ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung pisang kepok terhadap sifat organoleptik pastamacaroni pisang kepok dan untuk mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari perbandingan tepung terigu dan tepung pisang kepok terhadap sifat fisik macaroni pisang kepok.. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan presentasi 0%,5%,10%,15% tepung pisang kepok.
Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung pisang kepok 5 % terhadap warna dengan skor 4,639 ( sangat suka )aroma dengan skor 4,722 ( sangat suka ), rasa dengan skor 4,806 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 5 % dengan skor 4,722 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pisang kepok dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat tape karena memiliki kelebihan pati yang resisten dan serat tinggi. Tape merupakan salah satu makanan fermentasi tradisional di Nusa Tenggara Timur. Kandungan pati yang ada pada pisang kepok sekitar 22-25%. Kualitas tape pisang ditentukan berdasarkan karakteristik kimia selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengukusan tape pisang kepok terhadap karakteristik tape pisang. Penelitian ini dilakukan dengan membuat tape pisang kepok dengan variasi waktu pengukusan selama 10, 20, 30, dan 40 menit. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada bulan Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode Rancangan acak lengkap (RAL). Seluruh data dianalisa menggunakan analisis varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan waktu fermentasi berpengaruh terhadap karakteristik kimia dan organoleptik. Tape pisang kepok terbaik dihasilkan pada waktu pengukusan 30 menit dengan karakteristik kimia: kadar gula 21,00%; kadar alkohol 9% dan nilai organoleptik tape pisang kepok terbaik dihasilkan pada perlakuan waktu pengukusan 20 menit untuk aroma nilai sebesar 4,667, rasa 4,756 dan tekstur 4,711. Berdasarkan hasil uji karakteristik kimia dan organoleptiknya tape pisang dengan waktu pengukusan tersebut layak untuk dikonsumsi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pisang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Selain karena mudah didapat dan harganya terjangkau, buah pisang juga mengandung gizi tinggi dan sebagai sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Selain buahnya yang kaya akan nutrisi, kulit buah pisang juga memiliki kandungan gizi yang tidak berbeda dengan buahnya seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin C, vitamin B, kalsium, besi, serat, kalium dan air. Kulit pisang yang diolah menjadi es krim dapat memberi rasa yang berbeda dengan es krim lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar protein dan resistensi kelelehan dan organoleptik terbaik dalam menghasilkan es krim yang disukai kosumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 3 pelakuan yaitu P1 (120 ml sari kulit pisang : 180 ml susu UHT full cream), P2 (180 ml sari kulit pisang : 180 ml susu UHT full cream), P3(240 ml sari kulit pisang : 180 ml susu UHT full cream). Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai kadar protein tertinggi pada perlakuan P2 yaitu 0,93 %. Dari hasil uji hedonik menunjukkan hasil yang paling disukai oleh panelis adalah perlakun dengan nilai tekstur P1(3), rasa P2 (3,55), aroma P2 (3,7) dan dari hasil uji resistensi pelelehan terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai (35menit,02 detik ).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kulit pisang dapat diolah menjadi kerupuk. Kulit pisang mengandung nilai gizi seperti karbohidrat, vitamin, protein, kadar air. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar air pada kerupuk berbahan dasar kulit pisang kapok dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik kulit pisang dan tepung tapioka yang digunakan untuk menghasilkan kerupuk kulit pisang kepok yang disukai oleh konsumen dilihat dari segi warna, rasa, aroma, tekstur. Penelitian ini dilakukan perbandingan antara kulit pisang dan tepung tapoka sebanyak P1(kulit pisang 400 gr : tepung tapioka 200 gr), P2(kulit pisang 300 gr : tepung tapioka 300 gr), dan P3(kulit pisang 200 gr : tepung tapioka 200 gr). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisis kadar air tertinggi pada perlakuan P2 dengan rata-rata 13,33%. Lama waktu pengeringan 3 jam dengan suhu 1050C, sedangkan berdasarkan uji hedonik menunjukan hasil rata-rata kerupuk kulit pisang yang paling disukai panelis dari parameter tekstur, rasa, aroma dan warna yaitu pada perlakuan P3 dengan jumlah tekstur(4,35) dengan skor suka, rasa(4,55) dengan skor suka sampai sangat suka, aroma(4,5) dengan skor suka sampai sangat suka dan warna(4,55) dengan skor suka sampai sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman bayam merupakan tumbuhan C4 dan pengikat gas CO2. Selain itu, bayam juga banyak mengandung Vitamin A, B, C, mineral (kalsium, fosfor dan zat besi). Salah satu bentuk atau upaya meningkatkan produktifitas sayur bayam adalah pemanfaatan bahan organik sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman bayam. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah kompos limbah kulit pisang kepok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K0 : Kontrol, P1 : Perlakuan 1, P2 : Perlakuan 2, P3 : Perlakuan 3, P4 : Perlakuan 4. Data hasil pengukuran dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf 5%.. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P3 (1250 gr tanah + 750 gr pupuk kompos) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun