ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan yang ingin dicapai untuk menyusun Skripsi ini adalah: untuk mengetahui sejauh mana Peran Pelayaanan Koster di Jemaat GMIT Getsemani Babau, Klasis Kupang Timur Tahun Pelayanaan 2022. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif kualitatif metode ini bertujuan untuk mengambarkan hal-hal yang belum diketahui secara mendalam oleh penulis yang menjadi respon dan dalam penelitian ini ialah Koster, Pendeta dan Majelis Jemaat Rayon dari hasil penelitian ini yang diketahui yaitu Jenis-jenis tugas Koster, waktu kerja,cara kerja koster, masalah atau kesulitan yang dihadapi koster, cara untuk mengatasi kesulitan atau memecahkan masalah dan serta resiko yang di alami oleh koster. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat diuraikan bahwa terlihat dari pelayanan Koster, sangat berperan aktif dalam aktifitas Gereja. Koster menyadari bahwa yang bertugas dalam setiap jenis-jenis tugas yang berperan dalam soal pengurusan pembersihan dalam rumah ibadah dan pekarangan Geraja adalah tugas seorang koster. Bahkan koster sebagian dari tanggungjawab yang harus dijalankan bukan saja tugas-tugas utama koster yang ia jalankan akan tetapi koster juga bertanggung jawab dalam membantu Majelis Jemaat dalam menyampaikan informasi mau pun surat undangan penting untuk pihak yang di tujuh.Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek-aspek koster sangat memilik peran penting didalam Gereja itu sebabnya koster telah melakukan setiap tugas tanggungjawabnya dengan baik walaupun ada beberapa kesulitan yang dialami dan resiko yang koster alami akan tetapi koster juga mendapata dukungan-dukungan dari Pendeta dan Majelis Jemaat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Peran Guru Agama Kristen Dalam Penerapan Pendalaman Alkitab
Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 20 Kota Kupang
Busi, G,A)* Nuban Timo, E,I)** Manggoa, M,A)**
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Peran guru agama Kristen dalam penerapan pendalaman Alkitab pada siswa kelas IX di SMP Negeri 20 Kota Kupang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran guru agama Kristen dalam penerapan pendalaman Alkitab pada siswa kelas IX di SMP Negeri 20 Kota Kupang. Yang mejadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru pendidikan agama Kristen di SMP Negeri 20 Kota Kupang, yang berjumlahh 5 orang. Berdasarkan hal tersebut maka sampel dalam penelitian ini yakni guru pendidikan agama Kristen kelas IX dengan jumlah 1 orang. Metode penelitian penelitian deskrptif adalah mengambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Teknik pengumpulan data yang di pakai adalah teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya Teknik analisis data Sesuai dengan metode yang digunakan, maka teknik analisis data yang digunakan ialah deskriptif yang tujuannya untuk mencari tahu keadaan yang terjadi di lapangan kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Peran guru PAK dalam Penerapan pendalaman Alkitab sangatlah penting bagi siswa-siswi, tujuannya untuk dapat belajar firman Tuhan dengan baik. Peran guru PAK sebagai pendidik atau pengajar tidak hanya menanamkan pengetahuan kepada anak ataupun salah satu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak-anak sehingga terjadi proses belajar tetapi mampu menanamkan nilai-niali etik dan moral Kristiani kepada para peserta didik dan dapat membimbing anak dalam mengambil keputusan untuk menuntun agar moral dan akhlaknya semakin baik bahkan menjauhkan diri mereka dari perbuatan-perbuatan yang dilarang, dan dapat membantu peserta didik keluar dari zona nyaman yang membahayakan diri mereka dan membimbing mereka untuk membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik sehingga peserta didik dapat menerima Kristus dalam diri mereka masing-masing.
Kesimpulannya adalah Peran guru PAK dalam Pendalaman Alkitab dapat diperhitungkan untuk digunakan dalam dunia pendidikan, sekalipun pendalaman Alkitab masih sangat jarang dilakukan di sekolah tetapi pendalaman Alkitab juga salah satuh metode yang dapat menolong para siswa-siswi untuk dapat belajar firman Tuhan dengan baik. Pendalaman Alkitab ketika diikuti dengan benar dan diajarkan dengan baik maka kehidupan siswa-siswi akan berubah lewat pertolongan Roh Kudus. Dari kesimpulan di atas, maka penulis memberi saran kepada : Guru PAK harus memberi arahan dan motivasi kepada siswa untuk lebih rajin mengikuti pendalaman Alkitab (PA), Guru PAK juga harus membuat penerapan baru dalam melaksanakan kegiatan pendalaman Alkitab sehingga siswa-siswi semakin tertarik dalam mengikuti pendalaman Alkitab (PA) dan kepada siswa harus tetap rajin serta tidak bermalas-malasan dalam mengikuti kegiatan pendalaman Alkitab yang dilaksanakan di sekolah karena berguna bagi pertumbuhan nilai-nilai etik dan moral Kristiani
Kata Kunci : Peran Guru, Pendalaman Alkitab
Keterangan : * Mahasiswa
** Dosen pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Status dan Peran Perempuan dalam Gereja” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli” ditulis oleh Rezah Atalia Padji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat tentang status dan peran perempuan, menganalis faktor, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap status perempuan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya dengan cara observasi dan wawancara. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian, yaitu status dan peran perempuan di jemaat masih dianggap lebih rendah dan masih dinomorduakan. Hal ini tentu terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, seperti: Faktor budaya, pemahaman teologi yang keliru, perkawinan, perempuan yang juga merupakan salah satu faktor, dan minimnya pengetahuan Alkitab. Namun, pada dasarnya, peran perempuan dalam gereja adalah untuk memberi kontribusi yang berharga dan penting dalam kehidupan gereja, serta dapat memperkuat hubungan yang lebih baik lagi dengan Tuhan. Karena itu diperlukan adanya gereja untuk dapat memperhatikan dan juga tentunya memberi solusi terhadap fenomena ini. Gereja sendiri harus terus memberi pemahaman kepada jemaat tentang status dan peran perempuan, agar jemaat lebih peka dan mengerti tentang status dan peran perempuan, bukan hanya sekadar mengerti tetapi juga bisa mengubah pola pikir dan juga perlakuan yang tidak adil itu menjadi lebih baik dan lebih adil bagi status perempuan yang ada di jemaat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi berjudul “Tarian Dalam Ibadah” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat mengenai Tarian dalam Ibadah di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu dan Implikasinya bagi Pelayanan GMIT” ditulis oleh Yonatan Adipapa Tepa. Penulis bertolak dari penggunaan gerakan tari dalam ibadah sangat heboh dan sebagai sarana hiburan bagi jemaat yang dianggap sebagai gerakan sensual yang akan mengundang hawa nafsu jemaat dan membuat jemaat masuk dalam keberdosaan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis pemahaman jemaat GMIT Imanuel Beumopu tentang penggunaan tarian dalam ibadah. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya bersifat kualitatif. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian yaitu adanya pro dan kontra terkait pemahaman jemaat tentang tarian dalam ibadah. Ada jemaat yang mengatakan bahwa tarian yang ditampilkan dalam ibadah sebagai media hiburan karena gerakan yang kelihatannya heboh dan sensual. Ada juga yang menerima tarian dengan gerakan heboh dengan alasan pelayanan. Selain itu ada juga jemaat yang memahami secara positif tentang tarian dalam ibadah yaitu tarian dipandang sebagai doa dan penyembahan kepada Allah. Berkaitan dengan pro dan kontra yang terjadi penulis menganalisis bahwa tarian dalam ibadah merupakan pelayanan kepada Allah yang memiliki makna penyembahan, kesaksian dan syukur atas karya Allah. Hasil pembahasan penulis terkait penggunaan tarian dalam ibadah sebagai media penyembahan kepada Allah menjadi implikasi bagi pelayanan GMIT. GMIT Imanuel Beumopu perlu memperhatikan penggunaan tarian agar tarian memiliki makna teologis, sehingga tarian bukan saja ditampilkan dalam ibadah tapi memberi dampak yang positif kepada jemaat dan gereja dalam pelayanan. Bukan saja itu, GMIT secara umum juga perlu memberi arahan pagi para penari agar gerakan-gerakan tari yang ditampilkan dalam ibadah perlu berdasarkan Alkitab artinya gerakan yang beretika, bermoral, dan memiliki makna teologis yang tujuannya untuk penyembahan kepada Allah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A B S T R A K PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA ALKITAB PADA ANAK DI JEMAAT GMIT EISLEBEN OINLASI, KLASIS AMANUBAN TIMUR SELATAN TAHUN 2022 Babis, F, J)* Pellu, L)** Pobala, P)** Penelitian ini dilakukan pada lokasi yang bertempat dijemaat GMIT Eisleben Oinlasi, Klasis Amanuban Timur Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada bulan Juni. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: bagaimana peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca Alkitab pada anak? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca Alkitab pada anak dijemaat GMIT Eisleben Oinlasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penulis melakukan wawancara kepada orang tua anak untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam penulisan karya ilmiah ini. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif yang interaktif. Hasil penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan wawancara disetiap rumah yang dipilih penulis sebagai responden untuk mendapatkan informasi dari responden mengenai perannya dalam menumbuhkan minat baca Alkitab pada anak. Responden yang dipilih penulis untuk melakukan wawancara berjumlah 7 orang. Peran orang orang tua adalah sebagai guru/pendidik (penuntun), pembimbing, pemberi contoh/teladan, maupun sebagai fasilitator bagi anak-anaknya. Apabila orang tua tidak melakukan peran dengan baik maka akan berpengaruh pada anak. orang tua sebagai guru/pendidik (penuntun) yang dimaksud adalah anak pertama kali mendapatkan didikan adalah dari orang tua, sehingga peran orang tua sebagai guru/pendidik (penuntun) sangatlah dibutuhkan. Orang tua sebagai pembimbing yang dimaksud yaitu orang tua pasti menginginkan anaknya menuju arah yang yang benar maka setiap orang tua haruslah membimbing anak-anaknya dengan baik dan benar pula, dengan memberikan nasihat dan membimbing anak mengenal akan Firman Tuhan. orang tua sebagai teladan yaitu orang tua menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, anak akan mengikuti semua yang dilakukan oleh orang tua. Jika orang tua menunjukkan sikap yang baik maka anak akan meniru. Jika orang tua malas membaca Alkitab maka anakpun akan malas membaca Alkitab. Orang tua sebagai fasilitator yaitu orang tua bertanggung jawab memfasilitasi anak-anaknya, menyediakan segala kebutuhan anak dari sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi itu tidak cukup, orang tua pasti menginginkan anak dapat belajar dengan baik, contohnya membaca Alkitab maka orang tua harus mempersiapkan bahan bacaan seperti Alkitab dan buku cerita tentang Alkitab pula. Dari keempat peran diatas maka orang tua memiliki tanggung jawab penuh untuk mendidik, membimbing, menjadi contoh, fasilitator yang baik untuk anak-anaknya sehingga anak memiliki kecintaan terhadap Alkitab. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Menumbuhkan Minat Baca Alkitab, Anak.