ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN KETERAMPILAN TENDANGAN SABIT PADA ATLET REMAJA PERISAI DIRI DI UNIT WALIKOTA KUPANG
Adrianus Steven Seran1*, Agustinus Jacob Nafie2, David Loba3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Keterampilan tendangan merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang atlet dalam pertandingan silat, salah satunya yaitu keterampilan tendangan sabit. Keterampilan tendangan sabit sangat penting dimiliki oleh seorang atlet karena atlet yang terampil dalam melakukan tendangan akan membuat prestasi yang memuaskan dalam pertandingannya.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan tendangan sabit atlet remaja Perisai Diri di Unit Walikota Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan di tempat latihan Perisai Diri Unit Walikota Kupang. Subjek data dalam penelitian ini ialah pelatih dan atlet remaja dengan keseluruhan berjumlah 4 orang informan. Penelitian ini dilakukan pada saat kegiatan latihan berlangsung dengan waktu penelitian yang dibutuhkan sebanyak 1 bulan 12 hari. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan model Miles and Huberman: tahap reduksi, display, dan verifikasi data.
Hasil dan pembahasan: Indikator keterampilan tendangan sabit yaitu kemampuan merencanakan dan kemampuan melakukan tendangan mulai dari rangkaian gerak awalan, gerakan inti hingga akhiran. Hasil penelitian berupa hasil analisis gerak keterampilam tendangan sabit atlet remaja Perisai Diri di Unit Walikota Kupang tergambar pada setiap gerakan sampel yang terdapat pada lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan tendangan sabit atlet remaja yang telah diteliti dan ditinjau oleh peneliti berdasarkan teori dan hasil observasi di lapangan telah efektif, baik dan benar sesuai teknik dasar yang ada.
Simpulan: Berdasarkan pembahasan hasil tinjauan mengenai keterampilan tendangan sabit pada atlet remaja Perisai Diri di Unit Walikota Kupang dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan teknik tendangan sabit ada beberapa faktor penentu keberhasilan atlet yakni intensitas latihan dan keseimbangan. Rangkaian gerak dasar teknik tendangan sabit meliputi awalan, gerakan inti dan akhiran. Kematangan dari tiga rangkaian gerakan ini juga berpengaruh pada keberhasilan setiap serangan yang diarahkan ke lawan dalam pertandingan.
Katakunci: Keterampilan; Tendangan Sabit; Atlet Remaja Perisai Diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERAN PELATIHDALAM MENDUKUNG PRESTASI ATLET SHORINJI KEMPO PADA DOJO SKB ROTE NDAO Alventus Sugianto Ndun1*, Ramona M. Mae2 ,Christin P. M. Rajagukguk 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, peran pelatih sangat berpengaruh dalam prestasi atlet shorinji kempo. Pelatih dituntut untuk memberikan materi latihan yang tepat untuk membawa atlet meraih juara, diperoleh dengan usaha yang keras, dan perlu persiapan secara matang baik itu pada aspek kondisi fisik, teknik, taktik maupun kematangan mental dalam bertanding dan tidak luput dari dukungan pelatih. Namun terlihat bahwa pelatih shorinji kempo dojo SKB masih belum mengacu pada teori-teori tentang kepelatihan, selain itu juga belum menjalankan proses latihan berdasarkan program perencanaan latihan sebagai pedoman dalam latihan. Tujuan penelitian: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Pelatih Dalam Mendukung Prestasi Atlet Shorinji Kempo Pada Dojo SKB Rote Ndao. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. sampel pada penelitian ini yaitu pelatih yang mempunyai atlet-atlet dari tingkat SD, SMP, SMA, Kuliah maupun yang sudah bekerja. Hasil dan pembahasan: Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang pelatih Shorinji Kempo Pada Dojo SKB Rote Ndao untuk membantu, membimbing, membina dan mengarahkan atlet menjadi atlet yang berprestasi. Akan tetapi peralatan dan fasilitas pada dojo masih kurang sehingga dalam proses latihan kurang efektif. Kurang lengkapnya peralatan pada dojo tidak membuat atlet patah semangat dalam berlatih, mereka tetap berjuang demi mencapai prestasi. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelatih memiliki peran yang sangat besar dalam membantu, membimbing, membina dan mengarahkan atlet untuk menjadi atlet yang berprestasi dalam setiap pertandingan. Katakunci:Peran Pelatih, Prestasi Atlet
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang hingga saat ini belum diketahui pelaksanaan Tinjauan pola pembinaa prestasi atlet pada club sepak bola angkasa Dirgantara Kota Kupang, dapat berlangsung secara efektif.
Tujuan: untuk mengetahui proses peklaksanaan kegitan pola pembinaan prestasi pada atlet tersebut.
Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama ± 2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan: ini mengungkapkan bahwa: kegiatan pola pembinaan prestasi atlet pada club sepak bola Angkasa Dirgantara Kota Kupang dilaksanakan berdasarkan program latihan dengan tujuan dapat mengembangkan bakat dan kemapuan pada atlet untuk dapat mencapai suatu keberhasilan atau prestasi melalui bakat yang di kembangkan. Dalam pelaksanaanya kegiatan pola pembinaan prestasi atlet sepak bola masih ada kendala yang dihadapi tetapi adanya bimbingan dari pelatih terhadap atlet maka dapat mencapai hasil pengembangan bakat yang maksimal dan optimal untuk sebagai satu fondasi yang kuat dalam pencapaian prestasi yang diharapkan baik dari atlet maupun pihak club.
Simpulan: kegiatan pelaksanaan pembinaan berdasarkan struktur atau sesuai dengan pola pelatihan pembinaan yang sudah di tetapkan berdasarkan penetapan Asosiasi Sepak Bola Profinsi (ASPROF) untuk dapat menjadikan atlet pada club tersebut mencapai target pembinaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK STRATEGI PELATIH ATLETIK NAGA TIMOR SPORT CLUB DALAM MEMBINA ATLET BERPRESTASI CABANG LARI JARAK PENDEK 100 METER PADA MASA PANDEMI COVID-19 Orbin Bureni1, David Loba 2, Fredik E. Nope 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar belakang: Pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat signifitas terhadap semua sendi kehidupan manusia, khususnya pembinaan untuk para atlet berprestasi yang merupakan salah satu komponen kehidupan manusia yang terdapak oleh serangan virus covid-19 tersebut. Pembinaan yang selama ini dilaksanakan dengan baik, secara tiba-tiba harus di kurangi volume latihannya.Selain kendala di kuranginya volume latihan, setiap perlombaan juga ditiadakan untuk sementara waktu. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalahuntukmengetahui strategi pelatih atletik naga timor sport klub dalam membina atlet berprestasi cabang lari jarak pendek pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian: Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif, melalui teknik pengumpulan data yakni wawancara, pengamatan dan penelusuran pustaka daring dengan analisis data kualitatif deskriptif. Hasil dan pembahasan: Dari hasil penelitian menunjukan bahwapembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur sesuia pembinaan atlet berprestasi di Naga Timor Sport Club Atletik.Sesuai dengan pembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur oleh pelatih maka seketika atlet tersebut di turunkan untuk mengikuti suatu perlombaan tidak diragukan lagi karena sudah mengikuti pembinaan pada organisasi club. Katakunci: Strategi PelatihAtletik Dalam Membina Atlet berprestasi cabang lari jarak pendek.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pola latihan merupakan segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban latihan, waktu atau intensitasnya.
Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan atlet usia dini pada perguruan pencak silat Satria Muda Indonesia Kota Kupang.
Metode penelitian: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analalisis data.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan teknik dan latihan yang meliputi unsur-unsur organisasi pembinaan agar latihan mencapai hasil prestasi yang optimal, maka program atau bentuk latihan disusun hendaknya mempertimbangkan kemampuan dasar setiap atlet usia dini dan mengembangkan kemampuan seorang atlet yang telah direncanakan secara sistematis dan terstruktur dalam jangka waktu yang lama untuk meningkatkan kemampuan gerak baik dari segi: (a) Latihan fisik, Latihan ini khusus ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kondisi fisik atlet, yang mencakup komponen-komponen fisik. (b) Latihan teknik, Latihan untuk memahirkan teknik-teknik gerakan. (c) Latihan taktik, Latihan untuk menumbuhkan perkembangan daya tafsir pada atlet, strategi, taktik pertahanan dan penyerangan. (d) Latihan mental pada saat proses latihan. Meningkatkan kemampuan para pembina dan pelati dalam melaksanakan pembinaan sehingga akan tercapai sasaran yang di peroleh atlet usia dini dengan baik.
Simpulan: Mengembangkan kemampuan gerak atlet yang patut diperhatikan adalah sikap pasang awal yang harus di perhatikan karena teknik memerlukan kecepatan dan konsentrasi dan kordinasi yang baik maka atlet yang tadinya tidak mampu menjadi mampu dalam melakukan gerakan teknik tesebut dengang baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Stefanus Kause.Nim. 16323212dengan judul: “Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Atlet, Pencak Silat Kebugaran jasmani merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh manusia, karena dengan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik maka manusia akan lebih mudah dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya. Tujuan dari kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan.Dalam pencak silat, setiap atlet selalu dituntut untuk selalu bisa bergerak dengan memperhatikan kebugaran dirinya.Sehingga atlet pencak silat memilki kebugaran jasmani yang baik agar pergerakan yangdilakukan efektif dan efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif, dengan teknik pengumpulan dan analisis data menggunakan norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk anak usia 16-19 tahun. Hasil penelitian tentang Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai berikut: Hasil rekapitulasi dari keseluruhan item tes berada pada kriteria Baik, dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 21,6 dan hasil tes tingkat kebugaran jasmani para atlet putri dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 22,9 dan berada pada kriteria Baik Sekali. (a). Lari 60 meter diperoleh dari item tes ini adalah dibawah 7,3 detik untuk atlet putra dan 7,6 detik untuk atlet putri dengan klasifikasi Baik Sekali, (b).Gantung diperoleh hasil dari tes kebugaran jasmani pada item gantung angkat tubuh untuk atlet putra adalah 10,8 dengan kriteria Sedang dan gantung siku tekuk memperoleh hasil 19,5 dengan diklasifikasi Sedang untuk atlet putri, (c). Baring duduk diperoleh hasil 40,4 dengan klasifikasi Baik oleh 10 orang atlet putra dan 34,6 dengan klasifikasi Baik Sekali untuk atlet putri, (d). Loncat tegak memperoleh hasil 65,2 dengan klasifikasi Sedang untuk atlet putra dan 54,1 dengan klasifikasi Sangat Baik untuk atlet putri, (e). Lari 1.200 meter diperoleh dari keseluruhan sampel yang mengikuti item tes TKJI yang dilaksakan oleh atlet putra dan putri berada di bawah 3,14 menit dengan klasifikasi baik sekali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SKRIPSI MARIA BEATRIX SUGU DJAWA. TINJAUAN POLA LATIHAN FISIK ATLET FUTSAL PUTRI HMN ANGELS Skripsi Program Strata 1 (satu) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi-Olahraga, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing I Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or.Pembimbing II Jimmy Ch. Atty, S.Pd., M.Fis. Kata kunci : Latihan Pola Fisik Atlet Futsal Putri Hutama Mitra Nusantara Angels (HMN) Tujuan Peneliti ini mendeskripsikan tinjauan pola latihan fisik atlet futsal putri HUTAMA MITRA NUSANTARA ANGELS (HMN). Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola Latihan Fisik Atlet Futsal Putri HUTAMA MITRA NUSANTARA ANGELS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam upaya pengembangan olahraga khususnya cabang olahraga futsal di masa yang akan datang. Adapun kegunaan penelitian secara teoritis dijadikan sumbangan informasi ilmiah bagi para pelatih maupun pembina futsal sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun program latihan, khususnya pada pelatihan dan pengembangan olahraga futsal dengan bentuk latihan total (total training) untuk meningkatkan kemampuan fungsional pemain futsal puteri. Secara praktis dijadikan panduan bagi para pelatih dan pembina cabang olahraga futsal dalam menetapkan dan memilih metode dan bentuk latihan guna melaksanakan kegiatan pelatihan futsal terutama dalam meningkatkan kemampuan fungsional. Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik reduksi,display data,penerikan kesimpulan, teknik pengumpulan data : Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Langkah menganalisis data display. Hasil Penelitian ini mengungkapkan Futsal adalah permainan bola yang dimainkan dengan cepat dengan facet lapangan yang lebih kecil. Dalam proses latihan ini atlet harus memiliki kondisi fisik yang bagus seorang pelatih harus membuat pola latihan fisik agar atletnya bisa memahami atau tidak bosan dalam melakukan latihan ini agar pola latihan fisik bisa bermanfaat bagi atlet . lokasi penelitian atau tempat penelitian dilakukan di GOR OEBOBO KUPANG tempat latihan HUTAMA MITRA NUSANTRA ANGELS (HMN)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG SELEKSI ATLET SEPAKBOLA DIKLUB PERSS SO’E DALAM LIGA III TAHUN 2019 DI KABUPATEN MALAKA
Yoksan Neonufa1*, Agustinus Jacob Nafie2, Jimmy Charter Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Sepakbola merupakan olahraga kesehatan yang cara memainkanya menggunakan sebuah alat bola sepak. Olahraga ini dimainkan oleh dua tim yang saling bertanding memperebutkan poin dengan cara mencetak gol sebanyak - banyaknya ke jala lawan.
Tujuan penelitian: Yang menjadifokus dalam penelitian ini adalah Tinjauan Tentang seleksi atlet sepakbola di klub PERRS So’E dalam liga III tahun 2019 di Kabupaten Malaka.
Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel.
Hasil dan pembahasan: Dalam tahap seleksi ini juga pelatih betul–betul meneliti setiap pemain apakah pemain sudah siap baik secara fisik, teknik, taktik maupun mental. pemain di arahkan melakukan pemanasan, dalam bentuk jogging, diikuti dengan melakukan lari keliling lapangan puspenmas So’E selama 12 menit dengan target masing-masing pemain harus mencapai minimal 7 putaran. Dengan urutan inti tes fisik,melintasi kuns ,teknik passing dan control secara berpasangan dan bergantian. Bentuk tes ini dilakukan kurang lebih dua minggu inti tes teknik,membentuk game-game kecil dari calon pemain PERSS So’E dengan posisi dan keahlian dari masing – masing inti tes taktik,membentuk kedisiplinan masing–masingpemain, baik keterlambatan waktu saat latihan, maupunkesalahan saat pelaksanaan peroses latihan dengan memberikan hukuman atau sangsi berupa push up dan lari keliling lapangan inti tes mental.
Simpulan: Hasil penelitian seleksi yang di lakukan bagi para pemain PERSS So’E yaitu untuk mengetahui kemampuan fisik dan skill individu yang di miliki oleh setiap pemain agar muda memprediksi hasil dari setiap pemain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Kinerja atau layanan merupakan suatu jasa penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa. Kurangnya pemahaman akan penyelenggara pertandingan, akan mengakibatkan kualitas yang buruk. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui tingkat kepuasan atlet terhadap kinerja panitia pelaksana pada Turamen Walikota Kupang CUP 2018 Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan Jenis penelitian adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi untuk dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: (a). Bukti langsung (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi, diperoleh hasil 90,5%. (b). Keandalan (reability), yakni kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan, maka diperoleh hasil 83%. (c). Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap, maka diperoleh hasil 87,5%. (d). Keyakinan (confidence) atau jaminan (assurance), mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimilki para staf, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan, maka diperoleh hasil 89%. (e). Emphaty, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan, maka diperoleh hasil 90,5%. Simpulan: Proses pelaksanaan kegiatan turnemen sepak bola Walikota Kupang Cup tahun 2018 dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh sebab adanya kekompakan dan kerja sama tim kepanitiaan dan para atlet
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PERSIAPAN ATLET NTT CABANG OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LARI JARAK MENENGAH MENUJU PON XX TAHUN 2021 DI PAPUA Teodorus Hardinus Mbete1*, Andreas J. F. Lumba2, Christin P. M. Rajagukguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Istilah atletik berasal dari kata “athlon” (bahasa Yunani) yang berarti lomba atau perlombaan”. Atletik merupakan olahraga yang terdiri dari nomor lari, nomor lompat, dan nomor lempar. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana persiapan yang di lakukan oleh atlet dan juga pelatih atletik PON NTT. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik tringulasi dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan delapan temuan yaitu: 1) Persiapan pelatih atletik pon lari jarak menengah, 2) Persiapan hingga lolos ke PON, 3) Dukungan gizi yang diberikan kepada alet dalam masa persiapan, 4) persiapan atlet pon lari jarak menengah, 5) Perbedaan pola latihan sebelum dan sesudah lolos PON, 6) Psikologi atlet, 7) Peran penting medis dalam masa persiapan, 8) kebutuhan dalam tahap persiapan baik atlet maupun pelatih. Simpulan: Pelatih yang di ambil untuk melatih atlet dalam masa persiapan ini merupakan para pelatih- pelatih yang senior dan berpengelaman, atlet- atlet yang sekarang ini sedang mengikuti latihan persiapan PON merupaka atlet yang sudah lolos pra PON. Latihan persiapan tersebutpun sudah berjalan selama 1 tahun lamamnya dan hingaa saat ini berjalan dengan aman dan lancar meskipun masih memiliki kekurangan dalam hal sarana dan perasarana tetapi itu semua tdak menjadi kendala dalam berlatih, begitupun dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini yaitu covid 19, tidak menjadi halangan bagi mereka dalam berlatih. Kata kunci: Persiapan atlet PON atletik lari jarak menengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Marianus Kefi.Nim. 16323212dengan judul: “Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Atlet dan Pelatih pada Tim Bola Voli UKAW Kupang”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: David Loba, S,Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Yahya J. Palinata, S.Pd., M. Or. Kata Kunci :Komunikasi Interpersonal, Atlet, Pelatih. Komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi merupakan suatu bentuk hubungan timbal balikantara individu secara tatap muka maupun melalui media komunikasi.Terjalinya keakraban antar sesama dan terbentuknya suatu kelompok awal mulanya adanya suatau interaksi komunikasi.Berkomunikasi dengan atlet seharusnya merupakan bagian dari tanggung jawab pelatih karena itu berkomunikasi secara formal dengan atlet harus dilakukan secara teratur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Atlet dan Pelatih pada Tim Bola Voli UKAW Kupang.Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, dengan teknik analisis adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Atlet dan Pelatih pada Tim Bola Voli UKAW Kupang sebagai berikut: (1). Tim Bola Voli UKAW Kupang, terbentuk dari inisiatif para mahasiswa. Para mahasiswa yang terlibat dalam tim bola voli ini dari berbagai fakultas dan program studi, Fakultas Theologia, Hukum, dan FKIP (Progdi PJKR dan Bahasa Inggris). Para mahasiswa yang terlibat dalam Tim ini, sangatlah antosias untuk mengikuti latihan maupun pertandingan. (2). Sumber (Komunikator) menunjukan bahwa Pemberi informasi (pelatih/offisal) sangatlah penting, sehingga kedudukan seorang pelatih atau offisal yang menjadi sumber informasi yang akurat haruslah dapat memberikan perubahan dari pesan yang tersampaikan ke atlet. (3). Pesan mengandung materi yang ditujukan untuk mempengaruhi atau mengubah komunikan. Pesan yang diberikan oleh pelatih haruslah memberikan keterangan fakta yang menuntun komunikan untuk mengambil keputusan, dan berisikan bujukan yang bertujuan untuk memberikan perubahan sikap atlet.(4). Saluran Pemelihan media ini sebagai saluran komunikasi dikarenakan lebih efektif dan efisien. Pemelihan akan media sangatlah mempengaruhi informasi yang akan diperoleh oleh atlet. Ketepatan menentukan media sebagai saluran informasi akan memberikan dampak perubahan bagi setiap orang yang menerima informasi tersebut. (5). Penerima pesan mempunyai tanggung jawab untuk dapat memahami apa yang disampaikan komunikator, untuk itu seorang Tujuan informasi ataupun pesan yang diberikan haruslah dapat dimengerti oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan tipe kepribadiannya. (6). Efek dari pesan atau informasi sangatlah berpengaruh pada perubahan sikap dan perubahan kepribadian dari setiap atlet yang menerima pesan atau informasi tersebut. Efek dari pesan atau informasi yang diberikan haruslah menimbulkan suatu perubahan bagi seorang atlet.Oleh sebab itu, isi dari pesan atau informasi haruslah akurat sehingga efek yang dihasilkan dapat dirasakan oleh pemberi pesan dan yang menerima pesan atau informasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri terhadap prestasi atlet tinju PPLD NTT dan mencari solusi untuk meningkatkan rasa percaya diri saat bertanding. Manfaat penelitian ini untuk memberikan sumbangan dalam perkembangan pengetahuan, khususnya bagi mahasiswa di bidang keolahragaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket).. Tempat penelitian di Kota Kupang khususnya pada atlet tinju Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Daerah (PPLD) NTT. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistic deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri Atlet Tinju NTT atlet putera pada kategori “Tinggi” dengan presentasi (67%) dan puteri besar pada kategori “Sedang” dengan presentasi (50%). Tingkat kepercayaan diri Atlet Tinju NTT atlet putera dan puteri, Seorang atlet harus tetap menjaga rasa percaya dirinya (self confidence) pada titik yang optimal. Atlet harus memandang secara rasional kemampuannya. Seorang atlet yang mempunyai rasa percaya diri optimal biasanya mampu menangani situasi yang sulit dengan baik. Mereka akan mengembangkan sikap yang rasional, mau bekerja keras, melakukan persiapan yang memadai dan juga mempunyai banyak alternatif untuk memecahkan kesulitan yang muncul.