Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Dina
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIARKAN PEREMPUAN BERSUARA “Suatu Tafsir Naratif Terhadap Kisah Dina dan Sikhem Dalam Kejadian 34:1-31 Serta Implikasinya Bagi GMIT Yegar Sahaduta Bello”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perempuan sering kehilangan suara dalam struktur masyarakat patriarkal, sebagaimana tergambar dalam kisah Dina dan Sikhem dalam Kejadian 34:1–31. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana narasi ini mencerminkan ketidakadilan terhadap perempuan dan bagaimana gereja dapat merespons realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah Dina secara naratif dan mengaitkannya dengan kesempatan perempuan untuk bersuara atas ketidakadilan di dalam kehidupan jemaat, khususnya di GMIT Yegar Sahaduta Bello. Metode yang digunakan adalah kritik naratif untuk menelusuri struktur dan pesan teks Alkitab, serta wawancara mendalam untuk mengungkap pengalaman dan tanggapan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Dina dapat menjadi dasar teologis dan etis dalam membangun kesadaran gereja terhadap isu kekerasan berbasis gender. Implikasinya, gereja didorong untuk menyediakan ruang aman, pendampingan pastoral, serta pendidikan teologis yang mendukung perempuan agar berani bersuara dan berperan aktif dalam kehidupan iman dan sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT KACANG TANAH TIPE DINAMO

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Kacang Tanah Tipe Dinamo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode perancangan alat pengupas kulit kacang tanah dan melakukan uji truktural dan fungsional alat pengupas kulit kacang tanah untuk mengetahui performansi atau pengupasan kulit kacang tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan kacang tanah kering sebagai bahan untuk menguji kapasitas dan keefektifan kinerja alat pengupas kulit kacang tanah Dari hasil analisis penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat dapat berfungsi sesua desainnya. Dari hasil uji kinerja alat menunjukan bahwa kapastas kerja alat pengupas kulit kacang tanah dengan kapasitas kerja 11,823 gram/detik dengan presentasi biji utuh sebesar 61,49%, biji rusak sebesar 0,56% dan presentasi biji tak terkupas sebesar 37,91%. Dengan menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan sistim gesek, jarak gesekan antara silinder pengupas ke saringan dengan ukuran tinggi 2 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI DINAMIKA POPULASI HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares)DI PERAIRAN ALOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNUS I. HUE RADJA (16383470). Studi Dinamika Populasi Hasil Tangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Alor. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Perairan Alor memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup tinggi dan salah satunya adalah ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan. Produksi hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terus mengalami penurunan sejak tahun 2018. Hal ini berdampak langsung terhadap kondisi biologi dan dinamika populasi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika populasi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) meliputi frekuensi ukuran panjang, pendugaan kelompok umur berdasarkan ukuran panjang,parameter pertumbuhan, laju mortalitas dan laju eksploitasidiPerairan Alor. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan yaitu bulan Maret- Mei 2021, bertempat di Perairan Alor dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus.Sampel ikan yang dikumpulkan berdasarkan jumlah hasiltangkapan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran frekuensi ukuran panjang total ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di bulan Maret berkisar antara 113 – 174 cm, di bulan April berkisar antara 113 – 174 cm, dan di bulan Mei sebaran ukuran panjang berkisar antara 122 – 165 cm. Kelompok umur ikan tuna sirip kuning (Thunnus albaceras) bulan Maret terdiri dari 2 kelompok umur, bulan April terdiri dari 2 kelompok umur, dan di bulan Mei hanya terdiri dari satu kelompok umur dengan ukuran panjang. Perkiraan pertumbuhan panjang ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di sekitar Perairan Alor paling cepat pada umur muda yaitu t = 2 tahun, semakin melambat seiring bertambah umur sampai panjang maksimum 196,4 cm.Laju mortalitas ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares)di Perairan Alor terjadi akibat penangkapan (F) sebesar 0,73, dan laju eksplotasi (E) sebesar 0,52. Jadi laju mortalitas penangkapan (F) lebih besar dari laju mortlaitas alami (M) atau F > M.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANGGARAN DINAS KOPERASI DAN UKM DALAM PEMBERDAYAAN USAHA , KECIL, DAN MENENGAH KOTA KUPANG TAHUN 2019 – TAHUN 2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Anggaran Dinas Koperasi UKM Dalam Pemeberdayaan Usaha Kecil Dan Menengah Dikota Kupang Tahun 2019 – Tahun2020” Ukm merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional yang berwawasan kemandirian memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan.Dalam mendukung kegiatan usaha kecil dan menengah, pemerintah melakukan dukungan melalui kebijakan agar tidak berhenti ditengah jalan.Fakta menunjang bahwa kesempatan kerja yang diciptakan oleh kelompok UKM tersebut jauh lebih banyak dibandingkan tenaga kerja yang bisa diserap oleh usaha besar. Pada era ekonomi daerah saat ini, mewujudkan pembangunan nasional pada bidang ekonomi, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah.UU NO.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah.Pemerintah daerah mempunyai kewenangan yang luas dalam membangun potensi daerahnya.Perkembangan UKM merupakan potensi yang sangat dan strategis dalam perekonomian nasional.Karena selain memiliki jumlah yang besar, UKM juga menyebar hingga kepelosok pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Anggaran Dinas Koperasi UKM dalam pemeberdayaan usaha kecil dan menengah di Kota Kupang, serta faktor – faktor yang mempengaruhi dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi.Unit analisa dalam penelitian ini adalah Dinas Koperasi UKM Kota Kupang. Yang bertanggungjawab terkait UMKM telah terlaksana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari masalah dan kegiatan yang telah dilakukan seperti program pengembangan pemberdayaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah dapat memberikan peningkatan dan kemajuan dalam pemeberdayaan UKM, akan tetapi belum sepenuhnya berjalan secara maksimal dikarenakan adanya beberapa hambatan yang cenderung lebih kepada SDM diantaranya rendahnya pola pikir beberapa pelaku UKM maupun masyarakat yang baru akan terjun dalam dunia usaha. Saran yang dapat diberikan antara lain pemerintah Dinas Koperasi UKM perlu meningkatkan kualitas pelayanan, dan berbagai macam pelaksanaan pemberdayaan bagi masyarakat dan para pelaku usaha khususnya, serta pendataan terhadap semua ukm yang ada di kota kupang. Kata kunci : Anggaran Dinas Koperasi UKM, dan Pemberdayaan UKM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA INSUBORDINASI DALAM MILITER

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaiman Motif Pelaku melakukan Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer ? 2. Bagaimana Modus Pelaku melakukan Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer ? 3. Bagaimana Akibat Hukum Bagi Pelaku dan Korban Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer ? Tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui Motif Pelaku melakukan Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer. 2. Untuk mengetahui Modus Pelaku melakukan Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer. 3. Untuk mengetahui Akibat Hukum Bagi Pelaku dan Korban Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini dapat memberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normatif. Sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup : penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas Motif, Modus dan Akibat Hukum Bagi Pelaku dan Korban Tindak Pidana Insubordiansi Dalam Militer. Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah Tindak Pidana Insubordinasi Dalam Militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan motif, modus dan akibat hukum bagi pelaku dankorban tindak pidana insubordinasi dalam militer adalah : 1. Motif Pelaku Tindak Insubordinasi Dalam Militer yaitu : a. Balas Dendam b. Malu 2. Modus Pelaku Tindak Pidana Insubordinasi Militer yaitu : a. Memukul muka/wajah korban. b. Menusu perut, dada dan lengan kiri korban. 3. Akibat Hukum Dari Tindak Insubordinasi Militer Terhadap Pelaku Dan Korban. a. Akibat Hukum Terhadap Pelaku. 1) Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara. 2) Dipecat. b. Akibat Hukum Terhadap Korban 1) Korban mengalami luka dan diproses hukum oleh pengadilan militer. 2) Korban meninggal dunia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN PIGMEN PADA ALGA COKLAT PADINA SP DI PERAIRAN PANTAI BOLOK NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail