Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

ANALISIS KANDUNGAN NaCl DAN IODIUM PADA GARAM MASAK TRADISIONAL DI DESA SILAWAN KABUPATEN BELU

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teknologi Hasil Perikanan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Garam mengandung natrium klorida (NaCl), ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan jumlah yang tepat untuk menunjang kesehatan manusiaPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, di Desa Silawan, Kabupaten Belu untuk pengambilan sampel garam, sedangkan untuk pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar NaCl, Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air dan Iodium, dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan Kabupaten Belu, meliputi tanah tambak digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama 1 jam, pemasakan atau perebusan selama 7 jam, penirisan selama 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan, untuk pengujian kadar air : 4,44%, kadar NaCl : 48,2%, bagian yang tidak larut dalam air : 0,83 dan kadar iodium : 34,4% mg/kg, Parameter warna (putih normal) 0%, (putih kecokelatan) 100%, dan parameter bau (Bau normal) 7%, (bau tidak normal) 93%. Desa Silawan juga memperhatikan proses/teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam masak yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan standar SNI 4435-2017.

Kata kunci

Bagian yang tidak larut dalam air, Garam Masak, Iodium, Kadar Air, NaCl dan organoleptik

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS KANDUNGAN NaCl DAN IODIUM PADA GARAM MASAK TRADISIONAL DI DESA SILAWAN KABUPATEN BELU · oai:ais:skripsi:3148

Publikasi terkait