Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Gastropoda
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS MOLLUSCA (Bivalvia DAN Gastropoda ) DI PANTAI OESOSOLE KABUPATEN ROTE NDAO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BOOKLET

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS MOLLUSCA (Bivalvia DAN Gastropoda) DIPANTAI OESOSOLE KABUPATEN ROTE NDAO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BOOKLET Lusi,.M.N)* Nge, T. S )** Bullu,I.N)** Mollusca memiliki dua anggota kelas terbesar yaitu Bivalvia dan Gastropoda Gastropoda mempunyai ciri cangkang tunggal berulir. Sedangkan Bivalvia dua cangkang yang berpautan pada dorsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis mollusca (Bivalvia dan Gastropoda), indeks keanekaragaman dan pemanfaatan hasil penelitian dalam bentuk booklet. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kelas Bivalvia yang ditemukan dikategorikan menjadi 10 spesies yaitu: Anadara indica, Vasticardium lomboke, Asaphis violescens, Modiolula phaseolina, Pinna muricata, Gafrium pectinatum, Mactra maculata, Lionconcha castrensis, Periglypta puerpera, Scutarcopagia scobinata. Sedangkan kelas Gastropoda terdiri atas 9 spesies yaitu: Trochus conus, Conus ebraeus, Conus coronatus, Vasum turbinellus, Vexillum umbrosum, Clypeomorus subreviculus, Nerita undata, Strombus luhuanus, Nerita histrio. Nilai indeks keanekaragaman Bivalvia tergolong sedang, dengan nilai H’ tertinggi pada Transek I yaitu 2,01 dengan nilai H’ 2,012693. Sedangkan indeks keanekaragaman Gastropoda tergolong sedang dan rendah, dengan nilai H’ pada transek I (1,15) dengan nilai 1,156448 dan transek II (1,10) dengan nilai H’ 1,106266. Kemudian kategori rendah pada transek III yaitu 0,99 dengan nilai H’ 0,998218. Sedangkan pemanfaatan Hasil Penelitian sebagai sumber belajar dalam bentuk booklet diperoleh hasil Uji kelayakan dari Uji ahli materi dengan skor sebesar 92,04%, Uji ahli desain dengan skor sebesar 94,64%, Uji ahli media dengan skor sebesar 90%, uji kelompok kecil dengan skor sebesar 85,71% dan uji kelompok besar dengan skor sebesar 91,37%. Hal tersebut menunjukkan bahwa booklet jenis-jenis bivalvia dan gastropoda berada dalam kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi. Kata kunci : Bivalvia Dan Gastropoda, Keanekaragaman, Booklet Keterangan : *: Peneliti **: Pembimbbing ABSTRACT DIVERSITY OF MOLLUSCA (Bivalve and Gastropod) TYPES IN OESOSOLE COAST, ROTE NDAO DISTRICT AS A BIOLOGY LEARNING RESOURCE IN BOOKLET FORM Lusi,.M.N)* Nge, T. S )** Bullu,I.N)** Molluscs have the two largest class members, namely Bivalve and Gastropods. Both have high economic value because their shells can be used as expensive decorations, such as Cypraea, Murex, and Trochus. Besides that, it can also be used as a nutritious food ingredient such as Mytilus viridis, and Cymbiola. This study aims to determine the types of molluscs (bivalves and gastropods), the diversity index and the use of research results in the form of a booklet. Data obtained from observations in the field were analyzed using a quantitative descriptive method. The phylum molluscs of the bivalves class found were categorized into 10 species, namely: Anadara indica, Vasticardium lomboke, Asaphis violescens, Modiolula phaseolina, Pinna muricata, Gafrium pectinatum, Mactra maculata, Lionconcha castrensis, Periglypta puerpera, Scutarcopagia scobinata. While the gastropod class consists of 9 species, namely: Trochus conus, Conus ebraeus, Conus coronatus, Vasum turbinellus, Vexillum umbrosum, Clypeomorus subreviculus, Nerita undata, Strombus luhuanus, Nerita histrio. The diversity index value of Bivalvia is moderate, with the highest H' value on Transect I, namely 2.01 with an H' value of 2.012693. While the gastropod diversity index was classified as moderate and low, with an H' value on transect I (1.15) with a value of 1.156448 and transect II (1.10) with an H' value of 1.106266. Then the low category on transect III is 0.99 with an H' value of 0.998218. While the use of research results as a source of learning in the form of booklets obtained the results of the feasibility test from the material expert test with a score of 92.04%, design expert test with a score of 94.64%, media expert test with a score of 90%, small group test with score of 85.71% and the large group test with a score of 91.37%. This shows that the booklet on the types of bivalves and gastropods is in very good qualification and does not need to be revised. Keywords: Types of Molluscs (Bivalvia and Gastrpods) on the Oesosole coast, diversity index, Development of Media Booklet Information : *: Researcher **: Supervisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR PANTAI MOTAAIN, DESA MOTAAIN, KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN FRIDOLINUS BRIA (16383509). Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Pantai Motain, Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu sumberdaya alam wilayah pesisir yang cukup penting adalah gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu biota laut yang hidup diwilaya pesisir yang memeiliki karakteristik khas dan berbeda. Keberadaan gastropoda di kawasan pesisir secara ekonomis dapat berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat Desa Motaain melakukan penangkapan gastropoda untuk memenuhi kebutuhan hidup baik dengan cara dijual maupun utntuk dikonsumsi keperluan sehari-hari. Penelitian ini telah dilaksanankan selama 1 bulan yaitu pada bulan Mei tahun 2020 yang berlokasi di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan adalah metode Observasi (pengamatan langsung) dan studi pustaka yaitu dengan pengamatan langsung dilokasi untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove dan metode studi pustaka dapat diperoleh dari sumber baca buku, internet maupun jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis spesies gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaian Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka yakni pada ke 3 transek Nerita articulata, Syncera brevicula, Chicocerus capunicus, Columbella scripta, Cerithidae cingulata, Littorina scabra dan Cassidula mustelina dan spesies yang banyak ditemukan yaitu adalah Syncera brevicula. Indeks kelimpahan gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, spesies terbanyak terdapat pada Syncera brevicula dengan total keseluruhan pada ketiga transek yakni dengan kelimpahan total 21,73 individu/m2. Keanekaragaman berkisar antara 1,58-1,83, keseragaman pada lokasi penelitian berkisar antara 0,40-0,46 pada kondisi ini, jenis-jenis gastropoda yang dijumpai jumlahnya seragam relatif sama. sedangkan nilai indeks dominansi berada dalam rentang 0,16-0,18 menandakan adanya jenis yang mendominasi. Kata Kunci : Struktur Komunitas, Gastropoda, Ekosistem Mangrove, Desa Motaain

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA (MOLLUSCA) DI HUTAN MANGROVE OESAPA BARAT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem alamiah dengan nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, juga daerah yang produktifitasnya tinggi karena ada serasah dan terjadi dekomposisi serasah sehingga terdapat detritus. Hutan mangrove memberikan kontribusi besar terhadap detritus organik yang sangat penting sebagai sumber energi bagi biota yang hidup di perairan sekitarnya. Gastropoda merupakan kelompok terbesar dari filum Mollusca, yang menguntungkan misalnya, dijadikan bahan makanan. Dan juga berperan penting dalam proses dekomposisi serasah dan mineralisasi materi organik terutama yang bersifat herbivor dan detrivor. Dengan cara mencacah-cacah daun menjadi bagian-bagian kecil kemudian akan dilanjutkan oleh organisme yang lebih kecil yaitu mikroorganisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas Gastropoda (Mollusca) yang terdapat pada hutan Mangrove di Oesapa Barat, yang berkaitan dengan kepadatan, keanekaragaman jenis, keseragaman, dominansi, kelimpahan spesies dan pola sebaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect dan purposive sampling supaya dapat menentukan transek pada lokasi penelitan. Dalam penelitian ini menggunakan 3 stasiun yang dapat mewakili lokasi penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 plot dengan jarak setiap plot 20 m, tegak lurus dari garis pantai ke arah darat (tegak lurus terhadap garis pantai sepanjang zonasi hutan mangrove). Hasil dari penelitian ini ditemukan 6 spesies gastropoda meliputi Telescopium telescopium, Monodonta canalifera, Littoraria scabra, Terebralia palustris, Cerithideopsilla dan Cerithidea balteata. Struktur komunitas kepadatan gastropoda yang paling Banyak ditemukan yaitu spesies Monodonta canalifera dengan Nilai 0,56 (ind/ m²), Struktur komunitas gastropoda keanekaragaman didapatkan hasil yaitu H’1.079077, Struktur komunitas keseragaman gastropoda di lokasi penelitian pada stasiun 1 (0,2), stasiun 2 (0,05) dan stasiun 3 (0,23). Kelimpahan jenis gastropoda yang paling Tinggi terdapat spesies Monodonta canalifera dengan Nilai 14, Jenis gastropoda yang paling dominan di lokasi penelitian yaitu 0,23 dan pola sebaran gastropoda di Hutan Mangrove Oesapa Barat sebarannya secara acak dan mengelompok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kelimpahan Dan Keanekaragaman Jenis Gastropoda Di Pantai Motadikin Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI PANTAI MOTADIKIN DESA FAHILUKA KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA Agustina, D)* Alan, Ch. S)** Daud, Y)** Di perairan Indonesia hampir semua bentuk dasar laut dapat ditemukan seperti paparan lereng, terumbun karang dan lain sebagainya. Bentuk dasar laut yang majemuk beserta lingkungan air yang memberikan kemungkinan munculnya keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan sebaran yang luas secara merata. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa Saja jenis-jenis gastropoda yang ada di Pantai motadikin desa fahiluka kecamatan malaka tengah kabupaten malaka dan untuk mengetahui kelimpahan jenis dan indeks keanekaragamang gastropoda di pantai motadikin desa fahiluka kecamatan malaka tengah kabupaten malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan sampel gastropoda dalam penelitian ini menggunakan metode line transek. Hasil penelitian menunjukan gastropoda yang ditemukan di perairan Pantai Motadikin dikategorikan dalam 6 famili yaitu Potamididae, Littorinidae, Muricidae, Nassarius, Neritidae, Ellobiidae, Olividea dengan 13 spesies yaitu C. quoyii, C. djadjarensis, T. telescopium, T. sulcata, L. lutea, L. scabra, L. undulate, L. carinifera, N. reticulatus, C. capucinus, C. nucleus, O. reticularis, N. lineata yang tersebar di 4 transek pengamatan. Berdasarkan hasil perhitungan jenis gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian transek 1 sampai 3 memiliki keanekaragaman sedang yaitu T1(2,40), T2(2,58),T3 (2,17), T4 (2,31) dan kelimpahan tertinggi yakni 25,75 ind/m pada setiap transek pengamatan, hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan sumber atau informasi ilmiah dalam hubungannya dengan pembelajaran dengan mata kuliah zoologi invertebrata serta mata kuliah ekologi. KATA KUNCI: Spesies gastropoda, Kelimpahan, Keanekaragaman Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strukrutur Komunitas Gastropoda di Zona Intertidal Pantai Lalendo (Inokiu), Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Godelifa Seran (16381528) Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si, Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan makluk hidup diperairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan Salah satu biota yang sering dijumpai diekosistem mangrove adalah moluska dan moluska yang paling banyak ditemui pada ekosiste mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda yang meliputih analisis mangrove dan gastropoda dengan kerapatan jenis, kelimpahan Relatif, kelimpahan jenis, Indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan keanekaragaman gastropoda diPesisir Pantai Pohon Duri Oesapa mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 1.208 ind/m² yang terdiri dari 33 jenis gastropoda dan stasiun 2 memiliki 0.918 ind/m² yang terdiri dari 49 jenis. Kelimpahan jenis tertinggi Clithon dispar dengan jumlah 0,325 ind/m² dan jenis Nerita histrio dengan jumlah 0,297 ind/m². Kelimpahan jenis terendah yaitu Clypeomorus subbrevicula, Nassarius gaudiosus, Nassarius pullus, Clithon squamulata, Clithon soerbianus, Clithon francoisi, Nerita signata, Nerita dydima, Nerita squamulata dengan presentase 0,091%. Dari kedua stasiun ini kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dikategorikan sedang dan dominansi dikategorikan rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN GASTROPODA PADA DAERAH INTERTIDAL PANTAI OEBON DESA TUAPAKAS KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Keanekaragaman Gastropoda Pada Daerah Intertidal Pantai Oebon Kecamatan Tuapakas Kabupaten Kualin Timor Tengah Selatan Tualaka, I, U)* Bullu, I,N )** Rafael, A)** Gastropoda merupakan hewan bercangkang yang berjalan dengan perut, (gastro: perut, podos: kaki). Hewan ini memiliki alat gerak menggunakan perut sebagai kakinya, kelas gastropoda umumnya dikenal dengan keong atau siput. Secara morfologi gastropoda memiliki cangkang yang berbentuk tabung melingkar-lingkar seperti spiral. Struktur umum cangkangkang gastropoda terdiri atas apex (puncak atau ujung cangkang), aperture (lubang tempat keluar masuknya kepala dan kaki), opeculum (penutup cangkang), whori (satu payaran cangkang, cangkang terakir disebut bodywhorl), spire (susunan whorl sebelum bodywhorl), suture (garis yang terbentuk oleh perlekatan antara spire), umbilicus (lubang yang terdapat diujung kolumela (pusat putaran cangkang gastropoda terdiri atas tiga lapisan yaitu lapisan pertama disebut poriostrakum, terbuat dari bahan tanduk yang disebut konkiolin, lapisan kedua disebut prismatik, terbuat dari klasit atau arogonit, dan lapisan ketiga adalah mutiara yang terdiri dari CaCO3 jernih dan mengkilap.Tujuan ini adalah: untuk mengetahuikeanekaragaman dan kelimpahan jenis-jenis gastropoda yang terdapat pada daerah intertidal PantaiOebonDesa TuapakasKecamatan KualinKabupaten Timor Tengah Selatan.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahPurposive sampling. Bedasarkan hasil penelitian pada tiga transek ditemukan 6 jenis yaitu Cipraeanullus, Melanoides tuberculate,Terebralia. sulcate,Gafrium pektinatu, Conus nobilis, Canariuamlabiatum, kelimpahan jenis-jenisgastropoda tertinggiadalahjenis cipraeannalusmemilikinilai kelimpahan tertinggi yaitu 1,27 sedangkan jenis yang memiliki nilai kelimpahan terendah adalah Melenoides. tuberculatadengan nilai kelimpahan 0,63, keanekaragaman jenis-jenis gastropoda yang berada dipantai Oebon termasuk dalam tingkat sedang (H = 1,91), kondisi lingkungan yang berada dipantai Oebon menunjukan bahwa suhu 30 C, salinitas 26-31‰ . Kata kunci : Keanekaragaman jenis Gastropoda Ciprae anullus, Melenoides tuberculate,Terebralia sulcate,Gafriumpektinatum,Conus nobilis, Canariuamlabiatum Keterangan: *) :Peneliti **) :Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN PANTAI SULAMU KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI MARSELUS REMIGIUS TAHU (17382377). Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang; WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan ADI N. T. LANGGA, S.Pi, M.Sc sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Gastropoda merupakan hewan moluska yang berjalan dengan bagian kaki perut. Nama gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu (gaster = perut dan podas = kaki) artinya hewan yang memiliki kaki perut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda yang meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, serta indeks dominansi di Perairan Pantai Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui observasi dan pengukuran di lapangan. Lokasi penelitian dibagi ke dalam 3 stasiun. Pengamatan gastropoda dilakukan dengan mengunakan line transek sepanjang 50 meter ke arah laut dan diletakkan kuadran/petak dengan ukuran 1 x 1 meter dengan jarak antara kuadran/petak 10 meter dan jarak antara transek 50 meter per stasiun, Jarak antara stasiun 100 meter per stasiun. Hasil penelitian gastropoda di Perairan Pesisir Pantai Sulamu ditemukan sebanyak 43 jenis gastropoda dari 22 famili dengan total 532 . stasiun I terdapat 25 spesies dari 12 famili, stasiun II terdapat 32 spesies dari 19 famili dan stasiun III terdapat 15 spesies dari 12 famili. Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang memiliki nilai kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang trtinggi yaitu jenis Urosalpinx cinerea yakni 2,47 ind/m², 15,55 %, stasiun II yaitu jenis Canarium mutabile yakni 2,07 ind/m², 24,60 %, dan stasiun III yaitu jenis Nassarius pullus yakni 3,00 ind/m², 26,79 %. indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,21 stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,24 tergolong keanekaragaman sedang, pada stasiun III yakni 0,95. tergolong kategori keanekaragaman rendah (1 ≤ H ≤ 3). nilai indeks keseragaman pada stasiun I sebessar 0,87, stasiun II sebesar 0,82 dan stasiun III sebesar 0,80 memiliki nilai antar spesies merata/stabil (0,74 < E < 1,00) dan nilai dominansi pada stasiun I yakni sebesar 0,08, stasiun II yakni sebesar 0,10, dan pada stasiun III yakni sebesar 0,15 tergolong rendah (0,00 ≤ C ≤ 0, 30).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI PERAIRAN DESA OTAN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI YOHANES YORDAN RIBERU (18380081). Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kelas gastropoda umumnya lebih dikenal dengan sebutan siput atau keong dan termasuk pada filum Moluska. Gastropoda memiliki spesies paling beragam dan terbesar karena berhasil menempati berbagai macam habitat dan ekosistem seperti, ekosistem lamun, ekosistem karang, ekosistem mangrove dan substrat berpasir atau berlumpur. Mengingat belum adanya penelitian terkait struktur komunitas gastropoda di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Maka penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan judul struktur komunitas gastropoda di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas meliputi kelimpahan jenis dan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi gastropoda di Pantai Desa Otan. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada bulan November 2021, bertempat di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadrat yang terdiri dari 3 stasiun dengan dasar substrat yang berbeda, Masing-masing stasiun diletakkan 3 transek, dimana panjang garis transek 100 m dan jarak antar stasiun 500 m. Setiap garis transek diletakkan kuadran berukuran 1 x 1 m, dengan jarak per kuadran adalah 10 m. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pantai surut, data yang diambil dalam kuadran adalah data jumlah individu gastopoda dan substrat, contoh sampel dikoleksi dan dimasukkan kedalam plastik sampel untuk di identifikasi, pengukuran parameter lingkungan berupa suhu, salinitas, pH dan dan arus diukur pada setiap stasiun pengamatan. Data yang di hitung adalah kelimpahan jenis dan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis gastropoda yang ditemukan di pantai Desa Otan terdiri dari 7 ordo, 13 famili, 23 genus dan 29 spesies. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi adalah Engina mendicaria (1,489 Ind/m2, 23.675%) dan Conus sanguinolentus (0,800 ind/m2, 12.721%), sedangkan kelimpahan jenis dan kelimpahan relative terendah adalah Cypraea annulus (0,011 ind/m2, 0.177%) dan Hastula lepida (0,011 ind/m2, 0.177%). Index Keanekaragaman jenis gastropoda berkisar antara 0,956-1,201, dikategorikan rendah pada stasiun II dan sedang pada stasiun I dan III. Indeks Keseragaman berkisar antara 0,389-0,887, dikategorikan merata pada ketiga stasiun. Sedangkan indeks dominansi berkisar antara 0,077-0,169, dikategorikan rendah pada ketiga lokasi penelitian. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, kelimpahan jenis, indeks keanekaragaman, Pantai Otan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA PADA ZONA INTERTIDAL DI PANTAI MBIU DESA MBIU LOMBO KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropods is animal which has soft body that moves with its stomach. Gastropods has an important role for ecology, economy and education. The purpose of this study was to find out the types and diversities of the Mbiu village, Ndao Nuse sub-district, Rote Ndao Regency. Method that used in this study was line transect method. Sampling location determination technique used sampling area. The method used in this study was Quantitative descriptive method. Based on this study resulted at Mbiu beach, gastropods class foubd 7 families, they were Conidae family, Strombidae family, Trochidae family, Turbinellidae family, Cypraeidae family, Volotidae family, and Angariidae family. Gastropods diversities index on transect I, II, III at Mbiu beach was medium, because showed H’= 1,82. But, abundance, relative abudance and domination index highest on Vasum tuyrbinellus species was 7,77 Ind/m2, 31,39%, 0,09. In conlusion, gastropods population at Mbiu beach. Beside that, need to do the next study on the different seasons to find out the morphology types found and its relationship with another biota.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI PANTAI PASIR PANJANG KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wilhelmus L. Ratu (14380086). Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima, Kota Kupang dibawah bimbingan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D, Pembimbing I dan Ir Izaak Angwarmasse sebagai Pembimbing II P.rogram studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang saat ini mengalami pengembangan di wilayah pesisir seperti pembangunan hotel, jalan dan kegiatan reklamasi. Kegiatan pembangunan tersebut akan berdampak pada ekosistem wilayah pesisir dan organisme perairan seperti gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan komposisi jenis, kelimpahanan, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi gastropoda Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2021 di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima Kota Kupang. Analisis yang digunakan adalah Kelimpahan jenis, Keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi. hasil penelitian yang telah di lakukan di Pantai Pasir Panjang Kelapa Kota Kupang terdapat (9) jenis Gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian. Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Cypraea annulus sedangkan Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan kriteria indeks Shannon-wiener dikategorikan rendah, Nilai indeks keseragaman tergolong seragam/stabil. dan nilai indeks Dominansi sedang. Kisaran nilai parameter lingkungan diketahui masih tergolong normal dan baik untuk kelangsungan hidup gastropoda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI EKOSISTEM MANGROVE PANTAI BAKAU TESABELA DESA TESABELA KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LEWIN RICARD BUAN (16381220). Struktur Komunitas Gastropoda Di Ekosistem Mangrove Pantai Bakau Tesabela Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi,. M.Si,. Ph.D dan Donny M. Bessie, S.Pi,. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan habitat dari berbagai jenis biota laut, termasuk biota penempel. Salah satu biota adalah gastropoda. Desa Tesabela mempunyai potensi hutan mangrove yang cukup baik untuk kehidupan gastropoda, karena keadaan substratnya yang berpasir dan berlumpur, sangat mendukung kehidupan gastropoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda meliputi Kerapatan, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, dan Indeks Dominasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2020. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan metode transek plot/petak dengan ukuran 10 m x 10 m. Pengambilan data gastropoda dilakukan dengan menempatkan plot 10 m × 10 m mangrove, dimana pada plot tersebut terdapat sub plot ukuran 1m×1m yang diletakkan untuk mengamati dan mengidentifikasi biota gastropoda. Pengukuran parameter secara langsung di lokasi. Parameter lingkungan yang diukur pada penelitian ini adalah suhu, salinitas, pH, DO dan substrat dilihat secara visual. Hasil penelitian menunjukan di daerah bakau 5 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Soneratia alba, Rhizophora stylosa, Obsornia octodonta dan Scyphiphora hydrophyllaeae. Kerapatan jenis mangrove tertinggi adalah spesies Rhizophora mucronata dengan nilai kerapatan 0,11 ind/m² dan kerapatan jenis terendah adalah spesies Scyphiphora hydrophyllaeae dengan nilai 0.01 ind/m² sedangkan ditemukan 12 spesies gastropoda yaitu Nerita balteata,Nerita articulate, Terebralia palustris,Terebralia sulcata, Cerithium coralium, Clypeomorus pellucida, Nassarius olivaceus, Semiricinula muricoides, Monodonta sp, Nerita picea, Lataxiena blosvillei dan Littoraria scabra. Kelimpahan jenis tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 10.19 ind/m². Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.11 ind/m². kelimpahan relatif tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 35.85%. Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.39 %, Keanekaragaman Gastropoda tertinggi mencapai 0.7 pada transek I, keanekaragaman terendah 0.6 pada transek II dan transek II. Nilai indeks dominansi gastropoda mencapai 0,3 pada transek I dan II, serta sebesar 0.23 pada transek III. Nilai indeks dominansi termasuk dalam kategori yang rendah karena nilai mendekati kriteria 0 ( Nol ). Parameter kualitas perairan yang ukur yaitu suhu, DO, pH dan substrat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI WILAYAH PESISIR PANTAI BOLOK KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DENI MANTOLAS (14380023). Keanekaragaman Gastropoda di Wilayah Pesisir Pantai Bolok Kabupaten Kupang (di bawah bimbingan Alfred G. O. Kase., S.Pi., M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R.L. Supit., S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, universitas Kristen artha wacana-kupang. Salah satu zona intertidal di wilayah NTT yang diketahui memiliki berbagai macam ekosistem adalah Wilayah Pesisir Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda di Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April – Mei 2020 di Pesisir Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Analisis yang digunakan adalah Kelimpahan jenis, Keanekaragaman dan Keseragaman. hasil penelitian yang telah di lakukan di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, terdapat 12 jenis Gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian. Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Bulla vernicosa dan terendah adalah Tectus (Rochia) Fenestratus, Monetaria Annulus Circumpicta, sedangkan Nilai indeks keanekaragaman yang terdapat pada ketiga stasiun dikategorikan indeks keanekaragaman sedang karena nilai H’ yang diperoleh 1 H’ 3, dan Nilai indeks keseragaman tergolong seragam/stabil. Kisaran nilai parameter lingkungan diketahui masih tergolong normal dan baik untuk kelangsungan hidup gastropoda yakni suhu berkisar 28,33 - 29,00℃, salinitas berkisar 30,66 – 31,66 o/oo, dengan pH perairan 7,99 – 8,01. Kata kunci: Gastropoda, Keanekaragaman, Pantai Bolok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail