Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Tudung Pernikahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN DAN TUDUNG PERNIKAHAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tudung pernikahan atau Wedding Veil dalam prosesi pernikahan merupakan salah satu atribut yang digunakan oleh pengantin perempuan. Adapun sejarah di balik dari tudung pengantin yaitu banyak yang menduga hal ini ada hubungannya dengan ketakutan orang Yunani dan Romawi kuno terhadap roh jahat. Namun makna di balik tudung pernikahan berubah ketika pernikahan berevolusi menjadi upacara keagamaan. Tudung pernikahan dipandang sebagai simbol penghormatan bagi wanita untuk menutupi kepala mereka yang melambangkan kesucian atau wanita terhormat. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti pemahaman makna tudung pernikahan dan membuat refleksi teologis. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih Jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur menjadi sampel untuk mengkaji tentang makna tudung pernikahan. Dari hasil penelitian tersebut penulis menemukan beberapa pandangan jemaat mengenai makna tudung pernikahan, ada yang memahami sebagai simbol resminya mereka menjadi pasangan suami istri yang sah, namun tidak sedikit juga yang memahami tudung sebagai lambang keperawanan seorang perempuan yang berdampak pada diskriminasi terhadap perempuan. Ketika tubuh perempuan terlibat dalam aktifitas seksual, perempuan diharuskan untuk menanggung kesalahan dan mempunyai resiko dituduh bahwa mereka telah “ternoda”. Walaupun telah menjadi korban, perempuan juga tetap disalahkan. Kehilangan “kesucian” seringkali dihubungkan dengan hancurnya kehidupan seorang perempuan. Demi mendapatkan kesetaraan dan rasa hormat sebagai manusia, perempuan diharuskan mati-matian untuk mempertahankannya. Hak dasar yang seharusnya diterima oleh perempuan harus dipertahankan dengan beban yang luar biasa, sedangkan laki-laki tidak mempunyai beban seperti ini. Untuk itu, salah satu tugas gereja dalam kehadirannya di dunia dan masyarakat adalah memaknai relasi laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah gambar Allah (imago dei). Melihat dari Alkitab sebagai salah satu sumber iman agama Kristen, juga melukiskan prinsip kesetaraan yang tampak dalam kehidupan Yesus bersama komunitasNya dan dalam komunitas Kristen awal. Untuk itu GMIT harus menjadi tempat bagi perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan. Karena dalam tradisi teologi tudung pernikahan tidak hanya menunjukkan kesederhaan dan kemurnian pengantin wanita dan penghormatannya kepada Tuhan, tetapi juga mengingatkan kita kepada kerudung bait suci yang terbelah menjadi dua ketika Kristus mati di kayu salib.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail