ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“ PENGARUH PENAMBAHAN PASTA BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN KUE TALAM”
Hedu T. Isak 1 ; Nubatonis L.M 2; Malelak Zet 2
ABSTRAK
Berdasarkan uraian yang dapat diidentifikasi adalah pemanfaatan buah lontar yang tua yang belum maksimal sedangkan kandungan gizi pada buah lontar serta warna dari buah lontar yang tua sangat menarik untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya yaitu produk kue talam. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahuipengaruh penambahan pasta buah lontar dalam pembuatan kue talam - Untuk mendapatkan salah satu perlakuan penambahan pasta buah lontar dalam menghasilkan kue talam dengan karakteristik organoleptik yang baik.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Ada pun perlakuan percobaan yang dicobakan, yaitu : P0 0g pasta buah lontar P1 20 g pasta buah lontar P2 30g pasta buah lontar P3 40g pasta buah lontar P4 50g pasta buah lontar Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji organoleptik dengan tingkat kesukaan paling tinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g penambahan pasta buah lontar dalam pembuatan kue talam dengan nilai rata-rata warna kue talam 3,667 (suka),aroma kue talam yang sangat di sukai terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi pasta buah lontar 50g menghasilkan nilai rata-rata 3,611(suka),sedangkan tingkat kesukaan terhadap tekstur kue talam adalah perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g pasta buah lontar menghasilkan nilai rata-rata3,733 dan tingkat kesukaan terhadap rasa kue talam terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g pasta buah lontar menghasilkan nilai rata-rata3,811.1.
Perlakuan penambahan pasta buah lontar yang berbeda dalam pembuatan kue talam memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1% (P0,01) terhadap karakteristik kue talam dari warna, tekstur, rasa dan aroma kue talam yang dihasilkan. 2. Perlakuan terbaik dengan penambahan pasta buah lontar yang berbeda dalam pembuatan kue talam terdapat pada perlakua P4 dengan penambahan pasta buah lontar 50g menghasilkan nilai rata-rata rasa kue talam sebesar 3,811 (suka), warna kue talam sebesar 3,667 (sangat suka), tekstur kue talam dengan nilai rata-rata 3,733 (suka) dan aroma kue talam dengan nilai rata-rata sebesar 3,611 (suka).
Kata Kunci: Kue Talam, Buah Lontar, Dan Pangan Lokal
Keterangan
1)Peneliti
2) Pembimbing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung pisang kepok terhadap sifat organoleptik pastamacaroni pisang kepok dan untuk mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari perbandingan tepung terigu dan tepung pisang kepok terhadap sifat fisik macaroni pisang kepok.. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan presentasi 0%,5%,10%,15% tepung pisang kepok.
Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung pisang kepok 5 % terhadap warna dengan skor 4,639 ( sangat suka )aroma dengan skor 4,722 ( sangat suka ), rasa dengan skor 4,806 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 5 % dengan skor 4,722 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efek penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut Marta Peang Lagur *) Ir. Nuhamara melkianus, mp**) Banoet M, I Regina, Sp, Mp**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pnambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut dengan mengunak ranangan acak lengkap (RAL) 4 perlkuan dan masih-masih 3 kali ulangan dengan persentasi 0%. 5%, 10%, 15% tepung beras merah. Hasil peneltian ini menunjukan bawah uji analisis organeleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan subsitusi 5% terdapat aroma kue sarang semut yang tertinggi dengan skor 4.611 ( sangat suka) rasa kue sarang semut yang paling tinggi disukai terdapat pada 5% terdapat rasa kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.806 (sangat suka) tektur kue sarang semut yang paling di sukai terdapat pada 5% terdapat tektur kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.778 ( sangat suka) Kata kunci ; bahan pangan lokal penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut *) penelitian **) pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING (Dima Mega Desrianti*), (Medah Ishak Andreas**),(Malelak Zet**) ABSTRAK Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan jenis makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mie kering adalah mie segar yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau dengan dioven. Mie kering mempunyai kadar air rendah sehingga daya simpannya relatif lama dan mudah penanganannya (Astawan, 2005). Bahan baku pembuatan mie di Indonesia yaitu terigu yang hingga saat ini masih diimpor dari negara lain seperti yang tercatat selama periode Januari 2017 –Agustus 2018, impor tepung gandum tertinggi tercatat pada bulan Maret 2018 yaitu hampir mencapai 8 ribu ton. Sehingga perlu dilakukan upaya pencarian bahan lain untuk menggantikan tepung terigu dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita, salah satunya berasal dari umbi-umbian seperti ubi jalar. Pembuatan mie kering dengan komposisi bubur ubi jalar ungu yang menghasilkan produk dengan rasa, aroma, warna dan tekstur yang berbeda dengan mie kering biasanya. Hal ini disebabkan karena tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, sehingga daya patah pada mie kering dari bubur ubi jalar ungu akan meningkat (Sri Winarti, 2017) dan memiliki tekstur yang lebih lengket satu sama lain (Monica, dkk, 2018). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap karakteristik sensorik mie kering. Untuk memperoleh salah satu perlakuan yang paling baik dan tepat dari komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap sifat sensorik mie kering. Metode penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. dengan presentasi 0%,10%, 20%,30% bubur ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan bubur ubi jalar 10% terhadap rasa dengan skor 3,844 (sangat suka), warna engan skor 3,667 (sangat suka), aroma dengan skor 3,686 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 3,756 (sangat suka). .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992,kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,berkadar lemak tinggi,relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’Brien (2003) lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur,flavor,kelembutan,dan mouthfeel. Berdasarkan standar dari USDA (2009),kue kering memiliki kandungan lemak yang tinggi(sekitar 20% -40% kue kering). Bahan dasar pembuatan kue kering terdiri atas terigu dengan kadar protein sedang, margarin,dangula. Tepung yang umum digunakan dalam pembuatan kue kering adalah terigu.Tepung terigu merupakan produk olahan gandum yang termasuk komoditi impor yang konsumsi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan impor gandum tersebut untuk konsumsi terigu atas makanan yang berbasis tepung terigu. Hal ini terjadi karena gandum merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh didaerah sub tropis,sehingga tidak dapat dibudiyakan di Indonesia.Komoditas tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis dan menghasilkan tepung sebagai bahan substitusi yaitu tepung biji nangka. Tepung biji nangka ini berasal dari varietas tanaman yang banyak terdapat di Indonesia,yang penggunaannya belum dapat dimaanfaatkan secara maksimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh proporsi subtitusi maksimum dari tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering putri salju. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok dengan presentasi 0%,10%,15%,20%,25% tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung biji nangka 10% terhadap rasa dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 4,464 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kue baruasa adalah kue manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Mei sampai dengan 2 Juni 2021 di Laboratorium processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung uwi dan tepung terigu dalam pembuatan kue baruasa dan untuk memperoleh substitusi tepung uwi dan tepung terigu yang tepat dalam pembuatan kue baruasa dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 10%, 20%, dan 30%. Parameter yang diukur pada kualitas kue baruasa yang dihasilkan adalah uji warna, rasa, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan penambahan tepung uwi 10% terhadap warna dengan skor 4.694 (sangat suka), rasa pada perlakuan 10% dengan skor 4.833 (sangat suka) aroma pada perlakuan 10% dengan skor 4.667 (sangat suka) dan tekstur pada perlakuan 10% dengan skor 4.722 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KOMPOSISI PANGAN LOKAL KAPARAK BERBASIS POTENSI DAERAH DI SUMBA TIMUR Yakobus Damu Wulang*), A. I. Medah**), Regina I. M. Banoet**) ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan lokal sesuai dengan potensi daerah untuk mengebangkan makanan lokal di Sumba Timur.Satuan sampel penelitian ini adalah desa yang dipilih secara acak bertingkat.pemilihan sampel pertama adalah memilih 20% Kecamatan secara acak nama kecamatan terpilih,di lanjutkan dengan pemilihan 20% Desa. Pada kecamatan kepada Responden pada desa sampel dipilih berdasarkan komunikasi dengan kepala wilayah atau Desa, yakni sebanyak satu orang Responden yang sering membuat kaparak di Desa tersebut.hasil pertanian seperti Padi, Jagung, Ubi jalar, Ubi Kayu, Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau dapat diolah menjadi makanan lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG PADA TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE CUCUR KHAS NTT Kellin .S Nobel*) Medah.I.A,**) Malelak Zet**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui Pengaruh Substitusi Tepung Jagung Pada Tepung Beras Terhadap Karakteristik Organoleptik Kue Cucur Khas NTT. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 100%, 50%, 75%, 100% tepung jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan substitusi 100% terhadap rasa kue cucur khas NTT yang tertinggi dengan skor 4,2 (sangat suka),dan tekstur kue cucur khas NTT yang paling tinggi dengan skor 4,3 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk biji labu kuning terhadap pembuatan tempe. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 0%, 10%, 15%, 20% serbuk biji labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rasa tempe yang tertinggi dengan skor 4,756 (sangat suka), warna tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 (sangat suka) Dan aroma tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,644 (sangat suka) .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian tentang pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan produk manggulu. Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jenis kemasan yang berbeda antara lain daun pisang, PP vakum, PP tanpa vakum dan retort pouch. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada aroma tertinggi terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,255 gr. Warna produk manggulu yang paling tertinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,132 gr. Rasa produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,167 gr. Tekstur produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,21 gr. Dan kadar air produk manggulu yang paling terendah terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 12,6495 %
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEK PENAMBAHAN SARI SERAI (Cymbopogon citratus) PADA SUSU UHT FULL CREAM TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ES CREAM RASA SARI SERAI OLEH KONSUMEN Amilda. Tunmuni1) Ir. A.I. Medah, MP2) Ir. Zet Malelak, M.Si2) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian tentang efek penambahan sari serai terhadap susu UHT full cream bertujuan untuk memperoleh es cream sari serai yang disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 5%, 10%, dan 15% sari serai. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada warna es cream terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. Aroma es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,700. Rasa es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. kata kunci : Bahan pangan lokal, es cream, organoleptik * ( peneliti ) ** ( Pembimbing)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT SENSORIK KUE KERING Trisna Susanti. Tnunay*), Ir.A. I. Medah.,Mp**), Ir. I. D. A. A. R. R. Adi,Mp**) ABSTRAK Biji nangka merupakan bahan yang terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada sebagain kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan misalnya dilolah menjadi kolak. Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992, kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’brien lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur, flavor, kelembutan, dan mouthfeel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering terhadap organoleptik ( rasa, warna, aroma dan tekstur) dan untuk mendapatkan salah satu tingkat kesukaan dalam menghasilkan kue kering yang baik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase ) 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% substitusi tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rarsa kue kering yang tertinggi yaitu dengan skor 4,800 (sangat suka), Warna kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 403,667 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG KOMPOSISI BETA KAROTEN DAN DAYA TERIMA CENDOL BERBASIS CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR LABU KUNING (Cucurbhita Moschata) Demetria M.H. Lekik*), Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Ir. M. Nuhamara, MP**) (Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang) ABSTRAK Labu merupakan kelompok tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae. Labu kuning kaya akan beta (β) karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A (Astawan, 2004) juga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi (Gardjito, 2005). Cendol adalah produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung hunkwe dan tepung beras, memiliki tekstur yang kenyal dan mempunyai ciri khas berwarna hijau (Rahman, dkk., 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran tepung tapioka dengan bubur labu kuning terhadap organoleptik (rasa, warna dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari labu kuning. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 50%, 55%, 60% bubur labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan 60%, yang dimana proporsi bubur labu kuning 60% terhadap tekstur cendol labu kuning yang tertinggi dengan skor 3,6, rasa cendol labu kuning yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 60% dengan skor 3,8, warna cendol yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan 60% dengan indikator warna orange 021.