Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Ekowisata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP LAJU TRANSPOR SEDIMEN DI KAWASAN EKOWISATA MANGROVE KELURAHAN OESAPA BARAT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIANA NADUASTI PENY (16383510) Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Ir. Yohanes Merryanto S., M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing 1 dan Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing 2. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki berbagai manfaat, salah satunya mengendalikan transpor sedimen. Kelurahan Oesapa Barat memiliki vegetasi mangrove yang cukup luas di wilayah Kota Kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Metode purposive sampling pada kondisi kerapatan tinggi dan rendah untuk menghitung kerapatan mangrove. Penempatan sediment trap pada bagian depan, tengah dan belakang vegetasi mangrove untuk mengetahui laju transpor sedimen. Suhu perairan, kecepatan arus dan kedalaman perairan menjadi parameter yang diukur. Analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Lumnitzera racemose, Rhizopora mucronata dan Sonneratia alba. Hasil penelitian menunjukan hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen bernilai -1 yang berarti kerapatan mangrove yang semakin tinggi menyebabkan laju transpor sedimen semakin rendah dan sebaliknya. Kata kunci: Kerapatan mangrove, laju transpor sedimen, ekowisata Kelurahan Oesapa Barat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Di Kawasan Pantai Konokar Ki'ik Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekowisata mangrove merupakan objek wisata yang berwawasan lingkungan dimana wisata tersebut mengutamakan aspek keindahan yang alami dari hutan mangrove serta fauna yang hidup di sekitarnya tanpa harus merusak ekosistem tersebut untuk membuatnya lebih menarik wisatawan. Ekowisata merupakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir yang dapat menambah pendapatan mereka. Selain itu dalam pengelolaan ekowisata dan strategi konservasi hutan mangrove, keterlibatan para stakeholders sangat berperan penting. Proyek ekowisata dapat berhasil jika stakeholders melaksanakan peran mereka dalam pengelolaan ekowisata maupun konservasi hutan mangrove. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, dengan tujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Strategi yang dipakai adalah progresif dimana pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu sedang berkembang, dan memiliki prioritas yang paling tepat dilakukan adalah (1) Meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang, (2) Pengembangan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata,(3) Membangun komitmen bersama antara instansi terkait dalam proses pengembangan ekowisata ke depan, (4) Pemanfaatan potensi dan ekosistem untuk pengembangan ekowisata yang menjunjung tinggi nilai kelestarian alam

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI OBJEK WISATA MANGROVE LITIANAK DI DESA HOLULAI, KECAMATAN LOAHOLU, KABUPATEN ROTE NDAO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN YUSMINA FATIN (17382420) Strategi Pengembangan Potensi Objek Ekowisata Mangrove Litianak Di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao: ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satupenunjang perekonomian nasional, dari ekowisata juga dapat dimanfaatkan olehpemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Sarana dan prasaran juga merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang suatu kegiatan wisata, agar setiap pengunjung mendapatkan kemudahan rasa nyaman dan merasa puas dalam berwisata. Mangrove Litianak merupakan salah satu ekowisata Hutan Mangrove yang berada di Desa Holulai dan banyak dikunjungi oleh wisatawan,laut yang jernih serta hamparan pasir putih, Lopo-lopo, Jembatan/trackyang indah menjadi potensi menarik bagi pengunjung. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di DesaHolulai.Metodeyangdigunakanyaknimetodesurvey.TeknikpengambilansampeldengancarapurposivesamplingmenggunakanrumusSlovin.Analisisdata terhadap potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptifdandiolahmenggunakanPedomanAnalisisDaerahOperasiObjekdanDayaTarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 dan menganalisisstrategipengembanganmenggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Mangrove Litianak dengan tingkat penentuan alternatif strategi pengembangan ekowisata mangrove Litianak Desa Holulai sebesar 3,84. Dari hasil analisisSWOT, terdapat 3 prioritas utama yang diambil berdasarkan peringkat yaitu meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang yaitu dengancara memberikan lebih banyak bantuan berupa bahan-bahan infrastruktur wisata yang ramah lingkungan untuk memperbaiki dan menjaga ekowisata yang lebih baik KataKunci:Strategi, Pengembangan, Ekowisata, Mangrove, SWOT, Litianak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Pengembangan Ekowisata Telaga Nirwana Di Desa Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AXEL YACOBIS LITTIK (17381583) Kajian Pengembangan Ekowisata Telaga Nirwana di Desa Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao: ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi.,M.Si dan Ir. IZAAK ANGWARMASSE, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satu penunjang perekonomian nasional, dari ekowisata juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Telaga Nirwana merupakan salah satu ekowisata yang berada di Desa Oeseli dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, laut yang jernih serta hamparan pasir putih dan mangrove yang indah menjadi potensi menarik bagi pengunjung, keunikan yang menjadi ciri khas Telaga Nirwana yaitu memeliki batu dalam laut yang berbentuk hati dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mendatanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang kelayakan potensi ekowisata Telaga Nirwana dari segi daya tarik, aksebilitas, akomodasi, sarana dan prasarana serta menganalisis strategi pengembangan ekowisata Telaga Nirwana. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021 di Desa Oeseli. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan rumus Slovin. Analisis data terhadap potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah menggunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 dan menganalisis strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Telaga Nirwana berpotensi layak dikembangkan dengan tingkat kelayakan sebesar 76,96%. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa pengembangan ekowisata Telaga Nirwana berada dalam kuadran I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail