ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sampah merupakan salah satu krisis lingkungan hidup yang menjadi permasalahan hingga saat ini. Akibat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk, tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula sampah yang dihasilkan. Sampah dibuang sembarangan dan sering ditemukan di berbagai tempat seperti jalann, pusat pertokoan, sarana milik pemerintah dan lain sebagainya. Salah satu sarana milik pemerintah yang mengelola dan mengolah sampah adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada TPA terdapat banyak sampah dengan jenis dan karakteristik berbeda. Jika sampah-sampah ini tidak ditanggulangi secara serius, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di sekitarnya. Untuk menjawab permasalahan dampak buruk sampah bagi lingkungan maka hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pihak gereja, Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha peduli terhadap lingkungan hidup dan masalah-masalahnya di dalamnya. Dalam mengkaji masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dalam bentuk studi lapangan. Jemaat GMIT Efata Batukapur memiliki tanggung jawab yang lebih untuk terlibat dalam upaya menjaga lingkungan hidup. Konteks dan keadaan lingkungan Jemaat GMIT Efata Batukapur diperhadapkan dengan masalah krisis lingkungan akibat sampah di TPA Alak yang telah memiliki dampak buruk terhadap kehidupan, baik terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Dalam mewujudkan tanggung jawab gereja terhadap lingkungan hidup, maka gereja perlu memiliki misi pelayanan yang bergerak di bidang ekologi. Penulis melihat misi pelayanan Jemaat GMIT Efata Batukapur belum menjawab permasalahan yang sedang terjadi. Maka penulis menawarkan perspektif ekotelogi yang berjudul ecomissiology menurut Ross Langmead. Penulis memilih perspektif ini dengan alasan, perspektif ekoteologi Ross Langmead menggunakan unsur misi yang berfokus pada lingkungan hidup. Tidak hanya teori mengenai ekoteologi, tetapi praktik ekoteologi disampaikan melalui pendekatan ekomisiologi. Hal ini menjadi relevan dengan permasalahan yang diangkat penulis tentang peranan misi gereja yang bergerak pada lingkungan hidup dengan dasar Teologi Ekologis. Penulis memilih teks-teks Alkitab baik dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai landasan Alkitabiah dan kemudian membuat refleksi teologis terhadap masalah yang terjadi. Misi gereja terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui pelayanan-pelayanan yang difokuskan pada krisis lingkungan yang sedang terjadi. Gereja ada di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia, termasuk terlibat untuk memelihara dan menjaga lingkungan hidup sebagai suatu kesatuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Konsep tato’nu merupakan satu konsep yang telah mempersatukan agama Islam dan Kristen di Desa Aimoi terkhususnya Jemaat GMIT Sei’Eng dan Masjid Attaqwa Wahing, dalam membangun persaudaraaan. Konsep tato'nu mula pertama diperkenalkan oleh Timung Bel sebagai kapal mate atau tamukung (ketua adat) pada saat dilakukan pembagian agama. Konsep ini mengandung kebenaran yang di dalamnya mengisahkan satu keluarga atau turunan dalam masyarakat Desa Aimoli. Oleh karena konsep ini memiliki makna yang sangat dalam saat jemaat maupun jemaah menghadirkannya dalam tindakan kerukunan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejarah terbentuknya budaya kerukunan yang didasarkan pada konsep tato'nu dan untuk mengetahui nilai-nilai teologis dan sejauh mana diimplementasikan dalam membentuk konsep tato'nu sebagai sokok guru bagi kerukunan Jemaat GMIT Sei’Eng dan Jemaah Masjid Ataqwa Wahing, serta merumuskan pokok-pokok teologis sebagai bahan refleksi dari konsep Tatonu yang menjadi dasar kerukunan masyarakat Islam - Kristen Desa Aimoli dan Implikasinya bagi pembangunan jemaat GMIT Sei’Eng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh nilai dan makna yang mandalam terhadap konsep tato’nu yang dihidupi oleh jemaat GMIT Sei’Eng dan Masjid Attaqwa Wahing. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerukunan ini terbentuk dari pembegian agama yang dilakukan oleh masyarakat desa Aimoli, sampai membentuk konsep tato’nu (satu perut/rahim), yang di dalamnya masyarakat memiliki hubungan darah antara satu dengan yang lain, namun mereka hidup dalam perbedaan agama. Keberagaman ini juga telah dihidupi oleh nabi-nabi terdahulu, seperti Ibrahim (Abraham), Musa, dan Yesus. Di temukan juga bahwa konsep tato’nu memiliki nilai-nilai Kristiani seperti kasih, keadilan dan kebebasan. Nilai-nilai ini merupakan misi yang diberikan Allah kepada Abraham, Musa dan juga Yesus dan sampai kepada Timung Bel yang dirangkum dalam konsep Tatu’nu. Konsep ini dipercaya sebagai misi Allah yang berkelanjutan dan merupakan kehendak dari Allah agar melalui nilai-nilai ini dapat diambil dan dimaknai sebagai sebuah misi yang harus dijalankan masyarakat Aimoli terkhsusunya Jemaat GMIT Sei’Eng dalam melakukan pelayanan, dengan menumbuhkan kasih, keadilan dan kebebasan untuk menciptakan kedamian serta keselamatan di tengah-tengah dunia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Merek Produk Indosat IM3”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor yang mempengaruhi Loyalitas Merek terhadap Produk Indosat IM3. Serta Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat merumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah kepuasan konsumen berpengaruh terhadap loyalitas merek penggunaan kartu Indosat IM3?, 2.Apakah harga berpengaruh terhadap loyalitas merek pengguna kartu Indosat IM3?, 3.Apakah promosi berpengaruh terhadap loyalitas merek pengguna kartu Indosat IM3?, 4.Apakah kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas merek pengguna kartu Indosat IM3? Konsep Pemikiran dalam penelitian ini sebagai adalah (1).Kepuasan konsumen adalah keseluruhan sikap yang ditunjukkan konsumen atas barang atau jasa setelah mereka memperoleh dan menggunakannya. (2). Harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu prodak atau jasa. (3). Promosi adalah usaha untuk memberikan informasi kepada orang-orang tentang produk dan mempersuasikan pembeli atau target pasar dan publik untuk mendorong permintaan. (4). Kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulanyang diharapkan dan pengendalian atas keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan. (5). Loyalitas merek adalah sikap positif terhadap merek, komitmen terhadap merek dan membeli di masa depan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam rencana penelitian ini adalah seluruh konsumen PT Meliana Perkasa Sejahtera Oebobo, serta Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut(Sugiyono, 2010: 62).Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode non probability sampling dimana jumlah populasinya tidak diketahui. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan menggunakan kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan adalah konsumen PT Meliana Perkasa Sejahtera Oebobo pengguna kartu IM3 yang ditemui penulis. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah 96 orang. Dalam pengorganisasian penelitian, Pada tahap pengumpulan data peneliti perlu memilih teknik pengumpulan data yang disesuaikan dengan bentuk data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Untuk itu teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Pada tahap pendahuluan ini, penulis akan mendeskripsikan konsep-konsep penelitian sesuai dengan indikator empirikdan Pada tahap Analisis lanjutan, Pendeskripsian semua variabel penelitian diukur dengan alat analisis regresi berganda yaitu teknik analisis data untuk mengkaji hubungan pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Berdasarkan hasil pengujian, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Dari hasil pengujian kepuasan konsumen mempunyai pengaruh terhadap loyalitas merek, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,180 dengan tingkat signifikansi 0.040. 2. Dari hasil pengujian harga mempunyai pengaruh terhadap loyalitas merek, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,113 dengan tingkat signifikansi 0,037. 3. Dari hasil pengujian promosi mempunyai pengaruh terhadap loyalitas merek, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,162 dengan tingkat signifikansi 0,010. 4. Dari hasil pengujian kualitas layanan mempunyai pengaruh terhadap loyalitas merek, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,186 dengan tingkat signifikansi 0,028. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan Sebagai berikut: 1. Bagi Pihak perusahaan perlu melakukan strategi untuk tetap mempertahankan loyalitas merek agar tetap dapat bersaing dengan produk lainnya. 2. Perusahaan hendaknya semakin meningkatkan faktor-faktor yang membentuk loyalitas merek seperti kepuasan, kebiasaan konsumen, komitmen, kesukaan terhadap merek atas produk dan menjalin kedekatan dengan pelangggan dengan costomer care yang dapat menampung semua keluhan, kebutuhan maupun keinginan konsumen 3. Bagi peneliti selanjutnya dapat memperluas model penelitian ini. Hal ini dilakukan dengan menambahkan variabel independen lainnya yang dapat mempengaruhi variabel independen loyalitas merek agar lebih melengkapi penelitian ini karena masih ada variabel-variabel independen lain di luar penelitian ini yang mungkin bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Misalnya dengan menambahkan variabel citra perusahaan, produk, atau variabel rintangan untuk berpindah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI HUBUNGAN HARGA DAN KUALITAS PRODUK DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SUSU DANCOW PADA KONSUMEN HYPERSTRE SWALAYAN TDM KOTA KUPANG Analisis Hubungan harga dan kualitas produk Dengan keputusan pembelian susu Dancow pada Hyperstore Swalayan TDM Kota Kupang Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Dr. Damaris Y. Koli,SE.,M.P dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang fleksibel dimana setiap saat dapat berubah menurut waktu dan tempatnya. Harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang (Alma , 2004:169). Kotler dan Armstrong (2008: 347) menyatakan bahwa “Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya yang meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan, operasi dan perbaikan serta atribut lainnya”. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-fungsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian susu Dancow pada Hyperstore swalayan TDM Kota Kupang Latar belakang dari penelitian ini adalah susu Dancow adalah produk yang masih bertahan ditengah bermunculannya produk baru yang menawarkan manfaat yang sama. Swalayan yang menjadi tempat dilakuknya penelitian adalah Hyperstore Swalayan TDM Kota Kupang, Fokus dalam penelitian ini adalah susus Dancow karena dari data penjualan susu Dancow ini mengalami fluktuasi atau naik turunnya penjualan secara tidak tetap, Sehingga persoalan dalam penelitian ini adalah apakah harga berhubungan dagan keputusan pembelian dan apakah kualitas produk berhubungan dengan keputusan pembelian susu Dancow pada Hyperstore Swalayan TDM Kota Kupang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi data hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga dan kualitas produk berhubungan signifikan dengan keputusan pembelian dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,755 untuk variabel harga dan R hitung sebersar 0,827 untuk variabel kualitas produk yang menunjukan bahwa variabel harga meemiliki hubungan yang kuat berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel kualitas produk memiliki derajat hubungan sempurna, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Harga dan Kualitas produk juga terbukti berhubungan dengan keputusan pemnbelian melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 11,3877535 > 1,661, begitu juga dengan variabel kualitas produk juga terbukti berhubungan dengan keputusan pembelian karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 14,5482568481 > 1,661. Maka dari itu hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan volume penjualan produk maka perusahaan harus memperhatikan Harga dan Kualitas produk khususnya dalam hal keandalan, daya tahan, dan daya tarik produk karena berdasarkan hasil penelitian kualitas produk sangat menentukan keputusan konsumen dalam melakukaan pembelian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) TERHADAP GOOD GOVERNANCE DI KABUPATEN KUPANG. (Studi Kasus Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Kupang) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja aparatur pemerintah daerah terhadap good governance dan pengaruh system pengendalian intern pemerintah pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Penelitian ini dilatar belakangi hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) memeberikan opini Wajar Dengan Pengecualian pada tahun 2019 yang harus segera diselesaikan pemerintah Kabupaten Kupang selama kurun waktu 60 hari kedepan. Ada dua akun yang menjadi masalah yaitu yang pertama adalah investasi permanen, dimana investasi permanen pada perusahan daerah yaitu perusahaan daerah kelautan, kantong semen dan agrobisnis belum didukung dengan laporan keungan.Yang kedua adalah asset tetap belum dapat ditelusuri keberadaannya, kegiatan perencanaan, pengawasan, pemeliharaan dan peningkatan asset belum didistrubusikan sebagai penambah asset induk namun dicatat sebagai asset baru. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kinerja aparatur pemerintah daerah, system pengendalian intern pemerintah dan good governance. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 44 populasi kemudian diambil sampel dengan menggunkan sampel majemuk sebanyak 44 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah karyawan pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 23,680 + 0,503 X1 + 0,624 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) terhadap good governance (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) ditemukan t hitung = 3,032 lebih besar t tabel = 1,680 dan tingkat Sig. = 0,004. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap good governance (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).Diketahui bahwa untuk variabel system pengendalian intern pemerintah (X2) ditemukan t hitung = 3,272 lebih besar t tabel = 1,680 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel system pengendalian intern pemerintah (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap good governance (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 49,182 lebih besar dari f tabel 3,21 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) dan system pengendalian intern pemerintah (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap good governance (Y) pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,708 menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 70,6% variabel good governance (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) dan system pengendalian intern pemerintah (X2). Sedangkan selisihnya 29,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa kinerja aparatur pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap good governance pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa system pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif terhadap good governance pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Kata kunci : Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah, System Pengendalian Intern Pemerintah dan Good Governance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI” PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KUPANG
Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, Oleh sebab itu, perlu adanya Manajemen terhadap SDM secara memadai sehingga terciptakan SDM yang berkualitas. Sumber daya manusia yang handal merupakan hal yang dibutuhkan di era globalisasi. Setiap organisasi selalu mengharapkan sumber daya yang mampu berkerja secara efektif dan efisien. Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan instansi. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja memiliki arti suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing.
Kualitas dari pemimpin sering kali dianggap sebagai faktor terpenting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi. Kepemimpinan, tidak dipungkiri, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam keberhasilan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, diyakini bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kepemimpinan. Kinerja yang baik ditentukan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia yang berpengaruh pada kesuksesan suatu perusahaan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. merupakan merupakan unsur pelaksana tugas tertentu Pemerintah Daerah dibidang Kepegawaian dan Diklat Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya.
Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. pada kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dan Pengaru Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai. Pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada tahap analisis lanjutan dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan hasil dapat dikatakan bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag , dari hipotesis yang telah dirumuskan, maka terbukti bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag.
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dengan demikian terbukti dengan hipotesis yang telah dirumuskan bahwa variabel gaya Kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang.
Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang Diharapkan kepada seluruh pegawai untuk lebih ikut melibatkan diri/ berpartisipasi dalam segala pekerjaan, agar keterlibatan kerja tersebut memudahkan dalam penyelesaian pekerjaan/tugas yang diberikan, sehingga kinerjanya dapat dicapai dengan baik.
Sedangkan kepada pihak pimpinan, agar dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat dan sangatlah penting guna meningkatkan kinerja pegawai. Karena ketika pemimpin dapat menciptakan suasana bersahabat dengan pegawai, akan dapat menjadikan suasana kerja yang harmonis dan menyenangkan.
Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Disiplin Kerja, dan Beban Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disiplin merupakan sarana yang dipakai untuk menjaga dan memelihara kekudusan hidup sebagai murid-murid Yesus Kristus. GMIT mengenal tiga disiplin salah satu diantaranya disiplin jabatan yang secara khusus dipakai untuk menjadi tolok ukur dalam kehidupan dan pelayanan pejabat-pejabat gereja baik majelis jemaat maupun pendeta. Jabatan pendeta sendiri terdiri dari jabatan pelayanan dan jabatan organisasi yang diatur dalam peraturan kekaryawanan GMIT. Jabatan pendeta yang dikenakan oleh seseorang mengandung tugas, wewenang dan larangan sesuai dengan panggilan pelayanan terkhsusnya termuat dalam kode etik pendeta GMIT. Panggilan pelayanan yang dilakukan oleh pendeta sebagai jabatan professional diharapkan dapat dilakukan secara baik dan bertanggung jawab untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi kehidupan jemaat. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam tugas dan panggilan pelayanan yang dilakukan oleh seorang pendeta tidak terlepas dari kesalahan dan kelalaian yang melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh GMIT. Perbuatan yang dilakukan oleh Pdt. E.A.R yaitu hamil di luar nikah merupakan pelanggaran berat sehingga diberhentikan sementara dari pelayanannya sebagai bentuk penerapan disiplin jabatan pendeta. Penerapan disiplin jabatan pendeta ini menjadi kontraversi dalam kehidupan jemaat GMIT Syalom Makwar. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis memberikan gambaran umum Jemaat GMIT Syalom Makwar, kemudian memberikan gambaran pemahaman-pemahaman jemaat dan majelis jemaat mengenai penerapan disiplin jabatan pendeta tersebut dan penulis membangun refleksi teologis untuk memberikan pemahaman eklesiologis mengenai disiplin jabatan pendeta. Dalam upaya untuk menjawab permasalahan di atas, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian pustaka dan penelitian lapangan. Penelitian pustaka yang digunakan adalah dengan menggunakan sejumlah literatur untuk menunjang penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan tempat penelitian di jemaat setempat yaitu Jemaat Syalom Makwar dengan memilih beberapa Majelis Jemaat dan Jemaat untuk mewakili dalam memberikan imformasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengetahui bahwa jemaat dan majelis jemaat memiliki pemahaman-pemahaman yang berbeda-beda mengenai pemberhentian pendeta dari pelayanannya. Sebagian memahami penerapan disiplin jabatan pendeta tersebut sebagai cara yang baik untuk menegur kesalahan yang telah dilakukan oleh pendeta tersebut dan ada juga yang memahaminya sebagai bentuk hukuman. Sebagiannya lagi memahami penerapan disiplin jabatan pendeta tersebut sebagai bentuk ketidaksukaan dan permainan politik untuk mengeluarkan pendeta tersebut dari Klasis Malaka. Perbedaan pehamahaman ini menimbulkan perpecahan dalam kehidupan jemaat. Oleh karena itu dalam karya ilmiah ini, penulis memberikan sebuah pemahaman teologis bahwa penerapan disiplin jabatan pendeta atau pemberhetian sementara pendeta dari pelayanannya sebagai upaya untuk diberikan teguran dan nasihat melalui tindakan pastoral sehingga pendeta tersebut dapat mengalami pertobatan dan memperbaiki diri melalui karya Roh Kudus. Tujuannya ialah agar pendeta tersebut dapat merenungkan kesalahan, menyadari kesalahan dan memulihkan diri untuk kembali ke relasi yang benar dengan Allah dalam karya pelayanannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Ada berbagai bentuk penderitaan yang terus dialami oleh manusia, salah satunya kemiskinan. Kemiskinan menjadi pergumulan besar bagi masyarakat yang ada di NTT dan tentu saja gereja yang bertumbuh dalam konteks kemisikinan. Kemiskinan dapat menimbulkan kesenjangan sosial, keterbelakangan, masalah sosial, masalah ekonomi, masalah ekologi, dan berbagai masalah lainnya. Gereja yang bertumbuh dengan masalah kemiskinan, harus terus berupaya untuk menolong jemaat keluar dari kemiskinan sebagai salah satu bentuk penderitaan, untuk itu pula gereja perlu untuk mendapatkan berbagai sumbangan pemikiran untuk terus menerus memperbaharui dan menggerakan misi menuju suatu keadaan yang lebih baik.
Skripsi ini bertujuan untuk memberikan sumbangan teologi Kazoh Kitamori tentang Allah yang menderita bagi perkembangan misi GMIT yang sampai pada saat ini masih bergumul dengan kemiskinan. Teologi Allah yang menderita memberikan pemahaman tentang Allah yang mengambil bagian dalam penderitaan manusia. Allah yang penuh cinta kasih bergumul dengan diri-Nya yang penuh dengan murka atas dosa manusia, sehingga Ia memutuskan untuk menggantikan manusia dalam penderitaan kekal. Allah mengambil alih penderitaan manusia, Ia memeluk ciptaan yang tidak layak untuk dipeluk, Ia mengasihi ciptaan yang tidak layak mendapatkan kasih-Nya. Untuk itu pula Ia mengganti penderitaan manusia melalui penderitaan yang Ia alami.
Karena cinta kasih Allah yang besar ini juga, maka misi GMIT terpanggil untuk mengambil bagian dari penderitaan jemaat sebagai bentuk kesaksian akan kehadiran Allah dalam penderitaan. GMIT tak dapat menyangkali bahwa gereja bertumbuh dalam konteks kemiskinan, akan tetapi melalui kemiskinan, GMIT berusaha untuk menumbuhkan diri, menjadi mitra Allah dan mengambil bagian dalam penderitaan, GMIT berdamai dengan keadaan dan dalam keterbatasan, GMIT menjadi saksi kehadiran Allah dalam konteks kemiskinan di NTT. Misi GMIT menolong jemaat untuk hadir dalam penderitaan, ikut dalam proses penyembuhan dan juga menolong jemaat untuk bersaksi dalam penderitaan dan keterbatasan sekalipun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Stefanus Kause.Nim. 16323212dengan judul: “Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Atlet, Pencak Silat Kebugaran jasmani merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh manusia, karena dengan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik maka manusia akan lebih mudah dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya. Tujuan dari kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan.Dalam pencak silat, setiap atlet selalu dituntut untuk selalu bisa bergerak dengan memperhatikan kebugaran dirinya.Sehingga atlet pencak silat memilki kebugaran jasmani yang baik agar pergerakan yangdilakukan efektif dan efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif, dengan teknik pengumpulan dan analisis data menggunakan norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk anak usia 16-19 tahun. Hasil penelitian tentang Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai berikut: Hasil rekapitulasi dari keseluruhan item tes berada pada kriteria Baik, dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 21,6 dan hasil tes tingkat kebugaran jasmani para atlet putri dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 22,9 dan berada pada kriteria Baik Sekali. (a). Lari 60 meter diperoleh dari item tes ini adalah dibawah 7,3 detik untuk atlet putra dan 7,6 detik untuk atlet putri dengan klasifikasi Baik Sekali, (b).Gantung diperoleh hasil dari tes kebugaran jasmani pada item gantung angkat tubuh untuk atlet putra adalah 10,8 dengan kriteria Sedang dan gantung siku tekuk memperoleh hasil 19,5 dengan diklasifikasi Sedang untuk atlet putri, (c). Baring duduk diperoleh hasil 40,4 dengan klasifikasi Baik oleh 10 orang atlet putra dan 34,6 dengan klasifikasi Baik Sekali untuk atlet putri, (d). Loncat tegak memperoleh hasil 65,2 dengan klasifikasi Sedang untuk atlet putra dan 54,1 dengan klasifikasi Sangat Baik untuk atlet putri, (e). Lari 1.200 meter diperoleh dari keseluruhan sampel yang mengikuti item tes TKJI yang dilaksakan oleh atlet putra dan putri berada di bawah 3,14 menit dengan klasifikasi baik sekali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MODEL PEMBELAJARAN HELLISON DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES SISWA SMA NEGERI 1 KOTA KUPANG
Anugrah V. P. Ndaumanu1*, Agustinus J. Nafie2, Jimmy Ch.Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Model pembelajaranHellisonadalah model rekontruksisosial yang cocokdigunakanuntukpermasalahanmengenaisikaptanggungjawab, sebagaimana model pembelajaraniniditerapkandisekolahuntukmembinasiswa agar mengertimengenaisikaptanggungjawabsaatmengikutipembelajarandanberlatih rasa tanggungjawabpribadi (self-responsibility) yang dikemasdalampendidikanjasmani.
Tujuan penelitian: Untukmengetahuimodel pembelajaranHellisondalammeningkatkanhasilbelajarPenjasorkespadaSiswa SMA Negeri 1 Kupang.
Metode penelitian: PenelitianinidilakukandenganmenggunakanmetodePenelitianTindakanKelas (PTK) atau Class Action Research (CAR) yang dilaksanakandalambentuksiklusberulangdengandidalamnyaterdapatempattahapanutamakegiatanyaituperencanaan, pelaksanaan, observasidanrefleksi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkanhasilpengamatanpadasiklus I, masih terdapat beberapa kekurangan yang menyebabkan hasil tes pada siklus 1 belum mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan yakni jumlah siswa dalam kelas belum dapat mnyerap materi sebesar 75% dari jumlah keseluruhan dari nilai rata-rata kelas belum mencapai standar ketuntasan minimum sebasar 75 sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya,diketahuibahwadari 36 siswa yang mengikutitespadasiklus II terdapat 32siswa yang dinyatakantuntasdan 4siswa yang dinyatakantidaktuntas. Dengandemikian, ketuntasankelas yang diperolehdarihasilanalisispadasikus II inisebesar88,88%.
Simpulan: Berdasarkanhasildaripenelitian yang telahdilaksanakanmakadapatdisimpulkanbahwa:Model pembelajarankooperatif tipe Hellisondapatmeningkatkanhasilbelajarsiswakelas X IPS 5 Kota Kupang padapokok bahasan Bola Volli.
Katakunci: Pembelajaran hellison, hasilbelajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
YUSMINA FATIN (17382420) Strategi Pengembangan Potensi Objek Ekowisata Mangrove Litianak Di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao: ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satupenunjang perekonomian nasional, dari ekowisata juga dapat dimanfaatkan olehpemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Sarana dan prasaran juga merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang suatu kegiatan wisata, agar setiap pengunjung mendapatkan kemudahan rasa nyaman dan merasa puas dalam berwisata. Mangrove Litianak merupakan salah satu ekowisata Hutan Mangrove yang berada di Desa Holulai dan banyak dikunjungi oleh wisatawan,laut yang jernih serta hamparan pasir putih, Lopo-lopo, Jembatan/trackyang indah menjadi potensi menarik bagi pengunjung.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di DesaHolulai.Metodeyangdigunakanyaknimetodesurvey.TeknikpengambilansampeldengancarapurposivesamplingmenggunakanrumusSlovin.Analisisdata terhadap potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptifdandiolahmenggunakanPedomanAnalisisDaerahOperasiObjekdanDayaTarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 dan menganalisisstrategipengembanganmenggunakan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Mangrove Litianak dengan tingkat penentuan alternatif strategi pengembangan ekowisata mangrove Litianak Desa Holulai sebesar 3,84. Dari hasil analisisSWOT, terdapat 3 prioritas utama yang diambil berdasarkan peringkat yaitu meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang yaitu dengancara memberikan lebih banyak bantuan berupa bahan-bahan infrastruktur wisata yang ramah lingkungan untuk memperbaiki dan menjaga ekowisata yang lebih baik
KataKunci:Strategi, Pengembangan, Ekowisata, Mangrove, SWOT, Litianak
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
REMINCE SIKI (16382416) Kajian Nilai Ekonomi Terumbu Karang Di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Ir. Izaak S. Angwarmasse, M.Si dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati. Ekosistem ini memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan di dalamnya juga bagi kebutuhan manusia. Terumbu karang memiliki fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Fungsi ekologi terumbu karang diantaranya sebagai nutrien bagi biota laut, pelindung fisik (dari gelombang), tempat pemijahan, tempat bermain dan sebagai tempat habitat dari ikan karang, udang karang, algae, teripang dan kerang mutiara.
Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan Februari-Maret 2021, bertempat di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan (observasi) dan dengan mewawancarai nelayan sebagai responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai ekonomi total manfaat langsung ekosistem terumbu karang di Desa Merbaun, yang di hitung dari nilai manfaat langsung penangkapan ikan Rp 201.000.000/tahun, penangkapan udang Rp 13.440.000/tahun, manfaat tidak langsung perlindungan pantai Rp 2.130.555.367.32, dengan total Rp 590.841.671.096/tahun.
Kata kunci: Kecamatan Amarasi Barat, Kajian Nilai Ekonomi, Terumbu karang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Maria Puspita P. Andelo (16382272) Pemahamanmasyarakattentangkawasankonservasilautsawu di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKahaKabupaten Sumba Barat Daya.Ir. IzaakAngwarmasse, M.Sisebagaipembimbing I danRockie R.L Supit, S.P.i, M.Sisebagaipembimbing II. Program StudiManajemenSumberdayaPerairan, FakultasPerikanandanIlmuKelautan, Universitas Kristen ArthaWacana-Kupang.
PerairanLautSawuterletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasanlangsungdenganwilayahpesisirbarat Timor Leste. Taman NasionalPerairanmerupakankawasankonservasi yang mempunyaiekosistemasli, yang dimanfaakanuntuktujuanpenelitian, dankegiatanperikananberkelanjutan.Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengkajipemahamanmasyarakattentangkawasankonservasilautsawu di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKaha.
Penelitiantelahdilaksanakan di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKahaKabupaten Sumba Barat Daya.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah random sampling.Penentuananggotasampelpenelitimengambilwakil-wakiltiapkelompok yang adadalampopulasi yang jumlahnyadisesuaikandenganjumlahanggotasubyek yang adadalammasing-masingkelompok, dananalisis data menggunakan Pivot Table.
Hasilpenelitianmenunjukantingkatpengetahuanmasyarakat yang berada di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKaha di wilayahkonservasicukupmemahamipentingnyakawasankonservasiperairan.DesaTanjungKaroso 22 orang (51%) menyatakanpahamtentangkawasankonservasi 10 orang (23% )tidakpahamtentangtentangkawasankonservasi, 11 orang (26%) tidaktahutentangkawasankonservasi, danDesaKalembuKaha 21 orang (49%) menyatakanpahamtentangkawasankonservasi, 8 orang (19%) tidakpahamtentangkawasankonservasi 14 orang 32% tidaktahutentangkawasankonservasi.
Kata Kunci: Pemahaman, PerairanLautSawu, KawasanKonservasi, DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKaha
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Maria Yunita Paulina Nanda (16381195).KajianPemahamanMasyarakat di Desa Terong Kecamatan Satar MeseBarat Kabupaten ManggaraiTerhadapKawasanKonservasiTNPLautSawu.Ir. Izaak S. Angwarmasse,M.SisebagaiPembimbing IdanRockie R.L.Supit,S.Pi.,M.SisebagaiPembimbigII. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Perairan Laut Sawu terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan Langsung dengan wilayah pesisir barat Timor Leste. Perairan Laut Sawu terletak di wilayah lintasan Arus lintas Indonesia (Arlindo),yang merupakan pertemuan dua massa arus dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. PenelitianinibertujuanuntukMengkajitingkatpemahamanmasyarakatdaneksistensikawasankonservasiTNPLautSawu diDesaTerongKecamatanSatarMeseBaratKabupatenManggarai. Penelitiantelahdilaksanakan di DesaTerongKabupatenManggarai.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah purposive random sampling penentuananggotasampelpenelitimengambilwakil-wakildaritiap-tiapkelompok yang adadalampopulasi yang jumlahdisesuaikandenganjumlahanggotasubyek yang adadalammasing-masingkelompoktersebutdananalisis data menggunakan Pivot Table. Hasilpenelitiandibuatdalambentuk diagram persentasesesuaidengankelayakan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tinggkat pemahaman responden diDesa Terong 10 (24%) responden menyatakan tidak yakin mengetahuitentang Kawasan Konservasi, 3 (7%) responden menyatakan tidak tahu, dan 28 (68%) responden menyatakan pernah dan paham tentang Kawasan Konservasi Perairan. Pengelolaan KKP secara efektif dapat melindungi kegiatan di bidang pariwisata dan perikanan berkelanjutan. Kata Kunci: Pemahaman, LautSawu, KawasanKonservasi, TNP, DesaTerong. ABSTRACT MARIA YUNITA PAULINA NANDA (16381195). Study of Community Understanding in Terong Village, West Satar Mese District, Manggarai Regency on the Savu Sea TNP Conservation Area. Ir.IzaakAngwarmasse,M.Sias advisor I Rockie R.L.Supit, S.Pi., M.Sias advisor II of theAquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University-Kupang. . The Savu Sea waters are located in the Province of East Nusa Tenggara (NTT) which is directly adjacent to the west coast of Timor Leste. The waters of the Savu Sea are located in the Indonesian passage (Arlindo) trajectory, which is the confluence of two currents from the Pacific Ocean and the Indian Ocean. This study aims to examine the level of public understanding and the existence of the Savu Sea TNP conservation area in Terong Village, Satar Mese Barat District, Manggarai Regency. Data collection techniques using observation and interviews with the method used in this study is purposive random sampling. The research was carried out in TerongVilage, Manggarai Regency. The method used in this study was purposive random sampling. The determination of the sample members. The researcher took representatives from each group in the population, the number of which was adjusted to the number of subject members in each group. and data analysis using Pivot Table. The results of this study indicate that the level of understading of the respondentsin Terong Village 10 (24%) of respondents said they were not sure they knew about the Conservation Area, 3 (7%) respondents said they did notknow, and 28 (68%) respondents said they had and understood about the Marine Protected Area. Effective MPA management can protect biodiversity which will immediately support activities in the field of torusim and sustainabelfisheris. Keywords: Understanding, Sawu Sea, Conservation Area,TNP, Terongvilage
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pembelajaran Penjasorkes disekolah merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penilitian ini adalah untuk menegetahui bagaimana pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Satu Atap Fotilo.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif
Hasil dan pembahasan: Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru Penjasorkes, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusiondrawing/verification Hasil dan pembahasan guru Penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Satu Atap Fotilo berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Penjasorkes dengan memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa mengenai terutama dalam matapelajaran Penjasorkes.
Simpulan: Pembelajaran Penjasorkes dilakukan guru dan siswa di sekolah. Oleh karena itu guru harus menyiapkan banyak materi sehingga semua proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN TEMPAT REKREASI PANTAI LANGLEKI SEBAGAI OBYEK WISATA
Apritunce plaikol1*, Ramona M. Mae2, Fredik E. Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Dalam penelitian ini adalah hingga saat ini belum adanya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan tempat rekreasi pantai Langleki sebagai obyek wisata
Tujuan penelitian:Dapat mengembangkan Pantai Langleki sebagai salah satu obyek wisata yang dapat dikenal di Kabupaten Alor sehingga dapat meningkatkan perekonomian pada masyarakat desa Probur Utara tersebut, sehingga kedepannya dapat memberikan perubahan melalui obyek wisata yang berada di desatersebut
Metode penelitian:Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama 1 (satu) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat sangat berperan untuk berdirinya tempat wisata ini. Berawal dari pengusulan kebijakan dan pengharapan-pengharapan dari masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonominya adalah nafas lega bagi sebagian masyarakat yang bisa turut bekerja didalamnya. Partisipasi masyarakat dalam bidang sarana dan prasarana adalah hal yang sangat berpengaruh besar dalam mengembangkan obyek wisata Pantai Langleki.
Simpulan: Mengembangkan tempat rekreasi pantai Langleki sebagai obyek wisata sehingga kedepannya dapat memberikan perubahan pada Desa Probur Utara
Katakunci: Partisipasi Masyarakat dalamMengembangkanTempatRekreasi Pantai LanglekisebagaiObyekWisata di DesaProbur Utara, KecamatanAlor Barat DayaKabupatenAlor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pembelajaran online merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online melalui media online, media online adalam alat komunikasi yang digunakan oleh guru maupun siswa dalam melakukan pembelajaran online.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dimasa Pandemi Covid-19.
Metode penelitian: Motode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif
Hasil dan Pembahasan: Hasil yang di temui di SMKS Advent Nusra Noelbaki adalah selama Pandemi Covid-19, SMKS Advent Nusra Noelbaki melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dengan menggunakan media online WhatsApp sebagai alat komunikasi atara guru dan siswa.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Pembelajaran online yang telah dilakukan oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, Advent Nusra Noelbaki, menggunakan media online WhatsApp dan setelah dianalisis pembelajaran online yang di lakukan mengalami beberapa kendala yang paling utama adalah, jaringan, siswa kurang memahami cara menggunakan media online lainnya, dan sebagia siswa tidak memiliki handphone sehingga nilai dari hasil belajar siswa tidak maksimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Penyebab dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang”. Masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana perdagangan orang? dan 2) Bagaimanakah akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku, korban dan Negara? Tujuan penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan 2) Untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku, korban dan Negara. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; 1) Nomor 32/Pid.Sus/2020/PN Rtg, 2) Nomor 94/Pid.Sus/2016/PN Slw, 3) No: 83 /Pid.Sus/2011/PN.SMI, 4) Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN Idm dan 5) Nomor 140 / Pid. Sus / 2017 / PN. Idm. Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah akibat hukum terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang adalah, faktor ekonomi yaitu terdakwa diberikan bayaran dari setiap pekerja yang direkrut dan faktor kebutuhan akan para perkerja. 2) Akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang adalah; a. Bagi pelaku mendapat kurungan penjara dan denda; 1) Korban mengalami kerugian materil, 2) Korban Mengalami Gangguan Psikologis, 3) Korban Mengalami Cacat Fisik dan 4) Korban Mendapatkan Penambahan Restitusi. b Bagi negara yaitu Negara mengalami kerugian terhadap pendapatan karena keberangkatan para pekerja tidak diproses melalui pasar tenaga kerja sehingga menimbulkan lambatnya perekonomian negara. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah; ditujukan kepada seluruh orang tua, agar lebih waspada dan hati-hati dalam menjaga anak agar tidak menjadi korban perdagangan orang. Diharapkan para orang tua agar tidak menitipkan anak kepada orang-orang yang tidak dikenal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA SISWA KELAS X IPS SMAS NURUL FALAH TIMOR TENGAH UTARA
Petrus Dorisius Opat1*,Ramona Mathias Mae2, David Loba3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
[email protected]
Latar belakang:Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, perilaku hidup sehat, aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
Tujuan penelitian:Tujuannya untuk mengetahui pembelajaran penjasorkes di masa pandemi pada siswa kelas X IPS di SMAS Nurul Falah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Metode penelitian:Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan:Pembelajaran penjasorkes yang seharusnya di lakukan praktek lapangan dikarenakan pandemi sehingga proses pembelajaran berlangsung dikelas. Pembelajaran penjasorkes pada saat ini dilaksanakan menggunakan metode Belajar Dari Rumah (BDR). Jadi proses pembelajaran penjasorkes di Sekolah SMAS Nurul Falah Kabupaten Timor Tengah Utara pada siswa kelas X IPS dilakukan di dengan menggunakan metode belajar dari rumah, serta kerja sama yang baik antara guru, siswa dan orang tua sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien.
Simpulan:Kesimpulanya adalah pembelajaran penjasorkes yang dilakukan selama masa Pandemi dilakukan di kelas dan secara online dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.
Katakunci: Proses pembelajaran; Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
ABSTRACT
THE LEARNING PROCESS OF PHYSICAL EDUCATION INSTRUCTIONS DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN CLASS X IPS STUDENTS, SMAS NURUL FALAH, NORTH CENTRAL TIMOR
Petrus Dorisius Opat1*,Ramona Mathias Mae2, David Loba3
1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian Universiti, Kupang, Indonesia
[email protected]
Background: Sport and health physical education is a learning process through a physical activity designed to improve physical fitness, develop motor skills, knowledge, healthy living behavior, be active, sportsmanship, and emotional intelligence.
The purpose of the study: This study aims to find out the physical education learning during the pandemic in class X IPS students at SMAS Nurul Falah, North Central Timor Regency.
Research method: The method used was qualitative research. The type of research used was the descriptive method-data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used a qualitative descriptive method.
Results and discussion: Physical education learning should be carried out in field practice due to the pandemic to take place in the classroom. Currently, physical education learning uses the Learning From Home (LFH) method. So the physical education learning process at SMAS Nurul Falah, North Central Timor Regency for students in class X IPS is carried out using the learning method from home and good cooperation between teachers, students, and parents that the learning process takes place effectively and efficiently.
Conclusion: The conclusion is that physical education learning was carried out during the Pandemic period in class and online using lecture and question and answer methods.
Keywords: Learning process; Sports physical Education, and health.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis ini adalah “Deskripsi tentang penyebab, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : apa yang menjadi penyebab, bagaimanakah modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penyebab, modus dan akibat hukum terhadap kasus tindak pidana penipuan melalui arisan online. Manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak terkait dengan masalah yang diteliti. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif.
Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab, modus dan akibat hukum tindak pidana penipuan melalui arisan online. Vareabel terikat terdiri dari putusan pengadilan.
Hasil penelitian menunjukan faktor penyebab dalam tindak pidana penipuan melelui arisan online yaitu faktor ekonomi dan untuk membayar arisan online yang ditunggak oleh peserta arisan yang sudah mendapatkan undian arisan terdahulu, namun tidak membayar angsuran arisan. Modus penipuan melalui arisan online yaitu membuat penawaran arisan online melalui media sosial dan menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat kepada calon korban, serta akibat hukumnya adalah kepada pelaku yaitu pelaku ditahan dan pidana kurungan penjara, pelaku dibebankan untuk membayar biaya perkara serta pelaku mendapatkan keuntungan danakibat hukum kepada korban adalah korban mengalami kerugian.