Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

59 hasil
Subjek: organoleptik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Total Koloni Bakteri dan Cemaran Salmonella sp. pada Ikan Tongkol (Euthynus sp) yang Dijual di TPI Oeba dan Pasar Inpres Kota KUpang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hasil perikanan yang ada di Kota Kupang adalah ikan tongkol (Eutynnus sp.). Tingkat produksi dan konsumsi ikan ini cukup tinggi jika dibandingkan hasil perikanan lainnya. Penanganan ikan pasca panen di Kupang saat ini masih sangat memprihatinkan dari segi keamanan dan kesegarannya. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan ikan setelah ditangkap mengakibatkan ikan yang sampai ke tangan penjual terakhir sebelum konsumen, mutunya sudah menurun, mengandung cemaran kimia, fisik dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ikan tongkol yang didaratkan dan dijual di pasar Inpres dan Oeba sudah tercemar oleh Salmonella sp serta seberapa jauh kemunduran mutu ikan dilihat dari kandungan ALT serta organoleptik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif serta pengujian laboratorium yang mengacu pada SNI. Hasil penelitian menunjukan bahwa total plate count paling tinggi pada air cucian Pasar Inpres 2 × 107 CFU/ml dan paling rendah pada ikan di TPI Oeba 1 × 102 CFU/gram. Hasil pengujian Salmonella sp pada semua sampel ikan maupun air cucian ikan pada kedua lokasi mendapatkan hasil negatif dalam 25/gram ikan dan 25/ml air cucian ikan. Hasil pengujian organoleptik Ikan tongkol pada kapal penangkap, TPI Oeba pagi dan Pasar Inpres pagi masih sangat segar dari segi kenampakan (mata, insang dan lendir), daging, bau dan teksur dan layak untuk dikonsumsi dengan nilai organoleptik lebih dari 7. Sedangkan untuk penjualan ikan tongkol pada TPI Oeba siang dan Pasar Inpres siang mutunya sudah semakin menurun dengan nilai organoletiknya rata-rata kurang dari 7.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MUTU IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) SEGAR YANG DIJUAL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) OEBA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mutu ikan segar semakin tinggi perubahan secara fisik, kimia, mikribiologi pada tubuh ikan maka semakin kompleks perubahan yang terjadi dan mengakibatkan penurunan mutu terhadap tingkat kesegaran ikan. Ikan tongkol adalah salah satu ikan yang cepat mengalami perubahan fisik, bau, lendir, tekstur serta atribut lainya seperti mata, insang, daging yang disebabkan oleh suhu dan mikroorganisme yang dapat mempengaruhu mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu ikan tongkol segar berdasarkan uji organoleptik (sensorik) kenampakan (mata, insang, lendir), daging, bau, tekstur, kandungan total volatile base nitrogen dan kadar histamin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2022 bertempat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba sebagai tempat pengambilan sampel Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk uji organoleptik dan sedangkan untuk pengujian histamin dilakukan di PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor dan Total Volatile Base Nitrogen Laboraturium Biokimia Departemen Hasil Perairan Institut Pertanian Bogor. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini meliputi pengamatan secara subjektif (sensorik) meliputi pengamatan kenampakan (mata, insang, lendir), daging, bau, tekstur dan objektif (kimiawi) total volatile base nitrogen dan kadar histamin. Ikan tongkol segar memiliki nilai rata-rata TVB-N dengan nilai ikan tongkol 1 dan ikan tongkol 2 (21.25-17.85) memenuhi SNI 2009 dan kadar histamin dengan nilai ikan tongkol 1 dan ikan tongkol 2 (183.71-172.13) tidak memenuhi SNI 2017. Pengujian organoleptik (sensorik) ikan tongkol segar dengan tingkat penerimaan panelis untuk parameter kenampakan (mata, insang, lendir), daging, bau, tekstur dengan nilai masih segar dan diterima oleh panelis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN NaCl DAN IODIUM PADA GARAM MASAK TRADISIONAL DI DESA SILAWAN KABUPATEN BELU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam mengandung natrium klorida (NaCl), ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan jumlah yang tepat untuk menunjang kesehatan manusiaPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, di Desa Silawan, Kabupaten Belu untuk pengambilan sampel garam, sedangkan untuk pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar NaCl, Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air dan Iodium, dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan Kabupaten Belu, meliputi tanah tambak digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama 1 jam, pemasakan atau perebusan selama 7 jam, penirisan selama 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan, untuk pengujian kadar air : 4,44%, kadar NaCl : 48,2%, bagian yang tidak larut dalam air : 0,83 dan kadar iodium : 34,4% mg/kg, Parameter warna (putih normal) 0%, (putih kecokelatan) 100%, dan parameter bau (Bau normal) 7%, (bau tidak normal) 93%. Desa Silawan juga memperhatikan proses/teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam masak yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan standar SNI 4435-2017.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PROFIL PRODUK OLAHAN IKAN TATU’UN YANG DIPROSES DI DESA LAWALU, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARTINUS BRIA TAEK (15390015) Kajian Profil Olahan IkanTatu’un yang di Proses di Desa Lawalu Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si sebagai pembimbing I dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen ArthaWacana Kupang . Ikan tatu’un yang diolah melalui beberapa tahapan proses mulai dari tahapan perisapan bahan, pembubuhan, pembungkusan dengan daun pisang, dan pemanggangan. Ikan tatu’un merupakan salah satu produk olahan yang sering dilakukan oleh masyrakat Desa Lawalu pada saat musim penangkapan yang melimpah. Produk ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas disebabkan oleh adanya penambahan bumbu seperti daun kunyit dan daun sereh dan bumbu-bumbu tambahan lainnya sehingga menghasilkan tekstur dan kenampakan yang begitu baik, tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas produk ikan tatu’un di Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022, bertempat di DesaLawalu, Kecamatan, Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptiksedangkan pengujian kimiawi dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, dan kadar protein. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat setempat selaku pengolah produk ikan tatu’un dan tokoh masyarakat berkaitan dengan masalah yang dikaji, sampel yang diambil menggunakan metode slovin dari empat Dusun yakni Dusun Nataraen, Dusun Fahiluka, Dusun Umatasi, dan Dusun Naekasak. Variabel pengamatan meliputi pengujian organoleptik, analisiskadar air, kadar protein, dan kadar lemak, hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur dengan 8-9 karena adanya bumbu-bumbu tambahan, seperti daun kunyit dan daun sarei. Nilai kadar air berkisar 56,23%-60,89%, kadar protein berkisar, 17,84%-19,61%, kadar lemak berkisar , 2,77-8,81% Kata kunci : Ikan tatu’un, Desa Lawalu, organoleptik, kadar air, kadar lemak, kadar protein.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Produk Fillet Ikan Baronang Asin Dengan Lama Pengeringan Berbeda Menggunakan Rumah Pengering

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan air 80% dan kadar protein 57,3%. Kadar air yang tinggi membuat daging ikan lebih mudah dan cepat mengalami kemunduran mutu. Untuk mencegah proses penurunan mutu maka salah satu metode pengawetan yang dilakukan yaitu dengan proses pengeringan ikan. Salah satu jenis ikan yang terdapat diperairan Nusa Tenggara Timur adalah ikan baronang. Ikan baronang tergolong ikan laut yang bisa dimakan dan memiliki kandungan vitamin B1, Omega-3 dan Zinc yang berkhasiat membantu menambah nafsu makan, selain itu kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam ikan baronang juga dapat mencegah keroposnya tulang dan gigi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui karakteristik proksimat (kadar air dan kadar protein), asam amino dan organoleptik pada produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April 2022 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, kadar protein dan pengujian organoleptik serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetch Bogor (SIG) untuk uji asam amino. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A= pengeringan 2 hari (selama 8 jam/hari), B= pengeringan 3 hari (selama 8 jam/hari), C= pengeringan 4 hari (Selama 8 jam/hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diuji yaitu kadar air, kadar protein, asam amino dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air 41,29-17,28%, kadar protein 14,01-14,85%, produk fillet ikan asin baronang dengan lama pengeringan berbeda terdapat 15 jenis asam amino serta tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari karakteristik produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering untuk proksimat nilai kadar airnya 22,43% dan nilai kadar protein 14,70% untuk asam amino terdapat 15 jenis yang terdiri dari 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non esensial. Berdasarkan hasil uji organoleptik, produk fillet ikan baronang asin masih di terima panelis dengan kriterian untuk nilai parameter kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering sedangkan rasa berkisar yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMASAN TERHADAP KOPI INSTANT JENIS ROBUSTA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemasan merupakan wadah yang digunakan untuk melindungi suatu produk. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kemasan yang tepat dalam menghasilkan minuman kopi jenis robusta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif berbasis eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah, kemasan kaca, kemasan plastik, dan kemasan aluminium foil. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah aroma, warna dan rasa. Penelitian ini menggunakan biji kopi sebanyak 500 gram/perlakuan, lalu disangrai dan digiling. Hasil berupa bubuk kopi disimpan menggunakan kemasan yang berbeda yaitu kemasan kaca, kemasan plastik dan aluminium foil. Selanjutnya biji kopi disangrai dan digiling selanjutnya menghasilkan bubuk kopi yang dibagi masing-masing perlakuan 100 gram bubuk kopi, dan disimpan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan 1 yakni kemasan kaca dengan skor 4,76 (sangat suka) pada aroma, skor 4,67 (sangat suka) pada warna dan skor 4,81 (sangat suka) pada rasa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisia caformatypica) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK PASTA MACARONI PISANG KEPOK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung pisang kepok terhadap sifat organoleptik pastamacaroni pisang kepok dan untuk mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari perbandingan tepung terigu dan tepung pisang kepok terhadap sifat fisik macaroni pisang kepok.. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan presentasi 0%,5%,10%,15% tepung pisang kepok. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung pisang kepok 5 % terhadap warna dengan skor 4,639 ( sangat suka )aroma dengan skor 4,722 ( sangat suka ), rasa dengan skor 4,806 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 5 % dengan skor 4,722 (sangat suka)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR ( Borassus flabelifer L ) TERHADAP MUTU GULA SABU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR TERHADAP (Borassus flabellifer L) MUTU GULA SABU Rohi Lobo A.Yunita¹) Nubatonis M. Lesybeth²) Malelak Zet²) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lama Pemasakan Nira Lontar (Borassus flabelifer L) Terhadap Mutu Gula Sabu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas TeknoloPertanian Universitas Artha Wacana Kupang Menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dengan 4 Perlakuan dan 3 kali ulangan Sehingga terdapat 12 Unit Percobaan dengan lama pemasakan 60 menit, 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Variabel yang diamati karakteristik organoleptik yang meliputi uji kesukaan terhadap warna,rasa dan aroma dan variabel yang diamati adalah karakteristik fisik dan kimia yang meliputi analisis kadar air,kadar gula dan viskositas Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan waktu 240 menit menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor 4.667 c ( sangat suka) dan rasa gula yang tertinggi dengan skor 4.733 c (sangat suka) dan Aroma gula yang tertinggi dengan skor 4.467 b (sangat suka) sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik lama pemasakan 240 menit dengan kecepatan jatuh terendah yaitu dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi 8,3133. sedangkan nilai kadar air terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai rata-rata 28,667 sedangkan nilai kadar gula (brix) yang terbaik terdapat pada perlakuan D dengan Nilai rata-rata 81,667. Kata kunci : Nira lontar,gula cair,organoleptik,viskositas, kadar gula(Brix) dan kadar air(%) 1) Peneliti 2) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA PADA TEPUNG BERAS KETAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DODOL

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA PADA TEPUNG BERAS KETAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DODOL (Tade Desrianus*) ( Medah Ishak Andreas **) (Nuhamara melkianus**) ABSTRAK Dodol merupakan makanan semi basah (Intermediate Moisture Food) atau makanan yang memiliki kadar air sedang. Memiliki kadar air kira-kira 15-50 % dan aktivitas air kurang dari 0,9. Dodol juga banyak mengandung zat penting, antara lain zat besi, kalsium, niasin, karoten, vitamin B1 dan B2 lebih tinggi daripada kue. Dodol telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai panganan tradisional yang harus dilestarikan, oleh karena itu dodol memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Tepung beras ketan mengandung karbohidrat 80% (dalam bentuk amilosa 1% dan amilopektin 99%). Berdasarkan hal tersebut biji nangka mempunyai peluang sebagai bahan dasar pembuatan dodol sebagai pengganti tepung beras ketan. Penelitian telah di laksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Substitusi tepung biji nangka pada tepung beras ketan terhadap karakteristik sensoris dodol sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Dengan komposisi perlakuan 0 gram,20 gram, 40 gram dan 60 gram. Variabel yang diamati rasa,tekstur dan warna dodol biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilairata-ratarasa4,833(sangatsuka),tekstur4,806(sangatsuka)danwarna4,639(sangatsuka). Kata kunci : Biji Nangka,Beras Ketan,Dodol Dan Organoleptik Peneliti* Pembimbing**

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi karakteristik garam masak yang diproduksi secara tradisional di desa ngadu bolu kecamatan umbu ratu nggay kabupaten sumba tengah

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSRAKSI Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat (Rismana dkk, 2014). Produksi garam rakyat yang menjadi mata pencaharian utama pada musim kemarau melanda. Produksi garam sangat membantu perekonomian rakyat. Pembuatan garam di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, mengunakan penyaringan alang-alang yang masih mempertahankan pengolahan secara tradisional sehingga masi belum menghasilkan garam yang dihasilkan masih belum memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya dalam teknik pengolahannya harus adanya modifikasi alat penyaringan yang digunakan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat yang dimasak secara tradisional Di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah dengan pengujian (kadar air, NaCl, Organoleptik dan pengamatan Baume). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Ngay, Kabupaten Sumba Tengah. Untuk pengujian Kadar Air dan organoleptik telah dilakuan di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang sedangkan untuk pengujian Kadar dan kadar garam (NaCl) di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam Di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih kecoklatan, parameter bau garam yaitu bau tidak normal, kadar air yaitu Kelompok I 8,56% dan kelompok II 9,95%, Nacl kelompok I 81,54% dan untuk kelompok II 82,01. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Produksi garam Secara Tradisonal masih tradisional meliputi tanah digaruk dan dikumpulkan, penyaringan dilakukan selama ±2 jam dengan (80 kg tanah muara dan 120 liter air muara), proses pemasakan ±7 jam, penirisan ±2 jam, dan distribusi. Kata kunci: garam masak tradisional, kadar air, NaCl, Organoleptik dan pengamatan Baume. ABSTRACT Salt is a chemical compound whose main components contain sodium chloride (NaCl), water compounds, magnesium ions, calcium ions and sulfate ions (Rismana et al., 2014). The people's salt production is the main source of livelihood during the dry season. Salt production is very helpful for the people's economy. Salt making in the Village Ngadu Bolu, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency, using reed filtering which still maintains traditional processing so that it still has not produced the salt produced yet does not meet the standards of the Indonesian National Standard (SNI). One of the efforts in the processing technique must be a modification of the filtering tool used. The purpose of the study was to determine the technique of making traditional people's salt in Ngadu Bolu Village, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency by testing (moisture content, NaCl, Organoleptic and Baume observations. This research was carried out in May 2021 in Ngadu Bolu Village, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency. The water content and organoleptic tests have been carried out at the exact laboratory of UKAW Kupang, while for testing the concentration and salt content (NaCl) at the Saraswanti Indo Genetech Laboratory, Bogor. The research method is descriptive qualitative and quantitative methods using comparative descriptive data analysis. The results of salt research in Ngadu Bolu Village, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency for organoleptic testing, salt color parameters are brownish white, salt odor parameters are abnormal odors, water content is Group I 8.56% and group II 9.95 %, NaCl group I was 81.54% and for group II 82.01. From the results of the study, it can be concluded that traditional salt production is still traditional, including raked and collected soil, filtering is carried out for ± 2 hours with (80 kg of estuary soil and 120 liters of brackish water), cooking process for ± 7 hours, draining ± 2 hours, and distribution. Keywords: Traditional Cooking Salt, Water Content, NaCl, Organoleptic and Baume's observation.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KADAR ALKOHOL DAN MIKROBA PADA FERMENTASI WINE UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ubi jalar ungu (Ipomea batatas) merupakan salah satu komuditas tanaman umbi-umbian dengan produktivitas yang cukup tinggi. Ubi jalar ungu mengandung kadar gula yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar fermentasi minuman beralkohol seperti wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar alkohol dan mikroba yang terdapat pada fermentasi wine ubi jalar ungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kadar alkohol pada wine ubi jalar ungu, uji organoleptik wine ubi jalar ungu, identifikasi mikroba menggunakan pewarnaan gram dan uji biokimia yang meliputi uji katalase dan uji TSIA. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Berdasarkan data hasil peneltian, kadar alkohol yang terdapat pada wine ubi jalar ungu adalah 11 %.. Presentse tingkat kesukaan warna pada wine ubi jalar ungu adalah 95 %, prsentase tingkat kesukaan aroma adalah 50 % dan presentase tingkat kesukaan rasa adalah 70 %. Mikroba yang terdapat pada wine ubi jalar ungu adalah mikroba dari genus Saccharomyces. Mikroba ini diketahui memilik kemampuan dalam menghasilkan enzim katalase dan juga memiliki kemampuan dalam memfermentasi glukosa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Teh adalah minuman yang sangat umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan minum teh sudah dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia. teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Senyawa dalam teh dapat menyembuhkan beberapa penyakit ringan dan mencegah timbulnya beberapa penyakit serius. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pH, uji tingkat kesukaan konsumen dari parameter organoleptik aroma, rasa dan warna dan kadar air dan kadar abu pada pembuatan teh celup berbahan dasar kelor dengan variasi konsentrasi jahe. Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan diLaboratorium Kimia Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan ( 3 pengulangan). Perbandingan daun kelor dan jahe dengan variasi perlakuan meliputi: (P0) 100 % : 0%, ( P1) 90 % : 10 %, ( P2 ) 80 % : 20 %, ( P3) 70 % : 30 %. Parameter yang diuji yaitu pH dengan nilai tertinggi pada P3: 5,52% dan terendah P1: 5,22%, uji organoleptik yang meliputi parameter aroma di perolehF hitung 7,316,df=3, dan nilai P 0,000 0,005, rasa di peroleh F hitung 17,786, df=3, dengan nilai P 0,000 0,005, warna diperoleh F hitung 4,626, df=3, dengan nilai P 0.005, dan uji proksimat meliputi kadar air dan kadar abu. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi teh celup kelor jahe kadar air tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 35% kadar abu tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 83%. Kata Kunci: Teh celup kelor jahe merah,pH,organoleptik dan proksimat. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT DEVELOPMENT OF GINGER MORINGA TEABAGS AS A HEALTH DRINK Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Tea is a very common drink in our daily life. The habit of drinking tea is known not only in Indonesia but almost throughout the world. Tea has many health benefits. The compounds in tea can cure several minor illnesses and prevent the onset of several serious illnesses. The aim of this research is to determine the pH, test the level of consumer preference from the organoleptic parameters of aroma, taste and color and water content and ash content in making moringa-based tea bags with variations in ginger concentration. This research was conducted at the UKAW Kupang Biology Education Laboratory and at the Chemistry Laboratory at Nusa Cendana University. The method used in this research was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (3 repetitions). The comparison of Moringa leaves and ginger with various treatments includes: (P0) 100 % : 0%, (P1) 90 % : 10 %, (P2) 80 % : 20 %, (P3) 70 % : 30 %. The parameters tested were pH with the highest value at P3: 5.52% and the lowest at P1: 5.22%, the organoleptic test which included aroma parameters was obtained F hitung 7.316, df = 3, and P value of 0.000 0.005, taste was obtained F hitung 17.786, df = 3, with P value of 0.000 0.005, color was obtained F hitung 4.626, df=3, with P value of 0.005, and proximate tests include water content and ash content. Based on the results of the ANOVA test, proximate test results were obtained to measure the nutritional content of ginger moringa tea bags, the highest water content in treatment P1 was 35%, the highest ash content in treatment P2 was 83%. Keywords: Red ginger Moringa tea bags, pH, organoleptic and proximate. Information: *) Researcher **)Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN KARBOHIDRAT DODOL KULIT PISANG AMBON (Musa acuminata) YANG DIPEROLEH DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KANDUNGAN KARBOHIDRAT DODOL KULIT PISANG AMBON (MUSA ACUMINATA) YANG DIPEROLEH DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG Nailape. S.E)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang merupakan buah yang sangat bermanfaat bagi manusia dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Buah ini disukai karena kandungan gizinya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar karbohidrat pada dodol kulit pisang ambon (Musa acuminata) yang berasal dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan analisis data menggunakan ANOVA serta uji lanjut Duncan. Empat perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Analisis kadar karbohidrat menggunakan metode fenol-sulfat dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar karbohidrat tertinggi sebesar 1,304%. Uji organoleptik oleh 20 panelis terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram kulit pisang ambon) menghasilkan dodol terbaik dengan warna cokelat gelap merata, tekstur kenyal, aroma khas, dan rasa manis seimbang. Dodol kulit pisang ambon berpotensi sebagai produk pangan fungsional bergizi dan bernilai ekonomi tinggi. Kata kunci: Dodol, kulit pisang ambon, karbohidrat, organoleptik, Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT CARBOHYDRATE CONTENT OF DODOL FROM AMBON BANANA PEEL (MUSA ACUMINATA) OBTAINED FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT, KUPANG REGENCY Nailape. S.E)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Banana is a highly beneficial fruit for humans and can be consumed by people of all age groups. It is favored due to its high nutritional content. This study aimed to determine the carbohydrate content in dodol made from Ambon banana peel (Musa acuminata) originating from Retraen Village, South Amarasi District, Kupang Regency. The method used was descriptive quantitative with a Completely Randomized Design (CRD), and data analysis was conducted using ANOVA followed by Duncan’s multiple range test. Four treatments were applied, each repeated three times, resulting in 12 experimental units. Carbohydrate analysis was carried out using the phenol-sulfuric method with a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that treatment P3 had the highest carbohydrate content, at 1,304%. Organoleptic testing by 20 panelists on color, aroma, texture, and taste indicated that treatment P3 (300 grams of Ambon banana peel) produced the best dodol, characterized by an evenly distributed dark brown color, chewy texture, distinctive aroma, and balanced sweet taste. Dodol made from Ambon banana peel has potential to be developed as a nutritious and economically valuable functional food product. Keywords: Dodol, ambon banana peel, carbohydrate, organoleptic Note: * Researcher ** Supervisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KEMAMPUAN ANTI NYAMUK VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN VARIASI BATANG LORO WAWI EDDU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEMAMPUAN ANTI NYAMUK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK VCO ( VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN VARIASI BATANG LORO WAWI EDDU Raddi, J.B * Ledo, M.E.S ** Ballo, A.** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan kemampuan anti nyamuk VCO dengan variasi konsentrasi batang LWE. Metode yang digunakan adalah Eksperimen. Hasil uji organoleptik menunjukkan persentase kesukaan panelis tertinggi pada perlakuan K mencapai 100%, sedangkan V1 mencapai 90% dan V2 mencapai 80%. karena dari parameter aroma, warna dan rasa memiliki aroma khas, tidak berwarna, dan tidak berasa, sedangkan hasil uji anti nyamuk untuk K, V1, dan V2 menunjukkan kemampuan anti nyamuk yang berbeda yaitu untuk kontrol persentase kematian nyamuk tertinggi di menit ke-15 yaitu 100%? sedangkan V1 persentase kematian nyamuk tertinggi pada menit ke-4 yaitu 100% dan untuk perlakuan V2 menunjukkan persentase kematian nyamuk tertinggi pada menit ke-0 yaitu 100%. Kata Kunci : VCO, Batang LWE, Uji Organoleptik, Uji Anti nyamuk Keterangan : *Peneliti : ** Pembimbing ABSTRACT MOSQUITO RESISTANCE AND ORGANOLEPTIC QUALITY OF VCO (VIRGIN COCONUT OIL) WITH LORO WAWI EDDU VARIATIONS Raddi, J.B * Ledo, M.E.S ** Ballo, A.** This study aims to determine the organoleptic quality and anti-mosquito ability of VCO with variations in the concentration of LWE stems. The method used is Experiment. The results of the organoleptic test showed that the highest percentage of panelists' preference in the K treatment reached 100%, while V1 reached 90% and V2 reached 80%. because of the aroma, color and taste parameters it has a distinctive aroma, colorless and tasteless, while the results of the mosquito repellent test for K, V1, and V2 show different anti-mosquito abilities, namely to control the highest percentage of mosquito deaths in the 15th minute, namely 100%? while V1 the highest percentage of mosquito death was in the 4th minute, namely 100% and for the V2 treatment, the highest percentage of mosquito death was in the 0th minute, namely 100%. Keywords : VCO, LWE Stem, Organoleptic Test, Mosquito Repellent Test Description : *Researcher : ** Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENAMBAHAN PASTA UBI JALAR UNGU TERHADAP KARAKKTERISTIK ROTI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang dapat tumbuh dan berkembang diseluruh Indonesia. Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi ke empat setelah padi, jagung, dan ubi kayu serta mampu meningkatkan ketersediaan pangan dan diversifikasi pangan dalam masyarakat. Ubi jalar sebagai sumber pangan, mengandung energi B karoten, vitamin C, niasin, rihoflavin, thiamin dan mineral (Martani, 2009) sebagai pewarna makanan antosin. Umbi tanaman ubi jalar ada yang berwarna ungu,merah, kuning dan putih. Warna ungu pada ubi jalar ungu disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging umbinya. Konsentrasi anosianin inilah yang menyebabkan beberapa jenis ubi ungu mempunyai gradasi warna ungu yang berbeda. Antosianin pada ubi jalar ungu mempunyai aktivitas sebagai antioksida. Dengan demikian ubi jalar ungu mempunyai potensi besar sebagai sumber antioksida alami dan sekali gus sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari penambahan pasta ubi jalar ungu terhadap karakeristik roti. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan 1 dengan 0% tanpa pasta ubi jalar ungu, perlakuan 2 dengan 5% pasta ubi jalar ungu, perlakuan 3 dengan 10% pasta ubi jalar ungu dan perlakua 4 dengan 15% pasta ubi jalar ungu. Hasil penelitian menunjukan bahwa 5% pasta ubi jalar ungu berpengaruh terhadap citarasa roti dengan tingkat kesukaan 3,833.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kualitas Anggur Pisang Berbasis Rumah Tangga

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang raja merupakan jenis buah pisang yang mempunyai nilai gizinya cukup tinggi. Kandungan vitamin dan mineralnya mampu menyuplai cadangan energy sehingga mudah diserap tubuh. Pisang raja ini juga dapat dikonsumsi karena dapat menyimpan banyak kandungan zat kimia antara lain mineral, vitamin dan asam amino pada pisang raja (Kardarron, 2009).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas produk anggur pisang berbasis rumah tangga sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku dipasaran dan untuk mengetahui proses pembuatan anggur pisang dan pengelolah manajemen usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah uji anova satu jalur (One Way Anova) dengan program SPSS versi 25. Jika ada pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan Uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar alkohol yang tinggi terdapat pada Kontrol (P0) yaitu 14,7%, sedangkan perlakuan P1 dan P2 memiliki kadar alkohol yang sama yaitu 3%, dengan waktu fermentasi 1 bulan. Berdasarkan uji organoleptik, rasa anggur pisang yang disukai adalah perlakuan 1 (skor 4,28) dengan kategori enak, aroma anggur pisang yang disukai adalah pada perlakuan 1 (skor 3,14) dengan kategori cukup enak, dan warna anggur pisang pada perlakuan 1 (skor 4,17) yang menunjukkan warna merah kecoklatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN TUMBUHAN KROKOT (Portulaca oleraceaL.) PADA PEMBUATAN BROWNIES KUKUS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemanfaatan Tumbuhan Krokot( Portulaca oleracea L.) Pada Pembuatan Brownies Kukus Kase, I. Y* Ballo, A ** Bullu, I. N** Tumbuhankrokot (PortulacaoleraceaL.) adalahtumbuhan yang tumbuh liar di lapangandandapattumbuh di daerah yang berpasirdantanahliat.Tepungkrokotmerupakanhasilolahandaribahandasartumbuhankrokotyaitudaridaunkrokot.Brownies merupakankueberteksturlembutdanpadat, berwarnacokelatkehitamandanmemiliki rasa khascokelat.Tujuan dari penelitianadalahuntukmengetahuikualitasorganoleptik brownies kukus daritepungkrokot. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan yaitu A0 (100% Tepung terigu : 0 ( Kontrol)), A1 ( 25% Tepung terigu : 75% Tepung krokot), A3 ( 50% tepung terigu : 50% tepung Krokot), A4( 75% tepung terigu : 25% tepung krokot), dan A4( 100% tepung krokot). Parameter yang diuji yaitu uji organoleptik yang meliputi aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penilaian panelis terhadap tingkat kesukaan brownies terhadap aspek warna terdapat pada perlakuan A3, aspek aroma terdapat pada perlakuan A4, aspek rasa terdapat pada perlakuan A1, dan aspek tekstur terdapat pada perlakuan A3. Berdasarkan hasil Two Way ANOVAdidapatkan hasil yang berbeda nyata pada setiap perlakuan sehingga dilanjutkann uji lanjut Duncan Multiple Reing Test ( DMRT) pada taraf signifikan 5%. Kata kunci :Krokot, TepungKrokot, Brownies, UjiOrganoleptik Keterangan: *) Penulis **) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS GARAM RAKYAT YANG DIPRODUKSI SECARA TRADISIONAL DI KELOMPOK TIBERIAS KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. pengujian organoleptik (warna dan bau) dan Angka Lempeng Total (ALT) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air dan kadar NaCl di Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang yaitu organoleptik warna garam memenuhi (SNI 4435-2017) dan bau garam memenuhi (SNI 4435-2017), kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl belum memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan Angka Lempeng Total (ALT) pada garam krosok berkisar antara 2,7 × 102 – 3,6 × 102 koloni/g, air sumur berkisar antara 1,3 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml, larutan penyaringan berkisar antara 1,9 × 103 – 2,3 × 103 koloni/ml, larutan hasil penyaringan berkisar antara 1,6 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml sedangkan garam yang telah dimasak berada pada <2,5 × 101 koloni/g (kurang dari 25 koloni). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang meliputi bahan baku garam krosok, pelarutan garam krosok, penyaringan, pemasakan, penirisan, packing dan hasil pengujian organoleptik warna garam putih normal, bau garam normal tidak berbau, kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl tidak memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) terendah hingga nilai tertinggi adalah < 2,5 × 101 - 2,3 × 103 koloni/g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN UKURAN ZEOLIT TERAKTIVASI DAN MODIFIKASI PROSES PENYARINGAN PADA PENGOLAHAN GARAM MASAK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN NUNIA LAK’APU (17393402).Penggunaan Ukuran Zeolit Teraktivasi Dan Modifikasi Proses Penyaringan Pada Pengolahan Garam Masak. Di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi. M,Si sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU, S.Si, M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Inovasi dalam pemurnian garam banyak dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl seperti penambahan senyawa kimia NaOH, Na2CO3, dan polialuminium klorida, Metode ini mampu meningkatkan kadar NaCl namun kurang ramah lingkungan jika ditinjau dari hasil samping yang di hasilkan. Selain itu, bahan tersebut tidak dapat digunakan kembali untuk proses pemurnian garam berikutnya.Salah satu metode untuk meningkatkan kandungan NaCl yaitu penggunaan zeolit alam karena memiliki kelebihan antara lain: ekonomis, ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Namun selain penggunaan zeolit alam, proses penyaringan juga merupakan salah satu metode yang dilakukan dalam proses pemurnian garam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kualitas garam masak hasil penggunaan ukuran zeolit teraktivasi dan modifikasi proses penyaringan pada pengolahan garam masak. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan April-Mei 2021 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan Laboratorium Biologi untuk pengujian bagian yang tidak larut dalam air, Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian NaCl dan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor, Jawa Barat untuk pengujian iodium dalam KIO3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data menggunakan analisis sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian penggunaan ukuran zeolit teraktivasi dan modifikasi proses penyaringan pada pengolahan garam masak yaitu organoleptik parameter warna ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 25 mikron yaitu putih normal 96%, dan ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 150 mikron dengan parameter warna garam selain warna K1 dan K2 72%, organoleptik parameter bau ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 25 mikron yaitu normal tidak berbau, 92%. Dan ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 150 mikron yaitu bau tidak normal 48%, kadar air berkisar antara 2,98%-8,62%, kadar NaCl 88,00%-93,57%, bagian yang tidak larut dalam air 0,66%-4,00%, dan kadar iodium (KIO3) 6,05mg/kg-18,77mg/kg. Kata Kunci :Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air, Garam,Iodium (KIO3), Kadar Air, Modifikasi Penyaringan,Nacl, Organoleptik, Zeolit

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail