ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan plastik dengan diameter berdimensi kurang dari 5 milimeter. Mikroplastik sendiri biasanya berasal dari sampah plastik yang terurai menjadi sangat kecil. Permasalahan paling utama yang dibawa oleh mikroplastik merupakan bahan pada mikroplastik yang terdapat bahan pencemar sehingga bisa mengganggu ekosistem. Salah satu yang jadi permasalahan dari mikroplastik yakni berkurangnya kelimpahan biota laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dan penelitian ini menggunakan data primer dimana pengambilan sampel langsung di lapangan. Pengambilan data diambil dengan membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian dan dibawah ke laboratorium untuk diteliti. Hasil pengujian mikroskop stereo pada 20 sampel saluran pencernaan ikan tongkol (Auxis rochei) yang diambil dari perairan Teluk Kupang menunjukkan adanya mikroplastik dalam sampel yang diteliti. Berdasarkan hasil pengamatan mikroplastik yang ditemukan pada sampel saluran pencernaan ada tiga jenis mikroplastik yaitu mikroplastik jenis Fiber, mikroplastik jenis film, dan mikroplastik jenis fragmen. Kelimpahan total mikroplastik pada 20 sampel saluran pencernaan ikan tongkol memiliki nilai sebesar 1,45 partikel/individu. Perhitungan kelimpahan ini dilakukan dengan membagi keseluruhan partikel mikroplastik yang ditemukan (film, fiber dan fragmen) dengan jumlah keseluruhan sampel, yakni 20 sampel. Kelimpahan mikroplastik pada pada kelas yang pertama dengan ukuran ikan 16-19 cm sebesar 1 partikel/individu. Pada kelas yang kedua dengan ukuran ikan 20-24 cm memiliki kelimpahan sebesar 1,9 partikel/individu. Ikan pada kelas kedua memiliki kelimpahan mikroplastik yang lebih besar dibandingkan dengan kelas pertama. Ini disebabkan karena bukaan mulut ikan lebih besar dan makan lebih banyak. Dengan kondisi perairan Teluk Kupang yang sebagaian lokasi pesisirnya ramai dengan aktivitas manusia dimana beberapa tempat memiliki parawisata, pasar, pertokoan dan rumah warga disekitar pantai yang menyebabkan bayak sampah yang dibuang kelaut dan dapat menyebabkan adanya mikroplastik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
DELFINA D. D. DOS SANTOS (17383070) Analisis Sampah Laut (marine Debris) Pada Budidaya Rumput Laut di Periran Sulamu Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. WILSON TISERA, S.pi., M.si., Ph. D, sebagai pembimbing I. Dr. BEATRIX M. REHATTA, S.pi., M.si. sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Kelurahan Sulamu merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kabupaten Kupang yang memiliki potensi sumberdaya rumput laut (macro algae). Dari hasil survey yang didapat, cukup banyak sampah laut yang ditemukan berupa plastik, botol air mineral, kayu, tali nylon, sampah rumah tangga seperti pecahan piring, dan adanya pembuangan kotoran manusia yang tidak jauh dari lokasi budidaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sampah laut pada budidaya rumput laut di perairan Sulamu, Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Sulamu. Pengambilan data menggunakan metode belt transek pada lokasi penelitian dengan panjang transek 100 m dan luas area pengamatan 5 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampah laut yang ditemukan adalah dari 5 kategori yaitu plastik, kayu, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik dan kayu. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi adalah plastik 17,4 item/m2 dan berat tertinggi adalah kayu 5,493 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi plastik dengan presentasi 81,31 % dan berat tertinggi kayu dengan presentasi 61, 37%.
Kata kunci: Sampah Laut, Rumput Laut, Budidaya, Perairan Sulamu, Kabupaten Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK BIODEGRADASI PLASTIK MENGGUNAKAN EKOENZIM DARI FERMENTASI SAMPAH ORGANIK Male Ng )* Ledo M. E. S )** Nitsae M )* Plastik adalah salah satu polimer dengan masa molekul yang besar yang disusun secara berulang oleh molekul kecil atau monomer. Plastik memiliki dampak yang sangat besar baik terhadap tanah, udara, air dan seluruh makhluk hidup yang ada. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendegradasi plastik menggunakan ekoenzim dari fermentasi sampah organik dan untuk mengetahui pengaruh ekoenzim dalam mendegradasi plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel yang digunakan yaitu Law Density Polyetilene (LDPE) dan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan yaitu variasi ekoenzim dan lama perendaman. Ekoenzim yang digunakan dalam mendegradasi plastik yaitu ekoenzim K3P2ABMS dengan volume 50 mL dan ekoenzim P3S2K2BJNA dengan volume 30 mL serta variasi waktu perendaman yang digunakan dalam mendegradasi plastik yaitu 7, 14, 21 dan 28 hari. Ekoenzim K3P2ABMS diproduksi dari 9 jenis sampah sayur dan buah (sayur kangkung, kol, bayam, sawi putih, kulit buah mangga, kulit apel, kulit pisang, kulit ketimun, kulit pepaya). Ekoenzim P3S2K2BJNA dihasilkan dari 11 jenis sampah sayur dan buah (buah pear, apel, semangka, pepaya, nenas, jeruk, pisang, kol, kangkung, bayam dan sawi putih). Data yang dihasilkan dari hasil eksperimen yaitu berat kering plastik sebelum dan sesudah degradasi. Analisi data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa plastik Low Density Polyetilene (LDPE) berwarna putih transparan dapat terdegradasi menggunaan ekoenzim. Ekoenzim memiliki pengaruh dalam mendegradasi plastik.Degradasi plastik menggunakan ekoenzim K3P2ABMS rata-rata presentase kehilangan berat kering plastik sebesar 27%. Degradasi plastik menggunakan ekoenzim P3S2K2BJNA rata-rata presentase kehilangan berat kering plastiknya sebesar 36%. Enzim lipasae dan Peroksidase yang dihasilkan oleh mikroorganisme dalam ekoenzim mampu menggunakan polimer atau plastik Low Densyti Polyetilene (LDPE) sebagai substrat dengan cara mengikat dan memutuskan rantai polimer secara hidrolisis. Enzim lipase dan peroksidase mampu memecahkan kompleks polimer membentuk rantai-rantai pendek atau molekul-molekul yang lebih kecil Sehingga plastik mengalami kehilangan berat kering plastik. Kata Kunci : Biodegradasi, Plastik, Ekoenzim, Sampah Organik Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem mangrove di Desa Tanah Merah merupakan tempat bermuaranya seluruh bahan pencemar yang membawa berbagai macam bahan pencemar berasal dari daratan masuk ke dalam perairan laut. Oleh karena itu, pada ekosistem mangrove akan mudah dijumpai berbagai jenis bahan pencemar yang berasal dari kegiatan manusia biasa membuang sampah ke sungai atau, sehingga sampah tersebut terbawa arus dan terperangkap di daerah mangrove. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis sampah dan kepadatan sampah yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Tanah Merah. Penelitian ini telah dilakukan di ekosistem mangrove Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang selama satu bulan yaitu pada bulan Juni 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 5 m setiap garis transek dengan jarak antar transek 450 m. Sampel yang di sortir berdasarkan jenis kemudian ditimbang dalam satuan gram dan dilakukan pengolahan data analisis menggunakan Microsoft Excel. Jenis sampah yang terdapat di Hutan Mangrove Desa Tanah Merah yang terindetifikasi adalah sampah jenis kantong plastik, karung, sepatu, kaleng, karet ban, kain, tali nilon, pecahan kaca, kertas, botol plastik, gelas plastik, botol kaca. Berdasarkan hasil analisis di setiap transek penelitian tersebut jumlah jenis sampah yang paling dominan adalah kategori sampah jenis kantong plastik di transek I, II, dan IV dan transek III yang paling dominan adalah gelas plastik. Diketahui jumlah potongan jenis sampah di Desa Tanah Merah dengan didominasi oleh jenis sampah kantong plastik yaitu total sebanyak 842 potongan, dengan nilai kepadatan mutlaknya 0,42 potongan dan kepadatatan relatif 46 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ATICHA ELISABETH AFO (18380069). Studi Sampah Anorganik di Lokasi Budidaya Rumput Laut Perairan Kupang Barat Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D, sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Pesisir Kupang Barat saat ini menjadi salah satu lokasi sentra dalam pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang, yang memiliki tiga desa potensi dalam pengembangan potensi rumput laut, yaitu Desa Bolok, Desa Tablolong dan Desa Tesabela. Survei awal, lokasi budidaya di ketiga desa ini memperoleh buangan sampah, baik oleh pembudidaya sendiri maupun oleh aktivitas masyarakat sekitarnya, kegiatan budidaya rumput laut juga menghasilkan sampah, terutama sampah plastik yang bisa mencemari ekosistem sekitar. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui kepadatan sampah anorganik padat di lokasi budidaya rumput laut di Desa Bolok, Desa Tesabela dan Desa Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Kupang Barat. Pengambilan data menggunakan metode belt transek dengan 3 stasiun pengamatan dan setiap stasiun pengamatan dengan panjang transek 100 m dan lebar transek 10 m. Analisa data yang digunakan dengan Kepadatan mutlak adalah kepadatan sampah melalui perhitungan jumlah potongan dan berat sampah masing-masing kategori atau jenis dibagi dengan luas area tiap lokasi, sedangkan kepadatan relatif adalah kepadatan sampah yang didapat melalui perhitungan jumlah potongan sampah dan berat sampah tiap kategori dibagi dengan total potongan jenis sampah dan total berat seluruh jenis sampah kemudian dikalikan 100 sehingga mendapatkan presentasinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah anorganik yang ditemukan adalah dari lima kategori yaitu plastik, logam, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 adalah plastik 0,17 item/m2 dan berat tertinggi di stasiun 3 plastik 1,34 gr/m2, sedangkan untuk jumlah terendahdi stasiun 2 karet 0,0003item/m2 dan stasiun 3 kaca 0,0003 item/m2 sedangkan untuk berat terendah di stasiun 2 yaitu karet 0,026 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 plastik dengan presentasi 93,84 % dan berat tertinggi plastik di stasiun 3 dengan presentasi 65,79 %, untuk jumlah terendah di stasiun 3 kaca dengan presentasi 0,21 % dan berat terendah stasiun 1 jenis logam dengan presentasi 0,81 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
Stefanus Pangky Lamawato (15380063). Identifikasi Kepadatan Sampah Laut Di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur: WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.Ddan ROCKIE R. L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Perairan Pasir Panjang merupakan perairan yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, pasar ikan dan tempat wisata. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan kebersihan pantai membuat ekosistem ini penuh dengan sampah plastik dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan sampah laut di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.
Penelitian dilakukan di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang pada bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey dan metode deskriptif kualitatif dengan cara wawancara dengan responden, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 25 m pada keenam transek. Sampel yang didapat akan ditimbang dalam satuan gram dan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel.
Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapat di Pantai Pasir Panjang adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian tersebut komposisi jenis sampah yang paling dominanadalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapatpadatransek 6 yaitu sebanyak 167 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0668 pot/m2 dan berat sebanyak 0,36 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 45,88% potongan dengan berat kepadatan 19,15% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada transek 1yaitu sebanyak 41 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0164 pot/m2 dan berat 0,08 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 51,25% potongan dengan berat 12,50% gram.
Kata Kunci : Sampah Laut, Kepadatan, Jumlah dan Total Berat, Pantai pasir Panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencemaran pada area mangrove tidak dapat dipandang hanya sebagai permasalahan yang terjadi di laut, karena lautan dan daratan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak dapat dipisahkan dan terpengaruh satu dengan yang lainnya. laut juga merupakan tempat pembuangan langsung oleh kegiatan manusia atau industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis sampah plastik yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Penelitian ini telah dilaksanakan di ekosistem mangrove Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, kemudian pengamatan terhadap sampah laut dilakukan dengan cara membuat transek sabuk (belt). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis sampah yang terdapat pada stransek 1 (satu) terdiri dari jenis sampah plastik botol air mineral, kemasan sampo dan kosmetik, plastik pembungkus, plastik kemasan, botol bayi, mika, pipa dan sikat gigi, dengan jumlah terbanyak adalah jenis sampah plastik jenis botol air mineral yaitu 18 potongan dan berat 284 gr. Jumlah potongan sampah dan jumlah berat potongan sampah dengan nilai tertinggi terdapat pada hutan mangrove di transek 2 sebanyak 29 potongan, dan kepadatan mutlak dan total berat dengan nilai kepadatan mutlaknya 1,39 dan total beratnya 418 gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi merupakan daerah pesisir yang dekat dengan pemukiman penduduk, dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai daerah penangkapan ikan bagi nelayan, serta menjadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat Kabupaten Malaka. Adanya aktivitas penduduk, nelayan dan pengunjung wisata akan berdampak buruk terhadap keberadaan sampah laut di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kepadatan sampah laut yang ada di wilayah pesisir Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Penelitian dilakukan di perairan Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 10 m di stasiun I dan II, setiap stasiun dibagi kedalam 3 (tiga) garis transek. Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapatkan di Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain (kain dan kertas) dengan kategori jenis sampah yang paling dominan adalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapat pada Pantai Motadikin yaitu sebanyak 1.246 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,42 pot/m2 dan berat sebanyak 4,41 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 73% potongan dengan berat kepadatan 41% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada Pantai Maubesi yaitu sebanyak 1.055 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,35 pot/m2 dan berat 5,23 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 70% potongan dengan berat 41% gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan sampah di Pantai Warna Oesapa dan Pantai Lasiana serta menganalisa strategi pengelolaan sampah di Pantai Warna Oesapa dan Pantai Lasiana.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 3R Reduce atau Menggurangi, Reuse atau Menggunakan and Recyle atau Mendaur ulang (Risma Dwi Arisona 2018). Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah faktor internal dan eksternal yaitu: 3 (tiga) faktor kekuatan, 3 (tiga) faktor kelemahan (Internal), 3 (tiga) faktor peluang, 3 (tiga) faktor tantangan/ancaman (Eksternal) dan strategi pengelolaan sampah di Pantai Warna Oesapa adalah strategi S-O yang didapat berdasarkan nilai perhitungan analisis SWOT yaitu pada sumbu X dengan nilai 7,5 dan sumbu Y dengan nilai 5,5, sedangkan di Pantai Lasiana jumlah faktor yaitu: 3 (tiga) faktor kekuatan, 3 (tiga) faktor kelemahan (Internal), 3 (tiga) faktor peluang, 3 (tiga) faktor tantangan (eksternal) dan strategi pengelolaan sampah di Pantai Lasiana yaitu strategi S-O yang di dapat berdasarkan nilai perhitungan analisis SWOT yaitu pada sumbu X dengan nilai 5,5 dan sumbu Y dengan nilai 1,5. ABSTRACT The purpose of this research is to identify internal and external factors related to waste in Oesapa Color Beach and Lasiana Beach and analyse waste management strategy in Oesapa Color Beach and Lasiana Beach. The method used in this study is the 3R Reduce, Reuse, and Recycle (Risma Dwi Arisona 2018). Data collection techniques using observation, interview and documentation. The data analysis used in this study is a SWOT. The result of this study indicate of internal and external factors about 3 (three) strength factors, 3 (three) weakness factor for internal factors, 3 (three) opportunity factors, 3 (three) challenges/threats factors for external factors. A waste management strategy that is feasible to be developed at the Oesapa Color Beachis ti use the S-O strategy which is based on the calculated value of SWOT analysis about on the X axis with a value of 7,5 and the Y axis with a value of 5,5, while the number of internal and external factors on the Lasiana Beach is 3 (three) strength factors, 3 (three) weakness factors, 3 (three) opportunity factors, 3 (three) challenge/threat factors for external factors and waste management strategy that is feasible to be developed on the coast of Lasiana Beach is using the S-O strategy based on the value of the SWOT analysis calculation, on the X axis with a value of 5,5 and the Y axis with a value of 1,5.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sampah merupakan salah satu krisis lingkungan hidup yang menjadi permasalahan hingga saat ini. Akibat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk, tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula sampah yang dihasilkan. Sampah dibuang sembarangan dan sering ditemukan di berbagai tempat seperti jalann, pusat pertokoan, sarana milik pemerintah dan lain sebagainya. Salah satu sarana milik pemerintah yang mengelola dan mengolah sampah adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada TPA terdapat banyak sampah dengan jenis dan karakteristik berbeda. Jika sampah-sampah ini tidak ditanggulangi secara serius, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di sekitarnya. Untuk menjawab permasalahan dampak buruk sampah bagi lingkungan maka hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pihak gereja, Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha peduli terhadap lingkungan hidup dan masalah-masalahnya di dalamnya. Dalam mengkaji masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dalam bentuk studi lapangan. Jemaat GMIT Efata Batukapur memiliki tanggung jawab yang lebih untuk terlibat dalam upaya menjaga lingkungan hidup. Konteks dan keadaan lingkungan Jemaat GMIT Efata Batukapur diperhadapkan dengan masalah krisis lingkungan akibat sampah di TPA Alak yang telah memiliki dampak buruk terhadap kehidupan, baik terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Dalam mewujudkan tanggung jawab gereja terhadap lingkungan hidup, maka gereja perlu memiliki misi pelayanan yang bergerak di bidang ekologi. Penulis melihat misi pelayanan Jemaat GMIT Efata Batukapur belum menjawab permasalahan yang sedang terjadi. Maka penulis menawarkan perspektif ekotelogi yang berjudul ecomissiology menurut Ross Langmead. Penulis memilih perspektif ini dengan alasan, perspektif ekoteologi Ross Langmead menggunakan unsur misi yang berfokus pada lingkungan hidup. Tidak hanya teori mengenai ekoteologi, tetapi praktik ekoteologi disampaikan melalui pendekatan ekomisiologi. Hal ini menjadi relevan dengan permasalahan yang diangkat penulis tentang peranan misi gereja yang bergerak pada lingkungan hidup dengan dasar Teologi Ekologis. Penulis memilih teks-teks Alkitab baik dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai landasan Alkitabiah dan kemudian membuat refleksi teologis terhadap masalah yang terjadi. Misi gereja terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui pelayanan-pelayanan yang difokuskan pada krisis lingkungan yang sedang terjadi. Gereja ada di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia, termasuk terlibat untuk memelihara dan menjaga lingkungan hidup sebagai suatu kesatuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UJI LAMA REAKSI PIROLISIS SAMPAH PLASTIK JENIS HDPE (HIGH DENSITY POLYETHYLENE) MENJADI MINYAK PIROLISIS SEBAGAI BAHAN BAKAR ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Nifus Y.Y*) Haba Bunga J. F**) Dethan S. J.J***) Dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui uji lama berat minyak, volume minyak, dan massa jenis menurut lama waktu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam pirolisis yang dihasilkan sampah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) terhadap hasil minyak pirolisis sebagai bahan bakar. Berat minyak pirolisis yang di timbang setelah pengujian, ini berkisar antara 0.01446 – 0.03287 kg/km³ dengan berat minyak terendah pada pengujian sampel 1 dan tertinggi pada pengujian sampel 3. Volume minyak pirolisis pada plastik jenis HDPE meningkat dengan peningkatan waktu, pada proses pirolisis 1 jam 0.00172, pada proses pirolisis 2 jam 0.002812, dan pada proses pirolisis 3 jam 0.002899 . Dalam waktu sangat berpengaruh pada proses pirolisis karena semakin lama proses pirolisis berlangsung akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Massa jenis minyak pirolisis dalam lama waktu yang berturut –turut adalah 0.118948824, 0.102740227 pada pirolisis 2 jam, dan 0.088195923 pada pirolisis 3 jam. Kata kunci: Pirolisis, sampah plastik.