ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERMAINAN TRADISIONAL MENJALA IKAN DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI
Yusak T.Laubura1*, M.Rambu P.Wasak2, Jimmy Ch. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Bermain dan permainan sangat penting bagi manusia di segala usia. Bagi anak, karena merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya, baik itu psikomotor, afektif, maupun kognitif
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Permainan Tradisional Menjala Ikan Dalam Pembelajaran Penjasorkes Dapat Meningkatkan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas V SD Inpres Oebufu.
Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research dibagi menjadi 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observing), serta refleksi (reflecting) yang dilakukan secara berurutan dan diidentifikasi menjadi sebuah siklus
Hasil dan pembahasan: Pelaksanaan pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata keseluruhan dari 14 orang siswa yaitu 75.05% dengan rincian 8 orang siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 71,77% dan jumlah yang tuntas yaitu 6 orang siswa dengan nilai rata-rata 79,41%. Pelaksanaan siklus II diperoleh rata-rata keseluruhan siswa adalah 90,01% dari Kriteria ketuntasan hasil belajar 75%.
Simpulan: Sesuai dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan siswa dapat memahami akan peraturan dan permainan tradisional menjala ikan dalam pembelajaran penjasorkes
Katakunci: Permainan tradisional menjala ikan;Pembelajaran penjasorkes
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada hakekatnya adalah proses pendidikanonlineyang memanfaatkan aktifitas fisik dan kesehatan untuk menghasilkan perubahan holistik dan kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.
Tujuan penelitian:Peneliti ini adalah untuk mengetahui pembelajaran penjasorkes dengan menggunakan media google classroom
Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif
Hasil dan pembahasan:Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru Penjasorkes, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusiondrawing/verification. Hasil dan pembahasan guru penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 8 Kota Kupang berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran penjasorkes dengan menggunakan media google classroom memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa mengenai media online terutama dalam matapelajaran penjasorkes pada 11 orang siswa dalam mata pelajaran penjasorkes.
Simpulan dan Saran:Pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan secara online oleh guru dan siswa menggunakan media google classroom dan diharapkan bagi guru Penjasorkes dapat lebih kreatif dan inovatif mengunakan alat teknologi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Proses Pembelajaran Penjasorkes Pada Siswa Berkebutuhan Khusus tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kupang harus sesuai dengan kondisi dan hambatan yang dialami anak dan guru juga harus mampu melayani setiap anak. Tujuan penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan dua orang siswa tunadaksa kelas VIII di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus tunadaksa berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan hambatan yang dialami oleh anak-anak dan guru juga mampu melayani setiap anak sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, kaitannya dengan materi pembelajaran penjasorkes anak-anak lebih senang dengan permainan bulutangkis, karena permainan bulutangkis mereka dianggap tidak terlalu sulit. Simpulan: Proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kupang berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan hambatan yang dialami anak-anak. Dalam proses pembelajaran penjasorkes anak-anak lebih senang dengan pembelajaran permainan bulutangkis
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN POLA PEMBELAJARAN PENJASORKES PERMAINAN BOLA VOLI PADASIS WAKELAS XII SMA EFATA SOE Delfi Obaja Silla1*, Agustinus J. Nafie2, Melvianus Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Hingga saat ini belum diketahui upaya guru untuk dapat mengembangkan suatu pola pembelajaran penjasorkes melalui permainan bola voli pada Siswa SMA Efata Soe sehingga dalam proses belajar mengajar dpat menjadi efektif dan efesian. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan pola pembelajaran penjasorkes permainan bola voli pada siswa kelas XII SMA Efata Soe. Metode penelitian: Kualitatif deskriptif naturalistik untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti, dengan membutuhkan waktu selama ± 2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1. Observasi, 2. wawancara, dan 3. dokumentasi. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai instrumen kunci sedangkan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah 1.kepala sekolah, 2.guru, 3. siswaemua data temuan yang didapatkan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Sugiyono. Hasil dan pembahasan: Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi dan kreativitas pengajar sehigga dapat terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien yang diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses model pembelajaran yang berbasis langsung, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran kontekstual serta model pembelajaran berbasis cooperative. Simpulan: Pola pembelajaran Penjasorkes harus lebih koparatif dengan model-model pembelajaran yang sedang berkembang dan yang dikembangkan oleh guru itu sendiri sehingga mampu memberikan pembelajaran yang efektif. Katakunci: 1. Pola Pembelajaran Penjasorkes. 2. Permainan Bola Voli. ABSTRAK TEACHER’S EFFORT in DEVELOPING LEARNING METHOD of PHYSICAL EDUCATION, HEALTH and RECREATION STUDY PROGRAM of VOLLEYBALL GAME to XII GRADE STUDENTS of SMA EFATA SOE Defri obaja Silla¹, Agustinus J. Nafie²,Melvianus Selan³ ¹²³ Physical Education, Health,and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education,Artha Wacana Christian University,Kupang, Indonesia. [email protected] Background : Until now, it is unknown yet of teachers’ effort in developing a physical Education learning of volleyball game to SMA EFATA SOE students in order to get effective and efficient teaching and learning process. Research aims : The aim of this research to know the teachers effort in developing the learning method of Physical Education game to XII grade of SMA EFATA SOE. Reasearch Method : The method that used is naturalistic descriptive qualitative that able to gain data based on reallity to what the researcher seen and heard in the research place that taking ± 2 months. The techniques of gaining data are 1. Observation,2. Interview and 3. Documentation. The role of the researcher in this research will be the key instrument. The informant are 1. Headmaster,2. Teachers.3. students. All data that gained were analyzed by using qualitative data anlysis technique developed by Sugiyono. Results and discussion : The quality learning is highly dependent on the motivation and creativity teachers to create an effective and efficient teaching and learning process that measured by students attitude and abillity by direct – based learning models, problem-based learning models, contextual learning models and cooperative-based learning model. Conclussion : the Physical Education learning method must be more cooperative with the developing methods right now andit is developed by teachers themselves so they are able to provide effective learning. Key Word : 1. Learning method of Physical Education, Health and Recreation Studi Program. 2Volleyball game.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Peran Guru Penjasorkes dalam Proses Pembelajaran di SD GMIT No 7 Oebufu Pada Masa Pandemi Covid-19
David Dapawole1, .Andreas J.F.Lumba, .2 Agustinus J.Nafie,. 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Peran guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online. Peran guru sebagai motivator, inovator, harus dipraktekkan dalam pembelajaran daring.Karena guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negara mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalahuntukmengetahuiPeran guru Penjasorkes dalam PembelajarandiSD GMIT No 7 Oebufu Dimasa Pandemi Covid-19.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu apa adanya (Arikunto 2002).
Hasil dan pembahasan:Tujuan penelitian ini adalah menggali informasi terkait dengan peran guru penjasorkes dalam proses pembelajaran di SD GMIT No. 7 Oebufu. Dalam penelitian ini penggunan media dalam pembelajaran online di SD GMIT No. 7 Oebufu sendiri sudah terbilang berjalan dengan cukup baik, dimana media yang digunakan untuk menunjang jalannya pembelajaran online juga sering digunakan setiap hari sehingga memudahkan siswa dalam proses pembembelajaran online.
Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru untuk mendukung keaktifan siswa mengikuti pelajaran penjasorkes pada masa pandemi covid-19sangat dibutukan demi keberlangsungan kegiatan belajar siswa.
.
Katakunci: Peran Guru, Penjasorkes Dalam Proses Pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Belajar mengajar merupakan suatu proses yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pendidikan. Pendidikan olahraga pun tidak terlepas dari pendidikan yang memafaatkan sumber daya manusia baik itu secara formal dan non formal yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani manusia. Melalui pendidikan olahraga, manusia dapat mengembangkan kompetensi serta keahlian yang dimilikinya sehingga mendapatkan prestasi yang diinginkannya Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI, dan guru penjasorkes di SD Inpres Oepura 1 Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Adanya efektifitas belajar mengajar Penjasorkes dimana siswa kelas VI secara keseluruhan dapat menghadiri dan mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes dengan penuh semangat dan senang. Terjadinya efektifitas proses belajar mengajar Penjasorkes tentunya tidak terlepas dari faktor pendukung yang diantaranya adalah:1) Siswa, 2) Guru, 3) Lingkungan Simpulan: Dengan adanya kemauan belajar yang dimiliki siswa dan kemampuan guru dalam membimbing siswa, serta lingkungan belajar yang kondusif pada proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 hal ini membuat siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemi Covid-19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Tujuan penelitian: Tujuan dalam penelitian ini yakni; Untuk mengetahui penerapan sekolah ramah anak dalam pembelajaran penjasorkes di SD Gmit Nomor 7 Oebufu.
Metode penelitian: Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Simpulan: Program sekolah ramah anak di SD Gmit No 7 Oebufu sudah memenuhi kepentingan dan kebutuhan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelolah dan penyelenggara pendidikan. Upaya yang diterapkan dalam pembelajaran penjasorkes mengenai program SRA meliputi: Penerpan perilaku hidup bersih dan sehat, aman, ramah, indah, serta nyaman serta laksanakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bentuk pengembangan minat dan bakat siswa. Dalam hal ini khususnya pada mata pelajaran penjasoreks guru membentuk minat siswa pada salah satu olahraga yang disukai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Alasan penulis menetapkan judul skripsi di atas adalah, karena fakta observasi awal yang memperlihatkan tidak semua siswa/i yang bermain bola voli di SMP Negeri 6, Kota Kupang, mempraktekkan nilai sosial penjasorkes. Hal itu terlihat dalam perilaku memberikan kata-kata hinaan pada teman atau rekan tim saat bermain bola voli.
Tujuan penelitian: Penelitian yang dilakukan penulis memiliki tujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang tinjauan nilai sosial penjasorkes dalam pembelajaran bola voli pada siswa kelas VIII, SMP Negeri 6, Kota Kupang.
Metode penelitian: Adapun jenis peneltian yang ditetapkan penulis dalam skripsi ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tindakan observasi dan wawancara secara mendalam. Fokus observasi dan wawancara mendalam penulis dalam penelitian ini, adalah para informan yang berjumlah 6 orang, yang diteliti penulis di lokasi penelitian.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis menemukan bahwa tidak semua informan menerapkan nilai sosial penjasorkes saat permainan bola voli berlangsung. Nilai sosial yang dilanggar para informan dalam penelitian ini adalah nilai respek, nilai tanggung jawab dan nilai beradap. Sedangkan nilai sosial fairdan jujur tidak dilanggar oleh para informan.
Kesimpulan: Merujuk pada hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak seluruh nilai sosial penjasorkes diterapkan oleh para informan. Walaupun nilai sosial penjasorkes itu seharusnya diterapkan dalam permainan bola voli
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBELAJARAN PENJASORKES DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA (SUATU STUDI DI SMK NEGERI 1 KUPANG KELAS X OTOMALISASI TATA KELOLA PERKANTORAN)
Darmawan M. Idris 1, Agustinus J. Nafie2, Yahya J. Palinata3,
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan hasil observasi saat PPL di SMK Negeri 1 Kupang, penulis melihat bahwa ketika siswa belajar, menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada Kelas X Otomalisasi Tata Kelola Perkantoran belum optimal. Hal ini ditunjukkan oleh perilaku siswa yang enggan melakukan gerakan yang diinstruksikan, cepat mengeluh dalam pembelajaran, sebagian besar siswa bercanda, mengobrol, bermain, berkelahi, dan terpengaruh saat teman di sekitarnya membuat gaduh.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Hubungan Pembelajaran Penjasorkes Dengan Perilaku Sosial Siswa Di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, Penelitian dilakukan di Siswa Di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran selama 1 bulan. Teknik pengumpulan data mengunakan metode angket atau kuosioner. Teknik analisis data mengunakan analisis kuantitatif yang diambil dari data angket.
Hasil dan pembahasan: Hasil analisis data ditemukan bahwa distribusi pengkategorian jawaban siswa, terlihat sebanyak 14 siswa (70%) memiliki kategori “Sangat Baik”, 6 siswa (30%) memiliki kategori “Baik”, sedangkan kategori “Cukup” dan “Kurang” tidak ada (0 %). Sehingga Hipotesis Alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.
Simpulan: Berdasarkan hasil analisis data, dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran penjasorkes dengan perilaku sosial Siswa di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran.
Kata Kunci: Pembelajaran Penjasorkes, Sikap Sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN BOLA KASTI DALAM PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING PADA SISWA KELAS IV SD INPRES OESAPA KOTA KUPANG Nelson R. O. Kaelusu1*, Ramona M. Mae2, Jimmy Ch. Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Aktifitas bermain merupakan kegiatan spontanitas dan menyegarkan serta mempunyai dampak baik buat anak, dorongan bermain mengaitkan peran dengan sungguh, baik menggunakan alat maupun non alat Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan modifikasi permainan bola kasti dalam Pembelajaran Lempar Lembing pada siswa kelas IV SD Inpres Oesapa Kota Kupang. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, dan Guru Penjasorkes di SD Inpres Oesapa Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Melalui penarapan modifikasi permainan bola kasti dalam pembelajaran Penjasorkes, siswa merasa senang dan bersemangat, serta gembira. Yang menjadi factor penentu diantaranya adalah 1) Guru, 2) Siswa, 3) Alat yang dimodifikasi. Simpulan: Penerapanmodifikasi permainan bola kasti dalam pembelajaran Penjasorkes tidak terlepas dari adanya kemampuan serta kreatifitas seorang Guru Penjasorkes dan juga minat maupun kemauan belajar siswa, dan juga alat yang digunakan dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar Penjasorkes sehingga Guru Penjasorkes dan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal, memuaskan dan menggembirakan. Katakunci: Modifikasi permainan bola kasti; Pembelajaran Penjasorkes
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERANAN GURU PENJASORKES DALAM PENERAPAN CHEST PASS PADA PERMAINAN BOLA BASKET KELAS VIII DI SMP ANGKASA KUPANG Samuel Sogara Bani1*, Agustinus Jacob Nafie2 , Melvianus Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Peranan guru Penjasorkes Pada Siswa SMP Angkasa Kupang guru harus mampu menerapkan dengan baik terkait dengan teknik dasar chets pass dalam permainan bola basket sehingga siswa lebih memahami apa yang dijelaskan. Dan juga guru harus mampu melayani setiap siwa yang kurang paham. Tujuan penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru penjasorkes dalam penerapan chets pass pada permainan bola basket kelas VIII di SMP Angkasa Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Dan Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan dua orang siswa kelas VIII di SMP Angkasa Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian ini menunjukan, bahwa peranan guru penjas dalam menerapkan teknik dasar chest pass pada permainan bola basket berjalan dengan lancar. Materi yang diajarkan sesuai. Adapun siswa yang kurang mengerti dengan materi yang diajarkan dan guru juga lebih kreatif dalam memberikan materi dengan cara merubah metode pembelajaran agar siswa dapat mengerti pembelajaran dengan baik yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, berkaitan dengan materi pembelajaran bola basket siswa lebih senang dengan melakukan atau mempraktekkan langsung dilapangan dari pada belajar materi di dalam kelas. Simpulan: peranan guru penjasorkes dalam penerapan Teknik dasar chest pass pada permainan bola basket di SMP Angkasa Kupang berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai. Dalam pembelajaran bola basket siswa lebih senang mempraktekkan langsung di lapangan. Katakunci: Peranan guru penjasorkes; teknik dasar chest pass pada bola basket
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Guru sebagai salah satu pelaksana dalam pendidikan harus mempersiapkan materi ajarnya dalam rangka mengembangkan potensi siswa. Untuk itu guru sebagai motivator bagi siswa untuk semangat belajar harus dapat memilih metode yang tepat dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Tujuan penelitian:Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Rendahnya Motivasi Siswa Kelas VII Smp Negeri Balu dalam mengikuti Pembelajaran Penjasorkes. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk meniliti atau menemukan informasi dan diharapkan memperoleh gambar mengenai keterlaksaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian deskriptif sendiri bertujuan untuk membuat perencanaan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi daerah tertentu Hasil dan pembahasan:Memotivasi siswa merupakan suatu kewajiban yang dilakukan seorang guru agar mendaptkan rasa ingin tahu siswa untuk mendapatkan kepuasan serta kesenangan dalam dirinya sebagai suatu kegiatan pembelajaran. Sebagai siswa kami harus menjaga sikap dan tingkah laku kami untuk menjaga perasaan dalam cara menghargai guru dalam proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar kelas agar kami mendapatkan nilai atau petunjuk buat bekal masa depan kami. Simpulan:Hasil penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa: Faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran adalah: 1. Faktor Internal, Faktor yang terjadi di dalam kelas adalah, kurang percanya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran dan kurangnya rasa ingin tau siswa yang menurun untuk menggetahui hal baru. 2. Faktor Eksternal, Faktor yang terjadi pada luar kelas adalah kurangnya rasa percanya diri siswa untuk mencoba hal baru dan kurangnya sarana dan prasarana ada pada sekolah tersebutsehingga membuat proses pembelajandi luar kelas kurang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Modifikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengubahan, maksudnya pengubahan dari bentuk semula, dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya. Tujuan penelitian: Modifikasi sarana dan prasarana dalam pembelajaran permainan bola kasti di SD GMIT Besnake. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif desskriptif, subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan guru penjas di SD GMIT Besnake. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Data yang dikumpulkan selanjudnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam pembelajaran bola kasti ditemukan Kurangnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran bola kasti, sehingga membuat guru berinisiatif untuk membuat modifikasi sarana dan prasarana pembelajaran bola kasti menggunakan bebak kelapa, serabut kelapa dan daun gewang. Simpulan: Dengan adanya modifikasi sarana dan prasarana pembelajaran bola kasti sehingga dapat membatu guru dalam menangani permasalahan dan dapat membantu siswa agar lebih mudah memahami pebelajaran serta dapat menguasai teknik gerak dasar bola kasti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Strategi guru sangat penting dalam proses pembelajaran Penjasorkes dimasa pandemi, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mendeskripsikan Strategi Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Masa Pandemi Covid-19 Siswa Kelas IX SMP Negeri 8 Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan obesrvasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini kepala sekolah, guru Penjasorkes dan siswa kelas IX SMP Negeri 8 Kupang.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Masa Pandemi Covid-19 Siswa Kelas IX SMP Negeri 8 Kupang adalah baik, strategi tersebut dapat dilihat dari guru penjasorkes menyiapkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran daring, memanfaatkan teknologi informasi dan kemunikasi berupa handpone, laptop, dan komputer dengan media aplikasi whatsapp, google meed, dan zoom, membuat media pembelajaran yang menarik, membuka sesi diskusi dan tanya jawab. memberikan tugas secara online. mengevaluasi dan menarik kesimpulan diakhir jam pembelajaran daring.
Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Strategi Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Masa Pandemi Covid-19 Siswa Kelas IX SMP Negeri 8 Kupang adalah baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERSEPSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SD NEGERI KUANINO KOTA KUPANG
Febrianus Datu Koa1*, Magdalena Rambu Pisu Wasak2, Pnatmo W. Masi3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Guru penjasorkes dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar di sekolah,. Harus mengedepan profesionalnya menujukan kinerja lebih baik lagi dari sebelumya bisa menjadi contoh dan motivasi bagi siswa di sekolah karena merupakan penentu keberhasilan belajar di sekolah Mengenai prespsepsi kepala sekolah terhadap kinerja guru penyelenggaraan pembelajaran penjasorkes sehingga memenuhi standar kompetensi yang di harapkan.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Penjasorkes di SD Negeri Kuanino Kota Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif, sesuai dengan tujuan agar dapat memperoleh data dengan lengkap tentang Persepsi Kepala Sekolah terhadap kinerja guru Penjasorkes di SD Negeri Kuanino Kota Kupang
Hasil dan pembahasan:. : Berdasarkan paparan data hasil penelitian menunjukan bahwa Persepsi Kepala Sekolah Terhadap kinerja Guru Penjasorkes di SDN Kuanino Kupang Kota Kupang, di Nilai dari keterampilan Mengajarnya berdasarkan 4 kompetensi Guru yang lebih kusus untuk menilai kinerja Mengajarnya ya itu penilaian Keprofesionalnya dan pedagogik, yaitu hasil kinerja Guru penjasorkes di SDN Kuanino Kota Kupang yang di lakukan Wawancara dan berdasasarkan 12 indikator keterampilan mengajar Guru Penjasorkes yang di nilai oleh Kepala Sekolah dan Tata Usaha Sekolah menujukan Kinerja Guru penjasorkes Masi Kurang belum menjalankan tugasnya dengan baik.
Simpulan: Guru penjasorkes Salah satu faktor utama yang mendukung Mutu pendidikan dalam menciptakan sumber Daya Manusia melalui proses belajar mengajar dengan demikian Guru penjasorkes harus punya kinerja mengajar yang berkualitas.
Kata kunci: Persepsi kepala sekolah, kinerja Guru penjasorkes
ABSTRACT
PRINCIPAL’S PERCEPTION TOWARDS THE PERFORMANCE OF TEACHERS OF PHYSICAL EDUCATION IN SPORT AND HEALTH AT KUANINO ELEMENTARY SCHOOL IN KUPANG CITY
Febrianus Datu Koa1*, Magdalena Rambu Pisu Wasak2, Pnatmo W. Masi3
1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education
email. [email protected]
Background: Physical education teachers in carrying out their duties as teachers in schools must put forward their professionalism to show better performance than previously and it can be a role and motivation for students at school because it is a determinant of success in learning at school and regarding tothe principal's perception of the performance of teachers in the implementation of physical education learning so that it meets the expected competency standards.
Research objective: The purpose of this study was to determine the Principal's Perception of Physical Education Teacher Performance at SD Negeri Kuanino, Kupang City.
Researchmethod: The method used in this research is qualitative researchto obtain complete data on the Principal's Perception of the performance of Physical Education teachers at SD Negeri Kuanino, Kupang City.
Result and Discussion. : Based on the exposure of the data, the results of the study showed that the Principal's Perception of the Performance of Physical Education Teachers at SD Negeri Kuanino Kupang, the teaching skills assessment based on 4 specific teachers competencies to assess the teaching performancethat were more specific to assessing their teaching performance, namely professional and pedagogical assessmentsasthe results of the teachers of physical education in sport and health performance at SDN Kuanino Kupang,which was interviewed and based on 12 indicators of physical education teacher teaching skills assessed by The Physical and school administration showed that physical Education Teacher Performance is still lacking in carrying out their duties properly
Conclusion: Physical education teachers are one of the main factors that support the quality of education in creating human resources through the teaching and learning process. Thus, physical education teachers must have a good quality teaching performance.
Keyword: Principal's perception, physical education Teacher performance
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 8 KOTA KUPANG Naldi S. Dima1*, M. Rambu P. Wasak2, Agustinus J. Nafie3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan merupakansuatuusaha yang dilakukan oleh manusiadengantujuanuntukmenumbuhkan dan mengembangkanpotensi–potensi yang dimilikinyadengansuatupembawaanjasmani dan rohani yang baik dan sesuaidengannilai–nilai yang adadalamlingkungannya. Tujuan penelitian: Tujuandaripenelitianiniuntukmengetahui bagaimanaImplementasi nilai-niai karakter dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIII di SMPN 8 Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahuiImplemantasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIII di SMPN 8 Kota Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Penilaian dan contoh guru terhadap karakter siswa saat mengikuti proses pembelajaran penjasorkes,2)Mengetahuinilaikaraktersiswasaat proses pembelajaranpenjasorkes ,3) Menganalisis karakter siswa melalui aspek yang di amati. Simpulan:Siswatetapsenang dan bersemangatdalammengikutipembelajaranpenjasorkes di sekolah, halinidikarenakanadanyakesadaransiswauntukbelajar, sertadukungan yang berasaldariorangtua dan siswamampumempraktekanbeberapanilaikarakterdalamkehidupansehari-hari. Katakunci: PembelajaranPenjasorkes, implementasinilai-nilaikarakter
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KENDALA PEMBELAJARAN PENJASORKES MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE PADA SISWA SMP NEGERI NUNUH POSMAN Yeri Arianus Thimatius Ati1*, Jusuf Blegur2, Jimmy Ch. Atty 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan dapat mencerdaskan generasi muda yang mampu mengembangkan potensi dalam diri, serta berpola pikir secara kritis dan dinamis, bertanggung jawab, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian: ini bertujuan untuk mengetahui kendala pembelajaran penjasorkes menggunakan media online pada siswa SMP Negeri Nunuh Posmanu. Metode penelitian:ini termasuk ke dalam jenis penelitian fenomenalogi, yang mendeskripsikan segala bentuk tindakan dan juga fenomena yang dilakukan oleh subjek yang diteliti dalam kendala pembelajaran penjasorkes menggunakan media online, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan:dalam pembelajaran penjasorkes pada kondisi belajar dari rumah diketahui dari aspek pelaksanaan pembelajaran menggunakan media online guru dan siswa menyatakan bahwa pembelajaran penjasorkes dilaksanakan secara online. Namun demikian proses pembelajaran penjasorkes guru dan siswa mengalami berbagai macam kendala atau hambatan sepertijaringan internet dengan akses yang tidak lancar, susah mencari kuota internet, dan tidak mengerti cara menggunakan perangkat (HP/laptop) sehingga proses pembelajaran masih ditandai dengan kurang efektif. Simpulan: Pembelajaran penjasorkes di SMP Negeri Nunuh Posmanu sudah dilakukan secara online.Namun dalam pembelajaran penjasorkes menggunakan media online masih belum efektif karena masih terdapat beberapa kendala yang di dialami guru dan siswa dalam proses pembelajaran menggunakan media online. Katakunci: Media online; pembelajaran penjasorkes; kendala ABSTRACT THE OSBTACLES IN LEARNING PHYSICAL EDUCATION HEALTH AND RECREATION USING ONLINE MEDIA ON STUDNETS OF JUNIOR HIGH SCHOOL, NUNUH POSMANU Yeri Arianus Thimatius Ati1*, Jusuf Blegur2, Jimmy Ch. Atty 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Education has a verry important role in advancing a nation. Education is expected to be able to educate the younger generation who are able to develop their own potential, and have a critical and dinamic mindset, are responsible, have noble, character, have faith and fear God Almyghty. Aim of Study: this study aims to find out the obstacles in learning Physical Education and Health using online media for students at SMP Negeri Nunuh Posmanu. Research Method: this is included in the type of phenomenological research, which describes all forms of action and also phenomena carried out by the subjects studied in physical andphysical education learning problems using online media, while the data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation. Findings and Discussion: In physical education learning conditions from home, it is known from the aspect of implementing learning using online media, teachers and students state that physical education learning is carried out online media. However, the physical education learning process, teachers and students experience various kinds of obstacles such as the internet network with access that is not smooth, it is difficult to find internet quota, and they do not understand how to use the device (HP/Laptop) so that the learning process is still marked as less effective. Conclusion: Physical education learning at SMP Negeri Nunuh Posmanu has been done online. However, physical education learning using online media is still not effective because there are still some obstacles experienced by teachers and students in the learning process using online media. Keyword: Online media; physical education, learning; obstacles
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pembelajaran Penjasorkes disekolah merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penilitian ini adalah untuk menegetahui bagaimana pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Satu Atap Fotilo.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif
Hasil dan pembahasan: Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru Penjasorkes, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusiondrawing/verification Hasil dan pembahasan guru Penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Satu Atap Fotilo berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Penjasorkes dengan memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa mengenai terutama dalam matapelajaran Penjasorkes.
Simpulan: Pembelajaran Penjasorkes dilakukan guru dan siswa di sekolah. Oleh karena itu guru harus menyiapkan banyak materi sehingga semua proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, strategi guru Penjasorkes
mempunyai peran penting dalam suatu pembelajaran serta dapat membina
perilaku tanggung jawab siswa dengan baik. Penelitian ini mengacu pada rumusan
masalah mengenai bagaimana strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung
jawab siswa pada pembelajaran online.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui
strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa pada
pembelajaran online
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,
wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan
Hasil dan pembahasan: Penerapan strategi pembelajaran sangat penting dalam
pembinaan tanggung jawab siswa, gunanya agar setiap perilaku atau karakter
siswa dapat terbentuk dengan baik. Hal ini akan dijadikan dasar utama dan dapat
berpengaruh pada perilaku siswa serta dapat meningkatkan minat belajar siswa.
Strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa menunjukan
hasil pencapaian yang baik.
Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi
pembelajaran sangat penting dalam membina perilaku tanggung jawab siswa yaitu
melalui pembelajaran jarak jauh dimasa covid-19 dengan menggunakan aplikasi
yang ada. Dengan aplikasi yang ada dapat membantu siswa dalam mengerjakan
tugas dan juga dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK STRATEGI GURU PENJASORKES MELATIH KEBUGARAN JASMANI SISWA DI PANDEMI COVID-19 Latar belakang: Sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) No. 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona virus Disesase (Covid-19) terkait proses belajar menyatakan bahwa belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksankan untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Sekolah sebagai salah satu tempat berkumpulnya banyak orang dikhawatirkan dapat meningkatkan penyebaran virus Corona, perlu menyesuaikan diri. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi guru penjasorkes melatih kebugaran jasmani siswa di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi Covid-19. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran penjasorkes di masa pandemi, 2) Strategi pembelajaran yang diterapkan di masa pandemi, 3) Modifikasi dalam pembelajaran penjasorkes, 4) Motivasi guru penjasorkes terhadap siswa. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 ini semua guru tetap melaksanakan pembelajaran Penjaorkes. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes menggunakan media daring dengan menyesuaikan materi sesuai kondisi dan arahan dari dinas pendidikan.