Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: perempuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA GOLONGAN I YANG DILAKUKAN PEREMPUAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah: Deskripsi Tentang Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Yang Dilakukan Perempuan. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Bagaimanakah bentuk pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I? dan Mengapa penerapan hukum terhadap terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan I berbeda? Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahi bentuk pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I, dan untuk mengetahui alasan penerapan hukum yang berbeda terhadap terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan I. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Bentuk pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I adalah tanpa hak dan melawan hukum: a. Menyimpan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman. b. Menguasai Narkotika Golongan I bukan tanaman. c. Menjual dan menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I. 2. Penerapan hukum terhadap terdakwa penyalahgunaan Narkotika golongan I berbeda, karena: a. Penerapan Pasal dakwaan kepada terdakwa berbeda berdasarkan peran masing-masing terdakwa. b. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum berbeda. c. Indenpendensi hakim. Adapun saran dari penulis sebagai berikut: 1. Upaya pengungkapan pelaku penyalahgunaan narkotika, maka perlu adanya tindakan yang terkoordinasi antara para pihak atau instansi seperti antara kepolisian dengan pihak Badan Narkotika Nasional, Kementerian Perhubungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, lembaga- lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan setiap individu. 2. Sebagai upaya pencegahan tindak pidana narkotika perlu diintensifkan penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya narkotika melalui media massa seperti surat kabar, majalah, internet, jejaring sosial, sehingga anggota masyarakat menyadari bahaya besar narkotika. 3. Hakim diharapkan menerapkan sanksi sesuai ketentuan Peraturan Perundang- undangan yang berlaku.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perempuan dan Perannya dalam Pelayanan Gereja

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran perempuan merupakan suatu prilaku yang dilakukan dan diharapkan berdasarkan dengan status sosial, dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memenuhi harapan bagi diri sendiri dan harapan bagi orang lain. Peran seorang perempuan dalam jemaat sebatas menjadi seorang diaken dan bekerja didapur. Tugas yang diberikan kepada mereka berdasarkan dengan pemahaman budaya dan sistem sosial yang berkembang dan telah mendarah daging dalam kehidupan jemaat, bahwa perempuan adalah orang yang lemah dan tugas mereka untuk melahirkan anak, mengurus anak dan berada didapur untuk bekerja. Bahkan seorang anak perempuan telah diberikan pemahaman sejak kecil, tentang bagaimana tugas mereka yang berada didapur untuk menyiapkan segala hal untuk semua orang, dan tidak diperbolehkan berada di depan. Hal ini mempengaruhi perempuan ketika diminta untuk terlibat dalam setiap kegiatan, mereka merasa tidak pantas dan tidak kepercayaan diri. Dari masalah yang dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai perempuan dan perannya dalam pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat tentang peran perempuan baik dalam gereja maupun masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perempuan selalu ditempatkan pada urutan kedua berdasarkan dengan sistem budaya yang sudah ada sejak dahulu. Maka Fakilau ( Mariam Lakapada) menjadi sosok perempuan yang telah mendobrak sistem kebudayaan dengan melakukan pembaharuan dan membuktikan bahwa perempuan juga memiliki nilai yang sama dengan laki-laki yaitu semua setara, sebab Tuhan sendiri tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dengan melihat pada sistem budayanya dan sistem sosial tetapi Tuhan datang untuk semua orang tanpa terkecuali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Perempuan Terhadap Pendapatan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Bagan Tancap di Kelurahan Oesapa

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran perempuan juga menjadi salah satu harapan dalam pengembangan strategi nafkah berkelanjutan. Seorang istri dituntun untuk dapat melakukan kegiatan produktif mencari nafkah tambahan di samping harus tetap mengurus rumah tangga dan anak. Istri nelayan yang bekerja produktif mencari nafkah tambahan harus mencurahkan waktu lebih banyak daripada suami yang pergi melaut. Hal ini dikarenakan perempuan harus tetap melakukan peran reproduktif dan peran sosialnya dalam masyarakat. Perempuan merupakan makhluk yang diciptakan dengan berbagai kelebihan, sehingga banyak topik yang diangkat dengan latar belakang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu bulan April 2022 di Keluarahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dari ibu-ibu( istri nelayan) yang menggunakan alat tangkap bagan tancap sedangkan data sekunder diperoleh dari data instansi terkait. Populasi penelitian ini adalah kaum perempuan (istri) nelayan yang menggunakan alat bagan tancap yang berada di Kelurahan Oesapa. Berdasarkan hal tersebut maka penulis mengambil responden sebanyak 14 orang karena jumlah respondennya sedikit. maka peneliti mengambil semua populasi kaum perempuan (istri) nelayan yang menggunakan alat tangkap bagan tancap di Kelurahan Oesapa sebanyak 14 orang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata kontribusi pendapatan perempuan nelayan bagan tancap relative lebih rendah sebesar Rp Rp. 2.214.286 (11%) dibandingkan dengan rata-rata pendapatan suaminya Rp. 18.607.145 (89%). Meskipun demikian sangat membantu dalam berkontribusi pada pendapatan ekonomi rumah tangga nelayan. Kontribusi rata-rata pendapatan perempuan nelayan yaitu 11 %(2,.214.286) artinya perempuan nelayan bagan tancap di Kelurahan Oesapa menyumbang sebesar 11% dari 100% dari total rata-rata pendapatan keluarga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PANDANGAN KAUM PEREMPUAN TERHADAP PRAKTEK KAWIN TANGKAP DI MASYARAKAT DESA UMBU MAMIJUK, KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT, KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2020

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PANDANGAN KAUM PEREMPUAN TERHADAP PRAKTEK KAWIN TANGKAP DI MASYARAKAT DESA UMBU MAMIJUK KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2020 Mbolu. A (*) Pellu. L (**) Metboki. M Kebiasaan memaksa sebuah perkawinan telah menutup ruang seseorang untuk dapat memilih pasangan hidupnya, Terdapat kasus kawin tangkap di Kabupaten Sumba Tengah. Menurut sebagain masyarakat Sumba praktek kawin tangkap merupakan tradisi turun temurun. Maka tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Pandangan Kaum Perempuan terhadap Praktek Kawin Tangkap di Masyarakat Desa Umbu Mamijuk, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat Kabupaten Sumba Tengah. Manfaat penelitian merupakan dampak dari terciptanya tujuan. (Sugiono, 2014). Adapun manfaat yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a.Teoritis: Hasil penelitian dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi pihak akademis atau yang membutuhkan referensi berkaitan dengan permasalahan yang diangkat.b. Praktis: 1) Bagi penulis, sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori-teori yang telah diperoleh semasa kuliah serta menjadi suatu pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian Pengaruh Budaya Patriarkhi, Unsur kekerabatan, Yakni dalam budaya atau kebiasaan orang Sumba unsur kekerabatan masih melekat terlebih khusus dalam proses kawin-mawin. Pendidikan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kawin tangkap. Faktor ekonomi yang kurang mampu menjadi faktor terjadinya kawin tangkap. Adapun yang menjadi saran-saran yaitu: Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan semoga menambah wawasan pengetahuan terkait dengan praktek kawin tangkap Bagi pemerintah daerah Kab. Sumba Tengah dapat dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan dimasa yang akan datang. Sangat perlu berbagai pihak atau lembaga-lembaga untuk mensosialisasikan, memberikan pembinaan bagaimana sehingga masyarakat dapat memahami arti perkawinan agar tidak terjadi penyimpangan dampak atau akibat dari praktek kawin tangkap. Kata kunci : Perempuan dan kawin tangkap

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA: "Suatu Kajian Naratif terhadap Teks Kisah Para Rasul 18:24-28 dan Relevansinya bagi Pelayanan Pendeta Perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat".

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran perempuan dalam kehidupan dan pelayanan gereja merupakan isu yang terus menjadi bahan refleksi teologis hingga masa kini. Dalam sejarah gereja, kontribusi perempuan sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai, terutama dalam konteks kepemimpinan dan pengajaran rohani. Padahal, Alkitab memuat sejumlah narasi yang menunjukkan keterlibatan aktif perempuan dalam pelayanan gereja mula-mula. Salah satu teks yang penting untuk dikaji adalah Kisah Para Rasul 18:24-28, yang menampilkan peran Priskila dalam membimbing Apolos agar memahami ajaran Injil secara lebih utuh. Teks ini memberikan dasar biblis yang kuat untuk melihat perempuan bukan sekadar sebagai pendamping, melainkan sebagai pelayan firman dan pembina iman yang dipercaya Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pesan teologis dari Kisah Para Rasul 18:24-28 melalui pendekatan tafsir naratif, serta menelusuri relevansinya bagi pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang menekankan analisis naratif terhadap unsur-unsur teks seperti alur cerita, tokoh, latar, dan pesan teologis yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan Priskila dalam pengajaran Apolos menegaskan bahwa otoritas pelayanan dalam gereja tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh panggilan dan perlengkapan dari Allah. Narasi ini memperlihatkan bahwa Allah secara berdaulat memakai perempuan sebagai subjek aktif dalam pelayanan rohani. Temuan ini menjadi sangat relevan dengan konteks Jemaat GMIT Hosana Fedok, di mana pelayanan kependetaan didominasi oleh pendeta perempuan dan telah menjadi bagian alami dari dinamika kehidupan jemaat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok bukanlah penyimpangan dari tatanan gereja, melainkan perwujudan nyata dari prinsip kesetaraan dan kemitraan dalam tubuh Kristus sebagaimana telah dihidupi sejak gereja mula-mula. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya refleksi teologis gereja serta memperkuat pemahaman jemaat tentang peran perempuan dalam pelayanan dan pengajaran iman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SPIRITUALITAS BELAS KASIH Kajian Historis Kritis Terhadap Yohanes 8:1-11 dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas spiritualitas belas kasih Yesus dengan kajian historis kritis terhadap Yohanes 8:1-11 dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah. Kajian ini berangkat dari teks Alkitab, dengan pendekatan historis-kritis untuk menelaah sikap dan praktik komunitas Kristen awal terkait isu moral dan sosial. Fenomena yang diamati dalam teks Alkitab, seperti perlakuan terhadap perempuan dan sikap terhadap pelanggaran praktik seksual, menjadi fokus analisis untuk memahami bagaimana prinsip etis dan relasi sosial dibangun dalam konteks kehidupan berjemaat pada masa itu. Penelitian ini memfokuskan pada penafsiran Alkitab sebagai kontribusi teologis bagi kehidupan spiritualitas jemaat sebagaimana spiritualitas belas kasih itu dihidupi oleh Yesus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konteks historis Yohanes 8:1-11, mengidentifikasi kerygma teologis yang terkandung di dalam teks tersebut, serta merumuskan implikasinya bagi kehidupan di GMIT Jemaat Bet’el Oesapa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Penafsiran teks dilakukan melalui tafsir historis teks terhadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yohanes 8:1-11 berada dalam konteks di mana perempuan serta orang berdosa dijadikan sebagai orang-orang yang rentan, terpinggirkan, dikucilkan dalam konteks Yahudi pada masa itu. Bertolak dari keadaan yang demikian dalam kehidupan pelayanan-Nya Yesus menunjukan spiritualitas belas kasih sebagai representasi bahwa Allah mengasihi semua orang. Mereka yang tidak dikasihi, yang dipakai sebagai alat dan bukan sebagai pribadi, golongan orang yang tidak berharga dan tidak berarti bagi masyarakat lain dipandang dengan belas kasih yang radikal. Spiritualitas Yesus bukan spiritualitas yang menjauh demi menjaga kemurnian moral, melainkan spiritualitas inkarnasional yang mendekat, tinggal, dan menyertai mereka yang terpinggirkan. Implikasi teologis Yohanes 8:1-11 bagi GMIT Jemaat Bet’el Oesapa Tengah terletak pada panggilan untuk menghidupi Spiritualitas belas kasih yang Yesus hidupi selama Pelayanan-Nya. Jemaat dipanggil untuk untuk memelihara relasi yang intim dengan Allah, selain itu sebagaimana Yesus membongkar kekerasan religius dan budaya stigma, jemaat dipanggil untuk tidak menghidupi lagi budaya stigma yang telah mengakar itu dan spiritualitas belas kasih itu mentransformasi kehidupan baik yang tertuduh maupun para penuduh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNITAS IMAN Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pelayanan UPP Perempuan Berdasarkan Pemikiran Robert O’Gorman di Jemaat GMIT Rehobot Kauan, Klasis Semau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji praktik arisan dalam ibadah Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Rehobot Kauan, Klasis Semau, dalam terang pemahaman gereja sebagai komunitas iman menurut pemikiran Robert O’Gorman. Pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian adalah adanya ketegangan antara arisan sebagai sarana membangun kebersamaan dan ibadah sebagai perjumpaan dengan Tuhan, khususnya ketika motivasi sebagian anggota hadir dalam ibadah lebih didorong oleh arisan daripada oleh kerinduan bersekutu dengan Allah. Situasi ini menimbulkan pertanyaan teologis tentang apakah praktik arisan sungguh mendukung pembentukan komunitas iman atau justru berisiko menggeser makna ibadah menjadi kegiatan sosial semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan konteks Jemaat GMIT Rehobot Kauan, menganalisis pelaksanaan arisan dalam ibadah Kaum Perempuan, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi pastoral terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis-reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan narasumber yang terdiri dari unsur majelis, tokoh jemaat, dan kaum perempuan, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi, pengorganisasian, dan penafsiran secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arisan memiliki dampak positif dalam meningkatkan kehadiran, mempererat relasi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara Kaum Perempuan. Arisan juga menjadi ruang perjumpaan yang lebih akrab untuk saling berbagi dan saling menopang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya risiko pergeseran motivasi beribadah, ketika arisan menjadi daya tarik utama dan bukan lagi firman Tuhan dan persekutuan itu sendiri. Dalam terang pemikiran Robert O’Gorman, praktik arisan perlu ditempatkan secara seimbang dalam kerangka pelayanan, refleksi, dan persekutuan agar tetap mendukung pembentukan komunitas iman yang utuh. Dengan demikian, arisan dapat dipertahankan sebagai sarana pastoral yang kontekstual tanpa mengaburkan makna ibadah sebagai perjumpaan dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN "Suatu Tinjauan Teologis Historis Terhadap Peran Pendeta Perempuan Di GKS"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang kepemimpinan pendeta perempuan di GKS, serta peran pendeta perempuan ditengah jemaat. Struktur masyarakat yang patriarki menempatkan perempuan diranah domestik mengurus keperluan rumah tangga, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, melayani anak dan suami. Pembatasan yang terjadi bagi perempuan dalam melaksanakan perannya dalam gereja karena anggapan bahwa perempuan lebih cocok melayani rumah tangga bukan untuk memimpin. Gereja Kristen Sumba sebagai salah satu sinode protestan di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Banyak kepemimpinan gereja didominasi oleh laki-laki dan perempuan dibatasi dalam tugas kepemimpinan. Pada sidang sinode ke XXX di GKS Waihibur tahun 1980 diputuskan dan diterima perempuan sebagai pendeta. Perjuangan perempuan untuk menjadi pendeta pada saat itu tidaklah mudah karena membutuhkan pergumulan yang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIARKAN PEREMPUAN BERSUARA “Suatu Tafsir Naratif Terhadap Kisah Dina dan Sikhem Dalam Kejadian 34:1-31 Serta Implikasinya Bagi GMIT Yegar Sahaduta Bello”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perempuan sering kehilangan suara dalam struktur masyarakat patriarkal, sebagaimana tergambar dalam kisah Dina dan Sikhem dalam Kejadian 34:1–31. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana narasi ini mencerminkan ketidakadilan terhadap perempuan dan bagaimana gereja dapat merespons realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah Dina secara naratif dan mengaitkannya dengan kesempatan perempuan untuk bersuara atas ketidakadilan di dalam kehidupan jemaat, khususnya di GMIT Yegar Sahaduta Bello. Metode yang digunakan adalah kritik naratif untuk menelusuri struktur dan pesan teks Alkitab, serta wawancara mendalam untuk mengungkap pengalaman dan tanggapan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Dina dapat menjadi dasar teologis dan etis dalam membangun kesadaran gereja terhadap isu kekerasan berbasis gender. Implikasinya, gereja didorong untuk menyediakan ruang aman, pendampingan pastoral, serta pendidikan teologis yang mendukung perempuan agar berani bersuara dan berperan aktif dalam kehidupan iman dan sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STATUS DAN PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli, Klasis Amfoang Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Status dan Peran Perempuan dalam Gereja” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli” ditulis oleh Rezah Atalia Padji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat tentang status dan peran perempuan, menganalis faktor, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap status perempuan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya dengan cara observasi dan wawancara. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian, yaitu status dan peran perempuan di jemaat masih dianggap lebih rendah dan masih dinomorduakan. Hal ini tentu terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, seperti: Faktor budaya, pemahaman teologi yang keliru, perkawinan, perempuan yang juga merupakan salah satu faktor, dan minimnya pengetahuan Alkitab. Namun, pada dasarnya, peran perempuan dalam gereja adalah untuk memberi kontribusi yang berharga dan penting dalam kehidupan gereja, serta dapat memperkuat hubungan yang lebih baik lagi dengan Tuhan. Karena itu diperlukan adanya gereja untuk dapat memperhatikan dan juga tentunya memberi solusi terhadap fenomena ini. Gereja sendiri harus terus memberi pemahaman kepada jemaat tentang status dan peran perempuan, agar jemaat lebih peka dan mengerti tentang status dan peran perempuan, bukan hanya sekadar mengerti tetapi juga bisa mengubah pola pikir dan juga perlakuan yang tidak adil itu menjadi lebih baik dan lebih adil bagi status perempuan yang ada di jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN PENYELAMAT KEHIDUPAN dengan sub judul "Suatu Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Shcussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu".

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN PUSAT PENEGEMBAGAN ANAK (PPA) DALAM PENANGGULANGAN MASALAH KEKERASAN SEKSUAL “Suatu tinjauan Teologis terhadap peran Pusat Pengembangan Anak (PPA) dalam penanggulangan masalah kekerasan Seksual di GKS Umamapu”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan seksual merupakan permasalahan serius yang berkaitan dengan harkat dan martabat seseorang yang dilakukan tanpa persetujuan. Terkhususnya di Sumba kekerasan sering terjadi bagi anak-anak dan perempuan. Gereja dan PPA selalu mengupayakan untuk mendukung dan mencegah permasalah kekerasan seksual. Meski demikian tidak serta merta masalah kekerasan seksual dapat menghilang begitu saja. Banyak hal yang menyebabkan permasalahan ini semakin meningkat. Kekerasan seksual berdampak pada tubuh, mental dan sosial dari korban. Seringkali muncul stigma negatif bagi para korban bahwa mereka adalah pembawa aib. Skripsi ini mengkaji tentang peranan pusat pengembangan anak (PPA) dalam pencegahan kekerasan seksual dari perspektif Teologi. Tujuan tulisan ini adalah untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi PPA dan GKS untuk membantu permasalahan kekerasan seksual yang semakin tinggi. Penulis melakukan penelitian lapangan di jemaat GKS Umamapu dengan mengobservasi secara langsung dan melakukan wawancara. Penulis menggunakan teori dari Allbert J. Reiss tentang Kontrol Sosial bahwa ikatan sosial yang kuat dapat berfungsi sebagai penghalang terhadap perilaku menyimpang. Individu cenderung mematuhi norma ketika memiliki ikatan yang kuat dengan keluarga, teman dan masyarakat. Karena itu, perlu didorongnya proses penegakan hukum yang lebih tegas. Berdasarkan konteks permasalahan maka penulis mengambil refleksi teologis dari Injil Markus 10:13-16. Hasil refleksi teologi antara lain: pertama, anak-anak sangat berharga di mata Tuhan. Yesus menyatakan kasih tanpa syarat serta memperlakukan anak-anak dengan berharga dan memberikan harapan bagi yang terluka. Kedua, Yesus sangat mencekam tindakan kekerasan terhadap anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM BINGKAI PEMBERDAYAAN "Kajian Misiologi Terhadap Program Skol Bife Di Jemaat Imanuel Postenu Nekamese, Klasis Amanuban Tengah Utara"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Misi yang inklusif sangat penting untuk mengatasi kesenjangan dan masalah yang ada. Misi ini mencakup orang miskin dan orang kaya, orang yang tertindas dan yang menindas, orang berdosa dan orang benar. Peran gereja tidak hanya berfokus pada kebutuhan rohani, tetapi juga pada kebutuhan jasmani, seperti kemiskinan, kekurangan gizi, dan kurangnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Konsep pemberdayaan melibatkan adanya pemberian kekuatan dan otoritas kepada mereka untuk mengembangkan potensi mereka dan menjadi mandiri. Peran gereja adalah memberdayakan mereka yang lemah, miskin, dan tertindas, dan bukan membiarkan sistem patriarki membuat mereka termarjinalkan. Metode yang akan dipakai oleh penulis adalah pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang konteks Jemaat Nekamese dan pelaksanaan program Skol Bife serta perspektif misiologi tentang pemberdayaan, dan merumuskan refleksi teologis misiologis berdasarkan perspektif misiologi tentang pemberdayaan berdasarkan pelaksanaan program Skol Bife di jemaat Nekamese Imanuel Postenu, Klasis Amanuban Tengah Utara; Program Skol Bife yang diprakarsai oleh Jemaat Imanuel Postenu Nekamese telah memberikan kontribusi signifikan dalam mentransformasi pemahaman dan peran gereja dalam budaya patriarki. Program ini telah memberdayakan perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan, mempromosikan kesetaraan gender, dan menangani masalah sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga dan diskriminasi. Melalui program ini, gereja telah menjadi katalisator perubahan sosial, mempromosikan nilai-nilai keluarga, dan tanggung jawab sosial. Program ini telah menunjukkan bahwa gereja dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah sosial keadilan, dan kesetaraan. Pada akhirnya, program Skol Bife adalah bukti kekuatan misi inklusif dalam mengubah individu, komunitas, dan masyarakat secara keseluruhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENYELAMI PERJUANGAN IBU TUNGGAL: Kajian Biblis dengan Pendekatan Reader Respons dan Naratif terhadap Teks Injil Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Pelayanan Jemaat yang Berstatus Ibu Tunggal di GMIT Imanuel Oepura

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Menjalankan peran sebagai seorang ibu tunggal bukanlah hal yang mudah. Tentu ia akan menghadapi berbagai kesulitan baik itu dari segi psikologis, ekonomi dan sosial. Sama halnya dengan apa yang dialami oleh perempuan Siro Fenisia. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran teks Injil Markus 7:24-30 dengan metode tafsir Reader Respons. Metode ini menafsirkan makna teks berdasarkan pengalaman pembaca. Sampel penelitian terdiri dari 12 ibu tunggal sebagai pembaca masa kini sekaligus penafsir teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran teks Injil Markus 7:24-30 menghasilkan kerygma seputar perjuangan seorang ibu. Maka kerygma yang lahir sangat dekat dengan kehidupan pembaca masa kini. Hal ini disebabkan pengalaman yang dibawa oleh pembaca juga mempengaruhi makna yang dihasilkan. Penulis juga menemukan bahwa penggunakan metode tafsir Reader Respons tidak dapat menemukan makna original dari teks. Hal ini penulis temukan ketika melakukan penafsiran dari dalam teks dengan metode naratif. Selain itu, dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa kekurangan dalam metode ini dapat dilengkapi oleh metode naratif. Dari kedua metode ini, terdapat dua pesan dari teks Injil Markus 7:24-30 yang lahir oleh pendekatan Reader Respons maupun Naratif yakni “Iman percaya seorang ibu kepada Yesus Kristus membuahkan pertolongan Tuhan dan Yesus tidak diskriminatif dalam pelayanan-Nya”. Berdasarkan berbagai uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa kedua metode pendekatan ini perlu dilakukan atau diperhatikan secara berimbang untuk memperkaya makna penafsiran suatu teks. Gereja harus belajar dari kisah Perempuan Siro Fenisia ini untuk mengupayakan pelayanan yang menyentuh seluruh ibu tunggal yang ada.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN DAN EKONOMI KELUARGA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga, dampABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga, dampak fisik dan psikis dari peran ganda yang mereka emban. Penelitian ini juga merefleksikan teks-teks Alkitab untuk meninjau peran suami istri dalam keluarga Kristen, serta menyoroti pentingnya kesetaraan dan kemitraan dalam rumah tangga. Teologi gender digunakan sebagai kerangka teori untuk mendorong advokasi kesetaraan dan transformasi struktur kerja yang baik di dalam rumah maupun di ranah publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja dan masyarakat harus berperan aktif dalam mengatasi ketidakadilan gender dan mendukung perempuan dalam peran meningkatkan ekonomi keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat jemaat secara keseluruhan. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk transformasi mendasar dalam pandangan masyarakat mengenai peran perempuan sebagai istri, guna menghapus stigma dan memberikan penghargaan yang layak bagi upaya keras perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan dapat mewujudkan kesetaraan gender.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SPIRITUALITAS PEREMPUAN PENENUN SUMBA Suatu Tinjauan Teologis terhadap Spiritualitas Perempuan Penenun di GKS Jemaat Payeti, Klasis Waingapu.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN FATULEU SEBAGAI ENA PALOLI PAH : Suatu Kajian Ekoteologi Feminis terhadap Peran Perempuan sebagai Ena Paloli Pah di Jemaat Baitesda Nekon Desa Tolnaku Fatuleu.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebagai masyarakat agraris Jemaat Baitesda Nekon Fatuleu sangat dekat dengan alam. Kedekatan itu terkait dengan relasi alam sebagai sumber keberlangsungan hidup mereka. Betapa mereka sangat bergantung dengan alam sehingga saat alam mulai rusak kegelisahan melanda kehidupan mereka. Sumber mata pencaharian dan pangan mereka mulai terganggu dan terancam menipis. Perempuan dan anaklah yang paling merasakan ancaman kerusakan alam ini. Padahal sesungguhnya alam di desa ini dapat menjadi kekuatan yang dapat dirawat kembali untuk memberi makanan yang sehat bagi keluarga. Kekuatan itu dapat ditemukan dalam diri perempuan saat ia menyadari dirinya sebagai ena paloli pah yang dekat dengan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menemukan kekuatan lokal perempuan Fatuleu di Desa Tolnaku dalam kesadarannya sebagai ena paloli pah (ibu yang merawat bumi/tanah) yang merawat alam untuk menyembuhkan dan mencegah stunting dan gizi buruk. Selain itu juga bagaimana mengoptimalisasikan ena paloli pah untuk menyembuhkan dan mencegah gizi buruk dan stunting melalui pola asuhan dan pola asupan anak. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah memberikan rekomendasi yang baik bagi para perempuan Fatuleu untuk kembali lagi pada konsep awal sebagai ena paloli pah. Selanjutnya dapat menjadi sumbangan teologis kepada gereja dan pemerintah dalam kesadaran merawat alam dan menolong jemaat agar mampu menyadari kondisi degradasi alam yang sementara terjadi serta upaya penanggulan dan pendampingan bagi jemaat-jemaat dan masyarakat pada umumnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TOU MANE NO INA A'ANA "kajian Teologi Feminis Terhadap Peran Perempuan dalam musyawarah Leo Mbau Leo di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data tentang makna dan dampak dari nilai budaya tou mane no ina a’na terhadap perempuan dalam musyawarah leo Mbau Leo di desa Busalangga Timur. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data bahwa makna dari nilai budaya ini merupakan pengambaran pembagian kerja dan kedudukan laki-laki dan perempuan Rote. Penelitian ini juga mendapatkan data bahwa nilai budaya tou mane no ina a’na menempatkan laki-laki (tou mane) memiliki peran sebagai pemimpin yang mengatur dalam rumah dan urusan adat, sedangkan perempuan (ina a’ana) mempunyai peran sebagai pengelolah dalam rumah yang berkaitan dengan pengelolahan konsumsi dan mengurus anak. Dengan demikian, dalam musyawarah leo nilai budaya berdampak pada hilangnya posisi perempuan dalam kepemimpinan dan membatasi peran mereka dalam berpendapat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologis feminis untuk menemukan kembali relasi yang didasarkan pada gambaran imago Dei, dengan tujuan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin, dan mewujudkan kesetaran bagi laki-laki dan perempuan untuk berkarya dalam lingkup domestik dan publik. Dalam mencapai tujuan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan teknik penggumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi. Teori yang digunakan antara lain: teori teologi feminis, teori budaya patriarki, teori pembagian kerja dalam budaya Rote, dan teori kepemimpinan. Tujuan dari keempat teori tersebut untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam ranah domestik dan ranah publik. Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa peran perempuan dalam musyawarah leo yang terbatas hanya pada hal-hal domestik. Selain itu, hasil penelitian ini memberi sumbangan dan rekomendasi bagi organisasi leo untuk melaksanakan pendidikan gender agar terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender dalam kegiatan adat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRANSFORMASI SEORANG PEREMPUAN SAMARIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di tengah perkembangan dunia yang semakin maju dalam berbagai bidang kehidupan, berbagai bentuk diskriminasi nyatanya masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dewasa ini. Diskiriminasi yang terjadi menyentuh berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali juga dalam hal perbendaan gender. Diskriminasi yang terjadi sebagai akibat dari ketidaksetaraan gender memiliki banyak bentuk, seperti stereotip terhadap perempuan, subordinasi yang melihat perempuan sebagai manusia nomor dua, serta kekerasan terhadap perempuan yang masih marak terjadi. Diskriminasi yang didasarkan atas perbedaan gender ini, sering kali dialami oleh kaum perempuan dari zaman dahulu hingga saat ini. Tidak terkecuali juga terjadi pada kaum perempuan di wilayah Gereja Masehi Injili di Timor. Berbagai bentuk diskriminasi yang terjadi telah menentang pengajaran dan sikap Yesus yang memaklumkan keadilan dan damai sejahtera bagi semua orang, termasuk kaum perempuan. Dalam Injil Yohanes 4:1-42 tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di sumur Yakub, Yesus menunjukkan keberpihakkan-Nya terhadap kaum yang tersisih. Dalam perikop tersebut, Yesus berbincang dengan seorang perempuan Samaria yang memiliki status dan kedudukan yang rendah dalam masyarakat pada saat itu. Identitas perempuan itu tidak disebutkan secara jelas dalam teks tersebut. Ketika Yesus berada di Sumur Yakub, Yesus bahkan tidak enggan meminta perempuan itu memberi-Nya minum dan bercakap-cakap dengan perempuan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengajaran dan pelayanan Yesus, justru orang-orang yang termaginalkan dalam suatu struktur yang sudah lama dan mapanlah yang ditempatkan sebagai yang pertama dalam pemerintahan Allah, bukan untuk membalikkan diskriminasi, melainkan untuk mengubah pola diskriminasi dan menciptakan pola relasi yang baru. Oleh karena itu, dengan mendalami Yohanes 4:1-42, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implikasi teks terhadap persoalan diskriminasi pada kaum perempuan di GMIT dengan menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif serta metode pendekatan hermeneutika feminis kritis untuk menafsir teks, sehingga pada akhirnya tulisan ini diimplikasikan dalam upaya mencapai keseimbangan pola relasi yang baru antara laki-laki dan perempuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN FORMAL BAGI ANAK PEREMPUAN Di Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah, masih bertahan dengan adat istiadat dimana pada umumnya Orang Tua selalu mempekerjakan anak perempuan dalam usia sekolah untuk bekerja di kebun atau di ladang serta tugas dalam rumah tangga dari pada menyekolahkannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui persepsi OrangTua Desa Mauta di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor tentang pendidikan bagi anak perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 responden. Pengambilan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil penelitian ini menunjukan Persepsi Orang Tua Desa Mauta dalam pendidikan Formal Anak Perempuan yaitu masi terdapat perbedaan perhatian antara anak perempuan dan anak laki-laki, Ekonomi Orang tua yang minim menghambat kebutuhan pendidikan tinggi bagi anak perempuan, Hilangnya rasa kepercayaan orang Tua terhadap Anak Perempuan dikarenakan sebagian anak perempuan tidak serius dan tidak dapat menuntaskan pendidikan yang diberikan orang tua dengan baik. Sebagian orang tua memilih akan melanjutkan pendidikan anak perempuannya ke jenjang Paket B dan Paket C. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: Aparat Desa Mauta seharusnya dapat memberikan penyuluhan, edukasi dan kesadaran dalam masyarakat tentang pentingnya pendidikan Formal bagi anak perempuan, bagi Orang Tua harus memiliki pemikiran yang maju dan terbuka agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal mereka bertumbuh dan berkembang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail