Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ekosistem Mangrove
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR PANTAI MOTAAIN, DESA MOTAAIN, KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN FRIDOLINUS BRIA (16383509). Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Pantai Motain, Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu sumberdaya alam wilayah pesisir yang cukup penting adalah gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu biota laut yang hidup diwilaya pesisir yang memeiliki karakteristik khas dan berbeda. Keberadaan gastropoda di kawasan pesisir secara ekonomis dapat berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat Desa Motaain melakukan penangkapan gastropoda untuk memenuhi kebutuhan hidup baik dengan cara dijual maupun utntuk dikonsumsi keperluan sehari-hari. Penelitian ini telah dilaksanankan selama 1 bulan yaitu pada bulan Mei tahun 2020 yang berlokasi di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan adalah metode Observasi (pengamatan langsung) dan studi pustaka yaitu dengan pengamatan langsung dilokasi untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove dan metode studi pustaka dapat diperoleh dari sumber baca buku, internet maupun jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis spesies gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaian Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka yakni pada ke 3 transek Nerita articulata, Syncera brevicula, Chicocerus capunicus, Columbella scripta, Cerithidae cingulata, Littorina scabra dan Cassidula mustelina dan spesies yang banyak ditemukan yaitu adalah Syncera brevicula. Indeks kelimpahan gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, spesies terbanyak terdapat pada Syncera brevicula dengan total keseluruhan pada ketiga transek yakni dengan kelimpahan total 21,73 individu/m2. Keanekaragaman berkisar antara 1,58-1,83, keseragaman pada lokasi penelitian berkisar antara 0,40-0,46 pada kondisi ini, jenis-jenis gastropoda yang dijumpai jumlahnya seragam relatif sama. sedangkan nilai indeks dominansi berada dalam rentang 0,16-0,18 menandakan adanya jenis yang mendominasi. Kata Kunci : Struktur Komunitas, Gastropoda, Ekosistem Mangrove, Desa Motaain

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN WATUMBAKA KECAMATAN PANDAWAI KABUPATEN SUMBA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petrus Ndatang Karay (15380055). Analisis Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove Di Kelurahan Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur dibawah bimbingan Alfred G. O. Kase, S. Pi, M. Si, Ph. D sebagai Pembimbing I sedangkan Rockie R. L. Supit, S. Pi, M. Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Perambahan dan pengalih fungsi kawasan mangrove dibeberapa daerah, termasuk di Kabupaten Sumba Timur khususnya Kecamatan Pandawai sudah sangat marak terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerusakan mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mengetahui parameter perairan lingkungan hutan mangrove di kawasaan pesisir Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur. penentuan lokasi pengambilan contoh vegetasi mangrove berdasarkan karakteristik hutan mangrove yang rusak dan hutan mangrove masih baik. Stasiun pengamatan ditentukan sebanyak 2 stasiun yaitu stasiun I berada pada hutan mangrove kondisi baik (bagian Timur Kelurahan Watumbaka) dan stasiun II berada pada hutan mangrove kondisi rusak (bagian Barat Kelurahan Watumbaka). Masing-masing stasiun terdapat 3 transek, setiap transek terdapat 5 petak contoh/plot/kuadran. Perhitungan terhadap kerusakan hutan mangrove diperoleh kerapatan mangrove yang terdapat di lokasi peelitian dengan formula yang diajukan oleh Bengen (2001a) serta tingkat kerusakan menurut: Kepmen-LH No. 201 (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun I kerapatan pohon sebesar 0,186 ind/m2; sedangkan stasiun II kerapatan pohon sebesar 0,09333 ind/m2. Rhizopora mucronata merupakan spesies dengan frekuensi tertinggi baik pada stasiun I yaitu sebesar 0,0067 dan pada stasiun II sebesar 0,0093. Sedangkan spesies E. agalloca merupakan frekuensi terendah yaitu pada stasiun I sebesar 0,0013 dan stasiun II sebesar 0,0013. Penutupan jenis pada stasiun I sebesar 85% sedangkan stasiun II sebesar 59%. Nilai INP memperlihatkan pada stasiun I spesies A. alba dan R. mucronata lebih rendah dibandingkan pada stasiun II. Pada stasiun I tingkat kerapatannya sebesar 1873 pohon/ha dengan penutupannya sebesar 85% atau berada pada kriteria baik; pada stasiun II tingkat kerapatan pohon sebesar 739 pohon/ha atau berada pada kondisi rusak karena jumlah pohon 1000 pohon/ha.Suhu perairan di Kelurahan Watumbaka Kecamatan Pandawai pada saat pasang dan surut relatif stabil yaitu 30,50-32,00C. Salinitas perairan di Kelurahan Watumbaka Kecamatan Pandawai mengalami fluktuasi sangat tinggi pada stasiun I. Sebaran pH dari ke dua stasiun lokasi pengamatan berkisar antara 7,27-7,30.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail