Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: Disiplin Kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TIMOR MITRA NIAGA KECAMATAN LAMBOYAARAT KABUPATEN SUMBA BARAT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Baumata)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Empiris Pada Baumata) Masalah Yang Di Ambil Penelitian Ini Adalah Pengaruh Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan salah satu masalah utama yang yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah penanganan terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia.Aset terbesar dalam suatu organisasi adalah sember daya manusianya yang menentukan keberhasilan organisasi. Jumlah sumber daya manusia yang besar apabila dapat diterapkan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Manusia adalah faktor pendorongan utama dari semua organisasi aktivitas, karena peran itu maka tenaga kerja harus mendapatkan perhatian lebih serius jika organisasi menggerakan perusahaan guna untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Manusia memiliki kedudukan yang sangat penting didalam suatu perusahaan, karena manusia merupakan pelaku perencanaan, penggerak,serta penentu terwujut suatu tujuan perusahaan. Menurut Fatmi, (2011:49) budaya organisasi adalah suatu kebiasaan yang telah berlangsung lama dan dipakai serta diterapkan dalam kehidupan aktivitas kerja sebagai salah satu pendorong untuk meningkatkan kualitas kerja para karyawan dan manajer perusahaan. Menurut Sinambela,(2012:238). Disiplin adalah kesedian seseorang yang timbul dengan kesadaran diri untuk mengikuti peraturan –peraturan yang berlaku dalam organisasi Menurut Mangkunegara (2002:66) Keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi dipengaruhi oleh kinerja sumber daya manusia atau karyawan, maka dari itu setiap perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin agar kinerja sumber daya manusianya dapat meningkat dengan baik dan mampu mencapai tujuan. serta kepatuhan terhadap perintah dan berinsiatif untuk melakukan suatu tindakan yang diperlukan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan Budaya Organisasi , Dan Disiplin Kerja yang Signifikan terhadap kinerja Karyawan pada PT Timor Sejahtera Aguafit Baumata. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 48 orang dari jumlah populasi sebanyak 48orang karyawan yang bekerja di Bagian PT Timor Sejahtera agufit Baumata . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Timor Sejahtera aguafit Baumatai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan Budaya Organisasi signifikan terhadap kinerja Karyawan pada PT Timor Sejahtera Aguafit Baumata secara parsial Disiplin Kerja signinifikan terhadap kinerja karyawan pada Bagian PT Timor Sejahtera Aguafit Baumata. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 17,794 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.291, b² adalah 0.230.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Signifikan Budaya Organisasi (X1) Disiplin Kerja (X2) dan terhadap kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 17,794+ 0,291 X1 + 0,230 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada Signifikan (X1) terhadap kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Budaya Organisasi(X1) ditemukan t hitung = 2,494 lebih kecil t table = 2,81 dan t 0,05> 0,032 tingkat Sig. = 0,016 Oleh karena nilai sig. < 0,05 Ho diterima maka Ha ditolak yaitu variabel Budaya Organisasi (X1) Signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan. (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada Signifikan (X2) terhadap kinerja Karyawan(Y). Diketahui bahwa untuk variabel Displin Kerja(X2) ditemukan t hitung = 2,214 lebih Kecil t table = 2,81 dan tingkat Sig. = 0,05 Oleh karena nilai sig. < 0,032 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Disiplin Kerja (X2) Signifikan secara parsial terhadap kinerja Karyawan(Y). Untuk hasil pengujian Uji F didapati F hitung = 7,713 lebih Besar dengan tingkat Sig. = 0,001 Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Disiplin Kerja (X2) berpengaruh Signifikan secara simultan terhadap kinerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.505 atau 50,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan adalah 50,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 49,5% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Budaya Organisas, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG NAMA : AZARIA HEKE NIM : 18410265 PROGRAM STUDI : MANAJEMEN FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu ilmu yang berharga untuk dapat mencapai tujuan sebuah organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. SDM bukanlah sekedar sumber daya, telah menjadi tolak ukur utama dalam mencapai keberhasilan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Di dalam perkembangan masyarakat dan dunia usaha, faktor sumber daya manusia masih memegang penting, meskipun pada saat sekarang bangsa kita sedang menuju orientasi kerja, di mana kerja dipandang sebagai suatu hal yang mulia. Perlu ditekankan disini bahwa pada masyarakat yang berorientasi kerja tidak boleh mengabaikan faktor manusia untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Motivasi kerja adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi perlu dilaksanakan organisasi, dimana seluruh aktivitas dan tugas - tugas jika didasarkan pada motivasi yang tinggi maka kinerja juga akan menjadi tinggi dan sebaliknya. Motivasi merupakan hal atau sesuatu yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Untuk menjaga aktivitasnya khusus di bidang ketenagakerjaan pegawai kantor melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi kerja yaitu dengan pemberian motivasi, mengadakan pemberian gaji pegawai, pengembangan diri serta aktualisasi diri setiap pegawai untuk mendorong peningkatan prestasi kerja dan karier yang baik. Setiap pekerjaan yang memberikan hasil kerja yang terbaik jika mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk melakukan yang terbaik. Motivasi merupakan dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam bekerja dan menaati peraturan - peraturan kantor dan norma - norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan kantor baik tertulis maupun tidak. Disiplin yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas - tugas yang berikan kepada pegawai. Karena dengan semakin berkembangnya suatu organisasi dan semakin tingginya teknologi yang digunakan oleh perusahaan/organisasi, menyebabkan sering terjadi perubahan serta semakin luasnya pekerjaan yang akan diemban oleh tenaga kerja, sehingga perlu diadakan pendisiplinan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Prestasi Kerja merupakan faktor penting untuk mendukung keberhasilan suatu pekerjaan baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai seorang anggota suatu organisasi/lembaga. Prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktivitas kerjanya. Informasi tentang tinggi rendahnya prestasi kerja seorang pegawai tidak dapat diperoleh begitu saja, tetapi diperoleh melalui proses yang panjang yaitu penilaian prestasi kerja pegawai. Jadi setiap anggota mempunyai prestasi kerja yang berbeda berdasarkan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini akan membahas Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi pada dalam penelitian ini adalah Seluruh Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang berjumlah 176 orang dan sampel pada peneltian ini pada Pegawai ASN Bagian Umum Setda Kota Kupang adalah 39 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai, Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang dan Disiplin Kerjaberpengaruh dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda b1 = 0,005 dan b2 = 1.018. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y = -1.173 + 0,005(X1) + 1.018(X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja (Y), diketahui bahwa variabel motivasi kerja (X1) di temukan T hitung = 0,021 lebih kecil dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifkan = 0,984. Oleh karena itu nilai Sig. > tabel = 0,05 maka H0 (b1= 0) diterima dan Ha (b1≠0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel prestasi kerja (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X2) ditemukan T hitung = 3.326 lebih besar dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. < 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji f didapati F hitung= 70.552 lebih besar dari F tabel = 3,26 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka H0 (b = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel Motivasi Kerja dan variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel Prestasi Kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,797 atau 79,7 %. Hal ini berarti besar pengaruhnya Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja adalah 79,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 20,6% disebabkan oleh factor lain tidak dteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Motivasi Kerja,Disiplin Kerja,Prestasi Kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI KREDIT SERVIAM CABANG OEBUFU KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI KREDIT SERVIAM CABANG OEBUFU KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Adanya sumber daya manusia dapat menunjang kepentingan suatu kelompok atau organisasi tertentu dalam usaha mencapai suatu tujuan. Sumber daya manusia secara umum biasanya digunakan dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut , suatu organisasi dalam hal ini perusahaan harus mampu menciptakan karyawan yang memiliki kinerja kerja yang dapat digunakan sebagai penghantar dalam mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu pastinya memiliki suatu kompensasi dan juga disiplin kerja yang baik untuk mencapai sebuah tujuan. Kompensasi dan juga disiplin kerja yang ditentukan atau ditetapkan oleh tiap-tiap perusahaan maupun organisasi tertentu dapat menjadi penentu sumber daya manusia yang kemudian dapat dipertanggungjawabkan dengan baik atau malah sebaliknya. Permasalahan mengenai kompensasi merupakan hal yang cukup rumit sehingga setiap perusahaan seharusnya memiliki cara sendiri untuk menetapkan kompensasi yang sesuai.Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi MSDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individualsebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian (Veitzal dan Sagala, 2009:741).Di dalam kompensasi terdapat sistem insentif yang menghubungkan kompensasi dengan kinerja. Dengan kompensasi kepada pekerja diberikan penghargaan berdasarkan kinerja dan bukan berdasarkan senioritas atau jumlah jam kerja. Werther dan Davis 1996: 408 dalam (Wibowo, 2012:348). Menurut Handoko (2001) dalam Sinambela (2016:334) Disiplin adalah kesediaan seseorang yang timbul dengan kesadaran sendiri untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi. Disiplin merupakan sikap hormat yang ada dalam diri karyawan, yang mem buat ia dapat menyesuaikan diri dengan sukarela patuh terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan (Sutrisno, 2009:92). Menurut Ardana, Mujiati dan Utama (2012:134) disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya. Menurut Sutrisno (2009:90) dalam menerapkan disiplin kerja perusahaan harus membuat peraturan yang bersifat jelas, mudah dipahami dan adil, yaitu berlaku bagi pimpinan yang tertinggi maupun bagi karyawan yang terendah. Kinerja karyawan sering diartikan sebagai pencapaian tugas seseorang dalam bekerja. Pencapaian tersebut harus sesuai dengan kriteria kerja yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Pencapaian setiap individu berbeda tergantung kepada kemampuan masing-masing individu Menurut Simanjuntak (2015) dalam Rivai (2015:406) kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Menurut Mangkunegara (2013:67) Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadannya. Sedarmayanti (2010:176) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukan buktinya secara konkrit dan dapat diukur atau dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan. Berdasarkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Kompensasi Karyawan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang berjumlah 23 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengaruh Kompensasi Karyawan Disiplin Kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial Kompensasi Karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang dan Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Kompensasi Karyawan dan Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari Hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 34, 121 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,093 dan b2 = 0,386. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kompensasi Karyawan (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 34,121+ 3,050 (X1) + 3,210 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel Kompensasi Karyawan (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa untuk variabel Kompensasi Karyawan (X1) di temukan t hitung = 3,525 lebih besar dari t tabel = 2, 06866 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel Kompensasi Karyawan (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,525 lebih besar dari t tabel = 2, 06866 dan tingkat sig. = 0,003. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 2,698 lebih besar dari F tabel = 3,49 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima Kompensasi Karyawan (X1) dan variabel disiplin kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,527atau 52,7%. Hal ini berarti besar pengaruhnya kompensasi Karyawan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan adalah 52,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,3%disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kompensasi Karyawan, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menghasilkan karyawan yang produktif dan berkompeten bukanlah satu-satunya hal yang diharapkan perusahaan, tetapi juga terdapat hal yang tidak kalah pentingnya yakni bagaimana produktivitas karyawan dapat meningkat. Sumber daya manusia (SDM) yang produktif akan dapat merancang dan mengaplikasikan semua rancangan yang menjadi sasaran atau target dari suatu organisasi. SDM dikatakan produktif, apabila mempunyai produktivitas kerja yang tinggi serta dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat waktu.(Ananta,2018). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik skor dari jawaban responden masing-masing variabel, untuk menggambarkan persepsi responden atas variabel-variabel yang digunakan secara kualitatif. Pada analisis pendahuluan akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diproleh melalui kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen yaitu kompensasi (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif yang diubah menjadi kuantitatif dengan menggunakan skala interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji regresi variabel a) variable kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. b). variabel motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. c). Variabel disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Kata Kunci : Kompensasi, motivasi kerja, disiplin kerja, produktifitas kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KERJA APARATUR PEMERINTAH DESA KLETEK KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya aparatur pemerintah desa Kletekyang dinilai kurang responsif dalam melaksanakan tugas pelayanan kepadamasyarakat di Desa Kletek. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penuliskepada beberapa masyarakat setempat, dinilai masih rendahnya produktivitas kerjaaparatur yang terlihat dari indikator-indikator sebagai berikut: (1). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yangdiberikan oleh kepala desa sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkansehingga berdampak pada pelaksanaan pemberian pelayanan kepada masyarakat;(2). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat memanfaatkanwaktu serta memenuhi target yang telah ditentukan sehingga menyebabkanbertumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan oleh aparatur pemerintah Desa Kletek. Contohnya: Dalam pengerjaan APBDes yang disimpan danditumpuk, tidak diselesaikan sesuai dengan perintah atasan, hal ini menyebabkanpekerjaan yang lainnya menjadi terhambat. Oleh karenanya, unsur profesionalisme dari aparatur pemerintah Desa Kletek dalam memberikan pelayanan publik secara prima menjadi suatu kewajiban. Profesionalisme disini lebih menekan kepadakemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah dalam memberikanpelayanan publik yang responsif, transparansi, produktivitas dan efesien. Aparaturpemerintah Desa Kletek selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik,cepat, dan efektif serta efisien kepada masyarakat. Tentu hal tersebut akantercermin melalui kinerja Aparatur itu sendiri. Dengan demikian, pekerjaan dariAparatur Pemerintah Desa Kletek merupakan fokus dalam penelitian ini, dengan studidilakukan Di Desa Kletek, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN MAULAFA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama dalam menentukan tujuan sebuah organisasi. Salah satu langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan organisasi yakni upaya penyempurnaan perilaku manusia sebagai sumber daya yang memegang peranan penting dalam menyelenggarakan tugas- tugas organisasi, sehingga berdasarkan penjelasan tersebut perlu diketahui bahwa sumber daya manusia memiliki peranan dan posisi yang sangat strategis dalam suatu organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan organisasisecara efektif, efisien, dan produktif.Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Walaupun banyak sumber daya, sarana dan prasarana lainnya, tanpa ada sumber daya manusia maka kegiatan organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik.Untuk nenentukan kualitas suatu organisasi maka perlu untuk melihat suatu Kinerja Pegawai. Untuk itu perlu dilakukan penilaian kinerja secara periodik yang berorientasi pada masa lalu atau masa yang akan datang. Penilaian disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah bentuk kerja dari pegawai sudah memenuhi standar kerja yang diharapkan atau belum. Oleh sebab itu Kinerja pegawai dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada organisasi atau instansi tersebut. Setiap pekerjaan memiliki kriteria pekerjaan yang spesifik, atau dimensi kerja yang mengidentifikasi elemen-elemen yang paling penting dari suatu pekerjaan. Organisasi atau instansi perlu mengetahui berbagai kelemahan dan kelebihan pegawai, hal ini dilihat berdasarkan pada banyaknya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya kurangnya disiplin karyawan dan tingginya beban kerja yang diberikan organisasi atau instansi tersebut. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu bagi instansi atau organisasi untuk mempertimbangkan serta memperbaiki kelemahan dan menguatkan kelebihan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan pengembangan pegawai sehingga kinerja pegawai pada setiap instansi harus dioptimalkan demi tercapainya tujuan organisasi atau instansi tersebut. Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meganaisis apakah terdapat pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Objek yang peneliti akan teliti dalam penelitan ini adalah pada kantor Kecamatan Maulafa dan sampel yang dijadikan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada pada kantor Kecamatan Maulaf yaitu sebanyak 24 orang pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa secara terpisahterdapat pengaruh dan signifikan Disiplin Kerja (X1) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (β1) sebesar 0.484 yang artinya bahwa jika Disiplin Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.000 < 0.05 dan t hitung sebesar 4.201 > t tabel sebesar 1.721. Sedangkan untuk variabel beban kerja terdapat pengaruh yang signifikan Beban Kerja (X2) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang.Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi(β2) sebesar 0.295 yang artinya bahwa jika Beban Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Beban terhadap Kinerja Pegawai.Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.021 < 0.05 dan t hitung sebesar 2.503> t tabel sebesar 1.721. Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Kantor Kecamatan Maulafa dimasa yang akadatang, oleh karena itu hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa berkaitan dengan disiplin kerja adalah kuantitas kerja pegawai, selain dari pada itu perlu adanya pengawasan yang ketat dan sanksi yang keras agar pegawai lebih disiplin dalam mematuhi peraturan kantor. Sedangkan untuk beban kerja pegawai, hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa adalah harus lebih meningkatkan hal-hal yang menyangkut dengan penggunaan waktu kerja untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka, sehingga mereka dapat menggunakan waktu kerja dengan sebaik mungkin agar dapat meningkatkan kenerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN EFEKTIF KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia harus mampu memberikan pedoman mengenai persyaratan pengadaan dan pengembangan sumber daya manusia yang seharusnya dikerjakan, dilingkungan sebuah organisasi atau perusahaan (Nawawi 2005:104). Sumber Daya Manusia mempunyai posisi yang sangat penting dalam perusahaan, mengingat kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya,(Marwansyah 2012:3) berpendapat bahwa sebagai pendayagunaan sumber daya manusia didalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi–fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja dan hubungan industrial. Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2011:67). kinerja pegawai adalah hasil kerjapegawai baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator ketaatan pada aturanadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 8 dengan jumlah responden 12 orang, diikuti dengan yang memilih 9 dengan jumlah 8 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah resonden 3 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator frekuensi kehadiranadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 19 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 7 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dan 6 dengan jumlah responden 1 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel disiplin kerja (X1) berpengaruh secara signifikansi terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang, hal ini dilihat dari singnifikasi stres kerja (X1) nilai thitung 1,404< 2.056 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditetima Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positif pada variabel disiplin kerja (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dapat diukur dari variabel disiplin kerja (X1) yang memiliki 3 indikator sesuai dengan jawaban responden dalam penelitian ini. 2. Pengaruh efektif kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator kerja timadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 10 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 9 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 7 dengan jumlah responden 5 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator konsistensiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 15 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 11 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dengan jumlah responden 1 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator adaptasiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 11 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 10 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah responden 1 orang. Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) thitung 2,420 > 2.056 ttabel,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti berarti terdapat pengaruh positif pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Maka dapat diindikasikan bahwa efektif kerja yang baik akan memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Kata Kunci:Disiplin Kerja, Efektif Kerja Dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG) Organisasi merupakan wadah atau tempat yang digunakan beberapa orang untuk melakukan kerja sama. Organisasi akan berkembang dengan baik tergantung pada sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam organisasi swasta maupun pemerintah dalam aktivitas pelayanan. Aktivitas pelayanan dalam suatu organisasi atau lembaga akan sangat berperan dalam wkelancaran kegiatan organisasi. Pelayanan dalam organisasi khususnya kantor dituntut untuk cepat dan tepat. Hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi organisasi publik, pelayanan yang baik tercermin dari setiap efektivitas dan efisiensi kegiatan yang dilakukan. Pada dasarnya pelayanan publik merupakan segala kegiatan yang dilaksanankan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pelaksanan ketentuan peraturan perundan-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pelayanan Program Keluarga Harapan (Pkh) Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang) Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 41 orang dari jumlah populasi sebanyak 372 masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan PKH/pegawai Dinassosial Kabupatenkupang. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan/Pegawai Dinaas Sosial Kabupaten Kupang. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 41orang. Nilai variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) ditemukan thitung1.792 2.02439 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Pengaruh Displin Kerja (X2) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan thitung0.246 ttabel>2.02439 maka H0 diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Kualitas Displin Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Nilai Fhitung 2.319 dengan nilai Ftabel 3.24 sehingga tingkat signifikan 0.133>0.05 maka H0 ditterima Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik (X1) dan Disiplin Kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Dapat dilihat Nilai dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi pada nilai Adjusted R Square 0.236. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 23,6% sisanya 76.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN PENGAWASAN PEMIMPIN DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KAB. ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNIUS KAMALAI, 16411367 Analisis Hubungan pengawasan Pemimpin dann Disiplin Kerja Dengan kinerja pegawai pada dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Alor Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM Menurut Usman Effendi (2014:138) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apa pun kegiatan pekerjaan tanpa adanya dilaksanakan pengawasan pekerjaan itu tidak dapat dikatakan berhasil. Rivai dan Veithzal (2010:45) menyatakan bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peratura perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Menurut Moekijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dari Pengawasan emimpin dan Disiplin kerja Dengan kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,593 untuk variabel Pengawasan peimpin dan R hitung sebersar 0,643 yang menunjukan bahwa variabel Pengawasan pemimpin meemiliki hubungan yang sedang berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel Disiplin kerja memiliki derajat hubungan kuat, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja juga terbukti melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 3,009362928 > 1,701133, begitu juga dengan variabell Disiplin kerja juga terbukti berhubungan dengan Kinerja pegawai karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 2,78022079117 > 1,70113. Maka dari itu maka hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja maka instansi harus memperhatikan dan meningkatkan Penawasan Pemimpin dan Disiplin kerja para pegawai khususnya dalam hal tanggung jawab dan kejujuran agar karyawan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dan dapat meningkatkan kinerja dan dapat meencappai tujuan dari organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR HARIAN PAGI POS KUPANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang, apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Kantor Harian Pagi Pos Kupang yang berjumlah 77 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 77 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 85,45-91,55. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 438,68 dan nilai rata-rata indeks 87,73, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Disiplin Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 81,17-81,82. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 410,91 dan nilai rata-rata indeks 82,18, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 12,190 + 0,302 X1 + 0,392 X2 di ketahui konstanta regresi sebesar 12,190, koefisien regresi b1= 0,302, koefisien regresi b2= 0,392. Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin (X2) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar 0,302 artinya jika nilai motivasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,302 satuan, koefisien regresi bernilai posotif artinya terdapat pengaruh positif motivasi kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,392 artinya jika disiplin kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,392 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variable motivaasi kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel disiplin kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel disiplin kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk memperdalam kajian terhadap kedua variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan konteks yang berbeda, Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Harian Pagi Pos Kupang, secara parsial Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Harian Pagi Pos Kupang, secara dan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA,BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN RSUD JOHANES KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada RSUD W.Z Johanes Kupang. untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada RSUD W. Z Johanes Kupang dan untuk mengetahui pengaruh kompenisasi terhadap kinerja karyawan RSUD W.Z Johanes Kupang. latar belakang dari penelitian ini adalah Keberadaan sumber daya manusia di dalam suatu organisasi memegang peranan sangat penting. Tenaga kerja memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas organisasi. Potensi setiap sumber daya manusia yang ada dalam sebuah organisasi harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan output optimal. Jika mereka telah melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan benar, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja dari organisasi tersebut. Kinerja yang lebih tinggi mengandung arti terjadinya peningkatan efisiensi, efektivitas, atau kualitas yang lebih tinggi dari penyelesaian serangkaian tugas yang dibebankan kepada seorang pegawai dalam suatu organisasi. Rumah sakit umum daerah W.Z Johanes Kupang mengalami beberapa masalah baik di internal maupun eksternal. Masalah internal rumah sakit salah satunya adalah kurang disiplinnya pegawai, kurangnya fasilitas yang menunjang kinerja pegawai serta ruang yang kurang memadai. Rumah sakit umum daerah Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang yang bergerak dibidang pelayanan publik, kedisiplinan dalam bekerja sangat diutamakan demi meningkatkan produktivitas kerja individu ataupun rumah sakit itu sendiri. Namun masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran kedisiplinan yang menurunkan produktivitas kerja pegawai, diantaranya ialah banyak pegawai yang terlambat masuk kantor dan pulang kerja sebelum jam kerja berakhir, meninggalkan jam kerja tanpa izin untuk kepentingan pribadi, menggunakan fasilitas/alat-alat kantor tidak sesuai kegunaannya (kepentingan pribadi). Banyak upaya yang dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan disiplin kerja pegawainya, namun masih banyak kendala yang dihadapi rumah sakit dalam rangka meningkatkan disiplin kerja pegawai, itu dikarenakan kurangnya pengawasan oleh atasan, serta kurangnya rasa tanggung jawab pegawai atas pekerjaan, hal itu juga di pengaruhi kurang ketersediannya fasilitas yang ada dan kurang maksimalnya penggunaan ketersediaannya fasilitas yang menunjang perkerjaan. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dan berdampak langsung terhadap rumah sakit umum Johanes kupang Adapun hasil penelitianya sebagai berikut Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel disiplin kerja sebesar 1.605 dengan nilai signifikansi sebesar 0,117. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Artinya variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Dalam hal ini disiplin kerja memiliki peran penting untuk kesuksesan pekerjaan pegawai. Dimana setiap pegawai memiliki kedisiplinan yang cukup baik dalam melaksanakan pekerjaanya. Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel beban kerja sebesar 0.214 dengan nilai signifikansi sebesar 0,832. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Dalam hal ini beban kerja rata-rata yang diterima oleh pegawai sudah tinggi, sehingga untuk beban kerja lainnya yang didapat bisa berpengaruh terhadap kinerja pegawai, Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel kompensasi sebesar 2.126 dengan nilai signifikansi sebesar 0,041. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan RSUD W.Z. Johanes. Hal dikarenakan kompensasi yang selama ini diterima oleh pegawai sudah tergolong sesuai dengan harapan pegawai, sehingga kinerja yang dihasilkan oleh pegawai RSUD W. Z Johanes Kupang sudah cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam sebuah organisasi.Kinerja pegawai negeri sipil mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada lembaga seperti kedisiplinan dan komitmen organisasi. Mengingat betapa pentingnya masalah disiplin kerja dan komitmen organisasi bagi instansi, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ini. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan disiplin kerja dengan kinerja pegawai negeri sipil pada Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua, dan untuk mengetahui hubungan komitmen organisasi dengan kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua dengan jumlah populasi 129 orang dan sampel 31 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisis lanjutan korelasi Pearson product momen. Hasil penelitian analisis lanjutan menunjukan bahwa pegawai negeri sipil dominan memiliki konsep disiplin kerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kehadiran setuju 21 orang (67,8%), konsep komitmen organisasi yang sangat tinggi pada indikator tingkat normatif sangat setuju ditujukan kepada 20 orang (64,5%), dan konsep kinerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kualitas kerja setuju 19 orang (61,3%). Hasil pengujian signifikansi korelasi, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel disiplin kerja dengan variabel kinerja dan kedua variabel memiliki hubungan yang kuat di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,512>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Dan variabel komitmen organisasi dengan variabel kinerja menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,649>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Besarnya pengaruh variabel X1, X2 terhadap variabel Y menggunakan rumus determinan r2, yaitu sebesar 42,6% dan sisanya 57,5% dipengaruhi oleh faktor lain. ,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. SAMPURNA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Finit, 2022. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV.Sampurna Kupang, Skripsi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Dibimbing oleh Jusuf Aboladaka, SE,.M.Si selaku pembimbing I dan Zet Ena, SE., MM, selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV.Sampurna Kupang. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner,observasi dan studi kepustakaan terkait sesuai tujuan penelitian. Teknik analisisnya menggunakan regresi linear berganda dengan sampel sebesar 40 responden. Pada Uji T menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh Motivasi Kerja (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Motivasi Kerja (X1) ditemukan t hitung = 4,394 lebih besar t tabel = 2.021 dan tingkat Sig. = 0,00 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung = 5,360 lebih besar t tabel = 2.021 dan tingkat Sig. = 0,030 lebih kecil dari 0,05 Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0. 527 atau 52,7%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan 52,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,3% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Motivasi dan Disiplin Kerja berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap Kinerja Karyawan Pada CV.Sampurna Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI” PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI” PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KUPANG Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, Oleh sebab itu, perlu adanya Manajemen terhadap SDM secara memadai sehingga terciptakan SDM yang berkualitas. Sumber daya manusia yang handal merupakan hal yang dibutuhkan di era globalisasi. Setiap organisasi selalu mengharapkan sumber daya yang mampu berkerja secara efektif dan efisien. Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan instansi. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja memiliki arti suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Kualitas dari pemimpin sering kali dianggap sebagai faktor terpenting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi. Kepemimpinan, tidak dipungkiri, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam keberhasilan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, diyakini bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kepemimpinan. Kinerja yang baik ditentukan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia yang berpengaruh pada kesuksesan suatu perusahaan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. merupakan merupakan unsur pelaksana tugas tertentu Pemerintah Daerah dibidang Kepegawaian dan Diklat Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya. Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. pada kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dan Pengaru Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai. Pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada tahap analisis lanjutan dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan hasil dapat dikatakan bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag , dari hipotesis yang telah dirumuskan, maka terbukti bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dengan demikian terbukti dengan hipotesis yang telah dirumuskan bahwa variabel gaya Kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang. Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang Diharapkan kepada seluruh pegawai untuk lebih ikut melibatkan diri/ berpartisipasi dalam segala pekerjaan, agar keterlibatan kerja tersebut memudahkan dalam penyelesaian pekerjaan/tugas yang diberikan, sehingga kinerjanya dapat dicapai dengan baik. Sedangkan kepada pihak pimpinan, agar dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat dan sangatlah penting guna meningkatkan kinerja pegawai. Karena ketika pemimpin dapat menciptakan suasana bersahabat dengan pegawai, akan dapat menjadikan suasana kerja yang harmonis dan menyenangkan. Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Disiplin Kerja, dan Beban Kerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH KOTA KUPANG Program Pendidikan dan Pelatihan merupakan salah satu program dalam pengembangan sumber daya manusia yang sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai dalam suatu organisasi. Pendidikan dan Pelatihan adalah rancangan suatu sistem dalam proses pengubahan sikap dan tata laku sesorang maupun peningkatan atau perolehan kemahiran (keterampilan) dalam rangka pendewasaan melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi. Dengan demikian, kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan (diklat) dan Disiplin Kerja. Penelitian ini melatar belakang data absensi Pegawai pada Badan Kepegawaian , Pendidikan dan pelatihan Daerah di Kota Kupang mengalami Fluktuasi setiap bulannya bai dari bulan Januari sampai Desember Tahu 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang sebanyak 52 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan Populasi yakni berjumlah 52 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesiner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang sebagai responden pada penelitian ini. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method). Analisi lanjutan dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linear berganda, uji koefisien regresi secara parsial (Uji t), uji hipotesis (uji F) dan Koefisien determinasi (R2) Hasil penelitian menunjukan teori bahwa secara parsial menununjukkan Variabel Pendidikan dan Pelatihan (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMBA BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya dengan memperhatikan pengawasan dari atasan kepada pegawai. Pengawasan pimpinan merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk mengetahui apakah jalannya pekerjaan dan hasilnya sesuai dengan rencana Tercapainya tujuan suatu lembaga atau organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, pada lingkungan instansi, pegawai yang berkualitas adalah pegawai yang melaksanakan pekerjaannya dan mampu memberikan hasil kerja yang baik atau mempunyai prestasi kerja yang tinggi yang dibutuhkan oleh instansi untuk mencapai tujuan. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya Dan juga gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi dan Pendukung utama untuk mencapai tujuan organisasi yaitu menunjukkan kerapihan dan ketelitian hasil kerja dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan, menunjukkan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisien dan efektifitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan, ketersediaan pegawai untuk berpartisipasi dengan pegawai yang lain baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga pekerjaan akan semakin baik, menunjukkan seberapa besar pegawai dalam menerima melaksanakan pekerjaannya dan mempertanggung jawabkan hasil kerja, dan adanya inisiatif dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua persoalan yaitu Untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan terhadap kinerja pegawai dan kedua. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat berjumlah 70 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 41 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear berganda Untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu variabel pengawasan pimpinan, variabel displin kereja dan variabel kinerja pegawai terhadap dependen kinerja pegawai mengugunakan alat analisis statistic regresi liner berganda,uji T,uji F,uji . Analisis lanjutan sedangkan analisis pendahuluan digunakan analissi deskriptif yaitu untuk mengetahui jawaban responden atas indikator indikator dari variabel independen dan dependen. Hasil penelitian diketahui jumlah pegawai 41 orang jenis kelamin laki-laki sebanyak 26 orang orang atau sebesar 63,41% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang atau sebesar 36,55%. Maka jumlah jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada jenis kelamin perempuan. Jumlah responden berdasarkan umur bahwa dari 41 orang responden yang berumur 23-29 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20% , sedangkan 30-35 tahun sebanyak 9 orang atau 21% sedangkan 35-40 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20%, sedangkan 41-46 sebanyak 6 orang atau sebesar 15% dan 47-52 sebanyak 7 orang atau sebesar 17% dan 53-60 sebanyak 3 orang atau 7%. Jumlah responden berdasarkan lama bekerja dari 41 orang responden dengan masa kerja 0-4 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 5-8 tahun berjumlah 10 orang atau sebesar 24,39 % dan masa kerja 9-11 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 12-15 tahun berjumlah 6 orang atau sebesar 14,63 % dan masa kerja 16-20 tahun berjumlah 7 orang atau sebesar 17,07 %, dan masa kerja 21-25 berjumlah 2 orang atau sebesar 4,87 %. Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat . Hal ini dibuktikan dengan nilai thitunglebih besar (15,911) dari nilai ttabel(2,021) dan pengujian hipotesis yaitu tingkat signifikan sebesar 0,001. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpegaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. Hal ini dibuktikan dengan nilaithitung lebih besar 51,857 dari nilai t tabel(2,021) dan tingkat signifikan sebesar 0,000 Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadapkinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. . Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung lebih besar (747.500) dari nilai Ftabel(3,23) dan hasil pengujian hipotesis dengan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000 Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengawasan pimpinan berpengaruh pada bahwa berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai uji f menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan ) pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan uji uji . Secara bersama-sama (simultan) antara variabel pengawasan pimpinan (X1), disiplin kerja (X2), terhadap kinerja pegawai (Y).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah kinerja karyawan. Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh kinerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Motivasi kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempatkerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, analisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dan analisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi karyawan serta menurunya tingkat volume penjualan. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja karyawan. Menurur Karen etal (2011:128) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi seseorang atau karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan yang dapat meningkatkan produktifitas. Prestasi dan kesanggupan harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari serta pembuatan tugas. Vethzal Rivai (2005:189) mengatakan bahwa pengertian motivasi kerja adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spefisik sesuai dengan tujuan individu. (Nitisemito,2002:15) Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi diri individu dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Siswanto (2008:64) mengemukakan disiplin kerja sebagai suatu sikap menghormati, menghargai patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankanya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 42 orang karyawan. Dengan menggunakan rumus RAO Purba. Rumus Rao Purba digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa motivasi kerja pada PT.Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kategori rendah. Lingkungan kerja karyawan dalam kategori rendah, disiplin kerja berada dalam kategori rendah dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,507 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,096 yang berarti semakin baik motivasi kerja, semakin tinggi pula kinerja karyawan, dan sebaliknya. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,692dan nilai koefisien regresi sebesar 0,015 yang berarti semakin baik lingkungan kerja semakin tinggi pula kinerja karyawan. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,831 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA ANGGOTA POLISI RESORT KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk menganalsis disiplin kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang, dan Untuk menganalsis beban kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang. Dengan latar belakang penelitian ini adalah Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting di dalam suatu organisasi. Dengan demikian setiap organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusianya untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, Salah satu sistem pembinaan karier anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilaksanakan melalui mutasi pada setiap jenjang kepangkatan secara rutin dan insidentil berdasarkan kebutuhan organisasi atau pertimbangan kepentingan individu Anggota sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Mutasi Jabatan dalam hal ini adalah pemindahan anggota dari suatu jabatan ke jabatan yang lain, baik yang sifatnya promosi, setara maupun demosi. Mutasi bisa berupa mutasi antar daerah yakni pemindahan anggota antar Polda atau antar Satuan fungsi (Satfung) di lingkungan Mabes POLRI atau dari Polda ke Mabes POLRI atau sebaliknya tanpa menunjuk jabatan Fakta yang diperoleh melalui penelitian awal tanggal 15 Februari 2021 menunujukkan hasil yang berbeda, ternyata penempatan sumber daya dalam institusi Kepolisian seringkali tidak tepat. Berdasarkan hasil wawancara awal 15 Feberuari 2021 dengan beberapa anggota POLRI Resort Kupang kota, menunjukkan bahwa masih banyak anggota POLRI yang merasa bahwa dirinya kurang kompeten dalam mengimplementasikan tugasnya pada suatu bidang setelah mutasi diberlakukan. Anggota-anggota tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud kurang atau bahkan tidak sesuai denganxiii minat, bakat serta kompetensinya. Ketidakpuasan anggota dalam penempatan kerja menimbulkan dampak yang cukup besar baik terhadap anggota itu sendiri, bagi organisasi, dan juga bagi masyarakat. Ketidakjelasan mutasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada bawahan, serta membuat mereka bekerja dalam ketidakpastian karena sewaktu-waktu dapat dilakukan mutasi. Banyak kasus yang dijumpai dimana anggota POLRI ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai minat dan kompetensinya. Sebagai contoh, anggotaanggota tersebut ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan dikjur (Pendidikan Kejuruan) yang telah dilaksanakan. Misalnya anggota tersebut mengikuti dikjur Binmas tetapi saat penempatan justru pada unit Reserse, sehingga penempatan tersebut tidak sesuai dengan kompetensi anggota. Selain itu, seringkali bidang baru setelah mutasi diberlakukan merupakan bidang yang kurang diminati oleh anggota yang bersangkutan secara psikologis, anggota POLRI yang ditempatkan pada bidang yang kurang sesuai dengan minat dan kompetensinya tentu akan mengalami konflik-konflik internal seperti ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan membuat anggota tersebut merasa tertekan atau stress dan merasa terbebani hingga memicu frustrasi, ini akan mengakibatkan anggota akan malas dan menghindar dari pekerjaan yang sudah di berikan. Hasil penelitian ini adalah Responden yang merupakan anggota polisi resort kota Kupang menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Nilai Hasil Pengujian H1 menunjukan variabel Disispli Kerja (X1) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,796, hasil ini menunjukan bahwa peranan variabel disispli kerja memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan kinerja anggota Polisi Resort Kota Kupang Dikarenakan atasan dan rekan kerja saling mendukung dalam bekerja dan pembagian tugas diberikan sesuai dengan peran masing-masing anggota sehingga anggota polisi merasa disiplin kerja menjadi lebih baik jika kesadaran dan kesediaan setiap anggota menaati semua peraturan danxiv norma-norma sosial yang berlakuJika kemampuan pekerja lebih tinggi dari padatun tutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan pekerja lebih rendah dari pada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu bebankerja yang sesuai standar, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under capacity). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel Beban Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,906. Hasil ini menunjukan bahwa beban kerja memiliki korelasi terhadap kinerja anggota polisi resort kota Kupang. Artinya bahwa Disaat organisasi memberikan aturan disiplin kerja maka dengan sangat mudah akan mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja sehingga akan muada pula dalam mencapai tujuan organisasi secara maksimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail