Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: lama pengeringan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Produk Fillet Ikan Baronang Asin Dengan Lama Pengeringan Berbeda Menggunakan Rumah Pengering

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan air 80% dan kadar protein 57,3%. Kadar air yang tinggi membuat daging ikan lebih mudah dan cepat mengalami kemunduran mutu. Untuk mencegah proses penurunan mutu maka salah satu metode pengawetan yang dilakukan yaitu dengan proses pengeringan ikan. Salah satu jenis ikan yang terdapat diperairan Nusa Tenggara Timur adalah ikan baronang. Ikan baronang tergolong ikan laut yang bisa dimakan dan memiliki kandungan vitamin B1, Omega-3 dan Zinc yang berkhasiat membantu menambah nafsu makan, selain itu kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam ikan baronang juga dapat mencegah keroposnya tulang dan gigi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui karakteristik proksimat (kadar air dan kadar protein), asam amino dan organoleptik pada produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April 2022 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, kadar protein dan pengujian organoleptik serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetch Bogor (SIG) untuk uji asam amino. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A= pengeringan 2 hari (selama 8 jam/hari), B= pengeringan 3 hari (selama 8 jam/hari), C= pengeringan 4 hari (Selama 8 jam/hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diuji yaitu kadar air, kadar protein, asam amino dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air 41,29-17,28%, kadar protein 14,01-14,85%, produk fillet ikan asin baronang dengan lama pengeringan berbeda terdapat 15 jenis asam amino serta tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari karakteristik produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering untuk proksimat nilai kadar airnya 22,43% dan nilai kadar protein 14,70% untuk asam amino terdapat 15 jenis yang terdiri dari 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non esensial. Berdasarkan hasil uji organoleptik, produk fillet ikan baronang asin masih di terima panelis dengan kriterian untuk nilai parameter kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering sedangkan rasa berkisar yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK FILLET IKAN ASIN BARONANG DENGAN LAMA PENGERINGAN BERBEDA MENGGUNAKAN RUMAH PENGERING

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan asin baronang atau ikan cara merupakan ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Manggarai juga merupakan oleh-oleh khas Kabupaten Manggarai Barat, serta proses pengolahanya masih sederhana dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber panas untuk pengeringan. Namun cara ini masih mempunyai kelemahan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat yang bisa menjadi alternatif bagi para nelayan atau pedagang ikan asin untuk meningkatkan kualitas ikan asin seperti pengering dengan tenaga surya menggunakan tipe rumah pengering. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik fillet ikan asin baronang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020 di Laboratorium Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Metode penelitian yang digunakan didesain menurut pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A1= pengeringan selama 20 jam, A2= pengeringan selama 28 jam, A3= pengeringan selama 36 jam. Setiap kombinasi perlakuan diulang 2 sebanyak kali. Variabel yang diuji secara fisik yaitu susut berat dan penampakan produk, pengujian secara kimiawi yaitu kadar air dan pH, pengujian secara organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susut berat 66,9-71,8%, kadar air 15,92-30,12%, nilai pH dengan nilai 6,5-,6,7 dan tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menghasilkan nilai susut berat 66,9% – 71,8%, kadar air 15,9% – 30,1%, pH 6,5 – 6,7, dan hasil uji organoleptik untuk nilai kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering, sedangkan rasa yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail