Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kekudusan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DANSA KIZOMBA Suatu Tinjauan Etis Teologis Terhadap Dansa Kizomba Oleh Pemuda-Pemudi Jemaat GMIT Siloam Oelbioin, Klasis Fatuleu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penulisan ini mengkaji praktik dansa kizomba yang dilakukan oleh pemuda-pemudi GMIT Siloam Oelbioin. Pokok persoalan penelitian ini adalah adanya keresahan karena praktik dansa kizomba dengan sentuhan fisik yang berlebihan dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis praktik dansa kizomba, serta memberikan refleksi etis teologis terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis, data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa narasumber serta dianalisis menggunakan teori etika deontologi Immanuel Kant dan konsep kekudusan hidup dalam perspektif alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dansa kizomba di kalangan pemuda-pemudi ditandai dengan kedekatan fisik yang sangat intim, sentuhan pada area tubuh privat dan perilaku seperti berciuman di depan umum sehingga praktik ini sering memicu terjadinya konflik dan dinilai melanggar prinsip kekudusan hidup kristen. Berdasarkan analisis deontologi, tindakan ini dinilai tidak bermoral karena melanggar kewajiban universal untuk menghormati martabat manusia dan kekudusan hidup. Kata Kunci: Dansa kizomba, Etika deontologi Immanuel Kant, kekudusan hidup

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN DISIPLIN JABATAN PENDETA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Disiplin merupakan sarana yang dipakai untuk menjaga dan memelihara kekudusan hidup sebagai murid-murid Yesus Kristus. GMIT mengenal tiga disiplin salah satu diantaranya disiplin jabatan yang secara khusus dipakai untuk menjadi tolok ukur dalam kehidupan dan pelayanan pejabat-pejabat gereja baik majelis jemaat maupun pendeta. Jabatan pendeta sendiri terdiri dari jabatan pelayanan dan jabatan organisasi yang diatur dalam peraturan kekaryawanan GMIT. Jabatan pendeta yang dikenakan oleh seseorang mengandung tugas, wewenang dan larangan sesuai dengan panggilan pelayanan terkhsusnya termuat dalam kode etik pendeta GMIT. Panggilan pelayanan yang dilakukan oleh pendeta sebagai jabatan professional diharapkan dapat dilakukan secara baik dan bertanggung jawab untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi kehidupan jemaat. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam tugas dan panggilan pelayanan yang dilakukan oleh seorang pendeta tidak terlepas dari kesalahan dan kelalaian yang melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh GMIT. Perbuatan yang dilakukan oleh Pdt. E.A.R yaitu hamil di luar nikah merupakan pelanggaran berat sehingga diberhentikan sementara dari pelayanannya sebagai bentuk penerapan disiplin jabatan pendeta. Penerapan disiplin jabatan pendeta ini menjadi kontraversi dalam kehidupan jemaat GMIT Syalom Makwar. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis memberikan gambaran umum Jemaat GMIT Syalom Makwar, kemudian memberikan gambaran pemahaman-pemahaman jemaat dan majelis jemaat mengenai penerapan disiplin jabatan pendeta tersebut dan penulis membangun refleksi teologis untuk memberikan pemahaman eklesiologis mengenai disiplin jabatan pendeta. Dalam upaya untuk menjawab permasalahan di atas, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian pustaka dan penelitian lapangan. Penelitian pustaka yang digunakan adalah dengan menggunakan sejumlah literatur untuk menunjang penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan tempat penelitian di jemaat setempat yaitu Jemaat Syalom Makwar dengan memilih beberapa Majelis Jemaat dan Jemaat untuk mewakili dalam memberikan imformasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengetahui bahwa jemaat dan majelis jemaat memiliki pemahaman-pemahaman yang berbeda-beda mengenai pemberhentian pendeta dari pelayanannya. Sebagian memahami penerapan disiplin jabatan pendeta tersebut sebagai cara yang baik untuk menegur kesalahan yang telah dilakukan oleh pendeta tersebut dan ada juga yang memahaminya sebagai bentuk hukuman. Sebagiannya lagi memahami penerapan disiplin jabatan pendeta tersebut sebagai bentuk ketidaksukaan dan permainan politik untuk mengeluarkan pendeta tersebut dari Klasis Malaka. Perbedaan pehamahaman ini menimbulkan perpecahan dalam kehidupan jemaat. Oleh karena itu dalam karya ilmiah ini, penulis memberikan sebuah pemahaman teologis bahwa penerapan disiplin jabatan pendeta atau pemberhetian sementara pendeta dari pelayanannya sebagai upaya untuk diberikan teguran dan nasihat melalui tindakan pastoral sehingga pendeta tersebut dapat mengalami pertobatan dan memperbaiki diri melalui karya Roh Kudus. Tujuannya ialah agar pendeta tersebut dapat merenungkan kesalahan, menyadari kesalahan dan memulihkan diri untuk kembali ke relasi yang benar dengan Allah dalam karya pelayanannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail