itu dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mempunyai kreativitas yang tinggi merupakan suatu keharusan, terutama bagi guru Penjasorkes agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah agar siswa selalu semangat dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran, dengan demikian maka tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Materi Senam Lantai di Masa Pandemic Covid-19.
Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data meliputi tiga tahapan, yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: SMP Negeri 20 Kota Kupang yang merupakan lembaga pendidikan, melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau online dan offline atau tatp muka terbatas di masa pandemic covid-19. Pelaksanaan pembelajaran senam lantai dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, baik itu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup atau pendinginan.
Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes, memiliki kreativitas yang baik merupakan suatu keharusan pada masa pandemic covid-19 baik secara online maupun offline. Kegiatan pembelajaran roll depan dan roll belakang, salah satu kreativitas yang dibuat ialah mengharuskan setiap siswa menaruh kotak kertas pada leher yang dijepit oleh dagu. Tujuannya agar siswa dapat bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan gerakan dapat dilakukan dengan tepat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA KELAS VIII MATERI SENAM LANTAI HANDSTAND OVERSLAG DI SMP SWASTA MERBAUN Fulgens Januarius Rotes 1*, Ramona M. Mae,2Fredik E. Nope, 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani dan keterampilan berpikir psikis.Berdasarkan pengalaman penulis waktu sekolah di SMP Swasta Merbaun melihat bahwa terbatasanya sarana dan prasarana serta kurangnya modifikasi alat yang digunakan guru dalam pembelajaran sehingga menyebabkan anak-anak kurang tertarik dan merasa takut untuk melakukan gerakan senam lantai dengan benar. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pembelajaran penjasorkes materi senam lantai handstand overslag. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas ( PTK ). Hasil dan pembahasan: Hasil belajar siswa SMP Swasta Merbaun dalam keadaan pra siklustingkat ketuntasannya hanya 20% ( 3 siswa ) dari 15 siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan dimana tingkat ketuntasan siswa menjadi 60 % ( 9 siswa ) dan siswa yang tidak tuntas menjadi 40 % ( 6 siswa ). Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang besar dimana siswa yang tuntas menjadi 87 % ( 13 siswa ) siswa yang tidak tuntas menerun menjadi 13 % ( 2 siswa ) Simpulan:Bahwa hasil belajarHanstand Overslag pada siswa kelas VIII di SMP Swasta Merbaun mengalami peningkatan dengan menggunakan pembelejaran model explincit instruction. Katakunci: Handstand Overslag; Hasil Belajar; Pendidikan Jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Masalah yang penulis jumpai panda kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak maksimal karena tingkat level pandemic covid-19 kadang meningkat dan kadan menurun. Sehingga menyebabkan kinerja guru tidak maksimal atau kurang efektif.
Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memilikiki tujuan yang hendak di capai adalah untuk mengetahui kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif
Hasil dan pembahasan: Hasil dan penelitian ini menunjukan bahwa kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif. Oleh karena itu di perlukan untuk guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan lebih berkreatif dalam membantu siswa agar siswa bisa terlibat dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19.
Simpulan: Kurangnya alat komunikasi Hp, laptop, computer, terhadap siswa sehingga menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Maka di perlukan keaktivitas guru untuk mengatasi siswa. Kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif dalam proses pembelajaran inti dan Guru tidak memiliki kreativitas datanya dalam merancang proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:permasalahan dalam penelitian ini adalah banyaknya siswa yang cenderung mengikuti pembelajaran penjasorkes dan kurangnya kreatifitas guru dalam melakukan pembelajaran yang membuat siswa cenderung bosan, Metode pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan metode drill.Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik.
Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola melalui permainan tradisional boi.
Penelitian ini mengunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lempar tangkap bola melalui metode pembelajaran permainan tradisional boi berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 32,5% yaitu dari 50% (siklus 1) menjadi 87,5% (siklus 2).
Simpulan:peneliti ini adalah menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar lempar tangkap bola melalui metode pembelajaran permainan tradisional boi pada SD Inpres lelogama termasuk kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Tujuan penelitian:Untuk mengetahui pengaruh minat permainan bola voli terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada pembelajaran penjasorkes.
Metode penelitian:Metode penellitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan perhitungan dari tabel distribusi frekuensi variabel minat belajar dari faktor internal persentase jumlah siswa yang memiliki nilai antara 40-42 sebesar 17,64%, yang memiliki nilai antara 43-45 sebesar 23,52%, yang memiliki nilai antara 46-48 sebesar 32,35%, yang memiliki nilai antara 49-51 sebesar 26,47. Dan berdasarkan perhitungan dari tabel distribusi frekuensi variabel minat belajar dari faktor eksternal persentase jumlah siswa yang memiliki nilai minat belajar dari faktor eksternal antara 40-42 sebesar 2,94%, yang memiliki nilai antara 40-42 sebesar 2,94%, yang memiliki nilai antara 43-45 sebesar 26,47%, yang memiliki nilai antara 46-48 sebesar 32,35%, yang memiliki nilai antara 49-51 sebesar 38,23%. Sesuai hasil analisiss regresi dari faktor internal bahwa siswa memiliki minat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 50,5% sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dan untuk faktor eksternal siswa memiliki minat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 56,0% sedandkan 44% sisanya di pengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Simpulan:Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui perhitungan regresi dapat disimpulkan bahwa variabel minat dari Faktor internal memberikan sumbangan sebesar 50,5% bagi perubahan variabel hasil belajar siswa sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain dan Faktor eksternal memberikan sumbangan sebesar 56,0% bagi perubahan variabel hasil belajar siswa sedangkan 44% sisanya di pengaruhi oleh faktor lain
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Fady Nubatonis1*, Jusuf Blegur2, Melvianus Selan 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
[email protected]
Latar belakang:permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terdapat banyak siswa yang belum memahami teknik dasar gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan benar, pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan gaya mengajar klasikal. Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa SMA Negeri Fatukopa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan, refleksi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan menggunakan metode bermain, mempunyai dampak yang baik. Hal ini dilihat dari hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 75 dan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II.
Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan metode bermain pada siswa SMA Negeri Fatukopa termasuk kategori baik.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN GURU DALAM MENDUKUNG KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI PELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19
Gregorius Ama Ege*,Andreas J. F. Lumba2, Melvianus Selan3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Guru merupakan sosok yang yang mempunyai oeran penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan anak sesuai dengan kemampuannya. Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran untuk menunjang perkembangan anak, apalagi pada masa pandemic Covid-19 guru dituntut harus mampu menunjukan kompetensi dalam membimbing anak. Guru harus tetap melaksakan tugasnya dalam mengajar dan mendidik anak meskipun tanpa harus bertatap muka langsung dengan peserta didik. Maka sangat diperlukan peran guru dalam menunjang proses pembelajaran secara daring/online agar pada masa pandemic Covid-19 proses belajar siswa tetap berjalan dengan lancer.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalah untuk mendeskripsikan Peran Guru Dalam Mendukung Keaktifan Siswa Mengikuti Pelajaran Penjaskes Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Inpres Oesapa?
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu apa adanya (Arikunto 2002).
Hasil dan pembahasan:Dari hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu Peran guru pada masa pandemi covid-19 sangatlah penting karena mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Maka guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara daring.Sejak viruscorona ada di Indonesia, salah satu bidang yang dirugikan adalahbidang pendidikan. Untuk peserta didik sendiri pandemi Covid-19 berdampakpada kondisibelajar dimanamereka merasa ada paksaan belajar dengan jarak jauh tanpa adanya sarana sertaprasarana yang mencukupi seperti kurangnya handphone (gawai) atau laptop yang bisa digunakanuntuk belajar.
Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru untuk mendukung keaktifan siswa mengikuti pelajaran penjasorkes pada masa pandemi covid-19sangat dibutukan demi keberlangsungan kegiatan belajar siswa.
.
Katakunci: Peran Guru, Pendidikan Jasmani,dan Kesehatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan bola besar khususnya putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas V khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan bola besar menjadi menurun.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: :Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing bawah bola voli melalui metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 25% yaitu dari 75% (siklus 1) menjadi 95% (siklus II).
Simpulan: peneliti ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas V SD Inpres Oesapa termasuk kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMP ADHIYAKSA 2 KUPANG TAHUN 2021
Jemi Yufernikson Raba1*, Jusuf Blegur2, Isak Riwu Rohi3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:DalamUndang-Undang (UU) Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartafat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan karakter merupakan salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah untuk dapat menciptakan dan mengembangkan karakter anak bangsa untuk dapat membangun bangsa Indonesia dari keterpurukan.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasipenerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran penjasorkes di SMP Adhiyaksa 2 kupang tahun 2021.
Metode penelitian:Metodeyang digunakandalampenelitianiniadalahkualitatif deskriptif.Teknikpengumpulandata yangdigunakandalampenelitianadalah observasi,wawancara, dandokumentasi.Teknikanalisisdatayangdigunakan adalah teknikanalisisdeskripti kualitatifuntukmengetahuipenerapan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran penjasorkes.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian yang di dapat adalah: 1)Penerapan pendidikan karakter kejujuran melalui pembelajaran penjasorkes, 2) Penerapan pendidikankarakter kedisiplinan dalam pembelajaran penjasorkes,3)Penerapannilai karakter tanggung jawab dalam pembelajaran penjasorkes, 4) Penerapan nilai karakter kepedulian dalam pembelajaran penjasorkes.
Simpulan:Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran penjasorkes sangatlah penting bagi siswa. Karena itu bermanfaat dalam proses pembentukan karakter masing-masing siswa.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA VOLI
SMP NEGERI SATU ATAP EBO
Esau Tusi1*, David Loba2, Ramona Mathias Mae3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:ada dua masalah umum yang sering dihadapi guru penjasorkes di lingkungan sekolah yaitu: Pertama kurangnya media pembelajaran bola voli yang mengakibatkan pembelajaran bola voli kurang efisiean dan efektif. Kedua minimnya media pembelajaran bola voli disekolah tersebut sehinggah proses pembelajaran yang dilakukan tidak memenuhi kriteria pembelajaran yang di harapkan. Kurangnya media pembelajaran bukan menjadi salah satu penghambat untuk guru melakukan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan yang ada. Namun dengan adanya keterbatasan media pembelajaran yang ada maka guru mempunyai peluang untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas guru. Mengingat permasalahan yang dihadapi, Guru penjasorkes harus mempunyai cara untuk mengatasi dan mencari solusi dari permasalah tersebut.
Tujuan penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Modifikasi Media Pembelajaran Bola Voli di SMP Negeri Satu Atap Ebo.
Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi
Hasil dan pembahasan:Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya memodifkasi media pembelajaran, peneliti melihat guru penjasorkes saat memberikan materi pembelajaran pada siswa sangat baik sampai pada tahap mempraktekkan teknik dasarbola voli. Namun, sangat disayangkan ada kejanggalan yang terjadi yaitu pada saat mempraktekkan teknik dasar bola voli tidak semua siswa berkesempatanuntuk dapat mempraktekkan teknik dasar bola voli.
Simpulan:Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Guru Penjasorkes, memiliki kemampuan, serta menerima hal-hal baru dan Guru Penjasorkes memanfaatkan barang-barang bekas yang adasehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah.