Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Pencak Silat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI DESA POLLO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI DESA POLLO Eben S. Kabnani*, Ramona M. Mae, Yahya J. Palinata. Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela mempertahankan eksistensi (kemandiriannya) dan integritasnya terhadap lingkungan hidup atau alam sekitsrnya untuk mencapai keselarasan hidup guna peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Tujuan penelitian:Adapun tujuan penelitian yang ingin di capai oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian ini adalah: untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kehadiran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Desa Pollo. Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui instrumrn penelitian (kuesioner), serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu: data statistik. Populasi Sampel pada penelitian ini adalah 20% jumlah masyrakat Desa Pollo Dusun 03/Nekmese yaitu 60 orang. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menujukan bahwa persepsi masyarakat terhadap kehadiran PSHT di Desa Pollo Dusun 03/Nekmese dengan populasi 60 orang sebagai responden yang member persepsi dengan menjawab 8 pernyataan dari 4 kategori jawaban yaitu: (SS), (S), (TS) dan (STS). Responden tertinggi pada pernyataan 1 adalah kategori (S) dengan jumlah 35 dan persentasi 58,33%, pernyataan 2 adalah kategori (TS) dengan jumlah 30 dan perentasi 50%, pernyataan 3 adalah kategori (TS) dengan jumlah 30 dan persentasi 50%, pernyataan 4 adalah kategori (TS) dengan jumlah 28 dan persentasi 46,66%, pernyataan 5 adalah kategori (TS) dengan jumlah 35 dan persentasi 58,33%, pernyataan 6 adalah kategori (S) dengan jumlah 32 dan persentasi 53,33%, pernyataan 7 adalah kategori (S) dengan jumlah 30 dan persentasi 50%, pernyataan 8 adalah kategori (S) dengan jumlah 52 dan persentasi 86,66%. Simpulan: Persepsi masyarakat terhadap kehadiran PSHT, Masyarakat Desa Pollo Dusun 03/Nekmese setuju dengan hadirnya PSHT di Desa Pollo Dusun 03/Nekmese, namun demikian masyarakat sangat mengharapkan kehadiran PSHT agar tidak menimbulkan tindakan criminal, kehadiran PSHT dapat menimbulkan nilai-nilai kehidupan yang baik, memperluas jaringan social, melakukan ajaran beladiri dengan baik, dan masyarakat Desa Pollo Dusun 03/Nekmese bersedia memberi persepsi terhadap kehadiran PSHT. Katakunci: Persepsi,Masyarakat, Pencak Silat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG POLA LATIHAN ATLET USIA DINI PADA PERGURUAN PENCAK SILAT SATRIA MUDA INDONESIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pola latihan merupakan segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban latihan, waktu atau intensitasnya. Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan atlet usia dini pada perguruan pencak silat Satria Muda Indonesia Kota Kupang. Metode penelitian: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analalisis data. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan teknik dan latihan yang meliputi unsur-unsur organisasi pembinaan agar latihan mencapai hasil prestasi yang optimal, maka program atau bentuk latihan disusun hendaknya mempertimbangkan kemampuan dasar setiap atlet usia dini dan mengembangkan kemampuan seorang atlet yang telah direncanakan secara sistematis dan terstruktur dalam jangka waktu yang lama untuk meningkatkan kemampuan gerak baik dari segi: (a) Latihan fisik, Latihan ini khusus ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kondisi fisik atlet, yang mencakup komponen-komponen fisik. (b) Latihan teknik, Latihan untuk memahirkan teknik-teknik gerakan. (c) Latihan taktik, Latihan untuk menumbuhkan perkembangan daya tafsir pada atlet, strategi, taktik pertahanan dan penyerangan. (d) Latihan mental pada saat proses latihan. Meningkatkan kemampuan para pembina dan pelati dalam melaksanakan pembinaan sehingga akan tercapai sasaran yang di peroleh atlet usia dini dengan baik. Simpulan: Mengembangkan kemampuan gerak atlet yang patut diperhatikan adalah sikap pasang awal yang harus di perhatikan karena teknik memerlukan kecepatan dan konsentrasi dan kordinasi yang baik maka atlet yang tadinya tidak mampu menjadi mampu dalam melakukan gerakan teknik tesebut dengang baik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN PJOK MATERI PENCAK SILAT PADA SISWA KELAS VIII SMPN SATAP OEFAU BOTI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dimilki siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran pencak silat teknik dasar kuda-kuda pada siswa kelas VIII di SMPN Satu Atap Oefau Boti. Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan teknik analisis data. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk meninjau Tinjauan Tentang Pembelajaran Pjok Materi Pencak Silat pada Siswa Kelas VIII SMPN Satap Oefau Boti. Oleh karna itu melalalui teknik wawancara dan dokumentasi peneliti telah mengumpulkan hasil penelitian dan telah mengumpulkan data hasil penelitian, dan telah memaparkan hasil penelitian. Dengan demikian seehingga kita bisa dapat mengetahui Pembelajaran Pjok Materi Pencak Silat pada Siswa Kelas VIII SMPN Satap Oefau Boti. Simpulan: Dari hasil wawancara, maka peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas siswa di dalam proses pembelajaran penjasorkes pada dasarnya siswa aktif, akan tetapi jikalau sarana dan prasarana olahraga yang kurang akan menghambat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASA PERCAYA DIRI SISWA DALAM MENGIKUTI PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES (PENCAK SILAT)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Percaya diri adalah suatu keyakinan pada diri sendiri bahwa dirinya mempunyai kemampuan atau potensi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini adalah untuk mengetahui rasa percaya diri siswa di SMA Budi Mulia Bakiruk Kabupaten Malaka. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel dalam penelitian ini bagaimana peran guru pencak silat dalam membangun rasa percaya diri siswa. Hasil Dan Pembahasan: Sumber data diperoleh langsung dari hasil Wawancara dengan Guru Penjasorkes, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, pembahasan proses membangun rasa percaya diri siswa di SMA Swasta Budi Mulia Bakiruk sangat bermamfaat untuk lebih mengetahui Bagaimana Rasa Percaya Diri Siswa Di Sma Swasta Budi Mulia Bakiruk Saat Pembelajaran berlangsung. Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwasangat penting membangun rasa percaya diri pada siswa sehingga dapat menunjang tingkat kemampuan anak pada saat membangun aktifitas sehari-hari dengan orang lain, sehingga perlu adanya dorongan dari orang tua dan guru dalam membentuk karakter siswa/anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TEKNIK BANTINGAN PADA PESERTA CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT TUNGGAL HATI SEMINARI-TUNGGAL HATI MARIA (THS-THM

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TEKNIK BANTINGAN PADA PESERTA CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT TUNGGAL HATI SEMINARI- TUNGGAL HATI MARIA (THS-THM) Alexander O. Kaleb Bhega1*, Agustinus J. Nafie2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Teknik bantingan dalam pencak silat merupakan metode dan strategi serangan pada jarak jangkau dekat yang dilakukan dengan menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk selanjutnya dilakukan dengan cara mendorong atau menarik kemudian mengempaskan atau menjatuhkan lawan.Permasalahanyang terjadi di lapangan, seperti pada pusat latihan Organisasi Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Kota Maumere, yaitu kemampuanpesertabelum maksimal dalam melakukan teknik bantingan dan belum sesuai dengan latihan yang diterapkan pelatih. Tujuan penelitian:Tujuan untuk mengetahuiteknik bantingan pada peserta cabang olahraga Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Kota Maumere. Metode penelitian:Metode yang digunakan yaitu metodepenelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode dekriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan:Langkah-langkah melakukan teknik bantingan diuraikan dalam aktivitas gerak sebagai berikut:melakukan sikap pasang, tahap pelaksanaan gerak teknik bantingan, pesilatB melakukan serangan dengan teknik pukulan/tendangan, selanjutnya pesilat A menghinar lalu menangkap tangan/kaki pesilat B,tahap selanjutnya dengan gerakan cepat pesilat A mengangkat lalu memutar dan membanting tubuh lawan (pesilat B) hingga terjatuh tanpa reaksi balasan dari lawandengan durasi waktu reaksi kurang lebih 3 sampai 5 detik. Simpulan:Peserta mampu menerapkan teknik bantingan dengan baik dan menguasai teknik melakukan bantingan dengan koordinasi gerak yang cepat dan tepat. Sehingga hasil yang didapat dalam melakukan bantingan sudah maksimal, efektif dan efisien. Katakunci:Pencak silat; Teknik bantingan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN MENURUNNYA PRESTASI PERGURUAN PENCAK SILAT PERISAI DIRI CABANG SENTRAL ATAMBUA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN MENURUNNYA PRESTASI PERGURUAN PENCAK SILAT PERISAI DIRI CABANG SENTRAL ATAMBUA Agustina Hariyati Mauk1*, Agustinus Jakob Nafie2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Prestasi merupakan hasil nyata dari puncak pengembangan potensi diri dan prestasi hanya dapat diraih dengan mengerahkan segala kekuatan, kemampuan dan usaha yang ada dalam diri kita. Tujuan penelitian: Penelitian ini untuk menganalisis menurunnya prestasi perguruan pencak silat perisai diri (PD) Cabang Sentral Atambua Kecamatan Atambua Barat. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini bagaimana pelatih memberikan teknik,taktik dalam latihan untuk mengembangkan prestasi bagi para atlet. Hasil dan pembahasan: Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih,asisten pelatih dan atlet. Penyebab menurunnya prestasi yaitu kurangnya latihan yang di lakukan oleh atlet, kurangnya antisipasi dari atlet tentang teknik latihan, atlet tidak pernah melakukan latihan mandiri di rumah sehingga dapat menyakibatkan menurunnya prestasi perguruan pencak silat perisai diri cabang sentral atambua. Berdasarkan hasil penelitian dengan melaksanakan prosedur penelitian dengan observasi,latihan dan wawancara dapat diperoleh kemampuan dari atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang akan datang. Simpulan: Adanya faktor internal dan faktor eksternal dapat memberikan dampak yang baik bagi atlet,dimana faktor internal itu dari diri sendiri dan faktor eksternal itu dari luar diri,faktor - faktor ini yang dapat menyebabkan menurunnya prestasi atlet dalam menghadapi suatu kejuaraan atau even apabilah kedua faktor ini tidak saling mendukung. Kata kunci: Prestasi;Pencak silat;Perisai diri

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ATLET PENCAK SILAT TUNGGAL HATI SEMINARI-TUNGGAL HATI MARIA RANTING MAUBESI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Stefanus Kause.Nim. 16323212dengan judul: “Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Atlet, Pencak Silat Kebugaran jasmani merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh manusia, karena dengan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik maka manusia akan lebih mudah dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya. Tujuan dari kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan.Dalam pencak silat, setiap atlet selalu dituntut untuk selalu bisa bergerak dengan memperhatikan kebugaran dirinya.Sehingga atlet pencak silat memilki kebugaran jasmani yang baik agar pergerakan yangdilakukan efektif dan efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif, dengan teknik pengumpulan dan analisis data menggunakan norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk anak usia 16-19 tahun. Hasil penelitian tentang Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai berikut: Hasil rekapitulasi dari keseluruhan item tes berada pada kriteria Baik, dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 21,6 dan hasil tes tingkat kebugaran jasmani para atlet putri dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 22,9 dan berada pada kriteria Baik Sekali. (a). Lari 60 meter diperoleh dari item tes ini adalah dibawah 7,3 detik untuk atlet putra dan 7,6 detik untuk atlet putri dengan klasifikasi Baik Sekali, (b).Gantung diperoleh hasil dari tes kebugaran jasmani pada item gantung angkat tubuh untuk atlet putra adalah 10,8 dengan kriteria Sedang dan gantung siku tekuk memperoleh hasil 19,5 dengan diklasifikasi Sedang untuk atlet putri, (c). Baring duduk diperoleh hasil 40,4 dengan klasifikasi Baik oleh 10 orang atlet putra dan 34,6 dengan klasifikasi Baik Sekali untuk atlet putri, (d). Loncat tegak memperoleh hasil 65,2 dengan klasifikasi Sedang untuk atlet putra dan 54,1 dengan klasifikasi Sangat Baik untuk atlet putri, (e). Lari 1.200 meter diperoleh dari keseluruhan sampel yang mengikuti item tes TKJI yang dilaksakan oleh atlet putra dan putri berada di bawah 3,14 menit dengan klasifikasi baik sekali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG LATIHAN TEKNIK BANTINGAN PADA ANGGOTA PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG LATIHAN TEKNIK BANTINGAN PADA ANGGOTA PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE Nandes Sipa1*, Agustinus Jacob Nafie2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Bantingan adalah teknik dan taktik serangan jarak jangkau dekat yang dilakukan dengan terlebih dahulu menangkap salah satu komponen tubuh lawan, melalui proses mndorong atau menarik, lalu dihempaskan dari titik penyangganya. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui teknik bantingan pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting penui timur. Metode penelitian: Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan sebuah metode yang digunakan peneliti untuk menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian pada satu waktu tertentu. Hasil dan pembahasan: Teknik bantingan yang dilakukan ada beberapa tahap yaitu: 1. Sikap pasang awal (Kuda-kuda depan), 2. Serangan (tendangan lurus), 3. Hindaran dan tangkapan, 4. Sabetan, 5. Dan diakhiri dengan teknik Bantingan. Berdasarkan tahap-tahap yang diberikan pelatih kepada siswa-siswa persaudaraan setia hati terate di ranting penfui timur tersebut sangat baik. Simpulan: Berdasarkan hasil Analisis data maka dapat disimpulkan bahwa dalam cabang olahraga beladiri pencak silat Teknik bantingan merupakan salah satu hal yang sangat keefektifan siswa dalam latihan beladiri. Katakunci: Teknik Bantingan, Pencak Silat, Persaudaraan Setia Hati Terate

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN KETERAMPILAN TENDANGAN T PENCAK SILAT PERISAI DIRI MELALUI MEDIA ALAT BANTU PECING PAD DI RANTING PUSAT KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada hakekatnya, Keterampilan Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan sikap tubuh yang miring dan bagian kaki yang dibenturkan yaitu sisi telapak kaki atau pedang kaki.Tahapan tahapan pelaksanaan Tendangan T adalah Gerakkan Awalan, Ayunan, Kontak, lanjutan dan sikap Akhir. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana keterampilan tendangan T pencak silat Perisai Diri melalui media alat bantu pecing pad di ranting pusat Kabupaten Timor Tengah Utara. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui tinjauan dalam meningkatkan keterampilan tendangan T pencak silat Perisai Diri melalui media alat bantu pecing pad di ranting pusat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai Tinjauan keterampilan tendangan T Pencak Silat Perisai Diri melalui media alat bantu Pecing Pad di ranting Pusat Kabupaten Timor Tengah Utara. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pelaksanaan keterampilan tendangan T Dengan adanya media alat bantu Pacing Pad, dapat meningkatkan tendangan yang dilakukan atlet sudah semakin terlihat jelas dan maksimal.Kategori pergolongan umur atlet mulai dari Usia dini atau anak – anak Putra dan Putri umur 10-12 tahun, golongan Pra Remaja umur 12-14 tahun, Golongan Remaja umur 14-17 tahun dan Golongan untuk Dewasa Putra dan Putri umur 17-35 tahun. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tinjauan keterampilan tendangan T yang baik dan tepat pada sasaran perlu adanya motivasi dan melatih konsentrasi atlet, serta memberikan latihan fisik dan memberikan contoh gerakan tentang tendangan T yang baik kepada atlet serta pengadaan Pecing Pad yang terbuat dari sebagai media alat bantu,bahan Kulit imitasi yang kuat dan berbusa. sehingga dapat mengetahui bagaimana peningkatan atlet dalam melakukan tendangan T yang baik dan peletakaan kaki yang baik dibandingkan dengan tidak menggunakan Pecing Pad

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail