Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Keluaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB KELUARGA DALAM KEHIDUPAN ANAK-CUCU "Tafsir Historis Kritis Terhadap Keluaran 18:1-9 dan Relevansinya Bagi Kehidupan Keluarga di Jemaat GMIT Karmel Fatululi"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian mengenai tanggung jawab keluarga dalam kehidupan anak-cucu berdasarkan tafsir historis kritis terhadap Keluaran 18:1-9 dan relevansinya bagi kehidupan keluarga di Jemaat GMIT Karmel Fatululi yang ditulis oleh Inge Paulin Tefu, dilatar belakangi oleh realitas sosial-ekonomi kontemporer di mana peran pengasuhan anak sering kali beralih dari orang tua kandung kepada keluarga besar (kakek, nenek, atau kerabat) akibat tuntutan pekerjaan, yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pengabaian emosional maupun spiritual anak-cucu. Dampak ini tidak saja membawa pengaruh bagi keluarga itu sendiri melainkan juga bagi tatanan sosial yang lebih luas. Situasi demikian perlu diatasi sejak dini. Untuk itu, kajian ini bertujuan untuk melihat konteks historis serta menemukan pesan teologis dari Keluaran 18:1-9, dan mengkaji relevansinya bagi kehidupan keluarga Kristen khususnya bagi keluarga di Jemaat GMIT Karmel Fatululi. Metode yang digunakan ialah metode studi pustaka dan pendekatan tafsir historis kritis. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Keluaran 18:1-9 mengandung pesan teologis yang relevan bagi keluarga Kristen di Jemaat GMIT Karmel Fatululi, melalui relasi keluarga yang dibangun oleh Musa dan Yitro memeprlihatkan bahwa keluarga memiliki tanggung jawab penting dalam kehidupan seorang anak-cucu. Pertama, keluarga sebagai ruang pemulihan bagi anak. Kedua, Keluarga menjadi tempat yang aman bagi anak. Ketiga, keluarga sebagai lokus pertama pertumbuhan iman anak. Untuk itu, kajian ini diharapkan dapat mendorong keluarga Kristen di GMIT, khusunya di Jemaat Karmel Fatululi untuk kembali menyadari tanggung jawab mereka dalam kehidupan anak, dan kembali membangun kehidupan keluarga yang harmonis, aman, dan nayaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN PENYELAMAT KEHIDUPAN dengan sub judul "Suatu Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Shcussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu".

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB UTUSAN TUHAN Suatu Tafsir Naratif terhadap Keluaran 4:1-17 dan Implikasinya bagi Tanggung Jawab Penatua, Diaken dan Pengajar sebagai Utusan Tuhan di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketika seseorang diutus untuk menjalankan suatu tugas atau kewajiban, kerap kali seseorang cenderung merasa ragu dan rendah diri yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri melainkan juga datang dari luar, sehingga bertolak dari faktor yang mempengaruhi orang tersebut dapat membuat dirinya tidak dapat menjalankan tugas tanggung jawab sebagai perutusan yang diberikan dengan maksimal. Dalam upaya mengatasi masalah terhadap upaya melaksanakan tanggung jawab yang diemban oleh seorang utusan, khususnya sebagai utusan Tuhan dibutuhkan iman yang teguh, kesetiaan dan kedisiplinan yang baik. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir naratif untuk menganalisis teks Keluaran 4:1-17. Tulisan ini berupaya untuk memahami konteks pengutusan Tuhan kepada Musa, bagaimana sikap dan respon Musa terhadap pengutusan Tuhan kepadanya, sehingga dapat dipelajari dari sikap dan respon Musa serta tindakan Tuhan dalam menolong Musa untuk menjalankan tugas tanggung jawabnya sebagai utusan Tuhan. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan karakteristik dari Musa, yang walaupun awalnya memiliki keraguan, namun pada akhirnya ia tetap dengan setia menjalankan tugas tanggung jawab perutusan yang diberikan Allah kepadanya. Sikap tanggung jawab inilah yang kemudian penulis kaitkan dengan bagaimana Penatua, Diaken dan Pengajar dalam menjalankan tugas perutusannya dengan bertanggung jawab dan bagaimana GMIT Kemah Ibadat Airnona dapat menjadi wadah yang baik dalam mempersiapkan para utusan Tuhan, yakni Penatua, Diaken dan Pengajar. Agar sebagai utusan Tuhan tidak usah ragu dalam menjalankan tugas tanggung jawab pelayanan melainkan harus memiliki iman, kesetiaan serta kedisiplinan yang baik agar pesan Tuhan dapat tersampaikan kepada umat ciptaan-Nya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail