ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Penelitian ini merupakan suatu tinjauan teologis kontekstual terhadap ritual penyembahan kepada roh orang yang sudah meninggal dan implikasinya bagi jemaat Syalom Oepula. Ritual penyembahan kepada roh orang yang telah meninggal adalah praktik keagamaan yang telah menjadi bagian integral dari budaya dan tradisi masyarakat Oepula. Tinjauan teologis ini bertujuan untuk memahami praktik ini dari sudut pandang teologi Kristen, menggali akar teologisnya, serta menganalisis implikasi dan dampaknya pada jemaat Syalom Oepula.Studi ini menggunakan pendekatan teologis kontekstual untuk menghargai dan memahami praktik tradisional ini dalam konteks lokal dan budaya. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik penyembahan roh orang yang sudah meninggal diakar pada keyakinan tentang hubungan manusia dengan dunia roh dan leluhur.Implikasi bagi jemaat Syalom Oepula mencakup perluasan pemahaman teologis mengenai kematian dan kehidupan sesudahnya, serta bagaimana menghadapi ritual tradisional tersebut dari perspektif iman Kristen. Temuan penelitian ini menyiratkan pentingnya dialog dan dialog teologis antara agama tradisional dan iman Kristen, untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam dan inklusif tentang kepercayaan dan praktik keagamaan di Oepula.
Tinjauan teologis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjembatani perbedaan dan memperkuat identitas iman Kristen di tengah masyarakat Oepula yang beragam budaya dan keyakinan. Implementasi temuan penelitian ini dapat memberikan landasan bagi pendekatan pastoral yang menghormati budaya setempat dan mempromosikan nilai-nilai keadilan, kasih, dan toleransi dalam hubungan antarumat beragama di Oepula.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertayaan: 1) Apa jenis makna yang ditemukan dalam lirik lagu daerah sumba? 2) apa fungsi yang ditemukan pada lirik lagu daerah sumba? Penulisan ini berfokus pada makna dan fungsi lagu sumba penelitian ini adalah semua lirik dan kalimat dari tiga lirik lagu sumba penulisan menggunakan metode kualitatif, dimana datanya ada pada lirik ketiga lagu yang memeliki makna dalam liriknya data dianalis secara kualitatif berdasarkan analisis diketahui bahwa dua jenis makna yang yang satu ini yaitu makna lexical dan kontextual, sedangkan fungsi lagu adalah mendidik, menghibur dan menasehati sebagai nilai moral
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Permainan Lompat Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”. Tujuan penelitian: Dari rumusan masalah yang telah dijelaskan maka yang menjadi tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Penerapkan pembelajaran gerak dasar lompat berbasis permainan tradisional pada siswa kelas IV SD Inpres Kobelete. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena penelitian ini bersifat penelitian kualitatif naturalistic (alamiah) yaitu untuk mendapat informasi mengenai fenome-fenomena atau situasi yang aktual pada saat penelitian berlangsung. Hasil dan pembahasan: Dari hasil observasi, wawancara yang telah diperoleh, penulis memperoleh gambaran bahwa kajian permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pemebelajaran anak di SD Inpres Kobelete mengacuh pada beberapa nilai yang saling berkaitan, diantaranya adalah Sarana dan Prasarana, Pelaksanaan, 1. Tahap Pertama Setinggi Mata Kaki atau Satu Jingkal Dari Tanah, 2. Tahap Kedua Setinggi Lutut Kaki, 3. Tahap ketiga setinggi pinggang, 4. Tahap keempat setinggi dada, 5. Tahap kelima setinngi Telinga, 6. Tahap keenam setinggi tangan diatas kepala dan kaki dijinjit.
Simpulan: Melalui penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa, Permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pembelajaran bagi anak di SD Inpres Kobelete. Selain dari pada itu demi mendapatkan suatu kesenangan, kegembiraan, dan kepuasan dalam diri seseorang serta efektifnya suatu proses pembelajaran, maka olahraga rekreasi dengan menggunkan salah satu permainan tradisional yaitu permainan lompat tali menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak di sekolah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tali (absal) adalah salah satu produk olahan tradisional dengan menggunakan metode pengeringan. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai (kadar air, kadar protein, kadar garam, kadar abu dan kadar abu tak larut asam) dan penilaian organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) terhadap ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama bulan Juni sampai Agustus 2022, yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap dengan tempat yang berbeda. Pengambilan sampel di Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor, pengujian organoleptik, kadar air, kadar protein dan kadar garam di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dan pengujian kadar abu dan abu tak larut asam di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana. Ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru untuk pengujian secara objektif nilai kadar air (15,51%-18,06%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar protein (14,30%-15,57%), kadar garam (1,08%-1,62%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar abu (0.7%-2,1%) dan kadar abu tak larut asam (0,4%-0,6%) tidak memenuhi SNI 8273-2016. Ikan tali (absal) khas Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor merupakan produk olahan tradisional sehingga mempunyai kenampakan, aroma, tekstur dan rasa cenderung disukai panelis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERMAINAN TRADISIONAL MENJALA IKAN DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI
Yusak T.Laubura1*, M.Rambu P.Wasak2, Jimmy Ch. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Bermain dan permainan sangat penting bagi manusia di segala usia. Bagi anak, karena merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya, baik itu psikomotor, afektif, maupun kognitif
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Permainan Tradisional Menjala Ikan Dalam Pembelajaran Penjasorkes Dapat Meningkatkan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas V SD Inpres Oebufu.
Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research dibagi menjadi 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observing), serta refleksi (reflecting) yang dilakukan secara berurutan dan diidentifikasi menjadi sebuah siklus
Hasil dan pembahasan: Pelaksanaan pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata keseluruhan dari 14 orang siswa yaitu 75.05% dengan rincian 8 orang siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 71,77% dan jumlah yang tuntas yaitu 6 orang siswa dengan nilai rata-rata 79,41%. Pelaksanaan siklus II diperoleh rata-rata keseluruhan siswa adalah 90,01% dari Kriteria ketuntasan hasil belajar 75%.
Simpulan: Sesuai dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan siswa dapat memahami akan peraturan dan permainan tradisional menjala ikan dalam pembelajaran penjasorkes
Katakunci: Permainan tradisional menjala ikan;Pembelajaran penjasorkes
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Rangkuk alu merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggunakan dua pasang bambu atau tongkat yang di gerak-gerakan hingga kaki pemain lawan terjepit bambu. Bagi masyarakat Manggarai rangkuk alu dilakukan untuk merayakan hasil panen perkebunan dan pertanian.
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Gerak Tarian Tradisional Rangkuk Alu Pada Sanggar Wela Rana.
Metode penelitian : Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Pendekatan kualitatif naturalistik karena dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa data yang menggambarkan secara rinci, bukan data yang berupa angka-angka.
Hasil dan Pembahasan : Tarian rangkuk alu merupakan tarian tradisional Manggarai. Dalam tarian rangk uk alu ini dapat melatih, kelincahan, ketelitian dan ketepatan dalam mengambil keputusan yang akan dilakukan. Dalam tarian ini penarinya melakukan gerakan seperti melompat-lompat. Pada saat menari penari melakukan gerakan olahraga seperti, menjingkat, melompat, dan menghindar. Gerakan ini dikategorikan dalam gerakan lokomotor.
Simpulan : Tarian Rangkuk Alu ini biasanya menggunakan alat yaitu bambu yang terdiri dari 4-6 bambu yang disusun membentuk pola dan dimainkan dengan cara dihentakan yang menghasilkan ketukan, dimana dalam setiap hentakan tersebut penari melakukan gerakan melompat dan menghindar agar tidak terkena jepitan bambu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KAJIAN PERMAINAN TRADISIONAL SIKI DOKA SEBAGAI KEGIATAN REKREASI ANAK DI SD INPRES MBIU KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO Yusak Sedeh1* , Lukas M. Boleng2 , Christin P. M. Rajagukguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan tradisional mengandung nilai permainan dan olahraga. Permainan tradisional salah satu permainan yang dimainkan oleh orangorang dulu. Permainan tradisional juga merupakan kegiatan yang bersifat menghibur yang menggunakan alat sederhana dan telah diwariskan dari generasi kegenerasi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian permainan tradisional siki doka sebagai kegiatan rekreasi anak di SD Inpres Mbiu Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V, dan guru penjasorkes di SD Inpres Mbiu Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian, teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Melalui permainan siki doka sebagai kegiatan rekreasi anak, anak merasakan suatu kepuasan pada dirinya sendiri serta merasa senang, gembira dan bersemangat yang mengacu pada faktor 1) Nilai integrasi, 2) Nilai social, 3) Nilai kerja sama, 4) Nilai saling menghargai, 5) Nilai keterampilan dan 6) Nilai ketelitian. Simpulan: Demi mendapatkan suatu kesenangan, kegembiraan, dan kepuasan dalam diri seseorang, maka olahraga rekreasi dengan menggunkan salah satu permainan tradisional yaitu siki doka menjadi salah satu alternatif aktivitas yang dilakukan anak di sekolah. Katakunci: Permainan Tradisional; Rekreasi Anak
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PERKEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK USIA DINI
Jefri Bani1*, Agustinus Jacob Nafie2, Jimmy Ch. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Permainan tradisional adalah jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya yang hakikatnya merupakan warisan leluhur. Keterampilan sosal adalah jenis keterampilan yang diperoleh individu melalui proses belajar yang digunakan dalam berhubungan dengan lingkungannya dengan cara baik dan tepat.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi keterampilan sosial melalui permainan tradisionalGalaAsedi SD Inpres Oenasi.
Metode penelitian:Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan:Perkembangan sosial anak usia 6 tahun sudah menyukai permainan yang melibatkan imajinasi dan fantasi serta anak suka bermain dengan teman-teman yang memiliki jenis kelamin sama. Perkembangan sosial anak usia 7 tahun terkadang mau bermain berkelompok dengan teman-temannya, tetapi kadang juga ingin bermain sendiri. Perkembangan sosial anak usia 8 tahun tentu sudah semakin terasa baik karena anak mendapatkan rasa aman ketika terlibat dalam kegiatan kelompok yang ia sukai, misalnya mengikuti ekstrakulikuler olahraga, ektrakulikuler pramuka dan lainnya. Perkembangan sosial anak usia 9 tahun biasanya sudah mencapai berbagai hal seperti anak memahami norma sosial dan perilaku yang baik untuk dilakukan dan anak mulai tertarik ingin tahu mengenai hubungan antara anak laki-laki dan perempuan.
Simpulan:Perkembangan keterampilan sosial yang ditunjukan oleh peserta didik melalui permainan tradisional Gala Ase yaitu mampu terbiasa berinteraksi, tanggung jawab, disiplin, saling menghargai, kerja sama, kerja keras, kekompakan, kepemimpinan dan pantang menyerah.
Katakunci: Implementasi Permainanl Tradisional, Keterampilan sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRAKSI Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat (Rismana dkk, 2014). Produksi garam rakyat yang menjadi mata pencaharian utama pada musim kemarau melanda. Produksi garam sangat membantu perekonomian rakyat. Pembuatan garam di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, mengunakan penyaringan alang-alang yang masih mempertahankan pengolahan secara tradisional sehingga masi belum menghasilkan garam yang dihasilkan masih belum memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya dalam teknik pengolahannya harus adanya modifikasi alat penyaringan yang digunakan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat yang dimasak secara tradisional Di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah dengan pengujian (kadar air, NaCl, Organoleptik dan pengamatan Baume). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Ngay, Kabupaten Sumba Tengah. Untuk pengujian Kadar Air dan organoleptik telah dilakuan di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang sedangkan untuk pengujian Kadar dan kadar garam (NaCl) di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam Di Desa Ngadu Bolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih kecoklatan, parameter bau garam yaitu bau tidak normal, kadar air yaitu Kelompok I 8,56% dan kelompok II 9,95%, Nacl kelompok I 81,54% dan untuk kelompok II 82,01. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Produksi garam Secara Tradisonal masih tradisional meliputi tanah digaruk dan dikumpulkan, penyaringan dilakukan selama ±2 jam dengan (80 kg tanah muara dan 120 liter air muara), proses pemasakan ±7 jam, penirisan ±2 jam, dan distribusi. Kata kunci: garam masak tradisional, kadar air, NaCl, Organoleptik dan pengamatan Baume. ABSTRACT Salt is a chemical compound whose main components contain sodium chloride (NaCl), water compounds, magnesium ions, calcium ions and sulfate ions (Rismana et al., 2014). The people's salt production is the main source of livelihood during the dry season. Salt production is very helpful for the people's economy. Salt making in the Village Ngadu Bolu, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency, using reed filtering which still maintains traditional processing so that it still has not produced the salt produced yet does not meet the standards of the Indonesian National Standard (SNI). One of the efforts in the processing technique must be a modification of the filtering tool used. The purpose of the study was to determine the technique of making traditional people's salt in Ngadu Bolu Village, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency by testing (moisture content, NaCl, Organoleptic and Baume observations. This research was carried out in May 2021 in Ngadu Bolu Village, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency. The water content and organoleptic tests have been carried out at the exact laboratory of UKAW Kupang, while for testing the concentration and salt content (NaCl) at the Saraswanti Indo Genetech Laboratory, Bogor. The research method is descriptive qualitative and quantitative methods using comparative descriptive data analysis. The results of salt research in Ngadu Bolu Village, Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency for organoleptic testing, salt color parameters are brownish white, salt odor parameters are abnormal odors, water content is Group I 8.56% and group II 9.95 %, NaCl group I was 81.54% and for group II 82.01. From the results of the study, it can be concluded that traditional salt production is still traditional, including raked and collected soil, filtering is carried out for ± 2 hours with (80 kg of estuary soil and 120 liters of brackish water), cooking process for ± 7 hours, draining ± 2 hours, and distribution. Keywords: Traditional Cooking Salt, Water Content, NaCl, Organoleptic and Baume's observation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UMBU RATUNGGAI, NIM: 16320744, dengan judul Tinjauan Tentang unsur keseimbangan Dalam Permainan Tradisional Siki Doka Pada Siswa SMP N 1 KOTA KUPANG. Pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dengan Dosen Pembimbing I Drs. Lambertus Ara Tukan., M.M. Pembimbing II Jusuf Blegur, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Keseimbangan Permainan Tradisional Siki Doka
Permainan merupakan sebuah jembatan untuk meningkatkan daya intelektual seorang siswa dan juga melatih kekuatan pada kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh siswa. Sehingga, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis keseimbangan siswa dalam permainan tradisional Siki Doka di SMP N 1 Kota Kupang, penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif, sedangkan observasi dan tes prakrik dalam penelitian ini yakni pada siswa kelas VII/A SMP N 1 Kota Kupang sebanyak 20 siswa dengan teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah observasi dan tes praktek. Dan alat (garis, balok dan stopwacth) yang digunakan yaitu untuk mengukur keseimbangan tubuh siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ternyata permainan tradisional Siki Doka ini dapat membantu melatih keseimbangan tubuh siswa kelas VII/A SMP N 1 Kota Kupang, karena apabila dilihat dari hasil setelah memberikan permainan tradisional Siki Doka terus-menerus pada siswa maka, komponen fisik dan kekuatan otot pada siswa terbentuk pada saat bermain, dan peneliti membuktikan lewat kedua hasil tes keseimbangan yang dilakukan menggunakan beberapa alat dalam penelitian dan dapat membuktikan keseimbangan siswa dari 20 siswa ternyata 16 siswa dinyatakan seimbang dan 4 siswa diantara tidak seimbang. Kesimpulannya, ternyata dalam permainan tradisional Siki Doka terdapat aktifitas fisik seperti melatih kekuatan tungkai kaki, otot kaki dan persendian pada kaki sehingga dapat membantu meningkatkan aktifitas komponen gerak fisik terutama pada kekuatan kaki saat siswa beraktifitas. Hal ini dibuktikan lewat penujian keseimbangan yang di lakukan bertahap yakni; pengujian keseimbangan secara statis/detik, dinamis/detik dan pengujian keseimbangan menggunakan alat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DIDESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Djara R. S)* Ballo A)** Nge S. M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat, organ yang digunakan, cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian deskriptif (eksplorasi) ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 30 responden yang terdiri dari 13 pengobat tradisional, 2 tokoh masyarakat, dan 15 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, eksplorasi, identifikasi, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mencatat adanya 34 jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Wadumaddi yaitu Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pendanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, Vernonia amygdalina. Masyarakat Desa Wadumaddi menunjukkan pengetahuan lokal yang kuat dengan memanfaatkan daun (65%) sebagai bagian tumbuhan obat utama dan perebusan (68%) sebagai metode ekstraksi senyawa aktif paling efektif. Terdapat 11 spesies tumbuhan dengan nilai guna tertinggi yang menjadi pilihan utama dalam penggunaan, di mana dokumentasi pengetahuan tradisional ini penting untuk pelestarian budaya sekaligus dasar penelitian ilmiah masa depan. Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Pengobatan Tradisional, Pengolahan Tumbuhan Obat, Desa Wadumaddi Keterangan : : *) Peneliti : **) Pembimbing ABSTRACT UTILIZATION OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN WADUMADDI VILLAGE HAWU MEHARA DISTRICT SABU RAIJUA REGENCY Djara, R.S)* Ballo, A.)** Nge, S.T.M.)** This research aims to identify the variety of medicinal plant species, the plant parts used, and the processing methods employed in traditional medicine by the community of Wadumaddi Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. This descriptive (exploratory) study utilized a purposive sampling technique to select 30 respondents, consisting of 13 traditional healers, 2 community leaders, and 15 patients. Data collection was conducted through observation, structured interviews, exploration, identification, and documentation. The data were then analyzed using a qualitative descriptive approach with a quantitative approach. The results recorded 34 species of traditional medicinal plants utilized by the people of Wadumaddi Village, namely, Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum L, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pandanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, and Vernonia amygdalina. The Wadumaddi Village community demonstrates strong local knowledge, utilizing leaves (65%) as the primary medicinal plant component and boiling (68%) as the most effective method for extracting active compounds. Eleven plant species with the highest utility value are the primary choice for use, and documenting this traditional knowledge is crucial for cultural preservation and the basis for future scientific research. Keywords : Medicinal Plants, Traditional Medicine, Processing Medicinal Plants, Wadumaddi Village. Information : : *) Researcher : **) Mentor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini merupakan suatu tinjauan teologis kontekstual terhadap ritual penyembahan kepada roh orang yang sudah meninggal dan implikasinya bagi jemaat Syalom Oepula. Ritual penyembahan kepada roh orang yang telah meninggal adalah praktik keagamaan yang telah menjadi bagian integral dari budaya dan tradisi masyarakat Oepula. Tinjauan teologis ini bertujuan untuk memahami praktik ini dari sudut pandang teologi Kristen, menggali akar teologisnya, serta menganalisis implikasi dan dampaknya pada jemaat Syalom Oepula.Studi ini menggunakan pendekatan teologis kontekstual untuk menghargai dan memahami praktik tradisional ini dalam konteks lokal dan budaya. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik penyembahan roh orang yang sudah meninggal diakar pada keyakinan tentang hubungan manusia dengan dunia roh dan leluhur.Implikasi bagi jemaat Syalom Oepula mencakup perluasan pemahaman teologis mengenai kematian dan kehidupan sesudahnya, serta bagaimana menghadapi ritual tradisional tersebut dari perspektif iman Kristen. Temuan penelitian ini menyiratkan pentingnya dialog dan dialog teologis antara agama tradisional dan iman Kristen, untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam dan inklusif tentang kepercayaan dan praktik keagamaan di Oepula. Tinjauan teologis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjembatani perbedaan dan memperkuat identitas iman Kristen di tengah masyarakat Oepula yang beragam budaya dan keyakinan. Implementasi temuan penelitian ini dapat memberikan landasan bagi pendekatan pastoral yang menghormati budaya setempat dan mempromosikan nilai-nilai keadilan, kasih, dan toleransi dalam hubungan antarumat beragama di Oepula.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NILAI-NILAI OLAHRAGA DALAM PERMAINAN TIGA TAK BOLEH BAGI SISWA SD INPRES LABAT Benyamin Giri1 , Agustinus J. Nafie2 , Jimmy Ch. Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, nilai-nilai olahraga dalam permainan tiga tak boleh sangatlah penting untuk menanamkan nilai-nilai moral kemanusiaan pada siswa sejak dini, salah satunya melalui pembelajaran olahraga. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja nilai-nilai olahaga yang terkandung dalam permainan tiga tak boleh. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah guru olahraga dan siswa SD Inpres Labat. Hasil dan pembahasan: Sudah menjadi tanggung jawab guru untuk menanamkan nilai-nilai moral karakter pada siswa sejak dini. Salah satunya adalah dengan menanamkan nilai karakter melalui pelajaran yang ada di sekolah yang dimana dapat melatih kejujuran, percaya diri, kerjasama, kerja keras, toleransi, disiplin, religius, sportivitas, sehingga menjadi anak-anak bangsa yang berkarakter dan bermoral yang baik. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai karakter yang dikembangkan dalam permainan tiga tak boleh yaitu mengajarkan kereligiusan, toleransi, kerja keras, nilai sosial, problem solving, nilai perdamaian, serta nilai kebangsaan. Kata kunci: Nilai olahraga, permainan tradisional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN MARIA GUNDULFA LURUK (15380137). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Bandeng (Chanos-Chanos) di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka”. ALFRED G.O KASE S.Pi. M.Si, Ph.D dan Ir. IZAAK ANGWARMASSE M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kabupaten Malaka merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah pesisir pantai yang cukup luas. Salah satu usaha yang memanfaatkan wilayah pesisir di kabupaten tersebut adalah usaha budidaya tambak ikan bandeng. Berdasarkan fakta tersebut, maka dilakukan penelitian ilmiah dengan tujuan untuk mengetahui Kelayakan usaha dan pendapatan budidaya tambak ikan bandeng di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, dimulai dari bulan Mei-Juni 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sampel sederhana (Simple Random Sampling), dimana total sampel responden sebanyak 28 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini, terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh ini, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Setelah data penelitian ini diolah dan dianalisis, maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa lokasi penelitian sangat cocok dijadikan sebagai tempat budidaya tambak ikan bandeng. Rata-rata responden mengakui bahwa usaha budidaya tambak ikan bandeng lebih menguntungkan daripada usaha lainnya. Teknik budidaya yang gunakan, yaitu, teknik budididaya tradisional dan teknik semi intensif, dimana pembudidaya yang mnggunakan teknik budidaya tradisional sebanyak 25 orang dan yang menggunakan teknik budidaya semi intensif sebanyak 3 orang. Sedangkan hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata untuk teknik budidaya semi intensif sebesar Rp.10.813.666,67 dan untuk teknik budidaya tradisional sebesar Rp.9.393.960, dimana teknik budidaya semi intensif lebih menguntungkan daripada teknik budidaya tradisional. Hasil perhitungan nilai B/C Ratio, nilai Break Event Point (BEP) dan nilai Return on Investment (ROI) untuk teknik budidaya tradisional, berturut-turut 1,85, 220,12 Kg (Rp 26.975,59/Kg) dan 85,35%. Sedangkan, hasil perhitungan nilai B/C Ratio, nilai Break Event Point (BEP) dan nilai Return on Investment (ROI) untuk teknik budidaya semi intensif, berturut-turut 1,76, 283,73 Kg (Rp 32.737.94/Kg) dan 76,23%. Berdasarkan tingkat pendapatan dan nilai B/C Ratio, BEP dan ROI dari kedua teknik budidaya tambak ikan bandeng tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya tambak di Desa Motaain menguntungkan dan layak dilakukan. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Analisis Pendapatan, Bandeng, semi intensif dan tradisional, Motaain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. pengujian organoleptik (warna dan bau) dan Angka Lempeng Total (ALT) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air dan kadar NaCl di Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang yaitu organoleptik warna garam memenuhi (SNI 4435-2017) dan bau garam memenuhi (SNI 4435-2017), kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl belum memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan Angka Lempeng Total (ALT) pada garam krosok berkisar antara 2,7 × 102 – 3,6 × 102 koloni/g, air sumur berkisar antara 1,3 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml, larutan penyaringan berkisar antara 1,9 × 103 – 2,3 × 103 koloni/ml, larutan hasil penyaringan berkisar antara 1,6 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml sedangkan garam yang telah dimasak berada pada <2,5 × 101 koloni/g (kurang dari 25 koloni). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang meliputi bahan baku garam krosok, pelarutan garam krosok, penyaringan, pemasakan, penirisan, packing dan hasil pengujian organoleptik warna garam putih normal, bau garam normal tidak berbau, kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl tidak memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) terendah hingga nilai tertinggi adalah < 2,5 × 101 - 2,3 × 103 koloni/g.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN ELTON UMBU GIKU LODA (15390059). Analisis Kuantitas dan Kualitas Garam Rakyat Menggunakan Alat Masak Tradisional Pada Kelompok Tiberias di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Di bawah bimbingan: UMBU P. L. DAWA, S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU, S.Si. M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam Menggunakan alat masak yang tradisional, Alat penyaringan garam menggunakan bokor yang telah dilubangi bagian bawahnya dengan karung plastik pada bagian bawah yang berisi pasir laut, sedangkan alat penirisan menggunakan anyaman daun lontar(sokal) berbentuk kerucut kebawah, dan bokor karet yang terubat dari ban bekas sebagai penampung. Sedangkan untuk penjemuran garam menggunakan penghantar panas dari tungku pemasakan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisioanal pada kelompok Tiberias di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai rendemen, NaCl, organoleptik (warna dan bau) dan logam berat (Pb, Hg, dan Cd) pada produksi garam rakyat menggunakan alat masak tradisisonal. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu Mei-Juni 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk perhitungan rendemen, NaCl dan pengujian organoleptik (warna dan bau) serta di Loboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian logam berat (Pb, Hg, dan Cd). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat menggunakan alat tradisional pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu rendemen 86,0%, NaCl 91,75%, organoleptik parameter warna pada pemasakan hari pertama, hari kelima dan ke sepuluh semua putih normal 100% , organoleptik parameter bau pada pemasakan hari pertama, ke lima dan ke sepuluh yaitu normal tidak berbau 100% dan logam berat (timbal, merkuri dan kadmium) tidak terdeteksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat tradisional di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu garam krosok sebanyak ±18 kg, air tawar ±100 liter dicampur dengan garam krosok, penyaringan berlangsung selama ±1 jamt, pemasakan selama ±6-7jam, penirisan garam berlangsung selama ±5 jam, pengeringan dekat tungku pemasakn sampai garam benar-benar kering dan pengemasan garam ke dalam karung berkapasitas 50 kg dan rendemen garam yaitu 86,0%, NaCl garam 91,75%, organoleptik parameter warna dan bau garam tergolong pada garam K1 (kualitas baik) dan logam berat (Pb, Hg dan Cd) tidak terdeteksi. Kata Kunci : Garam Rakyat, Tradisional,, Logam Berat, Organoleptik, Rendemen,NaCl
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kuneman Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor, mengetahui bagian tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kuneman, mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat, mengetahui jenis penyakit yang disembuhkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi.Pemelihan responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Kuneman ditemukan 21 jenis tumbuhan obat yaitu pegagan, ajerang, kumis kucing, nanas, kol banda,ganda rusa, daun cinta buah, aruda, gala-gala, paragis, pecah beling, kaktus centong, kamboja, kecubung, jeruk purut, daun afrika, sirih, pulai. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu akar, batang, daun, buah dan getah. Kesimpulan Jenis- jenis tumbuhan obat yang ditemukan di Desa Kuneman antara lain Ajerang,aruda, daun cinta buah, daun afrika,ganda rusa, gala-gala, jeruk purut, kecubung, kumis kucing, kaktus centong, kapas,kamboja, kol banda, nanas, pegagan, pecah beling, paragis, sirih, seleguri, rumput besi dan pulai. Bagian-bagian (Organ) tumbuhan yang digunakan yaitu akar, batang, daun, buah,getah.kulit. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu ditumbuk, direbus, dibakar, direndam. Penyakit yang pernah disembuhkan yaitu demam, sakit perut, batuk pileks,bisul, sakit ngeri, kudis, lambung, sakit gigi, sakit telinga,malaria,luka,patah tulang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UPAYA GURU MELATIH MOTORIK KASAR SISWA KELAS III DENGAN PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL SIKIDOKA
Angelus A. Kejuru1*, Magdalena Rambu P. Wasak2, Melvianus Selan3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: PerkembanganMotorikkasarsangatpentingbagianak,karenajikaanaktidakmampumelakukangerakanfisik yang baikakanmenumbuhkan rasa tidakpercayadiridankonsepdirinegatifdalammelakukangerakanfisik.
Tujuan penelitian: Untukmengetahuiupayagurumelatihmotorikkasarsiswakelas III denganpendekatanpermainantradisionalsikidokadi SD InpresNaikoten 1 Kota Kupang.
Metode penelitian: Pendekatanmasalah yang digunakandalampenelitianiniadalahPendekatankualitatifnaturalistikdenganjenispenelitiandeskriptifkualitatifdenganmenggunakanteknikpengumpulan data yaituobservasi, wawancara, dandokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkandarihasilpenelitiandantemuandilapanganmelaluihasilobservasidanwawancaramakaupaya guru melatihmotorikkasarsiswakelas III denganpendekatan permainantradisionalsikidokadi SD InpresNaikoten 1 Kota Kupang,melalui. 1).Peran guru dalammenerapkanpermainantradisionalsikidoka dalam melatih motorik kasar siswa. 2). Guru penjasorkesmemodifikasikanlapanganpermainantradisionalsikidokadenganpenambahanbeberapakotak. 3). Rasa senangsiswakelas III memainkanpermainantradisionalsikidoka. 4). Gerakandalampermainantradisionalsikidoka mendukung untuk melatih motorik kasar siswa.5).Kemauansiswakelas III untukbelajarbermainpermainantradisionalsikidoka. 6). Dukungan dari kepala sekolah menjadikan permainan tradisional sikidoka salah satu pendekatan untuk melatih motorik kasar siswa.
Simpulan: Upaya guru melatih motorik kasar siswa kelas III dengan pendekatan permainan tradisional sikidoka di SD Inpres Naikoten 1 Kota Kupang sudah berjalan dengan baik. Karena siswa mampu memainkan permainan tradisional sikidoka dengan baik.
Katakunci: Upaya guru; motorik kasar; permainan tradisional sikidoka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1980, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Pada tahun 1985 Dinas Perikanan Provinsi Kupang mengadakan pembuatan tambak garam di Kelurahan Oesapa Barat, sehingga kelompok usaha garam tersebut mulai mengenal garam krosok/garam mentah dan mulai menggunakan bahan baku untuk produksi garam masak tradisional dari garam krosok/garam mentah sampai saat ini. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, sedangkan pengujian kadar air, natrium klorida (NaCl), iodium, magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian mutu garam menggunakan alat masak tradisional pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air memenuhi SNI 3556-2016 dan SNI 4435-2017, kadar NaCl belum memenuhi SNI 3556-2016 tetapi memenuhi SNI 4435-2017 dan tergolong pada garam K2 (garam kualitas sedang), kadar iodium tidak memenuhi SNI 3556-2016, kadar magnesium sebesar 183,71 mg/100 g dan kadar kalsium sebesar 503,70 mg/100 g.