ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR TERHADAP (Borassus flabellifer L)
MUTU GULA SABU
Rohi Lobo A.Yunita¹) Nubatonis M. Lesybeth²) Malelak Zet²)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lama Pemasakan Nira Lontar (Borassus flabelifer L) Terhadap Mutu Gula Sabu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas TeknoloPertanian Universitas Artha Wacana Kupang Menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dengan 4 Perlakuan dan 3 kali ulangan Sehingga terdapat 12 Unit Percobaan dengan lama pemasakan 60 menit, 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Variabel yang diamati karakteristik organoleptik yang meliputi uji kesukaan terhadap warna,rasa dan aroma dan variabel yang diamati adalah karakteristik fisik dan kimia yang meliputi analisis kadar air,kadar gula dan viskositas Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan waktu 240 menit menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor 4.667 c ( sangat suka) dan rasa gula yang tertinggi dengan skor 4.733 c (sangat suka) dan Aroma gula yang tertinggi dengan skor 4.467 b (sangat suka) sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik lama pemasakan 240 menit dengan kecepatan jatuh terendah yaitu dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi 8,3133. sedangkan nilai kadar air terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai rata-rata 28,667 sedangkan nilai kadar gula (brix) yang terbaik terdapat pada perlakuan D dengan Nilai rata-rata 81,667.
Kata kunci : Nira lontar,gula cair,organoleptik,viskositas, kadar gula(Brix) dan kadar air(%)
1) Peneliti
2) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Suwitron Budikson Lobo1); Lesybeth M Nubatonis2) Zet Malelak2)
Gula cair merupakan cairan berwarna keruh, memiliki rasa manis, kental dan tidak berbau. Gula lontar juga dikenal sebagai pemanis alami yang aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis organoleptik dan viskositas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan yang dilakukan, yaitu suhu pemasakan 100OC, 125OC, 150OC dan 200OC. Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan suhu 200OC menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor (3,733 a) sangat suka dan rasa gula yang tertinggi dengan skor (3,867 a) sangat suka, sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik pada suhu 200OC dengan kecepatan jatuh terendah yaitu 5,77 g/d dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi (6,190 a).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA FERMENTASI NIRA LONTAR ( Borassus flabellifer ) TERHADAP TOTAL ASAM ASETAT
Ardyanto Landunau*) Regina I. M. BanoEt,SP.MP**) Ir.Zet Malelak, M.Si**)
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
ABSTRAK
Asam asetat dapat dibuat dari substrat yang mengandung etanol, yang dapat diperoleh dari berbagai macam bahan seperti buah buahan, kulit nanas, pulp kopi, dan nira .Tersedianya nira lontar dalam jumlah besar di Indonesia merupakan potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Nira lontar dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cuka yang semakin bertambah oleh industri makanan, laboratorium (kimia, biologi), pabrik farmasi dan sebagainya. Asam cuka selain digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan, juga biasa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada proses pengolahan ikan, bahan pengawet, pembuatan obat-obatan (aspirin), dan sebagainya (Santoso, 1995). Nira lontar dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Komposisi nira lontar mempunyai pH 6,7 dan berat jenisnya 1,07 (Anonim 1981). Menurut Davis dan Johnson (1987) komposisi nira lontar terdiri dari gula 10,93%, abu 0,54%, lemak 0,04%, protein 0,35%, dan komposisi airnya sendiri sebesar 87,78% (Anonim, 1981). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lama fermentsi terhadap total asam asetat dari nira lontar. Metode yang digunakan adalah menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali selama 4 hari, 6 hari,8 hari, dan 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh total asam asetat(cuka) yang tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan nilai rata-rata 6,70% dengan lama fermentasinya selama 10 hari.
Kata Kunci : lama fermentasi, nira lontar dan total asam asetat.
* ( peneliti )
**(pembimbing)