Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: dan Beban Kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN MAULAFA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama dalam menentukan tujuan sebuah organisasi. Salah satu langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan organisasi yakni upaya penyempurnaan perilaku manusia sebagai sumber daya yang memegang peranan penting dalam menyelenggarakan tugas- tugas organisasi, sehingga berdasarkan penjelasan tersebut perlu diketahui bahwa sumber daya manusia memiliki peranan dan posisi yang sangat strategis dalam suatu organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan organisasisecara efektif, efisien, dan produktif.Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Walaupun banyak sumber daya, sarana dan prasarana lainnya, tanpa ada sumber daya manusia maka kegiatan organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik.Untuk nenentukan kualitas suatu organisasi maka perlu untuk melihat suatu Kinerja Pegawai. Untuk itu perlu dilakukan penilaian kinerja secara periodik yang berorientasi pada masa lalu atau masa yang akan datang. Penilaian disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah bentuk kerja dari pegawai sudah memenuhi standar kerja yang diharapkan atau belum. Oleh sebab itu Kinerja pegawai dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada organisasi atau instansi tersebut. Setiap pekerjaan memiliki kriteria pekerjaan yang spesifik, atau dimensi kerja yang mengidentifikasi elemen-elemen yang paling penting dari suatu pekerjaan. Organisasi atau instansi perlu mengetahui berbagai kelemahan dan kelebihan pegawai, hal ini dilihat berdasarkan pada banyaknya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya kurangnya disiplin karyawan dan tingginya beban kerja yang diberikan organisasi atau instansi tersebut. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu bagi instansi atau organisasi untuk mempertimbangkan serta memperbaiki kelemahan dan menguatkan kelebihan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan pengembangan pegawai sehingga kinerja pegawai pada setiap instansi harus dioptimalkan demi tercapainya tujuan organisasi atau instansi tersebut. Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meganaisis apakah terdapat pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Objek yang peneliti akan teliti dalam penelitan ini adalah pada kantor Kecamatan Maulafa dan sampel yang dijadikan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada pada kantor Kecamatan Maulaf yaitu sebanyak 24 orang pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa secara terpisahterdapat pengaruh dan signifikan Disiplin Kerja (X1) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (β1) sebesar 0.484 yang artinya bahwa jika Disiplin Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.000 < 0.05 dan t hitung sebesar 4.201 > t tabel sebesar 1.721. Sedangkan untuk variabel beban kerja terdapat pengaruh yang signifikan Beban Kerja (X2) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang.Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi(β2) sebesar 0.295 yang artinya bahwa jika Beban Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Beban terhadap Kinerja Pegawai.Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.021 < 0.05 dan t hitung sebesar 2.503> t tabel sebesar 1.721. Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Kantor Kecamatan Maulafa dimasa yang akadatang, oleh karena itu hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa berkaitan dengan disiplin kerja adalah kuantitas kerja pegawai, selain dari pada itu perlu adanya pengawasan yang ketat dan sanksi yang keras agar pegawai lebih disiplin dalam mematuhi peraturan kantor. Sedangkan untuk beban kerja pegawai, hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa adalah harus lebih meningkatkan hal-hal yang menyangkut dengan penggunaan waktu kerja untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka, sehingga mereka dapat menggunakan waktu kerja dengan sebaik mungkin agar dapat meningkatkan kenerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI” PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI” PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KUPANG Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, Oleh sebab itu, perlu adanya Manajemen terhadap SDM secara memadai sehingga terciptakan SDM yang berkualitas. Sumber daya manusia yang handal merupakan hal yang dibutuhkan di era globalisasi. Setiap organisasi selalu mengharapkan sumber daya yang mampu berkerja secara efektif dan efisien. Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan instansi. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja memiliki arti suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Kualitas dari pemimpin sering kali dianggap sebagai faktor terpenting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi. Kepemimpinan, tidak dipungkiri, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam keberhasilan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, diyakini bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kepemimpinan. Kinerja yang baik ditentukan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia yang berpengaruh pada kesuksesan suatu perusahaan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. merupakan merupakan unsur pelaksana tugas tertentu Pemerintah Daerah dibidang Kepegawaian dan Diklat Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya. Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. pada kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dan Pengaru Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai. Pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada tahap analisis lanjutan dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan hasil dapat dikatakan bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag , dari hipotesis yang telah dirumuskan, maka terbukti bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dengan demikian terbukti dengan hipotesis yang telah dirumuskan bahwa variabel gaya Kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang. Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang Diharapkan kepada seluruh pegawai untuk lebih ikut melibatkan diri/ berpartisipasi dalam segala pekerjaan, agar keterlibatan kerja tersebut memudahkan dalam penyelesaian pekerjaan/tugas yang diberikan, sehingga kinerjanya dapat dicapai dengan baik. Sedangkan kepada pihak pimpinan, agar dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat dan sangatlah penting guna meningkatkan kinerja pegawai. Karena ketika pemimpin dapat menciptakan suasana bersahabat dengan pegawai, akan dapat menjadikan suasana kerja yang harmonis dan menyenangkan. Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Disiplin Kerja, dan Beban Kerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail