Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Teologis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SUMPAH ADAT Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat tentang Sumpah Adat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: Sumpah Adat dengan sub Judul: Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua yang ditulis oleh Dominggus Bole Lawe, mengarahkan perhatian pada praktik sumpah adat di Hawu Mehara serta bagaimana pemahaman jamaat GMIT Betel Gelanalalu sebagai salah satu basis berteologi dan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mendefinisikan, menganalisis dari perspektif teologis, serta memfokuskan pada pemahaman jemaat tentang sumpah adat dan bagaimana pengaruh sumpah adat, yang berdampak pada relasi manusia dalam komunitas masyarakat Hawu Mehara. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis dari Lesslie Newbigin untuk menganalisis bagaimana praktik sumpah adat mempengaruhi kehidupan dan berdampak negatif terhadap konsep kebersamaan dalam struktur masyarakat, khususnya Jemaat GMIT Betel Gelanalalu. Hasil penilitian membuktikan bahwa sumpah adat memiliki dampak teologis: terjadi krisis iman dan relasi dengan Allah, dampak psikologis: hidup dalam ketakutan dan kecemasan, dampak sosial: ketegangan dan putusnya relasi, dampak keluarga: retaknya ikatan kekeluargaan dan trauma lintas generasi, dampak eklesiologi: melemahnya persekutuan gereja. Berdasarkan beberapa dampak dari sumpah adat ini, perlu memberikan pemahaman baru, serta penegasan bagi anggota jemaat agar tetap dalam iman yang benar kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya otoritas yang berkuasa, bukan terjebak di bawah kuasa kutuk dan ikatan sumpah adat. Alasannya adalah kuasa kutuk, kecemaran segenap umat manusia, termasuk praktik-praktik dalam kebudayaan mana pun Kristus sudah merengkuh, memurnikan lewat pengorbanan-Nya. Dengan demikian, transfomasi secara pemikiran, dan netralisasikan pemahaman yang keliru dalam masyarakat adat perlu diberikan seturut iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KETEGANGAN PERAN PENDETA Tinjauan Sosio-Teologis Terhadap Tantangan Peran Pendeta Dengan Pendekatan Teori Role Strain Menurut Robert K. Merton di Klasis Amabi Oefeto Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan ketegangan peran yang dialami pendeta dalam konteks pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), khususnya di wilayah Klasis Amabi Oefeto Timur. Fokus utama penelitian diarahkan pada analisis satu status pelayanan pendeta yang memuat berbagai tuntutan peran yang harus dijalankan secara bersamaan, antara lain sebagai pelayan rohani, pemimpin organisasi gereja, pendamping pastoral bagi jemaat, figur sosial di tengah masyarakat, serta juga sebagai anggota keluarga. Keragaman dan kompleksitas ekspektasi tersebut, sering kali menimbulkan ketegangan peran yang berdampak pada kondisi fisik, emosional, dan spiritual pendeta. Namun situasi ini cenderung dipandang sebagai kelemahan pribadi, sehingga menutupi akar masalah yang bersifat struktural dan sistemik dalam kehidupan bergereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami latar belakang terjadinya ketegangan peran pendeta dalam konteks GMIT, menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan dan kehidupan pendeta, serta merumuskan refleksi sosio-teologis yang dapat membantu gereja menata kembali pemahaman dan praktik pelayanannya agar lebih selaras dengan hakikat gereja sebagai persekutuan tubuh Kristus yang saling menopang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pendeta dan pihak-pihak terkait. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan kajian pustaka terhadap literatur teologis dan sosiologis yang relavan, khusunya teori ketegangan peran (role strain) yang dikemukakan oleh Robert K. Merton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketegangan peran pendeta bukan terutama disebabkan oleh keterbatasan individu, melainkan oleh struktur pelayanan gereja yang menempatkan pendeta sebagai pusat berbagai tuntutan, tingginya ekspektasi jemaat, serta keterbatasan sumber daya dan fasilitas pelayanan. Refleksi sosio-teologis menegaskan pentingnya pengembangan sistem pelayanan yang lebih kolaboratif, partisipatif, dan saling mendukung, sehingga pendeta dapat menjalankan panggilannya secara manusiawi, sehat, dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEHERE DJARA PASKAH Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat mengenai Pehere djara paskah dalam Liturgi dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Bukit Sion Boko, Klasis Sabu Barat-Raijua

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Pulau Sabu, salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah pehere djara. Tradisi ini kemudian menginspirasi umat Kristen di Sabu untuk mengadopsinya menjadi pehere djara paskah. Tradisi pehere djara paskah memiliki nilai kearifan lokal yang penting dalam memperkuat solidaritas antarsesama. Di Jemaat GMIT Bukit Sion Boko, Klasis Sabu Barat Raijua, tradisi ini memegang peran penting, terutama dalam kehidupan masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Jemaat GMIT Bukit Sion Boko memaknai pehere djara paskah sebagai bentuk penghormatan terhadap kemenangan Yesus Kristus atas maut. Selain itu, peneliti menggali bagaimana jemaat menerapkan tradisi ini dalam kehidupan bergereja melalui liturgi serta bagaimana tradisi tersebut direfleksikan melalui teologi kontekstual, berdasarkan pandangan Stephen B. Bevans. Pendekatan teologis ini digunakan untuk menghubungkan budaya lokal dengan pemahaman Kristen. Dengan demikian, pehere djara paskah tidak hanya dilaksanakan sebagai ritual semata, melainkan sebagai sarana bagi jemaat untuk merasakan dan memaknai kemenangan Kristus atas maut secara mendalam. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif-analitis-reflektif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh jemaat dan masyarakat adat, serta studi dokumen terkait tradisi dan ibadah Paskah. Teknik analisis data mencakup reduksi data untuk menyaring informasi esensial, triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan, serta penarikan kesimpulan yang logis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pehere djara paskah memberikan kontribusi positif dalam menjaga keharmonisan sosial. Tradisi ini memperkuat hubungan antara iman Kristen, budaya lokal Sabu, dan kehidupan sehari-hari jemaat. Pelaksanaannya menjadi wujud nyata penerapan teologi kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan ajaran Kristen. Analisis teologis mengungkapkan bahwa ritual pehere djara paskah mencerminkan nilai-nilai Kristen, seperti kebangkitan Kristus, kasih sesama, dan solidaritas komunal. Gereja didorong untuk melihat tradisi ini sebagai jembatan yang memperkuat iman, budaya, pemahaman teologis jemaat, serta tindakan sosial yang berdampak positif. Oleh karena itu, pelestarian tradisi pehere djara paskah di Jemaat GMIT Bukit Sion Boko menjadi upaya krusial dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkaya kehidupan beriman. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan ilmu teologi kontekstual serta sumbangan praktis bagi jemaat GMIT Bukit Sion Boko dalam mengintegrasikan tradisi lokal ke dalam ibadah Kristen yang relevan dan bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERNIKAHAN BEDA NEGARA “Tinjauan Pastoral Bagi Pasangan Nikah Beda Negara di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan beda negara sebagai fenomena sosial semakin marak terjadi dalam masyarakat, termasuk di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konteks jemaat, memahami realitas pernikahan antar negara dari perspektif pelayanan pastoral, serta melakukan refleksi teologis terhadap pernikahan beda negara. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif deskriptif dengan mengkaji literatur, peraturan undang-undang, serta dokumen pastoral dan teologi GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan beda negara menghadirkan tantangan komunikasi antarbudaya, perbedaan adat, kultur, dan norma yang memerlukan kesabaran serta sikap saling memahami agar konflik dapat diminimalisir. Dalam pelayanan pastoral, penyesuaian dan pendekatan khusus diperlukan untuk membimbing pasangan beda kewarganegaraan agar memahami prinsip kekudusan pernikahan Kristen sesuai nilai-nilai GMIT. Refleksi teologis menegaskan bahwa pernikahan merupakan lembaga ilahi yang menyatukan laki-laki dan perempuan secara sah dan kudus, berlandaskan kasih yang memberi dan komitmen total, serta merupakan dasar kehidupan gereja. Pelayanan pastoral pranikah serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun keluarga Kristen yang harmonis dan kokoh dalam konteks pernikahan beda negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pelayanan pastoral dan pemahaman teologis terkait fenomena sosial pernikahan campuran antarnegara di lingkungan jemaat GMIT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STATUS DAN PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli, Klasis Amfoang Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Status dan Peran Perempuan dalam Gereja” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli” ditulis oleh Rezah Atalia Padji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat tentang status dan peran perempuan, menganalis faktor, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap status perempuan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya dengan cara observasi dan wawancara. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian, yaitu status dan peran perempuan di jemaat masih dianggap lebih rendah dan masih dinomorduakan. Hal ini tentu terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, seperti: Faktor budaya, pemahaman teologi yang keliru, perkawinan, perempuan yang juga merupakan salah satu faktor, dan minimnya pengetahuan Alkitab. Namun, pada dasarnya, peran perempuan dalam gereja adalah untuk memberi kontribusi yang berharga dan penting dalam kehidupan gereja, serta dapat memperkuat hubungan yang lebih baik lagi dengan Tuhan. Karena itu diperlukan adanya gereja untuk dapat memperhatikan dan juga tentunya memberi solusi terhadap fenomena ini. Gereja sendiri harus terus memberi pemahaman kepada jemaat tentang status dan peran perempuan, agar jemaat lebih peka dan mengerti tentang status dan peran perempuan, bukan hanya sekadar mengerti tetapi juga bisa mengubah pola pikir dan juga perlakuan yang tidak adil itu menjadi lebih baik dan lebih adil bagi status perempuan yang ada di jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKSIS KRISTEN BERSAMA " Tinjauan Teologis Terhadap Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Pemuda di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba dengan Menggunakan Metode Shared Christian Praxis"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada tinjauan teologis terhadap Pendidikan Agama Kristen bagi pemuda menggunakan metode Shared Christian Praxis di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba. Metode SCP yang diperkenalkan oleh Thomas H. Groome menawarkan pendekatan yang partisipatif dengan mengintegrasikan pengalaman hidup peserta ke dalam refleksi teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pendidikan Agama Kristen yang ada dan bagaimana metode SCP dapat memberikan relevansinya dalam menghadapi tantangan Pendidikan Agama Kristen di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 20 narasumber yang terdiri atas Pemuda, Pendeta, Pengajar Katekisasi, dan Pengurus Pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SCP belum diterapkan di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba, namun terdapat potensi besar untuk dikembangkan. Para narasumber menyatakan bahwa metode Pendidikan Agama Kristen yang ada di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba terlalu monoton dan satu arah. Secara teologis, metode SCP sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan Iman yang berfokus pada dialog antara Firman Tuhan dan pengalaman hidup. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode SCP dengan strategi yang kontekstual, melibatkan pelatihan bagi pelayan dan pemuda untuk memahami tahapan pelaksanaannya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Ulangan 6:6-7 sebagai Refleksi Teologis. Dengan demikian, SCP diharapkan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun iman pemuda secara holistik dan transformatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TOKANG TOMAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tokang Tomal Suatu Tinjauan Studi Perdamaian Terhadap Tradisi Tokang Tomal Sebagai Media Resolusi Konflik Menurut Ralf Dahrendrof dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Elohim Bukapiting, Klasis Alor Timur Laut [email protected] Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji secara ilmiah terhadap tradisi Tokang Tomal yang ada di jemaat Elohim Bukapiting khususnya desa Bukapiting kabupaten Alor. Tradisi Tokang Tomal merupakan tradisi atau budaya yang diwarisi oleh nenek moyang orang Bukapiting sejak zaman dahulu, dan terus dipelihara oleh Jemaat GMIT Elohim Bukapiting. Tradisi Tokang Tomal dilakukan sebagai penyelesaian masalah dalam jemaat. Kata Tokang Tomal berasal dari bahasa Kamang yaitu Tokang yang berarti baik. Sedangkan Tomal yang artinya enak. Kedua kata ini memilik banyak arti sesuai situasi yang sesuai dengan perilaku dan kondisi tempat.Tokang Tomal merupakan jalan tengah untuk penyelesaian masalah dalam masyarakat dan menjadi media utama dengan mengadirkan tokoh-tokoh adat, pemerintah, keluarga terkait dan pohon pelepas. Tradisi ini akan dikaji dengan menggunakan teori resolusi konflik Ralf dahrendrof yang mengatakan bahwa dalam masyarakat memiliki dua wajah yaitu konflik dan konsensus. Konflik dalam masyarakat tidak bisa dihindari bahkan gereja sebagai miniatur Allahpun tidak bisa menghindari konflik. Hasil dari penelitian ini penulis melihat bahwa jemaat Bukapiting memelihara tradisi Tokang Tomal sebagai salah satu cara mengatasi dan mengantisipasi konflik. melalui tradisi Tokang Tomal membantu penulis untuk mengenal tradisi Tokang Tomal yang memiliki nilai-nilai yang dapat digunakan dalam lingkup bergereja dan bermasyarakat yakni dialog, keterbukaan dan saling menghargai. Perdamaian merupakan suatu keadaan yang telah diprakarsai oleh Allah sendiri, sehingga manusia perlu untuk secara bersama-sama memaknai perdamaian sebagai suatu yang perlu dijaga dan dipelihara dalam kehidupan bersama dengan orang lain maupun dengan sesama ciptaan. konflik hanyalah salah satu alat yang diberikan Allah untuk menguji sejauh mana seseorang dapat menyatakan kasih bagi Allah melalui sesama dan mempertunjukan kuasa Allah atas hidup setiap umatnya. Melalui tradisi Tokang tomal haruslah saling rukun dan mencintai perdamaian, damai yang diberikan sekiranya memberikan ruang bagi kehidupan yang lebih baik dan lebih mempererat solidaritas yang dibangun bersama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kelompok Tumbuh Kembang Bersama

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yakni (1) Bagaimana konteks KTKB dalam Fakultas Teologi UKAW? (2) Bagaimana peran dan dampak KTKB Fakultas Teologi UKAW bagi Mahasiswa Fakultas Teologi UKAW Kupang? (3) Bagaimana refleksi Teologis terhadap peran KTKB dan implikasinya bagi Fakultas Teologi UKAW? Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 7 (tujuh) KTKB yang dipilih secara acak, hanya 1 (satu) KTKB yang sementara berjalan dengan sangat baik, 5 (lima) KTKB berjalan dengan kurang baik, sedangkan 1 (satu) KTKB lainnya sama sekali tidak berjalan. Pada dasarnya KTKB cukup berperan penting bagi tumbuh kembang mahasiswa teologi walaupun KTKBnya secara keseluruhan banyak yang tidak berjalan dengan baik bahkan ada yang tidak berjalan sama sekali. Dampak KTKB bagi mahasiswa teologi belum terlalu menonjol karena jumlah KTKB yang berjalan dengan baik sangat sedikit. Namun, KTKB ini diperkirakan akan menjadi kelompok yang berperan penting bagi mahasiswa teologi sebagai calon pemimpin gereja di masa mendatang. Mahasiswa Fakultas Teologi yang terbagi dalam beberapa kelompok sel (KTKB) merupakan bagian dari orang-orang muda atau remaja (mahasiswa) yang terpanggil oleh Allah untuk menjadi pemimpin gereja di masa depan (2 Raja-Raja 11, 15, 16, 21, 24) dan (Lukas 2:46-47). KTKB dibentuk agar mahasiswa dapat saling mendukung, seia sekata, seperasaan dan ikut serta aktif dalam menyumbangkan tenaga, pikiran serta bakat yang dimiliki masing-masing bagi kegiatan-kegiatan baik di dalam KTKB sendiri, kegiatan pelayanan gerejawi maupun pelayanan di lingkungan dimana mereka berada (1 Petrus 3:8).  KTKB juga berperan untuk menjaga dan memelihara kehidupan mahasiswa dari awal sehingga mereka mengetahui jalan kebenaran melalui firman Tuhan setiap hari di dalam kehidupannya (Amsal 22:6, 2 Timotius 1:2). Pergaulan teman sebaya dalam hal ini mahasiswa Fakultas Teologi yang merupakan anggota KTKB memiliki pengaruh yang kuat dalam pembangunan karakter religius. Karakter religius ini dibuktikan dengan kebiasaan yang dilakukan anggota KTKB untuk saling mendukung, saling memotivasi, saling mengingatkan, saling berbagi dan saling mendoakan dalam segala hal baik yang berkaitan dengan kegiatan kampus maupun kegiatan keagamaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail