Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pendeta Perempuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA: "Suatu Kajian Naratif terhadap Teks Kisah Para Rasul 18:24-28 dan Relevansinya bagi Pelayanan Pendeta Perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat".

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran perempuan dalam kehidupan dan pelayanan gereja merupakan isu yang terus menjadi bahan refleksi teologis hingga masa kini. Dalam sejarah gereja, kontribusi perempuan sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai, terutama dalam konteks kepemimpinan dan pengajaran rohani. Padahal, Alkitab memuat sejumlah narasi yang menunjukkan keterlibatan aktif perempuan dalam pelayanan gereja mula-mula. Salah satu teks yang penting untuk dikaji adalah Kisah Para Rasul 18:24-28, yang menampilkan peran Priskila dalam membimbing Apolos agar memahami ajaran Injil secara lebih utuh. Teks ini memberikan dasar biblis yang kuat untuk melihat perempuan bukan sekadar sebagai pendamping, melainkan sebagai pelayan firman dan pembina iman yang dipercaya Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pesan teologis dari Kisah Para Rasul 18:24-28 melalui pendekatan tafsir naratif, serta menelusuri relevansinya bagi pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang menekankan analisis naratif terhadap unsur-unsur teks seperti alur cerita, tokoh, latar, dan pesan teologis yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan Priskila dalam pengajaran Apolos menegaskan bahwa otoritas pelayanan dalam gereja tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh panggilan dan perlengkapan dari Allah. Narasi ini memperlihatkan bahwa Allah secara berdaulat memakai perempuan sebagai subjek aktif dalam pelayanan rohani. Temuan ini menjadi sangat relevan dengan konteks Jemaat GMIT Hosana Fedok, di mana pelayanan kependetaan didominasi oleh pendeta perempuan dan telah menjadi bagian alami dari dinamika kehidupan jemaat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok bukanlah penyimpangan dari tatanan gereja, melainkan perwujudan nyata dari prinsip kesetaraan dan kemitraan dalam tubuh Kristus sebagaimana telah dihidupi sejak gereja mula-mula. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya refleksi teologis gereja serta memperkuat pemahaman jemaat tentang peran perempuan dalam pelayanan dan pengajaran iman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN "Suatu Tinjauan Teologis Historis Terhadap Peran Pendeta Perempuan Di GKS"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang kepemimpinan pendeta perempuan di GKS, serta peran pendeta perempuan ditengah jemaat. Struktur masyarakat yang patriarki menempatkan perempuan diranah domestik mengurus keperluan rumah tangga, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, melayani anak dan suami. Pembatasan yang terjadi bagi perempuan dalam melaksanakan perannya dalam gereja karena anggapan bahwa perempuan lebih cocok melayani rumah tangga bukan untuk memimpin. Gereja Kristen Sumba sebagai salah satu sinode protestan di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Banyak kepemimpinan gereja didominasi oleh laki-laki dan perempuan dibatasi dalam tugas kepemimpinan. Pada sidang sinode ke XXX di GKS Waihibur tahun 1980 diputuskan dan diterima perempuan sebagai pendeta. Perjuangan perempuan untuk menjadi pendeta pada saat itu tidaklah mudah karena membutuhkan pergumulan yang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail